📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
🎓 Jejak Ilmu HSI6 hari lalu
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Halaqah 89

Halaqah 89 | ‘Arsy dan Kursi Allāh ﷻ adalah Benar AdanyaKitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.ATranskrip: ilmiyyah.comالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهHalaqah yang ke-89 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-Aqidah Ath-Thahawiyah yang ditulis oleh Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāh.Beliau mengatakan rahimahullāh:وَالعَرْشُ وَالكُرْسِيُّ حَقٌّ‘Arsy dan juga Kursiy ini adalah benar adanya, dan keduanya adalah makhluk Allāh ﷻ yang disebutkan oleh Allāh ﷻ di dalam Al-Qur’ān, dan juga disebutkan tentang sebagian sifatnya di dalam dalil. Maka kita katakan bahwa ‘Arsy dan Kursi itu adalah benar. Jangan kita ingkari meskipun mungkin kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya. Selama itu dikabarkan oleh Allāh ﷻ atau dikabarkan oleh Nabi ﷺ, maka harus kita imani.Al-‘Arsy ini adalah makhluk Allāh ﷻ yang paling besar, makhluk Allāh ﷻ yang paling tinggi, makhluk Allāh ﷻ yang pertama kali diciptakan oleh Allāh ﷻ. Allāh ﷻ beristiwa di atas ‘Arsy, dan Kursi Allāh ﷻ sebagaimana dinukil dari Abdullah bin ‘Abbās, ini adalah mawḍi’u qadamihi, yaitu tempat kedua kaki Allāh ﷻ. Tentunya Abdullah bin ‘Abbās raḍiyallāhu ‘anhumā tidak mengatakan yang demikian kecuali pernah mendengar itu dari Nabi ﷺ, karena hal yang seperti ini tidak mungkin dari ijtihad seorang sahabat. Pasti dia pernah mendengarnya dari Nabi ﷺ.Disebutkan bahwa Kursi ini adalah makhluk. Ada sebuah hadits di mana Nabi ﷺ mengatakan:إِنَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعَ فِي النِّسْبَةِ إِلَى الْكُرْسِيِّ كَسَبْعِ دَرَاهِمَ أُلْقِيَتْ فِي تُرْسٍ“Sesungguhnya langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi Allāh itu seperti tujuh dirham (koin) yang dilemparkan ke tameng.”Tameng di sini adalah seperti perisai besar yang digunakan oleh seseorang yang berperang untuk melindungi dirinya. Tujuh koin dirham yang dilemparkan di tameng tersebut merupakan permisalan tujuh langit dibandingkan dengan Kursi Allāh ﷻ. Lihatlah bagaimana perbandingan antara tujuh koin dirham tadi dengan tameng, yang tentunya jauh lebih besar daripada koin tadi.Padahal, kalau kita melihat langit yang pertama saja, kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya. Ketika kita melihat cerita para ahli tentang bagaimana besarnya bumi, ternyata di sana ada planet yang lebih besar, dan matahari berlipat-lipat lebih besar daripada bumi. Kita membayangkan betapa besarnya matahari, ternyata di sana ada yang lebih besar daripada matahari dan jauh lebih besar daripada matahari, berjutaan kali lipat lebih besar dari matahari.Ternyata kita berada di satu galaksi, yaitu kumpulan bintang-bintang yang besar yang jumlahnya jutaan bintang, dan di sana banyak bintang yang lebih besar daripada matahari. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya galaksi Bima Sakti, di mana keberadaan kita berada, dan ternyata di alam semesta ini ada jutaan atau miliaran galaksi-galaksi yang merupakan kumpulan dari bintang-bintang. Galaksi Bima Sakti adalah salah satu di antara galaksi-galaksi tersebut. Itu semuanya berada di bawah langit yang pertama. Baru langit yang pertama, demikian besarnya.Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam mengabarkan tentang ketebalan langit. Ternyata langit bukan sesuatu yang tipis, tetapi dia adalah sesuatu yang tebal. Dari bawah sampai atas, itu membutuhkan 500 tahun perjalanan untuk sampai dari bawah ke atas. Kemudian, untuk mencapai langit yang berikutnya juga membutuhkan 500 tahun perjalanan. Dari langit yang pertama sampai langit yang kedua, jika langit yang pertama kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya, lalu bagaimana dengan langit yang kedua, yang jauh lebih besar daripada langit yang pertama. Dan dia juga memiliki ketebalan yang sama. Antara langit yang kedua dengan lainnya juga demikian, lalu bagaimana dengan langit yang ketujuh? Allāhu Akbar. Maka tentunya ini adalah makhluk yang sangat besar.Tujuh langit ini dibandingkan dengan Kursi Allāh, maka ini seperti tujuh koin dirham yang dilemparkan di tameng tadi. Berarti, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Kursi Allāh. Kursi Allāh jauh lebih besar. Bahkan disebutkan dalam hadits yang lain, itu seperti tujuh cincin yang dilemparkan di tengah padang pasir. Subḥānallāh, ini menunjukkan betapa besarnya Kursi Allāh. Sehingga Allāh ﷻ berfirman di dalam Al-Qur’ān:وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ(QS. Al-Baqarah: 255)Kursi Allāh ini meluas meliputi langit dan bumi, jauh lebih besar daripada langit dan bumi. Maka kita harus beriman dengan adanya Kursi ini. Diriwayatkan, dinukil dari Abdullah bin ‘Abbās bahwaمَوْضِعُ قَدَمَيْ الرَّحْمٰنِitu adalah tempat kedua kaki Allāh ﷻ. Kita tetapkan kaki Allāh ﷻ sesuai dengan keagungan-Nya, tidak sama dengan kaki makhluk. Dan kita tetapkan Kursi bahwasanya di sana ada makhluk Allāh yang dinamakan dengan Kursi.Al-‘Arsy juga demikian. Al-‘Arsy ini jauh lebih besar daripada Kursi Allāh. Kalau tadi kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya Kursi Allāh, maka bagaimana dengan ‘Arsy? Disebutkan dalam hadits, perbandingan antara Kursi dengan ‘Arsy Allāh itu seperti cincin yang dilemparkan di tengah padang pasir. Bagaimana seseorang bisa membayangkan tentang besarnya ‘Arsy Allāh? Dia adalahالْعَرْشِ الْمَجِيدِ‘Arsy yang sangat agung dan sangat besar. Dia adalah makhluk Allāh ﷻ yang paling besar, dan Allāh ﷻ beristiwa di atas ‘Arsy.Jika itu adalah benar ciptaan Allāh ﷻ, maka bagaimana dengan yang menciptakan? Allāh ﷻ lah yang Maha Besar. Bagaimana seseorang bisa sombong dan tidak mau beribadah kepada Allāh ﷻ? Dia adalah makhluk yang sangat kecil. Seseorang seharusnya bersyukur bahwa Allāh ﷻ yang Maha Besar, demikian Maha Besarnya Allāh, namun Allāh ﷻ memperhatikan kita yang sangat kecil. Allāh ﷻ memberikan kita rezeki dan kenikmatan oleh Allāh ﷻ yang Maha Besar, yang Maha Rahmān, yang sangat memperhatikan setiap hamba-Nya.وَالعَرْشُ وَالكُرْسِيُّ حَقٌّ، كَمَا بَيَّنَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ‘Arsy dan Kursiy ini adalah benar adanya sebagaimana Allāh ﷻ menerangkan di dalam Al-Qur’ān,وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَdan banyak di dalam Al-Qur’ān Allāh ﷻ menyebutkan tentang ‘Arsy. Allāh ﷻ berfirman:ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ“Kemudian Allāh ﷻ beristiwa’ di atas ‘Arsy.”(QS. Al-A’rāf: 54)Dan Allāh ﷻ berfirman:وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاء“Dan ‘Arsy Allāh ﷻ adalah berada di atas air.”(QS. Hūd: 7)Dan firman Allāh ﷻ:وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ“Dan Dia-lah Allāh ﷻ, Rabb bagi ‘Arsy yang sangat besar.”(QS. At-Tawbah: 129)Allāh ﷻ mensifati ‘Arsy dengan beberapa sifat, di antaranya adalah kebesaran. Bahwasanya ‘Arsy ini sangat besar, dan Allāh ﷻ beristiwa di atasnya, dan bahwasanya Allāh ﷻ adalah Rabb bagi ‘Arsy. Allāh ﷻ mensifati ‘Arsy ini dengan al-Karīm, sebagaimana firman Allāh:فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ“Maka Maha Tinggi Allāh, Raja yang sebenar-benarnya. Tidak ada ilah selain Dia, Rabb bagi ‘Arsy yang mulia.”(QS. Al-Mu’minūn: 116)Maka, apa yang datang di dalam Al-Qur’ān berupa kabar-kabar tentang ‘Arsy, harus kita imani.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka6 hari lalu
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Mengelola Keuangan Rumah Tangga Islami - Dr. Labib Najib Abdullah

Wanita Bekerja1. Hukum wanita bekerjaPada dasarnya, wanita boleh bekerja di luar rumah, selama memenuhi batasan-batasan syariat.Hukumnya dapat berubah menjadi sunnah atau wajib apabila ada kebutuhan tertentu, dan dapat menjadi haram jika melanggar ketentuan syariat.Peran utama wanita tetap mencakup mendidik anak, mengatur rumah, dan melayani suami.2. Ketika wanita perlu bekerja Wanita dapat bekerja apabila terdapat kebutuhan, misalnya:Tidak ada pihak yang menafkahi dirinya.Menjadi janda atau berpisah dengan suami dan perlu memenuhi kebutuhan hidup.Membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.Membantu biaya pendidikan anak/adik.Merawat atau membantu orang tua yang sudah lanjut usia.3. Pekerjaan yang sesuaiPekerjaan wanita harus tetap memperhatikan aturan dan batasan syariat.Pekerjaan yang membutuhkan keahlian wanita seperti dokter, perawat, guru, atau profesi lainnya dapat menjadi pekerjaan yang bermanfaat bagi masyarakat.Tetap perlu menjaga kehormatan, aurat, interaksi dengan lawan jenis, dan kewajiban terhadap keluarga.4. Izin suamiJika wanita telah menikah, pekerjaan dan aktivitas di luar rumah perlu memperhatikan izin serta kesepakatan dengan suami.Suami juga tidak semestinya melarang tanpa alasan yang benar apabila pekerjaan tersebut dibutuhkan dan sesuai syariat.Dalam kehidupan rumah tangga, keputusan sebaiknya dilakukan dengan musyawarah dan mempertimbangkan kepentingan keluarga.5. Menjaga adab ketika keluar rumah Wanita muslimah dianjurkan menjaga:Pakaian dan auratCara berbicara dan berinteraksiTidak berduaan dengan laki-laki yang bukan mahramTidak menimbulkan fitnahTetap menjaga kehormatan dan keamanan diri.Intinya:Wanita bekerja bukan sesuatu yang otomatis haram. Hukumnya bergantung pada kebutuhan, jenis pekerjaan, kondisi keluarga, izin/kesepakatan suami, serta terpenuhi atau tidaknya batasan syariat. Pekerjaan tidak boleh sampai mengabaikan kewajiban dan keharmonisan rumah tangga

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 hari lalu
R

Rachmatika

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tafsir Al Muyassar Al Baqarah:98

Barangsiapa memusuhi Allah, malaikat-malaikat-Nya dan utusan-utusan-Nya dari kalangan malaikat dan manusia, khususnya dua malaikat Jibril dan Mikail, karena orang-orang yahudi mengklaim bahwa musuh mereka adalah Jibril sedangkan Mikail adalah kawan mereka. Katakanlah kepada mereka bahwa siapa yang memusuhi salah seorang dari keduanya, berarti telah memusuhi yang lain sekaligus memusuhi Allah. Karena Allah adalah musuh bagi orang-orang yang mengingkari apa yang dia turunkan kepada Rasul-Nya Muhammad.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 hari lalu
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

The Barakah Effect - Barakah Culture

Makin baca The Barakah Effect, makin merasa bahwa solusi dari hustle culture ternyata bukan sekadar “slow down”. Kita bisa mengurangi kesibukan, hidup minimalis, ambil waktu untuk retreat, atau belajar lebih mindful dan itu semua memang baik. Tapi kalau cara pandang kita terhadap kesuksesan masih sama, akar masalahnya belum benar-benar berubah.Yang ditawarkan adalah Barakah Culture: sebuah cara pandang yang berakar pada iman. Jadi kita nggak hanya bertanya, “Berapa banyak yang bisa aku capai?” tapi juga, “Apakah yang aku kejar ini membawa keberkahan?” Karena mungkin yang kita butuhkan bukan hidup yang semakin penuh, melainkan hidup yang lebih bermakna dengan apa yang Allah sudah titipkan.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 hari lalu
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS Al Kahfi: 44 - Pertolongan Allah yang Paling Haq

Setelah kisah tentang seseorang yang begitu yakin dengan hartanya, Allah mengingatkan:“Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Mahabenar.”Ini adalah pengingat bahwa dalam hidup, kita boleh punya harta, rencana, kemampuan, pekerjaan, bahkan banyak hal yang kita perjuangkan. Tapi semuanya tetap hanya sebab. Tempat bersandar yang sebenarnya tetap Allah.Dan kalau akhirnya Allah yang menjadi tempat kita berharap, maka tugas kita adalah berusaha sebaik mungkin dan menyerahkan hasilnya kepada-Nya.Karena Allah adalah sebaik-baik pemberi pahala dan sebaik-baik pemberi balasan.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat5 hari lalu
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Anfal : 1

Tafsir Al-Muyassar QS Al-Anfal : 1Sahabat-sahabatmu bertanya kepadamu (wahai Rasul) tentang harta rampasan saat Perang Badar, bagaimana kamu akan membaginya kepada mereka? Katakanlah kepada mereka, "Sesungguhnya harta rampasan itu adalah urusan Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah yang akan membaginya menurut perintah Rabb-nya." Takutlah kalian akan siksa Allah dan janganlah berani berbuat maksiat kepada-Nya. Hindarilah pertikaian dan permusuhan karena harta itu, perbaikilah hubungan di antara kalian, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kalian orang-orang yang beriman. Karena sesungguhnya keimanan akan membawa ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat5 hari lalu
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Ketika Ibadah hanya penampilan

Ayat 142 — Ciri-ciri orang munafikAllah menjelaskan beberapa karakter utama orang munafik:Berusaha menipu AllahMaksudnya bukan Allah benar-benar dapat ditipu. Allah mengetahui seluruh rahasia dan isi hati. Orang munafiklah yang tertipu oleh dirinya sendiri karena mengira bahwa penampilan lahiriah sudah cukup untuk menyelamatkannya.Salat dengan malasMereka mengerjakan salat bukan karena keimanan dan rasa takut kepada Allah, tetapi karena tuntutan lahiriah. Tafsir menekankan bahwa salat merupakan amal yang sangat utama, tetapi bagi orang munafik justru dilakukan dengan berat dan tanpa kesungguhan.RiyaIbadah dilakukan agar dilihat dan dinilai manusia, bukan semata-mata karena Allah. Karena itu, mereka lebih memperhatikan ibadah yang terlihat oleh manusia dan cenderung meninggalkan atau meremehkan ibadah yang tidak diketahui orang lain.Sedikit mengingat AllahBukan sekadar sedikit mengucapkan zikir, tetapi menunjukkan bahwa hati mereka tidak benar-benar hadir dalam ibadah. Dalam salat mereka lalai, tidak khusyuk, dan tidak memahami apa yang mereka ucapkan.Ayat 143 — Hidup dalam kebimbanganOrang munafik digambarkan:“مُذَبْذَبِينَ” — berada dalam keadaan bimbang/labil.Mereka tidak benar-benar bersama orang beriman dan tidak pula terang-terangan bersama orang kafir. Lahirnya tampak bersama orang beriman, tetapi batinnya tidak demikian. Kadang mengikuti kelompok ini, kadang kelompok itu.Tafsir memberikan perumpamaan yang sangat kuat: orang munafik seperti kambing yang kebingungan di antara dua kelompok kambing. Ia berpindah-pindah dan tidak memiliki kelompok yang benar-benar diikutinya.Pada akhirnya, ayat menegaskan bahwa siapa yang dipalingkan dari jalan hidayah karena kesesatannya, tidak akan mendapatkan jalan petunjuk jika terus mempertahankan keadaan tersebut.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 hari lalu
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir An Nisa 29

Tafsir Al-MuyassarAn-Nisa (4:29)Tema: HUKUM KELUARGA (Ayat 1-35)Subtema: Islam melindungi hak milik laki-laki dan perempuan (Ayat 29-33)Catatan kaki:210057. Larangan membunuh diri sendiri mencakup juga larangan membunuh orang lain, sebab membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri karena umat merupakan suatu kesatuan.Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, tidak halal bagi kalian memakan harta sebagian dari kalian dengan cara yang tidak benar, kecuali bila ia sesuai dengan tuntunan syariat dan usaha yang halal atas dasar sukarela diantara kalian. Janganlah sebagian dari kalian membunuh sebagian yang lain sehingga kalian membinasakan diri kalian sendiri dengan melakukan dosa-dosa dan kemaksiatan-kemaksiatan. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepada kalian dalam segala apa yang Dia perintahkan kepada kalian, dan apa yang Dia larang kalian darinya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka6 hari lalu
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Bab 14 - Strategi Riil Orang Tua untuk Menangani Kemarahan

Strategi Riil Orang Tua untuk Menangani KemarahanSetiap orang tua memiliki cara yang berbeda untuk mengelola emosi saat menghadapi perilaku anak. Tidak ada satu cara yang cocok untuk semua orang. Dari berbagai pengalaman para orang tua, ada beberapa pola yang bisa dipelajari dan dicoba sesuai kebutuhan masing-masing.1. Mengambil Jeda Sebelum BereaksiKetika emosi mulai memuncak, banyak orang tua memilih untuk menjauh sejenak agar tidak bereaksi secara impulsif.Contohnya:Berjalan ke dapur atau kebun.Mengambil napas dalam-dalam.Keluar dari ruangan untuk menenangkan diri.Menutup pintu kamar beberapa saat hingga emosi lebih terkendali.Tujuannya: memberi ruang bagi diri sendiri untuk kembali tenang sebelum merespons anak.---2. Mengubah Suasana agar Ketegangan MencairTerkadang cara tercepat meredakan emosi adalah mengubah suasana hati seluruh keluarga.Contohnya:Mengajak anak tertawa.Menggelitik anak.Mengajak anak keluar rumah untuk melihat ayam atau menikmati suasana luar.Manfaatnya: tawa dan aktivitas ringan sering kali membantu mengurangi ketegangan yang sedang meningkat.---3. Mengingat Bahwa Selalu Ada Alasan di Balik Perilaku AnakBanyak orang tua merasa lebih tenang ketika berusaha memahami kebutuhan di balik perilaku anak.Mereka mengingatkan diri bahwa anak mungkin:Terlalu lelah.Terlalu banyak menerima stimulasi.Bosan.Membutuhkan perhatian.Sedang kesulitan menghadapi emosinya sendiri.Salah satu pemikiran yang sangat membantu adalah:> "Dia tidak sedang membuat saya mengalami waktu yang sulit. Dia sedang mengalami waktu yang sulit."Fokusnya: mencari penyebab perilaku, bukan hanya bereaksi terhadap perilaku itu sendiri.---4. Menggunakan Momen Sulit untuk Mengenal Diri SendiriSebagian orang tua menyadari bahwa perilaku anak kadang memunculkan luka atau perasaan yang belum selesai dalam diri mereka.Yang mereka lakukan:Mengamati emosi yang muncul.Bertanya kepada diri sendiri mengapa mereka bereaksi seperti itu.Menggunakan pengalaman mengasuh sebagai kesempatan untuk bertumbuh.Mereka menyadari bahwa:> Pengasuhan sering kali menjadi pengalaman yang membuat seseorang lebih rendah hati dan lebih mengenal dirinya sendiri.---5. Mengingatkan Diri tentang Cinta kepada AnakSaat stres mulai meningkat, beberapa orang tua sengaja mengucapkan:> "Aku mencintaimu."Kalimat ini bukan hanya ditujukan kepada anak, tetapi juga sebagai pengingat bagi diri sendiri untuk:Tetap hadir secara emosional.Tidak sekadar bereaksi.Mengingat hubungan yang lebih besar daripada masalah yang sedang terjadi.---6. Bertanya "Mengapa?"Ketika frustrasi muncul, beberapa orang tua memilih berhenti sejenak lalu bertanya:Mengapa saya bereaksi seperti ini?Mengapa anak saya bertindak seperti ini?Pertanyaan sederhana ini membantu mereka berpindah dari mode marah menjadi mode memahami.---7. Memenuhi Kebutuhan Diri SendiriBeberapa orang tua menyadari bahwa kemarahan sering meningkat ketika kebutuhan mereka sendiri tidak terpenuhi.Yang mereka lakukan:Memastikan mendapat waktu untuk diri sendiri.Mencari kesempatan beristirahat.Memprioritaskan tidur yang cukup.Pesannya: orang tua yang kelelahan lebih sulit mengelola emosi.---8. Mengingat Siapa yang Masih Belajar Mengelola EmosiKetika menghadapi ledakan emosi anak, salah satu orang tua mengingatkan dirinya:> "Siapa di antara kami yang sebenarnya belum memiliki keterampilan mengelola emosi yang kuat?"Jawabannya tentu anak.Kesadaran ini membantu orang tua:Menjadi lebih sabar.Menjadi tempat yang aman bagi anak.Menjadi "jangkar emosi" ketika anak sedang kesulitan.---9. Memberikan Koneksi Sebelum KoreksiKetika anak menjadi sangat sensitif atau merengek, sebagian orang tua memilih mendekat terlebih dahulu.Contohnya:Berlutut agar sejajar dengan anak.Mengatakan bahwa mereka mencintainya.Memberikan pelukan erat.Mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang dirasakan anak.Sering kali mereka menemukan bahwa:Ada alasan yang valid di balik perilaku anak.Anak sebenarnya sedang membutuhkan hubungan dan rasa aman.---10. Mencari Dukungan dari PasanganMengasuh anak tidak harus dilakukan sendirian.Beberapa orang tua:Menelepon pasangan untuk curhat ketika frustrasi.Meminta pasangan mengambil alih sementara saat emosi sedang tinggi.Memanfaatkan beberapa menit waktu tenang untuk memulihkan diri.Terkadang, beberapa menit istirahat dapat membuat perbedaan yang besar.---11. Menerima Bahwa Kita Tidak Akan SempurnaTidak ada orang tua yang selalu berhasil mengendalikan emosi.Salah satu orang tua mengaku:> "Sepuluh persen waktunya saya kehilangan kesabaran dan menjadi Ibu Pembentak. Sembilan puluh persen lainnya saya berhenti, menjauh, dan mencoba memahami masalahnya."Yang terpenting bukanlah menjadi sempurna, melainkan:Menyadari ketika kita salah.Mengakui kesalahan kepada anak.Meminta maaf.Memperbaiki hubungan setelahnya.Dengan begitu, anak belajar bahwa:Semua orang bisa melakukan kesalahan.Kesalahan dapat diperbaiki.Hubungan bisa dipulihkan setelah konflik.---Inti dari Semua Strategi Ini✨ Berhenti sejenak sebelum bereaksi.✨ Cari kebutuhan di balik perilaku anak.✨ Bangun koneksi sebelum memberi koreksi.✨ Rawat kebutuhan diri sendiri.✨ Minta bantuan ketika diperlukan.✨ Terima bahwa orang tua tidak harus sempurna.Karena tujuan pengasuhan bukan menjadi orang tua yang tidak pernah marah, melainkan menjadi orang tua yang mampu kembali tenang, memperbaiki kesalahan, dan terus belajar bersama anak. 💛

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 September 2026
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Ringkasan sub bab Godan Setan menjelang kematian

“Amal perbuatan itu bergantung pada penutup (akhir)nya.” (Majmu’ Fatawa, 4/256)Diantara manusia ada yang diajak setan untuk pindah agama menjelang kematiannya, dan ada pula yang tidak digoda untuk pindah agama. Dan semua itu termasuk dalam ujian hidup dan mati (fitnatul mahya wal mamat) dimana kita diajarkan untuk berlindung kepada Allah darinya.Buku: Bila Kumati. Catatan Tentang Peristiwa Kematian.Karya: Ammi Nur Baits

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 September 2026
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan ayat dari surat Az Zukhruf

1️⃣ Hati-hatilah, jangan sampai melakukan sebuah amalan yang kita kira baik dan benar tapi ternyata salah. Pastikan kita tau sumber dalilnya dengan jelas2️⃣ Berpegang dengan Al-Qur'an dan hadis adalah kunci keselamatan di dunia dan akhirat 3️⃣ Menjadikan agama dan ahli agama sebagai lelucon adalah sifat orang munafik dan orang kafir

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 September 2026
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

juz 12 ke 13 Surah Yusuf dan Tafsir surah yusuf

Tilawah juz 12 ke 13 dan Tafsir surah YusufSurah Yusuf menceritakan perjalanan hidup Nabi Yusuf عليه السلام, mulai dari masa kecil, cobaan yang dihadapi, hingga akhirnya Allah mengangkat kedudukannya. Kisah ini menunjukkan bahwa kesabaran, menjaga diri, dan tawakal kepada Allah akan membawa kebaikan, meskipun seseorang melewati banyak ujian.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI9 September 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Halaqah yang ke tiga belas dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitab Al-Ushulu As-Sittah

Halaqah yang ke tiga belas dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitab Al-Ushulu As-Sittah yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi rahimahullah.Kemudian beliau mengatakan,ثُمَّ صَارَ هَذَا الْأَصْلُ لَا يُعْرَفُ عِنْدَ أَكْثَرِ مَنْ يَدَّعِيْ الْعِلْمَ فَكَيْفَ الْعَمَلُ بِهKemudian berlalulah masa, sehingga perkara ini tidak diketahui oleh sebagian besar orang yang mengaku berilmu, apalagi beramal dengan perkara ini.Dengan berlalunya waktu dan umat Islam tertimpa dengan kejahilan, dengan syubhat, dengan syahwat, sehingga perkara ini, yaitu pentingnya taat kepada pemerintah dan penguasa tidak diketahui oleh sebagian besar orang yang mengaku memiliki ilmu.Maka bagaimana dengan beramal dengannya? Kalau mengetahui saja tidak, apalagi mengamalkan perkara ini.Dan ini yang terjadi di zaman beliau rahimahullah, demikian pula di zaman kita, banyak orang yang mengaku berilmu, memiliki kecerdasan akan tetapi di dalam masalah ketaatan kepada waliyul amr (ketaatan kepada pemerintah, kepada penguasa) ternyata mereka jauh dari tuntunan agama, bahkan menganggap bahwasanya memberontak kepada pemerintah, membicarakan kejelekan pemerintah disebut sebagai sebuah keberanian atau dipolesi dengan amar ma’ruf nahi munkar.Dianggap ini adalah bagian dari amar ma’ruf nahi munkar.Dan mereka menganggap bahwasanya orang yang mendengar dan taat kepada pemerintah dianggap sebagai seorang yang pengecut, dianggap sebagai seorang yang mencari muka di hadapan penguasa. Maka ini adalah semuanya karena seseorang tidak mengetahui tentang pentingnya mendengar dan taat kepada pemerintah.Dan bukan berarti mendengar dan taat kepada pemerintah kemudian kita tidak memberikan nasihat. Di dalam Islam, nasihat diperuntukan bagi rakyat biasa, demikian pula kepada pemerintah kaum muslimin.Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا : لِمَنْ؟ قَالَ للهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ“Agama ini adalah nasihat. Para sahabat bertanya, Ya Rasulullah, untuk siapa?”للهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْBeliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) mengatakan,وَلِأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ“Nasehat bagi pemerintah kaum muslimin demikian pula orang-orang yang awam diantara mereka.”(Hadits shahih riwayat Muslim nomor 55)Dan bahwasanya menasihati pemerintah harus memiliki adab yang baik.Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan,مَن أرادَ أن يَنصَحَ لِذي سُلطانٍ فلا يُبْدِ لهُ عَلانيةً ولِيأخذُ بيدِهِ فإن قبلَ منهُ فذاكَ وإلَّا قد أدَّى ما عليهِ“Barangsiapa diantara kalian yang ingin menasihati kepada pemerintah (penguasa) maka janganlah menampakkan nasihat tersebut.”Artinya jangan sampai menasihati seorang penguasa dan seorang pemerintah di depan khalayak ramai (di depan orang banyak).“Dan hendaklah mengambil tangannya (dan hendaklah berkhalwat dengannya).”Artinya bersendirian, tidak dilihat oleh rakyatnya, tidak didengar oleh rakyatnya, tetapi nasihat tersebut adalah nasihat secara pribadi antara dirinya dengan penguasa tersebut.Karena seorang penguasa dan pemerintah ini memiliki wibawa di depan rakyatnya, di depan bawahannya. Apabila seseorang menasehati pemerintah, menyebutkan kesalahannya diantara rakyatnya atau di depan rakyatnya tentunya ini akan menimbulkan perkara yang tidak baik. Wibawa seorang pemerintah menjadi turun, dan apabila turun maka rakyat akan enggan untuk mendengar dan taat kepada pemerintah tersebut.Dan kalau mereka tidak mau mendengar, tidak mau mentaati, maka yang terjadi adalah kerusakan di sebuah daerah.“Apabila diterima nasihatnya, maka itulah yang kita inginkan. Kalau tidak diterima maka dia telah melakukan kewajibannya.”Artinya apabila diterima nasihat kita maka itulah yang kita inginkan, kebaikan bagi penguasa adalah kebaikan bagi rakyatnya.Tapi kalau tidak diterima oleh pemerintah tersebut (oleh penguasa tersebut) maka kita sudah melaksanakan kewajiban kita sebagai seorang muslim, sebagai seorang rakyat, yaitu memberikan nasihat kepada pemerintah dan penguasa kita. Adapun dia tidak menerima nasihat kita, maka ini urusan dia dengan Allah Subhānahu wa Ta’āla.Ini adalah petunjuk Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam di dalam menasihati pemerintah, bukan menunjukkan kesalahan pemerintah dan mengobralnya di depan umum ketika khutbah-khutbah, ketika ceramah-ceramah, maka ini semua melanggar petunjuk Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 September 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Root & wings 1 - pengenalan terhadap berbagai bidang kreatif kepada anak

Kreativitas tidak bisa muncul begitu saja. Menurut sebuah penelitian (Weisberg, 1992), "Pemikiran kreatif yang luar biasa tidak muncul dengan sendirinya. Sebaliknya, itu merupakan hasil pembelajaran, pemikiran, dan persiapan selama bertahun-tahun." Anak-anak sangat dipengaruhi pancingan dan dukungan sosial dari lingkungan mereka.Mereka butuh lingkungan yang dipahat dengan hati-hati lewat pengenalan terhadap berbagai bidang kreatif yang luas secara konsisten. Secara puitis Einstein menyebutnya kenikmatan melihat dan mencari.Perkenalkan anak terhadap minat kreatif yang beragam.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 September 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Berhentilah membesar-besarkan beban kerja anda

Berhentilah membesar-besarkan beban kerja andaSumber : Don't sweat the small stuff with your family Meskipun beban kerja di rumah yang mesti diselesaikan dalam tenggang waktu yang teratur memang sangat banyak terdapat dipungkiri lagi ada kecenderungan yang sifatnya hampir universal yaitu terlalu membesar-besarkan jumlah beban kerja dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Sebelum anda melompat ke hadapan saya dan berkata "ngomong memang gampang beban kerja saya tidak lebih-lebihkan." Saya akui saya sama buruknya dengan orang lain dalam masyarakat bendungan ini. Sering Saya menyadari bahwa berkali-kali saya berkata, "Aku seharian bersih-bersih terus" atau "aku perlu 4 jam untuk membersihkan loteng". Pernyataannya saya bersih-bersih baling-baling cuma beberapa jam atau membersihkan loteng pun hanya satu dua jam. Seorang teman biasa berkata "bisa seharian memberi makan buat kalian" kepada anak-anaknya. Dan meskipun memang benar ia mengurusi anak-anaknya hampir sepanjang hari, dalam meskipun memberi makan merupakan proses yang signifikan ia kini mengakui bahwa untuk menyiapkan memberi makan dan beres-beres setelah makan ternyata hanya memakan waktu selama satu setengah jam. Ini tampak sangat berat karena jika anda membesar-besarkan jumlah energi yang dihabiskan untuk melakukan banyak kegiatan akan mudah menjadi tampak melelahkan seakan-akan seluruh hidup Anda tak bisa dimanfaatkan untuk apa-apa lagi selain tugas-tugas. Sayangnya pola semacam ini terjadi semacam simbol status, baik itu berupa kelihatan lebih sibuk daripada orang lain mengeluh ke teman-teman ke pasangan dan ke anak-anak mengenai semua yang kita kerjakan. Anda praktis tidak pernah mendengar seseorang mengaku telah menghabiskan waktu setengah jam untuk bersantai atau membaca majalah di sofa atau bahwa ia telah mengingat bahwa seorang teman baik selama beberapa waktu meskipun kenyataannya kegiatan ini mungkin merupakan bagian kecil hari anda. Sepintas selalu tampaknya bukan masalah besar bila kita agak melebih-lebihkan pekerjaan yang kita lakukan di rumah. Tetapi bila Anda mencermatinya Anda akan menemukan fakta yang mengejutkan. Bila anda melebih-lebihkan pekerjaan daripada yang sesungguhnya anda lakukan ini membutuhkan banyak energi mental menjadikannya tidak proporsional dan membuat hidup anda tampak lebih suka daripada yang sebenarnya. Ini juga akan membuat Anda menyesali diri dan menciptakan perasaan tak berdaya. Mau dibelikan juga ikut andil terhadap kelelahan mental dan fisik karena selalu mengingatkan anda seberapa banyak yang harus dilakukan sudah berapa tugas yang telah dikerjakan dan betapa sedikitnya waktu yang ada untuk mengerjakannya semua. Akhirnya ini akan membuat Anda jauh dari perasaan bersyukur karena anda jadi kehilangan perspektif dan kesabaran. Dengan kata lain bukannya membuat anda menerima semua tanggung jawab merawat rumah sebagai sebagian dari paket keseluruhan artinya kalau punya rumah memang harus bertanggung jawab perawatnya pola ini justru mendorong Anda memfokuskan diri pada jumlah pekerjaan yang harus dilakukan. Anda kehilangan pandangan akan gambaran yang lebih besar dan akhirnya membenci apa yang kenyataannya justru merupakan keistimewaan. Sekali lagi saya ingin menekankan bahwa saya tidak bermaksud mengatakan bahwa pekerjaan rumah tangga itu bukannya tidak banyak. Percayalah Saya juga setuju dengan anda mengenai ini dan saya bukannya tidak menghargai pria atau wanita yang mau mengerjakan bagian tugas yang sulit ini yang kebanyakan kurang dihargai. Namun fakta yang ada jika anda menghindari kecenderungan melebih-lebihkan tugas daripada yang sebenarnya maka tingkat stres yang anda alami berkaitan dengan kehidupan rumah tangga akan jauh menurun .Anda akan mampu menghargai waktu santai dan saat-saat anda menikmati sendirian dan tidak lagi memfokuskan diri pada bahwa hidup anda cuma berupa rentetan tugas-tugas rumah tangga. Mulailah dari hal ini cobalah untuk menghilangkan kecenderungan membesar-besarkan beban kerja sehingga Anda dapat terfokus pada kegembiraan hidup.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 September 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS. Ali 'Imran ayat 75-76

75 Sebagian Ahli Kitab apabila kamu menitipkan kepada-Nya suatu amanah berupa harta yang banyak maka ia akan menyerahkan amanah itu kepadamu. Akan tetapi, sebagian dari mereka apabila kamu menitipkan kepada-Nya sebuah amanah berupa harta yang sedikit maka ia tidak akan mengembalikan amanah itu kepadamu kecuali jika kamu terus-menerus mendesaknya agar memberikannya. Hal itu disebabkan oleh adanya ucapan dan anggapan mereka yang sesat: “Kami tidak berdosa bila kami memakan harta orang-orang Arab (secara ilegal) karena Allah telah memperbolehkannya untuk kami.” Mereka melontarkan kebohongan itu, padahal mereka tahu bahwa mereka telah berkata dusta atas nama Allah. Mereka tetap berdosa. Tetapi siapa yang mau menepati janjinya kepada Allah dengan menyatakan beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya, dan menepati janjinya kepada sesama manusia dengan cara memberikan amanahnya, serta takut kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa dan akan memberi mereka balasan yang sebaik-baiknya.76 Sesungguhnya orang-orang yang menukar wasiat Allah kepada mereka agar mereka mengikuti apa yang Dia turunkan di dalam kitab suci-Nya dan dibawa oleh para rasul-Nya, serta melaksanakan sumpah mereka untuk menepati janji mereka kepada Allah; (mereka menukar itu semua) dengan sedikit kesenangan dunia, mereka itu tidak akan mendapatkan bagian dari ganjaran akhirat. Allah tidak akan berbicara kepada mereka dengan sesuatu yang menyenangkan hati mereka. Allah juga tidak akan memandang mereka dengan pandangan kasih sayang di hari Kiamat, tidak akan menyucikan mereka dari kotoran dosa dan kekufuran, dan mereka akan mendapatkan azab yang sangat pedih

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →