📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka3 Agustus 2026
N
Nuriska Garnitasari

📍 Kota Bandung

How To Master Your Habits (Felix Y Siauw) #2

Halaman 22 s.d 49.Dua syarat membuat habits yaitu latihan dan berulang. Dengan keduanya dilakukan dalam jangka waktu tertentu dapat membentuk sebuah kebiasaan.Dijelaskan dalam beberapa bab kalau kebiasaan ini yang membentuk diri kita. Termasuk pada sikap-sikap keseharian yang dilakukan, akan membentuk sebuah pola yang berulang tanpa sadar. Memprogram kebiasaan agar kita dapat mencapai tujuan adalah hal yang perlu dibentuk dengan pengumpulan informasi dan pengalaman sehingga bisa terbangun kebiasaan yang kuat.

💬 0 komentar📅 3 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 Agustus 2026
D
Daramatasia

📍 Kota Depok

Ringkasan tafsir hal 73 Qur’an surah Ali-imran

1 Orang mukmin tidak boleh menghiraukan intimidasi setan yg disampaikan melalui orang-orang kafir yg menjadi pendukung dan pembelanya karna segala sesuatu kwmbali kpd Allah Ta’ala2 Setiap orang hendaknya tidak terlena dgn penangguhan waktu yg Allah berikan kepadanya,akan ttp hendaklah sgr bertobat selama masih ad kesempatan3 Orang kikir yg enggan berbagi karunia Allah yg diterimanya,desungguhnya hanya merugikan diri sendiri karn dia tidak punya kesempatan untuk berbisnis dgn Allah yg maha pemurah dan maha memberi,serta dia jg menjerumuskan dirinya sendiri kedalam hukuman dihari kiamat

💬 0 komentar📅 3 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 Agustus 2026
I

izabel hikmatul rasheeda

📍 Kota Tangerang Selatan

tafsir surat al baqarah ayat 1

Alif Lam Mim, ini adalah huruf-huruf yang terpenggal yang ada di awal beberapa surah, mengandung isyarat kepada kemukjizatan Al Qur'an. Dengan huruf-huruf ini orang-orang musyrik ditantang dan mereka tidak kuasa menentangnya. Al Qur'an hanya tersusun dari huruf-huruf tersebut di mana bahasa Arabjugatersusundarinya.Ketidakmampuan orang-orang Arab untuk membuat yang semisal dengan Al Qur'an-padahal mereka adalah orang-orang yang paling fasih- membuktikan bahwa Al Qur'an merupakan wahyu dari Allah.membaca 1/2 juz pertama

💬 0 komentar📅 3 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 1 Buku Memahami Arti Bacaan Sholat Disertai Dzikir dan Doa Setelah Shalat

Halaman : 4-5SHALAT Secara bahasa, shalat berarti doa, karena mengandung banyak permohonan seorang hamba kepada Allah.Secara istilah, shalat adalah ibadah berupa serangkaian perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir, diakhiri dengan salam, dilakukan dengan niat, serta memenuhi syarat-syarat tertentu.Shalat merupakan rukun Islam kedua setelah dua kalimat syahadat dan menjadi tiang agama. Oleh karena itu, setiap muslim wajib menjaga shalat sebagai jalan meraih keselamatan di dunia dan akhirat.Shalat bukan sekadar rutinitas, tetapi ibadah yang memiliki kedudukan sangat agung dalam Islam.Menjelang wafat, Rasulullah ﷺ berwasiat:"Kerjakanlah shalat, kerjakanlah shalat, dan takutlah kalian kepada Allah atas hak-hak hamba sahaya kalian." (HR. Abu Dawud no. 4489)

💬 0 komentar📅 3 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Tafsir surah Al furqon

Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:21)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Allah subhanahu wata'āla berfirman, menceritakan tentang kerasnya kekafiran dan keingkaran orang-orang kafir. Hal ini terbaca dari ucapan mereka, seperti yang disitir oleh firman-Nya:Mengapakah tidak diturunkan malaikat kepada kita. (Al Furqaan:21)Yakni untuk membawa risalah sebagaimana risalah diturunkan kepada para nabi, seperti yang diceritakan oleh Allah subhanahu wata'āla dalam ayat lain menyitir ucapan mereka melalui firman-Nya:Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah. (Al An'am:124)Makna ayat ini dapat pula ditakwilkan bahwa maksud mereka yang diutarakan oleh firman-Nya:Mengapakah tidak diturunkan malaikat kepada kita. (Al Furqaan:21)sehingga kita dapat melihat mereka dan mereka memberitahukan kepada kita bahwa Muhammad adalah utusan Allah, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya menceritakan perkataan mereka:atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami. (Al Israa':92)Tafsir atau makna ayat ini telah diterangkan di dalam surat Al-Isra. Karena itu, dalam ayat ini disebutkan bahwa mereka (orang-orang kafir) mengatakan:atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita? (Al Furqaan:21)Dalam firman selanjutnya disebutkan:Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman. (Al Furqaan:21)Dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka. (Al An'am:111)

💬 0 komentar📅 3 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Tafsir Q.S Yusuf: 59-62

Rangkuman Tafsir Ibnu Katsir Surah Yusuf (12:59–62)Ayat 59 — Yusuf Menyambut Saudara-saudaranya dengan BaikSetelah saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir untuk membeli bahan makanan, Nabi Yusuf memerintahkan agar mereka diberi tempat tinggal yang baik, dihormati, dan dijamu dengan sebaik-baiknya. Setelah jatah makanan mereka disiapkan dan dimuat ke atas unta-unta mereka, Yusuf berkata agar mereka membawa saudara mereka yang lain, yaitu Bunyamin, pada kedatangan berikutnya.Beliau berkata bahwa ia menyempurnakan takaran dan merupakan sebaik-baik penerima tamu.Hikmah ayatYusuf memperlakukan mereka dengan kemuliaan meskipun mereka dahulu menzaliminya.Permintaan membawa Bunyamin bukan untuk menyakiti mereka, tetapi sebagai cara mengetahui kebenaran cerita mereka dan sebagai jalan untuk bertemu kembali dengan saudara kandungnya.Ada kemungkinan saat itu terdapat aturan pembagian bahan makanan, sehingga Yusuf memiliki alasan yang masuk akal untuk meminta Bunyamin hadir pada perjalanan berikutnya.Ayat 60 — Ancaman Jika Tidak Membawa BunyaminYusuf kemudian menegaskan bahwa apabila mereka tidak membawa Bunyamin pada kedatangan berikutnya, maka mereka tidak akan memperoleh jatah makanan lagi dari Mesir.Tujuan ancaman ini adalah agar mereka bersungguh-sungguh kembali bersama Bunyamin, karena Yusuf ingin memastikan pertemuan dengannya benar-benar terjadi.PelajaranKadang ketegasan diperlukan untuk mencapai tujuan yang baik.Yusuf tetap menjaga adab dan kehormatan mereka, tetapi juga memberikan syarat yang jelas.Ayat 61 — Janji Saudara-saudaranyaSaudara-saudara Yusuf menjawab bahwa mereka akan berusaha sekuat tenaga membujuk ayah mereka, Nabi Ya’qub, agar mengizinkan Bunyamin ikut bersama mereka.Mereka menyatakan kesungguhan untuk memenuhi permintaan Yusuf dan membuktikan kebenaran ucapan mereka.PelajaranMereka mulai menunjukkan tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan.Janji yang diucapkan harus diiringi usaha yang sungguh-sungguh.Ayat 62 — Yusuf Mengembalikan Barang PenukarYusuf memerintahkan para pelayannya agar barang-barang yang dibawa saudara-saudaranya sebagai alat tukar disembunyikan kembali ke dalam karung-karung mereka tanpa sepengetahuan mereka.Ketika nanti mereka pulang dan membuka karung-karung itu, mereka akan menemukan barang-barang mereka masih utuh.Tujuan pengembalian barangPara ulama menyebutkan beberapa hikmah:Agar mereka terdorong kembali ke Mesir setelah mengetahui barang mereka dikembalikan.Yusuf tidak ingin mengambil harta ayah dan saudara-saudaranya sebagai pembayaran makanan.Agar mereka merasa tidak enak hati dan semakin terdorong untuk kembali menemui Yusuf.Tindakan ini menunjukkan kelembutan hati dan kasih sayang Yusuf kepada keluarganya.Inti Kandungan Ayat 59–62Yusuf memuliakan tamu dan menyempurnakan hak mereka.Yusuf menggunakan hikmah untuk mempertemukan kembali keluarganya.Ketegasan dapat dipadukan dengan kasih sayang.Saudara-saudara Yusuf diberi amanah untuk membawa Bunyamin.Yusuf berbuat baik secara tersembunyi dengan mengembalikan barang-barang mereka.Allah menyiapkan jalan pertemuan keluarga Yusuf secara bertahap dan penuh hikmah.Pelajaran PentingBalaslah keburukan dengan kebaikan.Bersikap mulia kepada tamu adalah akhlak para nabi.Gunakan hikmah dan strategi yang baik dalam menyelesaikan masalah keluarga.Jangan mengambil hak orang lain ketika mampu berbuat ihsan.Kebaikan yang dilakukan secara diam-diam lebih dekat kepada keikhlasan.Rencana Allah berjalan dengan sangat halus meskipun manusia tidak menyadarinya.Kesimpulan: Surah Yusuf ayat 59–62 menggambarkan kebijaksanaan Nabi Yusuf dalam mengatur urusan negara sekaligus urusan keluarganya. Beliau memadukan ketegasan, kelembutan, kemurahan hati, dan kecerdasan strategi. Semua itu menjadi bagian dari rencana Allah untuk menyatukan kembali keluarga Nabi Ya’qub setelah bertahun-tahun berpisah.

💬 0 komentar📅 3 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Tafsir Tafsir At-Taysir At-Tur (52:49)

Tafsir Tafsir At-TaysirAt-Tur (52:49)Yang dimaksud bertasbih pada sebagian malam adalah shalat malam, adapun bertasbih pada waktu terbenamnya (perginya) bintang-bintang adalah shalat dua rakaat sebelum subuh. (113)Ayat ini merupakan dalil bahwa Allah ﷻ memberikan pelajaran kepada Nabi ﷺ , bahwa jika beliau merasa susah maka hendaknya beliau bersabar, karena sesungguhnya beliau diawasi oleh Allah ﷻ. Dan jika beliau merasa kesusahan, maka perbanyaklah bertasbih kepada Allah ﷻ. Sebagaimana dalam banyak ayat Allah ﷻ memerintahkan Nabi ﷺ untuk bertasbih ketika dalam keadaan gelisah, di antaranya firman Allah ﷻ,وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ، فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ، وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ“Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau di antara orang yang sujud (shalat), Dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu.” (QS. Al-Hjir : 97-99)Oleh karenanya ketika seseorang berada dalam kondisi susah, maka hendaknya dia kembali kepada Allah ﷻ dengan banyak bertasbih dan shalat, di antaranya adalah shalat dan bertasbih ketika bintang-bintang mulai pergi (terbenam), yaitu di waktu subuh (shalat sunnah qabliyah subuh).Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 3 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 Agustus 2026
F

Fariza Madarina Nur Indra Putri

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Ringkasan Halaman 2 - Demeanor with The Qur'an

Pendahuluan : Keutamaan Menghafal Al Qur'anTingginya Derajat Menghafal Al Qur'anDari Abdullah bin Umar, Rasulullah bersabda :"Akan dikatakan pada pemilik Al - Qur'an : 'Bacalah dan naiklah, serta bacalah dengan tartil sebagaimana dahulu kamu membacanya dengan tartil di dunia, karena sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang kamu baca'Ibnu Hajar Al Haitsamy mengatakan "Hadits tersebut khusus bagi orang yang menghafal al Qur'an di luar kepala, bukan untuk orang yang membacanya dengan mushaf.Makna yang terkandung dalam hadits ini juga ialah bahwa menghafal Qur'an hukumnya adalah fardhu kifayah bagi umat Islam. Sedangkan membaca Al Qur'an melalui mushaf tanpa menghafalnya maka perintah ini tidak gugur bagi setiap muslim

💬 0 komentar📅 3 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 Agustus 2026
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Bab 12 - Studi Kasus Keluarga Riil

T: Anak Saya Sering Mengumpat Saat Keinginannya DitolakOrang Tua:"Anak saya berusia 12 tahun. Kalau keinginannya tidak dituruti, dia sering mengumpat. Pagi hari sebelum berangkat sekolah juga selalu penuh pertengkaran. Saat saya mengingatkannya untuk bersiap, dia sering mengumpat kepada saya. Selama ini saya mencoba mengabaikannya, tetapi tidak ada perubahan."---J: Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?1. Lihat Perasaan di Balik Kata-KatanyaAnak usia 12 tahun sedang berada di masa peralihan menuju remaja. Mereka sering merasa tidak punya kendali atas hidupnya.Misalnya:👩 "Sekarang waktunya rapikan kamar."👦 "Ah, nggak mau! Kenapa sih harus selalu diatur?"Daripada hanya melihat kata-kata kasarnya, cobalah pahami bahwa ia mungkin sedang merasa tidak berdaya.---2. Beri Anak Kesempatan Memiliki KendaliJika memungkinkan, berikan pilihan atau ajak anak mencari solusi bersama.Contoh dialog:👩 "Menurutmu, supaya kamar tetap rapi tapi lebih mudah untukmu, apa yang bisa kita lakukan?"👦 "Mungkin kalau ada kotak penyimpanan di bawah tempat tidur."👩 "Ide bagus. Yuk, kita coba."Saat anak ikut menentukan solusi, ia biasanya lebih bersedia bekerja sama.---3. Luangkan Waktu Khusus BersamanyaHubungan yang sering diwarnai pertengkaran perlu diperbaiki di luar momen konflik.Contoh dialog:👩 "Akhir pekan ini kita jalan berdua, ya. Kamu yang pilih mau ke mana."Saat bersama, usahakan tidak terus-menerus mengoreksi atau mengomel.Sampaikan juga perasaan Anda.Misalnya:👩 "Ibu senang kalau kita bisa akur. Ibu kangen menghabiskan waktu yang menyenangkan sama kamu."---4. Bantu Anak Mengatur Rutinitas PagiBanyak anak praremaja memang masih kesulitan mengatur waktu dan sering terburu-buru di pagi hari.Cobalah menyiapkan semuanya sejak malam sebelumnya:- Tas sekolah.- Seragam.- Sepatu.- Perlengkapan lain yang diperlukan.Dengan begitu, pagi hari menjadi lebih tenang.---5. Tanggapi Emosinya, Bukan Hanya Kata-KatanyaSaat anak sedang kesal, cobalah merespons perasaannya terlebih dahulu.Contoh dialog:👩 "Pagi hari memang sering terasa berat, ya? Ibu juga kadang merasa begitu."Respons seperti ini membantu anak merasa dipahami sehingga lebih mudah menenangkan diri sebelum membahas perilakunya.

💬 0 komentar📅 3 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

BAB TAKUT TERHADAP SU'UL KHOTIMAH

Salah satu faktor utama yang menyebabkan su'ul khatimah adalah adanya keraguan, kekufuran, dan perbuatan bid'ah dalam beragama. Hal ini terjadi ketika seseorang meyakini Dzat, sifat-sifat, maupun aktivitas Allah Subhanahu wa ta'ala menggunakan pemahaman yang menyimpang dari kebenaran, baik karena sekadar ikut-ikutan (taklid) ataupun mengikuti pendapat pribadi yang tidak berdasar. Akibatnya, banyak manusia baru menyadari kesalahan dan penyimpangan dari seluruh amalan maupun keyakinan mereka tersebut di saat tabir kematian tersingkap, tepatnya ketika awal mula mereka dipertemukan dengan penguasa semesta alam.

💬 0 komentar📅 3 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar

Surah Al Anfal ayat 2Sesungguhnya orang-orang mukmin sejati ialah orang-orang yang apabila nama Allah Subhanahu wa Ta'ālā- disebut maka hati mereka merasa takut, kemudian hati dan tubuh mereka tergerak untuk taat kepada-Nya, dan apabila ayat-ayat Allah dibaca maka mereka merenungkannya sehingga iman mereka terus bertambah dan bertambah, serta kepada Tuhan mereka saja mereka bersandar dalam meraih kebaikan dan menghindari keburukan.

💬 0 komentar📅 3 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Tadabbur QS. Al-An’am: 129

Boleh jadi kita sibuk menyalahkan keadaan. Padahal Allah mengingatkan bahwa lingkungan dan pemimpin yang kita dapati bisa menjadi cerminan dari apa yang manusia usahakan.Instead of asking, “Mengapa semua ini terjadi?”better ask, “Apa yang perlu aku perbaiki dari diriku?”Sebab setiap amal bukan hanya membentuk diri kita, tetapi juga keadaan yang Allah takdirkan di sekitar kita.

💬 0 komentar📅 3 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 Agustus 2026
N
Nahda L M

📍 Kabupaten Bandung

Tafsir Saba ayat 54

Tafsir As-Sa'diSaba (34:54)(54) ﴾ وَحِيلَ بَيۡنَهُمۡ وَبَيۡنَ مَا يَشۡتَهُونَ ﴿ "Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini," berupa berbagai syahwat, berbagai kele-zatan, anak-anak, harta kekayaan, para pembantu dan bala tentara; masing-masing mereka menanggung amal perbuatan mereka sendiri dan datang sendiri-sendiri sebagaimana mereka dahulu diciptakan, dan mereka meninggalkan apa yang pernah mereka miliki di belakang mereka ﴾ كَمَا فُعِلَ بِأَشۡيَاعِهِم ﴿ "sebagaimana yang dila-kukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka," dari umat-umat terdahulu saat kebinasaan menimpa mereka, dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka inginkan. ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ فِي شَكّٖ مُّرِيبِۭ ﴿ "Sesungguhnya mereka dahulu dalam keraguan yang mendalam," yang membangkitkan keraguan dan kegoncangan hati. Maka dari itu, mereka tidak beriman, dan mereka tidak men-cela pada saat diminta mencela.

💬 0 komentar📅 3 Agu 2026Baca selengkapnya →