📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Talbis Iblis Kepada Ahli Ibadah (Bag-3)

🥞Sibuk dengan Amalan yang Kurang Utama (Al-Ma'dhul) Sehingga Meninggalkan yang Utama (Al-Afdhal)Imam Ibnul Jauzi rahimahullah menyampaikan bahwa setan telah menggoda banyak ahli ibadah sehingga mereka terlihat sangat rajin menegakkan salat malam maupun salat-salat sunah di siang hari, namun mereka melalaikan dua perkara yang jauh lebih utama:Perbaikan Batin: Mereka tidak menaruh perhatian untuk mengobati penyakit-penyakit yang ada di dalam hati mereka (seperti hasad, riya, sombong, ujub), padahal batin manusia dipenuhi oleh banyak aib.Kehalalan Makanan: Mereka tidak peduli dan tidak memeriksa dari mana sumber makanan yang mereka konsumsi sehari-hari.Prinsip Utama: Memperbaiki penyakit batin dan memperhatikan kehalalan makanan kedudukannya jauh lebih utama di sisi Allah daripada sekadar memperbanyak kuantitas salat sunah zahir namun mengabaikan kondisi batin dan kehalalan makanan.🥞Godaan Setan Terhadap Ahli Ibadah dalam Membaca Al-Qur'an (Zikru Talbis Alaihim fi Qira'atil Qur'an)Setan membisikkan tipu daya kepada suatu kaum pembaca Al-Qur'an melalui beberapa cara halus:1️⃣Membaca Terburu-buru Tanpa Tartil dan TadaburBanyak orang digoda untuk memperbanyak kuantitas tilawah, namun mereka membacanya dengan sangat cepat dan terburu-buru (hazan) tanpa mentartilnya (min ghairi tartil). Target mereka hanyalah menyelesaikan juz demi juz dengan cepat. Metode membaca seperti ini bukanlah kondisi yang terpuji.Sikap Terhadap Riwayat Para Salaf: Memang benar terdapat riwayat bahwa sebagian ulama Salaf dahulu ada yang mengkhatamkan Al-Qur'an dalam sehari, atau bahkan mengkhatamkannya dalam satu rakaat salat (seperti yang diriwayatkan dari Utsman bin Affan radhiallahu 'anhu dan Imam Abu Hanifah rahimahullah). Namun, Ibnu Jauzi menegaskan bahwa hal tersebut adalah perkara yang jarang dilakukan (amrun nadir) dan bukan menjadi rutinitas harian mereka sepanjang tahun.Hukum dan Ketentuan Waktu: Meskipun mengkhatamkan Al-Qur'an setiap hari itu diperbolehkan, para ulama lebih menyukai pembacaan yang dilakukan secara perlahan (tartil).Dalil Hadis Nabi ﷺ:"Tidak akan paham (Al-Qur'an) orang yang membacanya (khatam) kurang dari tiga hari." (HR. Abu Dawud No. 1390, Tirmidzi No. 2949, sahih).Penjelasan Ibnu Rajab Al-Hambali: Beliau menyebutkan dalam kitabnya bahwa larangan Nabi ﷺ untuk mengkhatamkan Al-Qur'an kurang dari 3 hari itu berlaku di luar bulan Ramadan. Adapun di dalam bulan Ramadan, sebagian Salaf mengkhatamkan Al-Qur'an sehari sekali, bahkan Imam Asy-Syafi'i diriwayatkan mengkhatamkannya dua kali sehari.Catatan Penting: Kita tidak bisa menyamakan diri kita dengan Imam Asy-Syafi'i. Beliau adalah seorang Mufti di Makkah sejak usia 15 tahun; ketika beliau membaca cepat, seluruh perangkat ilmu dan tafsirnya sudah langsung terbawa dalam pemahamannya. Sementara kita membaca tanpa mengerti maknanya.Tujuan Utama Membaca Al-Qur'an: Tujuan diturunkannya Al-Qur'an adalah untuk ditadaburi ayat-ayatnya agar iman bertambah dan mudah diamalkan. Mengejar target khatam (misalnya melalui grup-grup tilawah) tanpa ada tadabur sama sekali adalah bentuk talbis iblis.Niat-Niat Saat Membaca Al-Qur'an: Seseorang disarankan menggabungkan beberapa niat sekaligus agar bacaannya berkualitas:Niat ibadah tilawah (mendapat 10 pahala per huruf, di mana Alif, Lam, dan Mim dihitung sebagai huruf yang terpisah-pisah).Niat untuk mentadabbburi maknanya.Niat agar Allah menurunkan rahmat-Nya.Niat untuk mendapatkan petunjuk (hidayah).Niat untuk mengobati diri sendiri (ruqyah).Celaan Terhadap Kaum Khawarij: Nabi ﷺ mencela orang-orang Khawarij karena mereka rajin membaca Al-Qur'an tetapi tidak memahaminya.Dalil Hadis Nabi ﷺ:"Mereka membaca Al-Qur'an, namun tidak melewati tulang selangka mereka (tidak masuk ke dalam hati, hanya sekadar di lisan)." (HR. Bukhari No. 3611 & Muslim No. 1064).Perkataan Fudhail bin Iyadh rahimahullah: Beliau berkata, "Sesungguhnya Al-Qur'an ini diturunkan untuk diamalkan, maka manusia menganggap membaca Al-Qur'an itu sendiri sebagai bentuk amalan (saja)." Membaca hanyalah tahapan paling awal, tahapan kedua adalah tadabur, dan tahapan ketiga adalah mengamalkannya dalam tindakan nyata.Nasihat Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu: Beliau melarang membaca Al-Qur'an dengan terburu-buru seperti melempar kurma busuk. Beliau menasihati: "Janganlah akhir surah menjadi fokus tujuan utamamu, tetapi berhentilah pada keajaiban-keajaiban Al-Qur'an, goyangkan hatimu, pikirkan, dan renungkanlah.".2️⃣ Membaca Al-Qur'an dengan Suara Keras di Menara Masjid (Mengganggu Orang Lain)Ibnu Jauzi menceritakan adanya sekelompok ahli baca Al-Qur'an (qari) di masa lampau yang sengaja naik ke menara masjid pada malam hari. Mereka membaca Al-Qur'an satu atau dua juz dengan mengumpulkan jemaah dan mengeraskan suara mereka secara berlebihan.Tindakan ini mengandung dua kesalahan fatal:Mengganggu hak orang lain: Suara keras tersebut membangunkan dan mengganggu orang yang sedang tidur, orang yang sedang sakit, atau mengganggu kekhusyukan orang lain yang sedang mendirikan salat malam dan berdoa di rumah-rumah mereka. (Ustaz mencontohkan fenomena masjid zaman sekarang yang memutar kaset murattal 1-2 jam sebelum azan Subuh sehingga mengganggu ketenangan masyarakat sekitar).Memaparkan diri pada bahaya riya: Sangat sulit bagi seseorang untuk menjaga keikhlasan hatinya ketika sengaja memperdengarkan suara merdunya di tengah keheningan malam jam 3 subuh agar didengar oleh masyarakat luas. Hal serupa juga terjadi pada orang yang sengaja membaca Al-Qur'an dengan suara keras di dalam masjid tepat setelah azan dikumandangkan, di mana jemaah sedang berkumpul. Tindakan ini mengganggu orang lain yang ingin melaksanakan salat sunah rawatib atau ingin berdoa dengan khusyuk di antara azan dan iqamah.Prinsip Sunnah: Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi ﷺ dan para sahabatnya (Khairul huda huda Muhammadin ﷺ). Jika mereka tidak melakukan amalan bersuara keras seperti itu, maka mendiamkannya adalah Islam yang terbaik. Ibnu Mas'ud berkata: "Ikutilah petunjuk (Nabi dan sahabat) dan janganlah kalian membuat bid'ah, karena sesungguhnya kalian telah dicukupkan." Setiap kali sebuah ibadah model baru dimunculkan, maka pasti ada amalan sunnah asli yang ditumbalkan (dikorbankan).3️⃣Menunjukkan Tanda Khatam di Hadapan PublikIbnu Jauzi menceritakan perkara menakjubkan yang beliau saksikan sendiri: Ada seorang imam yang memimpin salat Subuh di hari Jumat. Begitu selesai salat dan mengucapkan salam, ia segera berbalik menghadap jemaah lalu membaca dua surah terakhir (Al-Mu'awwidzatain) dan langsung menyambungnya dengan doa khatam Al-Qur'an.Tindakan ini sengaja dilakukan di depan jemaah agar publik mengetahui bahwa dirinya baru saja menyelesaikan khataman Al-Qur'an. Ini bukan metode para ulama Salaf. Para Salaf justru bersusah payah menyembunyikan ibadah mereka:Ada ulama Salaf yang ketika sedang membaca Al-Qur'an di rumahnya lalu tiba-tiba ada orang lain masuk, ia akan langsung menutup mushafnya dengan bajunya agar orang tersebut tidak tahu bahwa ia sedang beribadah.Imam Ahmad bin Hambal adalah orang yang sangat sering membaca Al-Qur'an, namun tidak ada satu pun orang yang mengetahui kapan hari dan waktu beliau mengkhatamkannya.Bahaya Riya: Riya adalah senjata iblis yang paling ampuh untuk menggugurkan amal saleh seseorang. Seseorang bisa saja berjuang membaca Al-Qur'an berhari-hari, namun pahalanya langsung sirna dalam sekejap ketika ia sengaja memamerkannya demi mendapatkan pujian makhluk.🥞Godaan Setan Terhadap Ahli Ibadah dalam Ibadah PuasaSetan juga masuk mendistorsi niat dan cara berpuasa para ahli ibadah:1️⃣Melakukan Puasa Dahar (Puasa Setiap Hari Sepanjang Tahun)Sebagian orang digoda untuk melaksanakan puasa secara terus-menerus setiap hari sepanjang tahun, dengan hanya berbuka pada hari-hari yang memang diharamkan secara syariat (dua hari raya Id dan hari-hari tasyrik).Mengenai hukum puasa setiap hari ini (di luar hari yang dilarang), terdapat perbedaan pendapat (ikhtilaf) di kalangan para ulama yang terbagi menjadi dua kelompok besar:Pendapat Pertama (Tidak Dianjurkan): Sebagian mengharamkannya, seperti pendapat Ibnu Hazm rahimahullah.Sebagian memakruhkannya, seperti mazhab Hanafiyah dan pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah.Pendapat Kedua (Diperbolehkan):Sebagian menilainya sebagai amalan yang dianjurkan (mustahab), seperti mazhab Syafi'iyah.Sebagian menilainya sekadar boleh (ja'iz), seperti mazhab Hambali dan diikuti oleh Ibnu Jauzi sendiri.Dalil Pendapat yang Memakruhkan/Mengharamkan:Kisah Tiga Orang yang Datang ke Rumah Istri Nabi ﷺ: Mereka bertanya tentang ibadah Nabi ﷺ di rumah, lalu merasa ibadah mereka masih sedikit. Salah satu dari mereka berkata, "Saya akan salat malam suntuk dan tidak tidur," yang kedua berkata, "Saya akan berpuasa setiap hari dan tidak akan berbuka," dan yang ketiga berkata, "Saya akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah.". Mendengar hal itu, Nabi ﷺ marah dan bersabda kepada mereka:"Kaliankah yang berkata begini dan begitu? Demi Allah, aku adalah orang yang paling takut dan bertakwa kepada Allah di antara kalian. Namun aku berpuasa dan aku juga berbuka, aku salat dan aku juga tidur, dan aku pun menikahi wanita. Barangsiapa yang membenci sunahku, maka ia bukan dari golonganku." (HR. Bukhari No. 5063 & Muslim No. 1401).Hadis Hak Istri: Rasulullah ﷺ bersabda kepada Abdullah bin Amr bin Al-Aas yang ingin memaksakan diri berpuasa setiap hari:"...Sesungguhnya istrimu memiliki hak atas dirimu (yang harus engkau tunaikan)..." (HR. Bukhari No. 1975 & Muslim No. 1159). Banyak kewajiban mutlak yang akhirnya terlalaikan gara-gara seseorang sibuk mengejar amalan sunnah yang salah caranya.Dua Kekurangan Puasa Setiap Hari Menurut Ibnu Jauzi: Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa sekalipun kita mengambil pendapat yang membolehkan puasa setiap hari, amalan tersebut tetap memiliki dua kekurangan besar:Melemahkan Fisik: Puasa yang tanpa putus dapat membuat tubuh seseorang menjadi lemah sehingga ia tidak prima dalam mencari nafkah (rezeki) untuk keluarganya (padahal menafkahi keluarga adalah jihad fi sabilillah). Kelemahan fisik ini juga bisa menghalanginya untuk memenuhi kebutuhan biologis istrinya.Terluput dari Keutamaan Puasa Terbaik: Orang yang puasa setiap hari justru kehilangan kesempatan meraih pahala dari model puasa yang paling dicintai Allah, yaitu Puasa Daud.Dalil Hadis Puasa Daud:"Puasa yang paling dicintai oleh Allah adalah puasa Daud, dan salat yang paling dicintai oleh Allah adalah salat Daud. Beliau tidur sepertiga malam, salat seperenamnya, dan tidur lagi seperenamnya. Dan beliau berpuasa sehari serta berbuka sehari." (HR. Bukhari No. 1131 & Muslim No. 1159).Jawaban Mengenai Adanya Riwayat Salaf yang Puasa Setiap Hari: Jika ada yang bertanya mengapa ada sebagian ulama Salaf yang diriwayatkan berpuasa setiap hari, Ibnu Jauzi menjawab dengan beberapa sudut pandang:Kondisi fisik para Salaf tersebut sangat kuat sehingga mereka mampu menggabungkan antara puasa harian dengan pemenuhan hak-hak keluarga mereka.Banyak di antara Salaf yang melakukan hal itu adalah mereka yang memang tidak memiliki keluarga (tidak menikah) sehingga tidak memiliki beban nafkah.Sebagian Salaf baru melakukannya di penghujung hayat mereka (ketika usia sudah tua dan istri sudah wafat) sebagai bentuk pengisian waktu luang.Namun bagaimanapun juga, sabda Nabi ﷺ tetap menjadi pemutus perkara (faisal): "Tidak ada puasa yang lebih utama dari puasa Daud.". Riwayat satu orang Salaf tidak bisa dijadikan dalil mutlak jika menyelisihi hadis nabi, karena yang menjadi dalil hujah adalah kesepakatan (ijma') para Salaf, bukan ijtihad individu mereka.Bahaya Memaksakan Diri Melampaui Batas: Ibnu Jauzi menceritakan bahwa di masa lalu ada orang-orang yang memaksakan diri melakukan puasa Daud secara berlebihan padahal persediaan makanan mereka sangat sedikit dan kurang bergizi. Akibatnya, ada di antara mereka yang matanya menjadi buta dan ada yang otaknya menjadi kering. Tindakan memaksakan diri hingga merusak tubuh ini hukumnya tidak boleh (haram). Jangankan puasa sunnah, puasa Ramadan sekalipun jika seseorang sakit dan tidak mampu melaksanakannya, syariat melarangnya memaksakan diri dan memberikan keringanan untuk menggantinya di hari lain atau membayar fidyah.🥞 Samarnya Riya (Khofiyyur Riya)Bagian ini menjelaskan betapa halusnya pintu riya, masuk ke dalam hati ahli ibadah tanpa mereka sadari:Menyembunyikan Fakta Berbuka Demi Popularitas: Seseorang yang sudah terlanjur populer di mata masyarakat sebagai orang yang rajin berpuasa setiap hari, suatu saat ia terpaksa tidak berpuasa (mungkin karena sakit atau safar). Ia pun berusaha menyembunyikan fakta berbukanya tersebut secara sembunyi-sembunyi di dalam kamarnya agar status popularitas kesalehannya tidak jatuh di mata orang-orang. Ini adalah bentuk riya, yang sangat samar (khofiyyur riya).Sikap yang Benar: Jika seseorang benar-benar ingin ikhlas dan menghancurkan riya di hatinya, ia justru seharusnya sengaja menampakkan dirinya sedang makan/berbuka di hadapan orang-orang yang mengiranya selalu berpuasa, agar masyarakat tidak mengagungkannya secara berlebihan. Setelah itu, barulah ia melanjutkan puasanya kembali secara diam-diam tanpa menceritakannya kepada siapa pun.Sindiran Terhadap Alasan-Alasan Pamer Zaman Sekarang: Fenomena ini sama seperti orang yang sudah dikenal rajin salat malam, lalu pada suatu malam ia kesiangan dan tidak salat. Ketika bertemu orang, ia mulai mencari-cari alasan seperti, "Aduh, tadi malam badan saya capek sekali..."Ucapan ini sebenarnya terlontar karena ia merasa malu status "ahli salat malamnya" runtuh. Ia ingin orang tetap tahu bahwa biasanya ia selalu salat malam. Begitu pula dengan orang yang hobi pamer rutin pergi umrah setiap bulan Desember.Riya Berkedok Menjadi Teladan (Iqtida'): Ada orang yang secara terang-terangan berkata di depan publik, "Hari ini, tepat 20 tahun saya tidak pernah absen berpuasa." Setan membisikkan syubhat ke dalam hatinya: "Ceritakan saja amalanmu itu kepada manusia agar engkau bisa menjadi teladan kesalehan bagi mereka.". Ibnu Jauzi mengatakan: "Allah lebih tahu apa isi makasid (niat) yang sesungguhnya di dalam hati seseorang.". (Ustaz juga mengkritik fenomena zaman sekarang di mana ada tokoh agama yang membiarkan murid-muridnya mendokumentasikan, memotret, atau mensyuting aktivitas ibadah pribadinya—seperti salat dhuha atau sedekah subuh—lalu mengunggahnya ke media sosial dengan dalih motivasi, padahal hal itu sangat rawan merusak keikhlasan hati).Berpindahnya Catatan Pahala: Sekalipun kita mengasumsikan seseorang benar-benar ikhlas (tidak ada riya sama sekali) saat menceritakan amalan rahasianya kepada orang lain, tindakan mempublikasikan amalan tersebut tetap mendatangkan kerugian besar. Pahala amalan tersebut akan dipindahkan oleh Allah dari buku catatan amalan rahasia (diwanus sirr) ke dalam buku catatan amalan terang-terangan (diwanul alaniyah). Derajat dan kuantitas pahala dari amalan yang disembunyikan jauh lebih besar daripada amalan yang diperlihatkan kepada makhluk.Pamer Halus Saat Menolak Makanan: Ibnu Jauzi menyebutkan contoh riya terselubung lainnya. Ketika seseorang yang sedang berpuasa Senin-Kamis diajak makan bersama oleh temannya di hari Kamis, ia tidak langsung menjawab "Maaf saya sedang puasa," melainkan memutar kalimatnya dengan berkata, "Lho, sekarang ini hari apa ya? Bukankah sekarang hari Kamis?". Kalimat pamer yang halus ini sengaja diucapkan agar orang lain menyimpulkan sendiri bahwa ia adalah orang yang taat dan memiliki rutinitas puasa Senin-Kamis. Kalimat seperti ini jauh lebih buruk. Lebih baik ia berkata jujur secara langsung: "Mohon maaf, saya sedang berpuasa," tanpa perlu menggurui atau memancing orang menduga-duga rutinitasnya.🥞Dampak Buruk Lain Akibat Talbis Iblis pada Ahli PuasaSetan yang telah berhasil meniupkan rasa bangga (ujub) ke dalam hati orang yang berpuasa akan menyeretnya ke dalam beberapa dosa sekunder lainnya:Memandang Rendah Orang Lain: Ia mulai melihat orang-orang di sekitarnya yang tidak berpuasa sunah dengan pandangan menghina dan merendahkan (misal: memprotes orang lain yang hafal Al-Qur'an tetapi tidak ikut puasa sunah). Padahal, bisa jadi orang yang tidak puasa itu memiliki amalan andalan lain yang lebih hebat, seperti sangat berbakti kepada orang tuanya atau memiliki sifat yang sangat dermawan.Mengabaikan Kehalalan Makanan Berbuka: Mereka sangat rajin menahan lapar di siang hari, namun saat waktu berbuka tiba, mereka sama sekali tidak peduli apakah makanan yang mereka makan bersumber dari harta yang haram atau syubhat.Tetap Menjalankan Maksiat: Mereka berpuasa, namun di saat yang sama lidah mereka tidak berhenti melakukan gibah (membicarakan aib orang), mata mereka tetap menonton tayangan yang memperlihatkan aurat terbuka, dan lisan mereka terus berbicara tanpa faedah.Setan memberikan delusi (talbis) kepada mereka bahwa seluruh rentetan dosa maksiat tersebut pasti akan langsung dihapus dan dimaafkan secara otomatis berkat pahala puasa yang mereka lakukan, padahal maksiat-maksiat tersebut justru berpotensi besar menghancurkan dan menghapuskan seluruh pahala puasa mereka.🥞kesimpulanSetiap mukmin harus ekstra waspada terhadap jalannya riya yang sangat halus. Pada akhirnya, setiap manusia akan meninggal dunia dan menghadap Allah subhanahu wa ta'ala seorang diri tanpa membawa pujian manusia.Oleh karena itu, fokus utamanya adalah bagaimana agar amalan kita diterima di sisi Allah, bukan bagaimana agar amalan kita dipuji oleh makhluk.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI9 Juni 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Halaqah 2

Halaqah yang ke-2 dari Silsilah Beriman Kepada Para RasulPerbedaan Antara Nabi Dan RasulDalil-dalil menunjukkan adanya perbedaan antara Nabi dan Rasul. Allah berfirmanوَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّىٰ أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ“Dan tidaklah kami mengutus seorang Rasul dan tidak pula seorang Nabi sebelum engkau (wahai Muhammad) melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan syaitan pun memasukkan godaan-godaan kedalam keinginannya tersebut” (Al-Hajj : 52)Ayat diatas menunjukkan bahwa Rasul berbeda dengan Nabi.Ada ulama yang mengatakan bahwa Rasul diberi wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan, sedangkan Nabi diberi wahyu tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikan namun ini adalah pendapat yang lemah karena ternyata dalil menunjukkan bahwa Nabi juga diutus dan diperintah menyampaikan wahyu sebagaimana dalam Firman Allahوَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّىٰ أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ“Dan tidaklah kami mengutus sebelummu seorang Rasul dan tidak pula seorang Nabi kecuali apabila dia berkeinginan maka syaitan memasukkan godaan-godaannya kedalam keinginannya tersebut” (Al-Hajj : 52)Allah Mengatakan“Dan tidaklah kami mengutus sebelummu seorang Rasul dan tidak pula seorang Nabi”ini menunjukkan bahwa Nabi Juga diutus berarti dia diperintah untuk menyampaikan.Demikian pula didalam hadits Rasulullah ﷺ bersabdaعُرِضَتْ عَلَيَّ الْأُمَمُ فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ وَمَعَهُ الرُّهَيْطُ وَالنَّبِيَّ وَمَعَهُ الرَّجُلُ وَالرَّجُلَانِ وَالنَّبِيَّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ“Ditampakan kepadaku umat-umat, maka aku melihat seorang Nabi bersama beberapa orang dan aku melihat seorang Nabi bersama satu dan dua orang dan seorang Nabi dan tidak seorang pun yang bersama beliau” (HR Al Bukhâri dan Muslim)Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi juga diperintahkan untuk berdakwah dan menyampaikan risalah.Dari sekian banyak pendapat tentang perbedaan antara Nabi dengan Rasul pendapat yang lebih dekat insyaa Allah adalah pendapat yang mengatakanBahwa Nabi adalah Orang yang Allah berikan wahyu diperintahkan untuk menyampaikan syariat sebelumnya dan diutus kepada kaum yang sudah mengetahui syariat tersebut.Dan inilah pendapat yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Syaikh Muhammad Al Amin As-Sinqity semoga Allah merahmati keduanya. Diantara dalilnya adalah firman Allah…إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا…“…Sesungguhnya kami telah menurunkan Taurat didalamnya ada petunjuk dan cahaya yang para Nabi yang menyerahkan diri menghukumi dengan Taurat tersebut bagi orang-orang Yahudi…” (Al-Ma’idah : 44)Di dalam ayat ini Nabi-nabi Bani Israil mereka menyampaikan syariat Nabi Musa yang ada didalam Taurat, adapunPengertian Rasul secara syariat mereka adalah orang yang Allah beri Wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan syariat yang baru dan diutus kepada kaum yang menyelisihi perintah Allah

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI9 Juni 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Halaqah 52

HSI Abdullah RoyJejak Ilmu HSI @komunitasbeekindHalaqah 52Bab 7 - Wajibnya Masuk Ke Dalam Islam Secara Total dan Meninggalkan Selainnya – Penjelasan Umum Bab dan Pembahasan Dalil Kedua QS. An-Nisa: 60Firman Allah Ta'ala:{أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَن يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا}(QS. An-Nisa: 60)"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya."Penjelasan Ayatأَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَAllah mengatakan:"Apakah engkau tidak melihat kepada orang-orang yang menyangka bahwasanya mereka beriman kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam."Yaitu Al-Qur'an.وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَDan beriman kepada apa yang diturunkan sebelum mu.Yakni: Taurat, Injil dan seterusnyaيُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِMereka mengaku muslim.Mungkin sudah bersyahadat di hadapan Nabi  atau di hadapan para sahabat. Namun ketika terjadi masalah di antara mereka, mereka tidak mengembalikan keputusan kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Bahkan:يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِMereka justru ingin bertahakum kepada thaghut. Padahal mereka menyangka bahwa:Mereka beriman kepada Al-Qur'an.Mereka beriman kepada apa yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.Tetapi ketika terjadi, permasalahan dan  persengketaan, mereka justru bertahakum kepada thaghut.Makna ThaghutDi antara makna thaghut adalah "Orang yang berhukum dengan selain apa yang Allah turunkan". Sebagaimana telah dibahas ketika mempelajari Tsalatsatul Ushul. Termasuk thaghut adalah setiap orang yang: "Orang yang mengaku mengetahui ilmu gaib". Contohnya dukun dan orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah.Sikap yang Seharusnya Dilakukan Seorang MuslimKalau memang dia muslim, maka wajib baginya untuk Islam secara kullihi. Bukan hanya dalam masalah ibadah dan dalam masalah aqidah. Namun ketika terjadi persengketaan dalam muamalah atau perkara lainnya, maka seorang muslim harus masuk ke dalam Islam seluruhnya. Yaitu menyerahkan keputusan perselisihan kepada Allah dan menyerahkan keputusan perselisihan kepada Rasul-Nya, bukan kepada thaghut.Ini menguatkan kewajiban masuk ke dalam Islam secara keseluruhan, termasuk ketika terjadi perselisihan.وَقَدْ أُمِرُوا أَن يَكْفُرُوا بِهِ"Dan sungguh mereka telah diperintahkan untuk mengkufuri thaghut tersebut."Mereka diperintahkan untuk; mengingkari thaghut, mengingkari dukun, mengingkari setiap orang yang berhukum dengan selain hukum Allah dan kita diperintahkan untuk beriman kepada Allah.Firman Allah Ta'ala (2){فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انفِصَامَ لَهَا}(QS. Al-Baqarah: 256)"Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus."Mengingkari Thaghut adalah Bagian dari IslamMereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut dan ini adalah bagian dari Islam.Definisi Islamالإسلام الاستسلام لله بالتوحيد والانقياد له بالطاعة والبراءة من الشرك وأهله"Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan tauhid, tunduk kepada-Nya dengan ketaatan, serta berlepas diri dari kesyirikan dan para pelakunya."Itu adalah bagian dari Islam.ereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut. Karena mengingkari thaghut merupakan bagian dari Islam. Namun mereka masih bertahakum kepada thaghut. Berarti mereka belum masuk ke dalam Islam secara kullihi. Padahal wajib bagi mereka untuk masuk ke dalam Islam secara kullihi.وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا"Dan syaitan ingin menyesatkan mereka dengan kesesatan yang jauh."Dalam ayat ini Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan keadaan orang-orang munafik. Di antara sifat mereka adalah kesenangan mereka dan kemauan mereka. Yaitu bertahakum bukan kepada Allah dan Rasul-Nya, karena mereka memang tidak beriman. Tetapi tahakum mereka adalah kepada thaghut.Sisi Pendalilan AyatBagaimana ayat ini menunjukkan wajibnya masuk ke dalam Islam secara keseluruhan? Jawabannya terdapat pada firman Allah:وَقَدْ أُمِرُوا أَن يَكْفُرُوا بِهِ"Dan sungguh mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut."Karena mengingkari thaghut termasuk makna Islam. Ketika mereka berhukum kepada thaghut, berarti mereka telah meninggalkan salah satu konsekuensi keislaman mereka. Karena konsekuensi keislaman adalah Islam dalam seluruh perkara. Masuk ke dalam Islam secara keseluruhan. Termasuk di dalam masalah Tahakum (Berhukum). Seorang muslim harus yakin bahwa, apa yang diputuskan oleh Allah dan Rasul-Nya adalah keputusan yang paling benar dan yang paling baik. Baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Itulah keyakinan seorang muslim.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Talbis Iblis 7

Talbis Iblis 7Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bagian 3)Ustadz DR. Firanda Andirja, M.A​Sibuk dengan Amalan yang Kurang Utama (Al-Mafdhul) dan Melalaikan yang Utama (Al-Afdal)​Setan sering kali menggoda ahli ibadah agar mereka sangat bersemangat melakukan ibadah lahiriah (seperti memperbanyak shalat sunnah siang dan malam), namun mereka lalai memperbaiki kondisi batin mereka. Padahal, membersihkan penyakit batin (seperti riya, hasad, sombong) serta memperhatikan kehalalan makanan jauh lebih utama daripada sekadar memperbanyak kuantitas shalat sunnah.​Tipu Daya Setan dalam Membaca Al-Qur'an (Tilawah)​Membaca Terburu-buru Tanpa Tartil: Setan menggoda sebagian orang untuk memperbanyak bacaan Al-Qur'an dengan sangat cepat (hazan/terburu-buru) demi mengejar target khatam berjus-jus, namun tanpa tadabur dan tartil.​Tujuan Utama Al-Qur'an: adalah untuk ditadabburi maknanya agar iman bertambah, bukan sekadar lisan yang berucap. Nabi ﷺ bersabda bahwa orang yang mengkhatamkan Al-Qur'an kurang dari 3 hari tidak akan paham.​Kritik terhadap Kaum Khawarij: Mereka dicela oleh Nabi ﷺ karena rajin membaca Al-Qur'an, tetapi bacaan tersebut tidak melewati kerongkongan mereka (tidak masuk ke dalam hati).Nasihat Sahabat (Ibnu Mas'ud): Jangan menjadikan akhir surat atau akhir juz sebagai tujuan utama, melainkan berhentilah pada keajaiban Al-Qur'an untuk menggetarkan hati.Tipu Daya Membaca Al-Qur'an untuk Pamer dan Mengganggu Orang Lain​​Membaca Keras-keras di Malam Hari: Sebagian ahli baca Quran (Qari) digoda setan untuk membaca Al-Qur'an di menara masjid atau menggunakan mikrofon dengan suara keras pada malam hari. Perbuatan ini mengandung dua kesalahan besar:​Mengganggu orang yang sedang tidur atau mengganggu orang lain yang sedang salat malam dengan khusyuk.​Membuka pintu riya (ingin dipuji) karena memperdengarkan suara merdu di waktu utama.​Pamer Khatam Al-Qur'an: Kisah seseorang yang setelah mengimami shalat subuh, sengaja membaca surah Al-Mu'awwidzatain (Al-Falaq & An-Nas) lalu membaca doa khatam Al-Qur'an di depan jemaah agar orang-orang tahu bahwa ia telah khatam. Ini bukanlah metode para ulama Salaf yang justru selalu berusaha menyembunyikan amalan mereka.Tipu Daya Setan dalam Ibadah Puasa (Puasa Dahar/Setahun Penuh)​Hukum Puasa Dahar: Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai puasa setiap hari (kecuali pada hari-hari yang diharamkan seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan hari Tasyrik). Sebagian ulama memakruhkan atau mengharamkannya, sementara sebagian lain membolehkannya. Dua Kekurangan Puasa Dahar:Imam Ibnu Jauzi menjelaskan bahwa sekalipun dianggap boleh, puasa setiap hari memiliki dua dampak buruk: ​Membuat tubuh menjadi lemah sehingga melalaikan kewajiban mencari nafkah atau melalaikan pemenuhan kebutuhan biologis (hak) istri.​Luput dari keutamaan puasa yang paling dicintai Allah, yaitu Puasa Daud (sehari puasa, sehari berbuka).Riya yang Samar (Khofiyyur Riya) dalam Berpuasa​Menyembunyikan 'Batalnya' Puasa demi Reputasi: Seseorang yang dikenal selalu berpuasa, ketika suatu hari ia terpaksa tidak berpuasa (karena sakit atau halangan), ia akan bersembunyi-sembunyi saat makan agar popularitas dan pandangan orang terhadap dirinya tidak jatuh. Ini adalah bentuk riya yang sangat samar.Riya Terang-terangan: Ada juga yang sengaja berkata, "Saya sudah 20 tahun tidak pernah absen puasa." dengan dalih memberikan motivasi atau teladan bagi orang lain, padahal setan sedang menjerumuskannya ke dalam lubang kesombongan.​Mengurangi Pahala Amalan: Meskipun seseorang berniat ikhlas saat mempublikasikan amalnya (lewat media sosial atau dll), pahalanya akan turun tingkat dari pahala amalan rahasia (sirr) menjadi amalan terang-terangan (alaniah).​Sikap Merendahkan Orang Lain: Setan juga mentalbis orang yang rajin puasa Senin-Kamis agar memandang remeh orang lain yang tidak berpuasa, atau membiarkan dirinya tetap melakukan dosa lain seperti ghibah dan menonton hal yang haram sembari merasa aman karena sudah berpuasa.​Kesimpulan VideoIblis memiliki banyak cara yang sangat halus untuk merusak pahala para ahli ibadah. Oleh karena itu, seorang muslim harus selalu waspada terhadap penyakit batin seperti riya dan merasa ujub, serta lebih mengutamakan kualitas ibadah (keikhlasan dan tadabur) daripada sekadar mengejar kuantitas lahiriah.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
D
Deni trisiananingrum

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis iblis bagian 7

Kitab TALBIS IBLIS - “Tipuan Iblis”karangan Abdurrahman bin Ali bin Muhammad Ibnul JauziBagian 7Oleh Ustadz Firanda AndirjaSumber: Youtube Firanda Andirja Talbis Iblis-7BAB KEDELAPAN: PENYEBUTAN TIPU DAYAIBLIS KEPADA PARA HAMBA DALAM IBADAHBagian 3Penyebutan Tipuan Iblis dalam Membaca Al-Qur'an ◦ Iblis telah menipu sekelompok orang dengan memperbanyak tilawah sehingga mereka menggoyangkan kepala tanpa tartil dan tidak tenang. Ini adalah keadaan yang tidak terpuji. Telah diriwayatkan dari sekelompok salaf bahwa mereka membaca Al-Qur'an setiap hari atau setiap rakaat. Ini jarang terjadi dari mereka. Barangsiapa yang terus menerus melakukannya, meskipun boleh, namun tartil dan tenang lebih disukai para ulama. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Tidak memahami Al-Qur'an orang yang membacanya kurang dari tiga hari." Memperhatikan kualitas yang dibaca, bukan hanya kuantitas dan target tanpa ada niat tadabur Al Quran.Penyebutan Tipuan Iblis dalam Puasa ◦ Berkata penulis: "Iblis telah menipu beberapa orang sehingga dia memperindah bagi mereka puasa terus-menerus (puasa dahr). Itu boleh jika seseorang berbuka pada hari-hari yang diharamkan berpuasa. Puasa dahr dibolehkan (terutama madzhab Hambali), Namun bahayanya dari dua segi: 1. Bisa saja melemahkan kekuatan sehingga membuat seseorang tidak mampu mencari nafkah untuk keluarganya dan mencegahnya memenuhi kebutuhan istrinya. Dalam Shahihain dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 'Sesungguhnya istrimu memiliki hak atasmu.' Berapa banyak fardhu yang tersia-sia karena sunnah ini. 2. Melewatkan keutamaan. Telah shahih dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 'Sebaik-baik puasa adalah puasa Dawud alaihis salam.' Dia berpuasa sehari dan berbuka sehari. ◦ Terkadang tersebar tentang orang yang beribadah bahwa dia berpuasa setahun sehingga dia tahu dengan tersebarnya itu, maka dia tidak berbuka sama sekali. Jika berbuka, dia menyembunyikan berbukanya agar kewibawaannya tidak rusak. Ini termasuk riya yang tersembunyi ◦ Di antara mereka ada yang mengabarkan tentang apa yang telah dipuasanya. ◦ Dia berkata: "Hari ini sudah dua puluh tahun aku tidak berbuka." Iblis menipu dengan berkata: "Kamu mengabarkan agar orang mengikutimu." Allah lebih mengetahui maksud-maksud. ◦ Di antara mereka ada yang biasa berpuasa Senin dan Kamis. Jika diundang makan, dia berkata: "Hari ini Kamis." Seandainya dia berkata: "Aku berpuasa," itu akan menjadi ujian. Padahal maksud perkataannya "Hari ini Kamis" adalah "Aku berpuasa setiap Kamis." ◦ Di antara orang-orang ini ada yang memandang manusia dengan mata penghinaan karena dia berpuasa sementara mereka berbuka. ◦ Di antara mereka ada yang terus berpuasa namun tidak peduli dengan apa dia berbuka, tidak menjaga diri dalam puasanya dari ghibah, pandangan, atau kata-kata berlebihan. Iblis telah menggambarkan padanya bahwa puasamu menghapus dosamu. Semua ini adalah tipuan.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
A
Amika Aspar

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis Iblis #7

Talbis Iblis kepada Ahli Ibadah (Bag-3)Oleh: Ustaz Dr. Firanda Andirja, M.A.Sibuk dengan Perkara Tidak Utama dan Melalaikan Amalan BatinBanyak ahli ibadah rajin shalat malam dan shalat sunnah zahir, tetapi mengabaikan perbaikan batin serta kehalalan makanan mereka. Memperbaiki penyakit hati dan menjaga kehalalan sumber makanan jauh lebih utama daripada sekadar memperbanyak kuantitas shalat sunnah.Tipu Daya Membaca Al-Quran tanpa Tartil dan TadaburSetan menggoda manusia untuk mengejar target khatam dengan membaca terlalu cepat tanpa tartil. Walaupun ada riwayat salaf yang mengkhatamkan Al-Quran dengan cepat (terutama pada bulan Ramadan), mereka membacanya dengan penuh kepahaman. Tujuan utama Al-Quran adalah untuk ditadaburi agar iman bertambah dan amalan dapat diterapkan, bukan sekadar menghabiskan lisan di tingkat bacaan.Membaca Al-Quran Keras-Keras di MasjidMembaca Al-Quran dengan suara lantang menggunakan pengeras suara pada waktu malam atau di antara azan dan iqamah mengandung dua kesalahan: mengganggu orang lain yang sedang tidur, sakit, atau shalat malam, serta membuka pintu riya yang besar dalam hati. Sebaik-baik petunjuk adalah amalan Nabi dan para sahabat yang tidak pernah mengganggu ketenteraman jemaah lain.Mempamerkan Khatam Al-QuranPerbuatan sengaja menunjukkan isyarat khatam Al-Quran di hadapan jemaah, seperti membaca doa khatam secara terbuka setelah shalat, bukanlah metode salaf. Para salaf dahulu sangat ketat menyembunyikan ibadah mereka dari pengetahuan orang lain demi menjaga keikhlasan dan menghindari penyakit riya yang dapat menggugurkan amalan.Tipu Daya dalam Puasa Sepanjang Tahun (Puasa Dahar)Puasa setiap hari (kecuali hari raya dan tasyrik) mengandung kelemahan karena dapat melemahkan fisik untuk mencari rezeki dan menunaikan nafkah batin istri. Amalan ini juga meluputkan pelakunya dari pahala Puasa Daud (sehari puasa, sehari berbuka) yang merupakan puasa paling dicintai Allah. Memaksa diri berpuasa hingga memudaratkan kesehatan adalah tidak diperbolehkan.Riya yang Samar (Khofiyyur Riya’) dalam BerpuasaApabila seseorang yang terkenal rajin berpuasa terpaksa berbuka karena halangan tetapi menyembunyikannya agar reputasinya tidak jatuh, itu adalah riya yang samar. Orang yang ikhlas sepatutnya berani menampakkan dirinya tidak berpuasa di hadapan orang banyak untuk mematahkan pujian manusia, kemudian melanjutkan ibadahnya secara rahasia.Alasan Menjadi Teladan dan Berpindahnya Catatan AmalSengaja menceritakan amalan lama dengan alasan ingin memberi teladan sering kali menjadi pintu setan untuk memancing rasa ingin dihormati. Sekalipun seseorang itu ikhlas menceritakannya, derajat amalan tersebut tetap turun dari pahala amalan rahasia (Diwanus Sirr) kepada pahala amalan yang kelihatan (Diwanul Alaniyah) yang nilainya lebih kecil.Memancing Pujian Secara Halus dan Merendahkan Orang LainMenggunakan kalimat sindiran halus seperti "Eh, hari ini hari Kamis kan?" untuk memberi tahu orang lain bahwa diri sedang berpuasa sunnah adalah bentuk riya yang halus. Ahli puasa juga dilarang memandang rendah orang yang tidak berpuasa, karena orang tersebut mungkin mempunyai amalan wajib lain yang lebih hebat seperti berbakti kepada orang tua. Puasa juga menjadi sia-sia jika pelakunya tetap melakukan maksiat seperti ghibah dan melihat perkara haram.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
S
Sortha Nauli

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

RINGKASAN TALBIS IBLIS bag.7

TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI IBADAH bag.3Tentang sibuk pada yg tidak utama sehingga meninggalkan yg utama. Kata Imam Ibnu Jauzi, setan telah banyak menggoda banyak dari ahli ibadah, mereka sholat malam, sholat sholat sunnah siang dan malam, tetapi mereka tdk perhatian untuk memperbaiki bathin mereka. Dan mereka juga tdk memperhatikan apa yg mereka makan, pdhal memperhatikan hal2 tsb memperbaiki penyakit2 bathin dan juga perhatian thd halal nya apa yg kita makan, itu lebih utama daripada memperbanyak sholat2 sunnah. Maksudnya jgn sampai seseorg sibuk dg yg dzahir seperti sibuk beribadah sholat sunnah kemudian lupa untuk perbaiki yg bathin.Kemudian godaan syaithan thd ahli ibadah dalam membaca al quran.Ibnu Jauzi berkata syaithan telah menggoda suatu kaum ttg tilawah quran tetapi mereka membaca Al quran hazan yaitu dg cepat,tanpa di tartil. Metode membaca spt ini targetnya mengejar juz dg cepat,ini tidak terpuji. Diriwayatkan dri sebagian salaf, ada yg mengkhatamkan Quran dlm sehari, namun ini adlah perkara yg jarang dri mereka, pernah dilakukan tetapi sangat jarang. Tujuan membaca Al Quran adl untuk di tadaburi ayat2nya. Maksud Al Imam Ibnu Jauzi, seseorang membaca Al Quran utntuk dipahami karena itu adalah keutamaan,tujuan dari membaca Al Quran. Bila sudah dipahami, iman akan bertambah dan mudah untuk mengamalkan nya. Adapun target sehari sekian juz tp baca nya dg tidak tartil, akhirnya tdk ada tadabur dalam bacaan tsb, dan ini adalah talbis Iblis. Yang terpenting kualitas apa yg dia baca bukan kuantitas. Rubah baca quran kita, kita baca quran dg niat untuk mentadaburi. Ada beberapa niat yg bs kita pasang dalam membaca Al quran, diantara nya niat tilawah dimana setiap hurufnya dapat 10 pahala, mentadaburi Al quran agar Allah memberikan rahmat dan petunjuk kpd kita, bahkan untuk mengobati dan merukiyan diri kita sendiri. Oleh karena nya seseorg ketika akan membaca Al quran boleh dg beberapa niat shg bisa berkualitas. Nabi shalallahu alaihis wasalam mencela org2 khawarij. Mereka membaca Al quran tanpa paham isi nya. Maka seseorg membaca Al quran dg niat untuk mentadaburi. Fudhail bin Iyadh berkata, sesungguhnya Al quran itu diturunkan untuk diamalkan. Untuk diamalkan itu harus mengerti. Tahapan membaca Al Quran :MembacaTaddaburMengamalkanKemudian Ibnu Jauzi menambahkan, Iblis telah menggoda membuat rancu sekelompok ahli membaca quran, mereka membaca quran di menara mesjid di malam hari dg suara yg kencang, satu juz atau dua juz di malam hari. Maka mereka ini, telah mengumpulkan 2 kesalahan, yaitu mengganggu orang tidur dan memaparkan diri terjerumus dalam riya. Diantara nya ada yg baca Al quran ketika habis adzan berkumandang. Dan ini mengganggu. Berkata Al Imam Ibnu Jauzi, diantara perkara yg menakjubkan yg aku liat ada seseorg yg mengimami sholat subuh pd jumat, setelah selesai sholat, kemudian dia membaca Al Muawidzatain, kemudian dia baca dg doa khatam quran, agar dia ks tau org2 kl dirinya sdh khatam quran. Dan ini bukan metode salaf. Adapun salaf tidak pernah spt itu. Riya itu senjata syaithan paling ampuh dalam rangka menggugurkan amal sholeh seseorang. Godaan syaithan terhadap ahli ibadah terhadap ibadah puasa.Syaithan menggoda sebagian kaum. Mereka berpuasa terus menerus. Itu hukum nya boleh bila seseorg tdk berpuasa pada hari2 yg diharamkan. Puasa sunnah bertingkat2. Diantara yg paling tinggi tingkatan nya, puasa sehar, berbuka dua hari. Lebih tinggi lagi puasa daud alaihisalam. Di atasnya lagi ada puasa dahr, yaitu puasa terus menerus dg syarat ketika hari2 diharamkan berpuasa maka ia tdk berpuasa. Ini ada khilaf di antara ulama, ada yg bilang tidak dianjurkan ada yg bilang haram dan makruh. Dan pendapat kedua bilang dibolehkan. Intinya, kita ambil pendapat yg membolehkan. Kata Ibnul Jauzi meskipun boleh, tetapi ada dua kekurangan yg menimpa seseorg yg melakukan hal ini tiap hari, pertama, bisa jadi menyebabkan dia lemah, bs membuat dia lemah dalam mencari rizki keluarga nya. Dan juga bs membuat dia menghalangi tuk menafkahi biologis istrinya. Kedua, menjauhkan dia terluputkan dari keutamaan, Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda, sebaik baik puasa adlah puasa nya nabi daud. Hadist ini sdh jelas menjadi penentu ttg puasa yg terbaik adalah puasa daud, puasa yg dicintai Allah. SAMAR NYA RIYA (riya tersembunyi)Bisa jadi dikenalnya seseorang oleh masyarakat suka puasa dahr, dan dia tau dia terkenal, maka dia tdk pernah berbuka sama sekali, kalau pun dia tdk berpuasa maka dia bersembunyi, agar popularitas dia tdk jatuh, dan ini adl riya yg samar. Kata Ibnul Jauzi, maka kl dia ingin ikhlas untuk menyembunyikan ibadah dia, justru dia harus berbuka di hadapan org yg tau dia berpuasa tiap hari, kemudian dia berpuasa diam2 kemudian jgn bicara lagi kpd org lain. Diantara mereka ada yg riya mengabarkan terang2an ttg puasa nya, dia berkata, kl dia berpuasa tiap hari semenjak 20 tahun lalu. Dan syaithan membuat syubhat untuk menceritakan hal tsb agar dijadikan teladan. Kata Ibnul Jauzi, Allah lbh tau ttg hati seseorang. Kata Sufyan Atsauri, sungguh seorg hamba melakukan amal ibadah dlm kesendiriannya, maka syaithan menggoda nya sampai akhirnya dia ngomongin,maka pahala dia berpindah, dari amalan yg tersembunyi turun derajat menjadi amalan yg terlihat, dan amalan yg tersembunyi pahala nya lbh besar daripada amalan yg terlihat. Para salaf mereka sangat ikhlas, itupun mereka menyembunyikan amalan mereka. Mereka takut akan riya. Berbeda dg di zaman sekarang. Maka hendaknya kita harus waspada dg riya. Diantara mereka ada yg kebiasaan nya selalu was2 dg senin kamis,dg mengatakan, ini hari senin/kamis. Lebih baik mengatakan, saya sdg puasa. Diantara mereka ada yg berpuasa senin kamis tp memandang org2 yg tidak puasa dg menghina. Diantara mereka ada yg berpuasa tp mereka tdk perduli ifthar nya memakai makanan apa, terkadang haram nya mereka tidak perhatikan, ada yg berpuasa tp ghibah jalan terus, lihat yg haram. Iblis menggoda nya dg mengatakan kl berpuasa maka semua dosa tsb akan dihilangkan, ini semua adalah tipuan syaithan.Jadi seseorang bila beribadah dia harus waspada, jgn sampai ibadah nya habis krn riya. Pada akhir nya kita akan meninggal dan bertemu dg Allah sendiri2, maka pentingkanlah ibadah kita, agar berusaha di terima oleh Allah.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis Iblis #7: Talbis Iblis kepada Ahli Ibadah (Bag-3) - Ust Dr. Firanda Andirja M.A

1. Tipu Daya dalam Membaca Al-Qur'anSyaitan sering kali menipu para pembaca Al-Qur'an (qori) melalui beberapa cara:Mengejar Kuantitas Tanpa Kualitas: Membaca terburu-buru hanya demi mengejar target berjuz-juz tanpa tartil.Mengabaikan Tadabbur: Imam Syafi’i memang mengkhatamkan Al-Qur'an sehari sekali, namun pada usia 15 tahun beliau sudah menjadi mufti (sangat paham isinya). Bagi kita, membaca harus disertai dengan tadabbur (memahami makna), bukan sekadar membaca.Membaca Terlalu Keras di Malam Hari: Menurut Ibnu Jauzi, kebiasaan ini memicu dua kesalahan besar, yaitu mengganggu orang yang sedang tidur dan membuka celah masuknya sifat riya' (ingin dipuji).2. Bahaya Riya' dan Menjaga AmalSenjata Ampuh Syaitan: Riya' adalah tipu daya syaitan yang paling halus dan ampuh untuk menggugurkan pahala ibadah seseorang.Meniru Generasi Salaf: Sebaik-baik petunjuk adalah sunnah Rasulullah. Para ulama salaf sangat menjaga keikhlasan hati mereka.Prinsip Menjaga Amal: "Sembunyikanlah ibadahmu sebagaimana engkau menyembunyikan aib-aibmu."3. Tipu Daya Terhadap Ahli Puasa (Shaum)Bagi orang yang gemar berpuasa, syaitan menggunakan strategi yang seolah-olah terlihat baik namun sebenarnya merusak:Puasa Terus-Menerus (Puasa Dahr): Syaitan mendorong seseorang untuk berpuasa setiap hari tanpa jeda. Hukum ini diperdebatkan (Hanafiyah memakruhkan, Ibnu Hazm mengharamkan, Hambali membolehkan dengan syarat). Padahal, sebaik-baik puasa sunnah adalah Puasa Nabi Daud (sehari puasa, sehari berbuka).Kezaliman Terhadap Fisik: Memaksakan diri berpuasa hingga jatuh sakit, bahkan sampai buta. Ini adalah bentuk kelalaian dan kezaliman pada tubuh. Bahkan di bulan suci Ramadhan, agama melarang orang yang sedang sakit memaksakan diri untuk berpuasa.Hanya Menahan Lapar: Ada yang rajin berpuasa namun lisannya tetap melakukan ghibah (menggunjing), atau tidak mempedulikan apakah makanan yang masuk ke perutnya berasal dari sumber yang halal atau haram.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
N
Noorhayati

📍 Kabupaten Bogor

Ringkasan Talbis iblis-7 usatadz firanda adirja

Talbis iblis -7Talbis iblis kepada ahli ibadah (bag. 2)Ustadz firanda adirja Setan telah banyak mneggoda ahli ibadah,mereka sibuk sholat malam.mereka sibuk dengan ibadah yang dzohir namun lupa dengan yang bathin -Perhatikan batin (hati) mereka dari kebathilan -Perhatikan makanan apakah halal atau tidak -‎setan telah menggoda suatu kaum yang baca al quran. Mereka membaca al quran dengan cepat tapi tidak peduli dengan tartil atau baca al qur'anbiar cepat khatam. -‎tujuan baca al quran tidak untuk di pahami -‎perhatikan kualitas dan kuantitas baca al quran -‎niat tilawah baca al quran, mentadaburi la quranNabi mencela orang orang Khawariz, mereka membaca al quran tapi mereka tidak mentadaburi al quran .Baca quran dengan berkualitas,Iblis telah ranju para pembaca al quran (qori) di menara mesjid di malam hari.atau Orang rame rame membaca al quran.pertama mereka menggangu orang, kedua jadi terpapar oleh riya di karenakan suara nya bagus.diantaranya ada orang baca quran setelah adzan,sehingga mengganggu orang di sekitarnya.sunah terbaik adalah sunah nabi saw dan para sahabat. Diantara perkara menakjubkan ada orang mengimami shalat subuh hari jumat kemudian membaca doa khatam quran sehingga orang orang hafal dia sudah khatam quran.Sembunyikan lah amalan mu, sehingga orang orang tidak tahu amalan tersebut. Riya itu senjata setan.*-Godaan setan terhadap ahli ibadah puasaPuasa sunah tertingkat tingkat,paling tinggi puasa daud.tidak dianjurkan puasa tiap hari.walaupun ada perbedaan penadapat. Kekurangan dan banyak perkara yang me lalaikan kewajiban,jika terlalu banyak melakukan ibadah sunah.-Fasal tentang samar nya riya-‎diantara ada yang puasa tapi gibah jalan terus, nonton yang haram, makan makanan yang tidak halal-*jangan hiraukan celaan orang, cercaan orang yang penting ibadah dengan benar*

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
M
Meutia Yunita

📍 Kota Bandung

Ringkasan Materi 7: Talbis Iblis #7

Tipu Daya Iblis Terhadap Ahli Ibadah (Bagian 3)Sibuk dengan amalan sunnah, melupakan perbaikan batin dan kehalalan makananBanyak orang rajin salat sunnah siang dan malam, namun mengabaikan penyakit-penyakit di dalam batin mereka (sombong, dengki, dll).Mereka juga kurang memperhatikan dari mana sumber makanan yang mereka makan. Padahal, memperbaiki batin dan memastikan makanan yang masuk itu halal jauh lebih utama daripada sekadar memperbanyak kuantitas shalat sunnah.Tipu daya dalam membaca Al-Qur'an (kuantitas vs kualitas)Membaca Terlalu Cepat: Iblis menggoda sebagian orang untuk mengejar target khatam dengan membaca sangat cepat, tidak tartil dan tanpa perenungan (tadabbur).Tujuan Utama Membaca Al-Qur'an: Target utama membaca Al-Qur'an adalah untuk dipahami maknanya agar iman bertambah dan bisa diamalkan. Membaca dengan perlahan (tartil) jauh lebih utama daripada sekadar mengejar jumlah juz.Meskipun sebagian ulama Salaf (seperti Utsman bin Affan atau Imam Syafi'i) pernah mengkhatamkan Al-Qur'an dengan sangat cepat (terutama di bulan Ramadan), mereka melakukannya karena mereka sudah sangat paham tafsirnya. Kita tidak bisa menyamakan diri dengan mereka.Membaca Al-Qur'an yang mengganggu orang lain --> rawan riyaIblis menggoda sebagian ahli Quran untuk membaca Al-Qur'an dengan suara yang sangat keras di malam hari (atau menggunakan pengeras suara masjid sebelum subuh/setelah azan).Amalan ini mendatangkan dua kesalahan besar:Mengganggu orang lain: Mengganggu orang yang sedang tidur, orang yang sedang sakit, atau mengganggu orang lain yang ingin khusyuk salat sunnah dan berdoa.Rawan Riya': Sangat sulit menjaga hati agar tetap ikhlas ketika memamerkan suara indah di depan orang banyak pada waktu-waktu ibadah sunnah.Tipu daya memamerkan amalan khatam Al-Qur'anDicontohkan ada orang yang sengaja membaca surat-surat tertentu atau doa khatam Al-Qur'an di hadapan jemaah setelah salat agar orang lain tahu bahwa dia telah khatam.Ini bukanlah metode para salaf terdahulu. Para ulama terdahulu (seperti Imam Ahmad bin Hambal) justru sangat menyembunyikan ibadah mereka dan tidak ada yang tahu kapan mereka khatam Al-Qur'an. Riya' adalah senjata Iblis yang paling ampuh untuk menggugurkan amal saleh.Tipu daya dalam amalan puasa sunnahPuasa Setiap Hari (Puasa Dahar): Iblis menggoda orang untuk puasa sepanjang tahun (kecuali pada hari yang diharamkan seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan hari Tasyrik). Padahal, Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa yang paling utama dan dicintai Allah adalah Puasa Daud (sehari puasa, sehari berbuka).Orang yang memaksakan diri puasa setiap hari memiliki dua kekurangan besar:Membuat fisik menjadi lemah sehingga lalai dari kewajiban mencari nafkah untuk keluarga atau tidak bisa memenuhi kebutuhan biologis pasangan (istri).Kehilangan keutamaan karena tidak mengikuti petunjuk puasa yang terbaik (Puasa Daud). Jangan sampai amalan sunnah justru merusak amalan yang wajib.Puasa juga jangan sampai membuat seseorang menjadi merasa lebih mulia lalu merendahkan orang lain yang tidak berpuasa.Riya' yang sangat halus (khofiyur riya')Menyembunyikan Pembatalan Amal karena Gengsi: Seseorang yang terkenal selalu berpuasa, suatu hari terpaksa tidak berpuasa (berbuka). Namun, dia menyembunyikan fakta bahwa dia tidak berpuasa agar popularitas atau pandangan orang terhadap dirinya tidak turun. Ini adalah riya' yang sangat samar.Menceritakan Amal dengan Alasan "Menjadi Teladan": Iblis membisikkan syubhat kepada seseorang untuk menceritakan konsistensi ibadahnya (misal: "Saya sudah 20 juz" atau "Saya sudah 20 tahun puasa") dengan dalih agar dicontoh orang lain. Padahal, batas antara ingin memberi teladan dengan ingin dihormati/dipuji sangatlah tipis.Berpindahnya Catatan Amal: Jika kita menceritakan amalan tersembunyi kita kepada orang lain, maka pahala kita akan berpindah dari catatan amal rahasia (diwanis sirr) ke catatan amal terang-terangan (diwanul alaniah), yang mana pahalanya jauh lebih kecil.Kesimpulan:Pintu-pintu riya' dan tipu daya Iblis sangatlah banyak dan tipis. Fokuslah beribadah dengan benar sesuai petunjuk Nabi SAW, sembunyikan amalan kebaikanmu sebagaimana kamu menyembunyikan aib/dosamu, dan jangan pedulikan pujian ataupun cercaan manusia.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
F
fitria bunga yunita

📍 Kota Bogor

Talbis Iblis #7: Talbis Iblis kepada Ahli Ibadah (Bag-3)

Talbis Iblis #7: Talbis Iblis kepada Ahli Ibadah (Bag-3) Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.:1. Sibuk dengan amalan aunah hingga melupakan yang wajibSetan menggoda sebagian ahli ibadah supaya sibuk melakukan solat sunah siang dan malam, namun mereka mengabaikan perbaikan batin (penyakit-penyakit hati) serta tidak mempedulikan sumber makanan mereka.Memperbaiki hati dan memastikan makanan yang dimakan adalah halal sepatutnya menjadi keutamaan yang lebih besar berbanding sekadar memperbanyakkan solat sunah.2. Tipu daya iblis dalam membaca Al-QuranMembaca terlalu cepat (gopoh): setan menggoda sebagian orang untuk mengejar jumlah bacaan Al-Quran untuk memenuhi target khatam, sehingga membacanya tanpa tartil dan tanpa tadabbur.Tujuan utama Al-Quran: Ustadz mengingatkan bahwa tujuan utama al-Quran diturunkan adalah untuk ditadabbur dan diamalkan. Walaupun ada riwayat salafu solih yang khatam dalam masa yang sangat singkat, perkara itu jarang dilakukan di luar Ramadan dan mereka membacanya dengan penuh kefahaman..Mengganggu orang Lain: Iblis menggoda orang yang membaca Al-Quran dengan suara yang terlalu kuat menggunakan mikrofon masjid pada waktu malam (sebelum subuh) atau selepas azan. Perbuatan ini dan mengganggu orang yang sedang tidur, orang sakit, atau orang lain yang ingin khusyuk solat sunat dan berdoa3. Riya' terang-teranganDicontohkan orang yang sengaja membaca doa khatam al-Quran di hadapan jemaah selepas solat Subuh hari Jumaat semata-mata agar orang lain tahu bahwa dia telah khatam Al-Quran. Ini berbeda dengan salafu solih yang sentiasa menyembunyikan amalan mereka agar terhindar daripada sifat riya'.4. Tipu daya dalam ibadah puasaPuasa dahar (terus menerus): Iblis menggoda sebagian orang untuk berpuasa setiap hari tanpa henti (kecuali pada hari-hari yang diharamkan). Sebaiknya hal ini tidak dilakukan karena menyebabkan badan menjadi lemah untuk mencari rezeki serta mengabaikan hak biologi pasangan (isteri). Ustadz menegaskan bahwa sebaik-baik puasa sunat ialah Puasa Nabi Daud (sehari puasa, sehari berbuka).5. Riya' yang SamarSeseorang yang terkenal sering berpuasa, apabila tiba satu hari dia terpaksa berbuka (tidak berpuasa), dia akan menyembunyikannya agar reputasinya sebagai ahli puasa tidak jatuh. Jika ia Ikhlas, sebaiknya sesekali tampakkan tidak berpuasa di depan orang.Pintu-pintu riya' amat banyak dan setan sentiasa mencari jalan untuk menggugurkan pahala amalan manusia. Oleh itu, setiap Muslim dituntut untuk sentiasa memeriksa niat hati, mengutamakan kualitas ibadah (ikhlas dan mengikut sunnah) dibandingkan kuantitas, serta berupaya untuk menyembunyikan amalan kebaikan dari orang lain.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
P
putri anggraini

📍 Kota Samarinda

Talbis Iblis 7 : Talbis Iblis terhadap ahli ibadah bagian 3

Sibuk dengan yang tidak utama dan meninggalkan yang utamaIbnul Jauzi rahimahullah berkata syaitan telah mengoda banyak dari ahli ibadah, kau melihat orang sholat sholat sunnah dimalam hari, mereka sholat di siang hari tetapi mereka tidak perhatian terhadap batin mereka. Padahal dalam batin ini sangat banyak aib. Dan mereka tidak memperhatikan apa yang mereka makan. Padahal memperhatikan hal tersebut membantu memperbaiki penyakit-penyakit batin, dan perhatian terhadap apa yang kita makan itu lebih utama daripada memperbanyak sholat-sholat sunnah.Maksud dari iman Ibnul Jauzi rahimahullah jangan sampai seseorang sibuk dengan yang dzohir dan lupa dengan yang batin. Jangan lupa memperhatikan batin dan memperhatikan pada dzohir.Godaan syaitan terhadap para pembaca Al-Qur'an. Ibnul Jauzi rahimahullah berkata syaitan telah menggoda manusia dengan memperbanyak tilawah Qur'an tapi mereka membaca dengan hazn (cepat), tanpa dengan tartil, tanpa dibaca dengan pelan-pelan. Metode membaca dengan cepat, ini lah kondisi tidak terpuji. Memang benar diriwayatkan dari sebagian salaf khatam dalam sehari, atau ada yang menghatamkan Al-Qur'an dalam satu rakaat sholat. Namun, perkara ini adalah yang jarang diantara mereka. Bukan setiap hari mereka lakukan. Membaca dengan tartil itu lebih disukai ulama. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bersabda, "barangsiapa yang khatam Al-Qur'an terlalu cepat atau kurang dari 3 hari maka dia tidak faqih". Perlu diperhatikan sulit kita kiyaskan kita dengan mereka, karena mereka paham artinya, paham tafsirnya. Contoh imam syafi'i rahimahullah yang sudah jadi mufti dari umur 15 tahun, beliau membaca Al-Qur'an dengan paham dengan tartil dan terbawa sudah tafsirnya. Tujuan membaca Al-Qur'an adalah untuk dipahami, dengan  begitu iman akan bertambah dan mudah akan di amalkan. Berbeda dengan orang yang membuat target berjuz-juz, tidak pelan-pelan tidak ada tadabbur. Maka ini adalah talbis iblis. Seorang hendaklah memperhatikan kuantitas dia juga hendaknya memperhatikan kualitas dengan dia baca. Kita niat membaca Al-Qur'an niat tilawah:1. Untuk mendapatkan pahala, 2. Untuk mentadabbur3.  Untuk Mengobati dirinya dengan ruqiyah4. Agar mendapatkan petunjuk5. Agar kita mendapatkan rahmat AllahPara ulama membahas ini dan dengan ini bacaan Al-Qur'an kita berkualitas. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam, bersabda bahwa aku tidak mengatakan alif lam mim, itu satu ayat. Tapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf. Dan satu huruf 10 pahal.Oleh karena Nabi Shallallahu alayhi wa sallam mencela orang-orang khawarij mereka membaca Al-Qur'an tapi tidak melewati kerongkongan nya.Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata, sesungguhnya Al-Qur'an itu diturunkan untuk diamalkan. Al-Qur'an harus dipahami, dimengerti baru untuk diamalkan. Maka sebagian orang membatasi diri hanya dengan membaca Al-Qur'an, padahal membaca itu baru tahapan awal.Tahapan Al-Qur'an1. Membaca2. Tadabbur3. BeramalMulai sekarang berusaha untuk mentadaburi agar bertambah iman dan berkualitas. Membaca Al-Qur'an pelan-pelan, baca terjemahannya. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam saja berbicara pada orang Arab jangan mengkhatamkan Al-Qur'an kurang dari 3 hari. Ini orang Arab dilarang, bagaimana lagi kita kita bukan orang Arab.Ibnu Mas'ud berkata jangan jadikan akhir Al-Qur'an pada tujuanmu. Tapi berhentilah pada keajaiban-keajaiban Al-Qur'an, goyangkan hati, pikirkan, renungkan,maka akan datang bacaan yang berkualitas untuk menambah iman.Adapun bulan Ramadhan boleh mengkhatamkan Al-Qur'an boleh dengan berkualitas, memahami maknanya.Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, iblis menggoda kelompok ahli Qura, Ahli Qur'an kaum khawarij dimana mereka membaca Al-Qur'an di menara pada malam hari. Mereka mengumpulkan suara  dengan beberapa orang, maka mereka ini sudah mengumpulkan dia kesalahan, kesalahan pertama menganggu orang tidur, kedua masuk pada riya'.Sama seperti masjid sekarang dua jam sebelum sholat subuh, kita dengar masjid berbunyi, banyak yang terganggu sholat malamnya terganggu, yang sakit tidak bisa tidur. Diantaranya juga banyak orang yang sudah adzan dia membaca Al-Qur'an, bersenandung, bahasa arabnya salah, terganggu dengan orang bacaan Al-Qur'an. Sehingga sunnah tidak di lakukan. Maka sebaik-baiknya petunjuk adalah sunnah Nabi shallallahu alayhi wa sallam.Berkata Ibnul Jauzi rahimahullah, di antara perkara menakjubkan adalaah seseorang mengimami sholat subuh pada hari Jum'at, setelah sholat subuh dia kemudian dia membaca Al-Muqizatain dan dia membacaa do'a khatam Qur'an. Sungguh ini bukan metode para salaf, para salaf sangat menyembunyikan smalam mereka. Tarohlah itu tidak riya', itupun bukan metode salaf. Apalagi jika terkena salaf.Rabi' bin Khusaim rahimahullah, dia seorang tabi'in dan seluruh amalnya tersembunyi. Para sahabat berkata, kalau Nabi melihat mu pasti Nabi mencintai mu. Bisa jadi dia sedang membaca Al-Qur'an, kemudian ada orang masuk dia tutup Al-Qur'annya.Godaan Syaitan terhadap puasa ibadah dalam ibadah puasaSyaitan menggoda seseorang maka mereka puasa terus menerus (puasa dhar) , dan itu hukum nya boleh. Jika seorang berpuasa pada hari yang tidak diharamkan.Tingkatan puasa sunnah 1. Berbuka dua hari, puasa sehari2. Puasa Daud3. Puasa Dhar (puasa setiap hari, kecuali hari raya, hari tasryik).Maka para ulama berbeda pendapat tidak dianjurkan berpuasa Dhar, ada yang berpendapat makruh, ada yang berkata haram. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam pernah menegur Abdullah bin Amr bi Ash, tidak ada yang lebih utama dari puasa Daud.Dan cerita 3 orang sahabat yang mendatangi istri Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam, Ada yang ingin tidak menikah, ada yang ingin berpuasa, dan ada yang ingin sholat terus terusan. Lalu Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam menengur mereka satu demi satu. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam menegur orang yang puasa setiap hari.Ibnul Jauzi rahimahullah berkata meskipun ini boleh berpuasa setiap hari, akan menimpa dua kekurangan :1. Dia mungkin akan lemah, untuk mencari rezeki demi keluarga nya dan bisa jadi terhalang untuk bermesraan dengan istrinya, sedangkan istrinya juga membutuhkan haknya. 2. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bersabda bahwa sesungguhnya istrimu punya hak, betapa banyak kewajiban yang terlalaikan karena melakukan sunnah yang salah dengan berpuasa setiap hari.Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bersabda pada Abdullah bin Amr bin Ash, berpuasa satu bulan dalam 3 hari (puasa ayyamul bidh) Kata Abdullah, aku lebih mampu dari itu ya Rasulullah, Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam berkata maka berpuasa sehari dan berbuka dua hari. Abdullah berkata, aku bisa lebih dari itu maka berpuasalah dengan puasa Daud. Dan tidak ada yang lebih baik daripada puasa Daud.Jika ada yang berkata seseorang kadang mampu melakukan puasa sekaligus mencari rezeki dan dia bisa berpuasa setiap hari. Tapi kita tetap berpatokan pada dalil Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam, hadist Nabi lebih kita cinta tentang puasa Nabi Daud.Bahkan ada kaum sebelum kita mereka mendawamkan, mengkontinyukan puasa daud sstiap hari padahal makanan mereka kurang bergizi dan makanan sedikit. Akhirnya sebagian mereka ada yang buta matanya, otaknya kering. Terlalu memaksakan untuk berpuasa Daud. Maka ini adalah bentuk kelalaian dan keterpaksaan pada jiwa yang padahal itu tidak mampu, melalaikan jm kewajiban bagi jiwa. Ini tidak boleh, puasa bukan untuk bunuh diri. Bahkan puasa Ramadhan jika tidak mampu berpuasa kita bisa menganti dengan fidyah.SAMARNYA RIYA'Ibnul Jauzi rahimahullah bisa jadi terkenal seseorang sering berpuasa dahr, dan dia tahu dia terkenal suka berpuasa. Maka dia tidak pernah bebruka, misalnya satu hari dia tidak berpuasa baik karena sakit, dia bersembunyi agar popularitas dia tidak jatuh. Ini adalah riya' yang samar. Jika orang ini ingin ikhlas harusnya jika dia ingin berbuka puasa, maka dia sesekali dia menampakkan dia berbuka di hadapan orang yang tau dia berpuasa setiap hari.Diantara mereka ada yang riya' dengan mengambarkan dengan puasanya, misalnya "hari ini sejak 20 tahun yang lalu aku selalu berpuasa dan tidak pernah berbuka". Syaitan membuat syubhat "cerita aja saman orang agar kau jadi teladan". Ibnul Jauzi rahimahullah berkata Allah lebih mengetahui hati seseorang.Misalnya juga seorang ustadz meminta muridnya mempopulerkan dirinya setiap ibadahnya.Syubhat iblis : kabarkanlah ibadahmu agar engkau dihormati, kalau sudah ingin dihormati maka ini riya'.Minimal kalau ikhlas pahalanya berkurang dan pahala ibadah tersembunyi, menjadi amal ibadah yang terlihat. Amal tersembunyi pahalanya lebih besar daripada amal yang terlihat.Para salaf bersusah payah menyembunyikan amal mereka. Para salaf sangat takut riya' sedangkan sekarang kita tidak takut dengan riya'. Orang zaman sekarang bersusah payah untuk mempublikasikan amal ibadahnya.Kata Ibnul Jauzi rahimahullah sebagian mereka ada yang selalu berpuasa Senin Kamis, diajak makan-makan dia menolak makan-makan, lalu dia berkata "coba ingat hari apa? Ini kan hari kamis". Ini mengesankan dsngan riya' yang samar. Ada juga orang yang berpuasa tapi mengomentari orang lain dengan menghina misalnya " ini orang ini katanya hafal Al-Qur'an tapi tidak puasa kamis".Berpuasa makan sahur dan bukanya tidak tau syubhat atau haram. Berpuasa tapi tidak perduli ghibah jalan terus. Berpuasa tapi nonton jalan terus. Harusnya berpuasa menjaga semuanya, iblis mengesankan dengan berpuasa semuanya akan terhapus.Jadi seorang beribadah dia harus waspada jangan sampai ibadahnya hancur gara-gara riya' bahkan dengan riya' yang tersembunyi. Maka pentingkanlah ibadah kita untuk Allah, jangan perdulikan pujian orang kita akan bertemu Allah sendiri-sendiri.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
S
Sylvia Eka Putri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Talbis iblis terhadap ahli ilmu (bagian 3)

Talbis iblis #7Talbis iblis terhadap ahli ibadah (bagian 3)15. Sibuk tentang hal yang tidak utama lalu maninggalkan hal yang utamaIman Al Jauzy berkata“Setan telah menggoda banyak ahli ibadah dengan sholat sunnah dimalam hari tetapi mereka tidak perhatian dengan perbaikan batin mereka padahal dalam batin banyak sekali aib dan tidak memperhatikan apa yang mereka makan halal atau haram.karena ini lebih utama dari pada memperbanyak sholat sunnah16. Talbis iblis dalam membaca al quranIman Al Jauzy berkata“Syetan telah menggoda dengan memperbanyak tilawah tapi cepat tanpa mentartil,(target banyak juz selesai) ini tidak terpuji.”Memang ada riwayat para salaf khatam dalam sehari atau dalam 1 rakaat seperti yang diriwayatkan oleh Utsman bin Affan dan Abu Hanifah namun ini adalah perkara yg jarang dan siapa salaf yang begini bukan setiap hariIni boleh tapi membaca dengan tartil itu lebih utamaSabda rasululloh“Orang yang khatam kurang dari 3 hari maka dia tidak paham al qur’an”Larangan ini diluar ramadhan tapi boleh dibulan Ramdhan seperti Imam Syafii menghatamkan al qur’an sehari 2 kali dalam ramadhan.Tujuan membaca alqur’an adalah utk ditaddaburi ayat2nyaFudhail Bin Iyadh pernah berkata“Sesungguhnya alqur’an diturunkan untuk diamalkan dan untuk diamalkan harus ditadabburi maka sebagian orang membatasi mengamalkan alqur’an dengan tidak mentadabburinya”17. Talbis iblis terhadap pembaca Al qur’an dan#.membacanya dimenara mesjid dimalam hari dengan suara keras atau berame2 dengan 1 suara.Maka mereka telah mengumpulkan 2 kesalahan yaitumengganggu orang tidurMemaparkan diri Terjerumus dalam riya#.membaca alquran setelah adzan sehingga mengganggu org berdoa atau sholat sunnahIbnu Mas’ud berkata“siapa yang ingin bersunnah maka ikutilah orang2 yang sudah meninggal yaitu para sahabat”Berkata Ibnu Al Jauzy“Diantara perkara yang menakjubkan ketika seseorang mengimami sholat subuh dihari jumat setelah mengucapkan salam dia membaca surat terakhir dan mengucapkan doa khatam qur’an,ini bukan metode salaf yang suka menyembunyikan amalan”Robi’ Bin Husain seluruh amalanya tersembunyi sampai ada sahabat yang mengatakan kalo nabi melihatnya nabi pasti mencintainyaAhmad bin Hambal sering baca qur’an dan tidak diketahui kapan dia khatam qur’an.17. Talbis iblis terhadap ibadah puasaSyetan menggoda sebagian orang dengan puasa terus menerus (puasa Dahr)Ini hukumnya boleh jika dia tidak berpuasa dihari2 yang diharamkanTingkatan puasaPuasa Dahr dengan syarat tidak puasa dihari yang dilarang (khilaf ulama ada yang bilang haram dan ada yang bilang makruh)Puasa sehari berbuka sehariPuasa sehari berbuka 2 hariKekurangan puasa dahr bagi seseorangmenyebabkan dia lemah sehingga tidak fokus mencari rejeki buat keluarga,Membuat dia terhalang memenuhi kebutuhan biologis istrinyaMenyebabkan dia terluput dari keutamaan nabi yaitu puasa daud lebih sempurnaHadist  dari abdullan bin Amr bin Ash“Rasululloh bertemun denganku dan berkata “ bukankah telah disampaikan kepadaku bahwasanya engkau selalu sholat malam  bukankah kau yang berkata “aku akan sholat malam dan puasa disiang hari”Aku berkata “benar ya rasululloh aku telah mengatkan demikian”Maka Rasululloh menasehati jangan sholat semalam suntuk,sholat dan tidurlah dan jangan puasa setiap hari,puasa dan berbukalah,kalo mau puasa 3 hari dalam 1 bulan karena ini seperti puasa setiap hari”Aku berkata “saya mampu lebih daripada itu”Maka rasululloh memberi yang lebih tinggi “ puass sehari berbuka 2 hari”Aku berkata “saya lebih mampu dari itu ya Rasululloh”“Kalo begitu puasa nabi Daud karena ini puasa terbaik”“Aku masih mampu lebih dari itu ya Rasululloh dan beliau berkata “tidak ada yang lebih baik dari itu”Jika ada yang berkata bahwa ada ulama salaf yang berpuasa setiap hari sikap kita“Mereka mampu melakukannya setip hari tanpa melalaikan kewajiban kepada keluarga atau bisa jadi mereka tidak punya keluarga dan tidak perlu mencari rejeki ada juga yg melakukan diakhir hayatnyaMeskipun demikian rasululloh berkata“Tidak ada yang lebih afdol dari puasa daud”Ada orang yang merutinkan puasa Daud padahal makanan mereka kurang bergizi dan sedikit sampai ada yg buta karena terlalu memaksa ini adalah bentuk kelalaian terhadap jiwa yang bukan kemampuannya maka ini tidak boleh.Ada yang dikenal orang suka melakukan puasa dahr maka dia tidak pernah berbuka sama sekali,kalopun dia berbuka satu hari maka dia sembunyi agar tidak dilihat orang dan ini adalah riya jika dia ingin ikhlas hendaknya dia berbuka didepan orang yang menganggap  dia puasa setiap hari lalu dia puas lagi diam diam dan tidak menyampaikan keorang lain.Diantaranya ada yg riya secara terang2an dan berkata “saya selalu berpuasa setiap hari semenjak 20 tahun”Dan syetan berbuat syubhat “tunjukan kepada orang agar menjadi teladan”“Sembunyikanlah kebaikan2mu seperti kau menyembunyikan keburukanmu”Sufyan Atsauri berkata“Sungguh seorang hamba melakukan ibadah dalam kesendirianya maka syetan menggodanya utk menyebarkanya maka pahalanya berpindah dari pahala amalan tersembunyi menjadi amalan yang terlihat”Ada yang terbiasa puasa senen kamis lalu menghina orang yang tidak puasaAda yang berpuasa namun berbuka tidak tahu haram dan halalnyaAda yang berpuasa tapi ghibah jalan terus (maksiat)Harus puasa tidak hanya menahan makan dan minum“Waspadalah terhadap hancurnya ibadah dengan riya yang tersembunyi jangan pedulikan pujian manusia”

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI9 Juni 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Halaqah 02 | Pengantar Penjelasan Kitab Nawaqidul Islam Bagian 2

بسم الله الرحمن الرحيمالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاهHalaqah yang ke dua dari Silsilah Ilmiyyah Pembahasan Kitab Nawaqidul Islam yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah.Diantara pembatal keislaman, ada yang berupa keyakinan, seperti:• Meyakini bahwa ada illah (sesembahan) selain Allah• Meyakini bahwa hukum selain hukum Allah adalah lebih baik daripada hukum Allah• Meyakini bahwa shalat lima waktu tidak wajib• Meyakini kehalalan sesuatu yang jelas diharamkan di dalam agama Islam, seperti zina, homoseks, minuman keras, dan lain-lain.Ini adalah beberapa keyakinan yang bisa membatalkan keislaman seseorang.Orang-orang munafik meskipun mengucapkan kalimat – لا إله إلا الله – dan mengucapkan syahadat – محمداً رسول الله – akan tetapi mereka kafir karena tidak meyakini makna dua kalimat syahadat tersebut.Pembatal keislaman ada yang berupa perbuatan anggota badan, seperti:• Bersujud kepada selain Allah• Menyembah untuk selain Allah• Dan lain-lainMengetahui Nawaqidul Islam (pembatal-pembatal keislaman) merupakan perkara yang sangat penting, karena seseorang harus mengetahui kebaikan untuk diamalkan dan mengetahui kejelekan supaya bisa terhindar dari kejelekan tersebut.Orang yang hanya mengetahui kebaikan tetapi tidak mengetahui kejelekan, dikhawatirkan akan terjerumus ke dalam kejelekan tersebut, disadari atau tidak disadari.Apalagi kejelekan tersebut adalah kekufuran yang barangsiapa meninggal di atas kekufuran, maka kesengsaraan selamanya yang akan dia rasakan.Hudzaifah Ibnu Yaman, seorang sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,كان أصحابُ النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يَسأَلُونَه عن الخَيرِ، وكُنتُ أسأَلُه عن الشَّرِمَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي“Dahulu, para sahabat Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam, mereka bertanya kepada Beliau tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada Beliau tentang kejelekan, karena aku takut terjerumus ke dalam kejelekan tersebut.” [Muttafaqun’ Alaihi]Hal ini dilakukan oleh para sahabat Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu. Mereka mengetahui kebenaran dan juga berusaha untuk mengetahui kesalahan. Mempelajari Al Haq dan juga mempelajari jenis-jenis kebathilan. Mengetahui kebenaran tersebut supaya bisa diamalkan dan mengetahui kebathilan (kesalahan) supaya bisa terhindar.Di dalam sebuah bait syair dikatakan,عَرَفْتُ الشّرَّ لا لِلشّرِّ لَكِنْ لِتَوَقّيهِفَمَن لا يعرِفُ الشّرَّمنَ الناسِ يقعْ فيهِ“Aku mengetahui kejelekan bukan untuk mengamalkan kejelekan tersebut, akan tetapi supaya terhindar dari kejelekan tersebut. Dan barangsiapa diantara manusia yang tidak mengetahui suatu kejelekan, maka dikhawatirkan dia akan terjerumus ke dalam kejelekan tersebut.”Salah satu penyebab utama seseorang terjatuh di dalam Nawaqidul Islam adalah karena tidak tahu, tidak belajar, dan tidak berusaha mempelajarinya.Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,والجهل داء قاتل وشفاؤه أمران في التركيب متفقان نص من القرآن أو من سنة وطبيب ذاك العالم الرباني“Kebodohan adalah penyakit yang mematikan dan obatnya adalah dua hal yang digabung menjadi satu, yaitu nash dari Al Qur’an atau dari As Sunnah dan dokternya ada seorang ‘alim robbani.”Oleh karena itu para ulama di dalam kitab-kitab mereka (kitab akidah atau kitab fiqih) menyebutkan tentang bab Ar Riddah (kemurtadan). Yang dibahas adalah perkara-perkara yang bisa menjadikan seseorang murtad (keluar dari agama Islam).Para ulama membuat bab ini tujuannya adalah supaya kita tahu pembatal-pembatal keislaman dan supaya kita waspada, jangan sampai kita dan orang-orang yang kita cintai, serta kaum muslimin terjatuh ke dalam apa yang dinamakan dengan Nawaqidul Islam. Yang apabila dia meninggal dalam keadaan demikian, maka batal seluruh amalannya dan dia kekal di dalam neraka bersama orang-orang yang kafir.Allah mengatakan,وَمَن یَرۡتَدِدۡ مِنكُمۡ عَن دِینِهِۦ فَیَمُتۡ وَهُوَ كَافِرࣱ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ حَبِطَتۡ أَعۡمَـٰلُهُمۡ فِی ٱلدُّنۡیَا وَٱلۡـَٔاخِرَةِۖ وَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ أَصۡحَـٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِیهَا خَـٰلِدُونَ[Surat Al-Baqarah 217]“Dan barangsiapa diantara kalian yang murtad dari agamanya, kemudian dia meninggal dunia dan dia dalam keadaan kafir, maka merekalah orang-orang yang batal amalannya di dunia maupun di akhirat, dan merekalah penduduk neraka, mereka kekal di dalamnya.”Tentunya di dalam memahami Nawaqidul Islam, seseorang harus kembali kepada Al Qur’an, hadits-hadits Nabi Shallallāhu ‘alaihi wa sallam dengan pemahaman para sahabat Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhum dan melihat kembali ucapan-ucapan para ulama di dalam masalah Nawaqidul Islam. Karena menentukan sebuah ucapan, keyakinan, atau perbuatan, apakah dia mengeluarkan seseorang dari Islam atau tidak, ini adalah hukum syar’i, harus kembali kepada dalil.Tidak boleh seseorang menghukumi sebuah amalan atau sebuah ucapan atau sebuah keyakinan, bahwa ini adalah kekufuran, mengeluarkan pelakunya dari Islam, kecuali di sana ada dalil yang jelas di dalam Al Qur’an atau di dalam hadits. Jangan sampai seseorang berdusta atas nama Allah.Allah berkata,(وَلَا تَقُولُوا۟ لِمَا تَصِفُ أَلۡسِنَتُكُمُ ٱلۡكَذِبَ هَـٰذَا حَلَـٰلࣱ وَهَـٰذَا حَرَامࣱ لِّتَفۡتَرُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَۚ إِنَّ ٱلَّذِینَ یَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ لَا یُفۡلِحُونَ)[Surat An-Nahl 116]“Janganlah kalian mengatakan dengan lisan-lisan kalian, ini adalah halal, ini adalah haram, untuk berdusta atas nama Allah. Orang-orang yang berdusta atas nama Allah, maka dia tidak akan beruntung.”Jangan sampai seseorang mengatakan, ini adalah kufur, padahal Allah dan Rasul-Nya tidak mengatakan demikian. Atau sebaliknya, mengatakan ini tidak kufur padahal Allah dan Rasul-Nya menghukumi itu sebagai sebuah kekufuran.Di sana ada dua kelompok yang tersesat di dalam masalah ini.1. Kelompok yang berlebih-lebihan, hingga mengatakan bahwasanya ini adalah sesuatu yang kufur, padahal Allah tidak mengatakan itu adalah sebuah kekufuran. Seperti orang-orang Khawarij yang berkeyakinan bahwa orang yang melakukan dosa besar, dia keluar dari Islam.2. Orang-orang yang berlebihan, sehingga mengatakan bahwa ini sesuatu yang tidak kufur, padahal Allah telah menjelaskan bahwa itu adalah kekufuran. Seperti orang-orang Murji’ah, yang mereka menganggap bahwasanya keimanan cukup dengan keyakinan di dalam hati. Seandainya seseorang mengucapkan ucapan yang kufur atau melakukan amalan yang kufur, yang penting hatinya mengenal dan meyakini Allah, maka dia tidak keluar dari agama Islam.Ahlussunnah wal Jama’ah bukan termasuk Khawarij dan juga bukan termasuk Murji’ah. Mereka berada di pertengahan. Mereka kembali kepada Al Qur’an dan Hadits dengan pemahaman para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Apa yang dihukumi oleh Allah dan Rasul-Nya sebagai bentuk kekufuran, maka mereka katakan ini adalah kufur. Dan apa yang dikatakan oleh Allah dan Rasul-Nya ini bukan kekufuran, maka mereka tidak mengatakan ini adalah kekufuran.Dan mereka di dalam masalah ini berpegang dengan kaidah-kaidah yang berdasarkan Al Qur’an dan Hadits. Dan Insya Allah akan kita bahas sebagian kaidah-kaidah tersebut di dalam pertemuan selanjutnya.Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
F
Fiedningsih

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tablis iblis #7

TALBIS IBLIS #7TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ILMU (Bag-3)Ustadz DR.FIRANDA ANDIRJA, M.ASetan telah banyak menggoda dari ahli ibadah, mereka shalat sunnah di malam hari, shalat sunnah di siang hari tetapi mereka tidak perhatian terhadap perbaikan batin mereka.padahal kita tahu, bahwa dalam batin ini banyak aib.Mereka juga tidak perhatikan akan apa yg mereka makan, padahal memperhatikan hal tersebut akan memperbaiki penyakit-penyakit batin dan perhatian terhadap akan halal nya yg kita makan.Itu lebih utama daripada memperbanyak shalat-shalat sunnah.Imam Jawzi ingin mengatakan:Jangan kita menyibukkan dg  amalan yang zahir dari pada yang batin, sedikit perlu kita perbaiki🍄Godaan setan pada ahli ibadah dalam membaca Al QuranSetan menggoda mereka cara memperbanyak tilawah Qur’an tetapi tetapi mereka membaca Al Qur’an dg cepat tanpa mentartil.Ini adalah kondisi yg tidak terpuji.Meskipun hal ini boleh,tapi membacanya deh tartil lebih disukai para ulama.Seseorang membaca Al Qur’an untuk dipahami Dan agar mudah diamalkanNiat ketika membaca Al Qur’an ada beberapa:-   niat tilawahniat mentadaburiNiat beramal☘️Iblis menggoda sekelompok ahli pembaca Qur’anMereka membaca Al Qur’an di menara masjid malam hari dg suara yg keras.Maka mereka telah mengumpulkan 2 kesalahan:mengganggu orang tidurMemaparkan diri terjerumus ke dalam riya☘️Diantara mereka ada yg baca Al Qur’an ketika azan,Imam Jawzi berkata :Ada perkara yg menakjubkan, imam shalat subuh pada hari Jumat ,setelah selesai Shalat di berzikir dan baca doa khatam Qur’an. Ini bukan perlakukan para salaf. Para salaf menyembunyikan ibadah mereka.Ar-Rabi’ bin Khutsaim : seluruh amalnya tersembunyiImam Akhmad sering baca Al Qur’an dan tidak diketahui kapan dia khatam Qur’anRiya itu senjata setan yg paling ampuh untuk menggugurkan amalan soleh seseorang.Seseorang harus waspada pada talbis iblisGODAAN SETAN TERHADAP AHLI PUASASetan menggoda sebagian kaum dengan puasa  Dahr (terus-menerus)Tingkatan puasa sunnah :puasa sehari  berbuka 2 hariPuasa nabi Daud (berbuka sehari,puasa sehari)Puasa dahr ( puasa terus-menerus), dg syarat ketika hari-hari di haramkan puasa, tidak berpuasaAda 2 pendapat di kalangan ulama tentang puasa dahr :Tidak dianjurkan puasa  setiap hari ( ada yg mengatakan hukum haram dan ada makhruh)Memperbolehkan ( ada yang mustajab dan ada jaiz)Kata Imam Jawzi  ada 2 kekurangan yg akan menimpa orang yg puasa terus-menerus:Bisa jadi membuat dia lemah,sehingga orang ini lemah untuk mencari rezeki buat keluarga nya,bisa jadi tidak bisa memenuhi kebutuhan biologis istrinyaMenyebabkan dia terluput dari keutamaan  dari puasa Nabi DaudNabi ﷺ mengatakan“ tidak ada yg lebih afdal dari puasa nabi Daud”.SAMARNYA RIYAOrang yg berpuasa dahr ini ,untuk menjaga agar ketenarannya dalam berpuasa, ketika dia tidak puasa mungkin karena sakit,dia sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan sama orang bahwasanya dia hari itu tidak berpuasa. Ini adalah riya yg samar.Makanya jika dia ingin ikhlas, untuk menyembunyikan ibadahnya justru dia berbuka di hadapan orang yang tahu kalau dia berbuka puasa setiap hari. Kemudian dia puasa lagi diam-diam.Ada yang riya terang-terangan tentang puasanyaDia berkata bahwa sejak 20 th ini saya tidak pernah berbukasetan bikin syubhat, cerita aja sama orang-orang biar kamu jadi teladan.Jika pun itu ikhlas,pahalanya akan berkurang, dari pahala ibadah yg tersembunyi menjadi pahala ibadah yang terlihat.Sufyan ats- Tsauri berkata :“Sesungguhnya seorang hamba melakukan amalan ibadah dalam kesendiriannya, maka setan menggodanya sampai akhirnya dibicarakan, maka pahala berpindah dari yg tersembunyi kepada pahala yang terlihat”.Para salaf terdahulu takut riyaPara salaf terdahulu bersusah payah untuk menyembunyikan amal soleh, di zaman sekarang orang bersusah payah untuk mempublikasikan amal solehnya.Diantara mereka ada yg puasa Senin Kamis tapi merendahkan atau menghina  orang lainDiantara mereka ada yg berpuasa,mereka tidak peduli dg iftor mereka pakai makan apa, apakah itu dari haram atau halal.Diantara mereka ada yg puas tpi ghibah nya jalan terusDiantara mereka ada yg puasa melihat hal-hal yang haram jalan terusDiantara mereka yg puasa ngoceh jalan terus, harusnya jaga bicaraSeseorang jika beribadah harus waspada jangan sampai ibadahnya hancur karena  riya dan setan  menghapuskan riya dalam diri seseorang bahkan dg cara yg sangat tersembunyi

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
T
Tendri Novita

📍 Kota Palu

Talbis Iblis 7

TALBIS IBLIS 7Talbis Iblis Terhadap Ahli Ibadah (Bagian 3)Pemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.1. Fokus Pada Kualitas, Bukan Sekadar Kuantitas IbadahSetan tidak selalu menggoda manusia dengan meninggalkan ibadah, tetapi terkadang mendorong seseorang sibuk memperbanyak amalan lahiriah sambil melalaikan perbaikan hati dan akhlak.Pelajaran Penting:Perbaikan hati lebih utama daripada sekadar memperbanyak amalan sunnah.Kehalalan makanan dan sumber rezeki sangat berpengaruh terhadap diterimanya ibadah.Ibadah yang berkualitas lebih dicintai Allah daripada amalan yang banyak namun tanpa perhatian terhadap batin.2. Adab Membaca Al-Qur’anA. Jangan Hanya Mengejar Target KhatamSetan membisikkan agar seseorang membaca Al-Qur’an dengan sangat cepat demi menyelesaikan target khatam, sehingga mengabaikan tartil dan pemahaman.Allah berfirman:“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil).”(QS. Al-Muzzammil: 4)B. Utamakan TadabburTujuan utama membaca Al-Qur’an adalah memahami, menghayati, dan mengamalkan isinya.Allah berfirman:“Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an?”(QS. Muhammad: 24)C. Tidak Mengganggu Orang LainMembaca Al-Qur’an dengan suara keras hingga mengganggu orang lain bukanlah adab yang diajarkan syariat.Pelajaran Penting:Tartil lebih utama daripada tergesa-gesa.Tadabbur lebih penting daripada sekadar banyaknya bacaan.Hindari sikap yang dapat menimbulkan riya atau mengganggu kaum muslimin lainnya.3. Bahaya Riya dalam IbadahRiya termasuk salah satu pintu terbesar yang digunakan setan untuk merusak amal seseorang.Bentuk-Bentuk Riya:Menampakkan ibadah agar dipuji manusia.Memamerkan keberhasilan khatam Al-Qur’an.Menceritakan amalan pribadi tanpa kebutuhan syar’i.Berpura-pura tetap berpuasa agar dianggap saleh.Rasulullah ﷺ bersabda:“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.”Para sahabat bertanya, “Apakah syirik kecil itu?”Beliau menjawab, “Riya.”(HR. Ahmad)Pelajaran Penting:Para salaf sangat berusaha menyembunyikan amal ibadah mereka.Amal yang ikhlas meskipun sedikit lebih baik daripada amal banyak yang tercampuri riya.4. Talbis Iblis dalam Puasa SunnahSetan dapat menggoda seseorang agar berlebihan dalam berpuasa hingga melalaikan kewajiban yang lebih utama.Bentuk Kesalahan:Berpuasa terus-menerus hingga melemahkan tubuh.Melalaikan nafkah keluarga.Mengabaikan hak pasangan dan kewajiban lainnya.Rasulullah ﷺ bersabda:“Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Dawud, yaitu sehari berpuasa dan sehari berbuka.”(HR. Bukhari dan Muslim)Pelajaran Penting:Islam mengajarkan keseimbangan dalam beribadah.Ibadah sunnah tidak boleh menyebabkan kewajiban terbengkalai.Sikap berlebihan (ghuluw) bukanlah ajaran Islam.Hikmah dan Pelajaran Kajian✅ Setan dapat menyesatkan seseorang melalui ibadah yang tidak dilakukan sesuai tuntunan.✅ Kualitas ibadah lebih penting daripada sekadar kuantitas.✅ Membaca Al-Qur’an harus disertai tartil, tadabbur, dan adab yang baik.✅ Riya dapat merusak amal yang telah susah payah dilakukan.✅ Islam mengajarkan keseimbangan dan menjauhi sikap berlebihan dalam beribadah.✅ Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang ikhlas dan sesuai sunnah.KesimpulanTalbis Iblis terhadap ahli ibadah sering kali terjadi bukan dengan mengajak meninggalkan ibadah, tetapi dengan merusak niat, menghilangkan keikhlasan, mendorong sikap berlebihan, serta membuat seseorang lebih memperhatikan kuantitas daripada kualitas ibadah. Seorang muslim hendaknya selalu menjaga keikhlasan, mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ, dan mengutamakan amal yang benar, seimbang, serta bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.Instagram: @tendrinovitaaKomunitas: @komunitas.beekind#jejakcahaya ✨

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
D
Dewi Murthy Sari

📍 Kota Samarinda

Talbis Iblis #7 Talbis Iblis terhadap Ahli Ibadah (Bagian 3)

Sibuk dengan yg tidak utama sehingga meninggalkan yang utama.Sibuk dengan ibadah dimalam hari, mengerjakan sholat sholat sunnah tapi tidak memperhatikan batin, memperbaiki isi hati, dan tidak memperhatikan apa yang kita makan.Membaca Al Qur'an tanpa tartil, terburu-buru. Boleh membaca Qur'an khatam dalam sehari tetapi dengan Tartil dan paham dengan isi Al-Qur'an, karna tujuan utama membaca Al-Qur'an adalah mentadaburinya.Iblis membuat rancu para Qori', mereka membaca Qur'an dimenara mesjid pada malam hari dengan suara kencang.Mereka mengumpulkan 2 kesalahan, yang pertama adalah mengganggu orang tidur pada malam hari, yang kedua adalah riya dalam membaca Al-Qur'an.Membaca doa khatam Qur'an didepan orang banyak. Para salaf dahulu menyembunyikan amalan mereka. Riya adalah senajata setan paling ampuh untuk menggugurkan amal sholeh seseorang. Itulah sebab harus waspada dengan Talbis Iblis.Talbis Iblis Terhadap Ibadah PuasaTingkatan puasa sunnah:Puasa sehari, berbuka 2 hariPuasa Daud, puasa sehari, berbuka sehariPuasa Dahr, puasa terus-menerus kecuali di hari yang diharamkan untuk puasa.Syeitan menggoda sebagian kaum untuk puasa terus menerus (dahr). Hukumnya boleh apabila tidak berpuasa dihari yang diharamkan untuk berpuasa (hari Ied, Adha, hari tasyrik). Ibnu Jauzi mengatakan ada kekurangan sebab puasa terus-menerus: Menjadi lemah, tidak kuat mencari rejeki, dan bisa jadi mengabaikan hak biologis istri.Sabda Rasul: "Tidak ada yang lebih afdal dari puasa Daud"Amalan puasa sunnah tidak luput dari godaan syeitan untuk riya. Riya yang samar akan nampak pada orang yg berpuasa tetapi menceritakan amalannya dengan dalih sebagai teladan.Sufyan ats Tsauri:" Sesungguhnya seorang hamba melakukan ibadah dengan kesenderiannya, lalu setan menggodanya sampai akhirnya dibicarakan, maka pahala berpindah dari yang tersembunyi menjadi pahala yang terlihat."Beberapa bentuk talbis Iblis terhadap orang berpuasa:Berpuasa senin kamis tetapi mereka menampakkan, pamer jika sedang berpuasa, merendahkan dan menghina orang lainBerpuasa tetapi mengghibahBerpuasa tidak menjaga lisan

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI9 Juni 2026
D
Ditha Ayuningtyas

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Halaqah 2 - Mahzab Penulis Kitab

Halaqah yang ke-2 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-‘Aqīdah Al-Wāsithiyyah yang ditulis oleh Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah rahimahullāh.Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah ini adalah seorang Hanbali, beliau tumbuh sebagai seorang Hanbali yaitu bermadzhab dengan madzhabnya imam Ahmad bin Hanbal, tapi apa yang dimaksud dengan Hanbali disini, apakah yang dimaksud beliau adalah orang yang fanatik sehingga tidak mengambil pendapat kecuali dari madzhab al-Imam Ahmad bin Hanbal, jawabannya tidak, dinamakan dengan Hanbali karena beliau mengawali menuntut ilmu fiqihnya dengan mazhab Hanbali dan inilah yang dimaksud oleh para ulama ketika mereka menambahkan atau menisbahkan diri mereka kepada Syafi’i, Hanafi, Maliki, bukan berarti mereka ta’asub dan fanatik terhadap madzhab tersebut. Awal mereka menuntut ilmu adalah dengan mempelajari kitab-kitab Hanbali atau Syafi’i atau yang lain, cuma setelahnya ketika mereka sudah sampai pada marhalah tertentu, sampai pada tingkatan tertentu di situ mereka tidak melihat lagi ini madzhab fulan atau madzhab fulan tapi mereka melihat dalil, kalau pendapat tersebut itulah yang sesuai dengan dalil itulah yang mereka ambil.Berkata adz-Dzahabi rahimahullāh “wa lahul āna ‘iddatussinīn lā yu’ti bimadzhabin mu’ayyan bal bima qāmaddalīlu alaihi ‘indah”, ini menceritakan tentang gurunya dan beliau yaitu Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah sekarang, ini Imam adz-Dzahabi berbicara tentang apa yang ada di masanya sudah beberapa tahun terakhir ini beliau tidak berfatwa dengan madzhab tertentu tapi dengan pendapat yang sesuai dengan dalil menurut beliau, jadi bukan berfatwa berdasarkan madzhab Hanbali atau madzhab Syafi’i tapi berfatwa menjawab sesuai dengan apa yang menurut beliau lebih dekat dengan dalil. Sungguh beliau telah menolong sunnah secara murni dan menolong tharīqah salafīyyah yaitu menyebarkan manhaj salaf dan berhujah untuk menolong sunnah ini dan menolong manhaj salaf ini dengan berbagai bukti, berbagai muqaddimah, dengan berbagai perkara yang bukti-bukti tersebut atau alasan-alasan tersebut mungkin sebelum beliau belum ada yang menyebutkan atau menampakkan.Ini menunjukkan tentang bagaimana manhaj Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah, jadi memang beliau bertumbuh dan berkembang dan mungkin di sekitar beliau, lingkungan beliau rata-rata adalah bermazhab Hanbali cuma beliau bukan seorang yang ta’asub atau fanatik terhadap madzhab beliau, ta’asub dengan dalil. Adapun aqidah maka jelas aqidah beliau adalah aqidah para salafush sholeh dan ini kita lihat dari karangan-karangan beliau termasuk diantaranya adalah kitab yang insyaAllāh akan kita pelajari bersama yaitu Al-Aqidah Al-Wasithiyyah, di situ kita akan melihat bagaimana aqidah Syaikhul Islām tentang Asma’ dan juga Sifat Allāh ﷻ, bagaimana aqidah Syaikhul Islām tentang sahaba dan InsyaAllāh nanti akan kita sebutkan dalam pembahasan-pembahasan selanjutnya yaitu tentang muqaddimah yang berkaitan dengan kitab Al-Aqidah Al-Wasithiyyah.Karangan-karangan beliau, disebutkan oleh Adz-Dzahabi bahwasanya beliau pernah mencoba untuk mengumpulkan karangan-karangan gurunya Syaikhul Islām Taqiyuddin Abul Abbas Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam Ibnu Taimiyyah rahimahullāh, kemudian beliau menyebutkan mendapatkan seribu mushonnaf yaitu seribu karangan, tulisan dan ternyata setelah beliau mengumpulkan tulisan-tulisan Syaikhul Islām beliau setelah itu melihat karangan-karangan yang lain, menunjukkan begitu banyaknya tulisan-tulisan Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah, beliau rahimahullāh termasuk orang yang banyak dibukakan oleh Allāh ﷻ pintu-pintu, pintu menulis, beliau orang yang kuat didalam menulis, pintu berdakwah, berjihad dengan tangannya dengan lisannya maka ini adalah Fadlullāh, keutamaan yang Allāh ﷻ berikan kepada siapa yang Allāh ﷻ kehendaki dan tidak semua dari kita dibukakan oleh Allāh ﷻ untuk banyak menulis.Cuma yang perlu kita ingat kan disini menulis ini adalah perkara yang penting karena kalau kita menulis dan memiliki kitab, memiliki buku maka itu akan insyaAllāh lebih lama meskipun kita sudah meninggal dunia, namanya buku masih bisa di baca dan dibacakan dipelajari oleh orang lain. Adapun seseorang hanya berbicara saja apalagi tidak ada di sana rekaman maka ketika dia meninggal dunia hilang begitu saja, maka penting seseorang di sini menulis. Dan yang perlu diketahui di sini hendaklah seseorang menulis apa yang memang dibutuhkan oleh manusia artinya bukan hanya sekedar menulis dan punya buku tapi dia menulis sesuatu yang memang dibutuhkan.Dan Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah banyak di dalam tulisan-tulisan termasuk di antaranya adalah aqidah wasithiyah ini, kenapa beliau menulis karena ada sebabnya dan nanti akan kita sebutkan sejarah bagaimana beliau menulis kitab Al-Aqidah Al-Wasithiyyah, permintaan dari seseorang yang dia tidak mau kecuali tulisan Syaikhul Islām Ibnu Taimmiyah padahal di sana banyak kitab-kitab aqidah sebelum masa Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah. Cuma orang yang tanya tadi tidak mau kecuali yang ditulis oleh Syaikhul Islam, akhirnya beliau pun mengabulkan permintaan tersebut.Dan tulisan-tulisan syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dikenal dengan bagusnya dan ungkapan-ungkapan yang dipakai oleh syaikhul Islam adalah ungkapan-ungkapan yang baik dan susunannya juga sangat rapi kemudian juga dikenal beliau ini dengan taksimatnya yaitu dalam pembagian-pembagian ini luar biasa sehingga banyak para ulama para thulabul ‘ilm yang mereka bisa mengambil faedah dan banyak mengambil faedah dari pembagian pembagiannya. Dengan adanya pembagian sebuah masalah ternyata dia terbagi menjadi beberapa bagian, seseorang lebih jelas dan lebih praktis lebih paham sehingga dia tidak menyamakan sesuatu yang beda dan tidak membedakan sesuatu yang sama.Dan ada yang mengatakan bahwasanya beliau bisa berbahasa Abriah, bahasa abriah ini adalah bahasa orang-orang Yahud dan juga bisa bahasa Latiniyyah ini dipahami dari sebagian ungkapan beliau yang di mana beliau menyatakan bahwasanya bahasa Abria ini dekat dengan bahasa Arab, ini sebagian memahami bahwasanya beliau berarti paham tentang lughah tentang bahasa Abriah.Tentang sifat beliau syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dari sisi akhlak beliau adalah seorang ulama yang pemurah, karīm, dan itu semua kemurahan tadi bukan sesuatu yang dibuat-buat oleh beliau tapi sepertinya adalah sesuatu yang memang bawaan dari sejak kecil dan beliau adalah seorang pemberani bukan seorang pengecut, dan beliau adalah seorang yang zuhud di dalam dunia, tidak tergantung hatinya dengan sedikit pun dari dunia bahkan disebutkan bahwasanya beliau banyak meninggalkan perkara yang mubah, banyak meninggalkan perkara yang sebenarnya boleh karena takut terjerumus ke dalam perkara yang diharamkan, dan tentunya ini semua menunjukkan tentang buah dari ilmu yaitu zuhud terhadap dunia dan keinginan terhadap akhirat dan bagaimana beliau meninggalkan perkara yang mubah karena takut terjerumus ke dalam perkara yang diharamkan oleh Allāh ﷻ.Beliau Rahimahullāh semasa hidupnya berjihad dijalan Allāh ﷻ baik dengan lisannya, yaitu dengan berdakwah dengan lisannya dan juga dengan tulisannya, banyak menulis bagaimana jumlah tulisan-tulisan beliau dan beliau memerangi tentara Tartar dan mendorong kaum muslimin untuk berjihad dan bahkan dalam peperangan-peperangan beliau senantiasa berada di shaf yang awwal. Ini menunjukkan bagaimana beliau sebagai seorang ulama bukan hanya sekedar bisa menulis, bisa memberikan pengarahan kepada manusia, tetapi beliau menjadi orang yang menjadi contoh bagi yang lain di dalam jihad fī sabīlillāh dan mendorong manusia untuk jihad memerangi orang-orang kuffar dan jihad yang dimaksud disini tentunya adalah jihad yang syar’i bukan jihad yang dipahami oleh sebagian orang-orang yang tersesat dari jalan Allāh ﷻ.Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI9 Juni 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

TINGGALNYA ORANG-ORANG BERIMAN & ORANG-ORANG MUNAFIK

Setelah orang-orang kafir (musyrik dan ahlul kitab) digiring ke neraka, yang tersisa hanyalah orang-orang yang dahulu menyembah Allah, baik yang shalih maupun yang banyak maksiat.Mereka tetap menunggu Rabb mereka karena di dunia mereka bertauhid dan tidak menyembah sesembahan orang-orang kafir, meskipun memiliki hubungan dan kebutuhan dengan mereka dalam urusan dunia. Allah datang kepada mereka dalam bentuk yang berbeda dari yang pertama kali mereka lihat sebagai ujian bagi keimanan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang beriman akan melihat Allah di Padang Mahsyar. Ketika Allah berkata, "Aku adalah Rabb kalian", mereka berhati-hati dan berlindung kepada Allah agar tidak terfitnah. Mereka menegaskan bahwa mereka tidak pernah menyekutukan Allah sedikit pun. Ini menunjukkan keutamaan tauhid. Allah kemudian memberikan tanda yang membuat mereka mengenali-Nya. Dalam hadits disebutkan bahwa Allah menyingkap betis-Nya, dan kaum mukminin pun mengenali Rabb mereka. Kewajiban seorang muslim adalah beriman terhadap sifat-sifat Allah sebagaimana datang dalam dalil tanpa menyerupakan, menolak, menakwilkan, atau mempertanyakan bagaimana hakikatnya. Setiap mukmin yang dahulu ikhlas beribadah kepada Allah akan diberi kemampuan untuk bersujud. Adapun orang-orang munafik yang dahulu sujud karena riya' atau demi kepentingan dunia tidak mampu bersujud. Punggung mereka menjadi kaku dan rata sehingga setiap hendak sujud mereka justru terjatuh. Mereka dahulu menipu Allah dan kaum mukminin dengan menampakkan keislaman, namun pada hari itu tipu daya mereka tidak bermanfaat. Setelah itu Allah menampakkan diri kepada orang-orang beriman dalam bentuk yang mereka kenali. Mereka pun berkata, "Engkau adalah Rabb kami."

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →