📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

TALBIS IBLIS 9

Talbis Iblis 9Talbis Iblis Terhadap Terhadap Orang yang Beramar Ma'ruf Nahi MunkarUstadz DR. Firanda Andirja, M.AKritik Ulama Terhadap Kitab Penuh Was-Was​Peringatan Imam Ahmad bin Hambal: Beliau dengan tegas melarang umat Islam untuk mendekati pemikiran Al-Harits Al-Muhasibi dan kitabnya yang membahas masalah was-was. Kitab tersebut dinilai berbahaya karena isinya terlalu banyak pengandaian yang tidak berdasar serta menyiksa batin. Selain itu, Al-Harits berpemikiran Kullabiyah (pemikiran teologis yang condong kepada Jahmiyah).​Pernyataan Abu Zur'ah Ar-Razi: Beliau menegaskan bahwa buku-buku aliran tersebut dipenuhi oleh perkara bidah yang menyimpang dari sunah.​Tujuan Tegas Membantah Kekeliruan: Imam Ibnu Jauzi menjelaskan bahwa meskipun bantahan terhadap tokoh-tokoh sufi yang tergelincir ini dibenci oleh sebagian orang, membantah penyimpangan adalah kewajiban demi menjaga kemurnian kebenaran agar masyarakat tidak ikut tersesat.Penyimpangan Akidah yang Ekstrem (Talbis Iblis dalam Akidah​Setan berhasil menyeret sebagian kaum sufi ke dalam jurang kekufuran melalui tiga keyakinan teologis yang rusak:​Al-Hululiyah (Inkarnasi): Keyakinan bahwa Tuhan menempati atau masuk ke dalam tubuh makhluk-Nya.Wahdatul Wujud (Panteisme): Keyakinan bahwa seluruh alam semesta adalah kesatuan zat Tuhan. Tokoh utamanya adalah Ibnu 'Arabi, yang bahkan secara ekstrem mengklaim bahwa Fir'aun mati dalam keadaan beriman dan masuk surga.​Ittihadiyah (Penyatuan): Keyakinan bahwa hamba bisa melebur dan menyatu secara total dengan zat Tuhan.​Contoh Nyata Kesesatan Tokoh Sufi:​Abu Hamzah (Sufi): Saat berceramah lalu mendengar seekor burung gagak bersuara, ia langsung menjawab "Labaik" (Aku penuhi panggilan-Mu). Hal ini didasari keyakinan batil bahwa zat Allah telah menyatu pada suara burung tersebut.​Al-Husain bin Manshur Al-Hallaj: Tokoh ekstrem yang mengaku dirinya sebagai nabi, kemudian meningkat hingga mengaku dirinya adalah Tuhan (konsep Anal Haq). Ia menulis surat dengan redaksi "Dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang..." untuk merujuk pada dirinya sendiri. Tokoh sufi lain bernama Ibnu 'Atha menyetujui kesesatan Al-Hallaj ini.​Hukuman Tegas: Para ulama pada zaman tersebut sepakat bulat secara ijmak bahwa Al-Hallaj telah kafir. Atas fatwa ulama tersebut, pemerintah/penguasa mengeksekusi mati Al-Hallaj dan Ibnu 'Atha demi menjaga akidah umat.Tipu Daya Setan dalam Ibadah (Bersuci & Shalat)​Was-Was dan Pemborosan Air Wudhu: Setan membisikkan keraguan (was-was) yang akut di dalam hati mereka saat bersuci. Akibatnya, mereka membuang-buang air dalam jumlah yang sangat banyak (berlebihan) saat berwudhu, bahkan sebagian merasa wudhunya tidak sah kecuali jika dilakukan langsung di aliran sungai. Hal ini melanggar larangan syariat tentang larangan israf (berlebih-lebihan).​Bidah Pakaian Tambalan saat Shalat: Tokoh bernama Al-Maqdisi mengkreasikan bidah baru dalam ibadah dengan mewajibkan atau mengutamakan shalat dua rakaat menggunakan pakaian yang penuh tambalan (sebagai simbol kezuhudan yang semu), padahal perkara ini tidak memiliki dasar dari Nabi ﷺ maupun para sahabat.​Kesimpulan Tegas​Penyimpangan akidah kaum sufi ekstrem bersumber dari hilangnya batasan antara Khalik (Pencipta) dan makhluk. Tolok ukur kebenaran suatu amalan dan akidah harus merujuk pada pemahaman para ulama Salaf, bukan pada perasaan, filsafat kebatinan, maupun visualisasi was-was yang bersumber dari tipu daya Iblis.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI11 Juni 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Halaqah 54

HSI Abdullah RoyJejak Ilmu HSI @komunitasbeekindHalaqah 54Bab 7 - Wajibnya Masuk Ke Dalam Islam Secara Total dan Meninggalkan Selainnya –  Pembahasan Dalil Ketiga QS Al-An'am 159Memecah Belah Agama (Tafriquddin)Tafriquddin yang dimaksud memecah belah atau memisah-misahkan agama (farroqu diinahum) pada QS. Al-An'am: 159 adalah sikap tidak berpegang kepada Islam secara utuh (kullihi).  Sikap Aliran Sesat: Aliran-aliran sesat (seperti Khawarij, Murji'ah, dan Mu'tazilah) tidak sepenuhnya meninggalkan Islam; mereka mengamalkan sebagian syariat atau ayat, tetapi meninggalkan dan mengingkari sebagian yang lain demi mengikuti hawa nafsu.  ​Contoh Kasus:​Seseorang yang rajin shalat, tetapi metode dakwahnya menyimpang dari jalan para nabi (manhajul anbiya).  ​Seseorang yang bersemangat berdakwah, tetapi lalai dan kurang perhatian terhadap dakwah tauhid.  Ancaman bagi yang Memisah-misahkan AgamaBeriman Sebagian dan Kufur Sebagian Kitab (QS. Al-Baqarah: 85)Bentuk Pelanggaran: Mengambil dan mengamalkan sebagian isi Al-Qur'an dan As-Sunnah yang disukai, lalu mencampakkan sebagian lainnya.  ​Hukuman Dunya & Akhirat: Allah mengancam pelaku sikap ini dengan kehinaan (khizyun) dalam kehidupan dunia serta akan dikembalikan kepada azab yang sangat berat pada hari kiamat.Beriman Sebagian dan Kufur Sebagian Rasul (QS. An-Nisa: 150-151)​Bentuk Pelanggaran: Memisahkan keimanan kepada Allah dan para rasul-Nya, seperti beriman kepada Nabi Musa atau Nabi Isa tetapi mendustakan kenabian Nabi Muhammad ﷺ.  Mencari "Jalan Tengah" Palsu: Sebagian golongan merasa cara memilah-milah ajaran ini (misal: hanya fokus pada keutamaan amal/politik saja) sebagai jalan paling bijaksana.  ​Status Hukum: Allah menegaskan bahwa mereka adalah orang-orang kafir yang sebenar-benarnya (al-kafiruna haqqo) yang diancam dengan siksaan yang menghinakan, karena bentuk tafriq ini telah mengeluarkan mereka dari koridor Islam.  Sisi Pendalilan (Syahid) & Sikap Ahlussunnah​Kewajiban Mutlak: Inti atau syahid dari ayat farroqu diinahum (QS. Al-An'am: 159) adalah larangan keras memilah-milah ajaran agama dan kewajiban untuk tunduk pada Islam di seluruh bidang kehidupan.  ​Prinsip Ahlussunnah wal Jama'ah: Berbeda dari kelompok menyimpang, Ahlussunnah memandang Islam sebagai satu kesatuan utuh. Mereka menerapkan Islam secara menyeluruh tanpa diskriminasi, baik dalam aspek akidah, ibadah, muamalah, maupun akhlak. 

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
E
Elsa Ulfah Hakim

📍 Luar Indonesia

Talbis Iblis 9: Talbis Iblis Terhadap Orang yang Beramar Ma’ruf Nahi Munkar

Talbis Iblis 9: Talbis Iblis Terhadap Orang yang Beramar Ma’ruf Nahi MunkarDr. Firanda Andirjaamar ma’ruf nahi munkar adalah ibadah yang agung dan dengan ibadah ini umat muslim mulia.Para Nabi dan Rasul berseru: “Kalian adalah manusia terbaik yang dikeluarkan kepada manusia, sifat kalian menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran dan kalian beriman kepada Allah”.Umat yang meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar adalah umat yang terlaknat.Dilaknatlah bani israil melalui lisan Daud dan Isa bin Maryam karena mereka tidak saling bernahi munkar.Amar ma’ruf nahi munkar ada fiqihnya/aturannya. Tidak sekedar menyampaikan kebaikan dan bukan sekedar mencegah kemungkaran.Jika seseorang bernahi munkar maka ada beberapa kemungkinan:Kemungkaran tersebut hilang, maka wajib baginya bernahi munkar.Kemungkaran tersebut berkurang, maka wajib baginya bernahi munkar.Kemungkaran akan semakin besar, maka tidak boleh baginya untuk bernahi munkar.Melarang kemungkaran namun terganti dengan kemungkaran yang sejenis, maka ini butuh ijtihad.Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 49]Tidak semua yang dianggap mungkar adalah kemungkaran, contohnya masalah khilafiyah.Ibnu Jauzi berkata bahwa orang yang beramar ma’ruf dan bernahi munkar itu ada dua model, yaitu:‘Aalimun (orang yang berilmu)Jaahilun (orang yang bodoh)Iblis menggoda orang yang ‘aalim dengan dua cara:Iblis masuk lewat riya sehingga ia ujub dan ingin dipuji dengan amal perbuatannya.Iblis masuk membuat ia marah tetapi bukan karena Allah tetapi ia marah karena membela dirinya.Sebagaimana Umar bin Abd Aziz rahimahullah berkata kepada seseorang “jika bukan karena saya sedang marah tentu saya sudah menghukummu”. Maksudnya adalah Umar bin Abdul Aziz sedang marah kepada seseorang dan ia khawatir apabila ia marah dan menghukum orang itu bukan karena Allah tetapi bercampur untuk memuaskan emosinya maka ia tidak jadi menghukum orang itu.Iblis menggoda orang yang bodoh dengan cara mempermainkannya sehingga ketika ia beramar ma’ruf nahi munkar, kerusakan yang ia timbulkan lebih banyak dari pada perbaikan yang ia lakukan karena bisa jadi ia mencegah sesuatu yang sebenarnya boleh secara ijma’ atau ketika ia mengingkari seseorang melakukan sesuatu, ternyata orang itu memiliki tafsiran tersendiri atau mengikuti pendapat lain tidak seperti yang ia sangkakan.Tidak boleh bernahi munkar dengan kebodohan seperti membuat anarkis, memukul, menuduh/memaki secara berlebihan, tidak bisa mengontrol diri/emosian, membongkar suatu perkara yang seharusnya disembunyikan (membuka aib).Imam Ahmad pernah ditanya tentang suatu kaum yang mereka membawa kemungkaran (khamr, alat musik) tapi tertutup, lalu apakah yang mereka bawa harus dihancurkan?. Imam Ahmad berkata jika tidak boleh dihancurkan karena mereka menutupnya.Dalam riwayat lain Imam Ahmad berkata untuk hancurkan alat musik (kecapi) tersebut. Riwayat ini kemungkinan karena mereka menutupnya namun masih terlihat jelas bentuk kecapinya. Maka ini diperbolehkan bernahi munkar. Namun jika mereka menutup dan menyembunyikannya kita dilarang bertajasus (mencari-cari kesalahan orang lain).Lalu Imam Ahmad ditanya kembali tentang seseorang yang mendengar suara alat musik namun ia tidak tahu dari mana asal suaranya. Kemudian Imam Ahmad berkata “bukan urusanmu jika tidak ketahuan dimana, tidak perlu kau mencari tahu kecuali kau melihat depan matamu”.Terkadang ada orang yang mengingkari kemungkaran dengan melapor kepada penguasa. Jika kita tahu bahwa penguasa tersebut orang yang sholeh dan mengerti tentang hukum maka laporkan, karena penguasa tersebut akan menghukum dengan cara yang benar namun jika kita tahu penguasa tersebut bukan orang yang paham hukum dan ketika kita laporkan, penguasa tersebut malah menzalimi pelaku lebih parah maka tidak perlu dilaporkan.Di antara talbis iblis terkait beramar ma’ruf nahi munkar adalah dengan berbangga-bangga mengingkari kemungkaran dan mengumbar aib pelaku maksiat. Janganlah mengumbar aib pelaku maksiat karena bisa saja pelaku maksiat/kemungkaran tersebut sudah bertaubat atau merasa menyesal sedangkan kita sombong dengan bernahi munkar.Dahulu para salaf lembut dalam mengingkari.Ada seorang salaf melihat seorang laki-laki sedang berbicara dengan seorang perempuan yang bukan mahromnya, lalu ia tegur dengan kata-kata “sesungguhnya Allah melihat kalian berdua, semoga Allah menutup aibku dan aib kalian” kemudian ia pergi.Terkadang juga ia sedang melewati orang-orang yang sedang bermain-main menghabiskan waktu dan berkata “Wahai saudara-saudaraku, bagaimana pendapat kalian tentang seseorang yang ingin bersafar tapi tidur semalaman dan siangnya hanya bermain-main, kapan ia mulai bersafar jika seperti itu?”  Lalu sebagian dari mereka sadar dan berkata “wahai kawan-kawan, sesungguhnya ia sedang menasihati kita jika kita main terus kapan kita bisa bersafar menuju akhirat dengan bekal yang baik”. Lalu orang ini bertaubat dan mengikuti orang ‘alim tadi.Bagaimana cara mengingkari para penguasa?Orang yang paling utama untuk kita lembuti ketika kita mengingkari adalah para penguasa. Allah sudah mencontohkan tentang hal ini dalam Al -Qur’an tentang kisah Musa dan Harun. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun karena dia benar-benar telah melampui batas. Maka berbicaralah kamu berdua dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut”. (Qs. Ta-Ha: 43-44)Fitnah seseorang yang tidak bernahi munkar padahal ia mampu. Setan telah menipu sebagian ahli ibadah, ia melihat kemungkaran namun ia tidak mengingkarinya. Ia berkata bahwa yang bisa bernahi munkar hanyalah orang sholeh, sementara ia sendiri bukan orang sholeh. Kata Ibnu Jauzi ini adalah kesalahan karena ia wajib bernahi munkar meskipun ia sering melakukan maksiat tersebut. Ia memiliki dua kewajiban, yaitu kewajiban meninggalkan maksiat dan kewajiban dia untuk bernahi munkar. Orang yang menegur seseorang yang berbuat kemaksiatan itu sebenarnya ia sedang menasihati dirinya sendiri dan semoga ia termotivasi untuk meninggalkan maksiat tersebut jika niatnya karena Allah. Jika ketika ia bernahi munkar meninggalkan maksiat tersebut tentu pengingkarannya lebih berdampak. Adapun jika ia bermaksiat dan mengingkari kemaksiatannya yang sama yang ia lakukan, dampak pengingkaran tersebut hampir tidak ada. Tapi tetap ia harus mengingkari kemungkaran tersebut. Maka wajib bagi orang yang bernahi munkar untuk berhenti melakukan maksiat tersebut agar ketika ia bernahi munkar pengaruhnya kelihatan.Tipuan Iblis terhadap ahli zuhud dan ahli ibadah.Ibnu Jauzi berkata terkadang orang awam mendengar dari Al Qur’an dan hadits-hadits tentang celaan terhadap dunia, maka dia merasa jika ingin selamat harus meninggalkan dunia. Dia tidak tahu bahwasannya dunia itu tidak tercela secara zatnya tetapi tercela karena sifat manusia terhadap dunia tersebut. Iblis pun menipunya dengan berkata “kau tidak akan selamat di akhirat kecuali engkau meninggalkan dunia”. Maka ia segera pergi menuju gunung-gunung dan menjauhkan diri dari sholat jum’at dan berjama’ah, ia juga tidak menuntut ilmu, mereka seperti hewan yang liar dan dikhayalkan kepadanya bahwa inilah zuhud yang hakiki.Ada juga orang yang sholeh yang ia berkelana pergi meninggalkan dunia.Ada orang yang sholeh yang beribadah di gunung dan meninggalkan keluarganya.Iblis menggoda dengan cara seperti ini karena seseorang yang sedikit ilmunya  dan karena kebodohannya dan ia merasa ridho dengan ilmunya yang sedikit itu. Seandainya ia diberi taufik oleh Allah untuk belajar kepada orang yang faqih, maka ia akan paham tentang hakikat. Orang yang faqih tersebut akan menjelaskan kepadanya bahwasannya dunia itu tidak dicela karena zatnya. Bagaimana dunia tercela padahal itu adalah karunia dari Allah dan bagaimana dunia bisa dicela sementara anak Adam tidak bisa hidup kecuali ada dunia yang ia miliki dan bukankah dunia adalah sebab seseorang untuk bisa menuntut ilmu dan bisa beribadah. Dunia yang tercela itu jika kita mengambilnya dengan cara yang tidak halal, berlebih-lebihan, mengambil dunia tidak sesuai dengan kebutuhan sehingga seseorang membelanjakan hartanya tidak sesuai syariat tetapi sesuai keinginan hawa nafsu. Demikian juga ketahuilah pergi ke gunung sendirian itu tidak boleh karena sesungguhnya Rasulullah melarang untuk tidur sendirian.Sesungguhnya jika seseorang sengaja meninggalkan sholat Jum’at karena ia pergi  ke gunung dan tidak mendengar azan maka ini adalah kerugian.Dan seseorang yang menjauh dari ilmu dan ulama itu akan semakin memperkuat kebodohannya.  Jika masih memiliki orang tua dan mereka ditinggalkan untuk pergi ke gunung/hutan untuk beribadah maka ia durhaka dan ini termasuk dosa besar.Berkata sebagian orang salaf “kami beramai-ramai pergi ke gunung untuk beribadah di sana lalu datanglah Sofyan Atsauri yaitu seorang ulama dan ia menyuruh kami pulang”.Di antara tipuan setan kepada ahli zuhud adalah mereka tidak menuntut ilmu karena sibuk dengan kezuhudannya. Sungguh mereka telah menggantikan hal yang baik dengan yang buruk. Karena orang yang zuhud manfaatnya hanya untuk dirinya dan adapun orang yang menuntut ilmu memiliki manfaat yang banyak untuk masyarakat. Betapa banyak orang yang berilmu memperbaiki ahli ibadah ke jalan kebenaran.Setan mengkhayalkan bahwa zuhud itu meninggalkan perkara-perkara yang mubah. Padahal zuhud adalah meninggalkan perkara-perkara yang tidak bermanfaat di akhirat sedangkan perkara-perkara mubah ada yang bermanfaat untuk akhirat.Ibnu Jauzi berkata jika tubuhmu itu adalah tungganganmu maka kau harus bersikap lembut dan tidak berlebihan agar bisa mencapai tujuan dari perjalananmu. Ambillah yang bermanfaat bagi jiwamu dan tinggalkanlah yang tidak bermanfaat seperti kekenyangan, berlebih-lebihan, mengikuti hawa nafsu karena itu merusak badan dan agama.Kemudian manusia itu berbeda-beda dengan tabiat mereka, seperti Arab baduy yang memakai baju kain wool dari bulu kambing dan hanya minum susu maka kita tidak mencela mereka karena itu tradisi mereka dan tubuh mereka sudah terbiasa sehingga “tunggangannya” cocoknya seperti itu.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Materi 9

Talbis Iblis Terhadap Penggiat Amar Ma'ruf Nahi Munkar & Ahli Ibadah​Pemateri: Dr. Firanda Andirja, MA​I. Tipuan Iblis pada Orang yang Beramar Ma'ruf Nahi Munkar​Amar Ma'ruf Nahi Munkar adalah ciri umat terbaik. Allah berfirman:​كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ​"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah..." (QS. Ali 'Imran: 110)​Namun, Iblis menggoda orang yang melakukan ibadah ini melalui dua pintu:​Pintu Riya' dan Ujub (Bagi Orang Alim):Iblis membuat seseorang berbangga diri dengan dakwahnya, bergaya saat menegur, atau merasa hebat ketika tegurannya didengar orang.​Nasehat Salaf: Para ulama salaf sangat takut jika mereka menasehati penguasa atau orang lain justru karena ingin dipuji atau sekadar mencari panggung, bukan karena Allah. Mereka sangat menjaga keikhlasan.​Pintu Marah karena Diri Sendiri (Bukan karena Allah):Seringkali, saat seseorang melakukan nahi munkar, ia emosi karena dirinya dihina atau dibantah, bukan karena membela agama Allah.​Kisah Umar bin Abdul Aziz: Beliau pernah menahan diri untuk tidak menghukum seseorang yang bersalah saat beliau sedang marah, karena takut jika beliau menghukumnya, hal itu dilakukan demi melampiaskan emosi pribadi, bukan demi Allah.​Kesalahan Orang Bodoh (Jahil) dalam Nahi Munkar:Iblis menyesatkan orang yang beramar ma'ruf tanpa ilmu. Akibatnya, kerusakan yang ditimbulkan lebih besar daripada perbaikan:​Melarang hal yang sebenarnya mubah atau masih khilafiah kuat.​Melakukan tajasus (memata-matai) sampai mendobrak rumah orang.​Main hakim sendiri dengan cara yang kasar/kejam.​Aturan: Nahi Munkar harus dengan ilmu. Jika melarang kemungkaran justru memicu kemungkaran yang lebih besar, maka tidak boleh dilakukan.​II. Tipuan Iblis pada Ahli Zuhud dan Ahli Ibadah​Setan membisikkan bahwa menjadi ahli zuhud berarti harus meninggalkan dunia totalitas, menjauhi salat berjamaah, tidak menuntut ilmu, dan pergi mengasingkan diri ke gunung.​Hakikat Zuhud:Zuhud bukan berarti tidak memiliki dunia, tetapi dunia tidak menguasai hati. Zuhud adalah meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat untuk akhirat.​Kritik terhadap Zuhud yang Salah:​Meninggalkan perkara mubah (seperti makan enak, memakai pakaian layak) dengan alasan zuhud adalah kesalahan.​Rasulullah SAW dan para sahabat makan daging, menyukai makanan manis, dan memakai pakaian yang layak. Mereka hanya lapar jika tidak ada makanan, bukan sengaja menyiksa diri.​Pentingnya Ilmu:Menjauh dari ilmu dan ulama justru memperkuat kebodohan. Orang yang zuhud namun tidak berilmu akan mudah ditipu Iblis, seperti meninggalkan hak-hak keluarga atau meninggalkan salat Jumat karena mengasingkan diri di gunung.​III. Kesimpulan & Nasehat Ulama​Luruskan Niat: Dalam beramar ma'ruf nahi munkar, jadikanlah tujuan utama adalah menasehati agar orang menjadi lebih baik, bukan untuk membela diri atau sekadar unjuk keberanian.​Lemah Lembut: Contoh terbaik adalah saat Allah memerintahkan Musa AS untuk menemui Firaun:​فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ​"...maka bicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut." (QS. Thaha: 44)​Gunakan Akal dan Syariat: Jangan terjebak antara dua ekstrem: mengikuti hawa nafsu atau melakukan rahbaniyah (pengasingan diri) yang tidak disyariatkan. Beribadahlah dengan ilmu, penuhi hak-hak keluarga, dan gunakan dunia sebagai sarana untuk akhirat, bukan sebagai tujuan hidup.​

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI11 Juni 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Halaqah 4

Halaqah-04 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 2Diantara cara beriman dengan para Rasul3. Meyakini bahwa para rasul benar-benar terlepas dari sifat dusta, penyembunyian ilmu dan pengkhianatanAllah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirmanقَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا ۜ ۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ“Mereka berkata “celaka kita, siapakah yang telah membangkitkan kita dari tempat istirahat kita, inilah yang dijanjikan oleh Ar-Rahman dan benarlah para Rasul” (Yasin : 52)Dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirmanوَلَوۡ تَقَوَّلَ عَلَيۡنَا بَعۡضَ ٱلۡأَقَاوِيلِ (٤٤)لَأَخَذۡنَا مِنۡهُ بِٱلۡيَمِينِ (٤٥) ثُمَّ لَقَطَعۡنَا مِنۡهُ ٱلۡوَتِينَ (٤٦) فَمَا مِنكُم مِّنۡ أَحَدٍ عَنۡهُ حَـٰجِزِينَ (٤٧)“Dan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas nama Kami, pasti kami pegang dia pada tangan kanannya kemudian kami potong pembuluh jantungnya maka tidak seorang pun dari kalian yang dapat menghalangi Kami untuk menghukumnya” (Al-Haqqah : 44-47)4. Keyakinan yang dalam bahwasanya mereka telah melaksanakan tugas mereka dengan sempurna dan sebaik-baiknya dan Allah tidak mewafatkan mereka kecuali setelah mereka menyampaikan secara sempurna risalah Allah kepada kaumnyaAllah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirmanرُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا“Rasul-Rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah Rasul-Rasul itu diutus Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (An-Nisa : 165)Dan Allah berfirmanوَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ“Dan tidaklah Kami utus seorang rasul kecuali dengan bahasa kaumnya supaya dia menerangkan kepada mereka” (Ibrahim : 4)

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
P
putri anggraini

📍 Kota Samarinda

Talbis Iblis 9 : Talbis Iblis Terhadap Orang yang Beramal Ma'aruf Nahi Munkar

Ringkasan Talbis Iblis #9: Talbis Iblis Terhadap Orang yang Beramar Ma'ruf Nahi MunkarTipuan syaitan terhadap orang yang beramar ma'aruf nahi mungkar.Diantara ibadah yang agung amar ma'aruf nahi mungkar dan dengan perkara ini umat ini menjadi mulia. Allah Ta'ala berfirman, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. [Ali Imron/3 :110]Amar ma'aruf nahi mungkar ada aturan- aturannya. Ada fiqihnya dan fiqihnya cukup luas, bukan sekedar mencegah keburukan dan menyampaikan kebaikan. Seperti sederhana ada kemungkinan :1. Kemungkaran tersebut hilang, maka wajib bernahi mungkar. 2. Kemungkaran tersebut berkurang, maka dia wajib bernahi mungkar. 3. Jika dia bernahi ma'aruf mungkar, maka ternyata masalahnya semakin besar maka tidak boleh. Butuh fiqih orang yang bernahi mungkar. 4. Melarang kemungkaran dan tergantikan dengan kemungkaran yang lain, maka ini butuh ijtihad. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ“Barang siapa yang melihat satu kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu selemah-lemahnya iman“. [HR Muslim].Mungkar ini tidak semua mungkar ini di anggap mungkar, misalnya khilafiyah dianggap mungkar terutama khilafiyah kuat. Kemungkaran tidak boleh tajassus. anggap mungkar, misalnya khilafiyah dianggap mungkar terutama khilafiyah kuat. Kemungkaran tidak boleh tajassus. Ibnul Jauzi rahimahullah orang amar ma'aruf nahi munkar ada 2 :1. Alim (berilmu)Iblis menggoda orang yang berilmu dia mengerti fiqih, pantas untuk beramar ma'aruf nahi mungkar. Ternyata syaitan masuk dari sisi, - ujub- ingin dipuji, - ingin bergayaDiriwayatkan dari Ahmad bin Abi Hawary aku mendengar Abu Ja'far Al-Mansur berkhotbah dihari Jum'at dan aku melihat dia menangis, lalu aku marah. Aku berniat untuk menegurnya kalau dia turun dari khutbah, ternyata aku tidak jadi aku tidak suka berjalan menuju khalifah. Kemudian aku menasehati di depan umum, orang-orang semua melihat kepadaku. Aku khawatir aku datang ke sana berdrama, takaluf, menghias diri, berdrama. Khawatir nya dia memerintahkan anak buahnya untuk membunuhku. Maka bisa jadi aku dibunuh tanpa niat yang ikhlas. Maksudnya bukan berarti aku takut menasehati khalifah tapi aku khawatir aku menasehati khalifah tidak ikhlas dan dibunuh, maka mati konyol karena riya'. - Orang alim beramar ma'aruf nahi mungkar mmarah bukan karena Allah karena dirinya, bisa jadi sejak awal dia marah karena dirinya untuk membela dirinya. Atau marahnya belakangan, awalnya ikhlas lalu diganggu dengan orang yang di ingkari, dan dia emosi dia membantah bukan lagi bela agama tapi bela dirinya. Karena orang bisa menghina, mengusir, menuduh wahabi dan dia emosi. Maka dia bukan lagi beramar ma'aruf nahi munkar karena Allah tapi untuk dirinya sendiri. Umar bin Abdulaziz rahimahullah pernah berkata pada seorang lelaki, kalau pun karena saya sedang marah maka saya akan menghukum mu. Aku khawatir aku marah dan aku menghukum mu maka bercampur antara niatku untuk Allah dan sebagian melampiaskan emosiku. 2. JahilJika yang beramar ma'aruf nahi munkar adalah orang bodoh maka syaitan mempermainkan dia, kerusakan lebih banyak daripada kebaikan yang dia lakukan dan sungguhnya ketika dia beramar ma'aruf nahi munkar ternyata perkara itu boleh tapi dia tidak tau dia katakan itu tidak boleh. Ribut-ribut khilafiyah maka akan banyak kerusakan yang terjadi. Contoh Riba, terkait riba ada ulama berpendapat dirham dan riba. Jika begini maka hukumnya rusak, uang kertas tidak ada riba. Maka ini tetap kita bantah. Musik, ijma' ulama musik haram. Diantar hal yang dilakukan orang bodoh, menghancurkan pintu rumah orang karena bertajasus karena dia bermaksiat, ini tidak boleh. Orang maksiat diam-diam kita tidak boleh kita amar ma'aruf nahi munkar.Memukul pencuri apalagi sampai mati, maka ini tidak boleh. Jangan beramar ma'aruf nahi munkar dengan kebodohan. Marah kemudian menuduh orang yang tidak-tidak. Misalnya orang berjalan dengan lelaki, dia bermaksiat tapi tidak boleh menghukumi orang pelacur. Maka ini tidak boleh. Ini dosa besar. Berbangga-bangga dengan aib pelaku. Imam Ibnu jauzi rahimahullah berkata dan diantara orang yang telah melakukan ma'ruf nahi mungkar dia duduk di hadapan banyak orang dia saya tadi begini dan begitu. Video podcast dia berbangga-bangga dengan hal tersebut. Dan dia seperti mencekik pelaku pengingkaran dia laknat mereka. Imam Ibnul jauzi rahimahullah mengungkapkan jangan-jangan orang yang dicela sudah bertaubat dan dia tidak tahu. Dan bisa jadi mereka yang melakukan maksiat itu lebih baik daripada dia, kalau aku maksiatnya menyesal. Sedangkan dia sombong.Bagaimana mengingkari para para Umara dan mereka adalah orang yang paling utama kita lembuti dalam menasehati. Kalau orang awam saja kita nasehati dengan lembut maka pemimpin kita atau umaro itu lebih pantas untuk mendapatkannya. Dan Allah sudah mencontohkannya di dalam Alquran seperti Nabi Musa dan Nabi Harun. Nabi Musa diperintahkan oleh Allah mengajak Firaun dengan lembut dan tidak ada kata-kata kasar sama sekali. Imam Ibnul jauzi dalam kitabnya menyebutkan ada kisah seorang yang ingin menasehati Khalifah orang itu berkata kepada seorang Khalifah "aku akan menasehatimu dengan keras". Khalifahnya langsung berkata stop dulu " Kau tidak lebih baik daripada Musa saja diperintahkan untuk berkata pada Firaun dengan lembut dan aku tidak lebih buruk daripada Firaun maka kau tidak pantas berbicara kepadaku kata khalifahnya".Cara menasehati penguasa ketemu ambil hatinya dan pemimpin langsung baik-baik, Imam rahimahullah berkata contoh berkata pada pemimpin, " ketahuilah para penguasa para pejabat Allah turut memberikan kalian kepemimpinan maka ingatlah di dalam ini ada nikmatnya dan ada tanggung jawabnya. Sesungguhnya nikmat itu akan langgeng dengan bersyukur kepada Allah ta'ala. Jangan sampai nikmat itu ditanggapi dengan kemaksiatan".Fitnah seseorang tidak beramar ma'ruf nahi mungkarSetan telah menipu sebagian dari ahli ibadah dia melihat kemungkaran namun dia tidak mengingkarinya. Kemudian dia berkata yang bisa bernahi mungkar adalah orang sholeh, bagaimana saya bernahi mungkar sementara saya bukan orang soleh.Imam Ibnu jauzi berkata sesungguhnya dia wajib beramar ma'ruf nahi mungkar meskipun dia melakukan maksiat tersebut. Karena dia memiliki dua kewajiban yang pertama kewajiban beramar ma'ruf nahi nahi mungkar dan kewajiban meninggalkan maksiatBerkata Ibnu Aqil rahimahullah, kami telah melihat di zaman kami ada seorang soleh Abu Bakar Al-Akfali di zaman pemerintahan Al-Khoim maka beramar ma'aruf nahi mungkar dia akan berjalan bersama orang-orang soleh. Talbis Iblis tehadap orang-orang yang ahli zuhud dan ahli ibadah. Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkataTerkadang orang awam, mendengar ayat-ayat yang mencela dunia maka dia merasa kalau mau selamat maka harus tinggalkan dunia. Dia tidak tahu bahwasanya dunia itu tidak tercela secara zatnya tapi tercela karena orang yang melakukan dunia tersebut. Yang tercela adalah sifat manusia terhadap dunia tersebut. Iblis pun berkata dengan menipunya kau tidak akan selamat jika kau tidak meninggalkan dunia, dia segera pergi menuju. Dan dia jauh menuju gunung-gunung dan menjauh dari salat Jumat dan salat berjamaah, dan dia tidak menuntut ilmu dan jadilah dia menjadi hewan yang liar. Bisa jadi dia mempunyai hak-hak yang harus ditunaikan tapi dia pergi ke gunung dan tidak mengetahui berbagai rukun salat, ini adalah talbis iblis. Hanyalah iblis bisa menggodanya karena dia bodoh dengan dirinya dan dia ridho dengan ilmunya. Seandainya dia diberikan taufik dan belajar pada orang yang Faqih maka dia akan paham hakikat. Bahwasanya orang yang pakai itu akan menjelaskan kepadanya bahwa dunia itu tidak dicela karena zatnya. Yang bagaimana dunia itu dicela karena dunia itu adalah karunia dari Allah. Dan bagaimana dunia bisa dicela padahal dunia adalah tempat untuk anak Adam untuk mencari kehidupan. Dan Bukankah dunia adalah sebab orang untuk bisa dan bisa beribadah, dengan dia makan, dia bisa beribadah. Dia punya pakaian dia bisa beribadah dia minum bisa beribadah bangun masjid dia bisa beribadah. Yang tercela dunia itu begini menurut Imam Ibnu jauzi rahimahullah, Kalau ambil dunia dengan cara tidak halal, atau mengambil dunia dengan cara yang berlebih-lebihan. Kita punya duit bukan untuk belanja sesuai hawa nafsu kita, yang sesuai syariat perlu atau tidak itulah sesuai dengan syariat. Akan ditanya nanti oleh Allah ke mana semuanya akan dihabiskan. Demikian juga ketahuilah Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam melarang seseorang pergi ke gunung-gunung dan bersafar ke tengah hutan untuk tidak mendengar adzan dan tidak melakukan salat Jumat. (HR Imam Ahmad) .Sesungguhnya ini akan hanya menambah kebodohan dari dalam dirinya. Berkata sebagian salaf, Kami pergi ke gunung untuk beribadah di sana. Datang Sofyan ats tauri, melarang kami untuk pergi ke sana dan tidak boleh. Tipuan setan terhadap ahli zuhud, mereka tidak menuntut ilmu karena sibuk dengan kezuhudan. Sungguh mereka telah mengganti yang baik dengan yang buruk. Karena hal ini kata Imam Ibnu jauzi dengan zuhud hanya untuk dirinya tidak keluar dari, Adapun orang yang keluar menuntut ilmu bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk orang lain. Tipuan setan kepada ahli zuhud, menghayalkan zuhud itu adalah meninggalkan perkara-perkara mubah. Zuhud adalah kata Ibnul Taimiyah, meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat di akhirat. Bukan meninggalkan perkara mubah. Karena perkara mubah ada yang bermanfaat di akhirat. Semua kegiatan kita harus diperhatikan apakah ada manfaatnya atau tidak. Waro' adalah meninggalkan mudharat yang berbahaya di akhirat. Konsekuensinya meninggalkan haram dan syubhat. Sebagian orang zuhud kata imam Ibnul Jauzi rahimahullah Tidak mau makan roti yang halus. Ada yang tidak mau makan buah. Ada yang tidak makan, makan sangat sedikit. Ada diantara mereka memakai kain dari bulu domba. Diantara mereka ada yang tidak mau minum air dingin. Diantara mereka tidak mau memakan, makan enak. Takut tidak bersyukur menurut mereka.Dan ini bukanlah Jalan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya dan bukanlah jalan para tabiin dan pengikutnya. Para sahabat dahulu kelaparan karena memang tidak ada makanan, mereka melaparkan diri. Kalau ada makanan mereka makan. Ibnu jauzi rahimahullah sama berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dahulu makan daging Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam makan daging kambing, makan halwa yang manis-manis, dan Nabi dulu makan ayam. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga menyimpan air dingin dan meminumnya, Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam sangat menyukai ini.Suyfan Ast- Sauri ketika bersafar selalu membawa daging panggang dan membawa manisan beliau terkenal zuhudnya, ahli hadist. Berkata hendaklah seseorang itu mengetahui tunggangannya adalah tunggangannya dan hendaknya dia berlemah lembut dengan dirimu. Tidak berlebihan agar kau sampai pada tujuan perjalanan mu. Tinggalkan hal yang tidak bermanfaat, kekenyangan, hawa nafsu, berlebih-lebihan karena itu merusak badan dan hawa nafsu. Imam Ibnul Jauzi rahimahullah, dan manusia berbeda-beda dengan tabiatnya seperti Arab Baduy mereka memakai kain wol dan hanya meminum susu dan itu terbiasa dengan kebiasaan mereka. Begitu juga orang yang tinggal di perkampungan yang mereka memakai baju yang sederhana dan kamu tidak, karena ini kebiasaan mereka. Adapun seorang biasa tinggal di kota kalau badan biasanya dia hidup dalam kondisi nyaman maka kita melarang pemilik badan seperti ini jangan menyusahkan dirimu dengan tidak makan ini dan itu, pakai baju seadanya ini menyiksa dirimu. Kecuali, misal nya berlebih-lebihan. Sebagian orang menyangka makan roti yang kering itu bisa menegakkan badan, tapi mencukupkan badan untuk itu maka ini tidak boleh. Tubuh itu butuh yang manis, yang kecut, yang panas. Bahkan dicontohkan pada zaman medis zaman dahulu misalnya ada lendir itu sedikit dalam tubuh dan butuh untuk diperbanyak maka tubuh Pingin minum susu, supaya lendir dalam tubuh. Begitu juga tuh kondisi tubuh yang kering maka dia membutuhkan sesuatu yang kecut-kecut, Siapa yang tubuhnya dia butuh tapi dia telah menyakiti dirinya. Seharusnya yang dia tahan jangan sampai dia rakus, jangan sampai dia kekenyangan. Mengikuti Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya itu lebih utama. Ibnul Aqil berkata dari mazhab Hambali berkata, sungguh menakjubkan urusan kalian dalam beragama terkadang kalau meninggalkan sesuatu secara keseluruhan, mengikuti hawa nafsu. Kalau tidak main-main menghabiskan waktu, sibuk dipojok mesjid. Hendaklah mereka beribadah dengan akal dan syariat.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
D
Deni trisiananingrum

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis iblis bagian 9

Kitab TALBIS IBLIS - “Tipuan Iblis”karangan Abdurrahman bin Ali bin Muhammad Ibnul JauziBagian 9Oleh Ustadz Firanda AndirjaSumber: Youtube Firanda Andirja Talbis Iblis-8BAB KEDELAPAN: PENYEBUTAN TIPU DAYAIBLIS KEPADA PARA HAMBA DALAM IBADAHBagian 5Penyebutan tipuan Iblis terhadap Orang-orang yang Memerintahkan Kebaikan dan Melarang KemungkaranAmar ma'ruf nahi munkar adalah termasuk ibadah yang agung dalam islam. Oleh karena itu ada fiqihnya, bukan sekedar mengajaknkebaikan dan mencegah kemunkaran semata.Kemungkinan-kemungkinan ketika seseornag melakukan amar ma'ruf nahi munkar: 1. Kemungkaran tersebut hilang maka wajib baginya ber- nahi munkar 2. Kemungkaran tersebut berkurang maka inipun wajib baginya untuk ber-nahi munkar 3. Kemungkinan kemungkarannya makin besar maka ia tidak boleh ber-nahi munkar. Karena bisa jadi justru akan menimbulkan kemungkaran yang lebih besar 4. Kemungkinan kemungkaran akan hilang tapi berganti dengan kemungkaran lainnya yang sejenis maka ia tidak boelh ber-nahi munkar dan memerlukan ijtihadSabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ“Barang siapa yang melihat satu kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu selemah-lemahnya iman“. [HR Muslim].Mereka terbagi menjadi dua bagian: yang berilmu dan yang jahil.Masuknya Iblis kepada yang berilmu melalui dua jalan: ◦ Jalan Pertama: Berhias diri dengan perbuatan itu, mencari popularitas, dan takabur dengan perbuatan tersebut. Kami meriwayatkan dengan sanad dari Ahmad bin Abi Al-Hawari, ia berkata: "Aku mendengar Abu Sulaiman berkata: 'Aku mendengar Abu Ja'far Al-Manshur menangis dalam khutbahnya pada hari Jumat, lalu aku dikuasai kemarahan dan terbersit niat untuk berdiri dan menasihatinya dengan apa yang aku ketahui dari perbuatannya. Lalu aku berpikir, aku tidak suka berdiri kepada seorang khalifah untuk menasihatinya sementara orang-orang duduk menatapku dengan mata mereka, sehingga muncul unsur pamer, kemudian dia memerintahkan (untuk membunuh) aku dan aku dibunuh bukan atas dasar yang benar. Maka aku duduk dan diam.'" ◦ Jalan Kedua: Marah untuk diri sendiri. Kadang-kadang itu dari awal, kadang- kadang muncul saat memerintahkan kebaikan karena penghinaan yang diterimanya dari pelaku kemungkaran, sehingga menjadi perselisihan untuk dirinya sendiri. Sebagaimana Umar bin Abdul Aziz berkata kepada seorang laki-laki: "Kalau bukan karena aku sedang marah, pasti aku akan menghukummu." Yang dimaksudkannya adalah: "Kamu membuatku marah, maka aku khawatir hukuman itu bercampur antara karena murka Allah dan untuk diriku." ◦ Adapun jika yang memerintahkan kebaikan itu jahil, maka setan akan mempermainkannya. Kerusakannya dalam perintahnya lebih banyak daripada kebaikannya, karena dia mungkin melarang sesuatu yang dibolehkan berdasarkan ijma', mungkin mengingkari sesuatu yang ditakwilkan oleh pelakunya dan mengikuti sebagian mazhab, mungkin memecahkan pintu, memanjat tembok, memukul pelaku kemungkaran dan mencaci mereka. Jika mereka menjawabnya dengan kata-kata yang menyulitkannya, maka kemarahannya menjadi untuk dirinya sendiri. Mungkin dia membuka apa yang diperintahkan syariat untuk ditutup. ◦ Di antara penipuan Iblis terhadap pengingkar kemungkaran adalah ketika dia mengingkari, lalu dia duduk di suatu majelis menceritakan apa yang telah dilakukannya dan membanggakannya, mencaci pelaku kemungkaran dengan cacian orang yang dendam kepada mereka dan melaknat mereka. Padahal mungkin kaum itu sudah bertobat, dan mungkin mereka lebih baik darinya karena penyesalan mereka dan kesombongannya. Dalam pembicaraannya tercakup membuka aib kaum muslimin karena dia memberitahu kepada yang tidak tahu, padahal menutup (aib) muslim itu wajib selama memungkinkan. ◦ Yang paling utama dari manusia dalam berlembut mengingkari adalah kepada para penguasa. Pantas dikatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat derajat kalian, maka kenalilah kadar nikmat-Nya, karena nikmat itu kekal dengan syukur, maka tidak pantas dibalas dengan kemaksiatan." ◦ Iblis telah menipu sebagian ahli ibadah, dia melihat kemungkaran tetapi tidak mengingkarinya sambil berkata: "Yang memerintahkan dan melarang adalah orang yang sudah baik, sedangkan aku belum baik, bagaimana aku memerintahkan orang lain?" Ini adalah kesalahan, karena wajib baginya memerintahkan dan melarang meskipun kemaksiatan itu ada padanya. Hanya saja ketika dia mengingkari dalam keadaan menjauhkan diri dari kemungkaran, maka pengingkarannya berpengaruh. Jika dia tidak menjauhkan diri, maka pengingkarannya hampir tidak berpengaruh. Maka sebaiknya pengingkar kemungkaran menjauhkan dirinya (dari kemungkaran) agar pengingkarannya berpengaruh.BAB KESEMBILAN: PENIPUAN IBLIS TERHADAP PARA ZAHID DAN AHLI IBADAHBagian 1 ◦ Orang awam mungkin mendengar celaan terhadap dunia dalam Al-Quran dan hadits-hadits, lalu dia melihat bahwa keselamatan adalah meninggalkannya, tetapi dia tidak tahu apa dunia yang tercela itu. Maka Iblis menipu dia: "Kamu tidak akan selamat di akhirat kecuali dengan meninggalkan dunia." Lalu dia keluar mengembara ke gunung-gunung, menjauh dari shalat Jumat, jamaah, dan ilmu, menjadi seperti binatang buas. Dia mengira bahwa inilah zuhud yang sesungguhnya. Bagaimana tidak, dia telah mendengar tentang si fulan yang mengembara dan tentang si fulan yang beribadah di gunung. Mungkin dia punya keluarga yang terlantar atau ibu yang menangis karena kepergiannya. Mungkin dia tidak mengetahui rukun-rukun shalat sebagaimana mestinya. Mungkin dia memiliki hak-hak orang lain yang belum ditunaikan. Sesungguhnya Iblis mampu menipu orang ini karena sedikitnya ilmunya dan ketidaktahuannya serta ridanya terhadap diri dengan apa yang diketahuinya. Seandainya dia diberi taufik untuk bergaul dengan seorang fakih yang memahami hakikat-hakikat, niscaya fakih itu akan memberitahunya bahwa dunia tidak tercela karena zatnya. Bagaimana bisa tercela sesuatu yang dianugerahkan Allah Ta'ala dan yang merupakan kebutuhan dalam kelangsungan hidup manusia serta sebab dalam membantu memperoleh ilmu dan ibadah berupa makanan, minuman, pakaian, dan masjid tempat shalat. ◦ Yang tercela adalah mengambil sesuatu bukan dari jalan yang halal, atau mengonsumsinya secara berlebihan bukan sesuai kadar kebutuhan, dan menggunakan jiwa untuk itu menurut tuntutan nafsunya bukan dengan izin syariat. Keluar ke gunung-gunung yang terpencil itu dilarang, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang seseorang bermalam sendirian. Mengabaikan jamaah dan Jumat adalah kerugian bukan keuntungan. Menjauh dari ilmu dan ulama menguatkan kekuasaan kejahilan. Meninggalkan ayah dan ibu dalam hal seperti ini adalah durhaka, dan durhaka termasuk dosa besar ◦ Di antara penipuannya terhadap para zahid adalah berpaling dari ilmu karena sibuk dengan zuhud. Mereka telah menukar yang lebih rendah dengan yang lebih baik. Penjelasannya: zahid tidak melampaui batas manfaatnya dari ambang pintunya, sedangkan alim manfaatnya meluas. Betapa banyak ahli ibadah yang dikembalikan ke jalan yang benar (oleh seorang alim). ◦ Di antara penipuannya kepada mereka adalah dia mengira mereka bahwa zuhud adalah meninggalkan yang mubah. Di antara mereka ada yang tidak menambah dari roti gandum, di antara mereka ada yang tidak merasakan buah-buahan, di antara mereka ada yang mengurangi makanan hingga badannya kering, menyiksa diri dengan memakai wol, dan mencegah diri dari air dingin. Ini bukan jalan Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam dan bukan jalan sahabat-sahabat serta pengikut mereka. Mereka dahulu lapar jika tidak mendapatkan sesuatu, jika mendapatkan mereka makan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa makan daging dan menyukainya, makan ayam, menyukai makanan manis, mencari air dingin yang segar, dan memilih air yang bermalam, karena air yang mengalir menyakiti lambung dan tidak memuaskan dahaga. Sufyan Ats-Tsauri jika bepergian membawa dalam bekalnya daging panggang dan faludzaj. Seseorang harus tahu bahwa jiwanya adalah kendaraannya, dan dia harus berlembut kepadanya agar sampai ke tujuan. Maka hendaklah dia mengambil apa yang memperbaikinya dan meninggalkan apa yang menyakitinya berupa kenyang berlebihan dan berlebihan dalam mengambil syahwat, karena itu menyakiti badan dan agama.Perbedaan wara dan zuhud : ◦ Wara: meninggalkan sesuatu yang mungkin mudharat di akherat. Konsekuensi wara adalah meninggalkan yg haram dan subhat ◦ Zuhud : meninggalkan yang tidak bermanfaat di akherat

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
F
Fenti Srifaryanti

📍 Kota Serang

Talbis Iblis #9

Talbis Iblis kepada yg Beramar Ma'ruf Nahi MungkarOleh Ustad Dr. Firanda Andirja, MAPenjelasan ttg tipuan setan kepada orang yg beramar ma'ruf nahi mungkar. Bahwasanya kita tau ibadah yg agung itu beramar ma'ruf nahi mungkar, dan dgn ibadah ini mulia. Sebaliknya umat yg meninggalkan amar ma'ruf nahi mungkar adalah umat yg terlaknat. Dilaknatlah bani israil melalui lisan daud dan Isa bin Maryam, kenapa? Kata Allah SWT mereka tdk saling bernahi mungkar. Ada fikihnya, dan cukup luas dan bukan sekedar menyampaikan amar ma'ruf dan mencegah dari yg mungkar: seperti sederhana namanya bernahi mungkar harus dilihat kalo seseorang bernahi mungkar maka ada beberapa kemungkinan :1. Kemungkaran itu hilang maka wajib bagi dia bernahi mungkar2. Kemungkaran tsb berkurang, ini dia jg wajib bernahi mungkar3. Ternyata kalo dia bernahi mungkar, kemungkarannya semakin besar maka tidak boleh kita bernahi mungkar. Tidak boleh kita mencegah kemungkaran (butuh fiqih)4. Larang kemungkaran ternyata terganti dengan kemungkaran yg sejenis maka ini butuh ijtihad.Ini jg yg menggambarkan bahwa bernahi mungkar tidak mudah.Tidak semua yg mungkar itu mungkar misalnya masalah hilaf. Kemungkaran tidak boleh sambil bertajasus. Ibn Zauji rahimahullah dalam kitab ini berkata "para orang yg beramar ma'ruf ada 2 jenis :1. Orang yg berilmu : adapun iblis menggoda orang yg berilmu (orang alim yg ngerti persyaratan yaitu dia bergaya dgn bernahi mungkar, ingin disebut² orang, ujub dgn amar ma'ruf nahi mungkar)2. Orang yg jahilDari Ahmad abi Hawari : Dari Abu Jafar RA "aku mendengar abu jafar al ma'sur itu khalifah menangis dalam khutbahnya pd hari jumat, waktu itu marah (mungkin melihati kemunggaran) aku ingin measihati dia didepan umum, ternyata aku tdk jadi, aku khawatir dia bergaya) tpi sy takut dibunuh (dia marah tapi bkn karena Allah SWT)

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
N
Noorhayati

📍 Kabupaten Bogor

Ringkasan Talbis iblis-9 ustadz Dr. Firanda adirja MA

Talbis iblis -9Talbis iblis Terhadap orang yang beramar ma'ruf nahi mungkar Ustadz Dr. firanda adirja.MAIbadah yang agung amar ma'ruf nahi mungkar, menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kepada keburukan dan iman kepada Allah. Kemungkaran tidak boleh dengan tajasusIblis menggoda kepada dua golongan 1).Alimun (orang yang berilmu) -Bergaya dengan amal perbuatan nya (riya), -‎bergaya ketika bernahi mungkar-‎dia marah bukan karena Allah tapi karena membela dirinya 2).Jahilun (orang jahil) -maka setan akan mempermainkan dia seperti melarang sesuatu ternyata secara ijma itu boleh,kemungkaran itu ada ijma ulama dan ada khilaf-banyak terjadi keributan karena ada khilafiyah dalam bernahi mungkar -‎terkadang dia masuk rumah orang /mabuk menghancurkan pintu orang lain -‎terkadang dia manjat untuk lihat orang lain -‎kadang dia memukul (main hakim sendiri)-‎terkadang marah /menuduh orang -‎beremosian -‎terkadang seorang bernahi mungkar dengan membuka sesuatu, kemudian dia bongkar dan sebarkan, padahal aib orang harus di sembunyikan -‎medzolimi orang lain -#Berbangga bangga dengan membongkar aib pelaku maksiat-‎membongkar aib aib orang muslimin-‎meyerang orang orang yang belum pasti melakukan kemungkaran -#mengingkari (bernahi mungkar) para penguasa -‎berkata kata lah yang lembut ketika menasehati -#fitnah seorang tidak bernahi mungkar -‎setan telah menipu ahli ibadah-‎*wajib bagi yang bernahi mungkar untuk meninggal kan maksiat terdebut*-‎bab 9"Talbis iblis pada ahli juhud dan ahli ibadah -‎*dunia itu tidak tercela secara zat nya,yang tercela itu orang orang yang mencintai dunia tersebut*-‎iblis menggoda untuk meninggal kan dunia, sehingga orang tersebut pergi kegunung gunung,meninggalkan yang jadi tanggungan nya (istri, anak anak, hutang hutang yang harus di lunasi) -‎dia meninggalkan rukun rukun sholat -*dunia itu karunia dari Allah*Dunia Yang tercela ketika mengambil dunia dengan cara yang tidak halal,mengambil dunia dengan cara berlebih lebihanPergi kegunung sendirian itu tidak boleh,sengaja meninggalkan sholat jumat itulah kerugian,.Diantara tipuan setan dengan orang yang juhud -Mereka tidak menuntut ilmu -‎setan menghayalkan juhud itu perkara mubah zuhud =meninggalkan yang tidak ada manfaatnya di akhirat-‎mereka meyiksa badannya dengan kain -‎tidak mau minum air dingin -‎ada yang tidak makan alkhobis -‎sebagian orang ada yang mencukupkan dengan daging kering (daging panggang )saja

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
S
Sortha Nauli

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Ringkasan Bab 9 ; Talbis Iblis terhadap orang yg beramar ma'ruf nahi mungkar

TALBIS IBLIS 9 ; Talbis Iblis terhadap orang yang beramar ma'ruf nahi mungkar.Ustadz DR Firanda Andirja M APenjelasan ttg tipuan syaithan terhadap orang2 yg beramar ma'ruf dan bernahi mungkar. Dan termasuk ibadah yg agung adl beramar ma'ruf nahi mungkar. Meskipun ini adl ibadah yg agung, ini ada fikih nya. Ada aturan2 nya. Pertama, bila dia beramar ma'ruf nahi mungkar, maka kemungkaran itu akan hilang, maka ia wajib ber nahi mungkar. Kedua, kemungkaran tps berkurang, maka ia wajib ber nahi mungkar. Ketiga, bila kemungkaran malah semakin besar, maka ia tidak boleh bernahi mungkar. Tidak boleh kita mencegah kemungkaran yg malah menyebabkan kemungkaran yg lebih dahsyat. Ke empat, kita cegah kemungkaran tetapi malah berganti dg kemungkaran yg sejenis. Maka ini butuh ijtihad.Beliau (Ibnul Jauzi) berkata, orang2 yg beramar ma'ruf nahi mungkar ada 2 model. Pertama Alimun (org yg berilmu), Kedua Jahilun (org yg jahil). Adapun Iblis menggoda org yg pertama (alim), ia mengerti ttg fikih, dan dia pantas untuk beramar ma'ruf nahi mungkar (berdakwah), tapi ternyata iblis bs masuk kepada nya lewat 2 pintu :Bergaya dg perbuatannya bernahi mungkar dg dakwahnya, dan ingin disebut2 org, ujub dg perbuatannya.Dia marah bukan karena Allah, tp marah krn dirinya. Bisa jdi sejak awal dia marah krn diri nya, atau bs jadi dia awalnya dia ikhlas, tp terakhirnya dia ikut emosi dan akhirnya dia marah krn diri nya. Adapun Iblis menggoda orang2 bodoh tuk beramar ma'ruf nahi mungkar, iblis akan mempermainkan nya. Dan sesungguhnya ketika ia beramar ma'ruf kerusakan yg dia timbulkan lebih banyak daripada perbaikan yg dia lakukan. Kenapa?krn bisa jadi dia melarang yg tdk ada ijma, tdk mengerti, tidak ada fiqihnya. Oleh karena itu banyak nya perpecahan di kalangan kaum muslimin krn banyak org bodoh yg beramar ma'ruf nahi mungkar. Diantara yg org bodoh lakukan, ia mendobrak pintu, memanjat, terkadang ia memukul pelaku kemungkaran, terkadang ia selalu menuduh yg tidak2. Terkadang org yg beramar ma'ruf nahi mungkar, ia membongkar sesuatu yg seharusnya ia sembunyikan. Berbanga-bangga dg mengingkari kemungkaran dan berbangga-bangga membongkar aib pelaku maksiat. Kata Beliau, tipuan setan terhadap org yg mengingkari kemungkaran maka dia pun duduk di hadapan banyak org dan membangga2kan ttg perbuatannya bernahi mungkar. Ibnu Jauzi berkata, jgn2 org2 yg dia caci maki, jelek2an sdh bertobat. Bisa jadi yg melakukan maksiat menyesal, sementara yg beramar ma'ruf nahi mungkar, ia sombong dg kemungkaran dan akhirnya membuka aib2 kaum muslimin. Menutupi aib kaum muslimin adl wajib sebisa mungkin. Ini adl kebodohan. Adapun org alim, bila ia beramar ma'ruf nahi mungkar, maka engkau akan aman. Krn ia menasehati agar engkau menjadi lbh baik. Dan dahulu para salaf, mereka lembut dalam mengingkari. Bagaimana mengingkari para Fuqara para penguasa. Orang yg paling utama tuk kita lembuti ketika kita mengingkari adl para penguasa. Dan Allah tlh mencontohkan dalam Al quran kisah Musa dan Harun. Allah menyuruh Musa dan Harun, pergilah menemui Firaun, sesungguhnya dia melampaui batas, ucapkanlah kepada Firaun dg kata2 yg lembut, siapa tau dia sadar dan mengambil pelajaran dan siapa tau dia takut kepada Allah. Dan Musa ketika menemui Firaun, ia berucap dg perkataan yg lembut sekali. Maka contohnya spt, Ketahuilah wahai penguasa, sesungguhnya Allah telah mengangkat kalian dg dijadikan penguasa. Maka ingatlah ini nikmat dari Allah. Sesungguhnya nikmat itu akan langgeng dg bersyukur kpd Allah. Jangan sampai nikmat itu di tanggapi dg kemaksiatan. Fitnah seorang yang tidak bernahi mungkar.Setan telah menipu sebagian ahli ibadah. Dia melihat kemungkaran namun dia tidak mengingkari nya. Kemudia dia berkata, yg bs bernahi mungkar adalah org2 yg sholeh, sementara saya bukan org sholeh. Kata Ibnu Jauzi, ini kesalahan. Karena wajib bagi dia untuk beramar ma'ruf nahi mungkar meski ia sering melakukan maksiat.Penyebutan tentang tipuan iblis kepada org2 yg ahli zuhud dan ahli ibadah.Kata Ibnu Jauzi, terkadang seorang awam mendengar dalam Al quran dan hadist2 ttg celaan thd dunia. Maka dia merasa kalau mau selamat harus tinggalkan dunia. Dia tidak tau bahwasa nya dunia itu tdk tercela secara dzat nya tp tercela krn orang yg melakukan dunia tsb. Iblis pun menipunya dg berkata, kau tidak akan selamat di akhirat kec kau meninggalkan dunia. Maka dia segera pergi menuju gunung2, kemudian dia menjauhkan diri dari sholat jumat dan sholat berjamaah. Dan dia tidak menuntut ilmu, maka jadilah dia seperti hewan yg liar, dan dikhayalkan kpd diri nya inilah zuhud yg hakiki. Terlebih ada org yg berkelana tidak sibuk dg dunia. Dan dia mendengar ada org sholeh yg beribadah di gunung, padahal dia punya keluarga, akhirnya ia berkelana dan keluarga nya tidak terurus. Dan bisa jadi dia tidak tau rukun sholat yg seharus nya, ini adl talbis iblis krn dia sedikit ilmu nya. Seandainya ia di beri taufik oleh Allah untuk belajar pd org yg fakih maka ia akan paham hakikat. Maka org yg fakih tsb akan menjelaskan kpd nya, bahwasa nya dunia itu bukan tercela, bagaimana itu dicela padhal itu karunia Allah. Dan bukankah dunia sebab dia menuntut ilmu dan beribadah. Yang tercela itu bila mengambil dunia dg berlebih-lebihan,mengambil dunia tidak sesuai kebutuhan. Diantara tipuan setan kpd Ahli Zuhud, setan mengkhayalkan bahwasa nya zuhud itu meninggalkan perkara2 mubah.Wara' meninggalkan sesuatu perkara yg mungkin mudharat di akhirat. Konsekuensi dari wara' adl meninggalkan yg haram dan meninggalkan yg syubhat karena syubhat ini terkadang memberi mudharat. Adapun Zuhud, meninggalkan yg tidak bermanfaat di akhirat. Bukan meninggalkan perkara2 mubah, krn perkara mubah ada yg bermanfaat di akhirat.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
F
Fitri Febriyanti

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis iblis terhadap orang yang ber amar ma'ruf nahi mungkar

Talbis iblis terhadap orang yang amar ma'ruf nahi mungkarSalah satu Ibadah yang agung adalah amar ma'ruf nahi mungkarKalian adalah manusia terbaik yang dikeluarkan pada manusia, umat terbaik yang dikeluarkan pada manusia, sifat kalian menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran dan kalian beribadah kepada Allah. Umat yg mengerjakan keburukan adalah umat yg terlaknat. Terlaknatlah umat bani israil, karena mereka tidak saling bernahi mungkar.Fiqihnya luas untuk ber amar ma'ruf nahi mungkarBernahi mungkar bukan sedekar menyampaikan kebaikan dan mencegah keburukan.Ada beberapa kondisi untuk bernahi mungkarKemungkaran tsb ilang, boleh bernahi mungkarKemungkaran tsb berkurang , boleh bernahi mungkarKemungkarannya semakin besar, jika seperti ini kita tidak boleh bernahi mungkar karena menyebabkan kemungkarannya semakin besarKita melarang Kemungkaran namun malah tergantikan dengan kemungkaran yang lain, maka perlu adanya ijtihadDari ke 4 kondisi diatas saja sudah menggambarkan, bahwa Bernahi mungkar tidak semudah yg difikirkan Rosulullah bersabdaSiapa diantara kalian melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya,jika tidak bisa dengan lisannya, jika tidak bisa maka dengan hatinya, itu iman paling rendah. Nah tidak semua kemungkaran itu buruk.Orang yang ber amar ma'ruf nahi mungkar itu ada 2 model :Orang yg berilmuOrang yang jahil Adapun iblis menggoda org yg alim, bisa masuk melalui 2 jalan, yaitu :Bergaya dengan perbuatannya bernahi mungkar, ingin disebut sebut orang ( RIYA), ujub dengan perbuatannya, ingin dipujiDiriwayatkan kepada kami dari sanad hawari, Abu sulaiman dia berkata "aku mendengar abu jafar almansur (seorang khalifah) menangis saat kutbahnya dihari jumat, yaitu aku marah maka hadir dalam diriku niat untuk menegurnya saat dia turun dari mimbarnya setelah kutbahnya. Ternyata aku tidak jadiMenegemurnya karena aku tidak suka aku menegurnya di depan khalayak ramai, dilihat banyak orang, aku khawatir ketika kesana aku bergaya, berdrama tidak seadanya mumpung dilihat banyak orang. Khawatir saya tidak ikhlas, khalifah tidak senang saya malah dibunuh yang ada saya mati konyol.Seperti sabda nabiSebaik baik jihad adalah perkataan hati kepada penguasa yang zalim. Dia marah bukan karena Allah, dia marah karena dirinyaContohnya : ibnu jauzi berkata bisa jadi sejak awal dia marah karena dirinya untuk bela dirinya. Atau bisa jadi diawal dia ikhlas ditengah tengah dia marah bukan karena membela Allah, dia membela dirinya. Setan kadang masuk lewat situ.Karena itu sulit bantah bantahan dengan ikhlas karena Allah.Maka jadilah permusuhan tersebut untuk membela dirinya.Perkataan umar abdul aziz "Kalau bukan karen  saya sedang marah tentu saya akan menghukum mu". Maksudnya apa? Umar bin abdul aziz berkata "Kau bikin saya marah, aku khawatir ketika aku menghukummu saat marah aku khawatir aku menghukummu bukan karena Allah tapi karena bercampur untuk memuaskan emosi ku.  Maka aku memilih untuk diam."Betapa para salaf terdahulu sangat berhati hati dalam amar ma'ruf nahi mungkar. Karena mereka ber nahi mungkar karena Allah.Hati hati bagi pegiat dakwah jika ber amar ma'ruf nahi mungkar jika tidak diniatkan untuk Allah. Berikutnya tipuan iblis pada orang bodoh yang melakukan nahi mungkarSesungguhnya bila mereka melakukan amar ma'ruf nahi mungkar akan banyak kerusakan yang terjadi. Kenapa??? Karena bisa jadi diamelarang yang boleh secara ijma. Karena dia tidak tau kalau itu boleh padahal ijma mengatakan boleh. Bisa jadi dia mengingkari sesuatu padahal orang tersebut memiliki tafsir yg tidak dia ketahui sesuai dengan yang iya sangkakan. Atau orang tersebut mengikuti pendapat lain. Kemungkarannya bukan ijma tapi khilaf. Kemungkaran yg diperbolehkan itu kesepakatan para ulama ada jika ada ijma atau khilaf yg bersifat lemah, itulah kemungkaran yg boleh untuk diingkari. Seperti riba adalah terkait dengan uang, tapi uang adalah alat tukar terdapat khilaf antar para ulama tapi ini bersifat lemah sehjngga bisa diingkari. Contoh lainnya ada yang bilang musik itu halal padahal ijma ulama mengatakan musik itu haram. Jkka sudah ijma maka tidak boleh diingkari karena sudah kesepakatan para ulama.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI11 Juni 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Halaqah – 54 Ash-Shirat

Halaqah yang ke- 54 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān kepada hari akhir adalah tentang”As Shirath”Termasuk berimān kepada hari akhir adalah berimān dengan adanya As Shirath(Jembatan yang dipasang di atas neraka jahanam untuk lewat orang-orang yang berimān menuju surga)Setelah berpisah dengan orang-orang munāfiq, maka tinggallah orang-orang yang berimān dengan berbagai tingkatan keimānan mereka.⇒Mulai dari para Nabi ‘alayhimussalām sampai para pelaku dosa besar.Mereka semua akan menuju surga dengan melewati sebuah jembatan yang berada di atas neraka.Allāh Subhānahu wa Ta’āla ta’ala berfirman:وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا“Dan tidak ada seorangpun dari kalian kecuali akan melewati Neraka,yang demikian adalah ketentuan Allāh yang sudah ditetapkan,ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا“Kemudian kami akan selamatkan orang-orang yang bertaqwa dan kami akan biarkan orang-orang yang zhālim masuk kedalam Neraka dalam keadaan berlutut.”(QS Maryam: 71-72)Di dalam hadīts Abū Said Al Khudri Radhiyallāhu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Bukhāri dan Muslim, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwa jembatan tersebut sangat menggelincirkan.⇒Di atasnya ada besi-besi pengait dan duri yang keras yang bentuknya seperti duri Sa’dan.Berkata Abū Said Al Khudri, shahābat yang meriwayatkannya, di sini di dalam riwayat Muslim.“Telah sampai kepadaku bahwasanya jembatan ini lebih lembut dari pada rambut dan lebih tajam dari pada pedang.”Di dalam hadīts ini disebutkan bahwasanya:√ Ada orang yang berimān yang melewati jembatan tersebut dengan sangat cepat seperti kedipan mata,√ Ada yang seperti kilat,√ Ada yang secepat angin,√ Ada yang secepat burung,√ Ada yang secepat larinya kuda,√ Ada yang secepat larinya unta,√ Ada yang sangat lambat sehingga dia lewat jembatan tersebut dalam keadaan menyeret dirinya, dialah orang yang terakhir melewati jembatan.”Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam juga menyebutkan di dalam hadīts ini bahwasanya manusia akan terbagi menjadi 3 (tiga)⑴ Orang yang benar-benar selamat melewati neraka yaitu tanpa terkena sambaran.⑵ Orang yang selamat melewati neraka akan tetapi terkoyak tubuhnya.⑶ Orang yang tersambar dan akhirnya terjatuh ke dalam neraka.Di dalam hadīts Abū Hurairah yang diriwayatkan oleh Bukhāri dan Muslim, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:“Maka aku dan umatku lah yang pertama kali akan melewati dan tidak berbicara saat itu kecuali para Rasūl.”Do’a mereka saat itu, “Yā Allāh , selamatkan, selamatkan.”Di atas jembatan tersebut ada besi besi pengait seperti duri Sa’dan, mereka menjawab, tahukah kalian duri Sa’dan? Mereka menjawab “Iya….. Yā Rasūlullāh,Beliau berkata:“Besi pengait tersebut seperti duri Sa’dan. Namun tidak mengetahui besarnya kecuali Allāh, Dia akan menyambar manusia sesuai dengan amalan mereka, yaitu dosanya.”⇒Ada diantara mereka yang binasa karena amalannya dan ada diantara mereka yang terkoyak dari belakang kemudian selamat.⇒Di antara yang selamat adalah 70.000 orang yang akan masuk surga tanpa hisāb , Wajah-wajah mereka seperti bulan di malam bulan purnama.⇒Menyusul setelah mereka rombongan yang wajah mereka seperti bintang yang paling terang.(Hadīts riwayat Muslim)Dari Jābir ibnu Abdillāh al Anshari Radhiyallāhu ‘anhummā:“Dan akan dikirim amanah dan rahim atau kekerabatan.”Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:“Dan akan dikirim amanah dan rahim atau kekerabatan, maka keduanya berdiri di samping kanan dan kiri jembatan. ”(Hadīts Riwayat Muslim)Ini menunjukkan bahwasanya melaksanakan amanah dan menyambung silaturrahim atau hubungan kekerabatan perkaranya besar di dalam agama Islām, keduanya akan menuntut orang-orang yang tidak memenuhi hak keduanya.Sebagian orang yang berimān akan jatuh ke dalam neraka karena sebab ucapan yang dia ucapkan di dunia.Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:“Sungguh seorang hamba mengucapkan sebuah kalimat yang membuat marah Allāh dan hamba tersebut tidak menganggap penting kalimat itu, dia jatuh dengan sebab ucapan tadi ke dalam jahanam.”(Hadīts Riwayat Bukhāri)Sebuah batu yang dilempar ke dalam neraka akan sampai ke dasar neraka 70 tahun kemudian.Sebagaimana di dalam hadits riwayat Muslim.Sebuah peristiwa yang pasti akan kita alami dan sangat mendebarkan, berjalan di atas jembatan yang sangat kecil, sangat panjang di bawahnya ada neraka yang sangat dalam dan berisi azab yang sangat pedih dan di samping kanan dan kiri ada besi-besi pengait yang siap mengenai orang yang berhak.Ketegaran kita di atas jembatan saat itu sesuai dengan ketegaran kita di dunia di dalam berpegang teguh dengan agama Islām.Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla merahmati kita dan menyelamatkan kita semua. ĀmīnItulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
S
Sylvia Eka Putri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Talbis iblis terhadap orang yang beramar Ma’ruf nahi munkar

Talbis iblis #9Talbis iblis terhadap orang yang beramar Ma’ruf Nahi MunkarUstadz Dr. Firanda  Andirja MADengan ibadah terbaik adalah Amar Ma’ruf nahi Munkar karena dengan ibadah ini umat manusia mulia﴿كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ﴾“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, karena kalian menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”﴿لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ  كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ﴾“Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain tidak saling melarang kemungkaran yang mereka perbuat. Sungguh sangat buruk apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. Al-Ma’idah: 78–79)Meskipun ini ibadah yang agung tapi ada fiqih yang mengaturnya bukan sekedar menyampaikan kebenaran dan melarang kemungkaran.Hal yang harus diperhatikankemungkaran itu akan hilang maka ini wajib melakukanyaKemungkaran tsb berkurang ini juga wajibKemungkarannya semakin besar maka ini tidak boleh dilakukanTerjadi kemungkaran namun berganti dengan kemungkaran yang lain maka ini butuh ijtihaddari sahabat Abu Sa’id Al-Khudri“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman”(HR. Shahih Muslim no. 49)Orang orang yang beramar ma’ruf nahi munkar itu ada 2 macamorang yang berilmuOrang yang bodohTalbis iblis terhadap ahli ilmuriya dan ujub dengan dakwah dan amal perbuatanya karena dia tau fiqihnyaDari ahmad bin abi al hawari“Aku mendengar Abu Sulaiman berkata: Aku mendengar Abu Ja’far berkhutbah sambil menangis, maka ketika itu aku marah karena kemungakranya maka hadir dalam diriku niat utk menegurnya ternyata tidak jadi aku tidak suka berjalan menuju khalifah dan menasehatinya didepan umum dan oraang melihatnya aku khawatir kesana dn menghias diri dengan bergaya utk mensehatinya,aku khawatirnya dia memerintahkan anak buahnya utk melakukan keburukan maka bisa jadi aku dibunuh maka akupun duduk dan diam”Maksudnya dia takut riya,dibunuh dan mati konyol.marah bukan karena Allah tapi ada maksud lainContoh bisa jadi sejak awal dia marah karena dirinya karena diganggu oleh orang yang dinasehati.Umar Bin Abdul Aziz berkata kepada seorang laki laki“Kalo bukan karena saya marah tentu saya sudah menghukummu”Maksudnya khawatir marah bukan karena Allah tapi bercampur dengan emosi karena urusan pribadiTalbis iblis terhadap orang bodohsyetan mempermainkannya dengan menimbulkan banyak kerusakan karena apa yg dilarang ternyata bertentangan dengan syariatOrang yang dinasehati mengikuti fiqih dari ijma ulama lain seperti ada ulama yang membolehkan musik padahal ulama mengharamkan.Masuk rumah orang yang bermaksiat dengan mendobrak pintunya (tidak boleh tajasus pada maksiat yang dilakukan diam2)Main hakim sendiri pada pelaku maksiatMenuduh orang tanpa bukti (qodzf)Membongkar suatu perkara yang seharusnya disembunyikan.Imam Ahmad pernah ditanya Ada suatu kaum yang membawa kemungkaran tertutup apakah harus dihancurkan?Imam Ahmad berkata “jangan kau hancurin” karena tidak keliatan.Dalam riwayat yang lain Imam Ahmad menyuruh mematahi alat musiknya itu mungkin tidak tertutup dgn sempurna dan keliatan.ada sebagian orang yang nahi mungkar kemudian lapor kepada penguasa yang tidak berilmu akhirnya menzolimi pelaku maksiatBerkata Imam Ahmad Bin Hambal“Kalo kau tau penguasa orang soleh mengerti hukum maka laporkan kalo tidak jangan laporkan karena dia akan menghukumn sesuai syariat.berbangga2 dengan membongkar aib pelaku maksiatKarena bisa jadi pelakunya sudah bertobat dan lebih baik dari yang membongkar ,menutup aib muslim wajib sebisa mungkinmenyerang orang yang belom pasti melakukan kemaksiatan.Bagaimana mengingkari para penguasaOrang yang paling berhak kita lembuti ketika menasehati adalah para penguasa karena dengan kelembutan bisa jadi dia menjadi tersentuh.Seperti nasehat Nabi Musa kepada Fir’aun yang diperintahkan Allah utk mengajak tauhid dengan kelembutan.Talbis iblis terhadap ahli ibadah yang melihat kemungkaran tapi dia tidak mengingkarinyamereka berkata yang bisa bernahi munkar hanya orang soleh sementara dia merasa belom soleh,padahal wajib bagi seorang muslim utk bernahi munkar walaupun masih melakukan maksiatIbnu Aqil berkataKami melihat org soleh dizaman kami yang bernama abu bakar al aqfali jika dia mau beramal soleh dia mengajak orang soleh berjalan bersamanya,atau orang yg tidak pernah mengambil sedekah dan mengotori harta mereka atau orang yang kuat sholat malam.Talbis iblis terhadap orang ahli zuhud dan ahli ibadahmendengar hadist atau ayat2 yang mencela dunia sehingga dia merasa kalo mau selamat maka harus tinggalkan dunia padahal dunia tidak tercela secara zat hanya tercela adalah sifat manusia terhadap zat tsb.sehingga dia menjauhkan diri di pegunungan sehingga meninggalkan sholat dan menuntut ilmuBerkelana menghindar dari dunia padahal punya keluarga yang dia tinggalkan,iblis menggoda karena kurang ilmunya dan dia ridho denganyaDunia kalo dimanfaat adalah sarana menuju kebahagiaan akhirat yang tidak boleh adalah berlebih2an menikmati dunia.Berkata sebagian salaf“Kami pergi beramai2 beribadah kegunung lalu datang Sofyan Attsaury menyuruh kami pulang”tidak menuntut ilmu karena sibuk dengan kezuhudan,mengganti kebaikan dengan hal yang sia sia karena menuntut ilmu manfaatnya banyakSyetan membisikan bahwa zuhud meninggalkan perkara mubah.Wara’ adalah meninggalkan apa yang dikhawatirkan membahayakan di akhirat.”Zuhud artinya meninggalkan hal hal yang tidak ada manfatnya buat akhirat kitaDiantara talbis iblis yang  menganggap kezuhudan adalah tidak mau makan buah,makan roti halus,makan sedikit sampai kerempeng,memakan hidangan yang enak dll,ini bukalah jalan para rasul dan para sahabatPara sahabat dulu lapar karena tidak ada makan bukan melaparkan diri seperti kisah diperang khandak.ketika lapar mereka sabarSofyan Attsaury ketika safar membawa daging yang dibakar sebagai bekal padahal dia terkenal zuhud.“Tubuhmu adalah tungganganmu maka lembutkanlah agar dia bermanfaat bagimu dan jangan berlebihan”

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis Iblis #9: Talbis Iblis Terhadap Orang Yg Beramar Ma'ruf Nahi Munkar - Dr. Firanda Andirja MA

tipu daya iblis di dalamnya:1. Golongan Berilmu (Alimun)Meskipun memenuhi syarat dan memahami ilmu fiqih, orang berilmu tetap bisa digoda oleh iblis melalui dua celah utama:Niat yang Salah (Riya' dan Ujub): Melakukan amar ma'ruf nahi munkar hanya untuk bergaya, pamer, dan mengharapkan pujian dari manusia.Motif Marah yang Keliru: Marah ketika berdakwah bukan karena membela agama Allah, melainkan karena ego atau membela diri sendiri.2. Golongan Tanpa Ilmu (Jahilun)Praktik amar ma'ruf nahi munkar oleh orang yang tidak berilmu dapat menimbulkan kerusakan yang besar. Kesalahan utama mereka meliputi:Mengharamkan yang Boleh: Melarang sesuatu yang sebenarnya dibolehkan oleh ijma' (kesepakatan ulama) atau sesuatu yang memiliki dasar fiqihnya.Keliru Menyikapi Perbedaan Pendapat (Khilaf): * Sesuatu wajib dimungkari jika sudah disepakati keharamannya (ijma'), misalnya musik (sebagian besar ulama mengharamkan musik, hanya sebagian kecil sekali yang membolehkan, maka wajib kita ingkari dan jauhi musik).Jika masalah tersebut adalah perbedaan pendapat (khilaf) seperti Qunut Subuh, maka tidak perlu didebat secara kusir atau dimungkari secara berlebihan karena umat boleh memilih untuk mengikuti atau tidak.Mengedepankan Emosi: Nahi munkar memiliki aturan dan fiqihnya. Tidak boleh dilakukan asal-asalan dan penuh emosi. Allah mencontohkan Nabi Musa dan Harun yang tetap diperintahkan berucap lembut meski saat menghadapi Fir'aun.3. Golongan Ahli ZuhudAhli zuhud sering kali salah memahami ayat-ayat yang mencela dunia, padahal menurut Ibnu Jauzi, dunia pada zatnya tidak tercela, melainkan sifat manusianyalah yang membuatnya tercela.Tipu Daya Iblis (Talbis Iblis): Mendorong mereka untuk mengasingkan diri (misal ke pegunungan) dan menjauhi manusia.Dampak Buruk: Akibat pengasingan tersebut, mereka justru meninggalkan kewajiban agama yang lebih utama, seperti sholat berjamaah, merawat orang tua, dan menunaikan hak-hak orang lain.Prinsip Penting dalam Amar Ma'ruf Nahi MunkarSelain kesalahan golongan di atas, ada beberapa prinsip dasar yang sering disalahpahami:Menegur Orang Lain = Menegur Diri Sendiri: Seseorang yang menegur kemaksiatan karena Allah hakikatnya sedang menegur dirinya sendiri. Pengingkaran ini akan berdampak jauh lebih besar jika ia juga telah meninggalkan maksiat tersebut.Bantahan Terhadap Syarat "Harus Soleh Dulu": Ada tipu daya iblis yang membisikkan bahwa “Hanya orang soleh yang boleh menegur.” Ini adalah keliru. Amar ma'ruf nahi munkar wajib bagi siapapun, termasuk bagi orang yang masih melakukan maksiat tersebut.Dua Kewajiban Mutlak: Jika seseorang masih bermaksiat, ia memiliki dua kewajiban: (1) Meninggalkan maksiat tersebut, dan (2) Tetap bernahi munkar. Jika ia tidak melakukan keduanya, maka ia menanggung dua dosa sekaligus.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
A
Aminatus Noer Sholichah

📍 Kota Surabaya

Materi 9: talbis iblis terhadap orang yang beramar ma'ruf nahi munkar

Rangkuman Kajian: Talbis Iblis #9 (Tipu Daya Iblis Terhadap Pelaku Amar Ma'ruf Nahi Munkar)Ibadah Amar Ma'ruf Nahi Munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran) adalah pilar agung yang menjaga keselamatan suatu umat. Namun, karena nilai pahalanya yang luar biasa, Iblis sangat agresif menyusupkan tipu daya (talbis) kepada para pelakunya. Iblis tidak menghentikan mereka dari berdakwah, melainkan merusak amalan tersebut dari dalam melalui distorsi niat, hilangnya ilmu, dan salah metode.Berikut adalah poin-poin utama tipu daya Iblis dalam bab ini:1. Distorsi Niat: Memburu Ego dan OtoritasMencari Panggung & Sensasi: Iblis memalingkan niat seseorang sehingga ia merasa menjadi "pembela agama" yang suci. Aktivitasnahi munkar yang dilakukannya perlahan bergeser menjadi sarana untuk mencari popularitas, pengakuan, dan validasi bahwa dirinya lebih mulia daripada orang lain.Tujuan Mempermalukan, Bukan Memperbaiki: Tujuan asli nahi munkar adalah menyelamatkan pelaku maksiat atas dasar kasih sayang agar mereka bertaubat. Namun, Iblis mengubahnya menjadi dorongan untuk menjatuhkan, merendahkan, dan mempermalukan pelaku maksiat di hadapan publik.2. Sikap Keras dan Marah karena NafsuKemarahan Berkedok Agama: Ketika nasihat atau tegurannya ditolak, pelaku nahi munkar sering kali menjadi sangat marah dan kalap. Hakikat kemarahan tersebut acap kali bukan karena hukum Allah dilanggar, melainkan karena egonya terluka dan merasa tidak dihargai.Melewati Batas Syariat: Iblis membisikkan bahwa "demi menegakkan kebenaran", seseorang boleh mencaci-maki, menggunakan kata-kata kotor, atau melakukan kekerasan fisik secara serampangan yang justru melanggar koridor syariat dan hukum yang berlaku.3. Terjebak dalam Fitnah Tajassus (Mencari-Cari Kesalahan)Membongkar Aib yang Tersembunyi: Salah satu jebakan Iblis yang paling halus adalah mendorong seseorang untuk sengaja memata-matai, mengintai, atau mengorek-ngorek dosa privat seseorang dengan dalih "mencegah kemungkaran".Aturan Syariat yang Dilanggar: Islam secara tegas melarang tindakan tajassus. Kemungkaran yang wajib diingkari secara terbuka adalah maksiat yang dilakukan secara terang-terangan (mujaharah) dan berdampak luas pada publik. Jika maksiat itu bersifat privat dan telah ditutupi oleh Allah, maka tidak boleh dibongkar secara paksa.4. Salah Menimbang Maslahat dan MudaratMemicu Kemungkaran yang Lebih Besar: Iblis membuat pelakunya bertindak tergesa-gesa tanpa perhitungan ilmiah. Akibat metode nahi munkar yang kaku atau anarkis, tindakan tersebut justru memicu dampak buruk yang jauh lebih besar, seperti pertumpahan darah, rusaknya tatanan sosial, atau fitnah besar yang menjauhkan masyarakat dari agama.Kaku dalam Masalah Khilafiyah: Iblis menipu sebagian orang agar menyamakan perbedaan pendapat ijtihadiyyah (masalah fikih yang longgar di antara para ulama) sebagai sebuah "kemungkaran besar". Mereka menghabiskan energi untuk memusuhi dan mengingkari sesama muslim dalam perkara yang sebenarnya masih ditoleransi oleh para ulama.5. Kontradiksi Ucapan dan PerbuatanMelupakan Diri Sendiri: Pelaku dakwah ditipu hingga sangat vokal menyuruh orang lain berbuat baik dan keras melarang kemungkaran, namun ia sendiri lalai terhadap kewajiban tersebut pada dirinya dan keluarga terdekatnya. Mereka mengabaikan peringatan keras Allah dalam Al-Qur'an:"Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri..." (QS. Al-Baqarah: 44).💡 Pilar Keselamatan dalam Amar Ma'ruf Nahi MunkarUntuk membentengi diri dari jebakan Iblis, Ust. Firanda menekankan empat syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap muslim sebelum terjun melakukan amar ma'ruf nahi munkar:No Pilar Keselamatan Keterangan1 Al-'Ilmu (Berilmu) Harus paham betul secara syariat mana perkara yang benar-benar ma'ruf dan mana yang benar-benar munkar berdasarkan dalil, bukan sekadar perasaan atau adat kebiasaan.2 Al-Rifqu (Lembut) Menyampaikan ajakan atau teguran dengan cara yang santun dan lembut, karena kelembutan akan menghiasi amalan dan lebih mudah menyentuh hati manusia.3 Al-'Adlu (Adil/Ikhlas) Menjaga hati agar tetap ikhlas karena Allah dan adil, bertindak atas dasar kasih sayang (rahmah) agar orang lain selamat, bukan karena kebencian pribadi.4 Al-Shabru (Sabar) Mempersiapkan mental untuk bersabar menghadapi respons negatif, penolakan, maupun risiko gangguan yang timbul setelah dakwah disampaikan.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
R
Riva Aktivia

📍 Kota Palembang

Talbis iblis 9

Talbis iblis #9 Terhadap orang yang beramar ma'ruf nahi mungkar ○umat islam adalah umat yang terbaik diantara Umat islam karena menyuruh berbuat baik dan mencegah berbuat mungkar ○talbis iblis pada org2 yg alim lewat 2 cara, yaitu pertama bergaya dengan perbuatannya dengan riya dan ujub,yg kedua dia marah karena membela dirinya bukan karena Allah. ○talbis iblis pada orang2 yg tidak berilmu caranya seperti main hakim sendiri, berbangga-bangga sudah bernahi mungkar dan mencaci maki pelaku, menasehati dengan lembut walaupun kepada penguasa yg zalim seperti nabi musa dan nabi harun mengajak Fir'aun dengan kata2 yg halus karena diperintahkan oleh Allah, tidak ber-nahi mungkar karena mereka masih berbuat kemungkaran sehingga merasa tidak pantas melakukannya padahal ber-nahi mungkar adalah wajib baginya,Talbis iblis kepada ahli zuhud dan ahli ibadah○dunia tidak tercela secara zatnya namun yg tercela adalah sifat manusia terhadap dunia tersebut. Talbis iblis kepadanya dengan meninggalkan dunia ke hutan atau ke gunung dan meninggalkan keluarganya, ia menyendiri sibuk ibadah sendiri ia menyangka ia sudah zuhud padahal dunia dapat dimanfaatkan dengan amal soleh.○dunia yg tercela adalah dengan mengambil dengan cara yg haram dan berlebihan tidak sesuai dengan kebutuhan hanya mengikuti hawa nafsu/keinginan semata. ○talbis iblis tentang zuhud adalah sibuk ibadah sendiri tapi tidak mau menuntut ilmu, sedangkan zuhud adalah meninggalkan yg tidak bermanfaat di akhirat bukan meninggalkan perkara mubah. Sehingga jika ingin zuhud pikirkan apakah ini ada manfatnya diakhirat jika tidak ada manfaatnya maka tinggalkanlah.○wara adalah meninggalkan sesuatu yg mungkin mudoroot di akhirat yaitu meninggalkan yg haram dan syubhat.○contoh Talbis iblis seperti tidak mau makan kecuali hanya sedikit, berpakaian hanya yg tipis dan kurang layak, padahal zaman nabi para sahabat pun makan yg enak2, pakai yg bagus2, namun jika sedang tidak ada yg bisa dimakandan dipakai baru bersabar dan berhemat.○

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
T
Tendri Novita

📍 Kota Palu

Talbis Iblis 9

Rangkuman Kajian Talbis Iblis #9Talbis Iblis terhadap Orang yang Beramar Ma’ruf Nahi MunkarPemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.⸻📌 Pengertian Talbis IblisTalbis Iblis adalah tipu daya setan yang membuat seseorang mengira dirinya berada di atas kebenaran, padahal telah menyimpang dari tuntunan syariat.⸻1️⃣ Tipu Daya Setan dalam Amar Ma’ruf Nahi MunkarA. Terhadap Orang BerilmuSetan menjerumuskan mereka dengan:Ujub (bangga terhadap diri sendiri).Riya’ (ingin dipuji dan dilihat manusia).Marah saat berdakwah karena membela ego dan kehormatan diri, bukan karena membela agama Allah.B. Terhadap Orang yang Kurang IlmuSetan mendorong mereka sehingga:Melakukan tajassus (mencari-cari aib orang lain).Bertindak sebagai hakim terhadap manusia tanpa ilmu.Mengingkari perkara yang masih diperselisihkan ulama (khilafiyah).Menimbulkan kerusakan yang lebih besar daripada kemaslahatan yang ingin dicapai.C. Adab MenasihatiDakwah harus dilakukan dengan hikmah, ilmu, dan kelembutan.Menasihati penguasa dilakukan dengan cara yang benar dan penuh adab.Meneladani Nabi Musa ketika berdakwah kepada Fir’aun dengan perkataan yang lembut.D. Kewajiban BerdakwahSeseorang yang masih memiliki dosa tetap wajib beramar ma’ruf nahi munkar.Namun ia juga wajib memperbaiki dirinya sendiri agar nasihatnya lebih berpengaruh.⸻2️⃣ Tipu Daya Setan terhadap Ahli ZuhudA. Zuhud yang KeliruSetan membisikkan bahwa zuhud berarti:Meninggalkan dunia sepenuhnya.Menjauhi masyarakat.Tidak menikah.Tidak berjamaah.Menyiksa diri dengan pakaian kasar dan makanan yang sangat sedikit.Padahal pemahaman ini tidak sesuai dengan tuntunan Islam.B. Hakikat Zuhud yang BenarMenurut Ibnu Jauzi:Zuhud adalah meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat, bukan meninggalkan perkara mubah yang dapat membantu ketaatan kepada Allah.Zuhud bukan berarti:Menelantarkan tubuh.Menelantarkan keluarga.Mengabaikan tanggung jawab duniawi.C. Teladan Rasulullah ﷺRasulullah ﷺ menikmati makanan dan minuman yang baik.Beliau menikah, bermasyarakat, dan berinteraksi dengan manusia.Beliau hidup sederhana tanpa berlebih-lebihan.Memaksakan kesengsaraan atas diri tanpa dalil bukanlah bentuk zuhud.⸻📖 Dalil PentingTentang Amar Ma’ruf Nahi Munkar“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.”(QS. Ali Imran: 104)Tentang Kelembutan dalam Dakwah“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut.”(QS. Thaha: 44)Tentang Sikap Berlebihan dalam AgamaRasulullah ﷺ bersabda:“Binasalah orang-orang yang berlebih-lebihan dalam agama.”(HR. Muslim)⸻✨ Poin-Poin Penting Kajian✅ Dakwah harus dilandasi ilmu dan keikhlasan.✅ Jangan sampai amar ma’ruf nahi munkar berubah menjadi sarana mencari popularitas atau melampiaskan emosi.✅ Mengingkari kemungkaran harus mempertimbangkan maslahat dan mudarat.✅ Zuhud bukan meninggalkan dunia, tetapi menjadikan dunia sebagai sarana menuju akhirat.✅ Islam melarang sikap ekstrem (ghuluw) dan rahbaniyah yang tidak diajarkan syariat.✅ Seorang muslim harus menjaga keseimbangan antara ibadah, keluarga, pekerjaan, dan dakwah.⸻🌸 KesimpulanTalbis Iblis terhadap para da’i dan ahli zuhud terjadi ketika seseorang beribadah atau berdakwah tanpa ilmu, keikhlasan, dan pemahaman syariat yang benar. Setan dapat menjerumuskan manusia melalui ujub, riya’, sikap berlebihan dalam agama, serta pemahaman zuhud yang keliru. Seorang muslim hendaknya meniti jalan pertengahan (wasathiyah), mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman para salaf, serta menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat demi meraih ridha Allah Ta’ala. 🌿

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
M
Meutia Yunita

📍 Kota Bandung

Ringkasan Materi 9: Talbis Iblis #9

Bagian 1: Tipuan Iblis terhadap Pelaku Amar Ma'ruf Nahi MunkarAmar Ma'ruf Nahi Munkar adalah ibadah yang sangat mulia.Iblis tetap bisa masuk dan merusak pahalanya melalui dua kelompok pelaku:A. Tipuan terhadap orang yang berilmu (Alim)Meskipun secara fikih paham cara menegur yang benar, orang alim kerap ditipu iblis melalui dua jalan:Riya' dan Ujub: Sengaja berdakwah atau menegur kemungkaran dengan gaya berlebihan agar dikagumi orang lain, atau merasa bangga diri (ujub) ketika tegurannya berhasil membuat orang tunduk.Marah untuk Membela Diri, Bukan karena Allah: Awalnya berniat ikhlas, tetapi ketika orang yang ditegur membalas dengan hinaan atau cacian, ia menjadi emosi. Pada titik ini, bantahan dan perdebatannya berubah menjadi ajang membela harga diri pribadi, bukan lagi membela agama Allah.B. Tipuan terhadap Orang Bodoh (Jahil)Orang yang bermodal semangat tanpa dasar ilmu sering kali menimbulkan kerusakan yang lebih besar daripada perbaikan, contohnya: Asal Tuduh pada Masalah Khilafiyah: Meributkan dan menyalahkan orang lain pada perkara fikih yang masih didebatkan para ulama besar.Melanggar Batasan Syariat (Tajasus): Sengaja mendobrak pintu rumah orang lain atau memata-matai maksiat yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, padahal Islam melarang membuka aib sesama muslim yang tidak terang-terangan.Main Hakim Sendiri: Melakukan kekerasan fisik (seperti memukuli pencuri hingga tewas) atau melontarkan tuduhan zina tanpa empat saksi mata, yang justru termasuk dosa besar.C. Adab Menegur Penguasa (Pemerintah)Di dalam dakwah, orang yang paling utama untuk dihadapi dengan kelembutan adalah para penguasa.Mencontoh Nabi Musa dan Harun saat diperintah Allah untuk menasihati Firaun dengan kata-kata yang lemah lembut (qoulan layyinan), tujuannya agar mereka sadar dan bukan untuk memprovokasi kemarahan yang bisa berujung pada kezaliman yang lebih parah.Bagian 2: Tipuan Iblis terhadap Ahli Zuhud dan Ahli IbadahBanyak ahli ibadah salah memahami esensi zuhud karena minimnya ilmu, lalu terjebak dalam talbis iblis berikut:Mengisolasi Diri ke Gunung/Hutan secara Keliru: Karena sering mendengar dalil tercelanya dunia, sebagian orang mengira bahwa cara selamat adalah kabur ke gunung atau hutan. Akibatnya, mereka meninggalkan kewajiban yang lebih besar seperti menuntut ilmu, salat Jumat, salat berjamaah, serta menelantarkan hak keluarga (anak, istri, atau orang tua).Hakikat Dunia --> Tidak Tercela pada Zatnya: Dunia sebenarnya tidak haram secara zatnya. Manusia butuh dunia (makan, minum, pakaian, dan uang) agar fisiknya kuat untuk menuntut ilmu dan beribadah (misalnya untuk membangun masjid). Dunia baru tercela jika: diambil dari cara yang haram/syubhat, atau digunakan secara berlebihan hanya demi menuruti hawa nafsu.Zuhud yang Salah: Menyiksa Diri: Banyak yang mengira zuhud berarti sengaja makan makanan basi/kasar, antipati pada buah-buahan, enggan minum air dingin, atau memakai pakaian yang kasar dan menyiksa tubuh. Jalan Rasulullah bukan seperti itu Nabi menyukai daging kambing, ayam, makanan manis, dan air dingin yang segar jika memang hidangan itu ada. Para sahabat bersabar saat lapar (karena kondisi miskin), tetapi ketika ada makanan enak, mereka tetap memakannya dengan porsi yang tidak berlebihan.Definisi Zuhud yang Benar menurut Syariat:Wara’: Meninggalkan perkara yang ditakutkan membawa mudarat di akhirat (meninggalkan yang haram dan syubhat).Zuhud: Meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat untuk akhirat. Jadi, tolok ukurnya adalah manfaat akhirat, bukan sengaja mengharamkan perkara mubah yang justru bisa menunjang ibadah.Tubuh manusia adalah "tunggangan" untuk beribadah. Tubuh harus dirawat dengan gizi yang seimbang agar tetap kuat beraktivitas, bukan malah disiksa dengan kelaparan ekstrem yang membuat lemas.Kesimpulan: Jangan terjebak pada dua ekstrem: terlalu menuruti hawa nafsu (gila dunia) atau melakukan rohbaniah (ekstrem beribadah di pojok masjid sampai menelantarkan hak orang lain). Beribadah dan berkehidupanlah dengan berlandaskan akal dan syariat sesuai tuntunan Nabi dan para sahabat.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI11 Juni 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Halaqah 54 | Sekte yang Berkeyakinan bahwa Al-Qur’an Adalah Makhluk

Kitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.Aالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهAdakah disana aliran yang mengatakan bahwasanya Al-Qur’an adalah makhluk, jahmiyyah, Mua’tazilah.Mereka meyakini bahwasanya Al-Qur’an adalah makhluk. Allāh menciptakan Al-Qur’an diluar Allāh menciptakan ucapannya disandarkan kepada Allāh karena majas, ini adalah keyakinan Mua’tazilah dan terjadi di zaman Al Imam Ahmad dan terjadi sebelumnya tapi di zaman Imam Ahmad fitnahnya lebih besar karena ulama² Mua’tazilah mereka berhasil menguasai dan memberikan pengaruh kepada penguasa sampai akhirnya oleh penguasa saat itu seluruhnya diharuskan untuk mengucapkan ucapan Mua’tazilah yang diantaranya adalah mengatakan Al-Qur’an adalah makhluk, sampai di sekolah sekecil apapun harus yang diajarkan adalah Al-Qur’an adalah makhluk.Para ulama dipaksakan untuk memfatwakan bahwasanya Al-Qur’an adalah makhluk, kalau tidak maka akan disiksa, siksanya cukup besar/berat , ada di antara ulama ahlussunnah yang mereka terpaksa mengucapkan (ini termasuk keterpaksaan) sementara di dalam hatinya mereka mengingkariإِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِKecuali orang yang dipaksa dan hatinya dalam keadaan dia tenang dengan keimanan.Ada diantara mereka yang melakukan tauriyah (mengucapkan sesuatu dipahami oleh orang yang didepannya bahwasanya dia meyakini Al-Qur’an adalah makhluk, padahal dia memaksudkan yang lain) seperti ucapan sebagian mereka Al-Qur’an , Al Injil, at Taurat, kita bersaksi bahwasanya mereka adalah makhluk, dia menunjukkan lima jarinya, artinya yg dia maksud lima jarinya adalah makhluk bukan maksudnya Al-Qur’an, taurat, Injil adalah makhluk tidak ini namanya tauriyah dan dia bukan bohong dia benar namun dipahami oleh orang lain ucapan yang lain, seperti yang dilakukan oleh Abu Bakar Ash Sidik radhiyallahu Anhu ketika beliau berhijrah bersama nabi Muhammad ﷺ dan dijalan dia ditanya siapa yang bersama mu? Maka Abu Bakar berkataوهذا دليلIni adalah petunjuk jalanku,Dipahami oleh beliau bahwasanya ini adalah yang menunjukkan jalan beliau yaitu jalan didalam perjalanan tapi maksud Abu Bakar dia adalah yang menunjukkan jalan kepada Allāh, menunjukkan صراط مستقيم،وإن كل تحد إلى صراط مستقيمDan sesungguhnya engkau wahai Muhammad sungguh menunjukkan jalan yang lurus,Dan ada ulama Ahlu Sunnah yang mereka memilih bersabar apapun resikonya diantaranya adalah Al Imam Ahmad bin Hambal, beliau memilih untuk bersabar meskipun disiksa dipenjara, kalau memang dipaksa untuk berdebat maka beliau terpaksa meladeni ini adalah istihad beliau seandainya seseorang dalam keadaan terpaksa dia mengucapkan ucapan maka dia ma’dhur mendapatkan udzur dia tidak berdosa tapi yg lebih afdhol adalah seseorang tetap berada di atas kebenaran , itu adalah derajat yang tinggi makanya diakui oleh ulama ulama yang lain bagaimana ketinggian derajat Al Imam Ahmad bin Hambal sementara yang lain mungkin memilih tauriyah atau terpaksa mengucapkan tapi beliau Rahimahullāh tetap mengucapkan ucapan tersebut dengan lantang di hadapan orang-orang Mua’tazilah dan ini diakui oleh para ulama² yang lain semasa itu dan yang datang derajatnya lain, lebih tinggi daripada yang lain sampai akhirnya Allāh subhanahu wa ta’ala memberikan jalan keluar tiga khalifah yang secara berurutan mereka memegang kekuasaan sampai akhirnya datang khalifah yang ketiga dan dia mendapatkan hidayah kepada Sunnah tersebar Sunnahوَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا[QS at Thalaq 2]Barangsiapa yang bertakwa kepada Allāh, maka Allāh subhanahu wa taala akan memberikan jalan keluarليس بمخلوقBukan makhluk,Bantahan kepada Mua’tazilah yang mereka mengatakan Al-Qur’an adalah makhluk, kalau itu makhluk sebagaimana makhluk² yang lainnya tidak ada kelebihannya seorang yang meyakini bahwasanya Al-Qur’an adalah makhluk cenderung dia pemulian dan penghormatan terhadap Al-Qur’an dan sangat kurang karena dia adalah makhluk seperti makhluk yang lain.ليس بمخلوق ككلام البرية،Sebagaimana ucapan manusia,Jadi Ahlussunnah meyakini bahwasanya Al-Qur’an itu bukan makhluk, artinya makhluk apa yang dimaksud makhluk adalah meyakini Al-Qur’an itu sama dengan ucapan manusia, karena yang ada adalah Al Kholiq dengan makhluk, Ahlu Sunnah mengatakan ini adalah Kalamullah kholaq adapun Mua’tazilah mengatakan itu adalah Kalamul makhluk berarti sama kedudukannya dengan Kalamul bariyyah (ucapan manusia) /ucapan makhluk.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI11 Juni 2026
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Halaqah 54

Halaqah 54 | Sekte yang Berkeyakinan bahwa Al-Qur’an Adalah MakhlukKitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.Aالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهAdakah disana aliran yang mengatakan bahwasanya Al-Qur’an adalah makhluk, jahmiyyah, Mua’tazilah.Mereka meyakini bahwasanya Al-Qur’an adalah makhluk. Allāh menciptakan Al-Qur’an diluar Allāh menciptakan ucapannya disandarkan kepada Allāh karena majas, ini adalah keyakinan Mua’tazilah dan terjadi di zaman Al Imam Ahmad dan terjadi sebelumnya tapi di zaman Imam Ahmad fitnahnya lebih besar karena ulama² Mua’tazilah mereka berhasil menguasai dan memberikan pengaruh kepada penguasa sampai akhirnya oleh penguasa saat itu seluruhnya diharuskan untuk mengucapkan ucapan Mua’tazilah yang diantaranya adalah mengatakan Al-Qur’an adalah makhluk, sampai di sekolah sekecil apapun harus yang diajarkan adalah Al-Qur’an adalah makhluk.Para ulama dipaksakan untuk memfatwakan bahwasanya Al-Qur’an adalah makhluk, kalau tidak maka akan disiksa, siksanya cukup besar/berat , ada di antara ulama ahlussunnah yang mereka terpaksa mengucapkan (ini termasuk keterpaksaan) sementara di dalam hatinya mereka mengingkariإِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِKecuali orang yang dipaksa dan hatinya dalam keadaan dia tenang dengan keimanan.Ada diantara mereka yang melakukan tauriyah (mengucapkan sesuatu dipahami oleh orang yang didepannya bahwasanya dia meyakini Al-Qur’an adalah makhluk, padahal dia memaksudkan yang lain) seperti ucapan sebagian mereka Al-Qur’an , Al Injil, at Taurat, kita bersaksi bahwasanya mereka adalah makhluk, dia menunjukkan lima jarinya, artinya yg dia maksud lima jarinya adalah makhluk bukan maksudnya Al-Qur’an, taurat, Injil adalah makhluk tidak ini namanya tauriyah dan dia bukan bohong dia benar namun dipahami oleh orang lain ucapan yang lain, seperti yang dilakukan oleh Abu Bakar Ash Sidik radhiyallahu Anhu ketika beliau berhijrah bersama nabi Muhammad ﷺ dan dijalan dia ditanya siapa yang bersama mu? Maka Abu Bakar berkataوهذا دليلIni adalah petunjuk jalanku,Dipahami oleh beliau bahwasanya ini adalah yang menunjukkan jalan beliau yaitu jalan didalam perjalanan tapi maksud Abu Bakar dia adalah yang menunjukkan jalan kepada Allāh, menunjukkan صراط مستقيم،وإن كل تحد إلى صراط مستقيمDan sesungguhnya engkau wahai Muhammad sungguh menunjukkan jalan yang lurus,Dan ada ulama Ahlu Sunnah yang mereka memilih bersabar apapun resikonya diantaranya adalah Al Imam Ahmad bin Hambal, beliau memilih untuk bersabar meskipun disiksa dipenjara, kalau memang dipaksa untuk berdebat maka beliau terpaksa meladeni ini adalah istihad beliau seandainya seseorang dalam keadaan terpaksa dia mengucapkan ucapan maka dia ma’dhur mendapatkan udzur dia tidak berdosa tapi yg lebih afdhol adalah seseorang tetap berada di atas kebenaran , itu adalah derajat yang tinggi makanya diakui oleh ulama ulama yang lain bagaimana ketinggian derajat Al Imam Ahmad bin Hambal sementara yang lain mungkin memilih tauriyah atau terpaksa mengucapkan tapi beliau Rahimahullāh tetap mengucapkan ucapan tersebut dengan lantang di hadapan orang-orang Mua’tazilah dan ini diakui oleh para ulama² yang lain semasa itu dan yang datang derajatnya lain, lebih tinggi daripada yang lain sampai akhirnya Allāh subhanahu wa ta’ala memberikan jalan keluar tiga khalifah yang secara berurutan mereka memegang kekuasaan sampai akhirnya datang khalifah yang ketiga dan dia mendapatkan hidayah kepada Sunnah tersebar Sunnahوَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا[QS at Thalaq 2]Barangsiapa yang bertakwa kepada Allāh, maka Allāh subhanahu wa taala akan memberikan jalan keluarليس بمخلوقBukan makhluk,Bantahan kepada Mua’tazilah yang mereka mengatakan Al-Qur’an adalah makhluk, kalau itu makhluk sebagaimana makhluk² yang lainnya tidak ada kelebihannya seorang yang meyakini bahwasanya Al-Qur’an adalah makhluk cenderung dia pemulian dan penghormatan terhadap Al-Qur’an dan sangat kurang karena dia adalah makhluk seperti makhluk yang lain.ليس بمخلوق ككلام البرية،Sebagaimana ucapan manusia,Jadi Ahlussunnah meyakini bahwasanya Al-Qur’an itu bukan makhluk, artinya makhluk apa yang dimaksud makhluk adalah meyakini Al-Qur’an itu sama dengan ucapan manusia, karena yang ada adalah Al Kholiq dengan makhluk, Ahlu Sunnah mengatakan ini adalah Kalamullah kholaq adapun Mua’tazilah mengatakan itu adalah Kalamul makhluk berarti sama kedudukannya dengan Kalamul bariyyah (ucapan manusia) /ucapan makhluk

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →