📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
🎓 Jejak Ilmu HSI15 Juni 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Halaqah 56 | Status Orang yang Menyifati Allāh dengan Makna Sifat Makhluk

Kitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.Aالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهBeliau mengatakan rahimahullāh,ومن وصف الله بمعنى من معاني البشر ،Barangsiapa yang mensifati Allāh dengan satu makna di antara makna-makna manusia,Yang dimaksud adalah mensifati Allāh dengan sifat-sifat manusia yaitu menyerupakan Allāh dengan makhluk atau dengan manusia seperti mengatakan bahwasanya Kalamullah sama dengan kalamulbashar berarti Kalamullah adalah dengan makhluk atau secara umum mensifati Allāh dengan sifat-sifat makhluk menyerukan karena Allah dengan makhluk maka,فقد كفرSungguh dia telah keluar dari agama Islam.Tasbih ini adalah termasuk kekufuran karena ini merendahkan Allāh menyerupakan Allāh Dzat yang Maha sempurna dengan makhluk yang penuh dengan kekurangan ini adalah merendahkan/penghinaan penghinaan terhadap Allāh dan menghinakan Allāh ini adalah sebuah kekufuran.Oleh karena itu guru dari Imam Bukhari rahimahullah beliau mengatakan,مَن شَبَّه اللهَ بخَلْقِه فقد كَفَرBarang siapa yang menyerupakan Allāh dengan makhluk maka dia telah keluar dari agama Islam.Oleh karenanya dikatakan barangsiapa yang mengatakan Al-Qur’an adalah makhluk maka dia telah keluar dari agama Islam karena dia menyerupakan Kalamullah dengan kalamumakhluk, kalamumakhluk itu makhluk, kalamullah itu dikatakan makhluk berarti dia menyerupakan kalau kalamullāh dengan kalamumakhluk maka barangsiapa yang mensifati Allāh dengan makna di antara makna manusia dengan sifat di antara sifat-sifat manusia maka semua dia telah keluar dari agama Islam sehingga ada sebagian yang mengatakan Al jahmiyyah itu kuffar, orang-orang jahmiyyah itu adalah orang-orang yang keluar dari agama Islamقال القرآن مخلوقBarangsiapa yang mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk maka sungguh dia telah keluar dari agama lain,من أبصر هذا اعتبرMaka barangsiapa yang memahami ini mentadaburi apa yang ada dalam firman Allāhإِنْ هَٰذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِorang yang mengatakan Al-Qur’an adalah ucapan manusia dia telah keluar dari agama Islam, diancam oleh Allāh subhanahu wa ta’ala dan orang yang mengatakan Al-Qur’an adalah makhluk berarti dia telah meniru ucapan orang tersebut, karena yangإِنْ هَٰذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِMeyakini bahwasanya Al-Qur’an adalah makhluk diucapkan oleh manusia dan orang yang mengatakan Al-Qur’an adalah makhluk juga sama dan yang shahih adalah bahwasanya Al-Qur’an adalah dalam Kalamu Al Khaliq walaisa bi makhluk, dia adalah sifat diantara sifat-sifat Allāh maka orang yang saya ingin orang yang abshoro/fahim memahami maka dia akan mengambil pelajaran oh berarti Al-Qur’an adalah kalamullāh bukan makhluk, Al muwasaq muwashakallah orang yang muwashaq adalah orang yang memberikan Taufiq oleh Allāh subhanahu wa taalaوعن مثل قول الكفار انزجرDan dia akan segera انزجر yaitu dia meninggalkan sesuatu yang semisal dengan ucapan orang-orang kafirالزجر عن مثله قول كفارApa ucapan orang² kafir mengatakan bahwasanyaإِنْ هَٰذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِApa yang semisal itu, dia mengatakan bahwasanya Al-Qur’an adalah makhluk itu yang semisal dengan ucapan orang-orang kafir, apa yang shahih dia mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah kalamullāh laisa bibmakhlukInilah yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim meninggalkan ucapanإِنْ هَٰذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِdan yang semisalnya yaitu yang mengatakan bahwasanya Al-Qur’an adalah makhluk,وعلم أن الله بصفاته ليس كالبشرDan dia mengetahui bahwasanya Allāh ta’ala dengan sifat-sifatNyaليس كالبشرAllāh tidak sama dengan manusia,Dzat Allāh tidak sama dengan manusia, sifat Allāh tidak sama dengan sifat manusia termasuk di antaranya adalah Kalamullah , Kalamullah bukan makhluk adapun kalammanusia maka itu adalah makhlukوعلم أن الله بصفاته ليس كالبشرDan dia tahu bahwasanya Allāh subhanahu wa ta’ala dengan sifat-sifatnya bukanlah makhluk yang bukanlah seperti manusia.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
F
Fenti Srifaryanti

📍 Kota Serang

Tabis Iblis #11

Talbis Iblis Terhadap Kaum ZuhudOleh. Ustad Firanda Andirja, MAZuhud bukan meninggalkan dunia secara mutlak.Perhatian terhadap hak² kepada keluarga. Diantara orang zuhud mereka continue dalam diamnya sehingga mereka membiarkan atau menjauhkan diri dari istrinya, sehingga mrk menyakiti istrinya dgn buruknya akhlaknya. Dia lupa dengan sabda nabi SAW "Sesungguhnya istrimu juga punya hak atasmu"Islam ini adalah agama profesional, masing² ada porsinya Salman Al farisi menegur Abu darda krn Abu darda sangat begitu senang beribadah kepada Allah SWT, dimalam hari sholat malam disiang hari berpuasa sehingga kurang memberikan hak kpd istrinya akhirnya salman menegur abu darda "Robbmu punya hak, Jasadmu punya hak utk kau tunaikan, tamumu punya hak utk kau tunaikan, dan istrimu punya hak utk dipenuhi, dicumbui, maka tunaikanlah masing² haknya" kemudian salman dan abu darda pergi ke nabi menceritakan yg terjadi kemudian nabi berkata "benar kata salman al farisi"Rasullullah mengajak istrinya ngobrol sebelum tidurRasullullah mengajak lomba lari AisahSetiap habis Ashar mendatangi istri²nya

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
N
Noorhayati

📍 Kabupaten Bogor

Ringkasan Talbis iblis-11 ustadz firanda adirja

Talbis iblis-11 Ustadz firanda adirja#Talbis iblis terhadap kaum zuhudPerhatian terhadap hak hak keluargaSeorang zuhud ini menyakiti istrinya dengan akhlak nya, menyendiri susah untuk diajak berbicara.dan berbincang, sedangkan . Dalam islam ini ada porsinya, orang orang yang beribadah namun, melalaikan istrinya. Sedangkan nabi bercanda, berbincang dengan para istri istri nya, berbicara dengan para Sahabat, bermain dengan anak anak. Diantara sunah nabi yaitu ngobrol sebelum tidur dengan istrinya. Orang yang zuhud ini menjadikan istri nya seperti janda, anaknya seperti yatim. Orang ini sedikit ilmunya dia tidak tahu bahwa dekat dengan keluarga itu adalah membantu kita dekat dengan akhirat. Dalil menganjurkan mencari istri yang bisa di ajak berbincang dan bermain main, bercanda dengan nya. Zuhud bukan berarti meninggal kan dunia Seluruhnya.Masyarakat terkecil yaitu keluarga, diantara orang zuhud ini yaitu dia bangga dengan amal ibadah nya,sedang seseorang yang benar tidak boleh memandang amal nya. Para ulama tidak senang di puji. Orang zuhud ini menanti menanti karomah itu muncul karena dia bangga dengan amal nya. Kalau dia tahu tentang taufik tentang ilmu dan ibadah harus nya ini yang patut disyukuri. amal kita tidak ada apa apanya dibanding kan dengan nikmat yang Allah kasih.#bab ke10 tentang penipuan setan terhadap kaum sufiyyah (orang zuhud) Kaum sufiyyah ini punya ciri ciri yang khas dan termasuk orang orang zuhud, dan kaum sufiyyah ini berbeda mempunyai ciri ciri tertentu., punya aliran khusus. Tasawuf yaitu zuhud dengan totalitas. Seperti joget joget, dengan musik kasidah kasidah membuat kelonggaran. Maka akhirnya orang orang mencari akhirat ini ikut dengan kaum sufiyyah ini dan pencari dunia ini juga senang karena santai. Ini kaum sufiyyah zaman dulu. Sufiyyah zaman sekarang zuhud nya mulai kurang lebih banyak dunia nya. Hal ini harus di bahas tentang cabang cabangnya dan tiriqot nya. Asal muasal sufiyyahDizaman nabi tidak ada kaum sufiyyah, abid ahli ibadah, zahid itu zuhud. Mereka itu membuat metode sendiri dan mereka punya akhlak khusus, dulu ada seorang lelaki suffah maka mereka pun alifiasi dengan orang itu maka orang itu disebut sufiyyah karena rajin ibadah sama dengan mereka. Kepada siapakah sufi bernisbah? Dulu ada kaum suffah mereka fokus ibadah di sekitar kabah(gaus bin mur?) dari kabilah tamim bin mur.sufyyah itu dulu disebut kelebihan dari masjid mereka orang orang yang tinggal tempat tersebut compang camping namun rajin ibadah. Mereka berkata demikian karena mereka beribadah kepada pada Allah sedangkan mereka dalam keadaan miskin makanya mereka di sebut ahli suffah. Jumlah mereka banyak kadang berkurang. Abu zar dulu termasuk ahlu suffah (miskin), tiap sore dia mendatangi pintu nabi meminta makanan sehingga mereka memakan nya. Mereka tinggal di mesjid karena darurat, mereka makan pun darurat. Ketika mereka mempunyai kemampuan mereka pun tidak tinggal disana lagi.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
M
Meutia Yunita

📍 Kota Bandung

Ringkasan Materi 11: Talbis Iblis #11

Talbis Iblis terhadap Kaum ZuhudKaum zuhud dan ahli ibadah adalah target utama Iblis. Mengapa? Karena mereka memiliki modal semangat yang besar untuk ke surga, tetapi sering kali lemah dalam modal ilmu (jahl).Strategi Iblis: Jika Iblis gagal menggoda manusia dengan kemaksiatan (pintu syahwat), maka Iblis akan masuk melalui pintu bid'ah dan ekstremisme agama (pintu syubhat), membuat mereka merasa sedang beribadah padahal sedang menyimpang.Zuhud Keliru vs Zuhud yang BenarTalbis Iblis (Kekeliruan): Iblis membisikkan bahwa zuhud berarti harus menyiksa diri, mengharamkan apa yang dihalalkan Allah, memakai pakaian yang sangat kotor/kumal, atau menolak total harta benda.Zuhud yang Hakiki: zuhud yang benar (sesuai ajaran Rasulullah dan para sahabat) adalah mengosongkan hati dari ketergantungan dunia, bukan mengosongkan tangan dari harta. Seseorang bisa menjadi kaya raya tetapi tetap zuhud jika harta tersebut tidak mendikte hatinya dan ia gunakan di jalan Allah.Tipu Daya Iblis dalam Hal Pakaian, Makanan, dan PernikahanMerasa Lebih Suci dengan Baju Tampalan: Iblis menjebak sebagian kaum zuhud untuk sengaja memakai pakaian yang sangat lusuh, robek, atau penuh tambalan agar terlihat sebagai orang saleh.Bahaya Tersembunyi: Hal ini memicu dua penyakit hati:Riya dan Sum'ah: Ingin dipuji dan dipandang sebagai "wali" atau orang suci oleh masyarakat.Kesombongan: Memandang rendah orang lain yang berpakaian rapi dan bersih. Padahal, Allah itu Indah dan menyukai keindahan.Iblis membisikkan bahwa makan makanan yang enak atau memenuhi kebutuhan biologis yang murni (seperti menikah atau tidur yang cukup) akan merusak ketakwaan.Dampaknya: Sebagian orang sengaja kelaparan ekstrem atau menolak makan daging secara mutlak (mirip rahib).Bantahan: Kisah tiga orang yang mendatangi rumah Nabi SAW (satu ingin shalat malam terus tanpa tidur, satu ingin puasa terus tanpa berbuka, dan satu tidak mau menikah). Nabi SAW langsung menegur mereka dan menyatakan bahwa beliau adalah orang yang paling bertakwa namun beliau tetap tidur, berbuka puasa, dan menikahi wanita. Nabi menegur keras: "Siapa yang membenci sunnahku, maka ia bukan golonganku."Hakikat Sufiyah & Penyimpangan AkidahSejarah Singkat: Awalnya tasawuf adalah gerakan zuhud murni (fokus pembersihan hati). Namun, ketika disusupi filsafat Yunani dan persia, gerakannya berubah menjadi mistis.Penyimpangan Akidah - Wihdatul Wujud & Hulul:Iblis menipu tokoh sufi ekstrem hingga meyakini Tuhan menyatu dengan makhluk.Gugur Syariat: Iblis membisikkan konsep bahwa jika sudah mencapai maqam Hakikat atau Makrifat, maka shalat, puasa, dan syariat lainnya tidak lagi wajib. Padahal, manusia paling makrifat adalah Rasulullah SAW, dan beliau tetap shalat malam sampai kakinya bengkak-bengkak.Ritual Zikir dan Ibadah yang Mengada-ada (Bid'ah)Zikir Tanpa Tuntunan: Kaum sufi sangat ditekankan berzikir, tetapi metodenya diubah oleh Iblis.Zikir dengan memotong lafadz (hanya menyebut "Hu... Hu... Hu..." atau "Ah... Ah..."). Secara tata bahasa Arab, ini tidak memiliki makna sempurna dan tidak berpahala.Zikir sambil menari, berputar, atau melompat-lompat hingga histeris dan pingsan, dengan klaim "ekstase spiritual" atau mabuk kepayang kepada Allah. Islam adalah agama yang tenang dan khusyuk, bukan hura-hura spiritual.Taat kepada Mursyid Meremehkan IlmuDoktrin Mursyid: Murid harus tunduk 100% kepada gurunya/mursyid seperti "mayat di tangan orang yang memandikannya". Tidak boleh bertanya dalil, tidak boleh menyanggah. Ini adalah pintu pembodohan massal oleh Iblis.Meremehkan Ilmu Syar'iMeremehkan Penuntut Ilmu: Iblis membuat kaum sufi mengejek para ahli hadis dan ahli fikih dengan kalimat: "Kalian mengambil ilmu dari mayat ke mayat (maksudnya sanad buku), sedangkan kami mengambil ilmu langsung dari Yang Maha Hidup (langsung dari Allah lewat ilham)."Bantahan Nyata: Ilham tanpa timbangan Al-Qur'an dan Sunnah adalah bisikan setan. Kedudukan ilmu jauh lebih tinggi daripada ibadah tanpa dasar.Kesimpulan UtamaBenteng terbaik dari segala talbis (tipu daya) iblis adalah ILMU SYAR'I. Tanpa ilmu, niat baik dan keikhlasan yang menggebu-gebu justru bisa menjerumuskan seseorang ke dalam kesesatan yang fatal.Belajarlah menyucikan jiwa (Tazkiyatun Nafs) lewat jalur resmi yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabat, bukan lewat jalur mistis ciptaan manusia.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
S
Sylvia Eka Putri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Talbis iblis terhadap ahli zuhud

Talbis iblis #11Talbis iblis terhadap ahli zuhudTalbis iblis terhadap perhatian keluargaMenyendiri dari keluarga seperti tidak mengajak bercanda istri,bermuamalah dengan istri dengan akhlak yang buruk sehingga dia lupa dengan sabda nabi“Sesungguhnya istrimu juga punya hak atasmu”Salman pernah menegur Abu Dardak karena beliau sangat senang sekali beribadah tapi kurang memberikan hak istrinya“Sesungguhnya Rabbmu punya hak,jasadmu punya hak untuk kau tunaikan,tamunya juga punya hak untuk ditunaikan dan istrimu juga punya hak untuk digauli maka penuhilah masing masing haknya”Maka Abu Dardak dan Salman menemui rasulullah dan nabi membenarkan ucapan perkataan SalmanPadahal rasululloh adalah orang yang paling bagus akhlak kepada istri seperti lomba lari,mengajak ngobrol isteri sebelum tidurAkhlak buruk ahli zuhud yang menjadikan istrinya seperti janda anak seperti tidak mempunyai ayah ini menyangka kalo mengajak ngobrol akan melalaikan dia dari urusan akhirat padahal nyaman dengan keluarga akan membantu kita mendekatkan dengan akhirat.Rasululloh berkata pada Jabir“Wahai Jabir kenapa engkau tidak menikahi seorang gadis sehingga kau bisa bermain denganya dan dia bisa bermain denganmu”Ini dalil mencari istri untuk diajak main main,lebih utama menikahi gadis daripada janda.Terkadang mereka menjauhi dunia dengan tidak menggauli istrinya,dia meninggalkan hal yang wajib untuk hal yang sunnahtalbis iblis terhadap orang zuhud kagum dengan amal solehnyaKetika dipuji “engkau adalah pasak pasak bumi”Maksudnya wali yang hebat dia  merasa itu benar padahal kita tidak boleh kagum dengan amal kita sendiriAllah menyuruh kita istighfar setiap selesai menyelesaikan ibadah.Hadist rasululloh“Tidak ada yang masuk syurga dengan amalnya termasuk diriku tapi rahmat Allah”Amal hanya sebab Allah merahmati kita.Diantara org yang zuhud ini menunggu kapan karomahnya datang,kalo ada permasalahan yang datang dan berdoa,dia akan marah kalo doanya tidak dikabulkan seakan2 dia pekerja yang meminta gaji kepada Allah,padahal hakikatnya kita adalah budaknya Allah yang tidak punya hak apa2.Amalan kita tidak ada apa2nya dibandingkan nikmatnya Allah.Talbis iblis terhadap kaum sufiyahBerkata Al Jauzy sufiyah termasuk orang yang zuhud hanya saja dia lebih spesifik dalam sifat sifat dan ciri ciri tertentuTasyawuf adalah sebuah metode yg awalnya dimulai dengan zuhud secara totalitas kemudian mereka mulai longgar dalam syariatnya dan mulai mendengar musik dan dianggap itu ibadahAkhirnya orang yang condong pada akhirat mulai mengikuti sufiyah ini karena sufiyah walaupun hidup zuhud tapi dia boleh menikmati musik dan sebaliknya pencari dunia juga menyukai ini karena lebih santai dengan tarian dan joget joget.Asal muasal sufiyahMuncula setelah zaman nabi golongan orang yang mengaku zuhud dan fokus ibadah dengan membuat metode sendiri dan akhlak akhlak khusus.Awalnya seorang lelaki yang bernama Sufah,orang zuhud berafiliasi denganya karena menganggap sevisi fokus pada akhirat dan diberi nama Sufiyah.Mereka bernisbah kepada kaum sufah yang fokus beribadah dan tinggal di sekitar kabah (sebelum zaman nabi)Ada pendapat lain mereka nisbah kepada ahli suffah (tambahan dibelakang mesjid nabawi) tapi bukan tempat ibadah.Yang pertama kali melewati shirat adalah kaum muhajirin yang fakirYang pakaiannya kotor,rambut sembrawut,tidak menikahi wanita yang kaya karena mereka tidak pernah merasakan kenikmatan,kemiskinan mereka karena keadaan tapi mereka bersabar.Suffah dibangun untuk muhajirin  yang miskin dan orang datang utk memberikan bantuan.Penisbatan sufiyah dari kaum suffah ini tidaklah benar

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
P
putri anggraini

📍 Kota Samarinda

TALBIS IBLIS 11 Talbis iblis terhadap Ahli Zuhud

Imam Ibnu jauzi rahimahullah berkata, perhatian terhadap keluarga di antara orang-orang yang zuhud mereka senantiasa diam continue dalam diam mereka senantiasa bersendiri dan menjauhkan diri dengan istri akhirnya mereka hanya menyakiti istrinya dengan buruknya akhlaknya. Dan tambahnya dia lebih suka bersendiri dan tidak suka diajak berbicara sehingga pada hakekatnya dia menyakiti istrinya. Dan mereka masuk ke dalam hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam sesungguhnya istrimu itu memiliki hak bagian darimu.Islam adalah agama yang profesional masing-masing ada porsinya.Bahkan Salman Al Farisi menegur Abu Darda Radiallahu anhu karena beliau sangat senang beribadah kepada Allah ta'ala. Abu Darda di siang hari berpuasa malam hari salat malam sehingga kurang dalam memberikan hak istrinya. Salman alfiresi menegur sesungguhnya Rabb punya, punya hak badan, punya hak, dan tamumu punya hak, sesungguhnya istrimu juga mempunyai hak untuk kau tunaikan. Salman Al Farisi pergi menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di subuh hari menyampaikan hal ini dan menyampaikan permasalahan dewan Abu Darda dan Rasulullah menyetujuinya.Jika orang berlebih-lebihan dalam ibadah Padahal dia punya istri maka dia akan menumbalkan sebagian ibadah yang padahal Islam memiliki porsinya masing-masing.Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bercanda dengan anak-anak dan mengobrol dengan istri-istrinya. Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berlomba lari dengan Aisyah radhiyallahu anha dan banyak hal yang dilakukan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dengan akhlaknya yang mulia.Seperti yang dikatakan Ibnu Abbas radhiallahu Anhu ketika dia tidur di rumah bibinya Maimunah istri Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, " aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berbicara dengan istrinya sesaat sebelum dia tidur".Salah satu sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yaitu ngobrol dengan istri sebelum tidur.  Itulah salah satu sebab kebahagiaan. Tidak sebagian tidak seperti sebagian orang sekarang masing-masing memegang HP dan anaknya menangis pun diberi HP.HP banyak orang tersenyum di depan HP tapi tidak tersenyum di depan istri dan tidak di depan anak-anak mendapatkan kebahagiaan yang semu dan kehilangan kebahagiaan hakiki.Hadis ummu zaro'i, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengobrol dengan Aisyah menyampaikan cerita Ummu Zaro'i. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mendengarkan cerita Aisyah dan Aisyah menjelaskan ceritanya dengan kata-kata yang tinggi dan simbol-simbol lalu Rasulullah mengomentari cerita Aisyah radhiyallahu anha. Sesungguhnya engkau seperti umur jorok sedangkan aku sebagai Abu Zara'i tapi aku tidak menceraikan istriku.Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga disebutkan membawa mengajak Aisyah lomba lari sebagaimana disebutkan dalam hadis beberapa sahabat radhiallahu anhum. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyuruh para sahabatnya untuk berjalan duluan kemudian Rasulullah mengajak Aisyah lomba lari.  Tujuan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam adalah tidak lain untuk menyenangkan istrinya.Hal ini juga menunjukkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memberikan waktu untuk para istrinya.Disebutkan juga dalam suatu hadis bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam setiap habis ashar mendatangi para istrinya tanpa digauli satu persatu. Baru kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menginap di rumah istri yang memang mendapatkan jatah menginapnya.Rumah Shallallahu Alaihi Wasallam kita baca dalam sebuah hadis memiliki perhatian kepada istrinya itu sangat banyak berbeda dengan orang yang sok zuhud dia menjadikan istrinya seperti janda dan anaknya seperti anak-anak yatim karena saking tidak bisanya diajak berbicara. Orang-orang ini karena akhlaknya yang buruk dia menyangka bahwa ini adalah beribadah kepada Allah Azza wa Jalla dan dia menyangka dia tidak pernah tahu bahwa nyaman dengan keluarga ngobrol dengan keluarga adalah juga ibadah kepada Allah ta'ala. Kita mengajari anak-anak mendapatkan pahala, menunaikan hak istri juga dapat pahala mencarikan nafkah untuk istri juga dapat pahala hal ini adalah hal yang dapat membuat orang mendekat kepada akhirat.Artinya mencumbui istri mencandai istri adalah itu bagian dari syariat, berpahala karena sebagian tujuan menikah adalah lintas kunu ilaiha. Tentram dengan wanita tersebut saling cinta. Segala bentuk cinta kasih diantara suami istri maka disyariatkan.Perhatikanlah Siapa yang lebih sibuk daripada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tapi Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bisa memperhatikan hak istrinya dan dia juga masih bisa memberikan hak-hak yang lain dengan sebaik-baiknya. Islam adalah agama yang realistis. Islam mengajarkan bagaimana cara menjadi pemimpin yang benar. Islam mengajarkan bagaimana cara menjadi rakyat yang benar Islam juga mengajarkan bagaimana cara menjadi ulama yang benarIslam juga mengajarkan bagaimana cara menjadi istri yang benarIslam juga mengajarkan bagaimana cara zuhud yang benarIslam sangat detail dan sangat jelas agar orang tidak berlebih-lebihan dalam agama ini. Porsinya jelas dan ini menunjukkan bagaimana sempurnanya Islam. Ini semua diatur oleh Allah subhanahu wa ta'ala yang sebagai rabbul alamin yang paling mengetahui maslahat terbaik untuk setiap hambany-Nya.Imam Ibnul jauzi rahimahullah berkata terkadang orang ini ingin berkering-kering atau menjauh dari manusia sehingga dia pun tidak menggauli istrinya, maka dia melalaikan yang wajib hanya untuk dikira melakukan yang sunnah padahal tidak terpuji.Sebagian orang zuhud hanya langsung comot dalil dan beribadah dengan syahwat. Menuntut ilmu terus terus-menerus serupa dengan istri dan anak itu namanya menuntut ilmu dengan syahwat. Sedangkan mengurus istri dan mengurus anak di sana ada ibadah. Jika seperti ini bagaimana Islam itu mau berkembang sedangkan Islam itu dibangun dari masyarakat dari muslimah yang baik. Komponen terkecilnya adalah keluarga. Jika keluarganya tidak diperhatikan maka bagaimana mau tumbuh keluarga Islami yang baik.Orang yang kagum dengan amal salehnyaOrang yang kagum dengan orang yang kagum dengan baca Qurannya, dengan sedekahnya, dengan zuhudnya. Imam Ibnu jauzi menyebutkan ada bahkan ada seseorang yang berkata Engkau adalah pasak-pasak bumi (wali yang hebat) dan dia mengakui itu benar. Imam Ibnu jauzi membantah hal ini orang yang benar dia akan merasa rendah dan merasa kurang amalnya di hadapan Allah Azza wa Jalla.Lihatlah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berdakwah selama 23 tahun dengan berbagai cobaan, sejak disuruh berikanlah peringatan Rasulullah tidak pernah beristirahat dan sampai di akhir hayatnya beliau disuruh oleh Allah  "istighfar lah dan bertasbihlah". Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam selalu membacanya dalam setiap ruku' dan sujud. Aisyah berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengamalkan perintah Allah dalam Alquran untuk beristighfar dan bertasbih.Bayangkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam terus merasa amalnya kurang dan terus beribadah kepada Allah dan tidak pernah memandang amalnya besar karena Rasulullah memandang keagungan Allah tidak ada apa-apanya dengan ibadah Rasulullah.Bahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda tidak ada seorangpun yang masuk surga dengan amalnya. Para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga bertanya apakah engkau juga termasuk Ya Rasulullah? Termasuk aku kata Rasulullah kita masuk surga berkat rahmat Allah.Amal bisa mendatangkan rahmat Allah makanya kita disuruh beramal. Jangan pernah kita memandang amal ibadah kita ini sebagai wow. Amal kita penuh dengan kekurangan. Salat masih banyak pikiran berbakti kepada orang tua masih pelit, mengurus anak kadang masih melihat HP, sungguh banyak yang kurang.Contoh ulama mereka adalah orang yang paling takut dipuji.Di antara mereka yang disebut ini menanti kapan Karomah mereka muncul. Dan dihalalkan kepada mereka ketika mereka sampai di atas air mereka akan bisa berjalan di atas air. Kalau ada suatu perkara yang datang kepadanya atau suatu permasalahan datang kepadanya kemudian dia berdoa dan doanya tidak dikabulkan maka dia mengerutu dalam hatinya "kenapa do'a saya tidak dikabulkan". Imam Ibnul Jauzi seakan-akan dia adalah Pekerja yang bekerja kepada Allah dan tidak diberi gaji.  Tapi jika dia diberikan pemahaman dan taufik dari Allah maka dia akan menyadari bahwa dia hanyalah hamba Allah seperti budak sahaya yang dimiliki majikannya. Dan namanya budak tidak pernah mentang-mentang terhadap majikan yang memilikinya.Apa yang membuat kita mentang-mentang dihadapan Allah? Sedangkan yang memberikan kita Taufik dan kekuatan hanyalah Allah. Allahlah yang membuat kita cinta kepada kebaikan. Maka jangan pernah Pandang apa yang kita lakukan adalah perbuatan yang waw sehingga kita terjatuh ke dalam ujub.Kalau dia memandang tentang bagaimana dia diberi Taufik oleh Allah belajar menuntut ilmu maka dia tahu untuk mensyukuri dan harusnya dia takut. Dan hendaknya dia takut ketika dia kurang menjalankan syukur itu kepada Allah Azza wa Jalla.Seharusnya seseorang itu bukan bangga dengan amalnya, hendaklah dia selalu memandang amalnya selalu kurang. Begitulah yang dicontohkan para Nabi.Sebagaimana Nabi Ibrahim ketika membangun Ka'bah beliau terus berdoa "Rabbana taqabbal Minna artinya ya Allah terimalah amalku".Dari sinilah Imam Ibnu qayyim berkata bisa jadi pelaku maksiat itu masuk surga dan dan ahli ibadah masuk neraka. Karena pelaku maksiat senantiasa menyesal dan bertaubat kepada Allah, sedangkan orang yang ahli ibadah dia merasa ujub dengan amal ibadahnya dia merasa bangga, akhirnya dia termasuk dalam neraka karena ujungnya yang dia banggakan.Penipuan iblis terhadap kaum SufiyahKaum sufiyyah merupakan orang-orang yang zuhud.Imam Ibnu jauzi rahimahullah berusaha menjelaskan bagaimana orang-orang sufi yang beliau temui di zamannya. Dan beliau membuat bab tersendiri untuk membahas orang-orang Sufiyah ini meskipun orang Sufiyah ini termasuk orang yang zuhud.Orang Sufiyah memiliki ciri yang sangat spesifik yang berbeda dengan orang-orang yang zuhud, aliran yang khusus dan penampakan yang berbeda dengan orang yang zuhud.Tasawuf dimulai dengan orang-orang yang zuhud secara totalitas. Kemudian lama-lama berjalan dengan waktu, orang-orang yang berafiliasi dengan sufiyah mulai melonggarkan tidak sekedar zuhud secara totalitas tapi mulai menggampangkan dengan musik dan mulai berjoget-joget. Sebelumnya tidak ada aturan musik dan joget-joget. Namun belakangan mulailah muncul orang yang mengambil kelonggaran mendengar musik. Dapat mereka mendengarkan musik adalah ibadah, dan joget juga adalah ibadah.Maka akhirnya sebagian orang awam yang berorientasi mencari akhirat, condong pada kaum sufiyah ini.  Karena meskipun mereka ini mendengarkan musik tapi mereka zuhud secara pakaian dan kehidupan. Dan para pencari dunia juga senang dengan zuhud, karena ada santai-santainya dan joget-jogetnya. Dan tergabunglah dari antara pencari dunia dari sisi zuhud dan pencari akhirat dari joget-joget dan menyanyi menurut mereka ini adalah ibadah.Sedangkan Sufi pada zaman ini bukan lagi zuhud tapi mereka mewah-mewah dan joget-joget. Nilai zuhud yang sudah berkurang tapi joget-jogetnya masih. Suka mendengar kan kasidah.Maka Ibnu jauzi membantah ini harus jelaskan metode iblis menipu mereka. Dan ini harus dibahas dari mana asal muasal tarekat ini, cabang-cabangnya dan dan harus dijelaskan perkara yang mereka jalani. Dan Allah yang memberikan taufik pada kebenaran.Tentang asal muasal sufiyahDi zaman Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tidak ada istilah sufiyah. Adanya Islam dan iman.  Dikatakan seorang mukmin atau muslim. Kemudian muncul istilah Zahid dan Abid zuhud atau ahli ibadah.Dan mereka sibuk dengan ibadah kemudian akhirnya mereka mempunyai metode sendiri. Mereka mempunyai akhlak-akhlak khusus. Mereka memandang, mereka mengkhususkan yang pertama kali berkhidmat kepada Allah di Masjidil Haram dahulu ada lelaki yang namanya shufah namanya adalah Algush Almur. Mereka berafiliasi kepada dia mereka beranggapan karena dia mengurusi Masjidil Haram dan itulah namanya sufiyah.Abu Muhammad Al Ghani Al Hafidz berkata aku bertanya kepada Apakah Kepada siapakah shopee berafiliasi atau bernisbah? Dahulu di zaman Jahiliyah sebelum adanya Islam,  pada suatu kaum namanya Shufah. Mereka fokus beribadah kepada Allah mereka meninggalkan dunia dan mereka fokus tinggal di sekitar Ka'bah.  Siapa yang meniru pekerjaan mereka tersebut maka Inilah yang disebut dengan sufiyah. Mereka yang mengaku sebagai pengikut Al-Ghuss Al-Ghur dari bani Tamim.Kemudian ada juga yang berpendapat bahwa mereka itu nisbat pada suffah yang mana suffah itu adalah tambahan yang Nabi buat, sehingga orang-orang itu tinggal di belakang Masjid Nabawi.  Dan yang tinggal di situ adalah orang-orang miskin. Bahkan sebagian dari mereka ada yang bajunya kotor dan tidak punya baju.  Hal tersebut bukan karena mereka ingin tapi karena keadaan.Ahli suffah merupakan sahabat rasulullah yang belajar Kepada beliau dan mereka hidup dalam keadaan miskin dan mereka sangat banyak orang membantu sebisanya untuk kehidupan mereka.Abu Dzar al-ghifari berkata bahwa beliau termasuk ahli suffah ketika sore hari mereka berdiri di depan pintu rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Dan Rasulullah membawakan makanan untuk mereka sampai mereka bisa makan dan ketika sisa 5 sampai 10 orang maka disuruhlah mereka untuk makan dan mereka makan.Imam Ibnu jauzi berkata mereka itu tinggal di masjid karena darurat terpaksa, tidak ada pilihan. Makan dari sedekah karena darurat.  Ketika kaum muslimin telah dibukakan harta oleh Allah Azza wa Jalla, mereka tidak butuh lagi dan tidak tinggal lagi di Suffah. Penisbahan Sufi terhadap Sufiah maka adalah jenis penisbahan yang salah.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
E
Ela septiana yusira

📍 Kota Tangerang

Talbis Iblis Terhadap Kaum Zuhud

pembahasan mengenai jeratan (talbis) iblis terhadap kaum zuhud, yaitu orang-orang yang salah memahami konsep zuhud dengan mengira bahwa zuhud berarti meninggalkan dunia secara mutlak. Membahas perhatian terhadap hak-hak keluarga. Di antara kaum zuhud, ada yang terus-menerus diam dan menyendiri, sehingga menjauhkan diri dari bercengkerama dengan istrinya. Hal ini tanpa sadar menyakiti perasaan istri karena buruknya akhlak dan sikap yang sulit diajak berkomunikasi.Padahal, Nabi SAW bersabda bahwa istri memiliki hak yang wajib ditunaikan. Islam adalah agama yang seimbang, di mana setiap hal memiliki porsinya masing-masingKisah ketika Salman Alfarisi menegur Abu Darda karena terlalu sibuk beribadah (salat malam dan puasa di siang hari) hingga melalaikan hak istrinya. Salman mengingatkan bahwa Tuhan, tubuh, tamu, dan istri masing-masing memiliki hak. Ketika Abu Darda mengadukan hal ini kepada Nabi SAW, Rasulullah membenarkan perkataan Salman.Jika seseorang berlebihan dalam satu porsi ibadah hingga menumbalkan porsi yang lain, hal tersebut tidak diperbolehkan dalam IslamRasulullah SAW pun tetap bercanda, bermain dengan anak-anak, serta meluangkan waktu untuk mengobrol dengan istri-istrinya.Berdasarkan riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah terbiasa mengobrol dengan istrinya (Maimunah) beberapa saat sebelum tidur. Ini adalah salah satu sunah yang membawa kebahagiaan.Dicontohkan pula dari kisah hadis Ummu Zara, ketika Aisyah menceritakan kisah panjang mengenai 11 wanita, Rasulullah menyimak dari awal hingga akhir serta memberikan komentar yang menyenangkan hati Aisyah.Rasulullah juga pernah mengajak Aisyah lomba lari untuk menyenangkannya. Di lomba pertama Aisyah menang karena masih kurus, dan di tahun berikutnya Rasulullah yang menang ketika fisik Aisyah sudah lebih berisi. Rasulullah selalu menyempatkan diri mendatangi istri-istrinya setelah ashar untuk sekadar mencumbui atau mengobrol.Kritikan terhadap orang yang merasa zuhud yang memperlakukan istrinya seperti janda dan anaknya seperti anak yatim karena tidak mau bergaul dengan mereka. Mereka keliru mengira bahwa mengobrol dengan keluarga akan melalaikan diri dari akhirat.Minimnya ilmu membuat mereka tidak tahu bahwa membahagiakan, mendidik, dan mencari nafkah untuk keluarga justru merupakan ladang pahala yang mendekatkan diri ke akhirat.Berdasarkan hadis riwayat Jabir, Rasulullah menganjurkan untuk mencari pasangan yang bisa diajak bercanda dan mencumbu (mula'abah). Hal ini selaras dengan tujuan syariat pernikahan, yaitu untuk menciptakan ketenteraman (sakinah) serta menumbuhkan cinta dan kasih sayang (mawaddah warahmah)Tidak ada orang yang lebih sibuk daripada Rasulullah SAW dalam mengurus umat, namun beliau tidak pernah melalaikan hak istri-istrinya.Ada sebuah cerita tentang seseorang yang saking ingin fokus ke akhirat, dia pergi berdakwah tanpa membawa gawai dan meninggalkan istrinya begitu saja hingga menyusahkan orang lain saat ada masalah.ada juga menceritakan pengalamannya mengobrol dengan seorang non-Muslim yang mengakui bahwa Islam adalah agama yang realistis karena memberikan porsi aturan yang jelas di segala lini kehidupan (pemimpin, rakyat, ulama, kepala keluarga). Semua diatur secara detail agar manusia tidak salah

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI15 Juni 2026
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Halaqah 56

ilmiyyah.comMain MenuHomeHalaqah 56 | Status Orang yang Menyifati Allāh dengan Makna Sifat MakhlukHalaqah 56 | Status Orang yang Menyifati Allāh dengan Makna Sifat MakhlukKitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.Aالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهBeliau mengatakan rahimahullāh,ومن وصف الله بمعنى من معاني البشر ،Barangsiapa yang mensifati Allāh dengan satu makna di antara makna-makna manusia,Yang dimaksud adalah mensifati Allāh dengan sifat-sifat manusia yaitu menyerupakan Allāh dengan makhluk atau dengan manusia seperti mengatakan bahwasanya Kalamullah sama dengan kalamulbashar berarti Kalamullah adalah dengan makhluk atau secara umum mensifati Allāh dengan sifat-sifat makhluk menyerukan karena Allah dengan makhluk maka,فقد كفرSungguh dia telah keluar dari agama Islam.Tasbih ini adalah termasuk kekufuran karena ini merendahkan Allāh menyerupakan Allāh Dzat yang Maha sempurna dengan makhluk yang penuh dengan kekurangan ini adalah merendahkan/penghinaan penghinaan terhadap Allāh dan menghinakan Allāh ini adalah sebuah kekufuran.Oleh karena itu guru dari Imam Bukhari rahimahullah beliau mengatakan,مَن شَبَّه اللهَ بخَلْقِه فقد كَفَرBarang siapa yang menyerupakan Allāh dengan makhluk maka dia telah keluar dari agama Islam.Oleh karenanya dikatakan barangsiapa yang mengatakan Al-Qur’an adalah makhluk maka dia telah keluar dari agama Islam karena dia menyerupakan Kalamullah dengan kalamumakhluk, kalamumakhluk itu makhluk, kalamullah itu dikatakan makhluk berarti dia menyerupakan kalau kalamullāh dengan kalamumakhluk maka barangsiapa yang mensifati Allāh dengan makna di antara makna manusia dengan sifat di antara sifat-sifat manusia maka semua dia telah keluar dari agama Islam sehingga ada sebagian yang mengatakan Al jahmiyyah itu kuffar, orang-orang jahmiyyah itu adalah orang-orang yang keluar dari agama Islamقال القرآن مخلوقBarangsiapa yang mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk maka sungguh dia telah keluar dari agama lain,من أبصر هذا اعتبرMaka barangsiapa yang memahami ini mentadaburi apa yang ada dalam firman Allāhإِنْ هَٰذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِorang yang mengatakan Al-Qur’an adalah ucapan manusia dia telah keluar dari agama Islam, diancam oleh Allāh subhanahu wa ta’ala dan orang yang mengatakan Al-Qur’an adalah makhluk berarti dia telah meniru ucapan orang tersebut, karena yangإِنْ هَٰذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِMeyakini bahwasanya Al-Qur’an adalah makhluk diucapkan oleh manusia dan orang yang mengatakan Al-Qur’an adalah makhluk juga sama dan yang shahih adalah bahwasanya Al-Qur’an adalah dalam Kalamu Al Khaliq walaisa bi makhluk, dia adalah sifat diantara sifat-sifat Allāh maka orang yang saya ingin orang yang abshoro/fahim memahami maka dia akan mengambil pelajaran oh berarti Al-Qur’an adalah kalamullāh bukan makhluk, Al muwasaq muwashakallah orang yang muwashaq adalah orang yang memberikan Taufiq oleh Allāh subhanahu wa taalaوعن مثل قول الكفار انزجرDan dia akan segera انزجر yaitu dia meninggalkan sesuatu yang semisal dengan ucapan orang-orang kafirالزجر عن مثله قول كفارApa ucapan orang² kafir mengatakan bahwasanyaإِنْ هَٰذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِApa yang semisal itu, dia mengatakan bahwasanya Al-Qur’an adalah makhluk itu yang semisal dengan ucapan orang-orang kafir, apa yang shahih dia mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah kalamullāh laisa bibmakhlukInilah yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim meninggalkan ucapanإِنْ هَٰذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِdan yang semisalnya yaitu yang mengatakan bahwasanya Al-Qur’an adalah makhluk,وعلم أن الله بصفاته ليس كالبشرDan dia mengetahui bahwasanya Allāh ta’ala dengan sifat-sifatNyaليس كالبشرAllāh tidak sama dengan manusia,Dzat Allāh tidak sama dengan manusia, sifat Allāh tidak sama dengan sifat manusia termasuk di antaranya adalah Kalamullah , Kalamullah bukan makhluk adapun kalammanusia maka itu adalah makhlukوعلم أن الله بصفاته ليس كالبشرDan dia tahu bahwasanya Allāh subhanahu wa ta’ala dengan sifat-sifatnya bukanlah makhluk yang bukanlah seperti manusia.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Talbis iblis 11

Talbis iblis#11 terhadap kaum zuhudMeninggalkan dunia secara mutlak padahal tidak demikian. Diantara orang orang yang zuhud, mereka senantiasa diam, kontinyu dalam diamnya, sehingga mereka bersendiri dan menjauhkan diri dari bercengkrama dengan istri, akhirnya mereka ini hanyalah orang orang yang menyakiti istri nya dengan buruk akhlaknya. Dan juga tambahan dia semakin menyendiri susah diajak berbicara, diajak bergaul,  sehingga dia menyakiti istrinya. Sesungguhnya istrimu juga punya hak atas mu. Islam ini agama yang profesional, masing masinh ada porsinya. Salman al farisi menegur abu darda karena abu darda sangat begitu senang untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala, dimalam hari shalat malam, disiang hari puasa, sehingga kurang memberikan hak istrinya, akhirnya salman menegur abu darda dengan mengatakan sesungguhnya Rabbmu punya hak,  jasadmu punya hak untuk kau tunaikan, tamu mu juga punya hak, dan istrimu punya hak untuk di mesrai dicumbui di gauli. Maka penuhilah masing masing haknya. Salman dan abu darda menjumpai Rasulullah mengenai kejadian yang mereka alami barusan dan Rasulullah membenarkan perkataan salman. Zuhud ini yang menjadikan istrinya seperti janda, dan anaknya yatim karena dia tidak mengobrol sama mereka, dan meninggalkan mereka dan juga akhlaknya yang buruk. Diam prengat prengut. Dia merasa seakan akan kalau mengobrol sama istri dan anak seakan akan buat dia lalai di akhirat. Orang salah mengartikan zuhud  ini karena sedikitnya ilmu. Dia tidak tau padahal nyaman sama keluarga ngobrol sama keluarga itu membantu seorang untuk dekat dengan akhirat. Mengajarkan anak anak dapat pahala. Mendidik istri juga mendapatkan pahala. Menunaikan kebutuhan istri juga dapat pahala. Memberi waktu untuk anak dan istri juga pahala. Menggauli istri hukumnya wajib. Wanita juga wajib memenuhi ajakan suaminya. Karena yang berhasrat bukan hanya suami, istri juga punya hasrat. Istri juga butuh dipenuhi hasratnya. Diantara orang yang zuhud, dia kagum dengan amal sholehnya, dia kagum dengan sedekahnya, dia kagum dengan zuhud nya. Ini membuat dia ujub. Bab talbis iblis kepada kaum sufiyyahSufiyyah termasuk orang orang zuhud, hanya saja kaum sufi ini berbeda dari kaum zuhud yang biasanya.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
T
Tendri Novita

📍 Kota Palu

Talbis Iblis 11

📖 Ringkasan Kajian Talbis Iblis terhadap Kaum ZuhudPemateri: Firanda Andirja🌿 Pengertian Talbis IblisTalbis Iblis berarti tipu daya atau penyesatan setan yang membuat kebatilan tampak seperti kebenaran. Dalam pembahasan ini, Ibnul Jauzi menjelaskan bagaimana iblis menipu sebagian orang yang ingin hidup zuhud sehingga terjatuh dalam sikap yang menyimpang dari ajaran Islam.⸻1️⃣ Zuhud yang Benar Menurut IslamZuhud bukan berarti:* Membenci dunia secara mutlak.* Meninggalkan keluarga.* Menolak harta dan pekerjaan.* Menyiksa diri dengan alasan ibadah.Zuhud yang benar adalah:* Tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama.* Tetap mencari nafkah yang halal.* Menjalankan kewajiban kepada Allah dan manusia.* Menggunakan dunia sebagai sarana menuju akhirat.Inti Zuhud: Hati tidak bergantung kepada dunia, meskipun dunia berada di tangan.⸻2️⃣ Hak Keluarga Tidak Boleh DiabaikanSalah satu talbis iblis terhadap kaum zuhud adalah membuat mereka merasa bahwa semakin jauh dari keluarga maka semakin dekat kepada Allah.Padahal:* Istri memiliki hak untuk diperhatikan.* Anak-anak memiliki hak pendidikan dan kasih sayang.* Suami wajib bergaul dengan baik kepada keluarganya.Rasulullah ﷺ:* Bercanda dengan keluarga.* Berbicara lembut kepada istri.* Memberikan perhatian kepada anak-anak.Karena itu, meninggalkan hak keluarga demi ibadah sunnah yang berlebihan adalah kekeliruan.Pelajaran✅ Keseimbangan antara ibadah dan keluarga adalah bagian dari syariat.⸻3️⃣ Bahaya Penyakit UjubIblis juga menipu sebagian ahli ibadah dengan penyakit ujub (kagum terhadap diri sendiri).Tandanya:* Merasa lebih baik daripada orang lain.* Bangga dengan ibadah yang dilakukan.* Menunggu karamah atau keistimewaan dari Allah.* Menganggap surga diperoleh karena amal semata.Padahal:* Amal hanyalah sebab.* Rahmat Allah-lah yang memasukkan seseorang ke dalam surga.Pelajaran✅ Semakin banyak ibadah, semakin besar kebutuhan seseorang untuk tawadhu’ dan merasa butuh kepada Allah.⸻4️⃣ Hakikat Sufiyah dan Kesalahpahaman tentang ZuhudUstadz Firanda menjelaskan asal-usul istilah “Sufi” yang sering dikaitkan dengan Ahlus Suffah.Ahlus SuffahMereka adalah:* Sahabat Nabi yang miskin.* Tinggal di serambi masjid karena keadaan ekonomi.* Bukan karena memilih meninggalkan dunia secara mutlak.Kesalahan yang muncul kemudian:* Menganggap kemiskinan sebagai tujuan hidup.* Meninggalkan usaha dan pekerjaan.* Membuat ritual yang tidak dicontohkan Nabi ﷺ.Padahal Islam:* Memuji kerja keras yang halal.* Mendorong keseimbangan antara dunia dan akhirat.⸻✨ Hikmah dan Pelajaran Kajian✅ Setan tidak selalu menyesatkan melalui maksiat, tetapi juga melalui ibadah yang berlebihan dan tidak sesuai sunnah.✅ Zuhud bukan meninggalkan dunia, melainkan menempatkan dunia pada posisi yang benar.✅ Hak keluarga adalah amanah yang wajib ditunaikan.✅ Ujub dapat merusak amal dan menghilangkan keikhlasan.✅ Islam adalah agama yang seimbang, tidak berlebihan dan tidak meremehkan ibadah.✅ Semua bentuk ibadah harus mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.⸻📝 KesimpulanTalbis Iblis terhadap kaum zuhud terjadi ketika seseorang mengira dirinya semakin dekat kepada Allah dengan cara meninggalkan hak keluarga, berlebih-lebihan dalam ibadah, atau merasa bangga terhadap amalnya. Padahal, zuhud yang benar adalah menjalankan syariat secara seimbang, menjaga hak Allah dan hak manusia, serta senantiasa rendah hati di hadapan Allah.“Zuhud bukan meninggalkan dunia yang ada di tanganmu, tetapi meninggalkan ketergantungan hati kepada dunia dan lebih percaya kepada apa yang ada di sisi Allah.” 🌿

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Talbis Iblis #11: Talbis Iblis Terhadap Kaum Zuhud

Catatan Kajian Kitab Talbis Iblis — Bab 9 (Lanjutan) & Bab 10 (Pembukaan)Pemateri: Ust. Dr. Firanda Andirja, M.A. Tema: Hak Keluarga bagi Ahli Zuhud (Bab 9) & Asal-usul Penyimpangan Kaum Sufiyah (Bab 10)BAGIAN I: Kelalaian Ahli Zuhud terhadap Hak-Hak Keluarga (Bab 9 - Lanjutan)Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu ta'ala menjelaskan sebuah sub-bab penting yang berjudul Faslun fi Mura'ati Huquqil Ahli (Bab tentang Perhatian terhadap Hak-Hak Keluarga). Beliau membongkar tipu daya Iblis yang menimpa sebagian ahli zuhud yang mengorbankan kewajiban rumah tangga demi mengejar keutamaan ibadah pribadi.A. Fenomena Sikap Diam (Inqibadh) yang Merusak AkhlakIblis mengelabui sebagian ahli zuhud untuk mempraktikkan sikap diam secara ekstrem (inqibadh) dan mengisolasi diri dari interaksi sosial. Mereka mengira bahwa bersikap dingin, murung, dan enggan diajak berbicara oleh anak istri adalah bentuk kekhusyukan batin yang menjaga mereka dari kelalaian akhirat. Pada hakikatnya, tindakan ini justru menyakiti hati istri dan merusak tatanan akhlak mulia di dalam rumah tangga.B. Hadis Salman Al-Farisi: Prinsip Proporsional dalam IslamIslam adalah agama yang sangat profesional dan proporsional. Setiap lini kehidupan memiliki porsi haknya masing-masing yang tidak boleh saling menumbalkan. Prinsip ini ditegaskan dalam dialog legendaris antara Salman Al-Farisi dan Abu Darda' radhiallahu 'anhuma.Melihat Abu Darda' sangat gila beribadah hingga shalat sepanjang malam dan berpuasa sepanjang siang sampai melalaikan penampilan serta hak biologis istrinya (Ummu Darda'), Salman memberikan teguran keras yang kemudian dikukuhkan (taqrir) oleh Nabi ﷺ sebagai sebuah syariat:"Sesungguhnya Rabbmu memiliki hak atasmu, jasad (tubuhmu) memiliki hak atasmu, tamumu memiliki hak atasmu, dan isterimu juga memiliki hak atasmu. Maka penuhilah hak masing-masing pemilik hak tersebut." > Ketika Abu Darda' mengadukan hal ini kepada Nabi ﷺ di waktu subuh, Rasulullah ﷺ bersabda: "Shadaqa Salman" (Salman telah berkata benar). (HR. Bukhari)C. Sunnah Rasulullah ﷺ dalam Menyenangkan IstriRasulullah ﷺ adalah manusia yang paling sibuk di atas muka bumi dalam mengurus problematika umat, menerima wahyu, dan menghadapi musuh. Namun, beliau tidak pernah melalaikan hak-hak istri beliau yang berjumlah sembilan orang. Bentuk perhatian nyata Nabi ﷺ antara lain:Mengobrol Sebelum Tidur: Ibnu Abbas menceritakan pengalamannya saat menginap di rumah bibinya, Maimunah (istri Nabi ﷺ), bahwa beliau menyaksikan Nabi ﷺ menyempatkan diri untuk mengobrol santai dengan istrinya beberapa saat sebelum tidur. Ini adalah sunnah yang mulai ditinggalkan di era modern, di mana pasangan suami-istri cenderung sibuk dengan gawai masing-masing sebelum tidur, sehingga kehilangan kebahagiaan rumah tangga yang hakiki.Mendengarkan Kisah Istri (Hadis Ummu Zar'): Nabi ﷺ mendengarkan dengan penuh kesabaran cerita sangat panjang dari Aisyah mengenai sebelas wanita yang berkumpul untuk membedakan sifat suami mereka. Setelah Aisyah selesai bercerita, Nabi ﷺ merespons secara romantis: "Kedudukanku bagimu adalah seperti Abu Zar bagi Ummu Zar, hanya saja aku tidak menceraikanmu."Mengadakan Perlombaan Lari: Nabi ﷺ pernah mengajak Aisyah berlomba lari sebanyak dua kali di sela-sela safar bersama para sahabat. Perlombaan pertama dimenangkan oleh Aisyah karena fisiknya masih ramping. Beberapa tahun kemudian, saat fisik Aisyah mulai berisi, Nabi ﷺ mengajaknya lomba kembali dan beliau menang, lalu bersabda sambil bercanda: "Hadzihi bi-tilka" (Kemenangan ini untuk membayar kekalahanku yang dahulu).Menyapa Istri Setiap Hari: Setiap selesai mendirikan shalat Ashar, Nabi ﷺ memiliki rutinitas mendatangi kamar istri-istrinya satu per satu secara bergiliran tanpa menggaulinya, hanya untuk sekadar mencumbu, menyapa, dan menanyakan kondisi mereka sebelum menetap di rumah istri yang mendapat jatah bermalam.D. Kritik terhadap Dalil Penyimpangan DomestikNabi ﷺ menganjurkan umatnya untuk membangun kemesraan di dalam pernikahan. Beliau bersabda kepada Jabir bin Abdillah: "Hajjata bikran tula'ibuha wa tula'ibuka" (Mengapa engkau tidak menikahi seorang gadis, yang mana engkau bisa mencandainya/bermain dengannya dan ia pun bisa mencandaimu/bermain denganmu). Tujuan utama pernikahan di dalam Islam adalah li-taskunu ilaiha (agar engkau merasa tenteram kepadanya) melalui jalinan Mawaddah dan Rahmah. Oleh karena itu, segala aktivitas mubah yang dapat menumbuhkan cinta kasih antara suami istri dinilai sebagai ibadah yang berpahala.Pemateri mengkritik tajam sebagian ahli ibadah yang salah kaprah meninggalkan istri tanpa nafkah atau alat komunikasi selama berhari-hari demi urusan dakwah atau zuhud yang keliru, hingga membiarkan tetangga atau orang lain yang menyelesaikan urusan domestik istrinya.Begitu pula dengan oknum yang menolak memenuhi kebutuhan biologis istrinya berbulan-bulan dengan alasan menyontek kisah Nabi Ibrahim alaihis salam yang meninggalkan Hajar selama puluhan tahun di lembah Makkah. Ini adalah pencatutan dalil yang keliru; tindakan Nabi Ibrahim didasarkan pada wahyu mutlak dari Allah, bukan atas dasar keengganan biologis atau pemuasan syahwat spiritual pribadi yang mengorbankan hak orang lain.II. Penyakit Ujub terhadap Amal dan Ambisi KedudukanIblis juga meniupkan penyakit batin yang sangat merusak kepada ahli zuhud, yaitu memandang amal salehnya dengan penuh kekaguman (ujub).A. Bahaya Pujian "Pasak Bumi"Ketika seorang zahid dipuji oleh masyarakat dengan kalimat: "Engkau adalah bagian dari pasak-pasak bumi (Awtadul Ardh/Wali besar)", hatinya langsung mengiyakan dan merasa dirinya memang telah mencapai derajat tersebut.Pola pikir ini bertentangan dengan sunnah para nabi. Rasulullah ﷺ yang terjaga dari dosa (maksum) dan telah berjuang total selama 23 tahun, selalu mengucapkan istigfar tiga kali setiap selesai shalat fardhu. Bahkan di akhir hayatnya, Allah tetap memerintahkan beliau: Fa sabbih bihamdi Rabbika wastagfirhu (Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya). Nabi ﷺ bersabda:"Tidak ada seorang pun di antara kalian yang masuk surga murni karena amalnya." Para sahabat bertanya: "Apakah engkau juga tidak, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Aku pun tidak, kecuali jika Allah melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepadaku." (HR. Bukhari & Muslim)Amal saleh manusia tidak akan pernah sebanding dengan luasnya keagungan dan besarnya nikmat yang telah Allah limpahkan. Seseorang tidak boleh merasa bahwa amalnya sudah luar biasa. Pujian manusia hanyalah penilaian terhadap sisi lahiriah saja, sedangkan batin manusia penuh dengan kekurangan.B. Menanti Karamah dan Menggerutu kepada AllahAhli zuhud yang terjebak talbis Iblis sering kali beribadah demi menanti-nanti kapan karamah (kesaktian spiritual, seperti berjalan di atas air) muncul pada dirinya. Lebih dari itu, ketika mereka memanjatkan doa lalu Allah tidak kunjung mengabulkannya, muncul perasaan menggerutu dan menggugat di dalam hati mereka: "Mengapa doaku tidak dikabulkan, padahal aku sudah shalat dan zuhud sejauh ini?"Ibnul Jauzi mengkritik sikap ini: Mereka memposisikan diri seolah-olah seperti buruh harian yang sedang menuntut upah jerih payahnya kepada Allah. Seandainya mereka diberikan pemahaman yang lurus, mereka akan sadar bahwa status mereka mutlak hanyalah seorang hamba sahaya (abdun mamluk) di hadapan Sang Majikan. Seorang budak tidak memiliki hak untuk mendikte, menuntut, atau merasa mentang-mentang atas apa yang telah ia kerjakan untuk majikannya. Seluruh kekuatan untuk beramal dan rasa cinta kepada kebaikan pun merupakan taufik yang murni bersumber dari Allah.Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah merangkum bahaya ujub ini dalam sebuah kaidah emas:"Bisa jadi seseorang melakukan kemaksiatan namun hal itu menyebabkannya masuk surga (karena memicu rasa hina, hancurnya ego, dan memunculkan pertobatan yang terus-menerus di hadapan Allah). Sebaliknya, bisa jadi seseorang melakukan amal saleh namun hal itu justru menyebabkannya masuk neraka (karena memicu penyakit ujub, kesombongan, dan merasa diri lebih hebat dari orang lain)."BAGIAN III: Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufiyah (Bab 10 - Pembukaan)Al-Imam Ibnul Jauzi menyendirikan pembahasan mengenai kaum Sufiyah (Sufi) pada Bab 10, terpisah dari pembahasan kaum ahli zuhud (zuhad) secara umum pada bab sebelumnya. Hal ini dikarenakan kaum Sufi memiliki spesifikasi istilah, ciri khas penampilan, ritual ibadah, serta sekte kepercayaan yang bercabang-cabang yang tidak dimiliki oleh ahli zuhud biasa.A. Evolusi Sejarah Istilah SufiPada masa awal Islam (generasi Rasulullah ﷺ dan para sahabat), tidak ada istilah tasawuf atau sufi. Istilah kolektif yang digunakan Al-Qur'an hanyalah Muslim dan Mukmin.Seiring berjalannya waktu, muncul generasi berikutnya yang memberikan gelar khusus bagi orang yang menonjol dalam ibadah dengan sebutan Zahid (orang yang menjauhi dunia) dan 'Abid (ahli ibadah).Fase berikutnya melahirkan sekelompok komunitas yang merumuskan metode (thariqah) khusus dalam kehidupan batiniah mereka, yang awalnya didasarkan pada konsep zuhud total (az-zuhdu al-kulli) terhadap dunia. Fase inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya aliran tasawuf.B. Penyimpangan Kaum Sufi Generasi BelakangIbnul Jauzi menjelaskan bahwa seiring bergulirnya waktu, generasi penerus kaum Sufi mulai melonggarkan prinsip-prinsip kezuhudan asli mereka. Mereka mulai memasukkan unsur-unsur rukhshah (kelonggaran syariat) dan bid'ah ke dalam ritual ibadah mereka, seperti:Sama' (Mendengarkan lantunan senandung kasidah yang diiringi alat musik).Raqs (Gerakan tarian/joget ritual yang diklaim sebagai bentuk ekspresi ekstasi spiritual).Pergeseran ini menyebabkan kaum Sufi generasi belakangan menarik dua kutub manusia sekaligus:Pencari Akhirat: Tertarik bergabung karena melihat casing penampilan luar mereka yang tampak zuhud dan miskin.Pencari Dunia: Tertarik bergabung karena melihat adanya ruang hiburan berupa fasilitas musik, nyanyian santai, dan tarian massal di dalam ritual keagamaan mereka.C. Analisis Etimologi (Asal-usul) Nama SufiTerdapat silang pendapat di antara para ulama sejarah mengenai dari mana akar kata "Sufi" itu berasal. Ibnul Jauzi membedah dua teori utama:Teori 1: Penisbahan kepada Suffah bin Mur (Masa Jahiliyyah)Sebelum Islam datang, pada masa jahiliyyah terdapat seorang pria bernama Suffah (nama aslinya Al-Ghuth bin Mur) dari kabilah Tamim bin Mur. Tokoh ini bersama sekelompok komunitasnya sengaja mengisolasi diri secara total dari urusan dunia demi berkhidmat menjaga Ka'bah dan beribadah di sekelilingnya. Karena kaum Sufi memiliki kemiripan corak ibadah yang mengisolasi diri dan fokus di sekitar tempat ibadah, sebagian ulama berpendapat bahwa nama Sufi berafiliasi kepada pengikut Suffah bin Mur ini.Teori 2: Penisbahan kepada Ahlus Suffah (Masa Kenabian)Mayoritas kaum Sufi mengklaim bahwa nama mereka dinisbahkan kepada Ahlus Suffah, yaitu sekelompok sahabat nabi yang fakir dan tidak memiliki tempat tinggal maupun keluarga di Madinah, sehingga dibuatkan teras beratap di bagian belakang Masjid Nabawi sebagai tempat bernaung (seperti Abu Hurairah dan Abu Dzar Al-Ghifari).Pemateri memberikan dua catatan kritis yang sangat penting untuk meluruskan klaim ini:Faktor Kemiskinan Ahlus Suffah adalah Terpaksa, Bukan Pilihan: Para sahabat tinggal di suffah masjid mutlak karena kondisi darurat ekonomi pasca-hijrah. Mereka tidak pernah secara sengaja "memilih dan mencita-citakan kemiskinan". Terbukti ketika Allah membukakan pintu-pintu kemenangan (futuhat) dan rezeki pasca-perang, mereka segera keluar dari suffah, menikah, mencari nafkah, dan hidup secara normal di masyarakat. Nabi ﷺ pun sangat memperhatikan mereka; beliau bahkan mendahulukan penjualan budak demi memberi makan jemaah suffah daripada memberikan pembantu bagi putrinya sendiri, Fatimah, yang tangannya mengasar akibat menggiling gandum.2. Kritik Linguistik Tata Bahasa Arab dari Ibnul Jauzi: Secara kaidah ilmu tasyrif (tata bahasa Arab), jika sebuah kata benda dinisbahkan (isim nisbah) kepada kata Suffah (صُفَّة), maka bentuk kalimatnya secara baku wajib berbunyi Suffi (صُفِّيّ), bukan Sufi (صُوفِيّ). Kata Sufi secara bahasa Arab hanya bisa diturunkan dari akar kata Suf (صُوف) yang artinya kain wol (bulu domba). Oleh karena itu, klaim kaum Sufi yang menyatakan nama mereka diambil dari kesucian Ahlus Suffah runtuh secara kaidah linguistik bahasa Arab.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI15 Juni 2026
N
Nurul

📍 Kota Depok

Silsilah ilmiyyah : pembahasan kitab al-ushulu ats-tsalatsah

Halaqah 31 : Landasan Kedua Ma’rifatu Dīnil Islam Bil Adillah: Tafsir Syahadat Lāilāha IllallāhUstadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى Silsilah Al-Ushulu Ats-TsalasahKemudian beliau mendatangkan firman Allāh Azza wa Jalla, yang menjelaskan tentang makna kalimat لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ.Beliau rahimahullāh mengatakan:وتفسيرها الذي يوضحهاDan tafsir (penjelasan) dari kalimat لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ – yang menjelaskan tentang kalimat لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ adalah firman Allāh Ta’āla (QS. Az-Zukhruf 26-27)وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاء مِّمَّا تَعْبُدُونَ ۞ إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ ۞Dan ketika Ibrāhīm berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah kecuali yang telah menciptakan aku….”⇒ Ini adalah menafsirkan ayat dengan ayat.Karena kalimat لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ – yang pertama dikandung di dalam firman Allāh QS. Āli-Imrān :18 شَهِدَ اللّهُ أَنَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُوْلُواْ الْعِلْمِ قَآئِمَاً بِالْقِسْطِ ternyata makna ini juga ditafsirkan (dijelaskan) oleh ayat yang lain.⇒ Berarti ini termasuk menafsirkan ayat dengan ayat.Ucapan beliau : إِنَّنِي بَرَاء مِّمَّا تَعْبُدُونَ – disini ada nāfi’ sebagaimana Allāh menāfī’kan di ayat yang pertama nāfīyyan. Maka disini Ibrāhīm juga menāfī’kan جميع ما يعبد مِن دُونِ ٱللَّه.إِنَّنِي بَرَاء مِّمَّا تَعْبُدُونَ“Aku berlepas diri, aku menāfī’kan, aku tidak percaya, aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah” (ini menāfī’kan sebagaimana Allāh juga menāfī’kan).إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي“Kecuali Dzat yang telah menciptakan aku”إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِيBerarti ini apa? Itsbat (menetapkan) sebagaimana Allāh menetapkan di dalam kalimat إلا هو إلا الله – maka Ibrāhīm juga menetapkan.Ibrāhīm mengatakan إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي – disebutkan فَطَرَنِي – ini syarat bahwasanya tauhīd Rububiyyah melazimkan tauhīd Uluhiyyah.Yang aku sembah, yang aku tidak berlepas diri adalah yang menciptakan aku, itulah yang berhak aku sembah. Berarti yang berhak untuk disembah adalah Dzat yang telah menciptakan.Sehingga beliau (rahimahullāh) kembali menyinggung tentang,لا شكر له في العبدته كما أنه لا شرك في الملكهMengingatkan tentang hubungan tauhīd Rububiyyah dengan tauhīd Uluhiyyah, karena disinipun dalīl yang akan beliau sampaikan menyinggung kembali tentang hubungan antara tauhīd Uluhiyyah dengan tauhīd Rububiyyah.⇒ Ini adalah tafsir dari kalimat لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ yang diucapkan oleh Ibrāhīm (khalilullāh).Kemudian beliau rahimahullāh mengatakan (QS. Āli-Imrān :64) :قوله : قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِKatakan wahai Muhammad, bagaimana beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mendakwahkan kalimat لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ ini, kepada sebagian manusia yang mereka adalah Ahlul Kitāb.Inilah yang beliau dakwahkan:قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِKatakanlah wahai Ahlul Kitāb yaitu orang-orang Nashara Najran :قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْKemarilah kalian, mari kita bersepakat kepada sebuah kalimat yang sama antara kami (orang Islām) dan kalian (Ahlul Kitāb)Apa kalimat yang sama itu?أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَSupaya kita tidak menyembah KECUALI hanya menyembah Allāh saja (didalam pernyataan ini ada nāfi’ dan Itsbat) لَّا نَعْبُدَ adalah nāfīyyun dan إِلَّا اللَّهَ adalah Itsbat.√ Dakwahnya nabi Ibrāhīm mengandung nāfi’ dan juga Itsbat.√ Dakwah Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam di dalam kalimat yang beliau sampaikan juga ada kalimat yang mengandung makna nāfi’ dan juga Itsbat.وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًاDan kita tidak menyekutukan Allāh dengan sesuatu apapun. Ada yang mengartikan وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا – maksudnya adalah mengingatkan mereka supaya kita tidak menyekutukan Allāh dengan siapapun.Kalau di dalam kalimat لا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّه (umum) beliau ingin mengingatkan bahwasanya baik kami orang Islām maupun kalian Ahlul Kitāb jangan kita menyekutukan Allāh dengan siapapun.Kemudian beliau juga ingin mengajak mereka, karena kesyirikan orang-orang Ahlul Kitāb yang pertama adalah mereka menyekutukan Allāh dengan nabi Isa, maka beliau mengatakan وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا.Kemudian:وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِJangan sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai sesembahan selain Allāh. Karena orang-orang Nashrani, mereka menjadikan pendeta mereka sebagai sesembahan selain Allāh.ٱتَّخَذُوٓا۟ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَـٰنَهُمْ أَرْبَابًۭا مِّن دُونِ ٱللَّهِ“Mereka menjadikan orang-orang ahli ibadah, orang-orang yang pintar, orang-orang yang ahli ilmu diantara mereka sebagai sesembahan selain Allāh” (QS. At-Tawbah:31)Pendeta mereka menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allāh, kemudian mereka (para pengikutnya) ikut menghalalkan. Dan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allāh, kemudian mereka (para pengikutnya) ikut mengharamkan.Itulah ibadah mereka yaitu mengikuti apa yang dikatakan oleh pendeta mereka dalam perkara halal dan juga haram, padahal itu bertentangan dengan hukum Allāh.Maka beliau rahimahullāh, didalam ucapan beliau :وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًاJangan sampai sesama kita (bukan nabi) pengikut mereka menjadikan pendeta mereka sesembahan selain Allāh.Kami tidak akan menjadikan ulama kami sebagai sesembahan selain Allāh kalian juga demikian jangan kalian menjadikan ulama sebagai أَرْبَابًۭا مِّن دُونِ ٱللَّهِ (sesembahan selain Allāh) Cukup Allāh saja!Maka diperinci yang demikian, dan intinya adalah pada kalimat لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ – intinya disana ada nāfīyyun dan juga Itsbat.وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًۭا مِّن دُونِ ٱللَّهِ ۚ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُولُوا۟ ٱشْهَدُوا۟ بِأَنَّا مُسْلِمُونَApabila mereka tidak mau menerima (mereka berpaling) tidak mau menerima tawaran ini, maka katakanlah kalau mereka tetap ingin menyembah Isa, tetap menjadikan pendeta mereka sebagai Tuhan selain Allāh (maksudnya) adalah mengikuti halal dan juga haramnya mereka padahal itu bertentangan dengan syariat Allāh.فَقُولُوا۟ ٱشْهَدُوا۟ بِأَنَّا مُسْلِمُونَMaka katakanlah, ucapkanlah kepada mereka, saksikanlah oleh kalian kalau memang kalian tidak mau menerima kalimat ini bahwasanya kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allāh.Kami sudah pasrah kepada Allāh tidak mau mengikuti ajaran nenek moyang kami atau ajaran kalian, yang disitu ada penyembahan kepada selain Allāh.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
D
Dewi Murthy Sari

📍 Kota Samarinda

Talbis Iblis Terhadap kaum Zuhud

Salah Memahami Hakikat ZuhudSebagian orang mengira zuhud berarti meninggalkan dunia secara mutlak, meninggalkan harta, pekerjaan, keluarga, dan seluruh kenikmatan dunia. Padahal Islam tidak mengajarkan demikian.Allah berfirman:"Carilah pada apa yang telah Allah karuniakan kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia." (QS. Al-Qashash: 77)Rasulullah ﷺ juga hidup sederhana, tetapi tetap berdagang, menikah, memiliki rumah, dan memenuhi hak keluarga.Menelantarkan Hak Keluarga dengan Alasan ZuhudDi antara talbis iblis adalah membuat seseorang sibuk beribadah hingga melupakan hak istri, anak, dan keluarganya.Ada yang memilih banyak menyendiri, sedikit berbicara, dan menjauh dari keluarga sehingga akhlaknya menjadi buruk terhadap mereka. Padahal memberi nafkah, bergaul dengan baik, dan membahagiakan keluarga termasuk ibadah. Rasulullah ﷺ bersabda:"Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atasmu, matamu memiliki hak atasmu, dan keluargamu memiliki hak atasmu." (HR. Bukhari)Mengharamkan Kenikmatan yang Allah HalalkanSebagian orang menganggap pakaian bagus, makanan enak, atau harta sebagai sesuatu yang harus dijauhi agar disebut zuhud.Padahal Allah berfirman:"Katakanlah: Siapakah yang mengharamkan perhiasan Allah yang telah Dia keluarkan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik?" (QS. Al-A'raf: 32)Yang tercela bukan hartanya, tetapi jika hati bergantung kepada dunia.Berlebih-lebihan dalam Menyiksa DiriAda yang sengaja tidak makan cukup, tidak tidur, tidak menikah, atau menyiksa tubuh dengan alasan ingin lebih dekat kepada Allah.Padahal Nabi ﷺ bersabda:"Barang siapa membenci sunnahku maka ia bukan termasuk golonganku." (HR. Bukhari dan Muslim)Beliau melarang sikap ekstrem dalam ibadah.Meninggalkan Ilmu dan Dakwah karena MenyendiriSebagian orang memilih hidup di gunung atau mengasingkan diri terus-menerus sehingga meninggalkan shalat berjamaah, majelis ilmu, dan amar ma'ruf nahi mungkar.Padahal Islam adalah agama yang mengajarkan keseimbangan antara ibadah pribadi dan kehidupan bermasyarakat. Zuhud Palsu yang Mengandung Riya'Iblis juga menipu sebagian ahli zuhud dengan menampilkan kesederhanaan agar dipuji manusia.Salah satu tipu daya iblis terhadap ahli ibadah dan orang yang zuhud adalah menumbuhkan rasa kagum terhadap amalan sendiri (ujub), padahal amalan kita tidak sebanding dengan nikmat Allah yang tidak terhitung.Padahal amalan yang tercampur riya' dapat menghilangkan keikhlasan. Mendahulukan akhirat tanpa melalaikan kewajiban dunia.Sebagaimana perkataan para ulama:"Zuhud bukanlah mengharamkan yang halal atau menyia-nyiakan harta, tetapi zuhud adalah ketika apa yang ada di sisi Allah lebih engkau percaya daripada apa yang ada di tanganmu."Zuhud adalah amalan hati, bukan sekadar penampilan lahiriah.Jangan sampai semangat beribadah membuat seseorang melalaikan hak keluarga dan kewajiban syariat.Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah, bekerja, mencari nafkah, dan bermuamalah dengan manusia.Tipu daya iblis terhadap ahli zuhud sering kali berupa sikap berlebihan sehingga meninggalkan sunnah Nabi ﷺ.Tipuan Iblis terhadap kaum sufiyah yang merupakan bagian dari kamu zuhudKaum sufiyah berbeda dengan kaum zuhud secara umum, mereka memiliki sifat dan ciri tertentu.Ahlis Suffah adalah orang2 fakir yang datang kepada nabi utk belajar dan hijrah. Mereka bukan sengaja membuat kemiskinan sebagai jalan hidup, melainkan mereka berada dalam kondisi yang serba kekurangan. Pada asalnya, tasawuf muncul dari semangat untuk memperbanyak ibadah, membersihkan hati, dan menjauhi kecintaan terhadap dunia. Namun, Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa iblis kemudian menyusupkan berbagai penyimpangan sehingga sebagian kaum sufi keluar dari tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
M
Mahargyani Yogyantari

📍 Kota Depok

Tablis Iblis #11

Talbil Iblis #11Tipu Daya Iblis pada Orang yang mengaku Zuhud‌Kesalahan dalam Berzuhud terkadang cenderung menarik diri dari keluarga dan mengabaikan hak-hak keluarga. Padahal Islam adalah agama yang profesional dimana ada porsi bagi setiap tanggung jawab, termasuk hak istri dan anak‌Meneladani Nabi dalam Keluarga, Rasulullah tetap memberikan waktu untuk keluarga di tengah kesibukan Beliau sebagai pemimpin umat. Mengurus dan membahagiakan keluarga adalah bagian dari ibadah‌Penyakit Ujub Seringkali orang yang Zuhud merasa bangga dengan amalannya,merasa dirinya hebat, atau menganggap doanya harus segera dikabulkan karena merasa sudah beramal banyak. ‌Hakikat Sufiyah, asal usul kaum Sufiyah, pergeseran tradisi mereka yang awalnya murni Zuhud menjadi cenderung pada nyanyian dan tarian. Kaum Sufi juga menisbahkan dirinya pada Ahli Sudah dimasa Nabi padahal mereka tinggal di serambi masjid bukan karena pilihan ideologi,melainkan karena kondisi fakir dan keterpaksaan

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
A
Aminatus Noer Sholichah

📍 Kota Surabaya

Materi 11: talbis iblis terhadap kaum zuhud

Kitab Talbis Iblis #11: Talbis Iblis Terhadap Kaum Zuhud oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja:1. Mengabaikan Hak Keluarga atas Nama ZuhudTerdapat segelintir golongan zuhud yang salah faham akan konsep sebenar zuhud. Mereka mengasingkan diri, tidak banyak bercakap, dan mengabaikan isteri serta anak-anak kerana menyangka bahawa bersosial dan meluangkan masa dengan keluarga akan melalaikan mereka daripada akhirat. Ini adalah satu tipu daya (talbis) iblis kerana dalam Islam, setiap pihak (Tuhan, badan, tetamu, isteri) mempunyai haknya yang tersendiri yang wajib ditunaikan.2. Sunnah Nabi dalam Melayani KeluargaUstadz Firanda menekankan bahawa Nabi Muhammad sangat menyantuni isteri-isteri baginda. Walaupun baginda sangat sibuk menguruskan umat, baginda tetap meluangkan masa untuk bergurau senda, bermain dengan kanak-kanak, berbual dengan isteri sebelum tidur, malah pernah berlumba lari bersama Aisyah. Melayani dan membahagiakan isteri serta mendidik anak-anak sebenarnya adalah ibadah yang mendekatkan diri kita kepada Allah.3. Bahaya Ujub (Takjub dengan Amal Sendiri)Satu lagi tipu daya iblis terhadap kaum zuhud adalah dengan menimbulkan rasa 'ujub' atau kagum dengan amal ibadah sendiri. Apabila dipuji oleh masyarakat kononnya mereka adalah "wali" atau orang yang hebat, mereka membenarkannya dan berasa bangga. Ini adalah sikap yang salah kerana menganggap diri seolah-olah sudah banyak berjasa kepada Allah, walhal semua amal itu terjadi kerana taufik dan hidayah daripada-Nya.4. Sentiasa Merendah Diri Walaupun Banyak BeramalNabi Muhammad sentiasa beristighfar dan mengakui bahawa tiada siapa yang akan masuk syurga semata-mata kerana amalnya, melainkan dengan rahmat Allah. Begitu juga dengan Nabi Ibrahim, walaupun sedang melakukan amalan yang sangat hebat yaitu membina Kaabah, baginda tetap berdoa dengan penuh rasa rendah diri, memohon agar Allah menerima amalannya. Segala amalan kita tidak ada nilainya jika hendak dibandingkan dengan keagungan dan nikmat Allah yang terlalu banyak (contohnya nikmat kesihatan dan dapat membuang hajat dengan lancar).5. Asal Usul Istilah dan Kemunculan "Sufiah"Di akhir kajian, beliau mula membincangkan bab baru mengenai kaum Sufi. Istilah "Sufiah" (Sufi) tidak pernah wujud pada zaman Nabi Muhammad. Terdapat beberapa pendapat tentang asal-usul perkataan ini:Ada yang mengatakan ia merujuk kepada kaum "Sufah" pada zaman Jahiliah yang meninggalkan urusan dunia dan fokus beribadah di sekitar Kaabah.Ada juga golongan sufi yang mendakwa istilah itu diambil daripada Ahlus Suffah, iaitu sahabat-sahabat Nabi yang fakir dan terpaksa tinggal di anjung Masjid Nabawi. Namun, Ibnu Jauzi membantah hal ini kerana Ahlus Suffah hidup miskin secara terpaksa, bukannya sengaja mencari kemiskinan. Apabila mereka sudah berkemampuan, mereka tidak lagi tinggal di situ. Selain itu, dari sudut bahasa Arab, penisbahan nama kepada Suffah sepatutnya berbunyi "Suffi", bukannya "Sufi".Secara keseluruhannya, video ini mengingatkan kita agar berhati-hati dalam beragama agar tidak bersikap ekstrem (berlebih-lebihan) sehingga mengabaikan tanggungjawab asasi atau berasa ujub dengan amalan sendiri.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
A
Alina Rostiana

📍 Kota Yogyakarta

Materi ke 11 Talbis Iblis Terhadap Kaum Zuhud bersama Ustadz Firanda Andirja M.A

materi ke 11Talbis Iblis terhadap Kaum ZuhudUstadz Dr. Firanda Andirja, M.A.بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 1. Hakikat Zuhud yang BenarZuhud bukan berarti meninggalkan dunia secara mutlak.Zuhud yang benar adalah menempatkan dunia sesuai porsinya dan tidak menjadikannya tujuan utama.Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah, keluarga, dan kehidupan dunia.2. Memenuhi Hak Keluarga adalah IbadahSebagian orang yang mengaku zuhud terlalu banyak menyendiri dan diam sehingga mengabaikan istri dan anak.Sikap tersebut dapat menyebabkan buruknya akhlak dan menyakiti keluarga.Rasulullah ﷺ bersabda:    “Sesungguhnya istrimu mempunyai hak atasmu.”Memberikan perhatian kepada keluarga merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah.3. Teladan Salman Al-Farisi dan Abu Darda’Salman Al-Farisi menegur Abu Darda’ karena terlalu fokus beribadah hingga kurang memperhatikan istrinya.Ketika masalah itu disampaikan kepada Rasulullah ﷺ, beliau membenarkan nasihat Salman.Ini menunjukkan bahwa ibadah tidak boleh membuat seseorang melalaikan hak-hak yang wajib.4. Rasulullah ﷺ Mencontohkan Keseimbangan HidupRasulullah ﷺ bercanda dengan anak-anak dan istri-istri beliau.Beliau pernah berlomba lari dengan Aisyah radhiyallahu ’anha.Salah satu sunnah beliau adalah berbincang dengan istri sebelum tidur.Kesalehan tidak berarti meninggalkan interaksi dan kebahagiaan keluarga.5. Keluarga yang Harmonis Membantu Meraih AkhiratMengajari anak, memenuhi kebutuhan istri, dan mencari nafkah yang halal adalah amal berpahala.Kenyamanan dan kebahagiaan dalam keluarga dapat membantu seseorang semakin dekat kepada Allah.Suami yang mengabaikan keluarga dengan alasan ibadah telah salah memahami agama.6. Bercanda dan Bercumbu dengan Istri adalah SunnahRasulullah ﷺ menganjurkan terciptanya keakraban dan kebahagiaan dalam rumah tangga.Beliau pernah berkata kepada Jabir radhiyallahu ’anhu tentang keutamaan menikahi gadis agar dapat saling bercanda dan bermain.Segala hal yang menumbuhkan cinta dan keharmonisan suami-istri pada dasarnya disyariatkan selama tidak melanggar syariat.7. Jangan Melalaikan yang Wajib demi yang Dianggap SunnahSebagian orang meninggalkan hak istri karena ingin fokus beribadah.Ini merupakan kekeliruan karena hak keluarga adalah kewajiban.Melalaikan kewajiban demi amalan sunnah bukanlah sikap yang terpuji.8. Bahaya Beribadah Tanpa IlmuSebagian orang mengambil dalil secara serampangan dan menyesuaikannya dengan hawa nafsu.Ibadah harus dibangun di atas ilmu yang benar, bukan sekadar perasaan atau cocoklogi.9. Keluarga adalah Pondasi Masyarakat IslamMasyarakat yang baik dibangun dari keluarga yang baik.Jika suami tidak memperhatikan keluarganya, maka tujuan besar pembangunan umat akan terganggu.10. Bahaya Ujub (Kagum terhadap Diri Sendiri)Sebagian orang kagum terhadap amalnya sendiri:Kagum dengan shalatnya.Kagum dengan bacaan Al-Qur’annya.Kagum dengan sedekahnya.Ketika dipuji, mereka merasa bangga dan menganggap dirinya memang layak dipuji.Ini termasuk penyakit hati yang berbahaya.11. Teladan Tawadhu’ Rasulullah ﷺMeskipun beliau manusia terbaik dan paling banyak beribadah, Rasulullah ﷺ tidak merasa bangga dengan amalnya.Beliau banyak beristighfar dan bertaubat kepada Allah.Di antara dzikir yang beliau amalkan:    “Subhanallahi wa bihamdihi, astaghfirullaha wa atubu ilaih.”    (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.)12. Jangan Mengharap Karomah karena AmalSebagian orang zuhud menunggu-nunggu munculnya karamah dari dirinya.Mereka merasa doanya harus selalu dikabulkan karena banyak beramal.Sikap ini menunjukkan ketidakpahaman terhadap hakikat seorang hamba.13. Menyadari Kedudukan sebagai HambaSeorang mukmin harus menyadari bahwa dirinya hanyalah hamba Allah.Semua amal yang dilakukan tidak sebanding dengan nikmat Allah yang telah diberikan.Karena itu, tidak pantas merasa berjasa di hadapan Allah.14. Pelajaran Utama KajianZuhud harus dibangun di atas ilmu, bukan perasaan.Menunaikan hak keluarga adalah bagian dari ibadah.Islam adalah agama yang seimbang dan proporsional.Jangan melalaikan kewajiban demi amalan yang dianggap lebih utama.Hindari ujub, bangga diri, dan merasa berhak atas karamah atau pengabulan doa.Senantiasa rendah hati dan menyadari bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
D
Dina Permata Sari

📍 Kota Tangerang Selatan

Talbis Iblis #11 - Talbis Iblis Terhadap Kaum Zuhud

1. Kesalahpahaman Makna Zuhud dalam BerkeluargaBanyak orang yang merasa sudah "zuhud" akhirnya salah kaprah dengan mengabaikan hak-hak keluarganya. Mereka mengira bahwa banyak diam, menjauhi istri, dan berwajah masam adalah bentuk meninggalkan dunia demi akhirat.Islam adalah Agama Proporsional: Menunaikan hak istri dan anak tidaklah bertentangan dengan akhirat. Sebaliknya, hal itu adalah ibadah.Kisah Abu Darda dan Salman Al-Farisi: Abu Darda ditegur oleh Salman karena siang malam hanya sibuk berpuasa dan salat malam hingga mengabaikan istrinya. Nabi ﷺ membenarkan Salman dengan bersabda: "Sesungguhnya Rabb-mu punya hak atasmu, jasadmu punya hak, tamumu punya hak, dan istrimu juga punya hak atasmu."Teladan Nabi ﷺ: Nabi ﷺ adalah sosok yang paling sibuk memikirkan umat, namun beliau tidak pernah melalaikan hak istri-istrinya. Beliau bercanda, berlomba lari dengan Aisyah radhiyallahu 'anha, bermain dengan anak-anak, dan selalu menyempatkan mengobrol dengan istrinya sebelum tidur.2. Penyakit Ujub (Bangga Diri) terhadap Amal SalehTipu daya iblis selanjutnya kepada ahli ibadah adalah menanamkan sifat ujub (bangga diri).Merasa Paling Suci: Ada orang yang kagum dengan banyaknya salat, puasa, dan sedekahnya. Saat dipuji sebagai "Wali Allah" atau "Pasak Bumi", ia membenarkannya dan merasa pantas mendapatkan pujian tersebut.Perintah Istighfar Setelah Beramal: Para Nabi dan ulama tidak pernah merasa amalnya luar biasa. Nabi Ibrahim yang bersusah payah membangun Ka'bah justru berdoa agar amalnya diterima (Rabbana taqabbal minna). Nabi Muhammad ﷺ pun selalu membaca istighfar tepat setelah selesai salat maupun setelah menunaikan haji, menyadari bahwa amal ibadah manusia selalu penuh dengan kekurangan dan tak sebanding dengan keagungan Allah.Bahaya Ujub: Amal ibadah hanyalah sebab turunnya rahmat Allah, bukan alat tukar mutlak untuk masuk surga. Seseorang yang bermaksiat lalu terus bertaubat dan merasa rendah di hadapan Allah bisa jadi masuk surga, sementara ahli ibadah yang sombong dengan amalnya bisa terjerumus ke neraka.3. Pamrih dalam Berdoa dan Mengharapkan KaramahOrang yang terperdaya oleh kesalehannya sendiri sering kali berkhayal menantikan karamah (keajaiban) datang padanya, seperti bisa berjalan di atas air.Ketika ia tertimpa masalah dan doanya tidak langsung dikabulkan, ia mulai menggerutu dan menggugat Allah. Ia bertingkah layaknya "karyawan yang menagih gaji" kepada majikannya.Padahal, seorang hamba yang berilmu akan sadar bahwa dirinya hanyalah seorang budak milik Allah. Ia tidak berhak menuntut atau sombong dengan apa yang ia kerjakan, melainkan harus senantiasa bersyukur karena Allah telah memberinya hidayah dan taufiq untuk beribadah.4. Asal Muasal dan Tipu Daya pada Kaum SufiyahIbnul Jauzi menyendirikan bab khusus untuk kaum Sufiyah karena kelompok ini memiliki ciri khas dan penyimpangan yang berbeda dari kaum zuhud pada umumnya.Pergeseran Makna Tasawuf: Awalnya, tasawuf muncul sebagai bentuk zuhud totalitas. Namun seiring berjalannya waktu, kelompok ini mulai memunculkan "kelonggaran" dalam beribadah, seperti memasukkan unsur nyanyian (qasidah) dan tari-tarian (joget) dengan dalih ibadah. Akhirnya, kelompok ini disukai oleh para "pencari dunia" karena ibadahnya yang terkesan santai dan menghibur.Asal Usul Nama "Sufi":Ada yang menyebut berasal dari kelompok Sufah (Al-Ghaus bin Murr) di zaman jahiliyah yang mengkhususkan diri tinggal di sekitar Ka'bah.Kaum Sufi sendiri sering mengklaim nama mereka diambil dari Ahlus Suffah (para sahabat Nabi yang miskin dan tinggal di pelataran Masjid Nabawi).Bantahan Ibnul Jauzi: Pengaitan nama sufi dengan Ahlus Suffah adalah keliru. Ahlus Suffah tinggal di pelataran masjid karena keadaan terpaksa (kemiskinan dan berhijrah tanpa membawa harta), bukan karena kesengajaan meninggalkan dunia. Ketika kaum muslimin mulai sejahtera, mereka pun meninggalkan Suffah tersebut. Secara bahasa Arab pun, penisbatan kepada Suffah seharusnya menjadi Suffiyyah, bukan Sufiyyah.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya16 Juni 2026
R
Regita Dwi Ananda

📍 Kota Bandung

Talbis iblis -10

Talbis iblis -10Talbis Iblis pada zuhad (ahli zuhud).Diantara orang yang zuhud senantiasa diam, hindari bercengkerama dengan istri dan sehingga menyakiti istri.Lupa akan perintah Nabi ﷺ bahwa istri juga punya hak.Dalam Islam, masing-masing ada porsi nya. Islam bisa dijalankan oleh semua orang.Rasulullah ﷺ senang bercanda dengan istrinya, berlomba lari dengan Aisyah, bermain dengan anak-anak.Rasulullah ﷺ juga sering ngobrol dengan istri-istrinya.Begitu juga hadits yang sangat panjang tentang Ummu Zahrah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengomentari Aisyah radhiyallahu anhaa.Aisyah menceritakan,Aku pernah ikut safar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ketika itu aku masih muda, badannya belum gemuk dan bellum berlemak. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh rombongan safar, “Silahkan kalian jalan duluan.”Merekapun jalan duluan. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajakku,تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِMari kita lomba lari…Akupun lomba lari dengan beliau dan aku bisa mengalahkan beliau.Hingga setelah aku mulai gemuk, berlemak dan sudah lupa dengan perlombaan yang dulu, aku pergi bersama beliau untuk melakukan safar. Beliau meminta kepada rombongan, “Silahkan kalian jalan duluan.”Merekapun jalan duluan.Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajakku,تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِMari kita lomba lari…Akupun lomba lari dengan beliau dan beliau bisa mengalahkanku.Beliau tertawa dan mengatakan, “Ini pembalasan yang kemarin.” (HR. Ahmad)Orang yang sok zuhud yang jadikan istri seperti janda, jadikan anak seperti anak yatim. Seakan-akan takut ngobrol dengan istri itu meninggalkan akhirat.Padahal sejatinya justru membantu kita dekat dengan akhirat.Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ memerintahkan suami untuk bercanda dengan istri.Nabi ﷺ sangat sibuk namun tidak melalaikan hak-hak istrinya.Zuhud itu tidak berarti meninggalkan dunia seluruhnya.Orang sok zuhud itu asal nyoplok dalil, beribadah dengan syahwat.Orang yang zuhud ada yang kagum dengan amalnya.Dan apabila dipuji maka dia merasa benar, merasa hebat.Padahal Nabi ﷺ tidak melihat amal nya dan malah sering istighfar.Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ketika dipuji oleh Syaikh Abdurrazzaq, dengan Al ‘alamah – maka Syaikh Utsaimin menyuruh Syaikh Abdurrazzaq diam.Orang yang sok zuhud itu menunggu kapan Karomah nya hadir, misalnya berharap bisa jalan di atas air.Orang yang merasa hebat dengan amalannya akan menjadi ujub dan bisa jatuh pada kesombongan..Nabi ﷺ setelah beramal ibadah malah minta diampuni dosanya.Hakikat SufiyahSufiyah termasuk zuhud dengan punya ciri khas tertentu.Sehingga perlu dibahas khusus.Tasawuf adalah dimulai zuhud dengan totalitas, akhirnya mulai ditinggalkan dan digabung dengan musik dan joget.Asal muasal – jaman Nabi ﷺ tidak ada.Dinisbahkan kepada satu kaum di zaman Jahiliyyah yang dinamakan Sufah dari keturunan Al-Ghawth Bin Murrah, yaitu mereka yang berkhidmat untuk Kaabah, yaitu orang-orang yang menenun kelambunya.Ibnul Jauzi – ada pendapat sufiyah nisbah pada orang-orang yang rajin ibadah sekitar masjid Nabawi.kaum sufi generasi pertama mengambil Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai asas, mereka berpedoman kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Tidak seperti generasi akhir dari kaum sufi ini yang justru bergelimbang di dalam bid’ah dan meninggalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.Hal ini sebabnya adalah ketika mereka mulai menjauh dari ilmu. Sehingga makin lama generasi-generasi yang datang kemudian dari kalangan kaum sufi ini pun menyimpang dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Bahkan ada yang terang-terangan memusuhi Al-Qur’an dan Sunnah dan orang-orang yang berpegang teguh dengannya. Sementara di generasi awal mereka justru mengajak manusia untuk berpegang dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Tentu ini adalah perkara yang sangat bertentangan.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
F
Fiedningsih

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Talbis iblis #10

TALBIS IBLIS #10TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ZUHUDUSTADZ DR.FIRANDA ANDIRJA, LC.MAMakna Yang Hakiki Tentang Zuhud🍄Diantara Talbis iblis yg dilancarkan iblis kepada ahli zuhud :Menggambarkan zuhud adalah : qona’ah terhadap perkara-perkara yg rendah namun hanya berupa makanan, pakaian saja.Sementara mereka tidak zuhud terhadap kekuasaan,kepemimpinan, terhadap jabatan. Hati mereka cenderung kekuasaan dan kepemimpinan serta mereka ingin mendapat kedudukan.Mereka memuliakan orang-orang kaya dan tidak untuk org miskin.Kebanyakan yg Iblis timpakan kepada ahli ibadah dan ahli zuhud adalah riya yg tersembunyi.Adapun riya yg tampak ini bukan termasuk dr talbis iblis tapi ini jelas dan nyata.Yang dimaksud Imam Jawzi  : ada sebagian orang, dia secara zuhud, makanannya zuhud, pakainnya zuhud tapi hatinya tidak zuhud. Dia pingin diakui, pingin dicium tangannya, pingin dihormati,bangga kalau di ziarahi oleh para pejabat.Kapan seorang beramal soleh dan tidak mencari wajah Allah maka tidak diterimaMalik bin Dinar berkata : ‘katakanlah kepada orang yg tidak tulus dalam beramal soleh jangan kau letihkan dirimu’.Ketahuilah bahwasanya seorang mukmin tentu tidak menginginkan dg amalnya kecuali wajah Allah, akan tetapi masuk ke dalamnya riya yg samar.Alah ﷻ berfirman :Siapa yg mencari amal soleh untuk kehidupan dunia dan perhiasannya kami akan berikan,amal mereka gugur dan tidak mendapatkan apa-apa di akhirat kecuali nekara jahanamAllah ﷻ juga berfirman :Inilah surga yg kami jadikan untuk orang-orang yg tidak menginginkan ketinggian atas muka bumiKarena takut dengan riya, orang-orang soleh dahulu menyembunyikan amal soleh mereka karena khawatir terjerumus dalam riyaIbnu syirin di siang hari tertawa, tidak menampakkan dirinya seperti orang  zuhud, tapi di malam hari dia menangisHati-hati, jangan berdakwah, jangan soleh untuk mencari pengakuan dan penghormatan manusia, jika tujuan mencari itu maka sia-sia amal  solehnya.Orang-orang soleh tidak ingin diagungkan, tidak ingin dihormati, mereka tidak menikmati jika orang-orang mengagungkan nya.🍄Diantara ahli zuhud, ada yg zuhud secara zahir dan ada yg zuhud secara batinnKetika mereka zuhud seperti ini, mereka tahu kalau orang-orang akan bicara tentang dia.Mungkin istrinya akan berbicara tentang zuhud suaminya, maka akan mudah baginya untuk bersabar dalam zuhud, karena mereka dipuji, zuhud ini bukan karena Allah.Jika mereka ingin ikhlas, sebaiknya ketika makan jangan zuhud depan istrinya,secukupnya saja makan supaya kedudukan tidak diceritakan sana sini oleh istrinya.Menurut Imam Jawzi, intinya :Supaya tidak jadi pembicaraan jangan perlihatkan zuhudmu, dihadapkan istrimu atau teman-temanmu. Atau emang jika terlihat,maka cari cara bagaimana supaya tersembunyikan.Dawud bin Abi Hind dia berpuasa selama 20 tahun yaitu puasa sunnah. Istrinya selama itu tidak tahu kalau dia berpuasa.Dia mengambil sarapan paginya kemudian dia pergi ke pasar, kemudian dia bersedekah dengan sarapan itu, ketemu orang di jalan,dia kasih sarapan itu.Orang-orang di pasar menyangka dia sudah sarapan di rumah, padahal dia tidak makan.Istri nya menyangka bawa makanan untuk sarapan di pasar.Akhirnya dia bisa menyembunyikan ibadah puasanya selama 20 tahun dari istrinya.🍄Diantara orang yang belajar-belajar zuhudSeorang yg senang di masjid saja , atau sendirian di gunung, dia ketika orang mengetahui ini. Dia bersendirian ini ada tujuan buruk, dia sombong atau untuk merendahkan orang lain atau dia khawatir orang-orang kurang melayani dia. Lantaran ingin menjaga kedudukan nya dia tidak mau berinteraksi dg manusia agar  tetap menghormati dan disegani.Dia ingin diziarahi, dia bangga jika pejabat datang ke rumahnya,dia senang jika orang-orang berkumpul di pintu rumahnya, dia senang orang-orang rebutan mencium tangannya. sehingga dia tidak ingin berinteraksi dengan orang-orang seperti menjenguk orang sakit, mengahadiri jenazahRasulullah ﷺ pergi ke pasar untuk beli kebutuhan nya, bahkan Rasulullah mengangkat barangnya sendiri.Abu Bakar ketika jualan dia pikul di pundaknya barang dagangannya untuk berjual beli dan berinteraksi dengan masyarakatAbdullah bin Salam memikul seikat kayu bakar,ini dilakukan untuk menolak kesombongan dari dirinya, karena mendengar sabda Rasulullah ﷺ :”tidak masuk surga seorang hamba yang dalam hatinya ada kesombongan meskipun seringan zarrah”.Semua ini menunjukkan tentang waspada ketika memiliki kesolehan atau memiliki ilmu yang tinggi atau berkecimpung dalam dakwah, jangan sampai menjadikan kesolehan nya, dakwahnya,atau zuhud nya atau ketaatan nya hanya untuk mencari pengakuan manusiaKata Imam Jawzi :Seorang berniat ikhlas karena Allah ﷻ ,jika dia dihormati,jika dia dikagumi oleh orang lain itu anugerah dari Allah ﷻ dan bahkan itu ujian agar jangan riya untuk mempertahankan keikhlasannyaPENYAKIT YANG SAMAR🍄Diantara orang-orang zuhud ini,🔺mereka tidak mau memakai pakaian yang lembut , agar kedudukan nya tidak rendah.🔺mereka tidak mau makan dilihat orang,maunya tersembunyi🔺mereka berusaha tidak senyum dan tidak tertawa di depan masyarakat untuk menjaga agar     dirinya tetap diseganiIblis memberi kesan kepada mereka dengan cara seperti ini untuk memperbaiki kepada masyarakat. Maka sesungguhnya ini adalah riya supaya dihormati,supaya dipuji, supaya dianggap orang zuhud untuk menjaga kedudukannya dikalangan masyarakat.Dahulu para salaf, mereka menolak segala sebab yg menjadikan mereka diperhatikan dan mereka kabur dari tempat yang semua orang mengejar mereka.Yusuf bin Asbath berkata :‘Aku keluar dari sebuah kota di negeri Syam, jalan kaki. Sehingga sampai di kota Al-Mashishah.Dan aku mengangkat terapat airku di atas leherku,tiba-tiba ada seseorang berdiri dari tokonya mengucapkan salam kepadaku. Satu lagi datang menyalamiku. Dan aku pun meletakkan tempat airku dan aku masuk masjid dan shalat 2 rakaat. Semua orang melihatku. Tiba-tiba ada orang muncul di depanku, dan aku berkata dalam diriku :”berapa lama hatiku bisa bertahan seperti ini”. Maka aku segera ambil tempat airku dan aku segera balik ke kota Mambij tidak mau tinggal di situ. Ternyata aku tidak bisa kembali kepada hatiku yg dulu bertahun-tahun ‘Penghormatan orang membuat hatinya berubahKetika orang-orang mulai menunjukkan perhatian terhadap Yusuf bin Asbath, khawatir hatinya tidak terjaga diapun segera pergi🍄Diantara ahli zuhud ada yang memakai baju yang robek-robek dan Tidak dijahit dan sengaja tidak memperbaiki sorbannya serta tidak sisir jenggotnya. Supaya diketahui bahwa dia merasa nyaman dengan dunianya yang sedikit.Inilah diantara pintu-pintu riya.Jika seandainya dia tulus, dia berpaling dari tujuan-tujuan buruknya harusnya dia menyisir jenggotnya, dirapikan bajunya sebisa mungkin.Ini bukan jalan yg benar, ini bukan petunjuk Rasulullah ﷺ dan juga para sahabatnya.Sesungguhnya nya Nabi ﷺ menyisir rambutnya dan Rasulullah ﷺ bercermin, pakai minyak wangi.Sesibuknya Nabi akan akhirat ,tapi Nabi tetap memperhatikan penampilan nya.Abu Bakar dan Umar juga mewarnai jenggot mereka. Mereka adalah sabahat yg paling takut kepada Allah dan yang paling zuhud

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
N
Nurmaida

📍 Kota Palu

‎Materi #10: Talbis Iblis dari Ahli Zuhud ‎

‎Materi #10: Talbis Iblis dari Ahli Zuhud‎‎(Ringkasan Kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.)‎‎Talbis Iblis (tipu daya Iblis) terhadap orang-orang yang mengaku sebagai ahli zuhud. Ustadz Dr. Firanda Andirja menjelaskan bahwa banyak orang yang tampak zuhud secara lahiriah—dengan pakaian sederhana dan gaya hidup sederhana—namun hati mereka masih terjangkit penyakit hati yang tersembunyi.‎‎1. Penyakit Hati yang Samar (Khofiyur Riya)‎Banyak ahli zuhud terjebak dalam keinginan untuk diakui, dihormati, atau mendapatkan pujian dari manusia. Mereka senang jika dicium tangannya, dimuliakan, atau dianggap sebagai orang saleh. Padahal, keinginan tersebut merupakan bentuk syahwat yang tersembunyi dan dapat merusak keikhlasan amal. ‎‎2. Kisah Pendeta Sam'an‎Ustadz menyebutkan kisah seorang pendeta bernama Sam'an sebagai contoh bagaimana Iblis menipu sebagian orang. Mereka menjalani kehidupan yang tampak zuhud dan penuh kesulitan bukan karena mengharap ridha Allah, tetapi demi mendapatkan sanjungan, penghormatan, dan kedudukan di mata manusia. ‎3. Pentingnya Keikhlasan‎Keikhlasan merupakan syarat utama diterimanya amal. Jika seseorang beramal bukan karena Allah, maka amal tersebut tidak bernilai di sisi-Nya. Oleh karena itu, para salaf sangat berhati-hati menjaga niat dan sering menyembunyikan amal ibadah mereka agar terhindar dari riya. ‎‎4. Menjaga Hati dari Popularitas‎Para ulama salaf berusaha menghindari hal-hal yang dapat membuat mereka terkenal atau diagungkan manusia. Mereka khawatir popularitas akan merusak hati dan mengurangi keikhlasan. Namun jika Allah memberikan ketenaran sebagai ujian, maka seorang hamba harus tetap menjaga niatnya agar seluruh amal tetap ditujukan hanya kepada Allah. ‎‎5. Zuhud yang Benar‎Zuhud bukan berarti berpakaian compang-camping, hidup kotor, atau sengaja menyiksa diri. Rasulullah ﷺ dan para sahabat tetap menjaga kebersihan, kerapian, dan penampilan yang baik. Hakikat zuhud adalah tidak bergantung kepada dunia dan tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama hidup, meskipun seseorang memiliki harta atau kenikmatan dunia. ‎‎Pelajaran Penting‎Zuhud adalah amalan hati, bukan sekadar penampilan lahiriah.‎Riya dapat masuk melalui jalan yang sangat halus dan sulit disadari.‎Keikhlasan harus selalu dijaga dalam setiap amal.‎Popularitas dapat menjadi ujian bagi orang-orang saleh.‎Hakikat zuhud adalah menjadikan dunia di tangan, bukan di hati.‎“Zuhud bukanlah meninggalkan dunia sepenuhnya, tetapi tidak menjadikan dunia sebagai sesuatu yang paling dicintai dan diharapkan dalam hati.”‎

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →