📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka8 September 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Memotivasi anak agar memilih teman yang saleh

Memotivasi anak agar memilih teman yang saleh dan mengingatkan mereka dari teman yang buruk merupakan kewajiban orang tua terhadap anak-anaknya. Mereka harus mendorong anak-anak agar memilih rekan dan teman duduk yang baik dengan menjelaskan kepada mereka berbagai manfaatnya di dunia dan akhirat. Selain itu jelaskanlah pula pentingnya berteman dengan orang-orang saleh serta bahaya duduk-duduk bersama dengan orang-orang jahat yang membuat kerusakan.

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat8 September 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

QS. Al-Baqarah: 186

Allah taala berfirman:وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِي وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَDan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.Tema: KEESAAN TUHANLAH YANG AKHIRNYA MENANG (Ayat 142-214)Subtema: Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur (Ayat 186-187)QS. Al-Baqarah: 186Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI8 September 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Beriman kepada amalan-amalan malaikat

Ringkasan MateriBeriman kepada amalan-amalan malaikat merupakan bagian dari iman kepada malaikat. Amalan malaikat yang kita ketahui mencakup:Ibadah kepada Allah.Tugas yang berkaitan dengan alam semesta.Tugas yang berkaitan dengan manusia.Di antara bentuk ibadah malaikat:1. Bertasbih kepada AllahMalaikat senantiasa bertasbih, memuji dan menyucikan Allah. Mereka bertasbih siang dan malam tanpa merasa jemu.Tasbih berarti menyucikan Allah dari segala sifat kekurangan yang tidak pantas bagi-Nya serta menetapkan sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah.Di antara ucapan yang paling baik adalah:“Subhanallahi wa bihamdih”2. Mendoakan orang-orang berimanSecara umum, para malaikat mendoakan kebaikan bagi orang-orang yang beriman. Allah menyebutkan bahwa malaikat mendoakan kaum mukminin agar Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya serta memberikan rahmat kepada mereka.Malaikat juga secara khusus mendoakan orang-orang yang melakukan amal saleh tertentu, di antaranya orang yang mengajarkan kebaikan atau ilmu agama kepada manusia. Bahkan Allah, para malaikat, dan makhluk di langit serta bumi mendoakan orang yang mengajarkan kebaikan.Malaikat juga mendoakan orang yang menunggu didirikannya shalat dan orang yang berada di tempat shalat setelah menunaikan shalat.Mereka berkata:“Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, rahmatilah dia.”Doa tersebut terus diberikan selama seseorang berada di tempat shalat, belum berhadas, dan belum pergi dari tempat tersebut.✨ Pelajaran pentingMalaikat adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan. Mereka senantiasa taat dan beribadah kepada Allah. Di antara amalan mereka adalah terus bertasbih serta mendoakan orang-orang beriman dan orang-orang yang melakukan amal saleh.

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat8 September 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Haqqah 18

Tafsir At-TaysirAl-Ĥāqqah (69:18)Kata تُعْرَضُونَ (dihadapkan) dalam ayat ini ditafsirkan oleh Ahli Tafsir dengan تُحَاسَبُوْنَ (dihisab) (39). Yaitu mereka akan dihadapkan kepada Allah untuk dihisab amalan-amalan mereka. Karena setelah bumi dihancurkan, maka bumi akan diratakan dan diubah menjadi padang mahsyar sebagaimana firman Allah ﷻ,يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul (di Padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa.” (QS. Ibrahim: 48)Setelah itu, manusia akan dikumpulkan di padang mahsyar. Dan disitulah mereka berdiri dan tidak duduk menunggu kedatangan Allah ﷻ, yang pada waktu itu satu hari seperti lima puluh ribu tahun. Tatkala Allah ﷻ telah datang, maka malaikat menjadi bersaf-saf mengiringi kedatangan Allah ﷻ, maka saat itulah yang dimaksud dalam ayat ini, yaitu manusia dihadapkan kepada Allah ﷻ untuk untuk dihisab.Adapun tentang firman Allah ﷻ,لَا تَخْفَىٰ مِنكُمْ خَافِيَةٌ“Tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah).”Sebagian Ahli Tafsir menafsirkan bahwa maksud tidak ada amalan yang tersembunyi adalah seluruh amalan yang selama ini disembunyikan oleh manusia selama hidupnya baik dari kebaikan atau keburukan, maka akan tampak pada hari tersebut (40). Sebagian Ahli Tafsir yang lain menafsirkan bahwa maksud tidak ada yang tersembunyi adalah semua manusia akan dipaparkan di padang mahsyar dan tidak ada yang bisa bersembunyi, karena tanah di padang mahsyar semuanya rata, tidak ada gunung, tidak ada lembah, dan tidak ada pohon. Sebagaimana sabda Nabi ﷺtentang padang mahsyar,لَيْسَ فِيهَا مَعْلَمٌ لِأَحَدٍ“Disana tidak ada tanda satu pun.”(41)Artinya tidak ada tempat bersembunyi dan tidak ada yang bisa disembunyikan di padang mahsyar. Sebagian Ahli Tafsir yang lain menafsirkan bahwa maksud tidak ada yang tersembunyi adalah semua aurat manusia akan terbuka (42), tidak ada yang bisa disembunyikan pada hari kiamat. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا"Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.”(43)Dalam riwayat yang lain disebutkan oleh Abdullah bin Unais bahwa Nabi ﷺberkata,يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عُرَاةً غُرْلًا بُهْمًا، قَالَ: قُلْنَا: وَمَا بُهْمًا؟ قَالَ: لَيْسَ مَعَهُمْ شَيْءٌ“Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan tidak berpakaian, tidak berkhitan, dan tidak pula buhman”. Lalu kami bertanya, ‘Apakah buhman itu?’ Beliau bersabda, ‘Tidak ada sesuatupun yang kalian bawa’.”(44) (HR. Ahmad 3/459 no. 16085)Sebagian Ahli Tafsir yang lain menafsirkan bahwa tidak ada yang tersembunyi yaitu akan tampak mana orang yang beriman dan mana orang yang kafir, semuanya akan tersingkap pada hari tersebut. (45)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 September 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Qarun beserta hartanya akhirnya ditenggelamkan ke dalam bumi. Sebagian ahli tafsir bahkan menyebutkan bahwa seluruh pengikutnya pun ikut ditenggelamkan, sehingga tidak ada penolong bagi mereka.Salah satu penjelasan mengenai sebab ditenggelamkannya Qarun adalah doa Nabi Musa. Namun, untuk mencegah anggapan bahwa Nabi Musa berdoa untuk mengambil harta Qarun, Allah جل جلاله memutuskan untuk menenggelamkan Qarun beserta seluruh hartanya.Dengan demikian, tidak ada lagi prasangka bahwa Nabi Musa menginginkan duniawi atau harta Qarun.Mereka sadar bahwa harta tidak menunjukkan bahwa itu adalah kasih sayang Allah جل جلاله. Karena bisa jadi Allah جل جلاله berikan harta kepada orang yang Dia cintai, dan bisa juga diberikan kepada orang yang tidak Dia cintai.Mereka juga sadar bahwa kekurangan yang mereka miliki adalah karunia Allah جل جلاله, karena jika mereka kaya seperti Qarun, maka mereka pun akan dibenamkan oleh Allah bersama Qarun.

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI8 September 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Beriman kepada Takdir Allah Halaqah 12

Halaqah yang ke dua belas dari Silsilah Ilmiyyah Beriman dengan Takdir Allah adalah tentang “Aliran Sesat yang Menyimpang di Dalam Masalah Takdir”.Diantara aliran sesat yang menyimpang di dalam masalah takdir adalah aliran Al Majusiyah, yaitu aliran yang mengikuti jalan orang-orang Majusi.Mereka adalah orang-orang yang beriman dengan syari’at, akan tetapi mendustakan takdir Allah.Ada diantara mereka yang mengingkari ilmu Allah dan mengatakan bahwa Allah tidak mengetahui sesuatu kecuali setelah terjadinya.Dan ada diantara mereka yang mengingkari keumuman Masyiah Allah dan penciptaan-Nya. Mereka berkata,“Allah yang mencipta manusia dan manusialah yang menciptakan amalannya sendiri.”Dan mereka berkata,“Bahwa amalan manusia adalah dengan kehendak manusia semata dan tidak ada hubungan sama sekali dengan kehendak Allah.”Sehingga mereka dinamakan dengan Al-Majusiyah karena orang-orang Majusi meyakini bahwa pencipta ada dua:⑴ Pencipta kebaikan⑵ Pencipta keburukanDan diantara aliran yang sesat di dalam masalah takdir adalah aliran Al Musyrikiyah yaitu aliran yang mengikuti jalan orang-orang Musyrikin.Mereka mengakui takdir Allah tetapi mengingkari syari’at Allah dan tidak mengikutinya.Dinamakan Al Musyrikiyah karena orang-orang Musyrikin mengakui takdir Allah dan tidak mau mengikuti syari’at Allah yang intinya adalah Tauhid.Allah berfirman tentang mereka,سَيَقُولُ الَّذِينَ أَشْرَكُوا لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكْنَا وَلَا آبَاؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِنْ شَيْءٍ ۚ…[Surat Al-An’am 148]“Akan berkata (orang-orang Musyrikin) seandainya Allah menghendaki niscaya kita tidak akan berbuat syirik, demikian pula bapak-bapak kami, dan tentunya kami tidak akan mengharamkan sesuatu.”Demikianlah ucapan orang-orang Musyrikin ketika mereka diajak oleh Rasulullah ﷺ untuk bertauhid, mereka menolak tauhid dan beralasan bahwa kesyirikan mereka adalah dengan takdir Allah.Maka setiap orang yang berdalil dengan takdir dalam membolehkan kemaksiatan, pada hakikatnya dia telah mengikuti jalan orang-orang Musyrikin.Adapun Ahlus Sunnah maka seperti yang sudah berlalu, mereka beriman dengan takdir dan beriman dengan syari’at.

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 September 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Strategi Menghadapi Perfeksionisme Pada Anak

🌿 Ceritakan Perasaan di Balik PerfeksionismeKetika anak Anda bersikeras bahwa sesuatu harus sempurna atau menutup diri jika ada sesuatu yang cacat, berlatihlah untuk mengetahui perasaan di baliknya dan “menceritakan kisah tentang perasaan itu”, atau mengucapkan perasaan itu dengan lantang.Tujuannya adalah mengalihkan fokus anak dari kesempurnaan dan mengalihkannya pada perasaan di dalam tubuhnya.Hal ini akan membangun kesadaran diri akan pengalaman seseorang, yang merupakan dasar untuk regulasi emosi.Jadi, ketika anak Anda berkata:> “Aku satu-satunya anak yang tidak bisa main palang monyet. Aku tidak akan pergi ke taman bermain, itu tidak akan menyenangkan,”ceritakanlah perasaan yang ada di baliknya.Misalnya:> “Tidak bisa main palang monyet, uh, itu terasa sangat penting bagimu.”atau,> “Kadang-kadang satu hal yang sulit bisa menyedot semua kesenangan, ya? Rasanya di taman bermain enggak ada yang menyenangkan jika kamu tidak merasa nyaman di setiap bagiannya.”Di sini saya menceritakan pergulatan regulasi emosi yang mendasarinya. Saya menunjukkan kepada anak bahwa saya melihat apa yang terjadi pada mereka.Saya tergoda untuk mengatakan, “Enggak apa-apa jika kamu tidak ingin melakukan hal itu, bukan masalah besar!” atau, “Siapa yang peduli! Kamu bisa bermain di bagian lain di taman bermain!”Tapi, ingat, logika dan perasaan yang sulit adalah usaha berat bagi anak-a nak yang cenderung perfeksionis.Good Inside, Meletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik (Dr. Becky Kennedy)

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat8 September 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar surah Ar Ra'd ayat 2

Allah-lah yang menciptakan langit-langit terangkat tinggi tanpa pilar-pilar seperti yang kalian saksikan, kemudian bersemayam di atas Arasy dengan kaifiat semayam yang laik dengan keagungan-Nya, tanpa menanyakan bagaimana Allah bersemayam dan tanpa menyamakannya dengan semayam makhluk-Nya.Allah juga menundukkan matahari dan bulan untuk berbagai kepentingan makhluk-Nya. Masing-masing dari matahari dan bulan berjalan untuk waktu yang ditentukan dalam ilmu Allah.Dia mengatur urusan di langit dan di bumi sekehendak-Nya dan menjelaskan ayat-ayat yang menunjukkan kekuasaan-Nya dengan harapan kalian akan meyakini perjumpaan dengan Tuhan kalian pada hari Kiamat kelak, sehingga kalian menyiapkan diri dengan berbagai amal saleh.

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 September 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Mengelola Keuangan Rumah Tangga Islami - Dr. Labib Najib Abdullah

Sumber Pembiayaan Usaha Rumah TanggaTabungan pribadiMenjadi sumber pembiayaan utama untuk memulai usaha. Jika tujuannya mengubah tabungan menjadi investasi produktif, dapat digunakan untuk modal awal.Musyarakah/kerja sama kemitraanDua orang atau lebih bekerja sama membiayai usaha yang disepakati. Keuntungan dibagi bersama sesuai kesepakatan.PinjamanDapat meminjam dari keluarga, kerabat, atau teman. Sebaiknya ada kesepakatan pengembalian yang jelas dan tidak membebani keuangan.Bank/lembaga keuanganPinjaman dapat digunakan sesuai kebutuhan usaha dan harus dikembalikan dengan cara yang telah disepakati. Dalam keuangan syariah, pembiayaan dapat menggunakan akad yang sesuai prinsip syariah.Tahapan kebutuhan pembiayaan usahaFase pendirian: modal untuk memulai usaha.Fase operasi: pembiayaan untuk menjalankan usaha sehari-hari.Fase ekspansi: tambahan modal ketika usaha berkembang dan ingin diperluas.Contoh usaha rumah tanggaJasa: reparasi HP/elektronik, jahit, cukur, les/kursus, taman kanak-kanak, rumah tahfiz, dan jasa internet.Usaha produktif: garmen, pembuatan sepatu, perabotan, dan minyak wangi.Pertanian/peternakan: ternak lebah, unggas, dan hewan lainnya.Intinya: Usaha rumah tangga dapat dibiayai dari tabungan, kerja sama, pinjaman, atau lembaga keuangan, dengan memilih sumber dana sesuai kebutuhan dan kemampuan usaha.

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat8 September 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS Ali Imran Ayat 73-74

73 Mereka juga mengatakan, “Janganlah kalian percaya kecuali kepada orang Yahudi yang memeluk agama kalian.” Katakanlah -wahai Rasul-, “Sesungguhnya petunjuk kepada kebenaran itu adalah petunjuk Allah, bukan pendustaan dan pengingkaran yang kalian lakukan karena khawatir akan ada seseorang yang diberikan anugerah seperti yang pernah diberikan kepada kalian, atau karena khawatir mereka akan mengalahkan hujah kalian di sisi Tuhan kalian jika kalian mengakui apa yang diturunkan kepada mereka.”Katakanlah -wahai Rasul-, “Sesungguhnya karunia itu ada di tangan Allah. Dia berhak memberikannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Anugerah-Nya tidak hanya diberikan kepada umat tertentu saja, sedangkan umat yang lain tidak diberi, dan Allah Mahaluas anugerah-Nya lagi Maha Mengetahui siapa yang berhak menerimanya.”74 Allah mengkhususkan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki di antara makhluk-Nya. Kemudian Allah menganugerahi orang tersebut dengan hidayah, kenabian dan beragam pemberian lainnya, dan Allah adalah pemilik anugerah yang sangat besar dan tidak terbatas.

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 September 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Murah hati dan dermawan adalah dua sifat Allah Ta'ala.Allah itu Maha Penderma dan Pemurah. Dia memuji orang-orang beriman yang menginfakkan sebagian rezeki yang Allah berikan.Allah ﷻ berfirman, artinya: "(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (al-Baqarah: 3)Orang yang bersedekah menghiasi diri dengan sifat-sifat mulia yang merupakan sifat-sifat Allah, Nabi-Nya, dan orang-orang beriman. Bersedekah karena Allah Ta'ala merupakan usaha pembiasaan diri untuk berbuat kebajikan, melatih jiwa untuk rela memberi dan berkorban, dan membuang keegoisan.Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling baik, dermawan, pemberani, penyayang, tawaduk, adil, sabar, lembut, lunak, pemaaf, dewasa, pemalu, dan teguh di atas kebenaran.

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 September 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Jagalah "Serangan Pikiran" Anda Tetap Dalam Kendali

Jagalah "Serangan Pikiran" Anda Tetap Dalam KendaliSumber : Don't sweat the small stuff with your family Dalam setiap buku yang saya tulis dan dalam setiap memberi kuliah saya berupaya memasukkan sedikit ulasan mengenai "serangan pikiran". Karena rumah adalah sumber stres yang potensial bagi kebanyakan orang, buku ini tentu tidak dikecualikan. Kita adalah makhluk berpikir. Dan karena kita terus-menerus berpikir kita jadi gampang lupa atau tidak-tidaknya kehilangan orientasi bahwa kita sedang berpikir. Bahkan kalau kita sedang melamun pun pikiran kita tetap jalan. Dengan kata lain kita memikirkan banyak hal berapa banyak yang harus kita kerjakan betapa stressnya hidup kita betapa seringnya kita harus mengerjakan bagian yang lebih banyak dan sebagainya tanpa menyadari bahwa kita sedang berpikir. Masalahnya adalah pikiran kita akan muncul kembali dalam bentuk perasaan. Apa yang saya maksudkan di sini adalah bahwa jika pikiran kita marah kita akan merasa marah. Jika pikiran kita penuh kebencian kita akan merasa benci. Sikap pikiran kita terburu-buru kita akan merasa seakan-akan tidak punya cukup waktu. Jika pikiran kita stres kita akan merasa stres. Tidak percaya? Cobalah marah Sekarang juga tanpa memikirkan sesuatu yang bisa membuat anda marah! Anda tidak akan bisa. Dengan demikian jelas bahwa perasaan Anda mengikuti pikiran anda persis seperti anak domba mengikuti induknya. Biasanya, serangan pikiran biasanya mengikuti pola sebagai berikut: ada punya pikiran seperti "kotor sekali tempat ini". Jika hanya sampai di situ pikiran ini tidak menimbulkan masalah. Namun kita jarang bersikap bijaksana untuk langsung menghentikan berkembangnya pikiran tersebut. Bahkan satu pikiran itu menyebabkan munculnya sederetan pikiran yang lain seperti " tampaknya cuma aku yang mengurusi rumah ini" dan mungkin " Aku benci tempat ini". Dengan segera kita merasa terganggu dan kesal tetapi tidak menyadari bahwa pikiran kita punya andil terhadap kondisi mental kita. Jika terjadi jenis percakapan mental seperti ini hanya ada dua yang akan terjadi. Sering orang yang berpikir anda akan terus berpikir seperti ini sampai Anda mulai merasakan efek yang membuat stres dari pikiran-pikiran tersebut. Rentetan pikiran anda mungkin berlanjut sampai akhirnya terputus karena bel pintu atau telepon berdering. Namun masih ada pilihan lain yaitu menyadari bahwa diri Anda sedang berada dalam serangan pikiran menyadari apa yang sedang terjadi dalam pikiran anda sendiri. Katakan saja, " ups lagi lagi begini," atau kalimat lain yang akan mengingatkan anda bahwa pikiran anda sedang membuat anda kacau dan semakin memperburuk stres yang sedang Anda rasakan. Bila anda menjadi pengamat pikiran anda sendiri ini akan memungkinkan Anda menghentikan stres dan frustasi segera setelah anda melepaskan pikiran yang bersangkutan dan kembali ke momen sekarang. Ini akan membantu Anda memperoleh kembali perspektif anda bila tidak membiarkan pikiran anda membuat hidup jadi tampak lebih sulit ketimbang sebenarnya. Yang jelas makin awal Anda menghentikan serangan pikiran semakin mudah untuk kembali ke jalur yang benar. Saya tidak dapat mengatakan kepada anda betapa manfaatnya teknik sederhana ini dalam hidup saya dan hidup ribuan orang lain yang telah mencoba menerapkannya. Anda akan menyukainya tetapi saya harus memperingatkan anda. Meskipun konsep ini sederhana menerapkannya bukan hal mudah. Begitu Anda mulai menaruh perhatian anda mungkin akan menemukan bahwa masih jauh lebih banyak serangan pikiran daripada yang dapat anda bayangkan. Namun balasannya sangat berharga dengan sedikit latihan anda akan jauh lebih santai di rumah.

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 September 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Kandungan bab 7

Kandungan Bab 7 Termasuk Syirik Memakai Gelang, Benang, Dan Sejenisnya Sebagai Pengusir Atau Penangkal Mara Bahaya1. Dilarang keras memakai gelang, benang, dan sejenisnya untuk maksud-maksud tersebut di atas.2. Dinyatakan bahwa sahabat tadi apabila mati, sedangkan gelang (atau sejenisnya) itu masih melekat pada tubuhnya, dia tidak akan beruntung selama-lamanya. Ini menunjukkan kebenaran pernyataan para sahabat bahwa “syirik Asghar lebih berat daripada perbuata dosa besar”. 3. Syirik tidak dapat dimaafkan dengan alasan karena tidak mengerti.4. Gelang, benang dan sejenisnya tidak berguna untuk menolak atau mengusir sesuatu penyakit, bahkan berbahaya (mudharat); karena Nabi shallallahu alaihi’ wasallam bersabda “… karena ia tidak menambah pada dirimu kecuali kelemahan.”5. Mengingkari dengan keras terhadap orang yang melakukan perbuatan syirik.6. Dijelaskan bahwa orang yang menggantungkan sesuatu barang untuk maksud-maksud sseperti diatas, maka Allah akan menjadikan dirinya mengandalkan barang itu.7. Dinyatakan bahwa orang yang menggantungkan tamimah telah melakukan perbutan syirik.8. Mengikatkan benang pada tubuh untuk mengobati sakit panas termasuk syirik.9. Pembacaan ayat tersebut yang dilakukan oleh Hudzaifah, menunjukkan bahwa para sahabat menggunakan ayat-ayat yang berkenan dengan syirik akbar sebagai dalil untuk syirik ashghar, sebagaimana tafsir yang disebutkan oleh Ibnu Abbas dalam salah satu ayat dari surat al-Baqarah.10. Menggantungkan wada’ah sebagai penangkal atau pengusir ain’ juga termasuk syirik.11. Orang yang menggantungkan tamimah di do’akan semoga Allah tidak mengabulkan keinginannya; dan orang yang menggantungkan wada’ah di do’akan semoga Allah tidak memberi ketenangan pada dirinya.

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI8 September 2026
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Halaqah 87

ilmiyyah.comMain MenuHomeHalaqah 87 | Pengakuan Terhadap Takdir Merupakan Bentuk Pengesaan Allāh ﷻ dan Rububiyyah-NyaHalaqah 87 | Pengakuan Terhadap Takdir Merupakan Bentuk Pengesaan Allāh ﷻ dan Rububiyyah-NyaKitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.ATranskrip: ilmiyyah.comالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهHalaqah yang ke-87 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-Aqidah Ath-Thahawiyah yang ditulis oleh Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāh.Beliau mengatakan rahimahullāh:وَالِاعْتِرَافِ بِتَوْحِيدِ اللهِ تَعَالَىٰ وَرُبُوبِيَّتِهِDan beriman dengan takdir Allāh ﷻ ini adalah bentuk pengakuan kita terhadap keesaan Allāh ﷻ dan juga Rubūbiyyah-Nya.Ini termasuk pengakuan kita terhadap keesaan Allāh ﷻ dan pengakuan kita terhadap Rubūbiyyah Allāh ﷻ. Kenapa demikian? Karena meyakini bahwasanya Allāh ﷻ mengetahui segala sesuatu sebelum terjadinya, dan meyakini bahwasanya Allāh ﷻ menulis segala sesuatu sebelum terjadinya, ini adalah termasuk bagian dari keimanan kita terhadap Qudratullāh (kekuasaan Allāh ﷻ).Allāh ﷻ berkuasa untuk mengetahui segala sesuatu sebelum terjadinya, Allāh ﷻ berkuasa untuk menulis segala sesuatu sebelum terjadinya, dan Allāh ﷻ berkuasa untuk menjadikan segala sesuatu di permukaan bumi ini terjadi dengan Masīyyatullāh (kehendak Allāh ﷻ). Allāh ﷻ berkuasa untuk menciptakan segala sesuatu yang Dia inginkan.Kita beriman dengan takdir Allāh ﷻ itu sama dengan beriman dengan Qudratullāh (kekuasaan Allāh ﷻ). Makanya sebagian salaf mengatakan, “Al-Qadru Qudratullāh” (Al-Qadr itu adalah kekuasaan Allāh ﷻ). Sehingga barangsiapa yang mengingkari Qadar, mengingkari takdir, maka dia telah mengingkari kekuasaan Allāh ﷻ, dan orang yang mengingkari kekuasaan Allāh ﷻ keluar dari agama Islam.Al-Qadr adalah Qudratullāh. Takdir adalah kekuasaan Allāh ﷻ. Barangsiapa yang mengingkari takdir Allāh ﷻ maka dia telah mengingkari kekuasaan Allāh ﷻ, dan barangsiapa yang mengingkari kekuasaan Allāh ﷻ maka dia telah keluar dari agama Islam. Sehingga beliau mengatakanوَالِاعْتِرَافِ بِتَوْحِيدِ اللهِ تَعَالَىٰ وَرُبُوبِيَّتِهِberiman dengan takdir ini adalah pengakuan seorang hamba tentang keesaan Allāh ﷻ, pengakuan seorang hamba terhadap Rubūbiyyah Allāh ﷻ. Karena di antara makna Rubūbiyyah adalah al-qudrah, yaitu Allāh ﷻ Maha Memiliki sifat al-qudrah, menguasai segala sesuatu. Itu di antara makna-makna Rubūbiyyah.كَمَا قَالَ تَعَالَىٰSebagaimana Firman Allāh:وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا [الفرقان: 2]“Allāh Dia-lah yang menciptakan segala sesuatu dan Allāh mentakdirkan segala sesuatu dengan sebenar-benarnya.”Ini ada keimanan terhadap takdir Allāh ﷻ dan keimanan bahwasanya segala sesuatu diciptakan oleh Allāh ﷻ dengan takdir.وَقَالَ تَعَالَىٰ: {وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا} [الأحزاب: 38]Dan Allāh ﷻ berfirman: “Dan urusan Allāh ﷻ itu adalah takdir yang sudah ditakdirkan.”Semuanya adalah dengan takdir Allāh ﷻ. Ini menunjukkan bahwasanya apa yang terjadi di permukaan bumi ini, itu bukan terjadi secara begitu saja, bukan terjadi tanpa aturan, bukan terjadi tanpa direncanakan, bukan terjadi tanpa diketahui oleh Allāh ﷻ. Itu semua sudah diketahui. Apa yang terjadi di permukaan bumi, apa saja, sekecil apapun itu, sudah diketahui oleh Allāh ﷻ dan sudah ditulis oleh Allāh ﷻ semuanya, dan akan terjadi sebagaimana yang Allāh ﷻ tulis.Dan ini bukan berarti bahwasanya seseorang kemudian dia tidak mengambil sebab. Ini sudah kita tekankan berkali-kali. Sebagaimana kita beriman dengan takdir Allāh ﷻ, maka kita juga beriman dengan syariat Allāh ﷻ. Allāh ﷻ mentakdirkan dan Allāh ﷻ juga mensyariatkan. Kita beriman dengan takdir Allāh ﷻ dan kita juga beriman dengan syariat Allāh ﷻ. Dua-duanya kita imani. Allāh ﷻ mentakdirkan rezeki dan Allāh ﷻ juga mensyariatkan kita untuk memberi nafkah, untuk mencari rezeki, untuk bekerja.فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَٱبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِ ٱللَّهِ Apabila sudah selesai shalat Jum’at, maka hendaklah kalian menyebar dipermukaan bumi; dan carilah karunia Allāh ﷻ, bekerjalah, berdaganglahوَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَDan banyak-banyaklah mengingat Allāh ﷻ semoga kalian menjadi orang-orang yang beruntung. (QS. Al-Jumu’ah: 10)Dan Nabi ﷺ bersabda,لَأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً مِنْ حَطَبٍ، فَيَحْمِلُهَا عَلَى ظَهْرِهِ، فَيَبِيعَهَا، فَيَسْتَغْنِيَ بِثَمَنِهَا، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ، أَعْطَوْهُ أَوْ مَنَعُوهُSungguh salah seorang di antara kalian mencari kayu bakar (di kebun atau di hutan), kemudian dia bawa satu ikat dari kayu bakar tadi ke pasar, kemudian dia jual, dia mendapatkan uang, itu lebih baik daripada dia meminta-minta kepada manusia baik diberi ataupun tidak diberi.Apa yang kita pahami dari ucapan Nabi ﷺ ini? adalah dorongan kita untuk bekerja. Jangan kita meminta-minta kepada manusia, meskipun meminta itu mungkin dikasih, dan mungkin dikasihnya lebih banyak daripada kita mencari kayu bakar, kemudian kita jual. Tapi yang lebih dicintai oleh Allāh ﷻ adalah kita usaha sendiri, kita bekerja sendiri meskipun hanya sedikit yang kita dapatkan.Para anbiya, mereka bekerja. Para nabi mereka bekerja, padahal siapa yang lebih kuat keimanannya terhadap takdir, kita atau mereka? Tentunya mereka. Tapi lihat, ada di antara mereka yang jadi tukang kayu, ada di antara mereka yang jadi penggembala. Nabi Mūsā ‘alayhis-salām, berapa tahun beliau menggembalakan untuk Shahibul  Madyan? Padahal mereka adalah orang-orang yang sangat beriman dengan takdir Allāh ﷻ. Karena mereka tahu bahwasanya kita ini diperintahkan untuk melakukan dua perkara: beriman dengan takdir dan juga beriman dengan syariat Allāh ﷻ.Semua ini sudah ditulis tentang penduduk Surga dan juga penduduk Neraka. Kita iman yang demikian. Dan di dalam syariat kita diperintahkan untuk shalat, kita diperintahkan untuk menjauhi kemaksiatan, kita diperintahkan untuk beriman, kita diperintahkan untuk menuntut ilmu. Kita lakukan apa yang Allāh ﷻ perintahkan. Kita beriman bahwasanya penyakit dan kesembuhan ini sudah ditakdirkan oleh Allāh ﷻ dan tidak mungkin dirubah, tapi di satu sisi kita disuruh untuk beriman dengan syariat Allāh ﷻ.Kita diperintahkan untuk berobat.يَا عِبَادَ اللَّهِ تَدَاوَوْا، …، وَلَا تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ“Wahai hamba-hamba Allāh, berobatlah kalian, dan janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang diharamkan oleh Allāh.”Allāh ﷻ mengabarkan di dalam Al-Qur’ān bahwa madu ini adalah obat. Al-Qur’ān di dalamnya ada obat. Nabi ﷺ mengabarkan bahwa habbatus-sauda adalah obat. Tujuannya apa? Supaya kita berobat, supaya kita mengambil sebab. Masalah hasilnya, maka yang menentukan adalah Allāh ﷻ.Kita diperintahkan untuk mengambil sebab, dan kita yakin semuanya sudah ditakdirkan oleh Allāh ﷻ. Kalau memang sudah ditakdirkan oleh Allāh ﷻ tidak sembuh, ya bagaimanapun kita mencari dokter yang hebat, kita mencari obat yang manjur dan seterusnya, tidak akan sembuh. Tapi kita diperintahkan untuk mengambil sebab, kita diperintahkan untuk berdoa, kita diperintahkan untuk bersabar, dan seterusnya.

💬 0 komentar📅 8 Sep 2026Baca selengkapnya →