📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat6 hari lalu
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Ar Rum 51

Tafsir Al-MuyassarAr-Rum (30:51)Tema: BUKTI-BUKTI TENTANG KEKUASAAN ALLAH DAN KEADAAN MANUSIA PADA HARI KIAMAT (Ayat 50-57)Bila Kami mengirimkan kepada tanaman dan pohon-pohon mereka angin yang merusak, lalu mereka melihat tanaman mereka telah rusak akibat angin tersebut, ia mongering setelah sebelumnya hijau, maka setelah mereka melihatnya, mereka termenung dalam keadaan kufur kepada Allah dan mengingkari nikmat-nikmat-Nya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 September 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Root & Wings 1 - Raksha Bharadia

waktu bermain adalah bagian terpenting dari masa kanak-kanak. Waktu bermain menjadi semakin terbatas dengan panjangnya jam sekolah dan kegiatan terstruktur lainnya. Setiap menit yang tersisa ditelan oleh TV, komputer, dan permainan video (dunia virtual tengah menggantikan dunia nyata).Kini anak-anak tidak lagi punya saudara kandung sebanyak dulu untuk diajak bermain; lingkungan terdiri dari keluarga-keluarga yang lebih kecil.Batas-batas fisik mereka mengecil. Rumah lebih kecil, banyak lingkungan tidak menyediakan tempat untuk ber-main; dan taman serta kebun diubah menjadi pasar swalayan dan kompleks perkantoran.Kasa takut dan curiga terhadap orang asing telahmembuat para orangtua penuh syak wasangka terhadap keselamatan anak-anak mereka sehingga muncullah anak-anak terkungkung yang diperintahkan untuk tetap berada didalam rumah.Apa pun alasannya, yang jelas waktu bermain berkurang dalam sebagian besar rumah tangga. Bahkan kegiatan yang berpotensi memberikan kesenangan dan kenikmatan, seperti olahraga, menari, dan bermain musik menjadi beban bagi banyak anak. Akibatnya mereka semakin kehilangan minat.Bahkan ketika diberi kesempatan, mereka lebih memilih kawan di layar (TV, komputer) dibandingkan teman bermain yang hidup dan berpikir aktif.

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 September 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Al baqarah 152-153

Ingatlah Aku dengan hati dan anggota badan kalian, niscaya Aku akan mengingat kalian dengan memuji dan menjaga kalian karena setiap perbuatan akan berbalas perbuatan serupa. Juga syukurilah nikmat-nikmat yang telah Aku berikan kepada kalian, serta jungan kufur kepada-Ku dengan mengingkari nikmat-nikmat-Ku dan menggunakannya untuk hal-hal yang diharamkan bagi kalian. Wahai orang-orang yang beriman! Mintalah pertolongan dengan kesabaran dan shalat untuk melakukan ketaatan kepada-Ku dan tunduk pada perintah-Ku. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dia senantiasa membimbing dan menolong mereka.

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 September 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir Al Mukhtasar QS Luqman 20-22

Tafsir Al Mukhtasar QS Luqman 20- 22Tidaklah kalian melihat dan menyaksikan wahai manusia bahwa Allah telah memudahkan bagi kalian untuk memanfaatkan apa yang berada di langit mulai dari matahari bulan dan bintang-bintang dan Allah juga memudahkan bagi kalian apa yang ada di bumi berupa hewan-hewan pepohonan dan tumbuh-tumbuhan. Dia juga menyempurnakan nikmat Nya kepada kalian secara kasat mata seperti rupa yang indah dan perilaku yang bagus dan secara tidak kasat mata yang tersembunyi seperti akal dan ilmu. Meskipun berbagai kenikmatan ini melimpah diantara manusia malah ada yang menentang keesaan Allah tanpa didasari ilmu yang bersandar pada Wahyu dari Allah atau pada logika yang jernih ataupun pada kitab yang jelas yang diturunkan dari sisi Allah Apabila dikatakan kepada para penentang keesaan Allah itu , "ikutilah Wahyu yang diturunkan oleh Allah kepada rasul Nya" , mereka malah berkata "Kami tidak akan mengikutinya namun kami akan mengikuti apa yang kami dapati dari nenek moyang kami berupa penyembahan terhadap berhala-berhala." Apakah mereka mengikuti nenek moyang mereka meskipun setan mengajak mereka dengan cara menyesatkan mereka dengan penyembahan terhadap berhala-berhala kepada siksa api yang menyala-nyala pada hari kiamat? Barang siapa menghadap kepada Allah dengan mengikhlaskan ibadah kepada Nya dan berbuat baik dalam amal perbuatan berarti dia telah berpegang pada sesuatu yang paling kuat sebagai tempat bergantung bagi orang-orang yang menginginkan keselamatan karena dia tidak khawatir sesuatu yang dipegangnya itu akan putus hanya kepada Allah lah kembalinya segala perkara dan kesusahannya lalu Allah akan membalas masing-masing dengan yang pantas baginya

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 September 2026
L

Lisna Nurul Hikmah

📍 Kabupaten Banyumas

Bab 1 wanita bersama Rabbnya

"Bagaimana pendapat kalian andaikan ada sebuah sungai di ambang pintu salah seorang diantara kalian, dia bisa mandi di sungai itu lima kali setiap harinya adakah sedikitpun kotoran yang masih menyisa?" Mereka menjawab, "tidak ada dari kotorannya yang menyisa." Beliau bersabda "yang demikian itulah perumpamaan salat lima waktu yang dengan salat itu Allah menghapus kesalahan-kesalahan."Muttafaq alaih

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 September 2026
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Ringkasan sub bab sebab husnul khatimah dan suul khatimah

Kata kunci untuk menggapai semua kebaikan dalam hidup adalah taufik dari Allah. Upaya yang dapat dilakukan untuk menggapai taufik dari Allah:Doa —> merasa butuh kepadaNya, sungguh-sungguh berlindung serta penuh harap dan takut kepadaNya (al-Fawaid hal. 127)Istiqamah lahir batin —> su’ul khatimah tidak akan menimpa orang yang secara lahirnya istiqamah dan batinnya baik. Su’ul khatimah hanya terjadi pada orang yang memiliki kerusakan dalam akidah, atau terus menerus melakukan dosa besar, atau berani melakukan perbuatan maksiat yang berat.” (ad-Da’wad Dawa’, hal. 391)Menjaga kebiasaan baik dan amal soleh —> Nabi menyarankan untuk mempertahankan amal baik, agar tidak ada peluang untuk melakukan penyimpangan. Siapa yang menjaga syariat Islam dengan baik, dia akan diwafatkan sesuai dengan apa yang menjadi kebiasaannya.Hindari syubhat (penyimpangan pemikiran) —> syubhat membisikkan orang untuk meninggalkan kebenaran dan beralih kepada kebatilan, dengan aneka alasan yang bisa mempengaruhi pemikiran atau perasaan. Terkadang syubhat tidak mengubah seketika, namun mampu melemahkan aqidah.Buku: Bila Kumati. Catatan Tentang Peristiwa Kematian.Karya: Ammi Nur Baits

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 September 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 10 Dahsyatnya Bahaya Lisan Wanita

8. Merendahkan dan Menghina Orang LainMerendahkan orang lain tidak hanya dilakukan melalui ucapan. Perbuatan ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti:- Ucapan atau perkataan. - Menirukan seseorang dengan maksud mengejek.- Isyarat atau gerakan tertentu.- Tulisan.- Gambaran atau gambar yang bertujuan merendahkan atau menghina.Perbuatan merendahkan dan menghina orang lain merupakan sesuatu yang sangat dilarang dalam Islam.Dalil larangan menghina orang lain Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 11, yang menjadi salah satu dalil larangan merendahkan dan mengolok-olok orang lain.Hal penting yang harus selalu kita ingat:«Boleh jadi orang yang ditertawakan justru lebih baik daripada orang yang menertawakannya.»Karena kita tidak pernah benar-benar mengetahui kedudukan seseorang di sisi Allah.Jangan Menghina Karena Kemiskinan atau DosaAllah Subhanahu wa Ta'ala melarang kaum mukminin menghina saudaranya karena kemiskinan yang menimpanya ataupun karena dosa yang pernah dilakukannya.Demikian pula, seorang Muslim dilarang memberikan gelar atau panggilan yang mengandung ejekan dan penghinaan.Jangan merasa diri lebih baik hanya karena melihat kekurangan orang lain.Menghina Saudara Muslim Adalah KeburukanNabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:«“Sungguh, Allah tidak memandang bentuk rupa dan harta kalian, namun Dia memandang hati dan amal perbuatan kalian.”» (HR. Muslim)Hadis ini mengingatkan kita bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukanlah rupa, harta, status, atau kedudukannya di hadapan manusia, tetapi hati dan amalnya. Maka, kemuliaan dan keberuntungan berpihak kepada orang yang memiliki hati yang bertakwa dan bersih.Cukuplah seseorang dikatakan memiliki keburukan atau buruk perangai apabila ia sampai menghina saudaranya sesama Muslim.MuhasabahJangan mudah meremehkan atau menghina saudara kita.Kita tidak tahu, boleh jadi orang yang kita anggap rendah justru lebih baik kedudukannya di sisi Allah daripada diri kita.Sebagaimana nasihat penulis:«“Jangan suka meremehkan saudara Anda. Nanti Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberi kesehatan kepada Anda, lalu menguji Anda.”»

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat8 September 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 17

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 17مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَارًا فَلَمَّا أَضَاءَتْ مَا حَوْلَهُ ذَهَبَ اللَّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُمَاتٍ لَا يُبْصِرُونَArtinya:“Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api. Maka setelah api itu menerangi sekelilingnya, Allah hilangkan cahaya yang menerangi mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan. Mereka tidak dapat melihat.”Pada ayat sebelumnya, yaitu ayat kedua sampai ke-16, Allah membagi manusia menjadi tiga, yaitu orang-orang beriman, orang-orang kafir, dan orang-orang munafik.Kemudian Allah menyebutkan perumpamaan dalam ayat ke-17 sampai ayat ke-20. Ada dua perumpamaan tersebut:1. Perumpamaan dengan api untuk orang-orang kafir.2. Perumpamaan dengan hujan untuk orang-orang munafik.Adapun yang pertama, ketika Allah mengatakan “mereka”, siapa yang dimaksud dengan “mereka” ini?Ada khilaf di kalangan para ahli tafsir. Ada dua pendapat.Pendapat pertama, yang dimaksud dengan “mereka” adalah orang-orang kafir.Pendapat kedua, yang dimaksud dengan “mereka” adalah orang-orang munafik.Keduanya memiliki dalil yang kuat.Pendapat pertama, di sini Allah mengatakan:ذَهَبَ اللَّهُ بِنُورِهِمْ “Allah menghilangkan cahaya mereka.”Ayat ini memiliki kemiripan dengan ayat sebelumnya tentang orang-orang kafir, yaitu pada ayat ketujuh. Mereka berada dalam kondisi hati yang tertutup dan benar-benar tidak beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.Kata Allah dalam ayat ini:وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُمَاتٍ لَا يُبْصِرُونَ “Allah meninggalkan mereka dalam kegelapan.”Kegelapan yang membuat mereka tidak dapat melihat. Ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar berada dalam kegelapan dan tidak ada cahaya sedikit pun. Ini merupakan ciri-ciri orang kafir.Lain halnya dengan orang munafik. Orang munafik masih memiliki cahaya, namun disertai keraguan. Terkadang mereka maju dan terkadang mereka mundur. Namun orang kafir terus tidak beriman. Mereka berada dalam kegelapan dan tidak memiliki keraguan sedikit pun dalam kekafiran mereka. Mereka teguh dalam kekafiran tersebut.Sehingga, berdasarkan pendapat pertama, permisalan yang disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 17 ini adalah permisalan tentang orang-orang kafir.Pendapat Kedua: Yang Dimaksud Adalah Orang-Orang MunafikPendapat kedua, seperti Syaikh As-Sa’di rahimahullahu ta’ala, guru Syaikh Utsaimin rahimahullahu ta’ala, bahwasanya ayat ini berbicara tentang orang-orang munafik.Di mana sisi perumpamaannya?Kata Syaikh As-Sa’di rahimahullahu ta’ala, dari sisi adanya cahaya. Jadi, sempat mereka menyalakan cahaya atau menampakkan cahaya. Artinya, mereka melihat kebaikan-kebaikan iman, melihat kebaikan iman, dan mengambil sedikit keimanan tersebut. Misalnya, seseorang yang secara lahiriah berstatus sebagai seorang Muslim, tetapi hatinya masih kafir. Orang munafik demikian. Dengan status Islamnya, maka terjaga harta, jiwa, darah, dan hak-haknya. Jadi, dia sempat mendapatkan cahaya dan mendapatkan manfaat dari cahaya tersebut.Tetapi, apakah manfaat tersebut berlangsung lama?Kata Allah:ذَهَبَ اللَّهُ بِنُورِهِمْ “Allah mengambil cahaya mereka.”Tiba-tiba Allah mengambil cahaya tersebut ketika dia meninggal. Maka hilanglah manfaat yang ada. Hilang pula manfaat yang dia dapatkan selama di dunia.Lalu, kegelapan yang dimaksud dengan kegelapan itu apa? Yaitu kufur, nifaq, kemunafikan, kekafiran, kemaksiatan, dan kegelapan di alam kubur. Sejak berada di alam barzakh, mereka tidak dapat melihat.Yang dimaksud di sini adalah orang-orang kafir Yahudi.

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 September 2026
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Bab 14 - Menangani Kemarahan Anda Sendiri

Menangani Kemarahan Anda Sendiri🌱 Kemarahan adalah Hal yang Manusiawi- Setiap orang tua pernah kehilangan kesabaran saat menghadapi anak.- Merasa marah bukanlah sesuatu yang salah. Kemarahan adalah emosi yang normal dan terkadang bermanfaat.- Yang terpenting bukanlah apakah kita marah atau tidak, melainkan bagaimana kita mengelola dan mengekspresikan kemarahan tersebut, terutama di depan anak.---🔥 Mengapa Orang Tua Bisa Marah?Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko kemarahan, di antaranya:Faktor dari masa lalu- Tumbuh di lingkungan yang terbiasa dengan teriakan, kekerasan verbal, atau kekerasan fisik.Faktor fisik- Kelelahan fisik.- Kurang tidur.- Pola makan dan nutrisi yang kurang baik.Faktor emosional dan mental- Kelelahan mental.- Kurangnya waktu untuk diri sendiri.- Tidak memiliki waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi.Faktor lingkungan- Kurangnya dukungan keluarga, terutama pasangan.- Masalah keuangan.- Stres pekerjaan.- Merawat anggota keluarga yang sakit.- Masalah pertemanan atau hubungan.Contoh dari penulisPenulis menyadari bahwa:- Ia tumbuh dengan pola komunikasi yang sering menggunakan teriakan.- Stres pekerjaan menjadi pemicu besar kemarahannya.- Kurangnya perhatian pada kebutuhan diri sendiri juga membuatnya lebih mudah kehilangan kesabaran.---🛡️ Pencegahan Lebih Baik daripada PenangananBelajar mengenali tanda-tanda awal kemarahan dapat membantu mencegah ledakan emosi.Kenali sinyal diri sendiri- Mudah tersinggung.- Terlalu lelah.- Merasa kewalahan.- Mengabaikan kebutuhan diri sendiri.Lakukan "isi ulang energi" secara teraturPerawatan diri tidak harus mahal.Contoh:- Berjalan kaki.- Berendam air hangat.- Menelepon teman.- Bermeditasi.- Melakukan hobi yang menenangkan.Prinsipnya:«Jika tidak bisa menginvestasikan uang untuk merawat diri, investasikan waktu.»---🧘 Menghadapi Kemarahan di Saat Itu JugaPraktik MindfulnessMindfulness berarti:- Menyadari apa yang sedang terjadi dalam diri.- Mengenali emosi yang muncul.- Memberi jeda sebelum bereaksi.Sering kali kemarahan muncul secara spontan, padahal respons tersebut belum tentu adil atau proporsional terhadap perilaku anak.---⭐ Metode PETERGunakan langkah berikut sebelum merespons anak:P — Pause (Berhenti sejenak)Jangan langsung bereaksi.E — Empathise (Berempati)Cobalah memahami:- Apa yang dirasakan anak.- Sudut pandang anak.- Alasan di balik perilakunya.T — Think (Berpikir)Pertimbangkan:- Pilihan respons yang tersedia.- Pelajaran apa yang ingin diajarkan kepada anak.E — Exhale (Hembuskan napas)- Tarik napas dalam-dalam.- Hembuskan perlahan.- Rilekskan tubuh dan pundak.R — Respond (Merespons)Barulah berikan respons kepada anak dengan lebih tenang.---💡 Ide Praktis untuk Meredam Kemarahan1. Metode Lima Gelang Merah- Kenakan 5 gelang merah di tangan kanan.- Setiap kali berhasil menahan amarah, pindahkan 1 gelang ke tangan kiri.- Targetnya: seluruh gelang berpindah ke tangan kiri sebelum hari berakhir.2. Visualisasi Tempat FavoritBayangkan diri berada di:- Pantai.- Hutan.- Gunung.- Tempat yang membuat Anda merasa damai.Lakukan selama 1–2 menit ketika emosi mulai meningkat.3. Menjadi Sosok yang Tenang- Bayangkan seseorang yang sangat sabar dan tenang.- Rasakan seolah-olah Anda berada dalam posisinya.- Pikirkan bagaimana ia akan merespons situasi tersebut.4. Curhat kepada Orang yang Tepat- Hubungi teman yang dipercaya.- Bergabung dengan komunitas atau kelompok diskusi yang suportif.5. Ambil "Waktu Jeda" untuk Orang TuaJika emosi sudah sangat tinggi:- Pastikan anak berada di tempat yang aman.- Pergi ke ruangan lain beberapa menit.- Tenangkan diri sebelum kembali berinteraksi.---🤍 Jika Anda Tetap Kehilangan KesabaranKadang-kadang ledakan emosi tetap bisa terjadi.Ketika itu terjadi:1. Terima dan maafkan diri sendiri- Semua orang tua pernah mengalami hari yang buruk.- Satu kesalahan tidak menjadikan Anda orang tua yang buruk.2. Jangan menyerahKegagalan sesaat bukan alasan untuk meninggalkan gentle discipline.Ibarat sepatu baru yang terkena lumpur:- Bersihkan.- Pakai kembali.- Lanjutkan perjalanan.3. Pelajari pemicunyaTanyakan pada diri sendiri:- Apa yang memicu kemarahan saya?- Apa yang bisa saya lakukan secara berbeda lain kali?4. Minta maaf kepada anakSetelah tenang:- Akui kesalahan.- Jelaskan bahwa Anda sedang marah dan bereaksi dengan cara yang kurang tepat.- Sampaikan bahwa Anda akan berusaha lebih baik di lain waktu.5. Jadikan sebagai pembelajaranAjarkan kepada anak bahwa:- Marah adalah perasaan yang wajar.- Namun kemarahan tidak boleh diwujudkan dalam kekerasan verbal maupun fisik.6. Minta bantuan anak jika diperlukanMisalnya:«"Hari ini Ayah/Ibu merasa sangat lelah dan tegang. Ayah/Ibu akan senang jika kita bisa bekerja sama menjaga suasana tetap tenang."»Sering kali anak-anak merespons dengan lebih baik daripada yang kita bayangkan.---🌼 Inti Utama- Kemarahan adalah emosi yang normal.- Kenali pemicu dan tanda-tanda awalnya.- Rawat diri sendiri sebelum kehabisan energi.- Beri jeda sebelum bereaksi.- Gunakan metode PETER untuk merespons dengan lebih bijak.- Jika terlanjur kehilangan kesabaran, minta maaf, belajar dari pengalaman, lalu lanjutkan perjalanan pengasuhan dengan lebih baik.Karena tujuan kita bukan menjadi orang tua yang sempurna, melainkan orang tua yang terus belajar dan bertumbuh.

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat8 September 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir — QS. Ar-Rūm: 19

Allah taala berfirman:يُخۡرِجُ ٱلۡحَيَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ وَيُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتَ مِنَ ٱلۡحَيِّ وَيُحۡيِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَا ۚ وَكَذَٰلِكَ تُخۡرَجُونَDia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).Tema: Bukti Kebenaran Hari Kebangkitan dan Penggolongan ManusiaInti Tafsir:Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Allah menunjukkan kekuasaan-Nya dengan menciptakan sesuatu dari lawannya: yang hidup dari yang mati dan yang mati dari yang hidup.Contoh kekuasaan Allah: tumbuhan dari biji, biji dari tumbuhan, ayam dari telur, telur dari ayam, manusia dari nutfah, dan berbagai perubahan yang terjadi pada makhluk.Allah menghidupkan bumi yang mati. Tanah yang kering menjadi subur setelah turun hujan, lalu menghasilkan berbagai tumbuhan.Kehidupan kembali bumi menjadi bukti kebangkitan manusia. Sebagaimana Allah mampu menghidupkan bumi setelah matinya, Dia juga Mahakuasa mengeluarkan manusia dari kuburnya dan menghidupkannya kembali.Pelajaran: Perhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah di sekitar kita. Penciptaan dan pergantian keadaan makhluk merupakan bukti bahwa kebangkitan setelah kematian adalah sesuatu yang mudah bagi Allah.

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat8 September 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Tafsir al-furqan:48

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:48)Tema: TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH DALAM ALAM (Ayat 45-62)Ayat ini menggambarkan kemampuan Allah Yang Mahasempurna dan kekuasaan-Nya Yang Mahabesar, yaitu bahwa Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira akan datangnya awan sesudahnya. Angin itu bermacam-macam sifat dan karakteristiknya, di antaranya ada angin yang membuyarkan awan, ada yang membawanya, ada yang menggiringnya, ada angin yang bertiup sebelum kedatangan awan yang membawa kabar gembira, ada angin yang kencang yang menyapu bumi, ada pula angin yang membuahi awan agar menurunkan hujannya. Karena itulah Allah subhanahu wata'āla berfirman:dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih. (Al Furqaan:48)Yakni sebagai sarana untuk bersuci. Lafaz tahur sama wazan-nya dengan lafaz sahur dan wajur serta lafaz lainnya yang semisal. Demikianlah menurut pendapat yang paling sahih mengenainya. Adapun mengenai pendapat orang yang mengatakan bahwa lafaz tahur merupakan wazan fa'ul yang bermakna fa'il atau ia sebagai isim yang di-mabni-kan untuk mubalagah dan ta'addi, maka masing-masing dari dua pendapat ini mengandung kemusykilan bila ditinjau dari segi lugah (bahasa). Pem­bahasan mengenai masalah ini secara rinci tidak akan diuraikan di sini.Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku berikut sanadnya sampai kepada Humaid At-Tawil, dari Sabit Al-Bannani yang mengatakan bahwa ia bersama Abul Aliyah di suatu hari yang hujan masuk ke dalam kota Basrah, jalan-jalan di kota Basrah kotor karenanya. Tetapi Abul Aliyah salat, maka aku (perawi) bertanya kepadanya mengenai perbuatannya itu. Lalu ia membaca firman Allah subhanahu wata'āla yang mengatakan: dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih. (Al Furqaan:48) Dan ia berkata bahwa kekotoran tempat salatnya itu telah disucikan oleh air hujan.Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Salamah, telah menceritakan kepada kami Wuhaib, dari Daud, dari Sa'id ibnul Musayyab sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa Allah menurunkannya dalam keadaan amat bersih (suci lagi menyucikan), tiada sesuatu pun yang membuatnya najis.Diriwayatkan dari Abu Sa'id yang telah mengatakan bahwa pernah ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ.”Wahai Rasulullah, bolehkah kami berwudu dari air sumur Buda'ah, sedangkan ke dalam sumur itu sering dilemparkan sampah dan bangkai anjing?" Rasulullah ﷺ. menjawab:Sesungguhnya air itu suci lagi menyucikan, tiada sesuatu pun yang menajiskannya.Imam Syafii telah meriwayatkan hadis ini dan juga Imam Ahmad yang menilainya sahih, Imam Abu Daud dan Imam Turmuzi telah meriwayatkannya pula, yang dinilai oleh Imam Turmuzi sebagai hadis hasan, dan Imam Nasai telah meriwayatkannya pula.Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan berikut sanadnya, bahwa telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abul Asy'as, telah menceritakan kepada kami Mu'tamir, bahwa ia pernah mendengar ayahnya menceritakan hadis berikut dari Yasar, dari Khalid ibnu Yazid yang mengatakan, "Ketika kami berada di majelis Abdul Malik ibnu Marwan, lalu mereka (orang-orang yang hadir) membicarakan masalah air, maka Khalid ibnu Yazid mengatakan, 'Air itu ada yang ber­asal dari langit (air hujan) dan ada yang berasal dari laut yang menguap, lalu menjadi awan dan menimbulkan guruh dan kilat. Adapun air yang berasal dari laut, maka ia tidak dapat menimbulkan tetumbuhan. Yang dapat menumbuhkan tetumbuhan adalah air yang berasal dari langit."Telah diriwayatkan dari Ikrimah yang pernah mengatakan bahwa tiada setetes air pun yang diturunkan Allah dari langit, melainkan dapat menumbuhkan suatu tumbuhan di muka bumi, atau suatu mutiara di laut. Selain Ikrimah mengatakan bahwa kalau jatuh ke bumi menumbuhkan jewawut, dan kalau jatuh ke laut menumbuhkan mutiara.

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 September 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Su'ul Khotimah Lelaki yang Bunuh Diri

Diwayatkan oleh Jundub Al-Bajali, "Sesungguhnya di antara bangsa sebelum kalian terdapat seorang lelaki yang mengalami luka. Ketika luka itu terasa mengganggunya, maka ia mencabut sebuah anak panah dari keranjangnya lalu menghujamkan padalukanya itu hingga darah mengalir dengan derasnya tanpa henti hingga menyebabkannya meninggal dunia. Allah berfirman, "Hamba-Ku bersegera menghadap-Ku dengan bunuh diri, maka Aku pun mengharamkannya masuk surga." (Hadits Hasan Riwayat Bukhari dan Muslim)

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 September 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Memotivasi anak agar memilih teman yang saleh

Memotivasi anak agar memilih teman yang saleh dan mengingatkan mereka dari teman yang buruk merupakan kewajiban orang tua terhadap anak-anaknya. Mereka harus mendorong anak-anak agar memilih rekan dan teman duduk yang baik dengan menjelaskan kepada mereka berbagai manfaatnya di dunia dan akhirat. Selain itu jelaskanlah pula pentingnya berteman dengan orang-orang saleh serta bahaya duduk-duduk bersama dengan orang-orang jahat yang membuat kerusakan.

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →