📍 Kota Samarinda
Talbis Iblis 3 Terhadap Para Filsuf Yunani dan Penyembah Berhala
Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu ta'ala membuat sub penyebutan talbis Iblis tentang kaum falasifah (ahli filsafat Yunani) dan orang-orang yang mengikuti ahli filsafat. Disini imam Ibnul Jauzi rahimahullah mengulangi pemikiran mereka, yang mereka menyimpang dalam pemikiran mereka, syaitan masuk dalam pemikiran mereka. Mereka ini sangat cerdas tapi mereka sangat ngelantur dalam ilmu ke Tuhanan. Tokoh Falasifah adalah Socrates, Aries Toteles, Plato. Dan mereka menulis perkara-perkara yang nampak (hisyiyah) kimia, fisika, biologi dengan otak mereka yang luar biasa cerdas. Pemikiran mereka bahkan tertuang dalam buku-buku mereka dan diterjemahkan dalam bahasa Arab pada zaman khalifah Al-Ma'mun, sehingga kaum muslimin terpesona dengan pemikiran falasifah yang sangat detail mengenai hal dunia. Namun yang jadi masalah ketika mereka berbicara tentang ke Tuhanan, sedangkan mereka berpangku pada pemikiran dan kecerdasan mereka semata. Mereka tidak menyambut sinar kenabian ( nurun nubuwah). Mereka tidak berusaha melihat penjelasan para Nabi, para An-biya, para Rasul. Mereka ingin memikirkan Tuhan secara merdeka., akhirnya mereka ngawur. Sedangkan otak kita hanya bisa menangkap Tuhan secara global, Tuhan itu ada, Tuhan Maha Kuasa, Tuhan Maha Dahsyat ini bisa kita pikirkan dengan akal. Tapi secara detail bagaimana Tuhan lahir, proses penciptaan bagaimana, ini semua tidak bisa di duga-duga. Makanya mereka terjebak dengan pemikiran mereka sendiri. Kata Ibnul Jauzi rahimahullah ketika mereka bicara tentang ketuhanan, mereka tidak punya landasan. Kalau perkara yang nampak biologi, fisika, kimia, medis, tapi kalau bicara perkara yang ghoib mereka sulit. Akhirnya mereka berkata berdasarkan persangkaan mereka saja. Mereka bersendirian dengan pemikiran mereka, otak mereka, pendirian mereka tanpa menengok ajaran-ajaran para nabi, maka timbulah perbedaan diantara mereka. Pada pelajaran yang nampak mereka sepakat. Sedangkan pada urusan ketuhanan, mereka tidak punya landasan, maka mereka banyak berlisih. Contoh saja kita tidak pernah tahu bagaimana Ruh kita. Apakah tuh itu bentuknya apa, kuruskah, gendut kah, bagaimana dia beredar dalam jasad kita. Sekalipun kita hadirkan 1000 pakar biologi, maka akan ada 1000 pendapat juga. Allah berfirman,وَيَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِ ۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَاۤ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا"Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh, katakanlah, "Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit." (QS. Al-Isra' 17: 85) Kalau ruh saja kita tidak bisa berbicara tentang ruh. Apalagi tentang Allah. Bahkan tentang jin saja ilmu kita terbatas, bagaimana jin bisa berubah menjadi binatang, menjadi wanita cantik, jin berbicara, bagaimana jin bisa masuk ke dalam tubuh manusia. Ini perkara ghoib , kemampuan manusia sangat terbatas, tidak bisa kita jelaskan secara ilmiah. Apalagi jika kita berbicara tentang Allah (Khaliq) sang Pencipta, Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, karena mereka tidak punya landasan maka mereka berselisih dengan perselisihan yang sangat banyak. Akidah Falasifah tentang pecipta. Ada beberapa mahzab :1. DahriahTuhan tidak ada, pecipta tidak ada. Alam terjadi begitu saja tanpa ada pecipta.2. Socrates, Plato, Aries TotelesAlam ini tercipta dari "al illah tamma" sebab pertama (kuasa prima), dia statis. Seakan-akan kausa prima inilah yang berfungi sebagai Tuhan. Sebagai sebab peciptaan. Tapi juga mereka menjadikan masalah tidak menempatkan kausa prima sebagai pecipta. Mereka menyebutkan azali bersama alam, alam dan kausa prima sama-sama keberadaan nya. Karena sebabnya sempurna,maka akibatnya juga harus bersamaan. Iblis masuk dalam pemikiran mereka. Mereka bermain logika, sangat berbeda dengan islam. Dan mereka berkata munculnya alam adalah konsekuensi dari sempurna nya kausa prima mengkonsekoensikan adanya alam. Alam azali, alam abadi ini menurut mereka, ini murni logika. Ini bertentangan dengan akidah islam. Sungguh ini syubhat mereka. Islam ada sebab-akibat, dan apa yang terjadi maka terjadilah. Kalau islam, Tuhan yang menciptakan. 3. Dari kalangan falasifah, mereka mengakui Tuhan itu ada. Mereka melihat alam ini muhdaa (baru) dari tidak ada, menjadi ada. Tetapi kami jadi bimbang, ketika ada seseorang meminta tolong dilautan, dia meminta kepada Tuhannya tapi dia tidak di tolong. Logika kami menunjukkan Tuhan itu ada, tapi kenyataan Tuhan itu tidak ada. Dan mereka khilaf, tentang hakekat pecipta tersebut.Pendapat 1. Tuhan tersebut meciptakan, setelah menciptakan sesuatu dengan sempurna. Lalu, takut ada perubahan, maka Tuhannya bunuh diri. Misalnya Tuhan sudah menciptakan alam sudah sempurna, Tuhannya bunuh diri ( merekabermain logika). Pendapat 2. Tuhan lemah, mahluk terlalu hebat. Tuhan sudah terlalu lemah setalah meciptakan, tidak bisa mengatur lagi setelah menciptakan alam yang begitu bagus. Pendapat 3. Tuhan menyebar ke seluruh alam, Tuhan menyatu pada alam. Sungguh ini semua adalah syubhat, Iblis main di pemikiran mereka. Mereka tidak punya cahaya kenabian, mereka tidak mampu memikirkan dengan pemikiran nya mereka buntu. ILMU PENCIPTAMenurut Falasifah Yunani, pecipta tidak berilmu kecuali hanya diri-Nya. Menurut mereka Tuhan Maha Sempurna dan tidak boleh berpikir,kecuali yang sempurna juga, yaitu dirinya semata. Ini semua logika semata. Syaitan masuk pada pemikiran mereka. Pemikiran ini memperngaruhi : Ibnu Sina, dia terpengaruh oleh pemikiran ini, dia mengatakan "Allah mengetahui mahluk-mahluk-Nya, secara kulli (secara global, bukan terperinci)". Syubhat Ibnu Sina juga sangat berbahaya, " Mahluk itu berbeda-beda dan ada yang berbahaya, maka Allah dikatakan tidak layak mengurusi mahluk-mahluk-Nya ". Makanya Al-Ghazali mengkafirkan Ibnu Sina, sebab dia terkena syubhat ini. Pemikiran ini juga memperngaruhi Mu'tazillah, syubhat nya :Ilmu Allah adalah dzatnya sendiri. Dia terpengaruh dengan pikiran filsafat. Dalam islam, Allah mengetahui semua yang Dia ciptakan dan mengurus semua mahluk-Nya, bahkan daun yang gugur saja Allah tahu. Betapa banyak hewan melata tidak mampu mengurus rezekinya, Allah yang urus semua rezekinya. Bahkan lirikan mata Allah tahu. Masing-masing punya logika tapi tidak mendapat kan petunjuk kenabian. AKIDAH FALASIFAH TENTANG KEBANGKITANMereka mengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari kembali nya ruh ke jasad. Sehingga mereka mengatakan surga dan neraka tidak ada. Pemikiran ini juga memperngaruhi Ibnu Sina dalam kitabnya "Risalah Al Thuhiyah", dia mengatakan tidak ada kebangkitan jasad, yang ada hanya ruh. (Gara-gara ini dia dikafirkan Al-Ghazali pemikiran nya sama dengan musyrikin Mekkah, yang Allah sebutkan dalam QS. Yasin siapa yang bisa menghidupkan tulang benulang ini kembali). Logika mereka tidak sampai. Allah Maha Mampu mengulangi proses itu berkali-kali, manusia dibangkitkan dari bagian tubuh mereka. Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Imam Ibnu Jauzi rahimahullah membuat bab TALBIS IBLIS TERHADAP ORANG YANG MENYEMBAH benda-benda langit.Ada sekelompok manusia yang menyakini dan menyembah planet-planet itu punya ruh. Seperti ruh pada jasad manusia. Sehingga mereka memiliki penggagungan terhadap benda langit, seperti bintang, matahari, bukan, mereka menganggap benda-benda ini memiliki proyeksi. Dan mereka membuat haikal-haikal bentuk-bentuk diatas muka bumi ini sebagai bentuk ibadah bentuk binatang dan mereka mengorbankan hewan-hewan tertentu atau anak-anak mereka. Misalnya mereka berkorban untuk matahari (ashabul haykalan), ini semua muncul dari hayalan mereka. TALBIS IBLIS pada penyembah berhalaImam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, Iblis kali ini masuk pada kecintaan pada bentuk-bentuk dan akal di buang. Agar orang tertarik pada bentuk-bentuk, misalnya orang dibuat tertarik pada patung-patung yang di anggap bisa memberikan kekuatan. Ketika mereka menggunakan akal "kok bisa kita menyembah patung? " Maka syaitan akal datang lagi menghiasinya sebagaimana di gambarkan dalam Al-Qur'an, Allah berfirman Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:اَ لَا لِلّٰهِ الدِّيْنُ الْخَا لِصُ ۗ وَا لَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اَوْلِيَآءَ ۘ مَا نَعْبُدُهُمْ اِلَّا لِيُقَرِّبُوْنَاۤ اِلَى اللّٰهِ زُلْفٰى ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِيْ مَا هُمْ فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ كٰذِبٌ كَفَّا رٌ"Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), "Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya." Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar." (QS. Az-Zumar 39: 3)Iblis benar-benar membuat syubhat agar mereka menyembah berhalaAwal mula penyembahan berhalaDimulai dari masa Nabi Nuh dimana ada 5 orang sholeh yang senantiasa beribadah. Ketika orang sholeh meninggal mereka membangun patung untuk dikenang agar termotivasi dalam ibadah kepada Allah, dan dimana kan patung itu dengan nama orang sholeh tersebut. Ibnul Abbas radhiyallahu anhu, menceritakan kisah ini setelah generasi sebelumnya meninggal, datanglah generasi setelah nya ilmu sudah dilupakan datanglah syaitan mengatakan patung ini disembah untuk mendekat kan kepada Allah. Dan menyebarlah penyembahan ini di Jazirah Arab, dan sampai kalangan Quraish yang dibawa oleh Amr bin Lu'ay Al-Khuzai. Dia ini pemimpin yang di hormati, dia berjalan ke Syam dan mendapat berhala. Dari Syam dia import patung ini, dia kumpulkan orang dan orang menyembah berhala. Ada berhala namanya Manat, di Shahil Bahar, Hubbal, di Ka'bah. Latta, di Thaif. Uzza, di Nakhlah, macam-macam berhala disembah. Sampai ada berhala dari negeri Yaman, Isha dan Nailah mereka berhaji dan berzina di Ka'bah. Kemudian Allah menjadikan mereka patung. Dan patung ini ditaruh keluar, agar pelajaran. Tapi iblis datang menyuruh menyembah patung isha dan Nailah ini. Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata sampai mereka mereka sampai menyembah batu dan membawa patung. Pernah mereka kehilangan batu atau lupa membawa Tuhan mereka, dan mereka mencari lagi batu yang baru. Mereka benar-benar dipermainkan syaitan untuk selalu membawa batu dan menyembah berhala. Bahkan mereka ta'waf untuk menyembah berhala. Sampai sekarang banyak penyembahan berhala dan aneh, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:اَلَهُمْ اَرْجُلٌ يَّمْشُوْنَ بِهَاۤ ۖ اَمْ لَهُمْ اَيْدٍ يَّبْطِشُوْنَ بِهَاۤ ۖ اَمْ لَهُمْ اَعْيُنٌ يُّبْصِرُوْنَ بِهَاۤ ۖ اَمْ لَهُمْ اٰذَا نٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ قُلِ ادْعُوْا شُرَكَآءَكُمْ ثُمَّ كِيْدُوْنِ فَلَا تُنْظِرُوْنِ"Apakah mereka (berhala-berhala) mempunyai kaki untuk berjalan, atau mempunyai tangan untuk memegang dengan keras, atau mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah (Muhammad), "Panggillah (berhala-berhalamu) yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, dan jangan kamu tunda lagi.(QS. Al-A'raf 7: Ayat 195)Logikanya kita menyembah yang menciptakan kita, bukan kita menyembah apa yang kita ciptakan. Demikian akal akan tidak jalan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:يَعْلَمُوْنَ ظَاهِرًا مِّنَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۖ وَهُمْ عَنِ الْاٰ خِرَةِ هُمْ غٰفِلُوْنَ"Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai." (QS. Ar-Rum 30: 7)Imam As-Sadi rahimahullah berkata menafsirkan ayat betapa orang kafir itu sangat ahli dalam urusan dunia, begitu detail. Mereka dapat menemukan pesawat, teknologi dan sebagainya. Tapi diantara mereka ketika bicara akidah pola pikir mereka tidak jalan dan mereka banyak menyembah nabi, menyembah berhala,menyembah sapi, mereka ada yang atheis dan lainnya.