📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
S
SULUNG SURYO DARMAWATI

📍 Kota Bekasi

Talbis Iblis-10

Kajian Kitab Talbis Iblis-10Talbis Iblis Terhadap Ahli ZuhudZuhud yang hakiki bukan sekadar qanaah dalam makanan dan pakaian. Di antara talbis iblis terhadap ahli zuhud adalah menggambarkan bahwa zuhud hanya berkaitan dengan perkara lahiriah, seperti makan sederhana dan berpakaian sederhana, sementara hati masih dipenuhi keinginan terhadap kedudukan, kepemimpinan, penghormatan, dan pengagungan manusia. Seseorang mungkin zuhud dalam makanan dan pakaian, namun sangat senang apabila dikunjungi pejabat, dimuliakan orang kaya, dihormati masyarakat, dan merasa bangga ketika namanya disebut-sebut. Padahal tujuan dunia yang paling besar bukanlah makanan dan pakaian, melainkan kedudukan di hati manusia.Yang dibahas bukanlah riya yang tampak jelas, seperti sengaja menampakkan tubuh kurus, wajah pucat, rambut kusut, suara yang dibuat pelan, atau menampakkan kesusahan agar dianggap zuhud. Semua orang dapat mengenali hal itu sebagai riya. Yang lebih berbahaya adalah riya yang samar (khafiy), yaitu ketika seseorang beramal dan menampakkan kezuhudan, sementara hatinya menginginkan penghormatan, pengakuan, dan kedudukan. Karena itu Ibnu Taimiyah menyebut kecintaan terhadap pujian dan penghormatan sebagai syahwat yang tersembunyi. Sebagaimana seseorang bersyahwat terhadap makanan atau wanita, ada pula orang yang bersyahwat terhadap kedudukan dan penghormatan manusia.Barang siapa beramal tidak karena mencari wajah Allah, maka amalnya tidak diterima. Malik bin Dinar berkata, “Katakan kepada orang yang tidak jujur dalam amalnya, janganlah engkau melelahkan dirimu.” Seorang mukmin seharusnya tidak menginginkan dari amalnya kecuali wajah Allah semata. Akan tetapi keikhlasan merupakan perkara yang sangat halus dan memerlukan perjuangan panjang untuk mempelajarinya.Ibrahim bin Adham pernah belajar tentang makrifat dari seorang pendeta Nasrani bernama Sam’an yang tinggal di tempat ibadahnya selama tujuh puluh tahun. Pendeta itu hanya makan satu butir biji humus setiap malam. Ketika ditanya apa yang membuatnya mampu bertahan dengan kehidupan seperti itu, ia menjelaskan bahwa setiap tahun manusia datang berziarah kepadanya, mengagungkannya, dan menghormatinya. Karena kenikmatan penghormatan itulah ia sanggup menanggung kesulitan hidup sepanjang tahun. Bahkan dua puluh butir biji humus yang diberikan kepada Ibrahim bin Adham dapat dijual dengan harga yang sangat mahal karena masyarakat menganggapnya sebagai sesuatu yang berasal dari sang pendeta. Dari kisah ini Ibrahim bin Adham memahami bahwa seseorang bisa saja beramal akhirat demi memperoleh dunia berupa penghormatan dan kedudukan.Allah berfirman bahwa orang yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya akan diberikan apa yang mereka cari di dunia, tetapi di akhirat mereka tidak memperoleh apa-apa selain neraka. Surga disediakan bagi orang-orang yang tidak menghendaki ketinggian di muka bumi dan tidak berbuat kerusakan. Karena itu ibadah, dakwah, ilmu, dan amal saleh tidak boleh dijadikan sarana mencari kedudukan di hati manusia.Karena takut terjatuh dalam riya, para salaf sangat berusaha menyembunyikan amal mereka. Ibnu Sirin pada siang hari tampak biasa saja, bahkan banyak tertawa, sementara pada malam hari beliau menangis dalam ibadahnya. Daud bin Abi Hind berpuasa sunnah selama dua puluh tahun tanpa diketahui istrinya. Ia membawa bekal dari rumah seolah-olah untuk dimakan, lalu menyedekahkannya di perjalanan. Istrinya mengira ia makan di pasar, sedangkan orang-orang pasar mengira ia sudah makan di rumah.Dikisahkan pula seorang saleh yang menasihati manusia bahwa meninggalkan harta karena takut berlebihan belum tentu aman dari fitnah. Bisa jadi seseorang meninggalkan dunia tetapi justru mencari sesuatu yang lebih berbahaya, yaitu penghormatan manusia. Ia senang apabila kebutuhannya dipenuhi karena kesalehannya, mendapatkan harga murah karena agamanya, atau dihormati karena kedudukannya di mata masyarakat. Ketika nasihat ini sampai kepada raja dan raja ingin mengunjunginya, orang saleh tersebut sengaja melakukan hal-hal yang membuat raja tidak lagi mengaguminya. Setelah raja pergi dalam keadaan mencelanya, ia justru memuji Allah karena telah memalingkan hati raja darinya.Para salaf tidak menyukai sanjungan dan pengagungan. Mereka tidak senang dipuji secara berlebihan dan tidak berusaha mencari ketenaran. Bahkan sebagian mereka melakukan hal-hal yang membuat manusia tidak terlalu memperhatikan mereka agar hati tetap terjaga dari fitnah pujian. Mereka khawatir amal yang dilakukan berubah tujuannya menjadi pencarian penghormatan manusia.Talbis iblis juga dapat menimpa orang yang benar-benar zuhud secara lahir dan batin. Ketika ia mengetahui bahwa orang-orang membicarakan kezuhudannya, ia merasa senang dengan pembicaraan tersebut sehingga kezuhudannya menjadi lebih mudah dijalani karena adanya pujian manusia. Di sinilah bahaya yang sangat halus. Amal yang tampaknya ikhlas bisa tercampuri keinginan agar dikenal sebagai orang saleh.Di antara bentuk lainnya adalah seseorang yang sengaja menyendiri, jarang bergaul, sulit ditemui, atau tidak menghadiri berbagai kebutuhan masyarakat demi menjaga citra dirinya agar tetap dihormati. Ia takut jika terlalu sering berinteraksi, maka kedudukannya di hati manusia berkurang. Padahal Rasulullah ﷺ pergi ke pasar, membeli kebutuhan keluarganya sendiri, dan memikul barangnya sendiri. Abu Bakar juga berdagang dan memikul barang dagangannya. Abdullah bin Salam pernah memikul kayu bakar di atas kepalanya meskipun telah berkecukupan, semata-mata untuk menghilangkan kesombongan dari dirinya.Para salaf juga sangat takut terhadap perubahan hati akibat ketenaran. Yusuf bin Asbath pernah meninggalkan suatu kota ketika melihat banyak orang mulai mengenalnya dan menghormatinya. Ia khawatir penghormatan tersebut merusak hatinya. Hati manusia sangat mudah berubah ketika menjadi terkenal, dihormati, atau memiliki kedudukan.Sebagian ahli zuhud juga tertipu dengan membiarkan pakaian robek, rambut kusut, dan penampilan yang tidak terurus agar dianggap tidak mencintai dunia. Padahal ini bukan petunjuk Rasulullah. Nabi tetap menyisir rambut, memakai minyak, bercermin, dan memperhatikan penampilan. Abu Bakar dan Umar juga merawat diri mereka. Zuhud bukan berarti sengaja menampilkan kesan miskin dan kusut, tetapi memalingkan hati dari ketergantungan kepada dunia.Kesimpulannya, bahaya terbesar bagi ahli ibadah, ahli ilmu, ahli dakwah, dan ahli zuhud bukanlah kecintaan kepada makanan atau pakaian, melainkan kecintaan kepada penghormatan, kedudukan, pujian, dan pengakuan manusia. Inilah riya yang samar dan sangat halus. Seorang hamba wajib terus memeriksa niatnya, berusaha ikhlas hanya mengharap wajah Allah, serta tidak menjadikan amal saleh sebagai jalan untuk meraih ketinggian dan kemuliaan di mata manusia. Surga disediakan bagi orang-orang yang tidak menghendaki ketinggian di muka bumi, melainkan menghendaki ridha Allah semata.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
M
Mahargyani Yogyantari

📍 Kota Depok

Tablis Iblis #10

Tablis Iblis #10Tipu Daya Iblis pada Ahli Zuhud‌Hakikat Zuhud yang sering disalahpahami, Zuhud hanya sebatas pakaian, makanan, harta benda. Padahal, ambisi,jabatan,dan hasrat ingin dipuji masih tetap dimiliki‌Syahwat yang tersembunyi berupa Riya yang sama. Ibnu Taimiyah menyebut kecenderungan ingin dihormati. Secara penampilan seseorang bisa terlihat Zuhud,tapi haus akan kedudukan dan pengakuan ‌Ibrahim bin Adhan menceritakan pengalamannya berteny dengan seorang pendeta yang telah beribadah selama 70 tahun. Namun kesabaran pendeta itu hidup sederhana hanya karena dia senang dikunjungi dan dihormati.‌Sementara itu para salaf menyembunyikan amalan mereka untuk menghindari riya'‌Rasulullah memberikan petunjuk,bahwa Zuhud tidak harus bernampilan lusuh dan kotor. Islam mengajarkan untuk berpenampilan rapi dan bersih. ‌Zuhud yang benar adalah keikhlasan hati untuk tidak mencari pujian dan meneladani cara hidup Rasulullah yang seimbang antara ibadah dan penampilan

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI12 Juni 2026
D
Ditha Ayuningtyas

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Halaqah 5

Halaqah yang ke-5 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-‘Aqīdah Al-Wāsithiyyah yang ditulis oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullāh.Kitab Aqidah Wasithiyyah memiliki kedudukan yang tinggi di antara kitab-kitab yang lain, dia memiliki beberapa kelebihan dan juga keistimewaan. Diantara yang menjadi keutamaan kitab aqidah Wasithiyyah, pertama bahwasanya aqidah yang disebutkan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di dalam kitab ini adalah aqidah yang berdasarkan Al-Quran dan Sunnah Nabi ﷺ dan juga ijma’ para salaf, ijma’ imam-imam para salaf. Diantara keutamaan kitab ini juga beliau sangat teliti didalam masalah penggunaan lafadz, jadi sebisa mungkin lafadz yang digunakan adalah lafadz yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadits atau yang diucapkan oleh para salaf.Beliau berusaha untuk menjaga lafadz dan juga makna, beliau mengatakan, aku berusaha, berusaha di dalam menulis aqidah ini, yaitu Aqidah Wasithiyyah, mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah baik lafadz maupun maknanya. Didalam ucapan beliau, beliau mengatakan, dan setiap lafadz yang aku sebutkan di dalam kitab ini maka aku berusaha untuk menulis ayat atau hadits atau ijma para salaf, artinya lafadz yang beliau sebutkan di dalam kitab ini berusaha semaksimal mungkin adalah lafadz-lafadz yang syar’i tidak keluar dari lafadz-lafadz yang syar’i.Ini menunjukkan tentang ilmu beliau dan bagaimana luasnya ilmu beliau dan kehati-hatian beliau dalam menulis kitab ini, karena ini akan dibaca oleh banyak orang sehingga beliau berusaha untuk benar-benar baik lafadz maupun maknanya itu sesuai dengan Al-Qur’an dan juga hadits, tidak mendatangkan makna atau lafadz yang baru, sebagaimana yang banyak dilakukan oleh ahlul kalam mereka mendatangkan lafadz-lafadz yang baru, istilah-istilah yang baru yang tidak disebutkan oleh Allāh ﷻ dan juga Rasul-Nya dan mereka menginginkan untuk mentalbis yaitu mencampur adukkan antara kebenaran dengan kebatilan, mempermainkan manusia dengan lafadz-lafadz tadi.Kemudian juga diantara kelebihan kitab ini selain dia adalah berdasarkan Al-Quran dan Hadits, dan nanti akan kita lihat bagaimana beliau rahimahullāh ketika berbicara tentang masalah nama dan juga sifat hanya menyebutkan ayat, tentang masalah Allāh ﷻ berbicara disebutkan oleh beliau ayat-ayat bahwasanya Allāh ﷻ berbicara, ketika beliau menyebutkan bahwasanya Allāh ﷻ beristiwa beliau sebutkan ayat tentang istiwa, demikian pula menyebutkan tentang hadits Nabi ﷺ. Ini adalah cara syaikhul Islam di dalam menulis kitab Al Aqidah Al Wasithiyyah.Dan kemudian yang kedua adalah apa yang beliau tulis dalam Aqidah Wasithiyyah ini adalah hasil dan juga buah dari tatabbu dan juga istikra’, hasil penelitian beliau dan hasil membaca beliau terhadap ucapan-ucapan para salaf baik didalam masalah nama dan juga sifat Allāh ﷻ atau tentang hari akhir atau tentang iman dengan takdir atau tentang sikap kita terhadap para sahabat dan permasalahan-permasalahan akhirnya yang lain.Beliau mengatakan, tidaklah aku menulis dalam kitab ini kecuali aqidah para Salafus Sholih semuanya. Orang semisal beliau banyak membaca kitab-kitab para ulama yang isinya adalah nukilan-nukilan dari para ulama salaf tentang masalah aqidah, beliau baca dan beliau simpulkan dan kemudian beliau tuangkan di dalam kitab Al Aqidah Al Wasithiyyah ini. Diantara keutamaan kitab ini bahwasanya beliau rahimahullāh berusaha dengan seluruh tenaga yang beliau miliki untuk mentaḥrir, untuk benar-benar teliti dalam menyebutkan masalah aqidah ini, beliau memberikan khulashoh, memberikan ringkasan.Diantara ketelitian beliau, beliau mengatakan, diantara kehati-hatian beliau, dan ini menunjukkan tentang tawadhu beliau, aku telah memberikan kesempatan kepada setiap orang yang menyelisihi aku dalam perkara-perkara ini, tiga tahun beliau memberikan kesempatan. Artinya beliau membuka pintu siapa yang ingin menunjukkan kesalahan dari kitab ini, selama tiga tahun beliau menunggu dan beliau mengatakan kalau memang ada yang menyelisihi, artinya ini bukan keyakinan para salaf, maka beliau siap untuk kembali artinya siap untuk menghilangkan sesuatu yang bertentangan dengan aqidah para salaf tadi kemudian kembali kepada jalan yang benar.Ini menunjukkan tentang tawadhu beliau dan bagaimana kehati-hatian beliau, beliau tidak ingin tersebar kitab tadi dalam keadaan salah, beliau bahkan menawarkan kepada para ulama khususnya bahkan yang menjadi orang-orang yang berseberangan dengan beliau, kalau muridnya saja atau orang yang sepaham dengan beliau mungkin biasa-biasa saja suruh meneliti mereka sudah percaya begitu saja, tapi kalau musuh, ini maka ketika mereka meneliti kitab musuhnya maka dia berusaha tapi ternyata selama 3 tahun diberikan kesempatan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah tidak ada diantara mereka yang memberikan bantahan atau bisa menunjukkan mana aqidah beliau yang tidak sesuai dengan aqidah pada salaf.Ini menunjukkan tentang tentunya keyakinan beliau, tentang ilmu beliau yang dalam dan tawadhu beliau, beliau mengatakan yang demikian bukan karena sombong atau menentang atau hanya sekedar ingin berdebat, tidak, beliau ingin kebenaran, kalau memang ada yang tidak sesuai dengan pemahaman para salaf untuk apa kita mempertahankan sebuah kebathilan, maka beliau siap untuk ruju’, dan ketika ditunggu sedemikian lamanya tiga tahun, bukan satu bulan dua bulan, ternyata tidak ada. Ini menunjukkan bahwasanya kitab ini memiliki kelebihan, sudah dibaca oleh musuh-musuh beliau dan dibaca oleh orang yang sependapat dengan beliau dan ternyata para ulama menerima kitab ini dengan qabulan hasanah, yaitu menerima dengan baik.Kemudian diantara keutamaannya, kitab ini adalah kitab yang ringkas, subhanallāh, menyebutkan dalil, menyebutkan ringkasan aqidah ahlussunnah wal jama’ah, meskipun dia ringkas ternyata isi dari kitab Al-Aqidah Wasithiya ini sebagian besar permasalahan-permasalahan aqidah yang merupakan ushul, pondasi aqidah ahlussunnah wal jamaah, disebutkan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitab ini. Jadi dia adalah kitab aqidah yang ringkas dan dia lengkap meskipun tidak semua tapi sebagian besar permasalahan aqidah yang membedakan antara ahlussunnah dengan ahlul bid’ah disebutkan oleh beliau rahimahullāh, tentunya ini adalah sebuah kelebihan, kita cari kitab-kitab yang seperti ini.Kemudian juga ditambah oleh beliau di akhir kitabnya tentang pentingnya seorang ahlussunnah, dan ini adalah ciri ahlussunnah wal jama’ah firqatun najiyah, bahwasanya mereka ya’muruna bil ma’ruf, mereka menyuruh kepada yang baik, melarang dari yang mungkar, mereka ini berakhlak yang baik. Beliau sebutkan tentang masalah akhlak karena tidak cukup seseorang menjadi ahlussunnah wal jama’ah hanya memperhatikan masalah aqidah, bahkan kalau aqidah yang dia pelajari ini benar dan dia adalah orang yang mengamalkan aqidah tadi, ini akan memunculkan, akan mewariskan rasa takut kepada Allāh ﷻ yang akan terlihat pada baiknya akhlak dia kepada orang lain.Inilah beberapa keutamaan kitab Al Aqidah Al Wasithiya sehingga tidak heran kalau Adz-Dzahabi rahimahullāh ketika beliau berkomentar tentang kitab Al Aqidah Al Wasithiya beliau mengatakan, telah sepakat baik musuh maupun kawan maupun lawan bahwasanya ini adalah aqidah salafi yang jayyid yaitu aqidah para salaf yang bagus. Dan Ibnu Rajab Rahimahullāh beliau mengatakan (ini juga muridnya syaikhul Islam), telah sepakat semuanya bahwasanya aqidah wasithiyyah ini adalah aqidah yang sunniyyah yang salafiyyah, yang sesuai dengan sunnah dan adalah aqidah para salaf kita.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

Talbis Iblis #10

Talbis Iblis #10Talbis Iblis Terhadap Ahli ZuhudDiantara talbis iblis terhadap ahli zuhud :1. Iblis menggambarkan kepada mereka bahwa zuhud itu qana'ah terhadap perkara2 yang rendah berupa makanan, pakaian. Sementara mereka tidak zuhud terhadap kekuasaan dan kepemimpinan. Hati mereka cenderung ingin kekuasaan. Dan mereka ingin kedudukan. Dan mereka memuliakan orang-orang kaya dan tidak memuliakan orang-orang miskin. Dan sebagian mereka menolak pemberian harta. Dan kebanyakan iblis timpakan kepada ahli ibadah dan ahli zuhud adalah riya yang tersembunyi. Cinta akan dihormati, diakui, ingin kedudukan, ini adalah syahwat yang tersembunyi.Pelajaran penting:- Jangan mencari pengakuan dan penghormatan manusia, jika mencari hal tersebut sia-sialah amal sholeh yang dilakukan. - Jika orang menghormati dan memuliakannya itu anugerah dari Allah, tapi jangan mencari itu, kapan ia cari, sungguh dia telah terjerumus ke dalam khafiyurriya (riya yang samar).2. Diantaranya ahli zuhud ada yang zuhud baik lahir maupun batin, nampak dan tersembunyi. Ketika dia zuhud nampak maupun tersembunyi, dia tahu orang-orang akan bicara tentang dia. Orang-orang akan memujinya bahwa dia zuhud. Sehingga dia akan mudah bersabar karena orang-orang memujinya. Sabar bukan karena Allah tapi sabar karena dipuji.Rasulullah bersabda :"Tidak masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan walaupun seringan zarrah"Firman Allah :"Surga itu Kami jadikan bukan untuk orang-orang yang mencari ketinggian diatas muka bumi"Penyakit Yang SamarDiantara mereka jika disuruh memakai pakaian yang lembut, maka dia tidak mau agar kedudukan tidak rendah (agar tetap dikatakan zuhud). Dan dia berusaha tidak senyum/tertawa di depan masyarakat agar tetap disegani. Dia berjalan dengan menundukkan kepalanya. Maka ini sesungguhnya riya, dia bersikap demikian supaya dipuji, dihormati, dikatakan zuhud.Dahulu para salaf mereka menolak segala sebab yang menjadikan mereka diperhatikan. Kisah Yusuf bin Asbath :Aku keluar dari kota Manbij menuju kota Al-Missisah, aku berjalan kaki membawa tempat air di atas leherku, lalu bertemu seorang berdiri memberi salam kepadaku, lalu datang lagi seoarang menyalamiku, lalu aku meletakkan tempat airku lalu aku masuk masjid shalat 2 raka'at dan semua orang melihatkumelihatku, lalu muncul satu orang di depanku dan aku berkata pada diriku "Berapa lama hatiku bertahan seperti ini". Lalu aku segera mengambil tempat airku dan  aku kembali ke Manbij. Ternyata aku tidak bisa kembali kepada hatiku yang dulu bertahun-tahun. Artinya penghormatan bisa membuat hati berubah.Diantara samarnya riya, ada yang memakai baju robek-robek, tidak dijahit, tidak sisir jenggotnya, supaya diketahui bahwa dia nyaman dengan dunianya yang sedikit, ini diantara pintu2 riya.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
M
Marni

📍 Kota Bogor

Talbis Iblis

Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu bag. 3Ustadz Firanda Andirja Fasal tentang sibuk yang bukan utama dan meninggal kan yang utamaSetan menggoda dengan : - tidak memperhatikan apa yang mereka makan- Setan menggoda dalam bacaan Al quran, membaca al Qur'an khatam dalam 1 sholat atau 1 hari.Orang yang membaca al Qur'an khatam kurang dari 3 hari maka tidak faqih. Ibnu Jauzi berkata " Mereka membaca Alquran di menara masjid di malam hari, maka mereka telah mengumpulkan dua kesalahan, yang pertama menganggu orang yang kedua riya'. Diantaranya ada yang membaca Alquran setelah azan di masjid. Diantara perkara yang menakjubkan ada seorang imam yang mengimani sholat subuh pada hari jumat setelah sholat membaca doa khatam quran, ini bukan metode salaf. Riya adalah senjata setan yang ampuh mengugurkan amalBab. 4 Godaan setan terhadap ahli ibadah dalam puasa. - puasa sunah sepanjang waktu, puasa yang terus menerus ini membuat dia lemah untuk mencari nafkah dan juga lemah memenuhi kebutuhan biologis. Nabi Muhammad bersabda "sebaik baik puasa sunah adalah puasa Daud, sehari berpuasa sehari berbuka."

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
P
putri anggraini

📍 Kota Samarinda

Talbis Iblis 10 Dari Ahli Zuhud

Ustadz Firanda Andirja hafidzahullahKitab karya imam Ibnul Jauzi RahimahullahMakna yang Hakiki tentang zuhud. Diantara talbis iblis yang dilancarkan kepada ahli zuhud, iblis menggambarkan mereka qana'ah dari perkara yang ke perkara yang rendah, berupa makanan dan pakaian. Maka menerima Mereka menerima hiasan setan tersebut. Sedangkan mereka sangat berambisi dengan pada perkara kepemimpinan dan kedudukan. Imam Ibnu jauzi berkata bahwa terkadang seseorang itu zuhud pada makanan tapi dia memiliki hati yang ingin ingin dipuji dan ingin diakui oleh para pejabat dan mereka menanti-nanti, kapan dikunjungi oleh para pejabat. Dan mereka memuliakan orang-orang kaya dan tidak memuliakan orang-orang miskin.Dan para ahli zuhud ini mereka pura-pura khusyu, ketika bertemu dengan masyarakat. Seakan seakan-akan mereka baru keluar dari hal yang menakjubkan yang mereka sebut dengan musyahadah. Dan bahkan dari sebagian mereka ketika diberi harta mereka menolak. Kenangan mereka sangat tenang pada orang yang bolak-balik orang-orang mencium tangan mereka, mereka membuka pintu yang seluas-luasnya untuk mereka. Karena tujuan dari dunia adalah kedudukan dan inilah yang mereka cari. Iblis timpakan kepada ahli ibadah dan ahli zuhud, riya' yang tersembunyi. Adapun Riya' yang terang-terangan maka itu, itu bukan talbis maka itu riya' yang tampak yang jelas. Misalnya tubuh yang kurus baju, seperti hidup susah, wajah yang pucat, rambut yang semrawut, agar diketahui bahwa dia adalah orang yang zuhud. Demikian juga jika berbicara dia pelan-pelan agar dikekhusyu dia adalah orang yang khusyuk. Jika seperti ini orang pun tahu bahwa ini adalah Ria yang tampak/jelas. Adapun yang kami bahas di sini Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda bahwa innama A'malu binniyat. Imam Ibnu jauzi membahas di sini adalah orang yang menampakkan zuhud tetapi hatinya tidak zuhud, yaitu ingin diakui, ingin dicium tangannya, bangga jika didatangi para pejabat maka ini bukanlah zuhud. Itu adalah puncak dunia, diakui di bangga-banggakan. Ini talbis iblis. Riya' pakaian compang-camping maka bukan inilah yang dibahas. Syahwatun khofiyah, Imam Ibnu Taimiyah menyebutkan orang yang rakus terhadap dunia dan cinta dunia, ini bersyahwat dengan kedudukan dan kepemimpinan ingin selalu di mau dimonor satukan. Malik bin Dinar berkata, " katakanlah kepada orang yang tidak tulus dalam beramal saleh, kau letihkan dirimu, kalau kau tidak ikhlas. Ketahuilah seorang mukmin tidak menginginkan selain dari amalnya adalah wajah Allah, akan tetapi masuk di dalamnya riya' yang samar, maka semua hal menjadi rancu dan selamat dari hal ini menjadi berat".Dalam suatu hadis yang sampai kepada Yasar, Yusuf bin Asbat berkata, hendaknya kalian belajar amal yang benar dari amal yang salah. Sesungguhnya aku telah belajar beramal yang benar setelah 22 tahun. Begitu juga hadits dari Ibrahim Al-Handholi, aku mendengar Baqia Ibnul Walid berkata, aku mendengar Ibrahim bin Adham berkata " sesungguhnya aku belajar makrifah kepada Allah, aku masuk kepadanya menemuinya di kuil tempat ibadahnya. Dia menemui Seorang pendeta bernama Sam'an. Kata Ibrahim aku mendatangi pendeta ini ke dalam kuilnya dan aku bertanya apa yang kau makan dan berapa lama kau di sini? Pendeta itu menjawab 70 tahun. Kemudian pendeta itu bertanya wahai muslim apa yang membuatmu bertanya-tanya tentang hal ini? Pendeta itu menjawab bahwa setiap malam dia makan satu biji humus. Apa yang membuat mu bertahan untuk itu? Dia berkata dengan begitu aku dihormati orang-orang. Sesungguhnya mereka itu orang-orang yang di luar itu mereka hanya datang sekali dalam setahun mereka menghiasi kuil ku dan mereka bertawaf di depan kuil ku dan mereka mengagungkanku. Setiap aku lemah beribadah ketika aku mengingat ini aku menjadi semangat beribadah ketika aku mengetahui mereka mengagungkanku. Maka aku sabar untuk hidup susah selama setahun, demi mendapatkan kemuliaan sesaat dalam setahun. Wahai sang muslim bersungguh-sungguhlah engkau dalam sesaat, engkau mendapatkan kemuliaan Abadi. Maka aku mengerti makrifah. Dan dia berkata lagi mau aku menambahkan suatu lagi wahai Ibrahim Bin adham, dan dia menunjukkan bagaimana orang-orang itu kagum kepadanya kemudian menurunkan semacam timba kecil dia isi dengan 20 biji humus, masuklah kedalam rumahku. Ibrahim bin Adham berkata, seorang seorang dari Nasrani berkata, apa yang diturunkan oleh seorang pendeta untukmu? Orang-orang Nasrani itu ingin membeli biji humus dengan 20 Dinar. Mereka sanggup membeli biji humus pendeta tersebut demi dihormati orang lain. Sama halnya seperti kita sekarang berbicara jabatan banyak orang yang bersyahwat dengan jabatan dan banyak juga yang hal yang dikorbankan, karena dalam jabatan itu banyak anak buah yang bisa diperintah. Allah Azza wa Jalla berfirman :Siapa yang mencari perhias mencari dunia dan perhiasannya maka kami akan berikan dan mereka Ini amal salehnya gugur dan mereka tidak akan mendapat apa-apa di akhirat selain neraka Jahanam. Kita beribadah tidak untuk mencari ketinggian di muka bumi, tapi jika Allah memberikan itu maka kita syukuri. Akan tetapi kita tidak boleh mencari ketinggian di muka bumi maksudnya jabatan untuk dihormati oleh orang lain. Ibnul jauzi mengomentari karena takut dengan Riya' sampai orang-orang Soleh dahulu menutupi amal saleh mereka. Karena khawatir terjerumus dengan riya'. Bahkan mereka membungkus diri mereka dengan kebalikan dari amal sholeh mereka tersebut. Ibnu Sirin di siang hari dia tertawa tidak seperti orang yang zuhud, tapi di malam hari dia menangis. Dari Abdullah Ibnu Mubarak, Bakar bin Abdullah Wahab bin Munabih berkata " ada seorang yang paling mulia di zamannya, orang-orang menziarahinya dan dia pun memberikan wejangan-wejangan kepada orang-orang yang mengunjunginya. Suatu hari orang berkumpul datang ke rumahnya dan dia memberikan wejangan. Dia berkata " kita semua telah keluar dari dunia, dan kita bahkan meninggalkan keluarga, meninggalkan harta takut berlebih-lebihan. Ternyata kita juga terjatuh dalam kondisi yang melampaui batas. Kita terjatuh pada melampaui batas daripada orang yang memiliki harta. Melihat salah satu dari kita seorang dari kita senang ketika keperluan yang dipenuhi, misalnya ketika kita belanja karena dia orang soleh maka dimurahkan. Dia senang ketika bertemu dengan orang lain dan diucapkan selamat, diagungkan karena agamanya dia suka dengan hal tersebut nasehat ini tersebar, sebagian orang dan bahkan terdengar kepada Raja. Bahkan Raja takjub, dan raja datang ke rumahnya, dia mah tanya kepada budaknya Apakah kita ada makanan dan budaknya menyiapkan makanan dari buah-buahan yang biasa dia makan ketika berbuka puasa. Aja masuk ke dalam rumahnya, dia menjawab salam dalam biasa saja dan dia makan padahal pada hari pada setiap hari dia terbiasa berpuasa dia ingin Raja tidak kagum kepadanya. Raja Bertanya kepadanya mana orang sholeh tersebut? Orang-orang menunjukkan beliau, Raja berkata tidak ada kebaikan pada orang ini. Ketika raja pergi, orang sholeh berkata segala puji bagi Allah telah memalingkan engkau dari ku dalam kondisi dia mencelaku".Renungan untuk kita semua, kita berdakwah jangan kita menasehati untuk mencari pengakuan manusia. Kalau kalau orang menghormati dan Allah kasih maka itu anugerah Allah subhanahu wa ta'ala dan jangan pernah dicari. Kapan kita mencari pengakuan pada orang dan itulah adalah Riya' yang samar. Contoh yang lain dari Atho', tatkala Walid bin Abdul Malik ingin mengangkat Yazid Bin Marshad menjadi wali sebagai pejabat maka keinginan Al Walid Bin Abdul Malik (Raja), terdengar oleh Yazid Bin Marshad maka dia keluar menggunakan baju yang terbalik dan tidak memakai rida', dia tidak memakai sendal dan dia makan sambil berjalan ke pasar. Dan orang-orang berkata kepada raja " wahai Raja sesungguhnya Yazid bin marzhab yang ingin kau angkat menjadi pejabat adalah orang gila". Kemudian Raja berpaling dari Yazid dan tidak menjadi mengangkatnya sebagai pejabat. Berkata Imam Ibnu jauzi rahimahullah beginilah seharusnya seorang ulama dia tidak menginginkan dipuji-puji oleh para pejabat. Begitu juga seperti sekarang Syekh Usaimin ketika datang ke UIM, moderatornya adalah Syekh Abdul razaq Al Badar, maka Syekh Abdul Rozak berkata akan menyampaikan suatu hadis Al alamah orang yang sangat Alim, makan ditegur oleh Syeikh utsaimin diam kau tidak perlu berbicara seperti itu. Guru-guru kita yang sangat tidak disuka dipuji. Di antaranya juga ada yang zuhud secara lahir dan secara batinDia zuhud nampak maupun tersembunyi, ketika dia zuhur dia akan mengetahui orang-orang akan berbicara tentang dia. Maka akan mudah baginya untuk bersabar, sebagaimana kisahnya pendeta Sam'an tadi. Karena istrinya memuji dan bercerita kepada orang-orang. Daud Bin abihin dia berpuasa sunnah selama 20 tahun, dan istrinya tidak mengetahuinya. Bagaimana istrinya tidak mengetahuinya dia mengambil sarapan yang diberikan istrinya kemudian dia berjalan ke pasar yang memberikan sarapannya. Orang-orang menyangka dia sudah sarapan di rumah, dan istrinya menyangka dia sudah sarapan di pasar. Akhirnya dia bisa menyembunyikan ibadah puasanya selama 20 tahun. Di antara orang yang belajar zuhud, Itu orang yang bekalnya selalu di masjid saja dan tidak pernah keluar, atau dia selalu di pondok pesantren atau menyendiri di gunung-gunung. Kelezatan yang dirasakan apa, dia tahu orang-orang dia begitu. Dia tahu orang dia suka sendirian, di pondok disuruh belajar dan di masjid dia tidak pernah keluar, dia senang dan dia merasa lezat jika orang tahu dia seperti itu. Kemudian kalau ditegur Kenapa dia senang di masjid dan dia menjawab kalau keluar dari masjid dia takut melihat banyak kemungkaran. Padahal dia baru sengaja sendirian dan di masjid ada tujuan-tujuan yang buru dia sombong atau dia untuk merendahkan orang lain. Diantaranya Dia menjaga kedudukannya dan dia tidak ingin berinteraksi dengan manusia. Dia ingin tetap terpuji dan dia tetap ingin disebut-sebut. Dia tidak ingin menziarahi orang yang tidak menjenguk orang sakit dan tidak mensholatkan jenazah maka ini kata Ibnu Taimiyah adalah adat yang salah. Dan teman-temannya mengatakan berikan udzur kepada Syekh maka ini adalah salah. Ada seseorang yang tidak ingin tampil dan dia ditunggu-tunggu orang tapi ketika dia tampil maka orang memuliakannya dia menunggu itu maka ini adalah Riya' yang samar. Bahkan ada orang yang tidak ingin difoto karena tidak ingin di tahu. Waspada terhadap kesalehan, waspada, pada terhadap ilmu jangan sampai kesalehan dan ilmu seorang berusaha ikhlas kepada Allah Azza wa Jalla dan jika dia dihormati , makai kutu anugerah dari Allah Azza wa Jalla dan bahkan itu ujian agar dia jangan sampai dia dan mempertahankan. Penyakit yang samarDiantara orang yang zuhud ini dia disuruh memakai pakaian yang lembut maka dia tidak mau, agar kedudukannya tidak rendah jangan sampai orang memandang tidak zuhud. Dan dia berusaha tidak tersenyum dan tidak tertawa dan tidak makan di hadapan orang agar dia disegani. Dan iblis memberikan kesan seperti ini agar dia memperbaiki masyarakat. Maka ini ada sesungguhnya adalah riya', supaya dihormati dan supaya diagungkan di kalangan masyarakat. Dulu para Salaf menghindari dikerumuni oleh orang lain. Dengan terkenal itu bisa membolak-balikkan hati seseorang dengan penghormatan dikenal orang itu membuat orang menjadi ujub dan melupakan teman-teman lamanya. Maka misalnya ada orang yang sejak dahulu dia akhlaknya tetap dan ketika dia miskin dan kaya raya di akhlaknya tetap maka inilah hebat. Diantaranya ini dicontohkan dengan Nabi Yusuf Alaihissalam, Nabi Yusuf Alaihissalam ketika dalam penjara dua orang datang kepada Nabi Yusuf, Mereka ingin meminta takwil kepada Nabi Yusuf dan mereka menganggap Nabi Yusuf adalah orang yang baik. Berjalan dengan zaman Nabi Yusuf menafsirkan mimpi seorang raja ternyata benar mimpi Raja sesuai dengan takwil Nabi Yusuf. Dan setelah 10 tahun Nabi Yusuf, datanglah kakak-kakaknya bertahanlah Benyamin pada musim paceklik. Mereka berkata kepada Yusuf wahai sang pembesar, sesungguhnya Benyamin itu punya seorang ayah yang sudah tua sesungguhnya bapaknya, sangat sayang kepadanya, sesungguhnya kami melihat seorang yang baik. Syaikh Abdul Razzaq mengomentari ayat ini, lihatlah Lihatlah Yusuf ketika dipenjara terlihat seperti orang baik dan ketika menjadi pejabat juga orang melihat dia sebagai orang baik. Tidak berubah kondisinya sebagai orang yang Muhsinin. Tidak seperti sebagian orang berubah hatinya ketika menjadi orang kaya baru. Saat miskin hatinya tawadhu ketika menjadi orang kaya baru sudah lupa dengan teman-temannya yang lama. Diantara samar riyaSengaja memakai baju yang sobek-sobek tidak dijahit sengaja memakai sorban, tidak menyisir jenggot nya dan sengaja rambutnya tidak disisir. Supaya dia diketahui nyaman dengan dunia yang sedikit. Ini di antara pintu-pintu Riya'. Kalau seandainya tulus maka dia akan menyisir jenggot nya. Ketahuilah bahwa ini bukan Jalan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dulu menyisir jenggot dan rambutnya, Rasulullah bercermin untuk merapikan rambutnya. Ibunda Aisyah sering menyisir rambut Nabi.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
S
Sortha Nauli

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis Iblis 10 Terhadap Orang Orang Zuhud

TALBIS IBLIS #10 : TALBIS IBLIS DARI AHLI ZUHUD Ustadz DR. Firanda Andirja M.ABeliau Ibnul Jauzi berkata, makna hakiki dari ahli zuhud, diantara talbis iblis thd ahli zuhud adalah qonaah terhadap perkara perkara yg rendah namun hanya berupa makanan pakaian itu saja. Maka mereka menerima tipuan iblis tersebut. Sementara mereka tdk zuhud thd kekuasaan, jabatan, hati mereka cenderung ingin kekuasaan dan mereka ingin mendapatkan kepemimpinan. Mereka bangga kalau di datangi oleh para pembesar. Dan mereka memuliakan org2 kaya, tidak memuliakan org2 miskin. Dan para ahli zuhud ini pura2 zuhud bila di hadapan para masyarakat seakan2 mereka baru keluar dari musyahada. Sementara mereka sangat senang bila org2 bolak balik kerumah mereka,mencium tangan mereka,tujuan mereka adalah ibadah. Dan iblis timpakan kepada mereka riya tersembunyi. Adapun riya dzahir bukan talbis iblis krn jelas. Ibrahim bin adham mengambil pelajaran bahwasanya diantara riya adl seorang mencari kedudukan,pengakuan dari masyarakat. Kemudian zuhud dalam rangka supaya semua kebutuhannya terpenuhi.Diantara contoh orang ahli zuhud, ada yg zuhud secara dzahir maupun bathin. Tapi dia tau kl dia zuhud,org2 akan membicarakannya, maka akan mudah baginya untuk bersabar tuk zuhud tuk dipuji.Dianatara orang yg belajarr zuhud, yaitu seorang yang bekalnya dia hanya di mesjid saja,atau dia menyendiri di gunung, dia merasa senang ketika org2 mengetahui kebiasaan nya. Terkadang dia ketika di tanya ttg kebiasaan nya dia menjawab dia senang berada di mesjid krn takut akan kemungkaran, padahal dia sengaja bersendirian ada tujuan2 yg buruk yaitu dia sombong, merendahkan org lain, atau dia ingin org lain melayani nya. Jadi dia ingin terpuji dan dihormati dg kesendiriannya. Dan inilah riya. Bahkan seorang Rasulullah shalallahu alaihiwasalam, beliau pergi ke pasar sendiri, mengangkat belanjaan nya sendiri. Abu bakar ketika berjualan, ia memikul kain jualanan nya sendiri, ia berinteraksi dg masyarakat. Fasal Penyakit yang samar. Diantara mereka kalau di suruh memakai pakaian yg lembut ia tidak mau agar kedudukannya tidak rendah. Dia berusaha tidak tersenyum, Iblis mengesan kan kepada nya dg cara seperti ini untuk memperbaiki masyarakat. Maka ini adalah riya. Ia melakukan ini spy menjaga kedudukan nya di tengah masyarakat, dianggap zuhud. Dahulu para salaf menolak sebab yg membuat mereka di perhatikan. Dan mereka kabur dari tempat yg orang2 mengerubungi nya. Dengan terkenal bisa merubah hati seseorang.Diantaranya samarnya riya, ada yang memakai baju yg sobek2 tidak dijahit, kemudian memakai sorban nya tdk di perbaiki, dia tdk sisir janggutnya spy diketahui kalau dunia nya sedikit. Dan ini adalah pintu2 riya. Dan ini bukan contoh dari Rasulullah shalallahu alaihiwasalam yg menyisir janggutnya, menyisir rambutnya.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
F
Fatimah Azzahrah

📍 Kabupaten Banggai

Talbis iblis terhadap ahli zuhud

Ustadz Dr. Firanda Andirja, lc. M. ATALBIS IBLIS#10Talbis iblis terhadap ahli zuhud‌Ma'na yang hakiki tentang zuhudDiantara talbis iblis yang di lancarkan oleh iblis kepada ahli zuhud, iblis menggambarkan kepada mereka zuhud adalah perkara yang rendah namun hanya berupa makanan dan pakaian, mereka menerima tipuan iblis tersebut. Sementara mereka tdk zuhud terhadap kekuasaan, kepemimpinan dan jabatan. Hati merek cenderung ingin kekuasaan, dan mereka ingin mendapatkan kedudukan. Dan mereka menanti² di datangi oleh para pembesar, juga mereka memuliakan orang² kaya tdk memuliakan orang² miskin, mereka pura² khusyu' ketika bertemu dengan masyarakat. Terkadang sebagian mereka ketika diberi harta di tolok, sementara mereka sangat senang dengan orang² yang selalu datang kerumah mereka, karena tujuan daripada dunia adalah kedudukan. Dan kebanyakan yang iblis timpakan kepada ahli ibadah dan ahli zuhud adalah riya yang tersembunyi. Adapaun riya' yang kelihatan bukan termasuk dari talbis iblis. Ketika seseorang beramal sholeh tdk mencari wajah Allah maka tdk di terima. Malik bin dinar berkata "katakanlah kepada orang yang tdk tulus dalam beramal sholeh, jangan kau latihan dirimu".Ibrahim bin Adham mengambil pelajaran dari seorang pendeta bahwasanya diantara riya adalah seseorang mencari kedudukan, pengakuan, dan penghormatan.Allah berfirman "Siapa yang beramal sholeh untuk mencari kehidupan dunia dan perhiasannya, kami akan berikan, tetapi mereka tdk akan mendapatkan apa di akhirat kecuali neraka Jahannam".Allah berfirman "Inilah akhirat (syurga) kami jadikan kepada orang² yang tdk menginginka ketinggian di atas muka bumi".Orang² sholeh terdahulu menutupi amal sholeh mereka karena takut terjerumus dengan riya' bahkan mereka membungkusi amal sholeh mereka dengan amal sholeh tersebut.Wahab bin munabbih berkata "Ada seorang sholeh paling mulia di zamannya, orang² mendatanginya dan dia pun memberi nasihat kepada orang² yang mendatanginya, suatu hari mereka kumpul di rumahnya, maka dia memberikan nasihat yang menakjubkan "Kita semua telah keluar dari dunia, dan kita bahkan meninggalkan keluarga dan harta karena kita takut berlebih²han. Saya khawatir sikap kita ini ternyata jga terjerumus dalam suatu kondisi yang juga melampaui batas, bahkan kita terjatuh pada kondisi yang melampaui batas lebih daripada yang menimpa para pemilik harta ketika mereka melampaui batas dalam harta mereka. Aku melihat diantara kita senang kalau keperluannya di penuhi karena ke sholehannya, ketika beli sesuatu barang maka di murahkan, karena dia orang sholeh. Dia senang ketika bertemu dengan orang lain di agungkan krn agamanya. Diantara ahli zuhud ada yang zuhud secara nampak dan  tersembunyi."Akan mudah baginya sabar untuk zuhud karena dipuji".Daud bin Abi hind berpuasa selama 20 tahun istrinya tidak tahu selama 20 ia tdk puasa. Agar istrinya tdk mengetahui dia berpuasa, dia mengambil sarapan paginya kemudian pergi ke pasar dan ia sedekahkan sarapanya di jalan ketika bertemu dengan orang. Maka orang² menyangka ia sudah sarapan di rumah dan istrinya menyangka ia membawa makanan untuk makan di pasar. Diantara orang yang sok zuhud adalah orang yang di mesjid sendiri tdk keluar², ketika di tnya dia jawab klw keluar takut melihat kemungkaran², padahal dia sengaja bersendirian ada tujuan² yang buruk, dia sombong, merendahkan orang lain, khawatir orang² kurang melayaninya, menjaga kedudukannya, ingin terpuji, ingin di datangi, bangga ketika para pemimpin datang ke rumahnya, senang ketika orang² berkumpul di rumahnya, dan senang mencium tangannya, sehingga dia tdk ingin berinteraksi dengan orang² sampai dia tdk mendatangi orang² sakit, tdk menghadiri jenazah, dan temanya² memberi udzur atasnya. Rasulullah bersabda "Tidak masuk surga seorang hamba yang hatinya ada kesombongan meskipun seringan zarrah". ‌penyakit yang samarDiantara orang² zuhud ketika di suruh untuk memakai pakaian yang lembut maka dia tdk mau, agar kedudukannya tdk rendah. Meskipun ruhnya keluar dia tdk mau makan di lihat orang, dan dia berusaha tdk ketawa di depan masyarakat untuk menjaga giginya agar tetap di segani. Dan iblis memberi kesan kepadanya dengan cara seperti ini untuk memperbaiki masyarakat. Maka ini adalah riya'. Dahulu para salaf berusaha menolak segala sebab yang menjadikan mereka di perhatikan, dan mereka kabur dari tempat² yang semua orang datang mengejar mereka. "Dengan terkenak hati bisa berubah"‌diantara samarya riyaDiantara ahli zuhud ada yang memakai baju yang robek², tdk di jahit, dan sengaja sorbanya tdk di perbaiki, dan tdk menyisir jenggotnya, supaya diketahui bahwasanya dia merasa nyaman dengan dunia yang sedikit, inilah pintu² riya.Rasulullah adalah orang yang paling sibuk dengan akhiratnya, tetapi Sesibuk-sibuknya nabi dengan akhirat nabi tetap menjaga penampilannya. Dan Abu Bakar dan Umar jga mereka mewarnai jenggotnya, dan mereka berdua adalah sahabat yang paling takut kepada Allah, dan yang paling zuhud.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
E
Elsa Ulfah Hakim

📍 Luar Indonesia

Talbis Iblis 10: Talbis Iblis Terhadap Ahli Zuhud

Talbis Iblis 10: Talbis Iblis Terhadap Ahli ZuhudDr. Firanda AndirjaDi antara talbis iblis terhadap ahli zuhud adalah iblis menggambarkan kepada mereka bahwa zuhud adalah qanaah terhadap perkara-perkara yang rendah, namun hanya berupa makanan dan pakaian. Maka mereka menerima tipuan iblis tersebut, sementara mereka tidak zuhud terhadap kekuasaan, kepemimpinan, dan jabatan. Hati mereka cenderung kepada kekuasaan dan mereka ingin mendapat kedudukan. Mereka memuliakan orang-orang kaya dan tidak memuliakan orang-orang miskin. Para ahli zuhud ini pura-pura khusyu ketika bertemu dengan masyarakat. Terkadang mereka menolak harta agar tidak dikatakan orang yang baru belajar zuhud. Tujuan dunia bagi mereka adalah untuk mendapatkan kedudukan dan kebanyakan yang iblis timpakan kepada ahli ibadah dan ahli zuhud adalah riya yang tersembunyi.Ibnu Taimiyah menamakan cinta, rakus, ingin diakui, dihormati, dicium tangannya dengan syahwatun khofiyah (syahwat yang tersembunyi).Malik bin Dinar berkata “katakanlah kepada orang yang tidak tulus dalam beramal sholeh, “janganlah kau meletihkan dirimu””.Ketauhilah bahwasannya seorang mukmin tentu tidak menginginkan dengan amalnya  kecuali wajah Allah. Akan tetapi masuk kedalamnya riya yang samar, maka kemudian perkara menjadi rancu dan selamat dalam hal ini akan berat.Yusuf bin Asbath berkata “Hendaknya kalian belajar tentang amal yang benar dari amal yang salah. Sesungguhnya aku telah belajar bagaimana amal yang benar selama 22 tahun”. Maksudnya beliau menjelaskan bahwa untuk bisa beramal dengan benar itu tidak mudah dan butuh perjuangan.Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:مَنْ كَا نَ  يُرِ يْدُ  الْحَيٰوةَ  الدُّنْيَا  وَ  زِ يْنَتَهَا  نُوَفِّ  اِلَيْهِمْ  اَعْمَا لَهُمْ  فِيْهَا  وَهُمْ  فِيْهَا  لَا  يُبْخَسُوْنَ"Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan."(QS. Hud 11: Ayat 15)Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:اُولٰٓئِكَ  الَّذِيْنَ  لَـيْسَ  لَهُمْ  فِى  الْاٰ خِرَةِ  اِلَّا  النَّا رُ  ۖ وَحَبِطَ  مَا  صَنَعُوْا  فِيْهَا  وَبٰطِلٌ  مَّا  كَا نُوْا  يَعْمَلُوْنَ"Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan."(QS. Hud 11: Ayat 16)Ibnu Jauzi berkata bahwa karena takut dengan riya, orang-orang terdahulu menutupi/menyembunyikan amal sholeh mereka karena khawatir terjerumus dengan riya. Bahkan mereka membungkusi amal sholeh mereka dengan lawan dari amal sholeh tersebut. Seperti Ibnu Sirin, pada siang hari ia tertawa dan pergi kesana kemari tidak menampakkan kesholehannya namun pada malam hari ia menangis (bermunajat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala).Justru orang-orang sholeh itu tidak ingin diagungkan dan dihormati. Mereka tidak menikmati apabila orang-orang mengagungkannya.Ibnu Jauzi mengatakan agar tidak menjadi bahan pembicaraan orang-orang maka tidak perlu kau tampakkan zuhud mu dihadapan orang lain. Jika sudah ternampakkan maka kau bisa cari cara untuk menyembunyikannya.Daud ibn Abi Hind berpuasa sunnah selama 20 tahun, istrinya tidak mengetahui suaminya berpuasa selama 20 tahun. Bagaimana caranya istrinya tidak tahu? Beliau mengambil sarapan paginya kemudian ia pergi ke pasar dan menyedekahkan sarapan paginya kepada orang lain. Maka orang-orang di pasar menyangka ia sudah sarapan di rumahnya dan istrinya menyangka ia membawa makanannya dan memakannya di pasar. Ia menyembunyikan ibadah puasa dari istrinya selama 20 tahun.Ada seseorang yang tidak mau menampakkan dirinya karena takut kedudukannya menjadi rendah karena berjalan di tengah-tengah orang.Abdullah bin salam berjalan dan memikul seikat kayu, lalu orang-orang berkata “apa yang membuat engkau memikul kayu bakar di atas kepalamu sementara Allah telah memberikan kecukupan kepadamu”. Lalu ia pun menjawab “aku ingin menolak kesombongan dari diriku”.Rasulullah bersabda “tidak masuk surga seorang hamba yang dalam hatinya ada kesombongan meskipun seringan dzarroh”.Hal ini menunjukkan tentang kewaspadaan ketika seseorang memiliki kesholehan atau ilmu yang tinggi atau berkecimpung ke dalam dakwah, jangan sampai kesholehannya atau dakwahnya atau zuhudnya atau ketaatanya hanya untuk mencari pengakuan manusia. Jika pengakuan manusia menjadi tujuannya maka itulah riya yang membuat amalannya bisa tergugur kata Ibnu Jauzi rahimahullah. Seseorang harus ikhlas berniat karena Allah ta’ala. Jika ia dihormati oleh orang lain, itu adalah anugerah dari Allah subhanahu wa ta’ala bahkan itu termasuk ujian agar ia tetap menjaga keikhlasannya.Adapun jika mencari itu semua maka ingat firman Allah subhanahu wa ta’ala.Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:تِلْكَ  الدَّا رُ  الْاٰ خِرَةُ  نَجْعَلُهَا  لِلَّذِيْنَ  لَا  يُرِ يْدُوْنَ  عُلُوًّا  فِى  الْاَ رْضِ  وَلَا  فَسَا دًا  ۗ وَا لْعَا قِبَةُ  لِلْمُتَّقِيْنَ"Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa."(QS. Al-Qasas 28: Ayat 83)Orang yang rendah hati itulah yang masuk ke dalam surga adapun orang yang ingin tenar, terkenal, dihormati, ini semua tidak pantas bagi surga Allah Subhanahu wa ta’ala.Di antara orang-orang zuhud jika diminta untuk menggunakan pakaian yang lembut maka ia tidak mau. Agar kedudukannya tidak rendah, ia ingin tetap dikatakan zuhud dan meskipun ruhnya keluar, ia tetap tidak mau makan. Ia berusaha tidak tersenyum dan tertawa di depan masyarakat untuk tetap disegani. Iblis memberi kesan kepadanya dengan cara seperti ini  untuk memperbaiki masyarakat. Maka sikap demikian sesungguhnya adalah riya karena ingin dipuji, dianggap orang zuhud untuk menjaga kedudukannya dikalangan masyarakat.Dahulu para salaf, mereka berusaha menolak segala sebab yang menjadikan mereka diperhatikan dan mereka kabur dari tempat yang semua orang datang kepada mereka.Yusuf bin Asbath berkata “Aku keluar dari Manbij (kota di negeri Syam) dengan berjalan kaki dan sampai aku datang di kota Al Mashishah dan aku mengangkat tempat airku di atas leherku, tiba-tiba ada seseorang berdiri dari tokonya dan mengucapkan kepadaku dan satu lagi datang  mengucapkan salam kepadaku dan aku pun meletakkan tempat airku kemudian aku masuk masjid dan melakukan sholat 2 rakaat dan semua orang melihatku. Tiba-tiba ada seseorang yang muncul dihadapanku lalu aku berkata di dalam diriku “berapa lama hatiku bisa bertahan seperti ini?”. Maka aku segera ambil tempat airku dengan rasa letih aku kembali ke kota Manbij. Ternyata aku tidak bisa kembali ke kondisi hatiku yang dulu bertahn-tahun”. Maksudnya penghormatan dari orang-orang tersebut membuat hatinya berubah.Hati itu bisa berubah. Ketika seseorang terkenal hatinya bisa berubah, ia lupa dengan kawan-kawannya,  ia lupa kondisi dulunya, ia menjadi sombong, angkuh, merasa sok sibuk, merasa dikenal orang, dihormati orang, hati bisa berubah.Di antara ahli zuhud ada yang menggunakan pakaian yang robek-robek dan ia tidak menjahitnya, ia tidak menyisir jenggotnya, supaya diketahui bahwa ia nyaman dengan dunianya yang sedikit. Ini di antara pintu-pintu riya. Jika seandainya ia tulus dimana ia berpaling dari tujuan yang buruk seharusnya ia menyisir jenggotnya dan merapihkan pakaiannya sebisanya.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
F
Fitri Febriyanti

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis iblis terhadap ahli zuhud

Talbis Iblis Terhadap ahli ZuhudIbnu jauzi berkata "makna hakiki ttg zuhud" diantara talbis iblis yang dilancarkan kepada ahli zuhud : • Qanaah terhadap perkara rendah seperti makanan dan pakaian mereka menerima tiouan iblis tersebut sementara mereka tidak zuhud terhadap kekuaaaan, kepemimpinan dan mereka ingin mendapat kedudukan. Mereka bangga kalau diziarahi para pembesar atau pejabat. Mereka memuliakan orang kayak tapi tidak memuliakan orang miskin. Pura pura khusyuk terhadal kezuhudannya padahal tidak. Dan bahkan terkadang kalau diberi harta mereka tolak agar tidak disangka baru belajar zuhud. Sementara mereka sangat sennag, sangat bangga pada orang orang yg selalu bolak balik kerumah mereka, mencium tangan mereka karena tujuan mereka adalah dunia. Kebanyakan yg iblis timpakan ialah riya yang tersembunyi. Seperti menampakan tubuh yang kurus, wajah yg pucat, hidup yang susah, rambut yg kusut, suara pelan seolah olah khusyuk. Kalau riya yang tampak adalah riya yang sudah jelas. Yang dimaksudkan oleh oleh ibnu jauzi adalah riya yang samar. Yang dimaksud ibnu jauzi ialah ada sebagain orang yg dia zuhud, penampilannya zuhud, tapi dia ingin diakui, pengin dicium tangan nya, diakui, dibangga banggakan, dihormati. Ini termasuk tablis iblis terhadap orang yang Zuhud. Beliau berkata adapun riya dengan pakaian compang camping adalah riya yang tampak bukan ini yang dibahas. Hingga ibnu jauzi mengatakan bahwa riya yang samar ini adalah bersyahwat dengan kedudukannya. Kapan orang tidak mencari wajah Allah maka amalnya tidak akan diterima. Kata ibnu dinar "ngapain kau letihkan dirimu untun bersikap zuhud jika bukan karena Allah." Ketahuilah bahwa seorang mu'min tidak akan bernilai amalnya jika bukan karena mengharap wajah Allah. Yusuf bin asbab berkata "sesungguhnya kalian belajar beramal yang benar dari beramal yang salah, sesungguhnya aku sudah belajar beramal yang benar itu selama 22 tahun." Ibrahim bin hadam berkata "sesungguhnya aku belajar ma'rifah kepada Allah" Allah berfirman : Siapa yang beramal soleh untuk mencari perhiasan dunia kami akan berikan, tapi mereka ini amal mereka gugur dan mereka tidak akan mendapatkan apa apa di akhirat selain neraka jahannam (QS Hud ayat 15-16). Kata Allah inilah akhirat syurga kami jadikan bagi orang orang yg tidak menghendaki ketinggian diatas muka bumi (QS Al Qasas ayat 83). Karena takut dengan riya para salaf terdahulu menyembunyikan amal saleh mereka agar terhindar dari riya. Terkadang mereka berbuat beketerbalikkan dengan amal saleh agar terhindar dari riya. Seperti ibnu sirin di siang hari dia tertawa tapi dimalam hari dia menangis saat beribadah kepada Allah. Perkataan seorang sholeh yang tidak ingin dikenal didunia berkata "Aku melihat salah seorang dari kita senang keperluannya dipenuhi gara gara kesolehannya." Dia senang orang mengagungkannya karena agamanya. Contoh orang yang belajar zuhud : • Dia yang

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
N
Noorhayati

📍 Kabupaten Bogor

Ringkasan Talbis iblis-10 Ustadz firanda adirja

Talbis iblis -10Talbis iblis dari ahli zuhud Ustadz Dr. firanda adirja. MAKarya ibnu jauzy #Makna yang hakiki tentang zuhud -iblis menggambarkan zuhud dengan pakaian, makanan, namun hati nya ingin di akui, ingin di kunjungi para pembesar dan mereka memuliakan orang orang kaya dan menghinakan orang miskin -‎kadang mereka menolak harta -‎mereka sangat bangga dengan orang orang (pejabat) yang bolak balik datang kerumah mereka -‎talbis iblis ini riya yang samar (khopiy) -‎riya yang samar perkara jadi rancu -‎ternyata mereka beramal akhirat tapi ingin mendapat kan dunia-‎diantara riya adalah mencari kedudukan (dihormati) masyarakat Orang orang sholeh dahulu mereka menyembunyikan amalan nya karena takut riyaorang orang sholeh tidak suka di puji, tidak suka di agungkan,tidak suka di sanjung sanjung.Ada zuhud secara dzohir dan bathin (nampak dan tersembunyi), -tidak masuk surga orang yang ada sedikit kesombongan di dalam hatinya (dirinya)#penyakit yang samar -Diantara orang zuhud ini,ketika di suruh pakai pakaian yang lembut dia tidak mau pakai karena takut zuhud nya hilang ,supaya dia dikatakan orang zuhudDulu para salaf mereka tidak suka di kerumunin,tidak suka di agungkanPenghormatan bisa merubah hati seseorang-Diantara ahli zuhud ada yang memakai baju yang robek robek sebagai bentuk rasa zuhud nya Zuhud itu bukan compang camping

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis Iblis #10: Talbis Iblis Dari Ahli Zuhud - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A

Hakikat utama dari zuhud (ketidakikatan pada hal duniawi), pentingnya menjaga kemurnian niat, serta peringatan terhadap bahaya riya' (sifat pamer) dan kesombongan yang sering kali tidak disadari.Kesalahpahaman Konsep Zuhud Terdapat kekeliruan fundamental yang sering dipicu oleh talbis iblis dalam memaknai zuhud. Ada yang membatasi pemahaman zuhud sekadar pada aspek materiil (seperti makanan dan pakaian lusuh), namun gagal melepaskan diri dari keterikatan pada status sosial, jabatan, kekuasaan, dan ambisi untuk dihormati.Ancaman Riya' yang TersembunyiAncaman terbesar bagi para ahli ibadah dan ahli zuhud adalah riya' yang tersembunyi. Hal ini sering bermanifestasi dalam bentuk perilaku khusyuk secara artifisial di ranah publik, namun mengabaikan penghormatan terhadap kaum miskin. Segala bentuk amal saleh yang tidak dilandasi niat murni karena Allah akan tertolak. Oleh sebab itu, para ulama terdahulu menerapkan prinsip kerahasiaan dalam beramal guna menjaga keikhlasan.Ujian Popularitas dan Kesombongan Kesombongan, sekecil apa pun bentuknya, merupakan larangan mutlak dalam Islam. Penghormatan dan popularitas dari masyarakat sejatinya merupakan anugerah sekaligus ujian berat dari Allah. Popularitas memiliki potensi destruktif yang dapat mengubah sifat tawadhu (rendah hati) seseorang menjadi sombong dan melupakan lingkungannya.Korelasi Zuhud dan Penampilan FisikMenampilkan citra zuhud dengan sengaja mengenakan pakaian lusuh atau berpenampilan tidak terawat merupakan sebuah kekeliruan. Rasulullah, merupakan manusia yang paling zuhud, memberikan keteladanan yang seimbang dengan senantiasa menjaga kebersihan, kerapian, dan menggunakan wewangian.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI12 Juni 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Halaqah 55 | Status Orang yang Menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah Ucapan Manusia

Kitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.Aالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهMasih tentang keyakinan ahlussunnah di dalam masalah Alquran,Beliau mengatakan rahimahullāh,فَمَنْ سَمِعَهُ فَزَعَمَ أَنَّهُ كَلامُ الْبَشَرِ فَقَدْ كَفَرَBarangsiapa yang mendengarnya yaitu mendengar Al-Qur’an dibacakan oleh orang lain, atau dia membacanya,فَزَعَمَ أَنَّهُ كَلامُ الْبَشَرِKemudian dia meyakini bahwasanya ini adalah ucapan manusia/ini adalah makhluk,فَقَدْ كَفَرَMaka sungguh dia telah kufur,Orang yang mengatakan bahwasanya atau mendengar Al-Qur’an dan meyakini bahwasanya itu adalah ucapan manusia, apa hukumnya?Sungguh dia telah kufur mengatakan ini adalah ucapan Nabi Muhammad atau ini ucapan Jibril bukan ucapan Allāh maka dia telah kufur, barangsiapa yang mendengar Al-Qur’an kemudian meyakini itu adalah ucapan manusia maka dia telah keluar dari agama Islam.Demikian pula orang yang meyakini bahwasanya Al-Qur’an adalah makhluk, dia mungkin tidak mengatakan bahwasanya Al-Qur’an adalah ucapan manusia, Mua’tazilah tidak mengatakan Al-Qur’an adalah ucapan manusia tapi dia mengatakan Al-Qur’an adalah makhluk Allāh subhanahu wa ta’ala yang menciptakan, sama hukumnya, dia telah keluar dari agama Islam dan ini ada ucapan² yang shorih dari para salaf yang mengatakan barangsiapa yang mengatakan bahwasanya Al-Qur’an adalah makhluk maka dia telah keluar dari agama Islam, ini takfir secara mutlak barangsiapa yang mengatakan demikian maka dia telah keluar dari agama Islam adapun takfir secara muayyan maka ini babnya lain harus ada sempurnanya syarat dan juga hilangnya penghalang.Al Imam Ahmad bin Hambal meskipun beliau mungkin dipaksa di penjara untuk mengatakan Al-Qur’an adalah makhluk tapi beliau tidak mengkafirkan tidak serta merta mengkafirkan para penguasa atau orang lain yang saat itu mereka diliputi oleh subhat orang² Mua’tazilah, karena beliau tau bahwasanya belum tentu orang yang mengucapkan ucapan demikian kemudian dia memahami, mungkin dia dalam keadaan bodoh, mungkin terpaksa/takutفمن سمعه فزعم أنه كلام البشر فقد كفرIni menunjukkan bahayanya ucapanوَقَدْ ذَمَّهُ اللهُ تعالى وَعَابَهُ وَأَوْعَدَهُ بِسَقَرَ حَيْثُ قَالَ تَعَالىَ:وَعَابَهُوَأَوْعَدَهُ بِسَقَرَAllāh subhanahu wa ta’ala telah mencela orang yang mengatakan bahwasanya Al-Qur’an adalah kalamubasyar hu disini kembali kepadaفمن سمعهKembali kepada orang yang mendengar kemudian mengatakan bahwasanya Al-Qur’an adalah kalamu albasyar, Allāh mencelanya,وَعَابَهُKemudian Allāh mencelanya, hampir sama maknanya,وَأَوْعَدَهُBahkan Allāh subhanahu wa ta’ala mengancamnya dengan azab bukan Allāh cela saja tapi tapi Allāh ancam dengan azab, dan ancaman menunjukan bahwasanya ucapan itu ucapan yang dibenci oleh Allāh atau ucapan yang keliru fatal kekeliruannya dia mengatakan bahwasanya Al-Qur’an adalah Kalamu Al Basyar,حَيْثُ قَالَ تَعَالىَ: سَأُصْلِيهِ سَقَرَAllāh subhanahu wa ta’ala mengatakan Aku akan memasukkan dia ke dalam jahanam.Ini disebutkan oleh Allāh dalam Surat Al Mudatsir Kisah dari Al-Walid bin al-Mughirah al-Makhzumi termasuk Orang Quraisy ketika dia mendengar Al-Qur’an (dia orang yang faham) Al Walid mengatakan bahwasanya ini bukan syair (dia sudah banyak mendengar syair) dan ini bukan sihir juga / ini bukan mantra dari para dukun, apa yang dia sebutkan adalah pujian terhadap apa yang dibawakan oleh Nabi ﷺ, dia justru malah memuji apa yang dibaca oleh Nabi ﷺ maka dicela oleh kaumnya, sampai akhirnya dia dengan lisannya mengatakanإِنْ هَٰذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ[QS Al Mudatsir 25]Sebelumnya Allah mengatakan,إِنَّهُ فَكَّرَ وَقَدَّرَ (١٨)Sesungguhnya dia memikirkan,فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ (١٩)Maka terlaknat dia,Bagaimana dia memikirkan/setelah dicela oleh kaumnya sendiri,ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ (٢٠)ثُمَّ نَظَرَ (٢١)ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ (٢٢)ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ (٢٣)فَقَالَ إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ (٢٤)إِنْ هَذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ (٢٥)Sampai akhirnya dia mengatakan bahwasanya ini adalah sihir & ini adalah ucapan manusia, ini adalah ucapan Muhammad, padahal hatinya berbeda dengan apa yang dia ucapkanوَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ …[QS An Naml 14]Apa kata Allāh ﷻ setelahnya, ketika menyebutkan tentang ucapan Walidاِنۡ هٰذَاۤ اِلَّا قَوۡلُ الۡبَشَرِؕTidaklah ini adalah ucapan manusia,Allāh mengatakan,سَأُصۡلِيهِ سَقَرَAku akan memasukan dia (Walid) kedalam Saqor/kedalam Nerakaوَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا سَقَرُؕلَا تُبۡقِىۡ وَ لَا تَذَرُ‌ۚTahukah kamu apa itu Saqor?Ini adalah sesuatu azab yang tidak akan menyisakan dan tidak akan meninggalkan, akan dihabisi/dihancurkan oleh Naar.Berarti disini ada ancaman bagi orang yang mengatakan bahwasanya Al-Qur’an adalah ucapan manusia. Ancaman menunjukkan bahwasanya ucapan itu adalah ucapan yang batil itu bukan Qoulubasyar, keyakinan bahwasanya itu ucapan Muhammad adalah ucapan yang batil orang yang mengatakannya berhak mendapatkan azab tersebutعلمنا فلما أوعد الله سقر لمن قال {إِنْ هَذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشرKetika Allāh subhanahu wa ta’ala mengancam orang yang mengatakan ucapan tadi yaitu mengatakanاِنۡ هٰذَاۤ اِلَّا قَوۡلُ الۡبَشَرِؕDiancam dengan Saqor maka kita mengetahuiBahwasanya Al-Qur’an ini ucapan yang menciptakan manusia.Kalau itu bukan ucapan manusia berarti itu adalah ucapan yang menciptakan manusia yaitu Allāh Kalamullah,ولا يشبه قول البشرDan bahwasanya berarti Kalamullah ini tidak serupa dengan ucapan manusia,لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُOrang yang memahami bahasa Arab tahu ini bukan ucapan manusia, meraka sudah tahu ribuan syair, syair dari berbagai Qobilah mereka ketika mereka mendengar Al-Qur’an mereka mengetahui bahwa ini bukan ucapan manusia, Al-Qur’an dengan bahasa mereka dengan huruf² mereka tahu tapi mereka tahu ini bukan ucapan syair/ini bukan ucapan manusia, bahkan orang² yang belum mengenal bahasa Arab sekalipun (orang² kufur ketika mereka disuruh mendengarkan Al-Qur’an) mereka merasa ini bukan sembarang ucapan.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
E
Ela septiana yusira

📍 Kota Tangerang

Talbis Iblis dari Ahli Zuhud

Di antara talbis iblis yang dilancarkan oleh iblis kepada ahli zuhud, iblis menggambarkan kepada mereka yang namanya zuhud adalah qanaah terhadap perkara-perkara yang rendah, namun hanya berupa makanan, pakaian, itu saja. Maka mereka menerima tipuan iblis tersebut, sementara mereka zuhud terhadap kekuasaan, terhadap jabatan, hati mereka cenderung ingin kekuasaan, ingin kepemimpinan (thalabil jah), dan mereka ingin mendapatkan kedudukan. Jadi ada sebagian orang zuhud, kata Ibnu Jauzi, zuhudnya benar pakaiannya zuhud, makanannya zuhud, tapi hatinya pengin diakui, pengin dihormati, pengin diagungkan, pengin meraih kekuasaan maka itu riya.Kapan seorang beramal shaleh tidak mencari wajah Allah, maka tidak diterima. Berkata Malik bin Dinar," katakanlah kepada orang yang tidak tulus dalam beramal shaleh: jangan kau letihkan dirimu. Sampaikan kepada mereka kata Malik bin Dinar, tidak usah keletihan dirimu kalau kau tidak tulus. Ketahuilah bahwasanya seorang mukmin tentu tidak menginginkan dengan amalnya kecuali wajah Allah.Dan disebutkan dalam satu hadits yang sampai kepada Yusuf bin Asbad, beliau berkata kepadaku, beliau berkata, "Belajarlah tentang amal yang benar dari amal yang salah. Sesungguhnya aku telah belajar bagaimana beramal yang benar selama 22 tahun." Artinya, dia ingin menjelaskan untuk bisa beramal yang benar itu tidak mudah, perlu perjuangan. Ibnu Jauzi berbicara tentang daqa'iqul ikhlas, tentang ikhlas yang benar-benar detail. Demikian juga beliau membahas tentang daqa'iqur riya, riya yang benar-benar sangat detail, yang khofayatur riya, riya-riya yang samar, yang terkadang seorang tidak sadar ternyata itu bagian daripada, daripada riya yang menunjukkan ketidakikhlasan. Untuk bisa bersih dari ini semua, Yusuf bin Asbad mengatakan, "Aku belajar amal yang benar selama 22 tahun."Allah berfirman, kata Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Siapa yang beramal untuk mencari kehidupan dunia dan perhiasannya, kami akan berikan tapi mereka ini amal mereka gugur dan mereka tidak akan mendapatkan apa-apa di akhirat kecuali neraka, neraka jahanam." "Itulah akhirat kami jadikan kepada orang-orang yang menginginkan ketinggian di atas muka bumi," tidak ingin mencari penghormatan, tidak pengin supaya orang cium tangannya, tidak ingin supaya orang hormat sama dia, bukan itu tujuan dia beribadah. Siapa yang beribadah dengan niat seperti itu, maka dia tidak akan mendapatkan surga. Allah mengatakan, "Itulah surga kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menghendaki ketinggian di atas muka, muka bumi." Kita beragama, beribadah, beramal shaleh, berdakwah bukan mencari Ketinggian. Kalau Allah berikan, ya itu Allah berikan tapi jangan cari itu, jangan cari.Katanya Ibnu Jauzi mengomentari, karena takut dengan riya sampai orang-orang shaleh dahulu menutupi amal shaleh mereka, menyembunyikan amal shaleh mereka karena khawatir terjerumus dalam riya. Bahkan mereka kadang membungkusi amal shaleh mereka dengan lawan dari amal shaleh tersebut. Ibnu Sirin kalau di siang hari, dia tertawa ke sana kemari tidak menampakkan dirinya seperti orang zuhud, dia bisa aja, tapi di malam hari dia menangis, di malam hari dia menangis.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
T
Tendri Novita

📍 Kota Palu

Talbis Iblis 10

TALBIS IBLIS 10Talbis Iblis terhadap Ahli ZuhudPemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.Pengertian Talbis Iblis pada Ahli ZuhudTalbis Iblis terhadap ahli zuhud terjadi ketika seseorang tampak meninggalkan dunia secara lahiriah, namun hatinya masih terikat pada pujian, penghormatan, kedudukan, dan pengakuan manusia. Iblis menghiasi perbuatan tersebut sehingga dianggap sebagai bentuk kesalehan.⸻Poin-Poin Penting Kajian1. Zuhud yang DisalahpahamiBanyak orang mengira zuhud hanya berarti memakai pakaian sederhana, makan sedikit, atau hidup miskin. Padahal hakikat zuhud adalah tidak menjadikan dunia sebagai tujuan hati.Seseorang bisa tampak sederhana, tetapi hatinya sangat mencintai popularitas, pujian, dan penghormatan manusia.2. Bahaya Riya yang Samar (Khofiyah)Riya tidak selalu tampak jelas. Ada riya yang sangat halus, yaitu ketika seseorang menampilkan kesederhanaan agar dipandang sebagai orang saleh dan zuhud.Akibatnya:* Amal menjadi rusak.* Keikhlasan berkurang.* Pahala dapat hilang karena mencari penilaian manusia.3. Kisah Pendeta yang Beribadah 70 TahunIbrahim bin Adham menceritakan kisah seorang pendeta yang beribadah di kuil selama 70 tahun.Namun ternyata motivasi utamanya bukan karena Allah, melainkan karena ingin dihormati dan dikunjungi manusia. Kisah ini menunjukkan bahwa lamanya ibadah tidak menjamin diterimanya amal jika niat tidak ikhlas.4. Menjaga KeikhlasanPara salaf sangat berusaha menyembunyikan amal mereka agar terhindar dari riya.Di antara caranya:* Menutupi amal saleh dari manusia.* Tidak menceritakan ibadah tanpa kebutuhan.* Menjaga sikap biasa di hadapan orang lain.* Menghindari popularitas yang berlebihan.5. Menyembunyikan Ibadah SunnahSebagian salaf menyembunyikan amal mereka bahkan dari keluarga terdekat.Contohnya:* Daud bin Abi Hind berpuasa sunnah selama sekitar 20 tahun tanpa diketahui istrinya.* Mereka khawatir amal yang diketahui banyak orang akan mengurangi keikhlasan.6. Peringatan bagi Dai dan Ahli IbadahDakwah, ilmu, dan kezuhudan tidak boleh dijadikan sarana untuk mencari:* Popularitas* Kedudukan* Penghormatan manusia* Kekaguman orang lainAmal yang tidak dilakukan dengan ikhlas karena Allah tidak akan diterima.7. Zuhud Rasulullah ﷺ yang SebenarnyaRasulullah ﷺ dan para sahabat adalah teladan terbaik dalam zuhud.Ciri zuhud mereka:* Tidak berlebihan mencintai dunia.* Tidak mencari kemasyhuran.* Tetap menjaga kebersihan dan penampilan yang baik.* Tidak sengaja menampilkan kesan miskin atau susah agar dipuji manusia.* Menjalani hidup dengan penuh tawadhu dan keikhlasan.⸻Dalil PentingAllah Ta’ala berfirman:“Padahal mereka tidak diperintah kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”(QS. Al-Bayyinah: 5)Rasulullah ﷺ bersabda:“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niatnya.”(HR. Bukhari dan Muslim)⸻Hikmah dan Pelajaran✅ Hakikat zuhud adalah melepaskan hati dari kecintaan kepada dunia, bukan sekadar penampilan sederhana.✅ Riya yang tersembunyi lebih berbahaya karena sulit disadari.✅ Amal yang besar bisa menjadi sia-sia jika niatnya rusak.✅ Menyembunyikan amal saleh merupakan salah satu cara menjaga keikhlasan.✅ Seorang muslim hendaknya lebih fokus pada penilaian Allah daripada penilaian manusia.✅ Rasulullah ﷺ dan para sahabat adalah contoh terbaik dalam zuhud yang benar.⸻KesimpulanTalbis Iblis terhadap ahli zuhud adalah ketika seseorang merasa telah meninggalkan dunia, padahal masih mengejar pujian, penghormatan, dan kedudukan di hati manusia. Zuhud yang benar bukanlah sekadar hidup sederhana, tetapi membersihkan hati dari ketergantungan kepada dunia serta memurnikan seluruh amal hanya untuk mencari ridha Allah Ta’ala.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
N
Nurhasanah nurhasanah

📍 Kota Depok

Talbis iblis kepada ahli zuhud

Talbis Iblis terhadap Ahli ZuhudKarya Al-Imam Ibnul JauziDisampaikan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Namun, iblis tidak tinggal diam. Ia berusaha menyesatkan ahli zuhud sebagaimana ia menyesatkan ahli ilmu dan ahli ibadah.✨ Ringkasan Talbis Iblis terhadap Ahli Zuhud1. Merasa Diri Lebih Mulia dari Orang LainIblis menipu seorang zahid hingga memandang dirinya lebih baik karena sedikit makan, sedikit tidur, dan banyak ibadah.📌 Bahaya: Hilangnya tawadhu' dan munculnya kesombongan yang tersembunyi.2. Zuhud untuk Mendapat Pujian ManusiaSeseorang menampilkan kesederhanaan, pakaian kasar, atau gaya hidup sederhana agar dianggap wara' dan saleh.📌 Bahaya: Zuhud berubah menjadi riya' dan kehilangan keikhlasan.3. Berlebihan dalam Meninggalkan Dunia yang HalalIblis membuat seseorang meninggalkan nikmat yang halal dengan keyakinan bahwa semakin menyiksa diri maka semakin dekat kepada Allah.📌 Bahaya: Menyelisihi sunnah Nabi ﷺ yang mengajarkan keseimbangan.4. Menyia-nyiakan Hak KeluargaKarena terlalu fokus beribadah dan hidup zuhud, seseorang melalaikan nafkah, pendidikan, dan perhatian kepada keluarganya.📌 Bahaya: Ibadah yang dilakukan justru menyebabkan dosa karena meninggalkan kewajiban.5. Menganggap Kemiskinan Lebih Mulia Secara MutlakIblis membisikkan bahwa orang miskin pasti lebih dekat kepada Allah daripada orang kaya.📌 Bahaya: Standar kemuliaan bukan kaya atau miskin, tetapi ketakwaan.6. Bangga dengan KesederhanaanHati merasa bangga karena mampu hidup sederhana, tidak memiliki banyak harta, dan merasa berbeda dari kebanyakan manusia.📌 Bahaya: Ujub yang merusak amal.7. Meninggalkan Amal yang Lebih UtamaKarena sibuk dengan bentuk-bentuk kezuhudan tertentu, seseorang melalaikan ilmu, dakwah, amar ma'ruf nahi munkar, atau kewajiban lainnya.📌 Bahaya: Tertipu dengan amal yang kurang utama dan meninggalkan yang lebih utama.8. Putus Asa Saat Mendapat Kelapangan RezekiKetika Allah memberikan harta atau kemudahan hidup, ia merasa zuhudnya telah rusak.📌 Bahaya: Zuhud sejati bukan meninggalkan harta, tetapi tidak menjadikan harta berada di dalam hati.🌸 Ciri Zuhud yang Benar✅ Hati tidak bergantung kepada dunia.✅ Tetap bersyukur ketika kaya dan bersabar ketika miskin.✅ Menggunakan dunia sebagai sarana menuju akhirat.✅ Rendah hati dan tidak merasa lebih baik dari orang lain.✅ Mengikuti sunnah Nabi ﷺ dalam seluruh aspek kehidupan.💖 Pesan Penutup"Bukanlah seorang zahid yang hanya meninggalkan dunia, tetapi seorang zahid adalah yang menjadikan dunia di tangannya dan bukan di hatinya."Semoga Allah melindungi kita dari berbagai talbis (tipu daya) iblis, menjadikan kita hamba yang ikhlas, tawadhu', dan istiqamah di atas sunnah. 🌷🤲🏻

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

#10 Talbis Iblis dari ahli zuhud

🥞🥞Hakikat Zuhud dan Tipuan Iblis pada Ahli ZuhudIblis melancarkan tipuan (talbis) kepada sebagian ahli ibadah dan ahli zuhud dengan mengaburkan makna zuhud yang sebenarnya.Talbis Iblis: Mereka dibuat merasa cukup (qanaah) hanya pada perkara Zahir yang rendah, seperti memakai pakaian compang-camping atau membatasi makanan. Namun, di dalam hati, mereka justru rakus terhadap kedudukan (jah), pengakuan, kepemimpinan, dan ingin dihormat.Ciri Ahli Zuhud yang Terperangkap:Hatinya cenderung pada kekuasaan dan bangga jika dikunjungi oleh para pejabat (Umara).Memuliakan orang kaya dan merendahkan orang miskin.Pura-pura khusyuk di hadapan manusia agar dianggap telah mencapai maqam spiritual yang tinggi (musyahadah).Sengaja menolak harta semata-mata agar tidak dibilang "baru belajar zuhud", tetapi mereka sangat menikmati ketika orang-orang datang mencium tangan mereka.🥞Bahaya Riya Khafi (Riya yang Samar)Kajian ini menekankan bahwa yang berbahaya bukanlah riya yang terang-terangan (seperti sengaja memamerkan ibadah), melainkan Riya Khafi—yaitu ketika seseorang beramal akhirat namun tujuannya untuk mencari kedudukan duniawi (disanjung dan diagungkan). Ibnu Taimiyah menyebut rakus terhadap penghormatan ini sebagai Syahwat Khofiah (syahwat yang tersembunyi)Nasihat Malik bin Dinar:"Katakanlah kepada orang yang tidak tulus (ikhlas) dalam beramal saleh: Jangan kau letihkan dirimu."(Artinya, sia-sia bersusah payah zuhud secara lahiriah jika hatinya tidak ikhlas karena Allah).🥞Kisah Pendeta Sam'an dan Ibrahim bin AdhamIbrahim bin Adham mengambil pelajaran tentang hakikat ikhlas dari seorang pendeta Nasrani bernama Sam'an yang tinggal di kuilnya selama 70 tahun. Pendeta itu sanggup bertahan hidup hanya dengan makan satu butir biji humus setiap malam.Ketika ditanya apa yang membuatnya kuat, sang pendeta jujur mengakui bahwa ia bertahan demi penghormatan manusia yang datang mengagungkannya setahun sekali.Pendeta itu berkata:"Aku sabar hidup susah selama setahun demi mendapatkan kemuliaan sesaat. Maka wahai muslim, sabarlah engkau bersungguh-sungguh (dalam keikhlasan) sesaat untuk mendapatkan kemuliaan abadi (di akhirat)."🥞Dalil-Dalil Al-Qur'an terkait Larangan Mencari KedudukanAllah Subhanahu wa Ta'ala dengan tegas melarang hambanya beramal saleh demi mencari keuntungan dunia atau ketinggian di muka bumi:Surat Hud Ayat 15-16:{مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ ۞ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُ...}Maknanya: Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan amalan mereka di dunia dengan sempurna. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka, dan gugurlah apa yang telah mereka usahakanSurat Al-Qashash Ayat 83:{تِلْكَ ٱلدَّارُ ٱلْءَاخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا...}$Maknanya: Negeri akhirat (surga) itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menghendaki kesombongan/ketinggian di muka bumi dan tidak berbuat kerusakan.🥞Cara Ulama Salaf Menjaga KeikhlasanKarena takut terhadap riya, para ulama terdahulu berusaha keras menyembunyikan amal saleh mereka, bahkan terkadang menampilkan kesan seolah-olah mereka orang biasa:Ibnu Sirin: Di siang hari beliau tertawa dan berbaur dengan manusia seperti orang biasa (tidak sok khusyuk), namun di malam hari beliau menangis karena takut kepada Allah.Kisah Orang Saleh dan Sang Raja: Ada seorang saleh yang zuhud. Ketika nasihatnya tentang bahaya "senang diistimewakan karena agama" didengar raja, sang raja datang mengunjunginya. Demi menjaga hatinya agar tidak bangga didekati raja, orang saleh ini sengaja membatalkan puasanya dan makan dengan lahap/rakus di depan raja. Raja pun kecewa dan pulang seraya berkata "tidak ada kebaikan pada orang ini". Orang saleh itu justru bersyukur karena rajanya pergi dalam kondisi mencelanya, sehingga hatinya selamat dari riya.Daud bin Abi Hind: Beliau berpuasa sunah selama 20 tahun tanpa diketahui oleh istrinya sendiri. Caranya, beliau membawa bekal sarapan dari rumah, lalu menyedekahkannya di pasar. Orang rumah mengira beliau makan di pasar, sementara orang pasar mengira beliau sudah makan di rumah 33:27 Opens in a new window .5. Kekeliruan Menjauhkan Diri demi "Jaga Image"Sebagian ahli zuhud terjebak talbis iblis dengan sengaja mengurung diri di masjid atau gunung. Mereka enggan berinteraksi, tidak mau menjenguk orang sakit, atau tidak mau ke pasar membeli barang sendiri karena takut kewibawaannya jatuh di mata masyarakat.Hal ini menyelisihi petunjuk Rasulullah ﷺ dan para sahabat:Rasulullah ﷺ tetap pergi ke pasar dan mengangkat barang belanjaannya sendiri.Abu Bakar Ash-Shiddiq memikul kain di pundaknya untuk berdagang .Abdullah bin Salam memikul seikat kayu bakar di atas kepalanya demi menolak kesombongan dari hatinya. Beliau mengingatkan hadis Nabi ﷺ:"Tidak masuk surga seorang hamba yang di dalam hatinya ada kesombongan meskipun sebesar zarrah." 🥞Zuhud Bukan Berarti Compang-CampingIbnu Al-Jauzi menegaskan bahwa bersengaja memakai baju robek-robek yang tidak dijahit atau membiarkan rambut/janggut semerawut agar dibilang zuhud adalah jalan yang salah.Sunah Nabi ﷺ: Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling sibuk dengan urusan akhirat, namun beliau tetap rajin menyisir rambutnya, menggunakan minyak rambut, memakai wewangian, dan bercermin untuk merapikan penampilannya.Sahabat: Abu Bakar dan Umar bin Khattab merapikan janggut mereka dengan mewarnainya menggunakan henna, padahal mereka adalah manusia yang paling zuhud dan takut kepada AllahKesimpulan: Zuhud yang hakiki letaknya di dalam hati—yaitu tidak diperbudak oleh dunia dan tidak mencari ketinggian/pujian manusia—bukan sekadar menampilkan kemiskinan secara lahiriah namun hati haus akan sanjungan.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
M
Meutia Yunita

📍 Kota Bandung

Ringkasan Materi 10: Talbis Iblis #10

Membahas bagaimana iblis memperdaya orang-orang yang fokus pada ibadah dan sikap zuhud (meninggalkan duniawi).A. Alasan Ahli Zuhud bisa terpedaya oleh IblisZuhud secara umum adalah sikap mengutamakan akhirat dan tidak terikat dengan kemewahan dunia. Orang yang mempraktikkannya disebut Zahid (jamak: Ahli Zuhud).Iblis memiliki strategi yang sangat halus. Jika iblis gagal menggoda manusia dengan kemaksiatan atau dosa besar, ia akan beralih menggoda mereka melalui jalur ibadah. Ahli zuhud menjadi sasaran empuk iblis terutama ketika mereka beribadah tanpa landasan ilmu syar'i yang mumpuni.B. Bentuk-bentuk Talbis Iblis terhadap Ahli ZuhudMerasa Diri Lebih Mulia dan Merendahkan Orang LainTipu Daya: Ketika seseorang berhasil meninggalkan kesenangan dunia (misalnya berpakaian sangat sederhana atau makan seadanya), iblis membisikkan rasa bangga di hatinya (ujub).Dampak: Mereka mulai memandang rendah orang lain yang hidup berkecukupan atau berpakaian bagus, seolah-olah orang lain tersebut pasti cinta dunia dan jauh dari Allah. Padahal, kesombongan sekecil biji sawi dapat menghalangi seseorang masuk surga.Mengharamkan Apa yang Dihalalkan oleh AllahTipu Daya: Iblis membisikkan bahwa semakin menderita fisik seseorang di dunia, maka akan semakin tinggi derajatnya di akhirat.Dampak: Sebagian ahli zuhud ekstrem mulai mengharamkan makanan enak, menolak memakai pakaian yang layak, atau bahkan menolak menikah.Islam tidak melarang seseorang menikmati fasilitas dunia selama didapatkan dengan cara yang halal, disyukuri, dan tidak melalaikan dari ibadah. Rasulullah sendiri adalah orang yang paling zuhud, namun beliau tetap makan daging, memakai pakaian yang bagus pada hari raya, dan menikah.Beribadah dengan cara yang Mengada-ada (bid'ah)Tipu Daya: Karena mengabaikan ilmu (tidak belajar hadis dan fiqih), ahli zuhud sering membuat metode ibadah atau ritual sendiri demi mengejar ke khusyukan.Dampak: Mereka melakukan amalan-amalan berat yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi SAW, seperti mengisolasi diri secara total dari masyarakat (uzlah yang keliru) hingga meninggalkan kewajiban sosial seperti shalat berjamaah atau memberi nafkah keluarga.Merasa Aman dari Makar AllahTipu Daya: Karena merasa hari-harinya penuh dengan ibadah dan jauh dari maksiat lahiriah, muncul perasaan bahwa mereka sudah pasti menjadi "wali Allah" yang dijamin selamat.Dampak: Rasa takut (khauf) kepada Allah terkikis dan digantikan oleh rasa percaya diri yang berlebihan. Ini adalah jebakan fatal karena akhir hidup (khusnul khotimah atau su'ul khotimah) seseorang tidak ada yang tahu.Membaenci harta secara mutlakTipu Daya: Iblis membuat mereka berpikir bahwa semua harta adalah kotor dan membawa petaka, sehingga mereka menolak memegang atau memiliki harta sedikit pun.Harta di tangan orang saleh adalah hal yang baik. Dengan harta, seseorang bisa bersedekah, membangun masjid, pergi haji, dan membantu dakwah. Yang dilarang dalam Islam bukanlah memiliki harta, melainkan ketika harta tersebut masuk ke dalam hati dan mengontrol diri kita.C. Kesimpulan dan SolusiBenteng utama untuk selamat dari tipu daya iblis adalah Ilmu Agama yang Shahih (berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat).Ibadah tanpa ilmu akan melahirkan kebingungan dan kesesatan.Ilmu tanpa ibadah akan melahirkan kesombongan intelektual.Zuhud yang benar adalah zuhudnya hati; yaitu tanganmu memegang dunia, namun hatimu sama sekali tidak bergantung kepadanya. Jika dunia itu hilang, hatimu tidak hancur, dan jika dunia itu ada, hatimu tidak melompat kegirangan hingga lupa daratan.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
D
Dewi Murthy Sari

📍 Kota Samarinda

Talbis Iblis#10 Talbis Iblis dari Ahli Zuhud

Zuhud adalah ibadah yang mulia, tetapi iblis berusaha menyesatkan orang-orang yang ingin hidup zuhud dengan membuat mereka berlebih-lebihan hingga keluar dari tuntunan syariat. Talbis iblis bukan membuat mereka mencintai dunia, tetapi membuat mereka salah memahami hakikat zuhud. Sebagian orang secara dzhohir ia Zuhud, pakaian yang sederhana, makanan yang sederhana, tampilan sederhana, tetapi hatinya senang diakui oleh dunia, merasa senang ditinggikan dan disegani oleh sekitar. Ini adalah bentuk riya yang tersembunyi.Yusuf bin Asbad:"Hendaknya kalian belajar dengan amal yang benar dari amal yang salah sesungguhnya aku telah belajar amal yang benar selama 22 tahun." Hal ini membuktikan bahwa untuk memiliki amalan yang benar itu tidak mudah, butuh perjuangan.1. Zuhud bukan berarti meninggalkan duniaIslam tidak memerintahkan seorang muslim meninggalkan pekerjaan, keluarga, atau harta secara mutlak. Yang diperintahkan adalah tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama hati.Dalil:"Carilah pada apa yang Allah karuniakan kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia." (QS. Al-Qashash: 77)Seorang mukmin boleh kaya, berdagang, bekerja, dan memiliki harta selama digunakan di jalan yang benar.2. Berlebihan dalam ibadah hingga menyiksa diriSebagian ahli zuhud mengira semakin berat ibadah maka semakin dicintai Allah, sehingga mereka meninggalkan makanan yang baik, tidur, atau menikah tanpa alasan syar'i.Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:"Aku berpuasa dan berbuka, aku shalat malam dan tidur, serta aku menikahi wanita. Barang siapa membenci sunnahku maka ia bukan golonganku." (HR. Bukhari dan Muslim)Ibadah terbaik adalah yang sesuai sunnah, bukan yang paling berat.3. Mengharamkan sesuatu yang Allah halalkanDi antara tipu daya iblis adalah membuat seseorang merasa semakin saleh dengan mengharamkan pakaian bagus, makanan enak, atau kenikmatan dunia yang halal.Allah berfirman:"Katakanlah: Siapakah yang mengharamkan perhiasan Allah yang telah Dia keluarkan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik?" (QS. Al-A'raf: 32)Yang tercela bukan hartanya, tetapi jika hati bergantung kepadanya.4. Meninggalkan usaha mencari nafkah dengan alasan tawakalSebagian orang merasa zuhud dengan tidak bekerja dan hanya bergantung kepada sedekah orang lain.Padahal Nabi ﷺ bersabda:"Seseorang memikul kayu bakar di punggungnya lebih baik daripada meminta-minta kepada manusia." (HR. Bukhari)Tawakal yang benar adalah berusaha kemudian berserah diri kepada Allah.5. Menyendiri dan meninggalkan interaksi dengan manusiaAda yang menganggap kesalehan hanya diperoleh dengan mengasingkan diri dari masyarakat.Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:"Mukmin yang bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguan mereka lebih baik daripada mukmin yang tidak bergaul dengan manusia." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)Seorang muslim tetap dianjurkan berdakwah, berbuat baik, dan membantu masyarakat.6. Hakikat zuhud menurut para ulamaDi antara ucapan para ulama:"Zuhud terhadap dunia bukan dengan mengharamkan yang halal atau menyia-nyiakan harta, tetapi hendaknya apa yang di sisi Allah lebih engkau percaya daripada apa yang ada di tanganmu." (Riwayat dari sahabat Abu Darda' radhiyallahu 'anhu)Hati tidak bergantung kepada dunia meskipun dunia berada di tangan.Pelajaran pentingZuhud adalah amalan hati, bukan sekadar penampilan.Orang sholeh dahulu menyembunyikan amalannya karena takut riya.Jangan berlebih-lebihan atau mlampau batas dalam ibadah hingga menyelisihi sunnah.Dunia boleh dimiliki, tetapi jangan sampai memiliki hati kita.Ibadah terbaik adalah yang sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.Seorang muslim tetap bekerja, menikah, mencari nafkah, dan bermuamalah dengan manusia sambil menjadikan akhirat sebagai tujuan utama. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang zuhud terhadap dunia tanpa meninggalkan syariat, sehingga dunia berada di tangan kita, bukan di dalam hati kita. Aamiin.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
E
Ellisa Septiana

📍 Kota Depok

Talbis iblis #10 : Talbis Iblis Dari Ahli Zuhud -Ustadz dr.Firanda-

Pengertian Zuhud Hakiki dan Talbis Iblis• Iblis membatasi makna zuhud hanya pada hal-hal lahiriah seperti makan dan pakaian.• Sebagian ahli zuhud menolak hal-hal duniawi sederhana tapi hatinya tetap merindukan kedudukan, kekuasaan, dan penghormatan manusia.• Mereka menunggu kunjungan pejabat dan bangga jika diziarahi orang kaya, namun mengabaikan fakir miskin.• Ada sikap pura-pura khusyuk saat bertemu masyarakat supaya terlihat seperti orang yang mendapat petunjuk, tapi tujuannya memamerkan diri.Pentingnya Ikhlas dalam Beramal dan Bahaya Riya• Ikhlas adalah satu-satunya yang menjadikan amal diterima; tanpa ikhlas, amal tidak bermanfaat.• Malik bin Dinar berkata: “Liman lam yakun shadiqan la tat'ab” – tidak perlu susah-susah beribadah jika tidak tulus.• Sulitnya beramal dengan benar (ikhlas) perlu perjuangan panjang seperti yang dialami oleh Ibnu Jauzi selama 22 tahun belajar amal yang benar.• Riya tersembunyi membuat seseorang tidak sadar bahwa amalnya sia-sia.1. Talbis Iblis dalam Zuhud : Iblis menipu ahli zuhud agar puas hanya pada hal lahiriah, tapi hatinya cari pengakuan dan kedudukan.2. Riya Tersembunyi (Syahwat Khafiyah) : Penginginan tersembunyi untuk dihormati dan dipuji manusia, lebih berbahaya daripada riya jelas.3. Ikhlas adalah Kunci Amalan Diterima : Tanpa ikhlas amal jadi sia-sia; sulit dicapai dan perlu perjuangan panjang.4. Kisah Pendeta Sam’an Contoh keikhlasan yang palsu beribadah demi pujian manusia, bukan Allah.5. Sikap Salaf dalam Beramal : Menyembunyikan amal untuk menghindari riya dan menjaga hati tetap ikhlas.6. Teladan Rasul dan Sahabat : Rasul dan sahabat berinteraksi sederhana, menolak kesombongan dan riya.7. Bahaya Mencari Penghormatan Manusia : Amal yang tertuju pada pengakuan manusia akan gugur di akhirat.8. Zuhud Bukan Berpenampilan Lusuh : Sunah nabi menjaga kebersihan dan kerapihan bukan tampak miskin agar riya gagal.Sikap Hati-Hati dalam Menjaga Keikhlasan dan Zuhud• Ada orang yang sengaja menjaga jarak dari masyarakat supaya tetap dihormati dan terpuji karena tidak banyak berinteraksi.• Bahkan ada yang takut kedudukannya turun jika berinteraksi banyak dengan orang lain.• Rasulullah dan para sahabat justru teladan dalam berinteraksi: Nabi Muhammad membeli sendiri kebutuhan di pasar, Abu Bakar berjualan memikul kain, Abdullah bin Salam memikul kayu bakar, untuk menolak kesombongan dan riya.• Nabi Muhammad bersabda bahwa tidak akan masuk surga orang yang punya kesombongan walau sebesar zarah.Sunah Nabi dan Sikap Zuhud Sejati• Orang zuhud sejati tidak berarti berpenampilan lusuh dan sembarangan dalam berbusana.• Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya memperhatikan kebersihan dan penampilan; beliau sering menyisir rambut dan bercermin agar rapi.• Abu Bakar dan Umar juga mencampur pewarna alami pada jenggot mereka meskipun mereka adalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling zuhud.• Zuhud bukan berarti memperlihatkan kemiskinan atau ketidakteraturan secara sengaja untuk mendapatkan pujian.Pandangan Akhir dan Penegasan Tentang Riya• Jika seseorang dihormati atau dikagumi orang lain, itu adalah anugerah dari Allah, bukan sesuatu yang harus dicari.• Seseorang yang mencari penghormatan dan pengakuan manusia dalam beramal akan kehilangan keikhlasannya.• Allah menegaskan bahwa surga bukan untuk orang yang mencari ketinggian di muka bumi tetapi bagi orang yang rendah hati.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →