📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
I

izabel hikmatul rasheeda

📍 Kota Tangerang Selatan

tafsir surat al baqarah ayat 46

isirTafsir Al-Muyassar:Minta tolonglah kalian dalam setiap urusan kalian dengan berbagai macam kesabaran dan juga dengan melaksanakan salat.Sesungguhnya, hal itu sangat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, yaitu orang-orang yang takut kepada-Nya, mengharapkan apa yang ada di sisi-Nya dan meyakini bahwa mereka akan bertemudengan Tuhannya setelah kematian serta meyakini bahwa mereka semua akan kembali kepada-Nya pada hari kiamat untuk dihisab dan dibalas.tilawah juz 3 1/2 pertama

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Agama yang Dibawa Nabi-Nabi adalah Sama

Subtema : peristiwa-peristiwa pada hari kiamat & kedahsyatannya Ayat ini sangat indah karena Surah Al-Mu’minūn ditutup dengan sebuah doa: setelah manusia diingatkan tentang tujuan penciptaan, kepastian kembali kepada Allah, bahaya syirik, dan kedahsyatan akhirat, Allah mengajarkan kepada Nabi ﷺ doa yang sangat singkat tetapi mencakup dua kebutuhan terbesar seorang hamba: ampunan dan rahmat Allah. 🌿 Tadabbur QS. Al-Mu’minūn: 118وَقُل رَّبِّ ٱغْفِرْ وَٱرْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ“Dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, berilah ampunan dan rahmat. Engkaulah pemberi rahmat yang terbaik.’”1. “رَبِّ اغْفِرْ” — Ya Rabb, ampunilah akuKita tidak hanya membutuhkan Allah untuk memberi rezeki, kesehatan, atau kemudahan. Yang paling kita butuhkan adalah ampunan-Nya.Karena sebanyak apa pun amal kita, tetap ada kekurangan, kelalaian, kesalahan lisan, dosa hati, dan dosa yang mungkin bahkan tidak kita sadari.Tafsir Al-Muyassar menjelaskan bahwa maghfirah adalah Allah mengampuni dosa, menerima taubat, dan tidak menghukum hamba karena dosa yang telah ia tinggalkan dan taubati.Maka doa ini seakan mengajarkan:“Ya Allah, jangan biarkan dosa-dosaku menjadi penghalang antara aku dan keselamatan.”2. “وَارْحَمْ” — dan rahmatilah akuMenariknya, setelah meminta ampunan, kita meminta rahmat.Karena kita bukan hanya membutuhkan agar dosa dihapus, tetapi juga membutuhkan pertolongan Allah untuk menjalani kehidupan setelah dosa itu diampuni.Rahmat Allah mencakup petunjuk, pertolongan untuk taat, keteguhan hati, kebaikan dunia, keselamatan di akhirat, dan segala kebaikan yang kita butuhkan.Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ampunan berkaitan dengan dihapuskannya dosa, sedangkan rahmat mencakup Allah memberikan taufik dan bimbingan kepada hamba dalam perkataan dan perbuatannya.Jadi:Ampunan membersihkan kita dari masa lalu.Rahmat Allah menuntun kita menuju masa depan.🤍 3. “وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ” — Engkaulah sebaik-baik pemberi rahmatIni bagian yang sangat menenangkan.Allah tidak hanya memiliki rahmat, tetapi Allah adalah خَيْرُ الرَّاحِمِينَ — sebaik-baik pemberi rahmat.Tidak ada kasih sayang manusia yang dapat dibandingkan dengan rahmat Allah. Bahkan ketika kita merasa tidak layak untuk mendapatkan kebaikan, pintu rahmat Allah tetap terbuka.Tafsir As-Sa’di menjelaskan bahwa setiap orang yang menyayangi seorang hamba, maka Allah lebih baik dan lebih sempurna rahmat-Nya kepadanya.

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka10 Agustus 2026
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Ringakasan bab 3 - Memahami Istri sub Bab Nafkah

Manusia dalam hal nafkah terbagi menjadi tiga:Orang yang meremehkan tanggung jawab memberi nafkah kepada keluargamya padahal ia mampu, akan berdosa.Orang yang memberi nafkah kepada keluarganya tanpa niat mencari pahala hanga sekadar mengikuti kebiasaan. meski sah secara hukum, ia tidak mendapatkan ganjaran.Orang yang mencari nafkah untuk keluarganya dengan niat mendapatkan pahala dari Allah. Inilah tingkatan paling mulia, nafkahnya sah dan ia mendapatkan pahala.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan antara prioritas dalam nafkah dimulai dari diri sendiri, anak, istri, pembantu, hingga pihak lainnya.Buku: Cinta janji dan ujian dalam berumah tanggaKarya: Dr. Muhammad  Abduh Tuasikal.

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka10 Agustus 2026
E
Eka Pajriani Haeruddin

📍 Kota Makassar

Ringkasan Kitab 1 - Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Mu'adz bin Jabal berkata, "Pelajarilah ilmu karena mempelajarinya karena Allah merupakan sikap takut kepada-Nya, mencarinya adalah ibadah, mengulanginya adalah tasbih, membahasnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya adalah sedekah, menyampaikannya kepada yang berhak adalah ibadah yang mendekatkan kepada Allah. Ilmu adalah teman di saat kesendirian dan rekan dalam kesepian.”

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
N
Nahda L M

📍 Kabupaten Bandung

Fussilat : 4

Tafsir Fussilat Ayat 4Allah taala berfirman:بَشِيرٗا وَنَذِيرٗا فَأَعۡرَضَ أَكۡثَرُهُمۡ فَهُمۡ لَا يَسۡمَعُونَyang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling (daripadanya), maka mereka tidak mau mendengarkan. Tafsir Al-MuyassarFussilat (41:4)Tema: NABI ADALAH MANUSIA BIASA YANG DIBERI WAHYU (Ayat 1-8)Menyampaikan berita gembira berupa pahala di dunia dan di akhirat bagi siapa yang beriman dan beramal sesuai dengan tuntunannya, seklaligus memberi peringatan berupa adzab di dunia dan di akhirat bagi siapa yang kafir kepadanya. Lalu kebanyakan manusia justru berpaling darinya, mereka tidak mau mendengarnya dengan pendengaran untuk menerima dan merespon positif.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka10 Agustus 2026
R
Ressy Sri Agesty

📍 Kabupaten Bandung

Bagaimana Menjelaskan Proses Kelahiran Seorang Anak ke Dunia kepada Anak?

Bagaimana Menjelaskan Proses Kelahiran Seorang Anak ke Dunia kepada Anak?-Usia 2–5 tahun belum mampu berpikir abstrak, sehingga gunakan penjelasan yang konkret dan sederhana.-Gunakan buku anatomi khusus anak dengan visual yang mudah dipahami, bukan buku Biologi yang rumit.-Jawaban sebaiknya sekaligus menanamkan pemahaman bahwa kehadiran anak dinantikan dan dicintai oleh kedua orang tuanya.-Rasa ingin tahu anak dapat menjadi kesempatan untuk membuatnya merasa berharga

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka10 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Ringkasan: Peran Orang Tua dalam Pendidikan Shalat

Ringkasan: Peran Orang Tua dalam Pendidikan Shalat1. Takbiratul IhramTakbir merupakan pembuka shalat.Lafaz yang ditetapkan adalah “Allahu Akbar”.Nabi ﷺ mengucapkan “Allahu Akbar” ketika memulai shalat.2. Berdiri dalam ShalatBerdiri dalam shalat wajib hukumnya wajib bagi orang yang mampu.Hal ini berdasarkan Al-Qur’an, sunnah, dan kesepakatan ulama.3. NiatNiat adalah maksud dan ketetapan hati terhadap sesuatu.Tempat niat adalah di dalam hati.Niat tidak berkaitan dengan ucapan.Tidak terdapat riwayat dari Nabi ﷺ maupun para sahabat tentang melafalkan niat shalat secara lisan.4. Mengajarkan Shalat dari Sisi Keilmuan Orang tua perlu mengajarkan kepada anak:Jumlah shalat wajib ada 5 waktu.Subuh: 2 rakaatZuhur: 4 rakaatAsar: 4 rakaatMaghrib: 3 rakaatIsya: 4 rakaatRukun-rukun shalat dijelaskan satu per satu dengan bahasa yang mudah dipahami anak.5. Inti Pendidikan ShalatAjarkan shalat secara bertahap dan sabar.Orang tua memberikan contoh dalam praktik.Tanamkan kecintaan kepada Allah dan shalat.Biasakan anak dengan shalat sejak dini.Tujuan pendidikan shalat bukan hanya agar anak bisa mengerjakan shalat, tetapi agar shalat menjadi kecintaan dan kebiasaan sepanjang hidupnya.

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka10 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Kandungan bab 1 Tauhid

Ayat dalam surat an nisa' di sebutkan di dalamnya sepuluh hak, yang pertama yaitu sebagaimana firman Allah "sembahlah Allah, dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu pun".Perlu di ingat wasiat Rasulullah di akhir hayat beliau. Mengetahui hak Allah yang wajib kita laksanakan. Mengetahuj hak para hamba Allah yang pasti akan di penuhiNya, apabila mereka melaksanakan hakNya terhadap mereka. Bahwa masalah ini tidak diketahui oleh sebagian besar para sahabat. Boleh merahasiakan ilmu pengetahuan masalah ini untuk maslahat. Dianjurkan untuk menyampaikan kepada sesama Muslim suatu berita yang menggembirakan. Rasulullah merasa khawatir terhadap sikap menyandarkan diri kepada keluasan rahmat Allah. Jawaban (yang disyariatkan) bagi orang yg di tanya sedangkan dia tdk tahu adalah "Allahu wa rasuluhu a'lam"Boleh menyampaikan ilmu kepada orang² tertentu, tanpa yang lain. Kerendahan hati Rasulullah, karena ketika menunggang keledai, beliau mau membonceng kan orang lain di belakangnya. Boleh membonceng kan seseorang di atas binatang. Keutamaan Mu'adz bin Jabal. Bahwa Tauhid mempunyai kedudukan yang sangat mendasar.

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Tafsir Ibnu Katsir Al furqon:26

Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:26)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Catatan kaki:210832. Maksud "kerajaan yang hak "ialah kekuasaan yang mutlak yang tidak dapat disertai oleh suatu apa pun juga.Firman Allah subhanahu wata'āla:Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. (Al Furqaan:26), hingga akhir ayat.Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui Firman-Nya:Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini? Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (Al-Mu-min: 16)Di dalam kitab sahih disebutkan bahwa Allah subhanahu wata'āla menggulung langit dengan tangan kanan kekuasaan-Nya, dan menggenggam bumi dengan tangan kekuasaan lainnya, kemudian berfirmanlah Dia:Akulah Raja, Akulah Yang Maha Membalas, di manakah raja-raja bumi, di manakah orang-orang yang kelewat batas, di manakah orang-orang yang takabur?Adapun firman Allah subhanahu wata'āla:Dan adalah (hari itu) satu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir. (Al Furqaan:26)Yakni sangat sulit, sebab hari itu adalah hari keadilan dan hari peradilan serta diputuskan-Nya semua perkara. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit, bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah. (Al-Muddassir: 9-10)Demikianlah keadaan orang-orang kafir pada hari itu. Adapun keadaan orang-orang mukmin disebutkan oleh Allah subhanahu wata'āla melalui firman-Nya:Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat). (Al Anbiyaa:103)Imam Ahmad meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Husain ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah, telah menceritakan kepada kami Darraj, dari Abul Haisam, dari Abu Sa'id Al-Khudri yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ. pernah ditanya mengenai makna firman-Nya: dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. (Al Ma'aarij:4) "Wahai Rasulullah, betapa lamanya hari tersebut." Maka Rasulullah ﷺ. menjawab: Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sungguh akan diringankan bagi orang mukmin (lamanya hari tersebut) sehingga terasa lebih cepat baginya dari suatu salat fardu yang dikerjakannya di bumi.

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka10 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Akad Hawalah (Pengalihan Utang)

Hawalah adalah akad pengalihan tanggung jawab pelunasan utang dari satu pihak kepada pihak lain. Dalam praktiknya, pihak yang berutang dapat mengalihkan penagihan kepada pihak yang memiliki kewajiban kepadanya. Syariat membolehkan hawalah sebagai salah satu solusi ketika terjadi kesulitan dalam pelunasan utang, dengan tetap memperhatikan kemampuan dan amanah pihak yang menerima pengalihan.Hawalah memiliki tiga rukun, yaitu sighat (ijab dan qabul), tiga pihak yang terlibat, yaitu pihak yang mengalihkan utang, muhal sebagai pemilik piutang, dan muhal alaih sebagai pihak yang dialihkan kepadanya utang dan objek utang yang jelas. Di antara syarat pentingnya adalah adanya kerelaan antara pihak terkait dan nominal utang yang setara atau utang pihak yang menerima pengalihan lebih besar.Hawalah bukan jual beli utang maupun wakalah. Jika akadnya sah, tanggung jawab pihak yang mengalihkan utang gugur dan beralih kepada pihak yang menerima pengalihan. Dalam praktiknya terdapat beberapa kondisi khusus, seperti pihak penerima tidak memiliki utang kepada pihak pengalih, perbedaan mata uang, pihak penerima mengalami pailit atau meninggal, serta perbedaan jatuh tempo yang masing-masing memiliki ketentuan tersendiri dalam syariat.

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka10 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Good Inside Meletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik Dr. Becky Kennedy Merengek (Bagian 1)

Merengek adalah tanda bahwa anak sedang kesulitan mengelola perasaan atau keinginannya.Bukan sekadar meminta atau mencari perhatian, tetapi cara anak mengekspresikan frustrasi, rasa tidak berdaya, atau kebutuhan yang belum terpenuhi.Mengapa Anak Merengek?Keinginan kuat yang tidak terpenuhi.Kesulitan mengungkapkan atau memperjuangkan kebutuhannya.Merasa tidak berdaya dalam situasi tertentu.Ingin merasa terhubung dengan orang tuanya.Terlalu lelah, lapar, haus, atau mengalami stres berlebihan.Apa yang Terjadi Saat Anak Merengek?Rasa tidak berdaya + keinginan yang kuat dapat bercampur menjadi frustrasi.Suara merengek bisa menjadi cara anak “meminta pertolongan” dengan bahasa mereka sendiri.Memahami apa yang sebenarnya terjadi ketika rengekan membuat kita naik darah akan membantu kita mengetahui apa yang perlu dilakukan.Mengapa Rengekan Bisa Sangat Memicu Orang Tua?Orang tua sering mengartikan rengekan sebagai kurangnya rasa terima kasih.Ketika anak mengeluh tidak suka makanan yang sudah dibuat atau sangat menginginkan sesuatu, kita bisa merasa bahwa mereka tidak menghargai semua usaha yang telah kita lakukan.Namun, penafsiran tersebut sering meleset. Anak-anak merengek ketika mereka merasa tidak berdaya.Jika sejak kecil kita terbiasa mendengar:“Tenangkan dirimu!”“Berusahalah!”“Jangan cengeng, kamu bisa melakukan ini!”mungkin rasa tidak berdaya dalam diri kita sendiri menjadi sesuatu yang kurang ditoleransi.Akibatnya, ketika anak merengek, tubuh kita dapat bereaksi seolah-olah berkata, “Matikan ini! Matikan ini!”Anak Juga Merengek untuk Mencari KeterhubunganAnak dapat merengek ketika merasa sendirian dan tidak terlihat, terutama ketika mereka sangat menginginkan sesuatu.Tugas orang tua bukan berarti harus menyerah pada semua tuntutan anak. Kita tetap dapat mengambil keputusan yang menurut kita tepat, sambil memahami perasaan anak dan tetap terhubung dengannya.Manusia merasa paling aman ketika merasa terhubung dan memiliki harapan.ContohSeorang ibu merasa frustrasi karena anaknya ingin sesuatu yang tidak bisa dipenuhi. Awalnya ia berusaha memperbaiki keadaan, tetapi akhirnya menyadari bahwa anaknya bukan membutuhkan solusi.Ia berkata:“Tidak ada yang memuaskan, ya? Tidak ada yang terasa seperti yang kamu inginkan. Ibu mengerti itu, Sayang. Kadang memang seperti itu.”Anaknya tetap menangis dan memprotes. Sang ibu kemudian duduk bersamanya sampai emosinya mereda.Rengekan ternyata adalah sebuah permohonan.Contoh lainSeorang anak merengek karena ingin dua jenis makanan sekaligus. Ketika keinginannya tidak terpenuhi, ia semakin frustrasi.Alih-alih menganggapnya sebagai sikap menyebalkan atau tidak tahu berterima kasih, kita dapat melihat bahwa di balik rengekan itu ada keinginan yang kuat dan rasa tidak berdaya.Yang Perlu DipahamiAnak tidak sedang berusaha membuat kita kesal.Mereka hanya belum memiliki cara lain untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan dan butuhkan.Semakin kita memahami perasaan di balik rengekan, semakin mudah bagi kita untuk tetap terhubung tanpa harus memenuhi semua tuntutannya.#jejakpustaka

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka10 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

The Book You Wish Your Parents Had Read - Philippa Perry

Perilaku: Semua adalah KomunikasiAda 3 pendekatan dalam menghadapi perilaku anak:1. OtoriterMemaksakan kehendak dan menuntut anak mengikuti aturan.Bisa memunculkan keras kepala, jeritan, kemarahan, rasa malu, dan siklus konflik.Anak dapat belajar bahwa menjadi “benar” berarti tidak fleksibel dan intoleran.Dalam jangka panjang, hubungan dan kemampuan anak bekerja sama dengan otoritas dapat terganggu.2. LemahOrang tua tidak memberikan batasan atau ekspektasi yang jelas.Anak bisa merasa bingung, tersesat, dan tidak aman karena tidak tahu apa yang diharapkan.Namun, bersikap lebih longgar tidak selalu buruk. Terkadang menurunkan tuntutan adalah solusi sementara ketika anak belum siap.Tujuannya bukan menyerah, tetapi membantu anak sampai siap mengikuti pendekatan yang lebih kolaboratif.3. Kolaboratif — pendekatan yang dianjurkan Alih-alih menjadi “diktator”, orang tua menjadi penasihat yang membantu anak menemukan solusi bersama.6 langkah metode kolaboratif:Definisikan masalah dari sudut pandang orang tua tanpa menyalahkan anak.Cari perasaan di balik perilaku anak. Tanyakan apa yang membuatnya kesulitan.Validasi perasaannya, meskipun kita tidak selalu setuju dengan keinginannya.Diskusikan solusi bersama, bukan langsung memberikan perintah.Ikuti solusi yang disepakati dan ulangi langkah jika diperlukan.Hindari menghakimi anak.Contohnya, daripada berkata:“Rapikan kamarmu sekarang atau semua mainanmu akan dibuang.”Coba:“Aku ingin kamarmu rapi. Menurutmu, bagaimana cara paling mudah agar kita bisa membereskannya?”🌱 Inti PesannyaTugas pengasuhan bukan sekadar membuat anak patuh atau melakukan sesuatu dengan benar, tetapi mendampingi anak agar berkembang.Metode kolaboratif membantu anak mengembangkan:toleransi terhadap frustrasifleksibilitaskemampuan memecahkan masalahempatikemampuan berkompromi dan bekerja samaBukan tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana orang tua dan anak tetap terhubung sambil menyelesaikan masalah bersama.

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →