📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
🎓 Jejak Ilmu HSI15 Juni 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Halaqah 56

HSI Abdullah RoyJejak Ilmu HSI @komunitasbeekindHalaqah 56Bab 7 - Wajibnya Masuk Ke Dalam Islam Secara Total dan Meninggalkan Selainnya –  Pembahasan Dalil Keempat (Tafsiran Ibnu Abbas dari QS. Ali 'Imran: 106)(Kitāb Fadhlul Islām karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh)​Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab membawakan dalil keempat yang bersumber dari penjelasan sahabat, yaitu atsar Abdullah bin Abbas radhiyallāhu 'anhuma saat menafsirkan QS. Ali 'Imran ayat 106:​(يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ)“Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram.”​Hakikat Hari Kiamat: Apa yang terjadi pada wajah manusia di akhirat (putih bersinar atau hitam legam) merupakan cerminan, hasil panen, dan balasan (jaza') dari apa yang mereka amalkan selama di dunia.​Mulai bab ini dan seterusnya, penulis akan menekankan konsekuensi syahadat Anna Muhammadan Rasulullah, khususnya kewajiban mengikuti sunnah dan meninggalkan bid'ah. Penulis menegaskan bahwa bid'ah sangat bertentangan dengan esensi Islam, karena Islam menuntut kepasrahan total tidak hanya dalam masalah iktikad (akidah) tetapi juga dalam masalah amaliah.​Atsar Penjelas dan Sumber Validitas Dalil​Tafsiran Abdullah bin Abbas radhiyallāhu 'anhuma:​تَبْيَضُّ وُجُوهُ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ، وَتَسْوَدُّ وُجُوهُ أَهْلِ الْبِدَعِ وَالضَّلَالَةِ“Akan putih wajah-wajah Ahlussunnah wal Jamaah, dan akan hitam wajah-wajah ahli bidah dan kesesatan.”​Sumber Periwayatan:​Dikeluarkan oleh Imam Ibnu Abi Hatim dalam kitab Tafsirnya dengan sanad dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas radhiyallāhu 'anhuma.​Disebutkan pula oleh Abu Bakar Ahmad bin Ali bin Tsabit (Al-Khathib Al-Baghdadi).​Dinukil oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya secara ringkas tanpa menyebutkan sanad lengkapnya. (Terdapat variasi redaksi lain yang menyebutkan Ahlussunnah wal I'tilaf [persatuan] dan Ahlul Bida' wal Ikhtilaf/Furqah [perpecahan]).​Poin Penting Sejarah Istilah:Penggunaan nama "Ahlussunnah wal Jamaah" (serta lawannya: Ahlul Bida' wad Dholalah) bukanlah istilah baru (muta'akhirin), melainkan sudah digunakan langsung oleh sahabat Nabi, yaitu Ibnu Abbas yang bergelar Turjumanul Qur'an.Ayat Penyerta dan Dalil Pendukung ​Ayat Penyerta dan Dalil Pendukung Lain​Dalam teks halaqah, disebutkan pula penguat dari riwayat sahabat lain, yaitu atsar Abu Umamah yang mengaitkan kelanjutan ayat tersebut:​“فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ...”“Adapun orang-orang yang hitam kemerahan mukanya (kepada mereka dikatakan): ‘Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman?’...”​Abu Umamah radhiyallāhu 'anhu mengatakan: “Mereka adalah Khawarij.”Kesimpulan dan Sisi Pendalilan (Wajhul Dilalah)​Alasan Wajah Ahlussunnah Memutih: Karena mereka masuk Islam secara keseluruhan (kaffah), tidak setengah-setengah, dan memiliki sifat pasrah secara total terhadap tata cara ibadah sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah (prinsip sami'na wa atha'na).​Alasan Wajah Ahlul Bidah Menghitam: Karena mereka tidak kaffah dalam berislam. Mereka memiliki sifat membangkang dan ingin membuat hal-hal baru yang tidak memiliki dalil sahih. Perbuatan bidah mencerminkan ketidaksempurnaan Islam pada diri seseorang.​Sisi Pendalilan (Syahid): Adanya ancaman berupa dihitamkannya wajah di hari kiamat bagi pelaku bid'ah menunjukkan hukum haramnya memisah-misahkan agama (tidak kaffah), sekaligus menjadi dalil yang kuat tentang wajibnya masuk ke dalam agama Islam secara keseluruhan (kaffah) baik secara akidah maupun amaliah.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
N
Nailah Nurul Hanifah

📍 Jakarta Selatan

Talbis Iblis #11 Talbis Iblis Terhadap Kaum Zuhud

Talbis Iblis #11: Talbis Iblis Terhadap Kaum ZuhudKekeliruan Kaum Zuhud dalam Masalah Hak KeluargaBanyak di antara mereka yang salah memahami arti zuhud dengan mengira bahwa zuhud adalah meninggalkan perkara dunia secara mutlak.Melalaikan Hak Istri: Imam Ibnul Jauzi menyebutkan bab khusus tentang perhatian terhadap hak keluarga. Sebagian orang yang sok zuhud memilih untuk terus-menerus diam, menyendiri, dan menjauh dari bercengkerama dengan istrinya. Akibat buruknya akhlak dan kebiasaan menyendiri ini, mereka justru menyakiti hati istri mereka sendiri.Kisah Salman Al-Farisi dan Abu DardaNabi ﷺ mengingatkan bahwa istri memiliki hak yang wajib ditunaikan. Ustadz menegaskan bahwa Islam adalah agama yang profesional dan proporsional; setiap hal ada porsinya masing-masing.Abu Darda sangat semangat beribadah (shalat malam dan puasa siang hari) hingga melalaikan hak istrinya. Salman Al-Farisi menegurnya: "Sesungguhnya Rabb-mu punya hak, jasadmu punya hak, tamumu punya hak, dan istrimu punya hak. Maka berikanlah setiap yang memiliki hak itu haknya."Ketika Abu Darda mengadukan hal ini kepada Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Salman benar." Perbuatan berlebih-lebihan dalam ibadah hingga menumbalkan porsi atau hak keluarga tidak dibenarkan dalam Islam.Hikmah: Ibadah yang benar adalah ibadah yang seimbang. Berlebihan dalam satu sisi sehingga mengabaikan sisi lain bukanlah kesalehan.Contoh Akhlak Mulia Nabi ﷺ terhadap KeluargaInteraksi Nabi dengan Keluarga: Rasulullah ﷺ adalah sosok yang gemar bercanda dengan para sahabat dan istrinya, bermain dengan anak-anak, serta meluangkan waktu untuk mengobrol.Sunnah Mengobrol Sebelum Tidur: Berdasarkan riwayat Ibnu Abbas saat menginap di rumah bibinya (Maimunah, istri Nabi), beliau mendengar Rasulullah ﷺ mengobrol sejenak dengan istrinya sebelum tidur. Ustadz menyindir fenomena zaman sekarang di mana suami istri mau tidur justru sibuk memegang HP masing-masing sehingga kehilangan kebahagiaan yang hakiki.Kisah Hadis Ummu Zara': Aisyah radhiallahu 'anha pernah menceritakan kisah panjang tentang 11 wanita yang berkumpul mendiskusikan sifat suami mereka kepada Nabi ﷺ. Rasulullah ﷺ mendengarkan cerita itu dari awal sampai akhir dan meresponsnya dengan hangat, menunjukkan betapa beliau menghargai obrolan dengan istri.Lomba Lari dengan Aisyah: Nabi ﷺ pernah mengajak Aisyah lomba lari saat safar. Pada lomba pertama Aisyah menang karena masih kurus. Bertahun-tahun kemudian, ketika fisik Aisyah mulai berisi, Nabi ﷺ mengajak lomba lari lagi dan beliau menang seraya bercanda: "Ini untuk membayar kekalahanku yang dulu."Perhatian Rutin Setiap Hari: Setiap habis asar, Nabi ﷺ rutin mendatangi rumah istri-istrinya satu per satu sekadar untuk menyapa dan mencumbui mereka sebelum akhirnya menginap di rumah istri yang mendapat jatah giliran.Dampak Buruk "Sok Zuhud" Tanpa IlmuMenelantarkan Keluarga: Orang yang sok zuhud sering kali membuat istrinya seperti janda dan anaknya seperti anak yatim karena tidak mau diajak bicara dan bermuka masung. Mereka keliru mengira bahwa mengobrol dengan keluarga akan melalaikan mereka dari akhirat.Karena sedikitnya ilmu, mereka tidak tahu bahwa menyenangkan dan mendidik keluarga adalah ladang pahala akhirat. Mengutip hadis riwayat Jabir di mana Nabi ﷺ menganjurkan menikahi gadis agar bisa saling mencandai dan bermesraan.Kisah Suami yang Salah Menggunakan Dalil: Cerita seorang istri yang mengeluh karena suaminya tidak mau menggaulinya dengan alasan dakwah dan berdalih dengan Nabi Ibrahim yang meninggalkan Hajar selama puluhan tahun. Ini adalah penggunaan dalil yang salah karena Nabi Ibrahim melakukan itu atas perintah langsung dari Allah, bukan menuruti syahwat atau keinginan sendiri untuk menjauh. Tidak bisa dijadikan alasan untuk menelantarkan istriZuhud Bukan Alasan Menelantarkan KeluargaNabi ﷺ adalah manusia yang paling sibuk: memimpin umat, menerima wahyu, berdakwah, menghadapi musuh, menjawab pertanyaan para sahabat. Namun beliau tetap menunaikan hak-hak istrinya dengan sempurna.Karena itu tidak pantas seseorang mengaku: terlalu sibuk dakwah, terlalu sibuk menuntut ilmu, terlalu sibuk memikirkan akhirat, lalu mengabaikan keluarganya.Bahaya Penyakit Ujub (Kagum pada Amal Sendiri)Tipu Daya Sifat Ujub: Sebagian orang zuhud terjebak merasa kagum pada amalnya sendiri (bacaan Al-Qur'an, sedekah, dan kezuhudannya). Ketika dipuji sebagai "pasak bumi" (Wali Allah), mereka merasa tenang dan menganggap pujian itu benar.Keteladanan Nabi ﷺ: Nabi ﷺ adalah manusia terbaik, beliau tidak memandang amalnya suatu yang hebat, beliau tidak pernah merasa amalnya cukup, justru langsung beristighfar setelah shalat dan setelah berhaji, keluar dari Arafah. Di akhir hayatnya, beliau terus memperbanyak tasbih dan istighfar karena menyadari keagungan Allah yang tidak sebanding dengan amalan makhluk.Jangan Merasa Berjasa kepada Allah: Allah mencela orang Arab Badui yang merasa berjasa karena masuk Islam (QS. Al-Hujurat: 17). Segala taufik untuk beramal datangnya dari Allah, sehingga manusia wajib bersyukur dan tidak boleh merasa amalnya hebat. Bahkan Nabi ﷺ beristighfar (Ghufronaka) setelah buang hajat karena menyadari nikmat kesehatan sekecil itu pun sulit untuk disyukuri sepenuhnya.Perkataan Ibnu Qayyim: Bisa jadi seseorang masuk surga karena maksiat yang membuatnya terus menyesal dan merendah diri di hadapan Allah, dan bisa jadi seseorang masuk neraka akibat amal shaleh yang membuatnya sombong dan ujub.Cara Menghindari UjubLihatlah kekurangan diri: salat belum khusyuk, sedekah masih berat, berbakti kepada orang tua belum maksimal, mendidik anak masih kurang, dakwah belum tentu ikhlas.Jika seseorang menyadari kekurangannya, ia tidak akan mudah ujub.Kisah Nabi IbrahimKetika membangun Ka'bah, Nabi Ibrahim berdoa: "Ya Rabb kami, terimalah amal kami." Padahal beliau sedang melakukan amal yang sangat besar.Ini menunjukkan bahwa orang saleh tidak pernah merasa amalnya hebat.Talbis Iblis Terhadap Kaum SufiyahImam Ibnul Jauzi memisahkan pembahasan kaum Sufiyah dari kaum zuhud secara umum karena Sufiyah memiliki ciri khas, metode, aliran, dan keyakinan yang lebih spesifik.Perkembangan Tasawuf: Tasawuf pada awalnya dimulai dengan gerakan zuhud secara totalitas. Namun seiring berjalannya waktu, orang-orang belakangan mulai longgar dan memasukkan unsur-unsur baru seperti mendengarkan lantunan musik/qasidah dan joget-joget (ar-raqs) sebagai bentuk ibadah.Mengapa Banyak Orang Tertarik kepada Kaum Sufi?Ibnu Al-Jauzi menyebutkan fenomena menarik. Kaum sufi menarik dua kelompok sekaligus:A. Pencari AkhiratMereka tertarik karena melihat: kesederhanaan hidup, pakaian yang sederhana, semangat ibadah, penampilan yang zuhud. Mereka mengira bahwa inilah jalan menuju akhirat.B. Pencari DuniaMereka tertarik karena melihat: nyanyian, qasidah, suasana santai, hiburan tertentu. Akibatnya dua kelompok ini berkumpul dalam satu tempat.Yang satu tertarik karena unsur zuhud. Yang lain tertarik karena unsur hiburannya.Ibnul Jauzi mengkritik Sufi di zamannya yang masih berpakaian zuhud tapi suka berjoget. Ustadz Firanda menambahkan bahwa sebagian Sufi zaman sekarang bahkan tidak lagi zuhud melainkan hidup mewah namun tetap mempertahankan tradisi joget dan kasidahan tersebut.Asal-Usul Istilah SufiIstilah Baru: Di zaman Nabi ﷺ tidak ada istilah tersebut, hanya ada istilah Muslim dan Mukmin. Setelah masa Nabi barulah muncul istilah-istilah tambahan, seperti Zahid (orang yang zuhud terhadap dunia) dan Abid (orang yang banyak beribadah).Pendapat Pertama (Sufah bin Murr): Ada pendapat yang menyatakan istilah Sufi dinisbahkan kepada seorang lelaki zaman jahiliyah bernama Suffah (Al-Ghauts bin Murr). Ia adalah orang yang mengkhususkan diri meninggalkan urusan dunia untuk fokus berkhidmat di Ka'bah/Masjidil Haram. Orang-orang yang meniru metodenya kemudian disebut Sufiyah.Pendapat Kedua (Ahlus Suffah): Pendapat lain mengaitkannya dengan Ahlus Suffah, yaitu orang-orang miskin dari kalangan Muhajirin yang tinggal di bagian belakang Masjid Nabawi karena tidak punya rumah dan keluarga di Madinah. Ahlus Suffah tinggal di masjid karena kondisi terpaksa (darurat), bukan karena sengaja memilih kemiskinan. Ketika kondisi ekonomi kaum muslimin membaik dan pintu rezeki terbuka, mereka tidak lagi tinggal di sana.Kehidupan Ahlus Suffah. Kondisi mereka sangat sederhana. Sebagian hanya memiliki satu pakaian, hidup dalam kesulitan, sering kekurangan makanan. Namun mereka bersabar, belajar agama, dekat dengan Rasulullah ﷺ. Mereka menjadi teladan dalam kesabaran dan keteguhan iman.Kisah Sahabat yang Hanya Memiliki Satu Sarung. Diceritakan seorang sahabat ingin menikah. Ketika ditanya tentang mahar, ia berkata: "Aku hanya memiliki sarung yang sedang kupakai." Bahkan jika sarung itu diberikan sebagai mahar, ia tidak punya pakaian lain. Kisah ini menunjukkan betapa beratnya kondisi ekonomi sebagian sahabat saat itu.Orang Fakir yang Pertama Melewati Shirat. Disebutkan dalam hadis bahwa di antara golongan yang pertama melewati Shirath dan masuk surga adalah: Kaum Muhajirin yang Fakir. Mereka hidup sederhana, tidak menikmati kemewahan dunia, bersabar atas kekurangan mereka. Namun kemiskinan mereka bukan karena dicari-cari. Mereka miskin karena keadaan.Rasulullah Sangat Memperhatikan Ahlus Suffah. Rasulullah ﷺ sering mengunjungi mereka, menyapa mereka, memberi makan mereka, memperhatikan kebutuhan mereka. Beliau bahkan mendahulukan kebutuhan Ahlus Suffah dibanding kebutuhan keluarganya sendiri dalam beberapa keadaan. Contohnya ketika Fatimah meminta pembantu. Nabi ﷺ tidak memberikannya karena melihat banyak kebutuhan kaum miskin yang lebih mendesak.Kekeliruan Bahasa: Imam Ibnul Jauzi menegaskan bahwa secara kaidah bahasa Arab, penisbahan istilah Sufi ke kata Suffah adalah keliru. Jika dinisbahkan ke Suffah, seharusnya sebutannya adalah Suffi, bukan Sufi.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
D
Dewi Lestari

📍 Kota Banjarbaru

TALBIS IBLIS #11 : TALBIS IBLIS TERHADAP KAUM ZUHUD

TALBIS IBLIS #11 :TALBIS IBLIS TERHADAP KAUM ZUHUD Diantara orang2 yang Zuhud mereka senantiasa diam,sehingga mereka menjauhkan diri dari bercengkrama dengan istri,sehingga mereka menyakiti istrinya dengan akhlaknya yg buruk.dan dia lupa akan sabda nabi Muhammad SAW "sesungguhnya istrimu juga punya hak atasmu."Orang Zuhud menjadikan istrinya janda dan anaknya seperti anak yatim.dia tidak tahu bahwasannya bercengkrama dengan keluarga itu adalah salah satu bentuk seseorang dekat dengan Akhirat.menggauli istri hukumnnya Wajib.kalau keluarga saja tidak diperhatikan,bagaimana Islam akan tumbuh lebih baik.jangan pandang sesuatu yang kita lakukan sesuatu yg WoW sehingga kita terkena penyakit ujub.kalau dia memandang tentang bagaimana Allah SWT memberikan dia Taufik untuk bisa belajar,maka dia tahu ini wajib disyukuri.dan seharusnya dia menjalankan syukur kepada Allah SWT .seharusnya seseorang bukan merasa WoW to harusnya buat dia sibuk bahwa amalannya masih kurang.bisa jadi seseorang yg melakukan amal Sholeh masuk neraka dan seseorang yang melakukan maksiat masuk surga Tasawuf adalah metode yang awalnya dimulai dengan Zuhud alkulli yaitu Zuhud secara totalitas kemudian lama2 orang yang memisahkan berafiliasi kepada Sufiah.Asal Muasal Sufiah di Zaman nabi tidak ada istilah sufiah.istilah yg ada hanya Islam & iman.kemudian muncul belakangan setelah itu Zahid dan AbisZahid maksudnya orang2 yang izin terhadap dunia,Abid maksudnya ahli ibadah.dunia mereka tinggalkan dan fokus ibadah.dalam rangka meninggalkan du nia dan sibuk Zuhud dan ibadah maka mereka membuat metode sendiri.Sufiah dibangun untuk orang2 miskin dikalangan kaum muslimin,mereka tinggal di Masjid karena darurat/terpaksa bukan pilihan,mereka pun makan dari sedekah.mereka memiliki kemampuan mereka tidak tinggal di Sufiah.penisbahan kepada Sufiah adalah penisbahan yg Salah.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
A
Anna setyaningsih

📍 Kota Bekasi

Rangkuman bab 11

🌷 TALBIS IBLIS #11: Talbis Iblis Terhadap Kaum Zuhud Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A🌿 Apa Itu Zuhud yang Benar Dunia di tangan, bukan di hati. Manfaatkan dunia untuk taat, bukan jadi tujuan utama.⚠️ 5 Talbis Iblis ke Kaum Zuhud 1. Salah paham zuhud → Anggap makin sengsara = makin tinggi derajat. Sampai tolak kerja halal & harta halal 2. Lalaikan hak keluarga → Sibuk ibadah sunnah, lupa nafkah, istri, anak 3. Haramkan yang halal → Tolak makanan enak, baju bagus, nikah tanpa alasan syar’i 4. Berlebihan ibadah → Ibadah sampai lemah, bosan, lalu ninggalin semua 5. Riya’ berkedok zuhud → Sengaja lusuh & letih biar dipuji saleh🌸 Ciri Zuhud yang Benar ✅ Syukur saat diberi, sabar saat diuji ✅ Tidak bangga dengan dunia, tidak sedih berlebihan saat hilang ✅ Harta dipakai untuk taat ✅ Tetap tunaikan hak keluarga & masyarakat💎 Pelajaran Penting 1. Zuhud = tinggalkan cinta dunia, bukan tinggalkan dunia 2. Harta bukan musuh, cinta dunia berlebih yang bahaya 3. Ibadah wajib di atas ilmu & sunnah 4. Jangan sampai semangat ibadah bikin lalai kewajiban 5. Waspada riya’ tersembunyi di balik sederhana📝 Quote "Orang zuhud bukan yang tidak punya dunia, tapi yang dunia tidak menguasai hatinya" "Yang sunnah adalah gunakan dunia untuk raih akhirat"🌿 Inti: Iblis sering menipu lewat kebaikan yang berlebihan. Zuhud yang benar itu pertengahan, sesuai sunnah Rasulullah ﷺ.---

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
S
Salma laela fitri

📍 Kabupaten Karawang

Ringkasan pertemuan ke 11

Ringkasan Kajian Talbis Iblis #11Talbis Iblis terhadap Kaum Zuhud dalam Menelantarkan Keluarga dan Awal Munculnya TasawufPemateri: Ustadz Firanda Andirja حفظه اللهAl-Imam Ibnu al-Jauzi rahimahullah melanjutkan pembahasan tentang berbagai bentuk talbis (tipu daya) iblis terhadap orang-orang yang zuhud. Sebagian mereka memiliki semangat ibadah yang tinggi, namun kurang memahami hakikat zuhud yang benar sehingga terjatuh dalam sikap berlebihan dan meninggalkan hak-hak yang wajib ditunaikan.1. Menelantarkan Hak Istri dan KeluargaDi antara kesalahan sebagian orang yang mengaku zuhud adalah terlalu banyak diam, menyendiri, dan menjauh dari istri serta keluarganya. Mereka mengira bahwa sikap tersebut merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah, padahal justru menyebabkan buruknya hubungan dengan keluarga.Padahal Nabi ﷺ bersabda:"Sesungguhnya istrimu memiliki hak atasmu."Karena itu, Islam mengajarkan keseimbangan. Setiap pihak memiliki hak yang wajib ditunaikan.Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu pernah menegur Abu Darda' yang terlalu sibuk dengan ibadah hingga kurang memperhatikan istrinya. Salman berkata:"Sesungguhnya Rabbmu memiliki hak atasmu, tubuhmu memiliki hak atasmu, tamumu memiliki hak atasmu, dan keluargamu pun memiliki hak atasmu."Ketika Abu Darda' menceritakan nasihat tersebut kepada Rasulullah ﷺ, beliau bersabda:"Salman benar."Ini menunjukkan bahwa berlebihan dalam ibadah hingga mengabaikan hak keluarga adalah sesuatu yang tercela.2. Rasulullah ﷺ Memberikan Perhatian kepada KeluargaRasulullah ﷺ adalah manusia yang paling sibuk, namun beliau tetap meluangkan waktu untuk istri dan anak-anaknya.Beliau:Bercanda dengan para sahabat.Bermain bersama anak-anak.Berbincang dengan istri-istrinya.Menghibur dan menyenangkan mereka.Berlomba lari dengan Aisyah radhiyallahu 'anha.Mendatangi istri-istrinya setelah salat Asar untuk sekadar berbincang dan menunjukkan kasih sayang.Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma pernah mendengar Rasulullah ﷺ berbincang dengan Maimunah radhiyallahu 'anha sebelum tidur.Hal ini menunjukkan bahwa bercengkerama dengan istri merupakan sunnah Nabi ﷺ dan termasuk sebab kebahagiaan rumah tangga.3. Bahaya Kesibukan yang Menghilangkan Kehangatan KeluargaSebagian orang terlalu tenggelam dalam urusan dunia ataupun kesibukan lainnya sehingga kehilangan kebahagiaan yang sebenarnya.Masing-masing sibuk dengan telepon genggamnya, sementara komunikasi dengan pasangan dan anak-anak semakin berkurang.Padahal di antara sunnah Rasulullah ﷺ adalah berbicara dengan istri sebelum tidur. Kebahagiaan hakiki tidak diperoleh dari kesibukan semu, melainkan dari hubungan yang baik dengan keluarga.4. Bercanda dan Bermain dengan Istri Merupakan Bagian dari SyariatRasulullah ﷺ bersabda kepada Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu:"Mengapa engkau tidak menikahi seorang gadis, sehingga engkau dapat bermain dengannya dan dia pun dapat bermain denganmu?"Hadis ini menunjukkan bahwa:Bercanda dengan istri.Bermain dan bercumbu dengannya.Membangun kasih sayang dalam rumah tangga.Semua itu termasuk tujuan syariat, karena Allah berfirman:"Agar kalian mendapatkan ketenangan darinya, dan Dia menjadikan di antara kalian rasa cinta dan kasih sayang."(QS. Ar-Rum: 21)Dengan demikian, segala hal yang dapat menumbuhkan cinta dan kasih sayang antara suami istri merupakan perkara yang disyariatkan.5. Zuhud Bukan Berarti Meninggalkan Dunia Secara TotalSebagian orang salah memahami zuhud. Mereka mengira bahwa semakin jauh dari keluarga dan urusan dunia, semakin dekat kepada Allah.Padahal:Mendidik anak adalah ibadah.Menafkahi keluarga adalah ibadah.Memenuhi kebutuhan istri adalah ibadah.Mengajarkan agama kepada keluarga adalah ibadah.Justru perhatian kepada keluarga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah.Rasulullah ﷺ sendiri adalah manusia yang paling sibuk, namun tidak pernah melalaikan hak-hak keluarganya.6. Mengabaikan Kebutuhan Biologis Istri Juga Termasuk KesalahanSebagian orang yang mengaku zuhud sengaja meninggalkan hubungan dengan istrinya dengan alasan ingin fokus beribadah.Padahal memenuhi kebutuhan biologis pasangan merupakan kewajiban.Sebagaimana istri memiliki kewajiban memenuhi hak suami, maka suami juga memiliki kewajiban memenuhi hak istrinya.Mengabaikan hal tersebut hanya akan menyiksa pasangan dan bertentangan dengan tujuan pernikahan yang dibangun atas dasar ketenteraman dan kasih sayang.7. Bahaya Ujub dan Merasa Hebat dengan AmalDi antara talbis iblis yang sangat berbahaya adalah membuat seseorang kagum terhadap amalnya sendiri.Ia merasa:Amalnya banyak.Ibadahnya luar biasa.Zuhudnya tinggi.Kedudukannya istimewa di sisi Allah.Bahkan ketika dipuji sebagai wali atau orang saleh, ia menerima pujian tersebut dengan senang.Padahal seorang mukmin seharusnya selalu melihat kekurangan dirinya.8. Para Nabi Tidak Pernah Kagum dengan Amal MerekaRasulullah ﷺ setelah salat beristigfar tiga kali.Di akhir kehidupan beliau, Allah memerintahkan:"Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepada-Nya."(QS. An-Nashr: 3)Padahal beliau adalah manusia terbaik.Demikian pula Nabi Ibrahim 'alaihis salam ketika membangun Ka'bah bersama Ismail, beliau berdoa:"Ya Rabb kami, terimalah dari kami."(QS. Al-Baqarah: 127)Padahal membangun Ka'bah merupakan amal yang sangat agung.Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang saleh tidak memandang amal mereka sebagai sesuatu yang besar.9. Ujub Dapat Menjerumuskan ke Dalam KebinasaanIbnu Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa:Bisa jadi seseorang masuk surga karena dosa yang pernah ia lakukan, dan bisa jadi seseorang masuk neraka karena amal salehnya.Seseorang yang terjatuh dalam dosa kemudian terus menyesal dan bertaubat, akhirnya ia dirahmati Allah dan masuk surga.Sebaliknya, seseorang yang banyak beramal namun kagum terhadap amalnya sendiri akan terjatuh dalam ujub dan kesombongan yang dapat membinasakannya.Karena itu seorang mukmin hendaknya selalu melihat bahwa amalnya penuh kekurangan dan senantiasa memohon ampun kepada Allah.Awal Pembahasan Talbis Iblis terhadap Kaum SufiSetelah menjelaskan berbagai bentuk talbis terhadap kaum zuhud, Imam Ibnu al-Jauzi secara khusus membahas kaum sufi, karena mereka memiliki karakteristik dan metode tersendiri yang berbeda dengan kaum zuhud secara umum.Beliau menjelaskan bahwa pada masa Nabi ﷺ belum dikenal istilah "sufi". Yang ada hanyalah:Muslim.Mukmin.Kemudian muncul istilah:Zahid (orang yang zuhud).Abid (ahli ibadah).Selanjutnya sebagian orang mengkhususkan diri dalam ibadah dan meninggalkan dunia secara total, sehingga terbentuk kelompok-kelompok dengan metode dan ciri-ciri khusus yang akhirnya dikenal dengan nama tasawuf.Menurut sebagian pendapat, istilah "sufi" dinisbahkan kepada kaum yang dikenal dengan nama Sufah pada masa jahiliah, yang sibuk beribadah di sekitar Ka'bah.Adapun pendapat lain mengaitkannya dengan Ahlus Suffah, yaitu para sahabat miskin yang tinggal di serambi belakang Masjid Nabawi.Namun Imam Ibnu al-Jauzi menjelaskan bahwa penisbatan kepada Ahlus Suffah tidak tepat secara bahasa, dan para penghuni Suffah sendiri tidak sengaja hidup miskin atau memilih tinggal di sana. Mereka tinggal di sana karena keadaan yang memaksa, dan ketika kondisi mereka membaik, mereka pun meninggalkan tempat tersebut.Pelajaran PentingZuhud yang benar bukan berarti meninggalkan dunia secara mutlak.Menunaikan hak keluarga termasuk ibadah.Bercanda dan berkasih sayang dengan pasangan merupakan sunnah Nabi ﷺ.Jangan berlebihan dalam ibadah hingga melalaikan kewajiban yang lain.Jangan kagum terhadap amal sendiri.Selalu merasa membutuhkan ampunan Allah.Keseimbangan merupakan ciri kesempurnaan syariat Islam.Semua nikmat dan taufik berasal dari Allah semata.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
S
Sortha Nauli

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Ringkasan bab 11, Talbis Iblis terhadap kaum zuhud

TALBIS IBLIS 11 # Talbis Iblis terhadap orang-orang zuhud.Ustadz DR Firanda Andirja M.AAl Imam Jauzi berkata, pasal perhatian terhadap hak2 keluarga. Diantara orang2 yg zuhud mereka senantiasa diam, sehingga mereka bersendiri dan menjauhkan diri dari bercengkrama dg istri, dan mereka menyakiti istri istri nya dg buruknya akhlaknya. Mereka lupa dg sabda Nabi, sesungguhnya istri mu mempunyai hak atas mu. Ibnu Jauzi menambahkan dahulu Rasulullah shalallahu alaihiwasalam bercanda, bermain dg anak2, mengobrol dg istri2 nya, lomba lari dg Aisyah. Orang yg zuhud ini menyangka bila ia bercengkrama dg istri dan bermain dg anak2nya akan melalaikan akhiratnya. Dia tidak tau bahwa dengan dekat dan nyaman bersama keluarga justru bisa membantu seseorang dekat dg akhirat, itu karena ilmu nya sedikit.Bahkan terkadang ia tidak menggauli istrinya, hingga ia melalaikan yg wajib krn ingin melaksanakan sesuatu yg sunnah pdhal tdk terpuji. Diantara orang zuhud, ia selalu kagum dg amalan sholeh nya. Dan di khayalkan kepadanya kl dia sudah sampai air di sungai, ia akan berjalan di atas air. Kalau ada permasalahan yg datang kepada nya kemudian dia berdoa, ternyata doa nya tdk di kabulkan, maka dia menggerutu. Kalau dia diks pemahaman oleh Allah, kl dia sadar dia adl seorg budak oleh majikannya, dan budak tidak boleh mentang2 oleh majikan nya, tidak boleh merasa hebat di hadapan Allah. BAB 10 TALBIS IBLIS terhadap kaum sufiyah dan kaum sufiyah merupakan bagian daripada orang-orang zuhud.Berkata Ibnul Jauzi, sufiyah adl termasuk orang2 yg zuhud. Telah disebutkan sebelum nya ttg talbis iblis thd orang2 zuhud. Hanya saja kaum sufiyah itu lbh spesifik berbeda dg kaum zuhud secara umum mereka berbeda dg sifat2 tertentu, mereka memiliki ciri2 tertentu. Tasawuf adl metode yg awalnya dimulai dg zuhud secara totalitas. Kemudian lama2 org2 yg menisbahkan pada sufiah mulai longgar, mulai menggampang kan dg mendengarkan musik dan menari. Maka akhirnya sebagian org2 yg mencari akhirat akhirnya condong kpd kaum sufiyah ini. Dan sebaliknya, pencari dunia pun senang dg sufiyah krn ada tarian dan musik. Sehingga bergabung lah pencari akhirat dan dunia (ini sufiyah di zaman Ibnu Jauzi). Maka Ibnu Jauzi menambahkan, harus kita ungkapkan, bagaimana penipuan iblis thd mereka ttg metode sufiyah. Ada suatu kaum yg fokus dg akhirat dan ibadah. Saking zuhud dg ibadah dan akhirat, mereka membuat metode sendiri. Dan mereka punya akhlak2 khusus. Dulu nya ada seorang lelaki yg beribadah di mesjidil haram, nama nya suffah. Mereka berafiliasi dg org ini krn mereka merasa mereka sama dg org ini yg sibuk beribadah, sibuk mengurusi ka'bah, maka mereka bernisbah dg nama ini,suffah, sufiyah. Berkata lagi Ibnu Jauzi, bahwa penisbahan dari suffah itu salah.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026

Talbis Iblis Terhadap Kaum Zuhud

Banyak orang yang sok zuhud merasa harus menyendiri dan meninggalkan dunia, sehingga mereka mengabaikan hak istri dan anak. Ustadz menekankan bahwa dalam Islam, keluarga memiliki hak atas waktu dan perhatian suami.Nabi tetap sibuk dengan urusan umat, namun beliau tetap meluangkan waktu untuk bercanda, bermain, dan mengobrol dengan istri-istrinya (seperti lomba lari dengan Aisyah). Hal ini menunjukkan bahwa zuhud tidak berarti meninggalkan tanggung jawab sosial dan keluarga.Iblis sering menipu orang yang zuhud agar merasa hebat dengan amalnya sendiri, yang berujung pada penyakit ujub. Tidak memandang amal sebagai sesuatu yang luar biasa, melainkan selalu menyadari kekurangan diri dan pentingnya beristighfar, seperti yang dilakukan para nabi.Ibnu Al-Jauzi mengkritik kelompok yang menyimpang dari makna zuhud yang sebenarnya dengan menambahkan tradisi seperti musik dan joget, yang tidak ada dasarnya dalam syariat Islam.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
F
Fiedningsih

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Talbis iblis#11

TALBIS IBLIS #11TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI  KAUM ZUHUDUSTADZ DR.FIRANDA ANDIRJA, LC.MAZuhud yg mereka fahami adalah : meninggalkan dunia secara mutlak, namun ternyata tidak seperti yg mereka fahamiPerhatian terhadap hak-hak keluarga🍄Diantara Orang-orang yg zuhud senantiasa diam dan kontinu dalam diamnya, sehingga bersendiri dan menjauhkan diri dari bercengkerama dg istri. Akhirnya mereka hanya menyakiti hati istri mereka.Nabi ﷺ bersabda :“Sesungguhnya istrimu juga punya hak atasmu”.Salman Arfarisi menegur Abu Darda, karena : Abu Darda sangat senang beribadah kepada Allah ﷻ sehingga kurang memberikan hak istrinyaSalman menegur dg berkata : ‘sesungguhnya Rabb mu punya hak, jasadmu punya hak, tamumu juga punya hak dan istrimu punya hak yg untuk kau tunaikan. Maka penuhilah masing-masing haknya.’Islam bisa dijalankan semua manusia,karena ada porsinya.Rasulullah ﷺ bercanda,bermain-main dg anak-anak,ngobrol bersama istri-istrinya dan lomba lari bersama Aisyah, serta banyak hal yg dilakukan Nabi ﷺ dg akhlaknya yg mulia.🍄Orang yg zuhud menjadikan istrinya seperti janda dan anaknya seperti anak yatim, karena dia tidak ngobrol dan meninggalkan anak dan istri mereka dan juga karena akhlak mereka yg buruk. Menurut mereka, ini dilakukan agar mereka tidak lalai dari akhirat.Mereka tidak memahami bahwa dekat dg keluarga akan membantu mereka dekat dg akhirat. Dg mengajari anak-anak dapat pahala, menunaikan nafkah kepada istri dapat pahala, mencari nafkah untuk keluarga dapat pahala.Rasulullah ﷺ bersabda :“Wahai Jabir kenapa engkau tidak menikahi seorang gadis, engkau bisa bermain dg nya dan dia bisa bermain dg mu”Bercanda dg istri adalah tujuan syariat karena melakukan ini berpahalaRasulullah ﷺ tidak pernah melalaikan hak-hak istrinya🍄Orang-orang zuhud ini tidak menggauli istrinya,Akhirnya dia melalaikan yg wajib karena ingin melaksanakan sesuatu yg dianggap sunnah padahal tidak terpuji.🍄Diantara orang zuhud, mereka kagum dg amal solehnya ( dia kagum dg baca Al Qur’annya, dia kagum dg sedekahnya, dia kagum dg zuhud nya). Jika ada yg memujinya, maka dia memandang itu  perkataan yg benar.Kata Imam Jawzi : ‘ bahwa seseorang tidak boleh memandang amalnya hebat’Rasulullah ﷺ tidak pernah memandang amalnya hebat, beliau selalu beristighfarAllah begitu agung, Amalnya tidak ada apa-apa dibanding keagungan Allah.Nabi ﷺ berkata :“Tidak seorang dari kalian masuk surga dg amalnya. Apakah engkau tidak masuk surga dg amalmu, wahai Rasulullah? Tidak,saja juga demikian.”Amal ini yg mendatangkan rahmat, rahmat Allah lah yg memasukkan kita ke dalam surga.Diantara orang-orang yg zuhud ini menanti-Menanti kapan karamah nya muncul. Dan dikhayalkan kepada mereka, jika mereka berada di suatu sungai, maka mereka akan bisa berjalan di atas air.Jika ada datang permasalahan kepada mereka, kemudian meraka berdoa,ternyata doanya tidak dikabulkan maka mereka menggerutu dalam dirinya.Seakan-akan dia bekerja kepada Allah, dia meminta gaji kepada Allah, tapi tidak diberi.Jika meraka sadar, bahwa mereka hanya hamba seperti budak sahaya yg dimiliki majikannya.Apa yg kita banggakan di depan Allah, yg memberikan segalanya Allah ﷻJika mereka memandang bagaimana Allah memberi mereka taufik untuk bisa menuntut ilmu maka  ini wajib untuk disyukuri dan harusnya mereka takut, karena kurang menjalankan rasa syukur kepada Allah ﷻ .Nabi ﷺ setelah buang hajat beristighfar karena  buang hajat adalah nikmat dari AllahSeharusnya seseorang jangan merasa amalnya hebat, harusnya di lebih sibuk lagi karena amalannya masih kurangNabi Ibrahim alayhissalam bersama Ismail ketika membangun kakbah, ini bukan pekerjaan yg mudah,ini pekerjaan berat, selalu mengucapkan ‘terimalah amalan kami’ . Nabi Ibrahim tidak pernah merasa amalannya hebat, sampai Nabi Ibrahim berdoa  lagi :’jangan Engkau hinakan aku pada hari manusia dibangkitkan’.Jangan seseorang terpedaya dg amalnya, khawatir dia akan terkena penyakit ujub.Ibnu Qayyim mengatakan :‘Bisa jadi Seorang melakukan maksiat dia masuk surga, bisa seorang melakukan amal soleh masuk neraka ‘Mengapa demikian ???Orang yg melakukan maksiat kemudian dia menyesal, dan bertaubat kepada Allah, sehingga merasa dirinya rendah karen dosa yg dia lakukan,dan akhirnya dia masuk surga. Sementara yg melakukan amal soleh, dia ujub ( bangga), dia merasa hebat, dan akhirnya masuk ke neraka.TALBIS IBLIS TERHADAP KAUM SUFIOrang-orang sufi merupakan bagian dari orang-orang zuhudOrang sufi,punya  ciri-ciri khas tersendiri daripada orang zuhud secara umumIbnu Jqwzi berkata :Sufiyah adalah : termasuk sesuatu daripada orang-orang yang zuhudKaum sufiyah lebih spesifik daripada kaum zuhud secara umumMereka berbeda dengan memiliki sifat-sifat  tertentu dan kondisi-Kondisi tertentu serta memiliki ciri-ciri tertentu.Tasawuf adalah : suatu metode yg dimulai dari zuhud secara totalitasKemudian dg berjalannya waktu, mereka mulai melonggarkan tidak sekedar zuhud secara totalitas tapi mulai mendengarkan lantunan musik, joget-joget.Akhirnya sebagian orang-orang awam yg mencari akhirnya condong kepada kaum sufiyah.Kaum sufiyah walaupun joget-joget kemudian dengar musik tapi mereka zuhud. seperti pakaian dan gaya hidup mereka zuhud.Sebaliknya pencari dunia juga senang dg sufiyah, karena ada santai-santainya seperti senandung,dllAsal SufiyahDi zaman Nabi tidak ada sufiyah, yang cuma muslim dan dikatakan mukminDan akhirnya karena mereka meninggalkan dunia,sibuk zuhud dan mereka mempunyai metode sendiri, berbeda dg yg lain. Mereka punya akhlak-akhlak khusus.Sufiyah : mengkhususkan dirinya berkhidmat kpd Allah di masjidil Haram, dahulu ada seorang lelaki yg dikenal dg Sufah. Yg namanya Sufah Al Ghoir bin mur, maka mereka berafiliasi kepada orang ini. Karena mereka menyangka kita mirip dg dia. Yang fokus untuk beribadah dan mengurus kakbah, maka kami pun bernisbah kpd mereka  dgn nama SufiyahKepada siapa sufi bernisbah ??Sebelum adanya Islam ada suatu kaum namanya Sufah. Mereka meninggalkan dunia dan fokus ibadah kepada Allah dan tinggal di sekitar kakbah.Ada pendapat yg lain:Sufiyah bukan dari Sufah Al Ghoir bin murSufiyah itu nisbah kepada Sufah , Sufah yg dimaksud: tambahan yg dibuat Nabi di belakang Nabawi yg cuma ada atapnya , sehingga orang-orang tidur di sana. Yg tinggal disana orang miskin yg tidak punya tempat tinggal. Karena mereka  hidup dg zuhud, baju mereka kotor,ada yg punya baju cuma 1. Mereka begini karena kondisinya demikian.Kata Imam Jawzi :Yg tinggal dibelakang masjid Nabawi yg ada atapnya, mereka adalah orang-orang fakir yg datang kpd Nabi untuk belajar dan mereka tidak punya keluarga di Madinah dan mereka juga tidak punya harta. Maka disebut lah mereka dg ahlul Sufah.Hasan Al Basri :Sufah dibangun untuk orang-orang miskin di kalangan kaum muslimin. Maka orang-orang datang membebantuan sebisanya.Mereka tinggal di belakang masjid karena darurat, merekapun makan dari sedekah karena darurat.Ketika kaum muslimin sudah dibukakan harta  oleh Allah ﷻ ,mereka tidak lagi tinggal di Sufah.Penisbahan Sufiyah kepada Sufah adalah penisbahan yg salah

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

talbis iblis #11 talbis iblis terhadap kaum zuhud

Talbis iblis #11‎Talbis iblis terhadap kaum Zuhud‎Bersama ustadz DR Firanda Andirja MA hafidzhahullah ‎‎Mereka meninggalkan dunia secara mutlak namun ternyata tidak demikian,tidak seperti yang mereka pahami.‎Talbis iblis kaum Zuhud terhadap perhatian kepada hak2keluarga‎•mereka senantiasa continue dalam diam,tidak bercengkrama dengan istri,akhirnya mereka menyakiti istrinya dengan buruknya akhlaknya.dan dia lupa dengan sabda nabi shalallahu alaihi wasallam:sesungguhnya  istrimu punya hak juga atasmu.‎✓islam ini adalah agama yg proporsional masing-masing ada porsinya.‎Salman Al farisi menegur abu darda' karena sangat senang beribadah sehingga kurang memberikan hak istrinya,dan mengatakan: sesungguhnya Rabb mu punya hak,jasad tubuhmu punya hak untuk kau tunaikan,tamumu pun punya hak untuk kau tunaikan,dan istrimu punya hak untuk kau tunaikan.maka penuhilah masing-masing haknya.‎*Perkataan Salman tersebut di benarkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam*‎Imam Ibnu Jauzi berkata: bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bercanda,bermain main dengan anak,ngobrol dengan istri2nya,berlomba lari dg Aisyah,dan banyak hal yg dilakukan nabi shalallahu alaihi wasallam dg akhlaknya yg mulia.‎Ibnu Abbas berkata: aku tidur di rumah bibiku Maimunah(istri Rasulullah shalallahu alaihi wasallam),aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ngobrol bersama istrinya beberapa saat lalu tidur.‎Kondisinya sangat berbeda dengan zaman sekarang,,dimana suami sibuk ngobrol dengan HP,istri dengan HP,anak nangis di kasih HP.jadinya semua sibuk dengan HP masing-masing.‎orang yg sok Zuhud ini,yg menjadikan istrinya seperti janda dan anaknya seperti anak yatim karena dia tidak ngobrol dengan mereka,menyendiri meninggal kan mereka dan juga Krn akhlaknya yg buruk,setiap di ajak ngobrol diam saja,merengut.mereka melakukan ini semua mengira seakan2 dia lalai dari akhirat.karena sedikit ilmunya,dia tidak tahu bahwa ngobrol bersama keluarga adalah salah satu bentuk untuk membantu seseorang dekat dengan akhirat.‎Hadist Bukhori muslim:nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda kepada Jabir:wahai Jabir kenapa engkau tidak menikahi dg gadis,yg dengannya kamu bisa bermain dengannya,dan dia bisa bermain denganmu.‎=⟩bercanda,bercumbu,bermain2 dengan istri adalah tujuan syariat (berpahala) Krn tujuan menikah adalah agar engkau tentram.‎Segala kegiatan yg bisa menumbuhkan cinta kasih antara suami istri maka disyariatkan.‎islam agama realistis (di ajarkan bagaimana menjadi pemimpin yg benar,menjadi ulama yg benar,menjadi suami yg benar,Zuhud yg benar ) semuanya jelas ,sesuai porsinya masing2.ini menunjukkan betapa sempurnanya Islam.‎•mereka menjauh dari manusia sehingga diapun tidak menggauli istrinya sehingga diapun melalaikan yg wajib dan melakukan sesuatu yg di anggap Sunnah padahal tidak terpuji.‎•diantara orang yg Zuhud,ada org yg selalu melihat amalnya.dia kagum dg amal Sholih,kagum dg sedekahnya.dg baca Qur'an nya dg zuhudnya dan jika ada yg berkata kepadanya:engkau adalah wali hebat.maka diapun merasa itu benar.‎•menanti nanti kapan karomah muncul,dan dinkhayalkan kepadanya tentang suatu ayat,jika dia sampai di suatu sungai maka dia bisa berjalan di atas air.kalau ada suatu perkara yg datang kepadanya dan dia berdoa dan ternyata doanya tidak di kabulkan,maka dia menggerutu dalam dirinya.‎Kalau dia di kasih pemahaman oleh Allah tentunya sadar bahwasanya dia hanyalah hamba seperti budak sahaya yg dimiliki oleh majikannya.dan namanya budak tidak mentang2 dg apa yg di kerjakannya.kakau dia memandang bagaimana Allah memberikan Taufik untuk bisa belajar maka ini wajib untuk disyukuri dan harusnya dia takut ttg tafsirnya dalam menjalankan syukur kepada Allah.‎✓jgn pernah memandang apa yg sudah kita lakukan ini adalah sesuatu yang wow,Krn itulah ujub.‎note: seseorang jangan terperdaya dg amalnya khawatir dia terkena penyakit ujub.‎Bisa jadi orang yg bermaksiat masuk surga dan orang yang beramal Sholih masuk neraka=»orang melakukan maksiat kemudian dia menyesal dan selalu penyesalan tersebut di hadapan matanya sehingga dia selalu bertaubat kepada Allah,selalu merasa dirinya rendah Krn dosa yg pernah di lakukan dan Krn dia selalu demikian akhirnya dia masuk surga.‎Sedangkan org yg beramal Sholih,dia ujub dia bangga dia wow merasa hebat akhirnya di cempung ke neraka jahanam Krn ujubnya yg dia lakukan.‎‎2. talbis iblis terhadap kaum sufiyah‎Kaum sufiyah ini termasuk org Zuhud dan memiliki ciri-ciri tersendiri daripada org orang Zuhud secara umum ‎•sufiyah termasuk dalam orang-orang yang Zuhud.‎Tasawuf adalah suatu torikhoh metode yang awalnya dimulai dg Zuhud secara totalitas,kemudian lama-lama dg berjalan nya waktu , orang orang yg menisbatkan kepada sufiyah akhirnya mulai melonggarkan dan tidak Zuhud secara mutlak tapi menggampangkan dg melantunkan alat2 musik,joget joget.‎Maka akhirnya sebagian org2 awan yg mencari akhirat condong kepada kaum sufiyah ini Krn meskipun mereka joget joget mendengar musik,mereka Zuhud dari pakaian.dan sebaliknya di samping pencari akhirat condong kepada Mereka dan pencari dunia mulai senang dg  sufiyah Krn ada santai2nya.‎Akhirnya bergabunglah pencari akhirat dan pencari dunia.‎•asal muasal sufiyah: di zaman nabi tidak ada sufiyah,yg ada cuman Islam dan iman.kemudian muncul belakangan istilah Zahid dan habitt (Zahid berarti Zuhud kepada dunia dan habit adalah ahli ibadah)‎Muncul kembali lagi suatu kaum yg terikat dg Zuhud dan ibadah sehingga mereka meninggalkan dunia dan fokus kepada ibadah.dan mereka akhirnya meninggalkan dunia dan sibuk Zuhud, akhirnya mereka membuat metode sendiri.dan mereka punya akhlak khusus dan sengaja mereka  dg akhlak tsb.mereka memandang dirinya sufiyah Krn pertama kali yg mengkhususkan untuk berkhidmat kepada Allah di Masjidil haram yaitu seorang lelaki yg bernama suffah dan mereka pun bernisbah kepada orang ini.krn mereka menyangka kita mirip dg dia.‎dahulu di zaman jahiliah ada satunkaum yg bernama suffah(mereka fokus beribadah kepada Allah dan meninggalkan dunia dan mereka tinggal di sekitar ka'bah,siapa yg meniru kaum tersebut maka mereka pun menamakan diri mereka dg sufiyah.‎Mereka pengikut Al guff bin mur di kabilah tamimmmur.‎Ada pendapat lain bahwa sufiyahbitu bukan berasal dr sufiyah bin mur tp bernisbah kepada suffah(tambahan yg nabi buat di belakang masjid Nabawi tapi bukan tempat ibadah)‎#siapa yg pertama kali melewati shirath: kaum Muhajirin org2 kafir,yg pakaian mereka kotor(memang tidak punya pakaian),rambut mereka semerawut,tidak menikahi org orang kaya.‎Karena mereka di dunia tidak pernah menikmati kenyamanan.‎•kami bernisbah kepada suffah Krn kami tau mereka seperti suffah(sufiyah bin mur)karena mereka sibuk beribadah kepada Allah meskipun dalam kondisi miskin‎Memang benar bahwa Ahlu suffah(yg tinggal berada di belakang masjid Nabawi),mereka adalahborang orang kafir yg datang kepada nabi untuk belajar,untuk hijrah dan mereka tidak punya keluarga di Madinah,dan mereka tidak punya harta.maka di bangun suffah di belakang masjid nabi.‎Hasan Al Basri:suffah di bangun untuk orang orang miskin kaum muslimin,maka orang-orang datang memberikan bantuan kepadanya, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam datang mengatakan : assalamualaikum yaa ahlas suffah.‎Mereka itu tinggal di masjid karena darurat,mereka makan dari sedekah Krn darurat.penisbahan sufiyah kepada suffah adalah penisbahan yg salah,klo secara bahasa penisbahan kepada suffah adalah suffi bukan suufi .‎

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis Iblis #11: Talbis Iblis Terhadap Kaum Zuhud - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A

1. Pentingnya Proporsional dalam BeribadahIslam mengajarkan keseimbangan dalam menjalankan kehidupan. Seseorang tidak boleh berlebihan dalam ibadah yang sunnah hingga melalaikan ibadah yang wajib.Kisah Teladan: Salman Al Farisi pernah menegur Abu Darda yang terlalu sibuk berpuasa di siang hari dan sholat malam hingga mengabaikan hak istrinya.Prinsip Hak: Allah memiliki hak, fisik memiliki hak (untuk istirahat), dan keluarga (istri/suami) juga memiliki hak yang perlu kita tunaikan.Ibadah Sosial: Memenuhi kebutuhan keluarga, mendidik anak, bahkan sekadar bercengkerama dengan pasangan adalah bentuk ibadah yang mendekatkan diri pada kebaikan akhirat. Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik; meski sangat sibuk berdakwah dan memimpin umat, beliau tetap menunaikan hak keluarga dengan sempurna.2. Bahaya Ujub dan Riya’ pada Orang ZuhudIblis sering menipu kaum zuhud melalui penyakit hati. Banyak dari mereka yang terjebak merasa bangga dengan amalannya sendiri (ujub) dan haus akan pujian (riya’).Dampak Buruk: Karena merasa sudah banyak beramal, mereka cenderung menunggu karomah dan menuntut Allah untuk mengabulkan doa mereka. Lalu mereka mudah mengeluh atau protes apabila doa mereka tidak segera dikabulkan.Koreksi Diri: Mereka lupa bahwa sebanyak dan sebesar apa pun amal ibadah yang dilakukan, hal tersebut tidak akan pernah sebanding dengan luasnya nikmat yang telah Allah berikan. Sesungguhnya manusia masuk ke surga bukan karena amalnya, tapi karena Allah ridho terhadapnya.3. Talbis Iblis pada Kaum SufiKaum sufi pada dasarnya termasuk ke dalam golongan yang zuhud, namun mereka berbeda. Mereka memiliki sifat dan ciri-ciri tertentu.Zaman Ibnu Jauzi: Kaum sufi gemar melakukan ibadah yang dicampur dengan nyanyian, qasidah, dan tarian, namun mereka masih mempertahankan penampilan pakaian yang sangat sederhana (zuhud).Zaman Sekarang: Banyak ditemukan orang-orang yang tetap mempraktikkan nyanyian, qasidah, dan tarian khas sufi, namun mereka sudah meninggalkan kesederhanaan dan justru mengenakan pakaian yang mewah.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026

TALBIS IBLIS terhadap ahli zuhud

1. Pentingnya Menunaikan Hak Keluarga• Ustadz menjelaskan kesalahan sebagian orang zuhud yang berlebihan hingga mengabaikan hak istri dan keluarga. Mereka cenderung menyendiri dan sulit diajak berkomunikasi, yang pada hakikatnya menyakiti keluarga.• Ditegaskan bahwa dalam Islam, setiap hal memiliki porsinya. Seorang suami tetap wajib memperhatikan kebutuhan istri, baik nafkah lahir, batin, maupun kasih sayang.• Terdapat referensi kisah Salman Al-Farisi yang menegur Abu Darda agar tetap memberikan hak kepada Rabb-nya, jasadnya, tamu-nya, dan istrinya, yang dibenarkan oleh Rasulullah SAW.• Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan untuk bercanda, mengobrol, dan bermain dengan istri serta anak-anak.2. Bahaya Penyakit Ujub• Banyak orang zuhud terjebak dalam penyakit ujub (bangga terhadap amal sendiri). Mereka merasa hebat dan seringkali menganggap pujian orang lain sebagai hal yang benar.• Ustadz menekankan bahwa seorang muslim tidak boleh merasa amalnya hebat, melainkan harus selalu merasa kurang dan terus beristighfar, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi SAW yang beristighfar setelah shalat maupun ibadah lainnya.3. Asal Usul Kaum Sufiyah• Pembahasan beralih pada hakikat kaum Sufiyah. Awalnya tasawuf adalah metode untuk zuhud secara totalitas, namun belakangan muncul perilaku yang menyimpang seperti mendengar musik dan menari.• Ustadz membahas asal-usul istilah Sufiyah, dengan dua pendapat utama: apakah berasal dari pengikut Al-Ghauth bin Mur atau dari istilah Ahlus Suffah (orang miskin yang tinggal di serambi Masjid Nabawi).• Ditegaskan bahwa Ahlus Suffah pada zaman Nabi bukanlah orang yang sengaja memilih hidup miskin sebagai metode, melainkan orang-orang yang fakir dan dalam kondisi terpaksa, yang kemudian tetap dibantu oleh Rasulullah SAW.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
A
Amika Aspar

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis Iblis #11

Talbis Iblis #11: Talbis Iblis Terhadap Kaum Zuhud - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.APoin-Poin Utama Talbis Iblis dalam Melalaikan Hak Keluarga * Sikap Diam yang Berlebihan Sebagian orang yang mengklaim zuhud terus-menerus memilih diam dan menyendiri hingga enggan bercengkerama atau bergaul dengan istrinya, sehingga memicu buruknya akhlak dalam keluarga. * Melanggar Hak Pasangan Sikap menutup diri dan enggan diajak berbicara ini menyalahi sabda Nabi Muhammad yang menegaskan bahwa istri memiliki hak yang wajib ditunaikan oleh suaminya. * Pembagian Porsi yang Adil dalam Islam Melalui kisah Salman Al-Farisi yang menegur Abu Darda karena terlalu sibuk salat malam dan puasa, Nabi membenarkan bahwa hak Allah, hak jasad, hak tamu, dan hak istri harus ditunaikan secara seimbang. * Meneladani Akhlak dan Hubungan Harmonis Nabi Nabi Muhammad tetap meluangkan waktu yang besar untuk keluarga, seperti mengobrol dengan istri sebelum tidur, mendengarkan cerita mereka, bahkan mengajak lomba lari untuk menyenangkan hati Aisyah. * Kesalahpahaman Ahli Zuhud yang Kurang Ilmu Mereka mengira bahwa mengobrol dengan istri atau bermain dengan anak dapat melalaikan akhirat, padahal mendidik keluarga, mencari nafkah, dan menjaga keharmonisan adalah ladang pahala yang mendekatkan diri ke akhirat. * Meninggalkan Kewajiban Demi Perkara Sunnah Sebagian orang menyiksa batin pasangannya dengan menolak memenuhi kebutuhan biologis dan nafkah karena alasan ingin fokus ibadah atau dakwah, yang berujung pada penelantaran keluarga secara keliru.Poin-Poin Utama Talbis Iblis berupa Penyakit Ujub dan Kagum pada Amal * Mengagumi Amalan Sendiri Iblis membisikkan rasa bangga di dalam hati ahli ibadah terhadap kuantitas bacaan Al-Quran, sedekah, dan perilaku zuhud yang telah mereka lakukan. * Terbuai oleh Pujian Manusia Saat orang lain memuji mereka sebagai wali atau pasak bumi, mereka menerimanya dengan senang hati tanpa ada upaya untuk mengkritik diri atau merasa takut. * Menanti Munculnya Karomah Sebagian orang berangan-angan agar amalan mereka membuahkan kemampuan luar biasa seperti berjalan di atas air, dan mereka merasa berhak mendapatkan hal tersebut. * Menggerutu Saat Doa Tidak Dikabulkan Mereka merasa sudah banyak beramal sehingga mengeluh saat doa belum dikabulkan, bersikap seolah-olah seorang pekerja yang menuntut upah atau gaji di hadapan Allah. * Hakikat Meneladani Istigfar para Nabi Nabi Muhammad selalu beristigfar setelah salat dan haji, serta menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang masuk surga murni karena amalnya, melainkan karena rahmat Allah.Poin-Poin Utama Mengenal Asal-usul Istilah Sufi * Istilah yang Baru Muncul Pada zaman Nabi Muhammad dan para sahabat hanya dikenal istilah muslim dan mukmin, yang kemudian disusul dengan sebutan zahid (ahli zuhud) serta abid (ahli ibadah). * Penyimpangan Metode Ibadah Seiring berjalannya waktu, sebagian kelompok mulai melonggarkan nilai zuhud dengan memasukkan unsur lantunan musik, qasidah, dan joget-joget yang diklaim sebagai bagian dari ibadah. * Penyerapan Pengikut dari Berbagai Sisi Kelompok ini diminati pencari akhirat karena penampilan luar yang tampak zuhud, sekaligus disukai pencari dunia karena adanya hiburan nyanyian dan tarian di dalamnya. * Pendapat Mengenai Akar Kata Sufi Sebagian ulama menyebut istilah ini dinisbatkan kepada tokoh bernama Sufah bin Mur pada zaman jahiliyah yang mengkhususkan diri berkhidmat di sekitar Ka'bah. * Kekeliruan Nisbah kepada Ahli Suffah Sebagian orang mengira Sufi berasal dari kata ahlus suffah (kaum miskin yang tinggal di belakang Masjid Nabawi), padahal secara tata bahasa Arab penisbatan tersebut kurang tepat. * Fakta Kehidupan Ahlus Suffah Kaum yang tinggal di area suffah tersebut berada di sana karena terpaksa oleh keadaan miskin dan tidak punya rumah, bukan karena sengaja memilih cara hidup seperti itu. Saat kondisi ekonomi membaik, mereka segera pindah dan hidup normal.KesimpulanIslam adalah agama yang profesional dan realistis yang mengatur setiap hak secara proporsional. Pelarian ekstrem dengan cara menelantarkan hak keluarga demi ritual pribadi, merasa ujub dengan amal, serta beribadah menggunakan tarian dan musik merupakan bentuk tipu daya iblis yang keluar dari tuntunan murni Nabi Muhammad dan para sahabat.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
D
Deni trisiananingrum

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis iblis bagian 11

Kitab TALBIS IBLIS - “Tipuan Iblis”karangan Abdurrahman bin Ali bin Muhammad Ibnul JauziBagian 11Oleh Ustadz Firanda AndirjaSumber: Youtube Firanda Andirja Talbis Iblis-11BAB KESEMBILAN: PENIPUAN IBLIS TERHADAP PARA ZAHID DAN AHLI IBADAHBagian 3 ◦ Di antara ahli zuhud ada yang menekuni diam terus-menerus dan menyendiri dari bergaul dengan keluarganya. Dia menyakiti mereka dengan buruknya akhlak dan bertambahnya ketertutupannya. Dia lupa sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya keluargamu memiliki hak atasmu." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bercanda, bermain dengan anak-anak, berbincang dengan istri-istrinya, dan berlomba lari dengan Aisyah, dan akhlak-akhlak halus lainnya. Maka orang yang berzuhud ini menjadikan istrinya seperti janda dan anaknya seperti yatim karena menyendiri dari mereka dan buruknya akhlaknya, karena dia melihat bahwa itu menyibukkannya dari akhirat. Dia tidak tahu karena sedikitnya ilmunya bahwa bersikap lapang kepada keluarga termasuk pertolongan untuk akhirat. ◦ Di antara ahli zuhud ada yang melihat amalnya lalu dia kagum dengannya. Seandainya dikatakan kepadanya: "Kamu termasuk pasak bumi," dia melihat itu benar. Di antara mereka ada yang mengintai munculnya karamah-nya dan mengkhayalkan bahwa seandainya dia dekat dengan air, dia mampu berjalan di atasnya. Jika suatu perkara menimpanya lalu dia berdoa tetapi tidak dikabulkan, dia bersungut-sungut dalam batinnya seolah-olah dia buruh yang menuntut upah kerjanya. Seandainya dia diberi pemahaman, dia akan tahu bahwa dia adalah hamba yang dimiliki, dan yang dimiliki tidak berbuat baik dengan kerjanya. Seandainya dia melihat taufik-nya untuk beramal, dia akan melihat wajibnya syukur, maka dia takut dari kekurangan dalam itu. Seharusnya rasa takutnya atas amal dari kekurangan dalam itu menyibukkannya dari melihat kepada amalnya, sebagaimana Rabi'ah berkata: "Aku minta ampun kepada Allah dari sedikitnya kejujuran dalam ucapanku." Dikatakan kepadanya: "Apakah kamu telah mengerjakan amal yang kamu lihat akan diterima darimu?" Dia berkata: "Jika ada, maka rasa takutku bahwa itu akan ditolak atasku." ◦ Di antara tipu daya Iblis kepada segolongan ahli zuhud yang masuk kepada mereka dari sedikitnya ilmu adalah bahwa mereka beramal dengan kejadian-kejadian mereka dan tidak memperhatikan ucapan ahli fiqih. Ibnu 'Aqil berkata: "Abu Ishaq al-Kharraz adalah orang saleh dan dia orang pertama yang mengajariku kitab Allah. Kebiasaannya adalah menahan diri dari berbicara di bulan Ramadhan. Dia berbicara dengan ayat-ayat Al-Qur'an untuk keperluan yang terjadi padanya. Dia berkata di telinganya: 'Masuklah kepada mereka melalui pintu' (QS. Al-Baqarah: 58) dan berkata kepada anaknya di sore hari berpuasa: 'Dari sayur-mayur dan mentimunnya' (QS. Al-Baqarah: 61), memerintahkannya untuk membeli sayuran. Aku berkata kepadanya: 'Yang kamu yakini sebagai ibadah ini adalah kemaksiatan.' Hal itu berat baginya. Aku berkata: 'Sesungguhnya Al-Qur'an yang mulia ini diturunkan dalam menjelaskan hukum-hukum syariat, maka tidak boleh digunakan untuk tujuan- tujuan duniawi. Ini tidak lain seperti kamu menjadikan daun bidara dan sabun di dalam lembaran mushaf atau menjadikannya sebagai bantal.' Maka dia meninggalkanku dan tidak mendengarkan hujjah." ◦ Di antara tipu dayanya pada para zahid adalah membuat mereka meremehkan para ulama dan mencela mereka. Mereka berkata: "Yang dimaksud adalah amal." Mereka tidak memahami bahwa ilmu adalah cahaya hati. Seandainya mereka mengetahui kedudukan para ulama dalam menjaga syariat dan bahwa itu adalah kedudukan para nabi, niscaya mereka menganggap diri mereka seperti orang bisu di hadapan orang fasih dan seperti orang buta di hadapan orang yang melihat. Para ulama adalah petunjuk jalan, dan makhluk berada di belakang mereka. Sedangkan yang salah ini berjalan sendiri. Dalam Sahihain dari hadis Sahl bin Sa'd, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu: "Demi Allah, sungguh jika Allah memberikan petunjuk kepada seorang laki-laki melalui perantaraanmu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah." ◦ Di antara yang mereka celakan pada para ulama adalah lapangnya para ulama dalam sebagian perkara mubah yang mereka gunakan untuk memperkuat diri dalam mempelajari ilmu. Demikian pula mereka mencela pengumpul harta. Seandainya mereka memahami makna mubah, niscaya mereka tahu bahwa pelakunya tidak tercela. Paling jauh, yang lain lebih utama darinya. Pantaskah bagi orang yang shalat malam mencela orang yang menunaikan fardhu lalu tidur?Penulis berkata: "Aku katakan: Celakalah para ulama dari zahid jahil yang merasa cukup dengan ilmunya sehingga dia melihat keutamaan sebagai kewajiban. Sesungguhnya yang dia ingkari itu mubah, dan yang mubah itudiizinkan. Syariat tidak mengizinkan sesuatu lalu mencela pelakunya. Betapa buruknya kebodohan! Seandainya dia berkata kepada mereka: 'Seandainya kalian membatasi diri pada apa yang kalian miliki agar orang-orang mencontoh kalian,' itu lebih mendekati kebenaran. Seandainya dia mendengar bahwa Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhum dan si fulan serta si fulan dari para sahabat meninggalkan harta yang banyak, kira-kira apa yang akan dia katakan? Padahal Tamim ad-Dari membeli pakaian seharga seribu dirham dan dia shalat malam mengenakannya. Maka diwajibkan atas zahid untuk belajar dari para ulama. Jika dia tidak mau belajar, hendaklah dia diam. Hadis dengan sanad dari Malik bin Dinarradhiyallahu 'anhu, dia berkata: "Sesungguhnya syaitan bermain-main dengan para qurra' sebagaimana anak-anak bermain dengan kacang." Dengan sanad dari Habib al-Farisi yang berkata: "Demi Allah, sesungguhnya syaitan bermain- main dengan para qurra' sebagaimana anak-anak bermain dengan kacang."Penulis berkata: "Yang dimaksud dengan qurra' adalah para zahid. Ini adalah nama lama yang dikenal untuk mereka. Allah-lah yang memberi taufik pada kebenaran, dan kepada-Nya tempat kembali dan tempat berakhirBAB KESEPULUH: TENTANG TIPU DAYA IBLIS PADA PARA SUFI DARI GOLONGAN AHLI ZUHUD ◦ Bagian 1Ibnul Jauzi berkata: "Para sufi termasuk dari golongan zahid. Kami telah menyebutkan tipu daya Iblis pada para zahid, namun para sufi menyendiri dari para zahid dengan sifat-sifat dan keadaan keadaan tertentu serta bercirikhas dengan ciri-ciri khas, maka kami perlu menyebutkan mereka secara terpisah. Tasawuf adalah jalan yang awalnya adalah zuhud total, kemudian orang-orang yang menisbatkan diri kepadanya memberi kelonggaran dalam mendengar (musik) dan menari. Maka condong kepada mereka para pencari akhirat dari kalangan awam karena apa yang mereka tampakkan berupa kezuhudan, dan condong kepada mereka para pencari dunia karena apa yang mereka lihat pada mereka berupa kenyamanan dan permainan. Maka harus dibuka tipu daya Iblis pada mereka dalam jalan kaum ini. Hal itu tidak tersingkap kecuali dengan membuka asal jalan ini beserta cabang cabangnya dan menjelaskan urusan-urusannya. Allah-lah yang memberi taufik pada kebenaran."Asal Usul Nama SufiIbnul Jauzi berkata: "Penyebutan pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah pada iman dan Islam, maka dikatakan muslim dan mukmin. Kemudian muncul nama zahid dan abid. Kemudian bangkit suatu kaum yang terpaut pada zuhud dan ibadah, maka mereka mengasingkan diri dari dunia dan memutuskan diri untuk beribadah. Mereka mengambil dalam hal itu suatu jalan yang mereka sendirikan dan akhlak yang mereka akhlaki. Mereka melihat bahwa orang pertama yang menyendiri dalam melayani Allah Subhanahu wa Ta'ala di Baitullah al-Haram adalah seorang laki-laki yang disebut Shufah, namanya al-Ghauth bin Murr. Maka mereka menisbatkan diri kepadanya karena kemiripan mereka dengannya dalam memutuskan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, sehingga mereka disebut Sufiyah Abdul Ghani berkata: "Mereka yang dikenal dengan Shufah ini adalah keturunan al-Ghauth bin Murr bin saudara Tamim bin Murr." Dengan sanad kepada Zubair bin Bakkar, dia berkata: "Pemberian izin haji untuk manusia dari Arafah adalah kepada al-Ghauth bin Murr bin Add bin Thabikhah, kemudian berada pada keturunannya. Mereka disebut Shufah. Jika tiba waktu berangkat, orang Arab berkata: 'Berangkatlah Shufah.'" Pendapat Lain tentang Asal Kata SufiIbnul Jauzi berkata: "Ada sekelompok orang yang berpendapat bahwa : ◦ tasawuf dinisbatkan kepada Ahli Shuffah (Ahli Serambi). Mereka berpendapat demikian karena mereka melihat Ahli Shuffah sebagaimana yang kami sebutkan dari sifat Shufah dalam memutuskan diri kepada Allah 'azza wa jalla dan melazimi kemiskinan. ◦ Sebab Ahli Shuffah adalah orang-orang fakir yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tanpa keluarga dan harta. Maka dibuatkan untuk mereka serambi (shuffah) di masjid Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan dikatakan Ahli Shuffah. Hadis dengan sanad dari Hasan, dia berkata: "Dibangun serambi untuk orang- orang lemah dari kaum muslimin. Kaum muslimin menyampaikan kepada mereka apa yang mereka mampu dari kebaikan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang kepada mereka dan berkata: 'Assalamu'alaikum wahai Ahli Shuffah.' Mereka berkata: 'Wa'alaika assalam ya Rasulallah.' Beliau berkata: 'Bagaimana kalian pagi ini?' Mereka berkata: 'Dengan baik ya Rasulallah.'" ◦ "Kaum ini hanya duduk di masjid karena terpaksa dan hanya memakan sedekah karena terpaksa. Ketika Allah memberikan kemenangan kepada kaum muslimin, mereka tidak memerlukan keadaan itu lagi dan keluar. Menisbatkan sufi kepada Ahli Shuffah adalah keliru karena jika demikian, seharusnya dikatakan Shufo. ◦ Ada yang berpendapat bahwa itu dari ash-Shufanah yaitu sejenis tanaman liar yang pendek. Mereka dinisbatkan kepadanya karena mereka cukup dengan tumbuhan padang pasir. Ini juga keliru karena jika dinisbatkan kepadanya, seharusnya dikatakan Shufan

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
F
Fatimah Azzahrah

📍 Kabupaten Banggai

Talbis iblis terhadap ahli zuhud

Ustadz Dr. Firanda Andirja, lc. M. ATALBIS IBLIS#11Talbis iblis terhadap kaum zuhud‌perhatian terhadap hak² keluargaDiantara orang² zuhud, mereka senantiasa diam (kontinyu dalam diamnya) sehingga mereka bersendiri dan menjauhkan diri dari bercengkrama dengan istri, mereka hanya menyakiti istri dengan buruknya akhlaknya. Susah untuk di ajak berbicara dan bergaul. Lupa dengan hadits nabi صلى الله عليه وسلم "sesungguhnya istri mu jga punya hak atas mu".Salman Al Farisi menegur Abu Darda karena Abu Darda sangat senang beribadah kepada Allah, malam hari sholat malam, dan siang hari berpuasa. Sehingga kurang memberikan gak istrinya. Salman Al Farisi menegur dengan mengatakan "Sesungguhnya Rabb mu punya hak, jasad mu punya hak, tamu mu punya hak, dan istrimu punya hak untuk kau tunaikan, maka penuhilah masing² haknya". Rasulullah jga bercanda dang bermain dengan anak², ngobrol bersama istri²nya, dan lomba lari bersama Aisyah, dan banyak hal yang di lakukan nabi صلى الله عليه وسلم dengan akhlaknya yang mulia. Diantara sunnah nabi adalah ngobrol dengan istri sebelum tidur. Orang zuhud yang menjadikan istrinya seperti janda dan anaknya seperti anak yatim, karena dia tdk ngobrol sama mereka, bersendiri meninggalkan mereka, dan jga karena akhlaknya yang buruk. Menyangka bahwasanya apa yang dia lakukan ketika dia ngobrol bersma istrinya dan bermain sama anaknya, seakan-akan membuat dia lalai dari akhirat. Dan dia tdk tahu bahwa bersama keluarga membantu seseorang untuk dekat dengan akhirat. Diantara tujuan pernikahan adalah agar tentram dengan keluarga. Diantara keistimewaan Rasullulah adalah tdk melalaikan hak² istri²nya di tengah² kesibukannya. "Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia seutuhnya"."Agama islam adalah agama yang realistis".Diantara mereka meninggalkan yang wajib karena ingin melakukan sesuatu yang di anggap sunnah padahal tdk terpuji. Diantara mereka Kagum dengan amal sholehnya. Klw ada yang berkata kepadanya "engkau adalah termasuk pasak² bumi (wali hebat)" dia memandang itu perkataan yang benar. Membenarkan pujian terhadapnya. Nabi berkata "Tidak seorangpun dari kalian yang masuk surga dengan amalnya".Yang memasukkan kedalam surga adalah rahmat Allah.Diantara mereka menanti² karamahnya muncul. Dan dihayalkan kepadanya bisa berjalan diatas air. Menggerutu ketika do'anya tdk di ijaair, Seakan² dia adalah pekerja yang bekerja kepada Allah, dan meminta gajinya. "Amal kita tdk ada apa²nya jika dibandingkan dengan nikmat yang Allah berikan kepada kita".Ibnuk Qoyyim berkata "Bisa jadi seseorang karena melakukan maksiat masuk surga, dan bisa jadi seseorang melakukan amal sholeh justru masuk neraka".Tipuan syaitan terhadap kaum sufiyyahKaum sufiyyah merupakan bagian daripada orang² zuhud. Tasawuf adalah suatu metode yang awalnya di mulai dengan zuhud secara totalitas. ‌Asal muasal sufiyyahDi zaman nabi tdk ada sufiyyah, yang ada hanya islam dan iman, di katakan seorang muslim atau mu'min. Kemudian muncul belakangan istilah zahid (zuhud terhadap dunia) dan abid (ahli ibadah). Kemudian muncul lagi suatu kaum yang mereka beramal terikat dengan zuhud dan ibadah, dan mereka meninggalkan dunia. Dan mereka membuat metode sendiri yang berbeda dengan yang lain, dan mereka punya akhlak khusus yang mereka sengaja untuk berakhlak dengan akhlak tersebut. Mereka memandang, menamakan diri mereka dengan sufiyyah karena yang dikenal pertama kali mengkhususkan dirinya untuk berkhidmat kepada Allah di masjidil Haram, dulu ada seorang lelaki di kenal dengan suffah namanya Algos bin murr. Maka mereka pun berafiliasi kepada orang ini. Karena merka menyangka dirinya mirip dengan orang tersebut. Mereka yang mengaku sebagai sufiyyah adalah pengikut algos bin mur dari kabilah Tamim bin mur. Nabi bersabda "Yang pertama kali melewati sirath (Agar masuk surga duluan) pada hari kiamat kelak adalah orang² fakir dari kaum muhajirin yang pakaian mereka kotor, dan kepala mereka tdk terurus rambutnya, mereka tdk menikahi para wanita² yang kaya".Penisbahan sufiyyah kepada kaum suffah (orang² yh ang tinggal di belakang masjid Nabawi karena tdk ada tempat tinggal) adalah penisbahan yang salah.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI15 Juni 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Halaqah 6

Halaqah-06 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 4👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى📗 Beriman Kepada Para Rasul Allah ﷻDiantara cara beriman kepada para rasul adalah meyakini bahwa mereka ma’sum yaitu terjaga dari dosa besar seperti: zina, mencuri, menipu, sihir, membuat berhala, dan lain lain.Ini adalah kesepakatan umat, adapun orang Yahudi dan Nashrani maka mereka menganggap para Nabi dan Rasul melakukan Dosa besar, seperti keyakinan bahwa Nabi Harun dialah yang membuat berhala dan keyakinan bahwa Nabi Ibrahim mengorbankan Istrinya (Sarah) kepada Firaun dan seperti keyakinan bahwa Nabi Luth عَلَيهِ السَّلَامُ mabuk dan lain lain.Adapun dosa kecil maka menurut sebagian besar ulama terkadang seorang nabi melakukan dosa kecil namun tidak sampai berhubungan dengan wahyu dan dengan cepat sekali mereka bertaubat kepada Allah ‘azza wa jalla.Nabi Adam alaihi salam beliau dilarang untuk memakan buah tertentu didalam surga, akan tetapi beliau melanggarnya kemudian beliau mengatakanرَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ“Wahai Rabb kami, kami telah mendholimi diri kami sendiri dan seandainya Engkau tidak mengampuni dosa kami dan menyayangi kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi” (Al-A’raf : 23)Nabi Nuh عَلَيهِ السَّلَامُ meminta kepada Allah supaya menyelamatkan anaknya yang kafir, maka Allah ajja wajalla menegur beliau dan menasihati beliau kemudian beliau langsung meminta kepada Allah seraya berkataقَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ“Beliau berkata wahai Tuhanku sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dari meminta kepadaMu sesuatu yang tidak aku memiliki ilmu tentangnya dan seandainya Engkau tidak mengampuni aku dan menyayangi aku, niscaya aku termasuk orang-orang yang merugi” ( Hud : 47)Nabi Musa عَلَيهِ السَّلَامُ pernah memukul orang kifti (orang Mesir) yang berakibat terbunuhnya orang tersebut ini adalah dosa kecil karena pukulan Nabi Musa عَلَيهِ السَّلَامُ sebenarnya tidak mematikan dan beliau عَلَيهِ السَّلَامُ juga tidak bermaksud untuk membunuh, Nabi Musa عَلَيهِ السَّلَامُ mengiringi kesalahan ini dengan taubat kepada Allah.Allah berfirman:قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ“Beliau berkata wahai Rabbku sesungguhnya aku mendzhalimi diriku sendiri maka ampunilah aku, maka Allah pun mengampuni beliau sesungguhnya Allāh adalah Dzat Yang Maha Pemgampun lagi Maha Penyayang” (Al-Qashas : 16)Nabi Yunus عَلَيهِ السَّلَامُ pernah marah meninggalkan kaumnya karena mereka tidak menerima dakwah beliau dan setelah ditelan ikan yang besar, Beliau pun segera meminta ampun kepada Allah. Allah berfirmanوَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ“Dan ingatlah kisah dzunnun yaitu Yunus ketika dia pergi dalam keadaan marah lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau Maha Suci Engkau sungguh aku termasuk orang-orang yang dzhalim” (Al-Anbiya’ : 87)Nabi Muhammad ﷺ ketika sedang mendakwahi pembesar Quraisy datang kepada beliau Ibnu Ummi Maktum ingin bertanya tentang sesuatu, maka beliau bermuka masam dan berpaling, Allah pun menurunkan firman-Nya:عَبَسَ وَتَوَلَّىٰٓ (١) أَن جَآءَهُ ٱلۡأَعۡمَىٰ (٢) وَمَا يُدۡرِيكَ لَعَلَّهُ ۥ يَزَّكَّىٰٓ (٣)أَوۡ يَذَّكَّرُ فَتَنفَعَهُ ٱلذِّكۡرَىٰٓ (٤“Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling karena seorang buta telah datang kepadanya. dan tahukah engkau (wahai Muhammad) barangkali dia ingin menyucikan dirinya atau dia ingin mendapatkan pengajaran yang memberi manfaat kepadanya” (‘Abasa : 1-4)Setelah itu Rasulullah ﷺ pun memuliakannya sebagaimana yang dikabarkan oleh Annas bin Malik radhiallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Abu Ya’la didalam Musnadnya.Buatlah flyer portrair ukuran story ig dengan desain watercolor aesthetic dengan sedikit ilustrasi tidak bernyawa sesuai topik

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Materi 11

Talbis Iblis Terhadap Kaum Zuhud dan Sufiah​Pemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.Sumber: Talbis Iblis karya Imam Ibnu Jauzi rahimahullahu ta’ala.​I. Hak-Hak Keluarga dalam Islam​Banyak orang yang mengaku zuhud melakukan kesalahan fatal dengan menganggap zuhud berarti meninggalkan dunia secara mutlak. Hal ini berujung pada pengabaian hak-hak keluarga.​Kesalahan Konsep: Mereka cenderung menyendiri, diam, dan dingin terhadap istri karena menganggap interaksi keluarga akan melalaikan dari akhirat.​Peringatan Nabi: Islam adalah agama profesional dengan porsi yang seimbang. Sebagaimana nasihat Salman Al-Farisi kepada Abu Darda, seorang mukmin memiliki kewajiban terhadap Rabb, tubuh, tamu, dan keluarga.​Contoh Keteladanan:​Rasulullah ﷺ selalu bercanda dan bermain dengan istri serta anak-anak.​Sunnah mengobrol dengan istri sebelum tidur (sebagai sebab kebahagiaan keluarga).​Rasulullah ﷺ mendengarkan cerita Aisyah (hadis Ummu Zar’) dengan perhatian penuh hingga akhir.​Rasulullah ﷺ mengajak Aisyah berlomba lari sebagai bentuk kasih sayang dan hiburan yang halal.​Pesan Utama: Mengurus keluarga, menunaikan hak istri, dan mendidik anak adalah bentuk ibadah yang membantu seseorang dekat dengan akhirat, bukan penghalang.​II. Bahaya Ujub (Kekaguman Terhadap Diri Sendiri)​Orang yang sok zuhud sering terjebak dalam penyakit hati karena merasa amal salehnya sudah sangat hebat.​Sikap Terhadap Pujian: Orang yang tertipu Talbis Iblis akan merasa benar/bangga ketika dipuji sebagai "Wali" atau "Pasak Bumi". Sebaliknya, para ulama salaf sangat membenci pujian karena menyadari hakikat diri yang penuh kekurangan.​Keteladanan Nabi: Rasulullah ﷺ tetap beristigfar setelah melaksanakan amal besar (salat, haji, dakwah). Hal ini menunjukkan bahwa amal seorang hamba tidak ada apa-apanya dibandingkan keagungan Allah.​Kaidah Amal: Kita masuk surga bukan karena amal kita, melainkan karena rahmat Allah. Amal hanyalah sebab/perantara, bukan penentu mutlak.​Pentingnya Syukur: Merasa amal sudah "wow" akan menyeret seseorang kepada ujub dan kesombongan, sedangkan menyadari kekurangan amal akan menumbuhkan rasa takut dan syukur.​III. Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufiah​Imam Ibnu Jauzi mengkhususkan pembahasan mengenai kaum Sufiah karena mereka memiliki metode, keyakinan, dan karakteristik yang spesifik dibandingkan kaum zuhud secara umum.​Pergeseran Metode: Awalnya tasawuf berfokus pada zuhud totalitas. Namun, seiring waktu, muncul kelonggaran (penyimpangan) seperti memasukkan unsur musik, qasidah dengan alat musik, dan menari sebagai bentuk ibadah.​Asal-Usul Istilah:​Pendapat 1: Penisbahan kepada al-Ghauts bin Mur (seorang yang fokus beribadah di sekitar Ka'bah pada zaman jahiliyah).​Pendapat 2: Penisbahan kepada Ahlus Suffah (orang miskin yang tinggal di serambi belakang Masjid Nabawi).​Koreksi Sejarah: Imam Ibnu Jauzi menegaskan bahwa para penghuni Suffah hidup miskin bukan karena pilihan/gaya hidup, melainkan karena kondisi darurat. Ketika mereka mampu, mereka tidak lagi tinggal di sana. Oleh karena itu, menggunakan istilah Sufi dengan menyamakan diri secara sengaja dengan Ahlus Suffah adalah penisbahan yang keliru.​Kesimpulan Utama:​Zuhud yang Benar: Zuhud bukan berarti meninggalkan kewajiban duniawi (keluarga, nafkah, hak sosial), melainkan mengelola dunia sesuai porsinya tanpa berlebih-lebihan hingga melalaikan akhirat.​Kerendahan Hati: Seorang hamba wajib merasa bahwa amalnya selalu kurang dan selalu membutuhkan ampunan Allah (Ghufranaka).​Kritik terhadap Penyimpangan: Segala bentuk praktik ibadah yang tidak ada contohnya dari Rasulullah ﷺ (seperti musik/tarian sebagai ibadah) adalah bentuk kelonggaran yang menjauhkan dari esensi zuhud yang murni.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
E
Ellisa Septiana

📍 Kota Depok

Talbis iblis #11 : Talbis Iblis Terhadap Kaum Zuhud -Ustadz dr.Firanda-

Zuhud harus seimbang dengan hak keluarga: Banyak orang salah faham zuhud sebagai meninggalkan dunia total. Padahal, Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan memenuhi hak keluarga, terutama istri dan anak-anak. Kesejahteraan spiritual dan duniawi harus berjalan beriringan tanpa menzalimi keluarga.Hak-hak utama meliputi Allah, jasad, dan keluarga: Dalam Islam, tiga pilar hak yang harus dijaga adalah hak Allah, hak tubuh (jasad), dan hak keluarga (istri). Fokus berlebihan pada satu sisi (misalnya hanya ibadah) dapat menimbulkan kerusakan pada sisi lain seperti hubungan keluarga yang harmonis.Rasulullah sebagai teladan perhatian keluarga: Nabi Muhammad SAW adalah contoh sempurna bagaimana seorang yang sangat sibuk sekalipun tidak pernah mengabaikan hak istri dan anak-anak, bahkan menyediakan waktu untuk bercanda dan berinteraksi penuh kasih sayang, menegaskan bahwa ibadah dan keluarga berjalan paralel.Interaksi dan keakraban dalam rumah tangga adalah ibadah: Rasulullah menganjurkan untuk mencari pasangan yang bisa diajak bercanda, yang menguatkan hubungan batin. Hal ini menandakan bahwa persahabatan dan kehangatan emosional dalam pernikahan adalah bagian dari bagaimana syariat membangun ketenangan jiwa.Kesalahan zuhud ekstrem menimbulkan masalah sosial: Zuhud yang keliru seperti meninggalkan HP, menunda berkomunikasi dengan istri, dan mengabaikan keluarga justru menimbulkan luka batin, bukan spiritualitas yang benar. Zuhud sejati justru mengedepankan pemenuhan tanggung jawab dunia dan akhirat bersama-sama.Transformasi Sufiyah dari zuhud ke bentuk tasawuf baru: Keberadaan Sufiyah diawali dari semangat zuhud, tapi berubah dengan dimasukkannya elemen musik dan joget yang membuat sebagian masyarakat bingung dan mengidolakan mereka walaupun kurang sejati dalam zuhud. Ini merupakan babak penting dalam sejarah tasawuf yang perlu dikaji ulang.Kerendahan hati dan istighfar sebagai karakter utama: Nabi Muhammad SAW selalu beristighfar meskipun beliau memiliki amal shaleh yang luar biasa. Hal ini mengajarkan bahwa setiap manusia harus tetap rendah hati, menyadari bahwa amal hanyalah titipan dan pemberian dari Allah, dan tidak boleh merasa sombong atau ujub atas amalnya.Kesimpulan : pentingnya memahami zuhud secara benar dalam Islam dengan keseimbangan yang tepat antara ibadah dan tanggung jawab terhadap keluarga. Rasulullah SAW adalah contoh nyata bagaimana menjalankan peran sebagai hamba Allah sekaligus suami yang penuh kasih dan perhatian. sikap zuhud ekstrem yang memutus komunikasi dan kasih sayang dalam keluarga justru menyalahi ajaran. Selain itu, pembahasan tentang kaum Sufiyah juga mengingatkan akan pergeseran dan penipuan setan yang merubah makna zuhud. Yang terakhir, umat diajarkan agar selalu bersikap rendah hati, tidak sombong, dan selalu beristighfar karena amal yang kita kerjakan bukan sesuatu yang luar biasa dibanding kebesaran dan nikmat Allah SWT. Pemahaman holistik dan keseimbangan ini sekaligus menjadikan Islam agama yang realistis dan mudah diamalkan, bukan yang mengharuskan kita meninggalkan urusan dunia secara total sehingga merugikan diri dan keluarga. Ini adalah pelajaran penting untuk setiap Muslim dalam mengatur hidup dunia dan akhirat secara benar.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
E
Elsa Ulfah Hakim

📍 Luar Indonesia

Talbis Iblis 11: Talbis Iblis terhadap Ahli Zuhud bagian 2

Talbis Iblis 11: Talbis Iblis terhadap Ahli Zuhud bagian 2Ustadz Dr. Firanda AndirjaDi antara orang-orang zuhud mereka senantiasa diam sehingga mereka menjauhi diri bercengkrama dengan istrinya. Akhirnya mereka hanya menyakiti istri-istrinya dengan akhlaknya yang buruk. Dan mereka lupa dengan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu “sesungguhnya istrimu juga punya hak atasmu.”Islam itu adalah agama yang proporsional, masing-masing ada porsinya. Jika salah satu porsinya berlebihan maka akan melalaikan porsi yang lain.Salman Al Farisi pernah menegur Abu Darda karena Abu Darda sangat senang dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala sehingga ia kurang menunaikan hak-hak istrinya. Salman Al Farisi berkata “Sesungguhnya bagi Rabbmu ada hak, bagi dirimu ada hak, dan bagi keluargamu juga ada hak. Maka penuhilah masing-masing hak tersebut.”Kemudian Abu Darda’ mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menceritakan apa yang baru saja terjadi. Beliau lantas bersabda, “Salman itu benar.” (HR. Bukhari no. 1968).Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berumah tangga yaitu:Rasulullah suka bercandaRasulullah bermain dengan anak-anakRasulullah senang ngobrol dengan istri-istrinya sebelumDan masih banyak hal lain yang Rasulullah kerjakan dengan akhlak yang mulia.Ibnu ‘Abbas berkata “Aku tidur di rumah bibiku Maemunah (istri Nabi), aku mendengar Rasulullah mengobrol dengan istrinya beberapa saat kemudian ia tidur.”Orang yang salah dalam melakukan zuhud, ia menjadikan istrinya seperti janda dan anaknya seperti anak yatim karena ia menyendiri dan tidak mengobrol dengan istri dan anaknya. Ia menyangka jika ia mengobrol dengan anak dan istrinya seakan-akan  ia lalai dengan akhirat. Hal ini disebabkan karena minimnya ilmu, ia tidak tahu bahwa nyaman dengan keluarga adalah salah satu bentuk membantu seseorang untuk dekat dengan akhirat.Segala kegiatan yang bisa menumbuhkan cinta kasih antara suami isteri maka disyariatkan. Tidak ada yang lebih sibuk dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mengurusi umat, banyak musuh-musuh yang ingin menyerang, mengurusi hukum-hukum yang terus turun, selalu menjadi tempat bertanya para sahabat, dll. Di tengah kesibukan itu semua beliau tidak pernah melalaikan hak-hak istrinya. Inilah di antara keistimewaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Zuhud bukan berarti kita meninggalkan dunia seluruhnya.Islam adalah agama yang realistis, kita diajarkan bagaimana menjadi pemimpin yang benar, rakyat yang benar, ulama yang benar, penuntut ilmu yang benar, kepala keluarga yang benar, istri yang benar, zuhud yang benar, semua jelas dan ada porsinya masing-masing tidak berlebihan. Agar seseorang tidak berijtihad salah dalam menjalankan syari’at ini. Syari’at ini sempurna karena diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang lebih tahu maslahat manusia.Ibnu Jauzi berkata terkadang seseorang ingin menjauhi dunia dengan tidak menggauli istrinya. Maka akhirnya ia melalaikan yang wajib hanya karena ingin melakukan sesuatu yang dianggap sunnah padahal tidak terpuji.Di antara orang yang zuhud adalah ia kagum dengan amal sholehnya. Jika ada seseorang yang berkata “Engkau adalah termasuk pasak-pasak bumi (wali hebat)” maka ia akan memandang bahwa itu adalah perkataan yang benar.Ibnu Jauzi berkata bahwa seseorang yang benar tidak boleh memandang amalnya. Menganggap amalnya hebat. Ia harus memandang amalnya selalu kurang dan tidak sempurna. Seperti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak pernah memandang amalnya, sehabis sholat ia selalu mengucapkan “astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah.” Karena beliau tau Allah begitu agung, amalnya tidak ada apa-apanya dibandingkan keagungan Allah.Sesungguhnya Abu Hurairah berkata, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari no. 5673 dan Muslim no. 2816).Di antara orang yang zuhud ini adalah ia menanti-nanti kapan karomahnya muncul dan dikhayalkan kepadanya jika ia sudah sampai disuatu air ia akan menganggap bisa berjalan di atas air. Jika ada suatu perkara yang datang kepadanya kemudian berdo’a namun ternyata do’anya tidak dikabulkan maka ia menggerutu di dalam dirinya. Kata Ibnu Jauzi seakan-akan dia adalah pekerja yang bekerja kepada Allah dan ia seperti meminta gajinya. Jika ia dikasih pemahaman oleh Allah dan ia sadar bahwa ia adalah hamba yang seperti budak sahaya yang dimiliki oleh majikannya dan namanya budak tidak pernah menentang dengan apa yang ia kerjakan terhadap majikannya. Jika ia memandang tentang bagaimana Allah memberikan ia taufik untuk bisa belajar maka ia tahu bahwa ini wajib untuk disyukuri dan seharusnya ia takut tentang kurangnya ia dalam menjalankan syukur kepada Allah.Allah membantah sebagian Arab badui yang merasa berjasa kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam karena mereka masuk islam. Maka Allah menyuruh Nabi bantah “jangan kalian merasa berjasa kepadaku karena masuk islam tapi Allah yang telah berjasa dan telah memberikan anugerah kepada kalian dengan memberikan hidayah kepada kalian terhadap islam.”Jangan pernah sekali-sekali memandang bahwa apa yang sudah kita lakukan ini sesuatu yang mengaggumkan, itulah ujub. Karena apa yang kita lakukan itu pasti kurang dari keagungan Allah. Kita tidak mampu mensyukuri nikmat-nikmat Allah sebagaimana selayaknya.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika keluar dari kamar mandi beliau mengucapkan “ghufronaka (ampunanMu ya Allah)”. Sebagian ulama menjelaskan itu adalah isyarat bahwasannya buang hajat adalah nikmat yang luar biasa jadi wajib untuk disyukuri.Amal kita ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan nikmat yang Allah berikan. Seharusnya kita tahu bahwa kita wajib bersyukur dan kita tahu bahwa kita tidak pandai untuk bersyukur.Dan seharusnya seseorang bukan merasa kagum dengan amalnya namun ia seharusnya sibuk bahwa amalnya itu masih kurang sehingga tidak memandang amalnya hebat.Jangan seseorang terpedaya dengan amalnya karena khawatir ia terkena penyakit ujub.Ibnul Qayyim mengatakan bisa jadi seseorang karena melakukan maksiat, ia masuk surga dan bisa jadi seseorang melakukan amal sholeh justru ia masuk neraka.Hal ini dikarenakan, orang yang melakukan maksiat, ia menyesal dan selalu bertaubat kepada Allah dan selalu merasa dirinya rendah karena dosa-dosanya maka karena hal itu ia masuk surga. Sementara seseorang yang melakukan amal sholeh, ia ujub dengan amalannya akhirnya ia masuk neraka karena ia ujub dengan amalan yang ia lakukan.Talbis iblis terhadap kaum sufiyyah dan mereka bagian dari orang-orang zuhud.Namun mereka lebih spesifik (memiliki sifat-sifat dan kondisi tertentu) dari kaum yang zuhud secara umum.Tassawuf adalah suatu metode yang awalnya dimulai dengan zuhud secara totalitas. Kemudian lama-lama, orang yang menisbahkan dirinya kepada sufiyyah mulai longgar dengan mendengar lantunan musik dan menari. Namun belakangan kata Ibnu Jauzi muncul orang-orang yang mengambil kelonggaran-kelonggaran dengan menggabungkan sufiyyah dengan mendengarkan musik dan menari. Mereka menganggap bahwa lantunan musik itu ibadah dan menari itu ibadah. Maka akhirnya sebagian orang-orang awam yang orientasinya kepada akhirat condong kepada kaum sufiyyah ini karena kaum sufiyyah ini walaupun mereka mendengarkan musik dan menari namun mereka tetap zuhud kehidupannya. Selain itu pencari dunia senang dengan zuhud  yang ada pada kaum sufiyyah karena merasa ada bersantai-santainya. Sehingga bergabunglah para pencari akhirat dan dunia. Ibnu Jauzi menceritakan kaum sufiyyah di zaman beliau dahulu.Di zaman Nabi tidak ada sufiyyah dan ini adalah istilah baru. Di zaman Nabi hanya ada islam dan iman. Kemudian muncul istilah zahid (orang yang zuhud terhadap dunia) dan abidh (ahli ibadah). Lalu muncullah suatu kaum yang benar-benar terikat dengan zuhud dan ibadah dan mereka pun meninggalkan dunia dan fokus terhadap ibadah. Pada akhirnya mereka membuat metode sendiri dan mereka memiliki akhlak-akhlak khusus. Mereka memandang bahwa mereka sufiyyah karena yang dikenal pertama kali mengkhususkan dirinya untuk berkhidmat kepada Allah di Masjidil Haram.Kata Abu Muhammad Abdul Al Ghoni bin Said Al Hafidz, aku bertanya kepada Walid bin Qasim “kepada siapakah kaum sufi bernisbah?”.“Dahulu di zaman jahiliyyah ada suatu kaum namanya shuffah, mereka fokus beribadah kepada Allah dan meninggalkan dunia dan mereka tinggal disekitar ka’bah. Siapa yang meniru-niru kaum tersebut yang dipimpin oleh Al-Ghauts bin Murr maka mereka pun menamakan diri mereka dengan sufiyyah”.Mereka yang mengaku sufiyyah tersebut adalah pengikut Al Ghauts bin Murr dari kabilah Tamim bin Murr.Ibnu Jauzi berkata bahwa ada pendapat bahwa sufiyyah itu bukan dari shuffah Al Ghauts bin Murr tetapi sufiyyah itu dinisbahkan kepada Shuffah (bangunan tambahan yang Nabi buat di belakang masjid Nabawi, sehingga orang-orang tidur di belakang Masjid Nabawi tersebut). Orang-orang miskin yang tidak memiliki rumah tinggal di sana karena mereka hidup dengan zuhud. Mereka tinggal di sana karena darurat dan mereka makan dari sedekah karena darurat. Ketika mereka sudah memiliki kemampuan mereka tidak lagi tinggal di shuffah.Ibnu Jauzi berkata mereka mengatakan demikian karena mereka tahu bahwa para penghuni shuffah mereka itu seperti shuffahnya pengikut Al Gahuts bin Murr yang mana mereka selalu fokus beribadah kepada Allah dan mereka selalu dalam kondisi miskin. ‘Kata Ibnu Jauzi penisbahan sufiyyah kepada shuffah adalah penisbahan yang salah.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI15 Juni 2026
F
Fenti Srifaryanti

📍 Kota Serang

Halaqah 56

Pembahasan Dalil Keempat Tafsiran Ibnu Abbas Dari QS Aali Imran 106Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى Kitāb Fadhlul Islāmالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهHalaqah yang ke-56 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh.Beliau mendatangkan atsar dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma, menafsirkan tentang firman Allah :(يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ)(آل عمران: من الآية106)Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram.قال ابن عباس – رضي الله عنهما –Berkata Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma,في قوله تعالى: يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌBerkata Abdullah bin Abbas semoga Allah meridhai keduanya, yaitu Abdullah dan Abbas, ketika menafsirkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌPada hari di mana sebagian wajah itu akan terlihat, akan bersinar putih, dan pada waktu yang sama di hari tersebut, maka ada wajah-wajah yang hitam.Dan tentunya hari jaza’ tersebut ada sebabnya di dunia. Apa yang terjadi saat itu adalah cerminan, dan panen, atau hasil dari apa yang dilakukan oleh seseorang di dunia.يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌPada hari di mana wajah ada yang putih bersih dan ada di antara wajah-wajah tersebut yang hitam legam. Bisa dia menjadi dalil yang lain. Dalil di dalam Al-Qur’an yang menunjukkan tentang wajibnya yang masuk ke dalam Islam secara keseluruhan.Dan nanti akan kita lihat seperti yang sudah kita sampaikan bahwasanya di dalam kitab ini, yaitu Fadhlul Islam, yang ingin beliau tekankan adalah tentang syahadat anna muhammadan Rasulullah. Lebih khusus lagi tentang kewajiban untuk mengikuti sunnah dan meninggalkan bid’ah.Dan bahwasanya bid’ah ini bertentangan sekali dengan Islam. Keharusan kita adalah, bukan hanya di dalam masalah i’tiqod saja kita Islam, tapi juga di dalam masalah amaliyah, kita harus Islam juga. Dan di antara bentuknya adalah dengan mengikuti sunnah dan meninggalkan bid’ah.Di sini akan mulai dan setelah bab ini akan kita lihat bagaimana beliau secara khusus membahas tentang masalah bid’ah.Dan bahwasanya bid’ah ini adalah bertentangan dengan Islam itu sendiri.Di sini beliau mendatangkan tafsirnya Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma.Beliau mengatakan :تبيض وجوه أهل السنة والائتلاف، وتسود وجوه أهل البدع والاختلاف.Akan putih wajah-wajah Ahlussunnah dan ahli al-i’tilaf.Apa yang dimaksud dengan i’tilaf? Al-ijtima’.يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌDisebutkan atsar dari Abu Umamah.فأما الذين اسودت وجوههم أكفرتم بعد إيمانكم”، قال: هم الخوارج.تبيض وجوه أهل السنة والائتلاف، وتسود وجوه أهل البدع والاختلاف.Di sini dinukil oleh Ibnu Katsir :وقوله تعالى : ( يوم تبيض وجوه وتسود وجوه ) يعني : يوم القيامة ، حين تبيض وجوه أهل السنة والجماعة ، وتسود وجوه أهل البدعة والفرقة ، قاله ابن عباس ، رضي الله عنهما .Tapi, tentunya dalam tafsir Ibnu Katsir, beliau meringkas, tidak disebutkan sanadnya.Di sini disebutkan,ذكره أبو بكر أحمد بن علي بن ثابت الخطيب البغداديAda dalam tafsir Ibnu Abi Hatim dengan sanad beliau.عن سعيد بن جبير عن ابن عباس في قوله يوم تبيض وجوه وتسود وجوه قال تبيض وجوه أهل السنة والجماعةKemudianقول تعالى وتسود وجوه وبه عن ابن عباس وتسود وجوه قال تسود أهل البدع والضلالةBerarti bisa ditulis, dikeluarkan oleh Imam Abu Hatim di dalam tafsirnya.Dengan lafadz bukan Ahlussunnah Wal i’tilaf tapi Ahlussunnah Wal jamaah.تبيض وجوه أهل السنة والجماعةتسود أهل البدع والضلالةBerarti penamaan Ahlussunnah Wal jamaah, ini bukan penamaan yang muta’akhir, bahkan seorang sahabat, yaitu seperti Abdullah Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma, sudah menggunakan lafadz ini.Dan lawan dari Ahlussunnah Wal jamaah adalah ahlul bid’ah wa adh-dholalah. Ini tafsir dari turjumanul Qur’an, Abdullah Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma, yang kita tahu tentang keutamaan beliau dan ilmu beliau di dalam masalah tafsir Al-Qur’an.Beliau menafsirkan wajah-wajah yang memutih tadi adalah wajah-wajah siapa? Ahlussunnah Wal jamaah. Karena mereka masuk Islam secara keseluruhan, tidak setengah-setengah, seperempat-seperempat, tapi masuk Islam secara keseluruhan.Adapun Ahlul bida’, maka wajah mereka akan menjadi hitam, karena mereka tidak kaffah di dalam Islam mereka. Tapi mereka melakukan bid’ah. Mereka melakukan bid’ah-bid’ah. Dan ini seseorang melakukan bid’ah, ini menunjukkan ketidaksempurnaan Islam yang dia miliki.Sudah kita jelaskan berulangkali, bahwasanya termasuk konsekuensi dari keislaman seseorang adalah pasrah di dalam masalah tata cara ibadah. Tidak perlu dia membuat sesuatu yang baru, pokoknya ana manut dengan apa yang tersebut di dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Kalau ada dalilnya ana amalkan. Kalau tidak ada dalilnya maka saya tidak amalkan. Ini yang namanya pasrah.Adapun Ahlul bida’, masih ada Nau, membangkang, ingin menentang, ingin membuat sesuatu yang baru yang tidak ada di dalam dalil yang shahih. Karena sebab inilah, akhirnya mereka di akhirat akan menjadi gelap wajah mereka.Bagaimana segi pendalilannnya?Jelas di sini menunjukkan tentang wajibnya masuk ke dalam Islam secara keseluruhan, karena di sini ada ancaman dengan hitamnya wajah bagi orang yang tidak Islam secara kaffah. Di antaranya adalah Ahlul bida’. Di antaranya adalah ancaman tentang hitamnya wajah di hari kiamat bagi Ahlul bida’ yang mereka adalah bagian dari orang-orang yang tidak Islam secara kaffah, menunjukkan tentang haramnya tidak Islam secara kaffah, dan menunjukkan tentang wajibnya masuknya ke dalam Islam secara kaffah. Karena di sini ada ancaman sampai hitam wajahnya, menunjukkan tentang haramnya perbuatan mereka, yaitu memisah-misahkan agama ini. Dan menunjukkan tentang wajibnya menerima Islam secara kaffah dan masuk ke dalam Islam secara kaffah, seluruhnya.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
N
Nursafitri

📍 Kabupaten Berau

Talbis iblis 11 : Talbis iblis terhadap kaum Zuhud

TABLIS IBLIS#11 : Talbis iblis terhadap kaum zuhudUstadz Firanda andirja حفظه Imam Ibnul jauzi rahimahullah ta'ala menyebutkan Perhatian terhadap hak hak keluarga Diantara orang orang yang zuhud mereka senantiasa diam , sehingga mereka bersendiri dan menjauhkan diri dari bercengkrama dengan istri , akhirnya mereka hanya orang orang zuhud ini menyakiti istri dengan buruk akhlaknya , dan juga tambahan dia semakin menyendiri susah untuk diajak berbicara , diajak untuk bergaul, sehingga pada hakikatnya dia menyakiti istrinya , dan dia lupa sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa salam " sesungguhnya istrimu juga punya hak atasmu" .• orang zuhud menyangka bahwasanya apa yang dilakukan ini , kalau dia ngobrol sama istrinya , main² sama anaknya seakan akan dia lalai dari akhirat , dan orang zuhud ini dengan sedikit ilmumya dia tidak tau bahwasanya nyaman sama keluarga ngobrol sama keluarga adalah salah satu bentuk membantu orang untuk dekat dengan akhirat. • Diantara orang yang zuhud , ada orang yang selalu kagum amal Sholehnya , kalau ada yang berkata kepada dia "engkau adalah wali hebat/pasak bumi , maka dia memandang itu perkataan benar. Dan ini •di kriktik oleh imam Ibnul jauzi " bahwasanya seseorang yang benar tidak boleh memandang amalnya , kalau dikatakan kau adalah pasak bumi , maka dia memandang bahwasanya itu benar dan itu tentu kesalahan , diantara mereka yg zuhud ini menantikan kapan karomah nya muncul , dan dikhayalkan kepadanya kalau dia sudah sampai disuatu air misalnya sungai dia akan bisa berjalan diatas air (dibayangan kamu itu hebat) , kalau kau praktek atas air kau jalan diatas air kau akan bisa jalanBerkata Ibnul Jauzi rahimahullah ta'ala " shufiyah adalah termaksud daripada orang² yang zuhud , hanya saja kaum sufiyah itu mereka lebih spesifik berbeda daripada kaum zuhud secara umum, mereka berbeda dengan memiliki sifat² tertentu , dan mereka juga memiliki ciri² tertentu oleh karenanya kita perlu menyendirikan pembahasan kaum shufiyah. Tasawuf adalah suatu metode yang awalnya dimulia dengan zuhud secara totalitas , kemudian lama lama berjalannya waktu akhirnya orang orang yang menisbatkan berafiliasi pada kaum shufiyah mulai melonggarkan , tidak sekedar zuhud secara totalitas tapi mulai mengampangkan dengan mendengarkan lantunan² musik , joget² orang shufiyah dan mereka lantunan ibadah joget ibadah , maka akhirnya sebagian orang orang awan yang mencari akhirat , condong kepada kaum shufiyah , karena kaum shufiyah tersebut meskipun mereka joget² kemudian dengarkan musik mereka zuhud dipakaian , dari kehidupan, hidup zuhud , dan sebaliknya disamping pencari akhirat condong kepada mereka, pencari dunia juga senang dengan dengan shufiyah , karena ada santai² nya , ada joget² , musik²nya , nyanyi² nya sehingga bergabunglah pencari akhirat (dilihat dari sisi mereka zuhud )dan pencari dunia (dilihat dari sisi mereka suka nyanyi² dan joget² ). Ibnul Jauzi rahimahullah ta'ala mengatakan ' harus dijelaskan kita ungkapkan bagaimana penipuan iblis terhadap mereka dalam metode yang mereka jalani(kaum shufiyah) , dan hal ini tidak bisa terungkap kecuali harus dibahas tentang asal muasal terikot ini dan cabang² nya , dan harus dijelaskan tentang perkara² yang mereka jalani , dan Allah yang memberi Taufik kepada kebenaran. Kaum shufiyah Asal muasal shufiyah itu darimana? Di zaman nabi shalallahu alaihi wa salam tidak ada shufiyah/istilah shufiyah adalah istilah baru yang ada cuman Islam dan Iman , kemudian muncul belakangan istilah Zahid (orang yang zuhud terhadap hal dunia) , abid (ahli ibadah) , kemudian muncullah suatu kaum yang meraka benar² terikat dengan zuhud dan ibadah dan mereka pun meninggalkan dunia , dunia mereka tinggalkan mereka fokus kepada ibadah , dan mereka akhirnya dalam rangka meninggalkan dunia dan sibuk zuhud dan ibadah dan mereka membuat metode sendiri yang mereka berbeda dengan yang lain , dan mereka punya akhlak² khusus yang mereka sengaja berakhlak dengan akhlak tersebut, mereka memandang menamakan diri mereka shufiyah karena di kenal pertama kali mengkhususkan dirinya untuk berkhidmat kepada Allah dimasjidil haram dulu ada seorang lelaki namanya shufah (Al ghaust bin mur) maka mereka pun berafiliasi kepada orang ini karena mereka mengangka kita mirip dengan dia yang sibuk fokus untuk beribadah dan ngurusin Ka'bah maka kami bernisbah dengan nama dengan nama shufiyah.#jejakcahaya-Nursafitri

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →