📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat9 September 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS. Ali 'Imran ayat 75-76

75 Sebagian Ahli Kitab apabila kamu menitipkan kepada-Nya suatu amanah berupa harta yang banyak maka ia akan menyerahkan amanah itu kepadamu. Akan tetapi, sebagian dari mereka apabila kamu menitipkan kepada-Nya sebuah amanah berupa harta yang sedikit maka ia tidak akan mengembalikan amanah itu kepadamu kecuali jika kamu terus-menerus mendesaknya agar memberikannya. Hal itu disebabkan oleh adanya ucapan dan anggapan mereka yang sesat: “Kami tidak berdosa bila kami memakan harta orang-orang Arab (secara ilegal) karena Allah telah memperbolehkannya untuk kami.” Mereka melontarkan kebohongan itu, padahal mereka tahu bahwa mereka telah berkata dusta atas nama Allah. Mereka tetap berdosa. Tetapi siapa yang mau menepati janjinya kepada Allah dengan menyatakan beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya, dan menepati janjinya kepada sesama manusia dengan cara memberikan amanahnya, serta takut kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa dan akan memberi mereka balasan yang sebaik-baiknya.76 Sesungguhnya orang-orang yang menukar wasiat Allah kepada mereka agar mereka mengikuti apa yang Dia turunkan di dalam kitab suci-Nya dan dibawa oleh para rasul-Nya, serta melaksanakan sumpah mereka untuk menepati janji mereka kepada Allah; (mereka menukar itu semua) dengan sedikit kesenangan dunia, mereka itu tidak akan mendapatkan bagian dari ganjaran akhirat. Allah tidak akan berbicara kepada mereka dengan sesuatu yang menyenangkan hati mereka. Allah juga tidak akan memandang mereka dengan pandangan kasih sayang di hari Kiamat, tidak akan menyucikan mereka dari kotoran dosa dan kekufuran, dan mereka akan mendapatkan azab yang sangat pedih

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI9 September 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Halaqah 88 | Celakalah Orang yang Membantah Allāh ﷻ dalam Masalah Takdir

Kitab: Aqidah Ath-ThahawiyahPemateri: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.APenulis : Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāhالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهHalaqah yang ke-88 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-Aqidah Ath-Thahawiyah yang ditulis oleh Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāh.Beliau mengatakan rahimahullāh:فَوَيْلٌ لِمَنْ صَارَ لِلَّهِ فِي القَدَرِ خَمِيصًاMaka celaka binasa orang yang di dalam masalah takdir dia menjadi orang yang membantah Allāh.Celaka orang yang membantah Allāh dalam masalah takdir seperti yang sudah berlalu. Dia mengatakan, “Lima fa’ala?” Kenapa Allāh ﷻ mengatakan demikian? Kenapa Allāh mentakdirkan seperti ini? Kenapa Allāh ﷻ seperti ini?لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ“Allāh tidak ditanya tentang apa yang Dia lakukan, merekalah yang akan ditanya.”Kalau dia masih bertanya seperti itu dan dia membantah Allāh ﷻ dengan mengatakan, “Lima fa’ala?” Kenapa Allāh ﷻ melakukan demikian? Kenapa Allāh menyesatkan si fulan? Kenapa Allāh ﷻ memberikan hidayah kepada si Fulan. Orang yang demikian celaka, binasa, karena Allāh ﷻ tidak ditanya tentang apa yang Dia lakukan.Kewajiban seorang hamba hanyalah meyakini bahwa Allāh ﷻ tidak melakukan semua ini kecuali dengan hikmah. Allāh ﷻ tidak mungkin bertindak zalim. Itu yang harus ada di dalam hati seseorang. Pasti dalam apa yang Allāh ﷻ lakukan, apapun itu, pasti ada hikmahnya. Allāh ﷻ tentunya tidak sama dengan makhluk. Allāh ﷻ melakukan segala sesuatu dengan hikmah. Di antara nama Allāh ﷻ adalah al-Ḥakīm.Seseorang mendapatkan hidayah karena memang dia berhak untuk mendapatkan hidayah. Seseorang sesat karena dia memang berhak untuk mendapatkan kesesatan tersebut. Mungkin kita yang belum memahami, tapi Allāh ﷻ tidak melakukan itu kecuali dengan hikmah. Tidak mungkin Allāh ﷻ berbuat zalim. Allāh ﷻ memberikan hidayah itu adalah karunia-Nya, dan Allāh ﷻ menyesatkan itu adalah keadilan dari Allāh ﷻ. Makaفَوَيْلٌ لِمَنْ صَارَ لِلَّهِ فِي القَدَرِ خَمِيصًاcelaka orang yang membantah Allāh ﷻ dalam masalah takdir.Berimanlah dengan takdir, pasrahlah dengan apa yang sudah Allāh ﷻ takdirkan. Dan pasrah di sini bukan berarti seseorang tidak mengambil sebab, tapi seseorang menyadari bahwa semuanya sudah ditakdirkan oleh Allāh ﷻ. Orang yang mengambil sebab itu bukan berarti dia membantah apa yang Allāh ﷻ takdirkan.Membantah itu seperti orang yang mengatakan tadi, “Kenapa Allāh?” Itu membantah. Namun, kalau seseorang meyakini bahwa segala sesuatu sudah ditakdirkan oleh Allāh ﷻ, dan dia menyadari bahwa Allāh ﷻ memerintahkan dia untuk mencari rezeki, memerintahkan dia untuk beramal shalih, kemudian dia beramal shalih, maka ini bukan berarti dia menentang takdir Allāh ﷻ. Sudah berlalu bahwa setiap orang akan dimudahkan untuk melakukan sesuatu yang dia ditakdirkan untuknya.وأَحْضَرَ لِلنَّظَرِ فِيِهِ قَلْبًا سَقِيمًاCelaka orang yang ketika memikirkan takdir, dia mendatangkan hati yang rusak, hati yang berpenyakit, hati yang berprasangka buruk kepada Allāh ﷻ, bahwasanya Allāh zalim, Allāh ﷻ tidak adil, dan seterusnya. Dia memahami takdir dengan hati yang rusak. Maka, celaka orang yang demikian, yaitu memikirkan dan beriman kepada takdir Allāh ﷻ, tetapi dengan hati yang rusak.لَقَدِ الْتَمَسَ بِوَهْمِهِ فِي فَحْصِ الغَيْبِ سِرًّا كَتِيمًاOrang yang memikirkan tentang masalah takdir dengan hati yang rusak, kalau hatinya bersih, maka dia akan memikirkan takdir Allāh ﷻ sesuai dengan apa yang Allāh ﷻ gariskan. Itulah hati yang bersih. Husnudzhan, beriman bahwa semuanya sudah ditentukan, dan dia menyadari bahwasanya kita diperintahkan untuk mengambil sebab, kalau terjadi sesuatu maka tidak boleh kita menggerutu dan mengatakanقَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَIni hati yang bersih, tetapi kalau hati yang kotor tidak demikian. Di dalamnya penuh dengan su’udzon kepada Allāh.لَقَدِ الْتَمَسَ بِوَهْمِهِ فِي فَحْصِ الغَيْبِ سِرًّا كَتِيمًاSungguh, orang yang membantah apa yang Allāh ﷻ takdirkan, dia telah mencari-cari dengan persangkaannya dalam membongkar perkara yang ghaib rahasia Allāh yang tersembunyi.Bagaimana seseorang bisa membongkar apa yang Allāh ﷻ rahasiakan? Makhluk yang lemah, bagaimana dia bisa membongkar rahasia yang Allāh ﷻ sembunyikan? Karena sebagaimana telah berlalu, takdir ini adalahسِرُّ اللَّهِ فِي خَلْقِهِini adalah rahasia Allāh ﷻ yang ada pada diri makhluk-makhluk-Nya. Tidak mungkin kita bisa membongkar apa yang sudah Allāh ﷻ rahasiakan. Ini adalah rahasia Allāh ﷻ pada makhluk-makhluk-Nya. Yang kita bisa lakukan adalah berusaha mengambil sebab sesuai dengan apa yang Allāh ﷻ tunjukkan.وَعَادَ بِمَا قَالَ فِيهِ أَفَّاكًا أَثِيْمًاOrang yang berusaha memahami takdir Allāh ﷻ tapi bukan dengan cara yang dibenarkan, beriman dengan takdir Allāh ﷻ tapi bukan dengan cara yang dibenarkan, pasti dia akan kembali sebagai pendusta, dan dia adalah orang yang berdosa.Kalau seseorang memahami takdir Allāh ﷻ bukan dengan cara yang dibenarkan, maka dia adalah pendusta. Apa yang dia ucapkan itu adalah dusta, tidak sesuai dengan kenyataan.Demikian pula dia akan berdosa dengan sebab apa yang dia lakukan, karena dia berusaha untuk membongkar rahasia Allāh ﷻ, rahasia Allāh ﷻ yang tidak mungkin dibongkar. Itu bukan ranahnya, tapi dia berusaha untuk membongkarnya, membantah Allāh ﷻ dalam masalah takdir-Nya.Maka ini adalah paragraf penutup dari apa yang beliau sampaikan tentang masalah takdir. Beliau tutup dengan perkataan, “Celaka bagi orang yang menjadi pembantah terhadap Allāh ﷻ dalam takdir-Nya, dia memikirkan tentang takdir Allāh ﷻ dengan hati yang rusak, dengan hati yang berpenyakit.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 September 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Al baqarah 154-157 seruan untuk orang orang mukmin untuk bersabar dan ridha dalam menghadapi ujian dari Allah

Janganlah kamu -wahai orang-orang mukmin-mengatakan bahwa orang-orang yang gugur di medan jihad fi sabilillah itu mati seperti yang lain. Mereka itu hidup di sisi Tuhan mereka, tetapi kamu tidak mengetahui kehidupan mereka, karena kehidupan mereka itu adalah kehidupan istimewa yang tidak ada cara lain untuk mengetahuinya kecuali melalui wahyu dari Allah -Ta'ala-.Sungguh Kami benar-benar akan menguji kalian dengan aneka musibah, yakni dengan sedikit rasa takut kepada musuh, rasa lapar karena kekurangan makanan, kekurangan harta benda karena hilang atau sulit mendapatkannya, berkurangnya jiwa akibat bencana yang menelan korban jiwa atau gugur di medan jihad fi sabilillah, dan berkurangnya buah-buahan yang tumbuh di muka bumi. Berikanlah kabar gembira -wahai Nabi- kepada orang-orang yang sabar menghadapi musibah tersebut, bahwa mereka akan mendapatkan sesuatu yang menyenangkan hati mereka di dunia dan di akhirat.Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa salah satu musibah dari musibah-musibah tersebut mereka berkata dengan nada rida dan pasrah, "Sesungguhnya kami adalah milik Allah yang dapat memperlakukan kami menurut kehendak-Nya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya kelak pada hari Kiamat. Dialah yang telah menciptakan kami dan menganugerahkan beragam nikmat kepada kami. Dialah juga tempat kami kembali dan sandaran terakhir dari urusan kami."Orang-orang yang memiliki sifat semacam itu akan disanjung oleh Allah di hadapan para malaikat yang paling tinggi dan mendapatkan rahmat dari-Nya.Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ke jalan yang benar.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 September 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir Al Mukhtasar QS Luqman ayat 29 -30

Tafsir Al Mukhtasar QS Luqman ayat 29 -30Tidaklah kamu perhatikan bahwa Allah mengurangi waktu malam untuk menambah waktu siang atau mengurangi waktu siang untuk menambah waktu malam dan Dia menentukan perputaran matahari dan bulan sehingga masing-masing berputar menurut jalurnya hingga waktu yang telah ditentukan dan bahwasanya Allah maha mengetahui tidak ada sesuatu pun dari amal perbuatan kalian yang luput darinya Dan Allah akan membalasnya atas kalian?!Pengaturan dan ketentuan itu menjadi saksi bahwa Allah sajalah yang maha benar karena Dia maha benar dalam zat sifat dan perbuatan Nya, dan bawa apa yang disembah oleh orang-orang musyrik selain Allah adalah batil tidak mempunyai dasar sekaligus menjadi saksi bahwa Allah maha tinggi secara zat keperkasaan dan kekuasaan Nya di atas seluruh makhluk-makhlukNya Tidak ada yang lebih tinggi dari Nya maha besar dari segala sesuatu.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 September 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Umar bin Khaththâb رضي الله عنه pada saat itu memiliki harta kekayaan untuk disedekahkan. Dalam hatinya, ia merenung, “Setiap kali Abu Bakar selalu membelanjakan hartanya lebih banyak dari apa yang telah aku belanjakan di jalan Allah.” Karena tidak mau kalah dengan Abu Bakar, Umar bertekad untuk membelanjakan setengah hartanya di jalan Allah ﷻ. Kemudian ia pulang untuk mengambil harta yang akan disedekahkannya. Ia pulang dengan perasaan gembira sambil membayangkan bahwa pada hari itu ia akan bersedekah melebihi Abu Bakar. Lantas Umar membawa harta itu kepada Rasulullah ﷺ. Pada saat itu beliau ﷺ bertanya kepada Umar, yang artinya: “Apa ada yang kamu tinggalkan untuk keluargamu, hai Umar?” Umar pun menjawab, “Ya, ada yang aku tinggalkan, wahai Rasulullah.” Rasulullah ﷺ bertanya lagi, “Seberapa banyak yang telah kamu tinggalkan untuk keluargamu?” Ia menjawab, “Aku tinggalkan setengahnya.” Tidak berapa lama kemudian Abu Bakar datang dengan membawa seluruh harta bendanya ke hadapan Rasulullah ﷺ. Kemudian Rasulullah ﷺ bertanya kepada Abu Bakar, “Apakah yang kamu tinggalkan untuk keluargamu, hai Abu Bakar?” Abu Bakar menjawab, “Aku meninggalkan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka (saya tinggalkan dengan keberkahan nama Allah ﷻ dan Rasul-Nya serta keridhaan-Nya).” Mendengar hal itu, Umar bin Khaththâb berkata, “Sejak saat itu, aku mengetahui bahwa aku tidak akan pernah bisa melebihi Abu Bakar.” (HR Tirmidzi. Diriwayatkan oleh Tirmidzi, Kitab al-Manâqib; Bab fi Manâqib Abi Bakr, no.3675. Tirmidzi berkata, “Hadis ini hasan shahih.”)

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 September 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Al Haqqah 19

Tafsir At-TaysirAl-Ĥāqqah (69:19)Ketika Allah ﷻ menghisab, maka Allah ﷻ akan akan membagikan catatan amal setiap manusia. Maka saat itu manusia terbagi menjadi dua, yang menerima catatan amal dengan tangan kanan, dan yang menerima catatan amal dengan tangan kiri.Adapun dalam ayat ini, Allah ﷻ mulai bercerita tentang orang yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya. Orang yang diberikan catatan amalnya dengan tangan kanannya merupakan tanda bahwa orang tersebut adalah orang baik, tanda bahwa dia telah berhasil, dan tanda dia telah lulus dari ujian kehidupan di dunia (46). Kalau kita bisa ibaratkan, maka orang yang menerima catatan amal dengan tangan kanannya seperti orang yang menerima rapor atau ijazah dengan nilai-nilai yang sangat memuaskan. Maka kelak dia akan sangat berbangga terhadap isi laporan catatan amalnya selama hidup di dunia, sehingga seakan-akan dia ingin menunjukkannya kepada orang lain bagaimana hasilnya beramal di dunia.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 September 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Nabi Musa bertekad untuk berjalan dalam waktu yang lama. Ada khilaf di antara para ulama tentang makna kata tersebut: ada yang mengatakan setahun; ada yang mengatakan bertahun-tahun. Artinya, Nabi Musa berkeinginan kuat untuk mendatangi orang alim tersebut, Nabi Khadhir, meskipun harus berjalan puluhan tahun.Ini menunjukkan keagungan ilmu, di mana Nabi Musa tawaduk merendahkan dirinya, meninggalkan kaumnya yang begitu banyak hanya untuk menuntut ilmu. Padahal ilmu tersebut bukanlah ilmu yang berkaitan dengan pengaturan kaum Bani Israil.Ilmu yang dimiliki Musa tentu sudah lebih cukup untuk beriman kepada Allah جل جلاله dan untuk mengatur Bani Israil, akan tetapi Musa tetap semangat untuk menambah ilmu. Padahal Nabi Musa lebih mulia daripada Nabi Khadhir dengan kesepakatan para ulama.Ini menunjukkan bahwa Nabi Musa memiliki sifat tawaduk yang luar biasa. Hal ini juga mengajarkan bahwa tidak masalah bagi seseorang yang lebih mulia untuk menuntut ilmu dari orang yang mungkin berada di bawahnya, selama ada ilmu yang belum ia ketahui.Jangan sampai kemuliaannya menjadikannya angkuh sehingga enggan belajar.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI9 September 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Beriman dengan Takdir Allah Halaqah 13

Halaqah yang ke tiga belas dari Silsilah Ilmiyyah Beriman dengan Takdir Allah adalah tentang “Dua Macam Iradah atau Keinginan Allah azza wajalla”.Diantara perkara yang penting dipahami oleh setiap muslim di dalam masalah beriman dengan takdir Allah bahwa Iradah atau keinginan Allah ada dua macam:1. Iradah Kauniyah QodariyyahYaitu keinginan Allah yang berkaitan dengan penciptaan dan kejadian-kejadian yang ditakdirkan oleh Allah azza wa jalla, seperti:– Keinginan Allah menciptakan manusia dan hewan– Menciptakan orang yang taat dan orang yang berbuat maksiat– Menciptakan ketaatan dan kemaksiatan, dan lain-lain.Dalil Iradah Kauniyah Qadariyyah diantaranya adalah firman Allah azza wajalla,إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ[QS Ya-Sin 82]“Sesungguhnya perkara Allah apabila menginginkan sesuatu adalah mengatakan ‘Jadilah’, maka jadilah dia.”Dan Allah berfirman,… إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ[QS Al-Hajj 14]“Sesungguhnya Allah melakukan apa yang Dia inginkan.”Dan Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ…[QS Al-An’am 125]“Barangsiapa yang Allah inginkan untuk diberi hidayah maka Allah lapangkan dadanya untuk menerima Islam dan barangsiapa yang Allah inginkan untuk disesatkan maka Allah akan menjadikan dadanya sempit lagi sesak seperti ketika dia berusaha naik ke atas.”Dan Masyiah Allah atau Kehendak Allah yang disebutkan di dalam halaqah yang ke-7 adalah nama lain dari Iradah Kauniah Qadariyyah.2. Iradah Syar’iyyah DiniyyahYaitu keinginan Allah yang berkaitan dengan syari’at agama yang Allah turunkan.Allah Subhānahu wa Ta’āla menginginkan manusia mengikuti syari’at-Nya dan agama-Nya, menginginkan mereka menjalankan perintah Allah, dan menginginkan mereka meninggalkan larangan Allah.Dalil Iradah Syar’iyyah Diniyyah diantaranya adalah firman Allah azza wa jalla,إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا[QS Al-Ahzab 33]“Sesungguhnya Allah hanya menginginkan untuk menghilangkan kotoran dari kalian wahai Ahlul Bait dan membersihkan kalian dari dosa dengan sebenar-benarnya.”Dan Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ…[Surat An-Nisa’ 27]“Dan Allah menginginkan untuk menerima taubat kalian.”Dan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ Beliau bersabda,يقول الله تعالى : لِأَهْوَنِ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ : لَوْ أَنَّ لَكَ مَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَيْءٍ أَكُنْتَ تَفْتَدِي بِهِ ” ، فَيَقُولُ : نَعَمْ ، فَيَقُولُ : ” أَرَدْتُ مِنْكَ أَهْوَنَ مِنْ هَذَا ، وَأَنْتَ فِي صُلْبِ آدَمَ ، أَنْ لَا تُشْرِكَ بِي شَيْئًا ، فَأَبَيْتَ إِلَّا أَنْ تُشْرِكَ بِي ”“Allah Subhānahu wa Ta’āla berkata kepada penduduk neraka yang paling ringan adzabnya di hari kiamat, ‘Seandainya engkau memiliki seluruh apa yang ada di bumi apakah engkau akan menebus dengannya?’Maka dia berkata, ‘Iya’.Maka Allah berkata, ‘Aku menginginkan darimu yang lebih ringan daripada ini, sedangkan engkau saat itu berada di dalam sulbi Adam, yaitu supaya engkau tidak menyekutukan Aku sedikitpun, maka engkau pun enggan, kecuali menyekutukan diri-Ku’ ” [HR Al Bukhari dan Muslim]

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 September 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Mengelola Keuangan Rumah Tangga Islami - Dr. Labib Najib Abdullah

Peran Wanita dalam Ekonomi Rumah Tangga1. Wanita sebagai pengelola ekonomi rumah tanggaTugas wanita bukan hanya merawat dan membahagiakan keluarga, tetapi juga mengelola urusan rumah tangga, termasuk ekonomi.Dalam Islam, setiap orang memiliki tanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Wanita memiliki tanggung jawab terhadap rumah dan keluarganya.Pengelolaan ekonomi rumah tangga oleh wanita turut memengaruhi perilaku ekonomi keluarga dan masyarakat.2. Hak kepemilikan wanitaIslam memberikan wanita hak memiliki harta secara mandiri, sebagaimana laki-laki, selama sesuai dengan syariat.Harta wanita dapat berasal dari mahar, warisan, pemberian, pekerjaan, maupun sumber lain yang halal.Wanita tidak boleh memperoleh harta dari cara yang haram atau pekerjaan yang dilarang.3. Hak warisWanita memiliki hak mendapatkan warisan dari orang tua dan kerabatnya.Besarnya bagian warisan ditentukan oleh ketentuan syariat, dan hak tersebut tidak boleh diambil atau diabaikan.4. Kebebasan mengelola hartaPada dasarnya wanita yang baligh, berakal, dan cakap mengelola harta memiliki kewenangan melakukan transaksi atas hartanya.Termasuk jual beli, sewa, kerja sama usaha, dan bentuk transaksi halal lainnya.Namun, dalam kehidupan rumah tangga, penggunaan harta sebaiknya tetap memperhatikan etika, komunikasi, dan kondisi keluarga.5. Hak terhadap maharMahar adalah hak milik wanita dan diberikan kepadanya dengan penuh kerelaan.Wanita berhak menentukan penggunaannya.Jika wanita memberikan sebagian maharnya kepada suami, hal itu harus dilakukan atas kerelaannya sendiri, bukan karena paksaan.6. Sedekah dan penggunaan hartaWanita juga memiliki kewenangan untuk menggunakan hartanya untuk bersedekah dan kebaikan.Dalam hadis, Nabi ﷺ menganjurkan para wanita untuk banyak bersedekah.Inti pembahasanIslam mengakui wanita sebagai pribadi yang memiliki hak ekonomi dan kepemilikan harta. Wanita berperan penting dalam mengelola ekonomi rumah tangga, memiliki hak atas mahar dan warisan, serta dapat mengelola hartanya sendiri selama dilakukan dengan cara yang halal dan bertanggung jawab

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 September 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Ibnu Katsir — QS. Luqman: 24

Terjemahan:“Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam azab yang keras.”Inti tafsir:Kesenangan dunia itu sementara. Orang-orang yang ingkar mungkin diberi kesempatan menikmati kehidupan dunia, tetapi kenikmatan itu hanya sebentar.Kesenangan bukan tanda keselamatan. Kelapangan hidup di dunia tidak berarti seseorang terbebas dari pertanggungjawaban di akhirat.Akhir bagi orang yang memilih kekufuran adalah azab yang berat. Setelah kehidupan dunia berakhir, mereka akan menghadapi azab yang sangat mengerikan dan sulit ditanggung.Peringatan agar tidak tertipu dunia. Dunia hanyalah persinggahan sementara, sedangkan kesudahan seluruh manusia adalah kembali kepada Allah untuk menerima balasan amalnya. �quran.comPelajaran:Jangan tertipu oleh kesenangan dunia yang sementara. Keselamatan sejati adalah ketika seseorang kembali kepada Allah dalam keadaan beriman dan taat.,

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 September 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Tafsir Surah Ar-Ra’d Ayat 36–37

Pengutusan Rasul-Rasul Kepada Umat Manusia Merupakan Sunnatullah (Ayat 30–43)SubtemaOrang Mukmin Menerima Keseluruhan Al-Qur’an (Ayat 36–37)Ayat 36Teks Ayat“Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu…”1. Ahli Kitab yang Beriman Bergembira dengan Al-Qur’anYang dimaksud adalah sebagian Ahli Kitab yang jujur dan mengikuti kebenaran, seperti:ʻAbdullāh bin SalāmOrang-orang Yahudi yang masuk IslamOrang-orang Nasrani yang memeluk IslamMereka bergembira ketika Al-Qur’an turun karena:Mereka menemukan sifat Nabi Muhammad ﷺ dalam kitab mereka.Mereka mengetahui kabar kedatangan Rasulullah ﷺ dari kitab-kitab terdahulu.Mereka melihat kesesuaian antara Al-Qur’an dan wahyu sebelumnya.PelajaranOrang yang benar-benar memahami kitab Allah akan mudah menerima kebenaran ketika datang kepadanya.2. Al-Qur’an Membenarkan Kitab-Kitab SebelumnyaDi dalam Taurat dan Injil terdapat:Berita tentang kedatangan Nabi Muhammad ﷺ.Tanda-tanda kenabian beliau.Bukti bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah.Karena itu, Ahli Kitab yang jujur menerima Al-Qur’an dengan gembira.Dalil PendukungQS. Al-Baqarah: 121“Orang-orang yang telah Kami berikan Al-Kitab, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya.”QS. Al-Isra’: 107–109Mereka beriman kepada Al-Qur’an, bersujud, menangis, dan bertambah khusyuk ketika mendengarnya.3. Tidak Semua Ahli Kitab BerimanAllah menjelaskan bahwa ada pula sebagian Ahli Kitab yang menolak kebenaran.Menurut MujahidYang dimaksud:Orang-orang YahudiOrang-orang Nasraniyang mengingkari sebagian wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.Mereka mengetahui kebenaran, tetapi sebagian tetap menolaknya karena:KesombonganKedengkianFanatisme golonganPelajaranSeseorang bisa mengetahui kebenaran tetapi tetap menolaknya karena mengikuti hawa nafsu.4. Dakwah Seluruh Rasul SamaAllah memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ untuk mengatakan:“Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya.”Misi seluruh nabi adalah:TauhidMenyembah Allah semata.Meninggalkan syirik.Mengajak manusia menuju jalan Allah.Nabi Muhammad ﷺ tidak membawa agama baru, tetapi melanjutkan dakwah para nabi sebelumnya.5. Hanya Kepada Allah Tempat KembaliFirman Allah:“Hanya kepada-Nya aku menyeru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali.”Maknanya:Dakwah hanya menuju Allah.Tujuan hidup hanya mencari ridha Allah.Tempat kembali seluruh manusia adalah kepada Allah.Ayat 37Teks Ayat“Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur’an itu sebagai peraturan yang benar dalam bahasa Arab…”1. Al-Qur’an Diturunkan dalam Bahasa ArabAllah menurunkan Al-Qur’an:Dalam bahasa Arab yang jelas.Sebagai hukum dan petunjuk hidup.Sebagai kemuliaan bagi Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya.Hikmah Bahasa ArabBahasa Arab memiliki keistimewaan:Bahasa yang hidup sejak dahulu hingga sekarang.Sangat luas dalam menjelaskan masalah akidah dan akhirat.Memiliki kekayaan bentuk kata yang sangat banyak.Karena itu bahasa Arab menjadi bahasa yang paling sesuai untuk Al-Qur’an.2. Kemuliaan Nabi Muhammad ﷺAllah memuliakan Nabi Muhammad ﷺ dengan:Kitab yang paling sempurna.Bahasa yang paling jelas.Syariat yang paling lengkap.Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar Rasulullah ﷺ.3. Al-Qur’an Terjaga dari KebatilanSebagaimana firman Allah:“Tidak datang kepadanya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya.” (QS. Fussilat: 42)Artinya:Tidak ada kesalahan dalam Al-Qur’an.Tidak ada kontradiksi.Tidak ada perubahan.Seluruh isi Al-Qur’an adalah kebenaran.4. Larangan Mengikuti Hawa NafsuAllah memperingatkan Nabi ﷺ:“Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang ilmu kepadamu…”Maknanya:Jangan mengikuti keinginan orang-orang yang menyimpang.Jangan meninggalkan kebenaran demi mencari keridhaan manusia.5. Ancaman bagi Orang BerilmuAyat ini menjadi peringatan keras bagi orang yang telah mengetahui kebenaran.Bahayanya adalah:Mengetahui sunnah tetapi meninggalkannya.Mengetahui dalil tetapi mengikuti hawa nafsu.Mengetahui kebenaran tetapi memilih kebatilan.Jika itu dilakukan, maka:Tidak ada pelindung dan penolong dari azab Allah.Pelajaran dan Hikmah UtamaTentang Al-Qur’anAl-Qur’an membenarkan kitab-kitab sebelumnya.Al-Qur’an adalah wahyu yang sempurna.Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab yang mulia.Al-Qur’an bebas dari segala kebatilan.Tentang Ahli KitabSebagian Ahli Kitab menerima Al-Qur’an dengan iman.Sebagian lainnya menolak karena hawa nafsu dan kesombongan.Tentang DakwahSeluruh nabi mengajak kepada tauhid.Ibadah hanya untuk Allah.Dakwah harus mengajak manusia kepada Allah semata.Tentang Orang BerilmuIlmu harus diikuti dengan ketaatan.Bahaya terbesar adalah mengikuti hawa nafsu setelah mengetahui kebenaran.Orang berilmu wajib berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah.KesimpulanAr-Ra’d ayat 36–37 menjelaskan bahwa orang-orang yang jujur dari kalangan Ahli Kitab bergembira dengan turunnya Al-Qur’an karena mereka menemukan kebenarannya dalam kitab-kitab terdahulu. Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab sebagai syariat yang sempurna dan terjaga dari segala kebatilan. Seluruh rasul membawa dakwah tauhid yang sama, dan Allah memperingatkan agar manusia tidak mengikuti hawa nafsu setelah datang ilmu dan petunjuk yang benar.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 September 2026
S
Siti Rusmiati

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir surat Al kahf

### 🌿 Ringkasan Tafsir QS. Al-Kahf: 6Ayat ini menggambarkan betapa besar kasih sayang Rasulullah ﷺ kepada umatnya. Beliau sangat bersedih ketika orang-orang berpaling dari Al-Qur’an, sampai Allah mengingatkan agar kesedihan itu tidak membuat beliau mencelakakan dirinya sendiri.Pelajarannya:Kita boleh peduli, mencintai, menasihati, dan berusaha mengajak kepada kebaikan. Namun, hidayah bukan berada di tangan kita. Tugas kita adalah menyampaikan dan berusaha sebaik mungkin, sedangkan hasil akhirnya kita serahkan kepada Allah.> “Berusahalah dengan tulus, tetapi jangan menghancurkan dirimu karena sesuatu yang berada di luar kendalimu.”Inti ayat:🌱 Peduli tanpa berlebihan, berusaha tanpa memaksa, dan menyerahkan hasil kepada Allah

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI9 September 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Halaqah 13 | Landasan Pertama, Ma’rifatullah (Bagian 01)

Mengenal Allah ﷻ (Ma’rifatullah)1. Tiga Landasan Utama yang Wajib DiketahuiApabila ditanya:“Apa tiga landasan utama yang wajib diketahui manusia?”Jawabannya:Mengenal Allah (Ma’rifatullah)Mengenal agama Islam (Ma’rifatud Din)Mengenal Nabi Muhammad ﷺ (Ma’rifatur Rasul)Ketiga landasan ini sangat penting karena:Allah adalah Rabb yang disembah.Islam adalah jalan beribadah kepada Allah.Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan yang mengajarkan cara beribadah yang benar.2. Landasan Pertama: Mengenal Allah ﷻPertanyaan Penting“Siapakah Rabbmu?”Jawaban:“Rabbku adalah Allah yang telah memeliharaku dan memelihara seluruh alam dengan berbagai nikmat-Nya. Dia adalah sesembahanku, dan aku tidak memiliki sesembahan selain-Nya.”3. Metode Belajar dalam IslamSyaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menggunakan metode tanya jawab.Metode ini juga digunakan Rasulullah ﷺ.Contohnya ketika Malaikat Jibril datang dalam rupa manusia lalu bertanya tentang:IslamImanIhsanHari KiamatTanda-tanda KiamatTujuannya:Menarik perhatian pelajar.Memudahkan pemahaman.Membantu mengingat ilmu.4. Makna RabbRabb adalah salah satu nama Allah yang mengandung banyak makna.Di antaranya:a. Al-Malik (المالك)Pemilik dan Penguasa segala sesuatu.b. Al-Mudabbir (المدبر)Pengatur seluruh alam semesta.c. Al-Mushlih (المصلح)Yang memperbaiki dan mengurus makhluk-Nya.5. Makna Tarbiyah AllahKata Rabbani berasal dari tarbiyah (pemeliharaan).Bentuk pemeliharaan Allah meliputi:MenciptakanMemberi rezekiMengatur kehidupanMemberi nikmatMenghidupkanMematikanMenjaga seluruh makhlukAllah tidak hanya memelihara manusia, tetapi seluruh alam semesta.6. Allah Satu-Satunya yang Berhak DisembahKalimat:“Dia adalah sesembahanku dan aku tidak memiliki sesembahan selain-Nya.”Mengandung makna:Tauhid RububiyahMeyakini bahwa Allah satu-satunya:PenciptaPemberi rezekiPengatur alamTauhid UluhiyahMengikhlaskan seluruh ibadah hanya kepada Allah.Contohnya:Shalat hanya untuk Allah.Doa hanya kepada Allah.Tawakal hanya kepada Allah.Nadzar hanya untuk Allah.Penyembelihan hanya untuk Allah.Tidak boleh memberikan sedikit pun ibadah kepada selain Allah.7. Dalil dari Al-Qur’anSurat Al-Fatihah Ayat 2الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ“Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam.”Ayat ini menunjukkan bahwa:Allah adalah Rabb seluruh makhluk.Semua nikmat berasal dari Allah.Semua pujian hanya pantas bagi Allah.8. Makna Alam (العالم)Segala sesuatu selain Allah disebut alam.Yang termasuk alam:Alam ManusiaSeluruh manusia dari Nabi Adam hingga manusia terakhir.Alam HewanSemua jenis hewan.Alam TumbuhanSemua tumbuh-tumbuhan.Alam MalaikatSeluruh malaikat.Alam JinSeluruh bangsa jin.Alam Langit dan BumiPlanet, bintang, gunung, lautan, dan lainnya.Semuanya adalah makhluk Allah.9. Siapa Kita?Syaikh mengatakan:“Segala sesuatu selain Allah adalah alam, dan aku termasuk salah satu dari alam tersebut.”Artinya:Kita adalah makhluk.Kita membutuhkan Allah.Kita tidak memiliki kekuasaan apa pun tanpa izin Allah.Allah adalah Rabb kita.Poin-Poin Penting untuk DihafalTiga Landasan UtamaMengenal Allah.Mengenal Islam.Mengenal Nabi Muhammad ﷺ.Siapa Rabbmu?Allah yang menciptakan, memberi rezeki, dan mengatur seluruh alam.Makna RabbPemilik.Pengatur.Pemelihara.Tauhid yang WajibTauhid Rububiyah.Tauhid Uluhiyah.DalilQS. Al-Fatihah: 2الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَMakna AlamSegala sesuatu selain Allah adalah makhluk.Kesimpulan UtamaAllah adalah Rabb seluruh alam yang menciptakan, memelihara, memberi rezeki, dan mengatur seluruh makhluk. Karena itu, seluruh bentuk ibadah wajib ditujukan hanya kepada Allah semata.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 September 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar Surah Ar-Ra’d Ayat 14

📖 لَهُ دَعْوَةُ الْحَقِّ وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَسْتَجِيبُونَ لَهُمْ بِشَيْءٍ إِلَّا كَبَاسِطِ كَفَّيْهِ إِلَى الْمَاءِ لِيَبْلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَالِغِهِ ۚ وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍTerjemahan Al-Mukhtashar:Hanya Allah semata pemilik hak untuk disembah, tidak seorang pun berserikat dengan Allah di dalamnya. Berhala-berhala yang disembah oleh orang-orang musyrikin selain Allah tidak dapat mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa kepadanya dalam masalah apa pun.Doa mereka kepada berhala hanya seperti orang haus yang mengulurkan tangannya ke air lalu mengangkatnya ke mulutnya untuk dia minum, namun air itu tidak pernah sampai ke mulutnya.Doa orang-orang kafir kepada berhala-berhala mereka hanya sia-sia dan jauh dari kebenaran karena berhala-berhala itu tidak kuasa mendatangkan manfaat atau menolak mudarat untuk mereka.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 September 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Tafsir al-furqan: 49

Al-Furqān (25:49)Tema: TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH DALAM ALAM (Ayat 45-62)Firman Allah subhanahu wata'āla:agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati. (Al Furqaan:49)Yakni tanah yang telah lama menunggu kedatangan hujan, sedangkan ia dalam keadaan kering, tiada tetumbuhan padanya dan tiada suatu pohon pun. Setelah datang kepadanya kehidupan (air hujan), maka ia menjadi hidup dan dipenuhi oleh tetumbuhan yang memiliki bunga-bungaan yang beraneka warna. Seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wata'āla dalam ayat lain melalui firman-Nya:kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah. (Al Hajj:5), hingga akhir ayat.Adapun firman Alah Swt.:dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. (Al Furqaan:49)Artinya, agar dapat minum darinya semua makhluk hidup —baik manusia maupun hewan yang sangat membutuhkannya— buat minum mereka, juga mengairi tanaman dan pohon berbuah mereka. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:Dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa. (Asy Syuura:28),.hingga akhir ayat.Dan firman Allah subhanahu wata'āla:Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah meng­hidupkan bumi yang sudah mati. (Ar Ruum:50), hingga akhir ayat.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →