๐Ÿ“ฐ Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

โœ๏ธ Buat Laporan
๐Ÿ“– Jejak Ayat5 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

๐Ÿ“ Kabupaten Serang

Jejak Ayat 5 Agustus 2026

Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-Anโ€™am: 76-79Makna Potongan Ayat (Al-An'am: 77โ€“79)โ€‹Terbitnya Rembulan dan Matahari:โ€‹Ketika melihat bulan dan matahari terbit/muncul bersinar terang, Nabi Ibrahim berkata, "Inilah Tuhanku... ini yang lebih besar" (bentuknya lebih besar dan sinarnya lebih terang).โ€‹Namun setelah keduanya terbenam di ufuk barat, beliau menyadari jika Tuhannya tidak memberi petunjuk, pastilah beliau termasuk orang sesat.โ€‹Berlepas Diri dari Kemusyrikan:โ€‹Ketika semua benda langit itu tenggelam, beliau berseru: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan" (meninggalkan penyembahan benda-benda langit).โ€‹Memurnikan Ibadah Hanya kepada Allah:โ€‹Beliau mengikhlaskan agama dan ibadahnya hanya kepada Pencipta langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya.โ€‹Beliau menghadapkan diri secara hanif (cenderung kepada agama yang benar dan berpaling dari kemusyrikan menuju ketauhidan) serta menegaskan bukan dari golongan musyrik.Perbedaan Pendapat Ulama: Renungan (Nazhar) vs Perdebatan (Munazharah)โ€‹Pendapat Pertama (Fase Renungan/Pencarian):โ€‹Ibnu Jarir (melalui jalur Ali ibnu Abu Talhah dari Ibnu Abbas) memilih pendapat bahwa saat itu Nabi Ibrahim sedang dalam fase renungan/pencarian, berdalil dengan kalimat "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk..." (Al-An'am: 77).โ€‹Muhammad ibnu Ishaq serta ulama Salaf/Khalaf menceritakan riwayat bahwa peristiwa ini terjadi setelah beliau keluar dari gua tempat persembunyiannya (ibunya melahirkannya di gua karena takut ancaman Raja Namrud yang hendak membunuh bayi laki-laki). Namun, riwayat ini berisi hal-hal aneh yang bertentangan dengan hukum alam.โ€‹Pendapat Kedua (Fase Perdebatan/Mendebat Kaumnya - Pendapat yang Benar):โ€‹Status Sebenarnya: Pendapat yang kuat dan benar adalah Nabi Ibrahim dalam kedudukan mendebat (munazharah) kaumnya untuk membongkar kebatilan penyembahan berhala dan benda langit.โ€‹Tahapan Perdebatan:โ€‹Mendebat Ayahnya: Menjelaskan kesalahan menyembah berhala bumi yang dibentuk menyerupai malaikat.Mendebat Kaumnya (Penyembah Bintang): Menjelaskan kesesatan menyembah 7 bintang beredar (Bulan, Merkurius, Venus, Matahari, Mars, Jupiter, Saturnus).Sanggahan Bertahap:โ€‹Bintang Venus/Bintang: Tidak layak jadi Tuhan karena ditundukkan dan beredar pada garis edar tertentu lalu tenggelam.โ€‹Bulan & Matahari: Memiliki karakter yang sama, hanya sekadar cahaya yang terlihat dan ciptaan yang ditundukkan.โ€‹Kesimpulan Perdebatan: Setelah membuktikan kebatilannya, beliau berlepas diri dari penyembahan bintang dan menantang tipu daya mereka. Beliau menegaskan hanya menyembah Pencipta dan Pengatur benda langit tersebut (sebagaimana dipaparkan dalam QS. Al-A'raf: 54).Dalil Kesucian Fitrah Nabi Ibrahim a.s.โ€‹Mustahil bagi seorang Nabi dan kekasih Allah (Khalilullah) berada dalam keraguan/pencarian Tuhan, berdasarkan dalil-dalil berikut:โ€‹Pujian Allah atas Ketauhidan Ibrahim a.s.:โ€‹QS. Al-Anbiyaa: 51โ€“52: Allah telah menganugerahkan hidayah kebenaran kepada Ibrahim sebelum Musa dan Harun.โ€‹QS. An-Nahl: 120โ€“123: Ibrahim adalah teladan yang patuh, hanif, tidak pernah musyrik, dan Nabi Muhammad ๏ทบ diperintahkan mengikuti agamanya.โ€‹QS. Al-An'am: 161: Agama Ibrahim adalah agama yang lurus dan bukan tergolong orang musyrik.โ€‹Dalil Fitrah Kesucian:โ€‹Hadis Sahihain: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah." (HR. Bukhari & Muslim dari Abu Hurairah).โ€‹Hadis Sahih Muslim: "Sesungguhnya Aku ciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif..." (HR. Muslim dari Iyad ibnu Hammad).โ€‹QS. Ar-Ruum: 30 & QS. Al-A'raf: 172: Manusia diciptakan di atas fitrah tauhid.KesimpulanJika manusia biasa saja diciptakan di atas fitrah tauhid, maka Nabi Ibrahim a.s. adalah orang yang paling utama memiliki fitrah yang sehat dan lurus (setelah Rasulullah ๏ทบ). Oleh karena itu, beliau sedang mendebat kaumnya yang musyrik, bukan sedang meragukan Tuhan.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“– Jejak Ayat5 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

๐Ÿ“ Kota Makassar

QS. Al Qalam: 32

Tafsir Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:32)Setelah itu, mereka berharap ampunan Allah ๏ทป. (60)Kisah Ashabul Jannah (pemilik kebun) ini menjadi dalil bahwa orang yang telah bertekad untuk melakukan keburukan maka Allah sudah mencatatnya sebagai dosa, tanpa dilihat apakah dia berhasil melakukannya atau tidak. Sebagaimana para pemilik kebun tersebut, mereka baru bertekad untuk menghalangi orang miskin di malam hari dan belum melakukannya. Akan tetapi Allah ๏ทป telah mengirimkan azab sebelum mereka berhasil mewujudkan niatnya(61). Oleh karenanya, ini juga menunjukkan bahwa pelit adalah akhlak yang buruk. Oleh karenanya Allah ๏ทป menamakan pelit dengan ููŽุงุญูุดูŽุฉ (perbuatan keji) (62). Sebagaimana dalam firman Allah ๏ทป,ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ูŠูŽุนูุฏููƒูู…ู ุงู„ู’ููŽู‚ู’ุฑูŽ ูˆูŽูŠูŽุฃู’ู…ูุฑููƒูู…ู’ ุจูุงู„ู’ููŽุญู’ุดูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุนูุฏููƒูู…ู’ ู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽููŽุถู’ู„ู‹ุง ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงุณูุนูŒ ุนูŽู„ููŠู…ูŒโ€œSyaithan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.โ€ (QS. Al-Baqarah : 268)Intinya, meskipun sikap pelit mereka belum dikerjakan dan baru sekadar azam, ternyata Allah ๏ทป telah turunkan azab(63). Kaidah ini juga ditunjukkan oleh dalil-dalil yang lain, di antaranya sabda Nabi ๏ทบ,ุฅูุฐูŽุง ุงู„ู’ุชูŽู‚ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงู†ู ุจูุณูŽูŠู’ููŽูŠู’ู‡ูู…ูŽุงุŒ ููŽุงู„ู’ู‚ูŽุงุชูู„ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽู‚ู’ุชููˆู„ู ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูุŒ ู‚ูŽุงู„ููˆุง: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ู‚ูŽุงุชูู„ูุŒ ููŽู…ูŽุง ุจูŽุงู„ู ุงู„ู’ู…ูŽู‚ู’ุชููˆู„ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ู‚ูŽุชู’ู„ูŽ ุตูŽุงุญูุจูู‡ูโ€œJika dua orang muslim berperang dengan pedang mereka, yang membunuh dan yang terbunuh masuk neraka.โ€ para sahabat bertanya, โ€˜Wahai Rasulullah, yang membunuh tentu saja (masuk neraka), tetapi bagaimana dengan yang terbunuh?โ€™. Beliau menjawab, โ€˜Yang terbunuh juga ingin membunuh kawannyaโ€™.โ€(64)Oleh karenanya, kita harus ketahui bahwa jika seseorang telah berniat buruk dan telah berazam, atau bahkan telah melakukan usaha, maka berhasil atau tidak dia telah mendapatkan dosa(65). Contoh zaman sekarang ini adalah seseorang yang masuk ke dunia internet dan hendak membuka situs-situs pornografi. Akan tetapi ternyata situs yang dia kunjungi tersebut terblokir. Berkali-kali dia mengulangi usaha tersebut untuk mencari situs yang lain, namun ternyata tetap terblokir. Ketahuilah bahwa usahanya tersebut telah dinilai dosa.Sebagian ulama dalam buku-buku tafsir juga menjadikan kisah ini sebagai dalil bahwasanya jika ada seseorang yang memiliki harta yang telah mencapai nishab dan sebentar lagi tiba haulnya, namun dia kemudian mengeluarkan sebagiannya agar berkurang dari nishab dan agar tidak berzakat, maka dia telah berdosa. Dan Allah ๏ทป Maha Mengetahui niat seseorang sengaja atau tidak. Karena yang demikian pula dia telah melakukan keburukan berupa mencegah hak orang miskin sebagaimana kisah Ashabul Jannah. Akan tetapi jika ditemukan ada orang yang seperti ini, maka sebagian ulama berpendapat bahwa dari orang tersebut tetap ditarik sebagian dari hartanya sebagai zakat(66). Kisah ini juga merupakan dalil bahwa siapa yang tidak mensyukuri nikmat maka akan dicabut oleh Allah. Seorang ulama berkata :ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุดู’ูƒูุฑู ุงู„ู†ู‘ูุนูŽู…ูŽ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุชูŽุนูŽุฑู‘ูŽุถูŽ ู„ูุฒูŽูˆูŽุงู„ูู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽูƒูŽุฑูŽู‡ูŽุง ููŽู‚ูŽุฏู’ ู‚ูŽูŠู‘ูŽุฏูŽู‡ูŽุง ุจูุนูู‚ูŽุงู„ูู‡ูŽุงโ€œBarangsiapa tidak mensyukuri nikmat berarti dia telah menjadikan nikmat tersebut terancam untuk hilang, dan barangsiapa mensyukurinya berarti dia mengikatnya dengan ikatannyaโ€. (67)

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka5 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

๐Ÿ“ Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Para ahli tafsir mengungkapkan bahwa di zaman Fir'aun, para dukun meramalkan kelahiran seorang anak yang akan menggulingkan singgasana Fir'aun pada tahun tertentu. Oleh karena itu, Fir'aun mengutus pasukannya untuk mencari siapa pun yang lahir. Bahkan, jika ada seorang wanita yang hendak melahirkan, mereka akan menunggu hingga proses persalinan selesai. Apabila bayi yang lahir adalah laki-laki, bayi tersebut akan dibunuh; namun jika yang lahir perempuan, maka dibiarkan hidup.Sebagian ulama menyatakan bahwa Nabi Harun @ selamat dari pembunuhan karena ia lahir pada tahun sebelum atau sesudah tahun yang diramalkan, sehingga ia berhasil selamat dari Fir'aun dan pasukannya.Fir'aun merupakan orang yang paling sombong. Bukan hanya mengaku sebagai tuhan, bahkan ia mengklaim dirinya sebagai Tuhan Yang Mahatinggi.Namun, Allah ุฌู„ ุฌู„ุงู„ู‡ tidak ingin mengazab Fir'aun secara seketika, padahal sangat mudah bagi-Nya untuk membunuh Fir'aun dalam sekejap jika itu yang dikehendaki. Allah ุฌู„ ุฌู„ุงู„ู‡ membiarkan Fir'aun hidup dalam jangka waktu yang cukup lama agar Nabi Musa dapat menggulingkan takhtanya.Allah ุฌู„ ุฌู„ุงู„ู‡ menghendaki agar azab bagi Fir'aun datang dengan cara-Nya, yaitu dengan membiarkannya hidup dengan tenang terlebih dahulu. Ketika tiba saatnya, ia akan dihancurkan.Fir'aun mengkhawatirkan anak yang akan lahir dan kelak akan menggulingkan kerajaannya. Allah ุฌู„ ุฌู„ุงู„ู‡ ingin memperlihatkan apa yang mereka khawatirkan tersebut sebagai sebuah kenyataan.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka5 Agustus 2026
H

Halida Achmad Bagraff

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Ringkasan bab 2 - Sub bab modal takwa itu jalan keselamatan dalam berumah tangga

Berkah memiliki makna: (1) kebaikan yang langgeng dan tetap, (2) kebaikan yang melimpah dan bertambah. Berkah turun karena iman dan takwa.Orang yang bertakwa akan menerim rezeki dari jalan yang tak terduga, namun bukan berarti orang yang tidak bertakwa tidak mendapat rezeki. Bahkan setiap makhluk akan diberi rezeki.Oranh yang bertakwa tidak akan dihalangi dari rezeki yang ia butuhkan. Jika mereka tidak mendapatkan kelimpahan materi dunia, itu adalah bagian dari rahmat dan kebaikan Allah. Bisa jadi, jika rezeki diluaskan malah akan membawa bahaya dan jika disempitkan justru menjadi rahmat bagi mereka.Buku: Cinta janji dan ujian dalam berumah tanggaKarya: Dr. Muhammad Abduh Tuasikal

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka5 Agustus 2026
H

Haerul Anisa

๐Ÿ“ Kabupaten Bandung

Wasiat Kedua - Melihat Kepada Orang yang Lebih Rendah Kedudukannya dalam Hal Materi dan Penghidupan

Ketika standar kenikmatan dunia kita adalah nikmat orang lain, tak jarang hal ini akan mematikan rasa syukur kita.Tentang dunia, sebetulnya kita sedang di didik menjadi orang yang pandai bersyukur dan bersikap Qana'ah, yaitu merasa cukup dengan pemberian Karunia Allah kepada kita.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka5 Agustus 2026
D

Dewi Hajar Novanda

๐Ÿ“ Kota Depok

Bab 12 - Penutup

Tidak Ada Jalan Pintas Menghentikan Kebiasaan Anak Mengumpatโ€ข Mengubah kebiasaan mengumpat membutuhkan waktu.โ€ข Penyebabnya sering kali beragam.โ€ข Perilaku ini berkaitan dengan perkembangan kemampuan anak dalam mengendalikan impuls dan mengelola stres.โ€ข Karena itu, jangan berharap perubahan terjadi dalam semalam.โ€ข Ulangi strategi yang tepat secara konsisten, meskipun perlu dilakukan berkali-kali.Yang Perlu Diingat Orang Tuaโ€ข Kebiasaan anak mengumpat bukan berarti Anda orang tua yang buruk.โ€ข Ini adalah perilaku yang cukup umum dan dapat terjadi pada banyak anak.โ€ข Jika anak mengumpat di tempat umum, jangan langsung menyalahkan diri sendiri.โ€ข Namun, perilaku ini juga tidak boleh dibiarkan begitu saja.โ€ข Dengan kesabaran, konsistensi, dan pendekatan yang tepat, kebiasaan mengumpat dapat berkurang, bahkan berhenti."Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Mereka membutuhkan orang tua yang tetap tenang, sabar, dan konsisten membimbing mereka."

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“– Jejak Ayat5 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

๐Ÿ“ Kabupaten Banggai

Tafsir qur'an

Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqฤn (25:23)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Catatan kaki:210831. Maksud amal mereka di sini ialah amal-amal mereka yang baik-baik yang mereka kerjakan di dunia. Amal-amal itu tidak dibalasi oleh Allah Subแธฅฤnahu wa Taโ€˜ฤlฤ karena mereka tidak beriman.Firman Allah subhanahu wata'ฤla:Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan (Al Furqaan:23).Ini terjadi pada hari kiamat di saat Allah menghisab amal perbuatan yang telah dilakukan oleh semua hamba, amal yang baik dan amal yang buruk. Maka Allah memberitahukan bahwa orang-orang musyrik itu tidak akan memperoleh sesuatu imbalan pun dari amal-amal perbuatan yang telah mereka lakukan, padahal mereka menduga bahwa amal perbuatannya itu dapat menyelamatkan diri mereka. Demikian itu karena amal perbuatannya tidak memenuhi syarat yang diakui oleh syariat, yaitu ikhlas dalam beramal karena Allah atau mengikuti syariat Allah. Setiap amal perbuatan yang dilakukan tidak secara ikhlas dan tidak sesuai dengan tuntunan syariat yang diridai adalah batil. Amal perbuatan orang-orang kafir itu tidak memenuhi salah satu dari kedua syarat tersebut, dan adakalanya kedua syarat tersebut tidak terpenuhi sehingga lebih jauh dari diterima. Untuk itu.Allah subhanahu wata'ฤla berfirman: Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kamijadiยญkan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (Al Furqaan:23)Mujahid dan As'-Sauri mengatakan bahwa makna qadimna ialah Kami hadapi. Hal yang sama dikatakan oleh As-Saddi, sedangkan sebagian lain ada yang mengatakannya 'Kami datangi'.Firman Allah subhanahu wata'ฤla:lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (Al Furqaan:23)Sufyan As-Sauri mengatakan dari Abu Ishaq, dari Al-Haris, dari Ali r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya: debu yang beterbangan. (Al Furqaan:23) Yaitu sinar matahari apabila memasuki sebuah lubang dinding.Hal yang sama diriwayatkan dari perawi lainnya yang bukan hanya seorang, dari Ali r.a. Hal yang semisal diriwayatkan-pula dari Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Sa'id Ibnu Jubair, As-Saddi, Ad-Dahhak, dan lain-lainnya.Hal yang sama dikatakan oleh Al-Hasan Al-Basri, yaitu sinar matahari yang memasuki lubang dinding rumah seseorang di antara kalian, seandainya dia meraupkan tangannya pada sinar itu, ia tidak dapat menangkapnya.Ali ibnu AbuTalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: debu yang beterbangan. (Al Furqaan:23) Yang dimaksud ialah air yang ditumpahkan.Abul Ahwas meriwayatkan dari Abu Ishaq. dari Al-Haris, dari Ali, โ€œhaba 'amansuran" bahwa makna al-haba ialah laratnya hewan. Hal yang semisal diriwayatkan pula oleh Ibnu Abbas dan Ad-Dahhak, juga dikatakan oleh Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam.Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: debu yang beterbangan. (Al Furqaan:23) Tidakkah engkau melihat pohon yang kering bila tertiup angin? Makna yang dimaksud adalah seperti dedaunannya yang berguguran itu.Abdullah Ibnu Wahb mengatakan, telah menceritakan kepadaku Asim ibnu Hakim, dari Abu Sari' At-Ta-i,dari Ubaid ibnu Ya'la yang mengatakan bahwa sesungguhnya al-haba itu adalah debu yang diterbangkan oleh angin.Kesimpulan dari semua pendapat di atas mengisyaratkan kepada makna yang dikandung oleh ayat. Demikian itu karena mereka telah melakukan banyak amal perbuatan yang menurut dugaan mereka benar. Tetapi ketika ditampilkan di hadapan Raja, Hakim Yang Mahaadil, yang tidak pernah kelewat batas dan tidak pernah menganiaya seseorang (Dialah Allah), ternyata kosong belaka, tiada artinya sama sekali. Kemudian hal itu diumpamakan dengan sesuatu yang tiada artinya lagi berserakan, yang oleh pemiliknya tidak ada artinya sama sekali. Hal yang sama telah diungkapkan oleh Allah subhanahu wata'ฤla melalui firman-Nya:Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras. (Ibrahim:18), hingga akhir ayat.Dan firman Allah subhanahu wata'ฤla:Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan Dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah Dia bersih (tidak bertanah). mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan. (Al Baqarah: 264)Juga firman Allah subhanahu wata'ฤla:Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang- orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun. (An Nuur:39)

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“– Jejak Ayat5 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

๐Ÿ“ Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar

Surah Al Anfal ayat 24Wahai orang-orang yang percaya kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya dengan patuh pada apa yang keduanya perintahkan dan menjauhi apa yang keduanya larang, apabila kehidupan bagi kalian, serta yakinlah bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Dia sanggup membuat kalian terhalang dari kepatuhan pada kebenaran setelah kalian menolaknya. Oleh karena itu, bersegeralah menerima kebenaran itu dan yakinlah bahwa kalian akan dikumpulkan di hadapan Allah saja pada hari kiamat kelak, kemudian Dia akan memberikan balasan yang setimpal kepada kalian menurut amal perbuatan yang kalian kerjakan di dunia.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka5 Agustus 2026
L
Lisna Nurul Hikmah

๐Ÿ“ Kabupaten Banyumas

Bab 1 tidak menambah dan mengurangi Istiqomah

"Dan janganlah kamu melampaui batas" yaitu jangan menambah dan berlebih-lebihan dalam Istiqomah, karena seseorang keluar (melenceng) dari istiqomah itu dengan dua perkara; dengan menambah nambah atau dengan mengurangi. Tentang menambah-nambah, manusia harus menjauhi perkara tersebut adapun tentang pengurangan manusia diciptakan serba kekurangan tidak ada seorang manusia yang selamat dari kekurangan. Tetapi Allah Subhanahu wa ta'ala menjadikan jalan keluar baginya dengan beristighfar, Allah berfirman "karena itu tetaplah kamu beribadah kepadanya dan mohonlah ampun kepadanya" Q.S fussilat ayat 6 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda "istiqomahlah kalian dan kalian pasti tidak akan mampu, ketahuilah sesungguhnya sebaik-baik amalan kalian adalah salat dan tidak ada yang senantiasa menjaga wudhunya melainkan seorang mukmin."

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka5 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

๐Ÿ“ Kabupaten Kutai Timur

Strategi Menghadapi Persaingan Antarsaudara

(Bagian 3)Turun Tangan Saat Ada Bahaya, Melambat dan Bicarakan Saat Sudah Aman๐Ÿšจ Turun Tangan (Situasi Berbahaya)๐ŸŒผ Segera hentikan perilaku yang membahayakanSaat anak memukul, melempar, mengancam, atau menyerang secara verbal, orang tua perlu mengambil kendali.๐Ÿ’ฌ Kalimat yang dapat digunakan"Ibu tidak akan membiarkan kamu memukul adikmu. Kamu boleh marah, dan Ibu akan membantumu menemukan cara lain untuk mengungkapkannya."๐ŸŒผ Bila perlu, lakukan tindakan fisik yang amanMenahan anak atau memisahkan mereka sementara agar semua tetap aman.๐Ÿ’ฌ Saat perlu dipisahkan"Masuklah ke kamar masing-masing sekarang. Tugas Ibu adalah menjaga semua orang tetap aman."๐Ÿ’ฌ Kepada anak yang lain"Ibu tahu ini tidak menyenangkan bagimu. Saudaramu sedang membutuhkan bantuan Ibu untuk menenangkan tubuhnya. Ibu akan segera kembali kepadamu."๐ŸŒฟ Melambat dan Bicarakan (Bahaya Sudah Mereda)๐ŸŒผ Perlambat situasi, jangan langsung menyelesaikannya๐Ÿ’ฌ Berikan contoh menenangkan diri"Ibu perlu menarik napas dalam-dalam."Contoh KasusAnak-anak berebut mobil pemadam kebakaran.Daripada berkata:"Kakak dulu, adik nanti."Cobalah mengatakan:"Ibu pegang dulu mobil pemadam kebakarannya, ya. Sekarang kita tarik napas dalam-dalam."Lalu lanjutkan:"Hmm... dua anak, satu mobil pemadam. Itu memang sulit. Menurut kalian, apa yang bisa kita lakukan?"๐ŸŒผ TujuannyaMembantu anak menenangkan tubuhnya terlebih dahulu agar mampu menemukan solusi bersama.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’