Ringkasan Talbis Iblis #9: Talbis Iblis Terhadap Orang yang Beramar Ma'ruf Nahi MunkarTipuan syaitan terhadap orang yang beramar ma'aruf nahi mungkar.Diantara ibadah yang agung amar ma'aruf nahi mungkar dan dengan perkara ini umat ini menjadi mulia. Allah Ta'ala berfirman, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. [Ali Imron/3 :110]Amar ma'aruf nahi mungkar ada aturan- aturannya. Ada fiqihnya dan fiqihnya cukup luas, bukan sekedar mencegah keburukan dan menyampaikan kebaikan. Seperti sederhana ada kemungkinan :1. Kemungkaran tersebut hilang, maka wajib bernahi mungkar. 2. Kemungkaran tersebut berkurang, maka dia wajib bernahi mungkar. 3. Jika dia bernahi ma'aruf mungkar, maka ternyata masalahnya semakin besar maka tidak boleh. Butuh fiqih orang yang bernahi mungkar. 4. Melarang kemungkaran dan tergantikan dengan kemungkaran yang lain, maka ini butuh ijtihad. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ“Barang siapa yang melihat satu kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu selemah-lemahnya iman“. [HR Muslim].Mungkar ini tidak semua mungkar ini di anggap mungkar, misalnya khilafiyah dianggap mungkar terutama khilafiyah kuat. Kemungkaran tidak boleh tajassus. anggap mungkar, misalnya khilafiyah dianggap mungkar terutama khilafiyah kuat. Kemungkaran tidak boleh tajassus. Ibnul Jauzi rahimahullah orang amar ma'aruf nahi munkar ada 2 :1. Alim (berilmu)Iblis menggoda orang yang berilmu dia mengerti fiqih, pantas untuk beramar ma'aruf nahi mungkar. Ternyata syaitan masuk dari sisi, - ujub- ingin dipuji, - ingin bergayaDiriwayatkan dari Ahmad bin Abi Hawary aku mendengar Abu Ja'far Al-Mansur berkhotbah dihari Jum'at dan aku melihat dia menangis, lalu aku marah. Aku berniat untuk menegurnya kalau dia turun dari khutbah, ternyata aku tidak jadi aku tidak suka berjalan menuju khalifah. Kemudian aku menasehati di depan umum, orang-orang semua melihat kepadaku. Aku khawatir aku datang ke sana berdrama, takaluf, menghias diri, berdrama. Khawatir nya dia memerintahkan anak buahnya untuk membunuhku. Maka bisa jadi aku dibunuh tanpa niat yang ikhlas. Maksudnya bukan berarti aku takut menasehati khalifah tapi aku khawatir aku menasehati khalifah tidak ikhlas dan dibunuh, maka mati konyol karena riya'. - Orang alim beramar ma'aruf nahi mungkar mmarah bukan karena Allah karena dirinya, bisa jadi sejak awal dia marah karena dirinya untuk membela dirinya. Atau marahnya belakangan, awalnya ikhlas lalu diganggu dengan orang yang di ingkari, dan dia emosi dia membantah bukan lagi bela agama tapi bela dirinya. Karena orang bisa menghina, mengusir, menuduh wahabi dan dia emosi. Maka dia bukan lagi beramar ma'aruf nahi munkar karena Allah tapi untuk dirinya sendiri. Umar bin Abdulaziz rahimahullah pernah berkata pada seorang lelaki, kalau pun karena saya sedang marah maka saya akan menghukum mu. Aku khawatir aku marah dan aku menghukum mu maka bercampur antara niatku untuk Allah dan sebagian melampiaskan emosiku. 2. JahilJika yang beramar ma'aruf nahi munkar adalah orang bodoh maka syaitan mempermainkan dia, kerusakan lebih banyak daripada kebaikan yang dia lakukan dan sungguhnya ketika dia beramar ma'aruf nahi munkar ternyata perkara itu boleh tapi dia tidak tau dia katakan itu tidak boleh. Ribut-ribut khilafiyah maka akan banyak kerusakan yang terjadi. Contoh Riba, terkait riba ada ulama berpendapat dirham dan riba. Jika begini maka hukumnya rusak, uang kertas tidak ada riba. Maka ini tetap kita bantah. Musik, ijma' ulama musik haram. Diantar hal yang dilakukan orang bodoh, menghancurkan pintu rumah orang karena bertajasus karena dia bermaksiat, ini tidak boleh. Orang maksiat diam-diam kita tidak boleh kita amar ma'aruf nahi munkar.Memukul pencuri apalagi sampai mati, maka ini tidak boleh. Jangan beramar ma'aruf nahi munkar dengan kebodohan. Marah kemudian menuduh orang yang tidak-tidak. Misalnya orang berjalan dengan lelaki, dia bermaksiat tapi tidak boleh menghukumi orang pelacur. Maka ini tidak boleh. Ini dosa besar. Berbangga-bangga dengan aib pelaku. Imam Ibnu jauzi rahimahullah berkata dan diantara orang yang telah melakukan ma'ruf nahi mungkar dia duduk di hadapan banyak orang dia saya tadi begini dan begitu. Video podcast dia berbangga-bangga dengan hal tersebut. Dan dia seperti mencekik pelaku pengingkaran dia laknat mereka. Imam Ibnul jauzi rahimahullah mengungkapkan jangan-jangan orang yang dicela sudah bertaubat dan dia tidak tahu. Dan bisa jadi mereka yang melakukan maksiat itu lebih baik daripada dia, kalau aku maksiatnya menyesal. Sedangkan dia sombong.Bagaimana mengingkari para para Umara dan mereka adalah orang yang paling utama kita lembuti dalam menasehati. Kalau orang awam saja kita nasehati dengan lembut maka pemimpin kita atau umaro itu lebih pantas untuk mendapatkannya. Dan Allah sudah mencontohkannya di dalam Alquran seperti Nabi Musa dan Nabi Harun. Nabi Musa diperintahkan oleh Allah mengajak Firaun dengan lembut dan tidak ada kata-kata kasar sama sekali. Imam Ibnul jauzi dalam kitabnya menyebutkan ada kisah seorang yang ingin menasehati Khalifah orang itu berkata kepada seorang Khalifah "aku akan menasehatimu dengan keras". Khalifahnya langsung berkata stop dulu " Kau tidak lebih baik daripada Musa saja diperintahkan untuk berkata pada Firaun dengan lembut dan aku tidak lebih buruk daripada Firaun maka kau tidak pantas berbicara kepadaku kata khalifahnya".Cara menasehati penguasa ketemu ambil hatinya dan pemimpin langsung baik-baik, Imam rahimahullah berkata contoh berkata pada pemimpin, " ketahuilah para penguasa para pejabat Allah turut memberikan kalian kepemimpinan maka ingatlah di dalam ini ada nikmatnya dan ada tanggung jawabnya. Sesungguhnya nikmat itu akan langgeng dengan bersyukur kepada Allah ta'ala. Jangan sampai nikmat itu ditanggapi dengan kemaksiatan".Fitnah seseorang tidak beramar ma'ruf nahi mungkarSetan telah menipu sebagian dari ahli ibadah dia melihat kemungkaran namun dia tidak mengingkarinya. Kemudian dia berkata yang bisa bernahi mungkar adalah orang sholeh, bagaimana saya bernahi mungkar sementara saya bukan orang soleh.Imam Ibnu jauzi berkata sesungguhnya dia wajib beramar ma'ruf nahi mungkar meskipun dia melakukan maksiat tersebut. Karena dia memiliki dua kewajiban yang pertama kewajiban beramar ma'ruf nahi nahi mungkar dan kewajiban meninggalkan maksiatBerkata Ibnu Aqil rahimahullah, kami telah melihat di zaman kami ada seorang soleh Abu Bakar Al-Akfali di zaman pemerintahan Al-Khoim maka beramar ma'aruf nahi mungkar dia akan berjalan bersama orang-orang soleh. Talbis Iblis tehadap orang-orang yang ahli zuhud dan ahli ibadah. Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkataTerkadang orang awam, mendengar ayat-ayat yang mencela dunia maka dia merasa kalau mau selamat maka harus tinggalkan dunia. Dia tidak tahu bahwasanya dunia itu tidak tercela secara zatnya tapi tercela karena orang yang melakukan dunia tersebut. Yang tercela adalah sifat manusia terhadap dunia tersebut. Iblis pun berkata dengan menipunya kau tidak akan selamat jika kau tidak meninggalkan dunia, dia segera pergi menuju. Dan dia jauh menuju gunung-gunung dan menjauh dari salat Jumat dan salat berjamaah, dan dia tidak menuntut ilmu dan jadilah dia menjadi hewan yang liar. Bisa jadi dia mempunyai hak-hak yang harus ditunaikan tapi dia pergi ke gunung dan tidak mengetahui berbagai rukun salat, ini adalah talbis iblis. Hanyalah iblis bisa menggodanya karena dia bodoh dengan dirinya dan dia ridho dengan ilmunya. Seandainya dia diberikan taufik dan belajar pada orang yang Faqih maka dia akan paham hakikat. Bahwasanya orang yang pakai itu akan menjelaskan kepadanya bahwa dunia itu tidak dicela karena zatnya. Yang bagaimana dunia itu dicela karena dunia itu adalah karunia dari Allah. Dan bagaimana dunia bisa dicela padahal dunia adalah tempat untuk anak Adam untuk mencari kehidupan. Dan Bukankah dunia adalah sebab orang untuk bisa dan bisa beribadah, dengan dia makan, dia bisa beribadah. Dia punya pakaian dia bisa beribadah dia minum bisa beribadah bangun masjid dia bisa beribadah. Yang tercela dunia itu begini menurut Imam Ibnu jauzi rahimahullah, Kalau ambil dunia dengan cara tidak halal, atau mengambil dunia dengan cara yang berlebih-lebihan. Kita punya duit bukan untuk belanja sesuai hawa nafsu kita, yang sesuai syariat perlu atau tidak itulah sesuai dengan syariat. Akan ditanya nanti oleh Allah ke mana semuanya akan dihabiskan. Demikian juga ketahuilah Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam melarang seseorang pergi ke gunung-gunung dan bersafar ke tengah hutan untuk tidak mendengar adzan dan tidak melakukan salat Jumat. (HR Imam Ahmad) .Sesungguhnya ini akan hanya menambah kebodohan dari dalam dirinya. Berkata sebagian salaf, Kami pergi ke gunung untuk beribadah di sana. Datang Sofyan ats tauri, melarang kami untuk pergi ke sana dan tidak boleh. Tipuan setan terhadap ahli zuhud, mereka tidak menuntut ilmu karena sibuk dengan kezuhudan. Sungguh mereka telah mengganti yang baik dengan yang buruk. Karena hal ini kata Imam Ibnu jauzi dengan zuhud hanya untuk dirinya tidak keluar dari, Adapun orang yang keluar menuntut ilmu bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk orang lain. Tipuan setan kepada ahli zuhud, menghayalkan zuhud itu adalah meninggalkan perkara-perkara mubah. Zuhud adalah kata Ibnul Taimiyah, meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat di akhirat. Bukan meninggalkan perkara mubah. Karena perkara mubah ada yang bermanfaat di akhirat. Semua kegiatan kita harus diperhatikan apakah ada manfaatnya atau tidak. Waro' adalah meninggalkan mudharat yang berbahaya di akhirat. Konsekuensinya meninggalkan haram dan syubhat. Sebagian orang zuhud kata imam Ibnul Jauzi rahimahullah Tidak mau makan roti yang halus. Ada yang tidak mau makan buah. Ada yang tidak makan, makan sangat sedikit. Ada diantara mereka memakai kain dari bulu domba. Diantara mereka ada yang tidak mau minum air dingin. Diantara mereka tidak mau memakan, makan enak. Takut tidak bersyukur menurut mereka.Dan ini bukanlah Jalan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya dan bukanlah jalan para tabiin dan pengikutnya. Para sahabat dahulu kelaparan karena memang tidak ada makanan, mereka melaparkan diri. Kalau ada makanan mereka makan. Ibnu jauzi rahimahullah sama berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dahulu makan daging Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam makan daging kambing, makan halwa yang manis-manis, dan Nabi dulu makan ayam. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga menyimpan air dingin dan meminumnya, Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam sangat menyukai ini.Suyfan Ast- Sauri ketika bersafar selalu membawa daging panggang dan membawa manisan beliau terkenal zuhudnya, ahli hadist. Berkata hendaklah seseorang itu mengetahui tunggangannya adalah tunggangannya dan hendaknya dia berlemah lembut dengan dirimu. Tidak berlebihan agar kau sampai pada tujuan perjalanan mu. Tinggalkan hal yang tidak bermanfaat, kekenyangan, hawa nafsu, berlebih-lebihan karena itu merusak badan dan hawa nafsu. Imam Ibnul Jauzi rahimahullah, dan manusia berbeda-beda dengan tabiatnya seperti Arab Baduy mereka memakai kain wol dan hanya meminum susu dan itu terbiasa dengan kebiasaan mereka. Begitu juga orang yang tinggal di perkampungan yang mereka memakai baju yang sederhana dan kamu tidak, karena ini kebiasaan mereka. Adapun seorang biasa tinggal di kota kalau badan biasanya dia hidup dalam kondisi nyaman maka kita melarang pemilik badan seperti ini jangan menyusahkan dirimu dengan tidak makan ini dan itu, pakai baju seadanya ini menyiksa dirimu. Kecuali, misal nya berlebih-lebihan. Sebagian orang menyangka makan roti yang kering itu bisa menegakkan badan, tapi mencukupkan badan untuk itu maka ini tidak boleh. Tubuh itu butuh yang manis, yang kecut, yang panas. Bahkan dicontohkan pada zaman medis zaman dahulu misalnya ada lendir itu sedikit dalam tubuh dan butuh untuk diperbanyak maka tubuh Pingin minum susu, supaya lendir dalam tubuh. Begitu juga tuh kondisi tubuh yang kering maka dia membutuhkan sesuatu yang kecut-kecut, Siapa yang tubuhnya dia butuh tapi dia telah menyakiti dirinya. Seharusnya yang dia tahan jangan sampai dia rakus, jangan sampai dia kekenyangan. Mengikuti Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya itu lebih utama. Ibnul Aqil berkata dari mazhab Hambali berkata, sungguh menakjubkan urusan kalian dalam beragama terkadang kalau meninggalkan sesuatu secara keseluruhan, mengikuti hawa nafsu. Kalau tidak main-main menghabiskan waktu, sibuk dipojok mesjid. Hendaklah mereka beribadah dengan akal dan syariat.