📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
🎓 Jejak Ilmu HSI3 September 2026
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Halaqah 84

ilmiyyah.comMain MenuHomeHalaqah 84 | Takdir Allāh ﷻ Tidak Bisa Diubah oleh Makhluk Meskipun Mereka Semua BersepakatHalaqah 84 | Takdir Allāh ﷻ Tidak Bisa Diubah oleh Makhluk Meskipun Mereka Semua BersepakatKitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.ATranskrip: ilmiyyah.comالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهHalaqah yang ke-84 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-Aqidah Ath-Thahawiyah yang ditulis oleh Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāh.Beliau mengatakan rahimahullāh: فَلَوِ اجْتَمَعَ الخَلْقُ كُلُّهُمْSeandainya seluruh makhluk berkumpul, jangan satu atau dua, tetapi semuanya berkumpulعَلَىٰ شَيْءٍ كَتَبَهُ اللهُ تَعَالَىٰ أَنَّهُ كَائِنٌSeandainya semua makhluk berkumpul, baik jin maupun manusia, hewan, dan seluruh makhluk yang ada berkumpul atas sesuatu yang sudah ditetapkan oleh Allāh tetapkan sesuatu tadi di dalam Lauh al-Maḥfūẓ, sudah Allāh tulis di dalam Lauh al-Maḥfūẓ itu terjadiلِيَجْعَلُوهُ غَيْرَ كَائِنٍkemudian mereka semuanya berkumpul untuk menjadikan itu tidak terjadi, Allah sudah tulis dalam Lauh al-Maḥfūẓ itu akan terjadi, meninggalnya seseorang atau mendapatkan nikmatnya seseorang, hidayahnya seseorang, tersesatnya seseorang sudah Allah tulis, kemudian semua makhluk berkumpul untuk menjadikan itu tidak terjadi, sudah ditulis oleh Allah fulan ini mendapatkan hidayah semuanya berkumpul untuk menghalangi dia dari hidayah, di doktrin disurati didatangi diberikan syubhat diasingkan dan seterusnya tapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menentukan menuliskan bahwasanya orang ini akan mendapatkan hidayah makaلَمْ يَقْدِرُوا عَلَيْهِmereka tidak akan mampu untuk melakukannya.Sebaliknya apa yang sudah Allāh ﷻ tulis tidak akan terjadi kemudian semuanya berkumpul untuk menjadikan itu terjadi maka mereka juga tidak akan mampu. Semuanya sudah ditulis mereka tidak bisa menghalangi rezeki kita yang sudah Allāh ﷻ tulis, mereka tidak bisa memberikan atau menghalangi hidayah yang sudah Allāh ﷻ tetapkan untuk kita.Demikian pula sebaliknya kita tidak bisa menyampaikan hidayah kepada seseorang yang sudah Allāh ﷻ tetapkan dia sesat, tidak bisa kita memberikan hidayah kepada orang yang sudah Allāh ﷻ tetapkan dan dijauhkan dari agama ini, yang bisa kita lakukan memenuhi perintah Allāh ﷻ yaitu berdakwah, memberikan nasihat, memberikan contoh. Semuanya sudah ditulis oleh Allāh ﷻ hidayah maupun kesesatan.Ini makna ucapan beliauوَلَوِ اجْتَمَعُوا كُلُّهُمْ عَلَىٰ شَيْءٍ كَتَبَهُ اللهُ تَعَالَىٰ فِيهِ أَنَّهُ غَيْرُ كَائِنٍ، لِيَجْعَلُوهُ كَائِنًا؛ لَمْ يَقْدِرُوا عَلَيْهِtidak akan mungkin mereka bisa melakukannya.Dalam sebuah hadits Nabi ﷺ mengatakan kepada ʿAbdullāh bin ʿAbbāsوَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُNabi ﷺ memberikan nasehat kepada ʿAbdullāh bin ʿAbbās dan saat itu masih kecil tapi sudah diajari tentang keimanan dengan takdir, menunjukkan bahwa diantara hal yang perlu kita tekankan kepada anak-anak kita adalah keimanan dengan takdir Allāh ﷻ, penting.Ketahuilah bahwasanya semua makhluk, semua umat seandainya mereka semuanya bersatu untuk memberikan manfaat kepadamu, ingin menolongmu, ingin memberikan hidayah kepadamu, ingin memberikan kamu rezekiلَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَtidak mungkin mereka itu bisa memberikan kepada kamu manfaat kecuali dengan sesuatu yang sudah Allāh ﷻ tulis.Kalau Allāh ﷻ sudah menulis antum dapat sekian atau diberi sekian maka tidak mungkin mereka bisa memberi lebih dari itu. Oleh karena itu ketika seseorang diberikan manfaat oleh orang lain ketahuilah bahwasanya itu sudah di takdirkan oleh Allāh ﷻ. Maka bersyukurlah dan memujilah Allāh ﷻ dan bukan berarti kita tidak mengucapkan syukur kepada manusia karena kita diperintahkan untuk mengucapkan syukur dan berterima kasih kepada manusiaلَا يَشْكُر اللَّهَ مَنْ لَا يَشْكُر النَّاسَTidak bersyukur kepada Allāh ﷻ orang yang tidak bersyukur kepada manusia.Kita tahu bahwasanya ini sudah di takdirkan, dia memberi kita sudah di takdirkan oleh Allāh ﷻ tidak keluar dari apa yang Allāh ﷻ sudah tulis, dan kita diperintahkan untuk bersyukur kepada manusia mengucapkan terima kasih kepada manusia dan ini adalah bentuk syukur kita kepada Allāh ﷻ. Ini bagus ditanamkan pada anak-anak kita, tidak mungkin mereka itu bisa memberikan bantuan kepadamu kecuali itu sudah ditakdirkan oleh Allāh ﷻ, maka pujilah Allāh ﷻ. Kemudianوَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَSeandainya mereka semuanya berkumpul untuk memudharati kamu, mereka ingin menyihirmu, ingin membegalmu, ingin membunuhmu, ingin mengganggumu, itu juga perlu ditanamkan, tidak mungkin mereka bisa memudharati dirimu kecuali dengan sesuatu yang sudah Allāh ﷻ tulis.Kalau memang Allāh ﷻ menulis di dalam Lauh al-Maḥfūẓ engkau akan tergores engkau akan tersayat bagian punggungmu misalnya, itu yang akan tersayat, tidak mungkin mereka bisa melakukan lebih daripada itu, tidak mungkin mereka bisa memudharati kecuali dengan apa yang sudah Allāh ﷻ tulis. Kalau ditanamkan berulang-ulang di dalam diri seseorang seorang anak dan diri seorang muslim secara umum maka menjadikan dia bertawakkal kepada Allāh ﷻ, hanya takut kepada Allāh ﷻ.Dan itulah yang dialami oleh para sahabat radhiyallāhu ta’ala ‘anhum, Nabi ﷺ sudah menanamkan kepada diri mereka keimanan dengan takdir sehingga diantara pasukan-pasukan perang, para sahabat Nabi ﷺ dikenal sebagai pasukan perang yang paling berani, tidak diketahui dalam sejarah pasukan perang yang lebih berani daripada para sahabat Nabi ﷺ.Karena mereka yakin, tidak mungkin mengenai saya kecuali apa yang sudah Allāh ﷻ tetapkan. Seseorang mau berada di dalam rumahnya di dalam gedung yang kuat yang tinggi yang dijaga oleh banyak pengawal dan berbagai pengamanan, kalau memang sudah ditakdirkan oleh Allāh ﷻ dia termudharati dia terkena sesuatu pasti akan terjadi, tidak mungkin dia akan bisa menghindar.Dia sudah berusaha menjaga pola makannya, menjaga makanannya, menjaga pola hidupnya, kalau memang sudah Allāh ﷻ tulis dia terkena penyakit tersebut ya dia akan terkena, tidak mungkin dia bisa menghindar dari apa yang sudah Allāh ﷻرُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُPena-pena telah diangkat oleh Allāh ﷻ dan juga lembaran-lembaran telah kering, ini sudah selesai tidak mungkin bisa dirubah.Termasuk diantaranya penduduk surga dan juga penduduk neraka sebagaimana telah berlalu itu juga diantara yang sudah diketahui oleh Allāh ﷻ dan sudah ditulis oleh Allāh ﷻ tidak mungkin bisa dirubah. Kita berdoa kepada Allāh, semoga Allāh Subḥānahu wa Taʿālā menjadikan kita termasuk Ahlul Jannah dan memudahkan kita untuk mengamalkan amalan Ahlul Jannah.

💬 0 komentar📅 3 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI3 September 2026
N
Nurul

📍 Kota Depok

Silsilah ilmiyyah : pembahasan kitab al-ushulu ts-tsalatsah #3

Halaqah 59 : Landasan Ketiga Ma’rifatul Nabiyyikum Muhammadin – Dalil Misi Utama Diutusnya Nabi Muhammad ﷺ Bag 02 Makna Qum Fa Andhir👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى📗 Silsilah Al-Ushulu Ats-TsalasahKemudian beliau mengatakanقُمۡ فَأَنذِرۡmakna dari firman Allah قُمۡ bangunlah dirimu, karena orang yang berselimut dalam keadaan dia tertidur atau berbaring, قُمۡ bangunlah فَأَنذِرۡ maka berilah peringatan. Apa maksud فَأَنذِرۡ di siniينذر عن الشرك ويدعو إلى التوحيدأَنذِرۡ maksudnya adalah peringatkanlah mereka dari kesyirikan. Wahai manusia jangan kalian berbuat syirik, jangan kalian menyekutukan Allah. Menakut-nakuti mereka itu namanya indzar, antum mengingatkan orang jangan dekat dekat dengan kabel ini itu namanya ينذر, mengingatkan dia menakut-nakuti mereka melarang mereka, melarang mereka dari kesyirikan bukan hanya disitu saja tapi juga ويدعو إلى التوحيد, dan mengajak mereka kepada Tauhid, jadi saling melazimkan satu dengan yang lain.Orang yang mengingatkan manusia dari kesyirikan, melazimkan dia mengajak mereka kepada Tauhid, melarang dari kesyirikan berarti otomatis mengajak manusia untuk tidak menyekutukan Allah yaitu intinya adalah mentauhidkan Allah. Tidak menyekutukan berarti memisahkan, mengingatkan mereka dari kesyirikan berarti mengajak mereka untuk bertauhid. Orang yang mengajak kepada Tauhid melazimkan dia untuk mengingatkan manusia dari kesyirikanينذر عن الشرك ويدعو إلى التوحيدdisebutkan oleh beliau dua-duanya supaya lebih jelas maknanya, bahwasanya di sana ada Nafyun dan di sana ada Isbat, di sana ada Targhib dan di sana ada Tarhif ada dorongan dan juga ada peringatan.Ini ayat yang kedua, dari kalimat فَأَنذِرۡ diketahui bahwasanya maksud dari indzar di sini adalah mengingatkan mereka dari ke syirikan. Tentunya ketika beliau pertama kali disuruh untuk indzar ini tidak langsung kepada kaumnya secara terang-terangan. Kita tahu bahwa di sana ada marhalah jahriyyah, jadi أَنذِرۡdi sini jangan dibayangkan beliau langsung dakwah jahriyyah tapi beliau dakwah indzar dengan sirriyyah terlebih dahulu selama kurang lebih 3 tahun yaitu setelah turunnya surat Al-Muddatsir ini beliau menjadi seorang Rosul, berdakwah dengan sembunyi-sembunyi dengan perintah dari Allah ﷻ. Jadi indzar tidak identik dengan terang-terangan di dalam dakwah, mengingatkan bisa juga dalam keadaan dia sirr.Beliau mulai terang-terangan didalam dakwah ketika turun firman Allah ﷻوَأَنذِرۡ عَشِيرَتَكَ ٱلۡأَقۡرَبِينَ ٢١٤[Ash Shu’ara”:214]Berikanlah peringatan kepada keluargamu yang dekat.Kemudian beliau naik ke atas bukit Shofa kemudian mendakwahi mereka. Mulailah di sini ada Jahr di dalam dakwah, berarti indzar terkadang dengan sirr terkadang dengan jahr, tidak harus indzar itu dengan jahrsampaikan saja, dan ini adalah kewajiban seorang Rosul hanya indzar sajaفَهَلۡ عَلَى ٱلرُّسُلِ إِلَّا ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ…..[An Nahl:35]Tidaklah menjadi kewajiban seorang rasul kecuali hanya menyampaikan saja. Mengingatkan tentang adanya azabقُمۡ فَأَنذِرۡAllah tidak mengatakan berikanlah mereka hidayah, tidak, karena ini bukan kemampuan seorang Rosul kemampuan mereka yang bisa mereka lakukan hanyalah Indzar saja, mengingatkan mereka.

💬 0 komentar📅 3 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 September 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Mendidik Anak Diawali Dari Mendidik Diri - Ust Abu Salma Muhammad

Orang Tua Harus Mengisi Diri Sebelum Mengisi AnakDi sinilah pentingnya memahami bahwa pendidikan harus diawali dari diri sendiri.Dalam pendidikan ada:Ada pendidik dan ada yang dididik.Anak-anak kita adalah mutarabbi.Dan guru pertama mereka adalah:kita sebagai orang tua.Tetapi seorang guru tidak mungkin memberikan sesuatu yang tidak dia miliki.Orang Barat mengatakan:You cannot pour from an empty bottle.“Engkau tidak bisa menuangkan sesuatu dari botol yang kosong.”Maka kalau kita ingin menjadi guru bagi anak-anak kita, kita harus mengisi diri kita terlebih dahulu.Apa yang harus kita isi pertama kali?Tauhid.Akidah yang benar.Kalau kita sendiri tidak belajar tauhid dan akidah,Bagaimana kita bisa melindungi anak kita dari kesyirikan?Kalau kita sendiri tidak mengenal Allah, bagaimana kita bisa memperkenalkan Allah kepada anak kita?Karena itu, orang tua harus memulai dari dirinya:Belajar, memahami, mengamalkan, kemudian mengajarkan.

💬 0 komentar📅 3 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 September 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar - Surat At-Taubah

Apakah kalian -wahai orang-orang mukmin- mengira bahwa Allah akan membiarkan kalian tanpa ujian?Ujian merupakan serangkaian dari sunnatullah.Kalian akan diuji sampai Allah mengetahui secara nyata siapa diantara kalian yang berjihad dengan tulus kepada Allah dan tidak menjadikan orang kafir sebagai pelindung yang diloyali serta teman setia yang dicintai selain Allah, RasulNya, dan kaum mukminin. Allah Maha Mengetahui apa yang kalian perbuat, tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya, dan Dia akan memberi kalian balasan yang setimpal dengan amal perbuatan kalian.

💬 0 komentar📅 3 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 September 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

The Barakah Effect — Keberkahan adalah Tentara Allah

Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi menggambarkan barakah seperti “tentara” dari Allah yang dikirim untuk menopang sesuatu. Jadi, ketika Allah meletakkan barakah pada sesuatu, bukan berarti jumlahnya secara ajaib harus bertambah, tetapi dampak dan manfaatnya bisa menjadi jauh lebih besar daripada apa yang terlihat secara angka.Contohnya:Harta diberi barakah → bukan sekadar menjadi banyak, tetapi cukup, bermanfaat, dan membawa kebaikan.Anak diberi barakah → bukan sekadar bertambah secara usia, tetapi tumbuh menjadi pribadi yang baik.Tubuh diberi barakah → kekuatan dan kesehatan yang ada digunakan untuk kebaikan.Waktu diberi barakah → waktu yang terbatas mampu diisi dengan banyak hal yang bermanfaat.Hati diberi barakah → memiliki ketenangan dan kebahagiaan meskipun keadaan tidak selalu sempurna.Jadi, barakah membuat sesuatu “lebih” tanpa harus membuat sesuatu itu “lebih banyak”.Ini mungkin inti paling menarik dari konsep barakah:yang bertambah bukan selalu kuantitasnya, tetapi kebaikan, manfaat, kecukupan, dan dampaknya.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat5 September 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS Al Hijr: 56 — Putus Asa dari Rahmat Allah

Ibrahim ‘alaihissalam heran sekaligus menegaskan sesuatu: orang yang benar-benar mengenal Allah tidak punya alasan untuk berputus asa dari rahmat-Nya. Sebab, semakin seseorang mengenal Allah, semakin dia tahu bahwa kekuasaan Allah itu sempurna dan jalan menuju rahmat-Nya itu sangat luas. Sesuatu yang menurut manusia terasa mustahil, bagi Allah tidak ada apa-apanya.Jadi, putus asa bukan sekadar karena keadaan terlalu berat, tapi karena kita kehilangan pandangan tentang siapa Allah. Ketika ilmu dan keyakinan kepada Allah kuat, kita tetap bisa berharap bahkan ketika belum melihat jalan keluarnya. Bukan karena kita tahu bagaimana masalah itu akan selesai, tapi karena kita tahu siapa yang mengatur akhirnya.Dan menariknya, setelah Ibrahim mendapat kabar gembira, beliau tidak berhenti pada kabar itu. Beliau menyadari bahwa para malaikat tersebut datang membawa suatu urusan besar. Artinya, seorang mukmin boleh berharap kepada rahmat Allah, tetapi tetap peka terhadap tanda-tanda dan perintah Allah yang sedang datang kepadanya.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat5 September 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-'Araf:188

Tafsir Al-MuyassarQS Al-'Araf:188Katakanlah (wahai Rasul), "Aku tidak kuasa mengambil kebaikan untuk diriku sendiri, tidak pula menolak kejahatan yang menimpaku, kecuali Allah menghendaki. Jika aku mengetahui hal yang ghaib sungguh aku akan membuat sebab-sebab yang dapat memperbanyak kebaikan dan maslahat untuk diriku, dan niscaya aku dapat menjaga diriku dari kejahatan sebelum terjadi. Aku hanyalah seorang utusan Allah yang diutus kepada kalian, aku memberi peringatan akan siksa-Nya dan menyampaikan kabar gembira dengan pahala bagi kaum yang percaya bahwa aku adalah utusan Allah dan menjalankan syariat-Nya."

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 September 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Al Baqarah 48

Buatlah pelindung antara diri kalian dan azab di hari Kiamat dengan melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Pada hari itu seseorang tidak dapat membela orang lain sedikit pun; tidak ada satu pun syafaat (pertolongan) yang diterima untuk menghindari mudarat maupun mendatangkan manfaat kecuali dengan izin Allah; tidak akan diterima tebusan dari siapa pun, walaupun berupa emas sebesar bumi; dan tidak ada seorang pun yang dapat menolong mereka pada hari itu. Sebab itu, apabila syafaat, tebusan dan pertolongan tidak ada gunanya, ke manakah tempat pelarian?!

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka4 September 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Root & wings 1 - Langkah-langkah praktis untuk membantu anak-anak menentukan pilihan sendiri.

Langkah-langkah praktis untuk membantu anak-anak menentukan pilihan sendiri:• Terapkan kebijakan pengambilan keputusan secarasukarela.Beri mereka informasi yang bisa mereka serap tentangapa pun yang harus mereka putuskan.•Mundurlah selangkah ke belakang dan biarkan merekamembuat pilihan sendiri.• Biarkan mereka menanggung konsekuensi akan kepu-tusan/pilihan mereka.Terkadang mereka akan memilih opsi yang tidak terlalu bagus dan dalam prosesnya memetik pelajaran.Jangan merendahkan anak Anda. Sebaliknya, dukung dan beri dia semangat pada saat-saat seperti itu.Ketika membuat pilihan baik yang menghasilkan konsekuensi positif, rasa percaya diri anak terhadap kemampuan mereka sendiri akan tumbuh.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 September 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Sebab-sebab mendapatkan Husnul Khotimah

Saudaraku sesama muslim, berbaik sangkalah kepada Allah dan janganlah kalian meninggal dunia, kecuali ber-baik sangka kepada Allah. Karena Dialah kekasihmu, yang melimpahkan rahmat-Nya kepadamu, pelindungmu, dan yang melimpahkan rezeki kepadamu.Karena itu janganlah Anda berharap kepada selain-Nya, jangan menghendaki rahmat dari selain-Nya. Berlindung dan bertaubatlah kepada-Nya. Karena sesungguhnya Dia men-cintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri, serta mencintai orang-orang yang kembali kepada-Nya.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 September 2026
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Ringkasan sub bab wafatnya Nabi Muhammad

Selama hari-hari sakitnya, Rasulullah banyak berwasiat, diantara:Beliau berwasiat untuk mejaga hubungan baik dengan orang anskjmm mh uBeliau berwasiat agar menjaga husnudzan kepada Alllah diBeliau berwasiat agar menjaga shalatAgar yahudi diusir dari jazirah arab.Peringatan keras agar tidak membangun masjid di agustus kuBuku: Bila Kumati. Catatan Tentang Peristiwa Kematian.Karya: Ammi Nur Baits

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI2 September 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Halaqah yang ke delapan dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitab Al-Ushulu As-Sittah

Halaqah yang ke delapan dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitab Al-Ushulu As-Sittah yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi rahimahullah.Bersatu bukan berarti kita meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar.Ber-amar ma’ruf nahi munkar adalah sifat orang yang beriman.وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتُ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ يَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ“Dan orang-orang yang beriman, yang laki-laki dan juga yang wanita, sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Mereka saling ber-amar ma’ruf nahi munkar.”(QS. At Tawbah: 71)Menunjukkan bahwasanya diantara sifat orang yang beriman adalah ber-amar ma’ruf nahi munkar.Dan bahwasanya amar ma’ruf nahi munkar bukan berarti kita berpecah belah di dalam agama.Tentunya yang dimaksud dengan amar ma’ruf nahi munkar di sini adalah amar ma’ruf nahi munkar yang mengikuti batasan-batasan syar’iat, adab-adab yang telah ditentukan oleh syar’iat.Bukan hanya sekedar amar ma’ruf nahi munkar yang didasari oleh semangat, akan tetapi tidak beraturan.Jadi amar ma’ruf nahi munkar adalah perintah Allah Subhānahu wa Ta’āla dan Rasul-Nya. Dan caranya, adab-adabnya, dan hukum-hukumnya telah ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya.Diantaranya adalah tidak ada pengingkaran di dalam masalah ijtihadiyah (yaitu) masalah yang masih menerima ijtihad di dalamnya karena tidak ada naskh di dalam perkara tersebut.Sebagian ulama (sebagian imam yang empat) mengatakan demikian, sebagian imam yang lain mengatakan demikian, maka di dalam perkara ini tidak ada pengingkaran.Seperti misalnya, sebagian menganggap bahwasanya menyentuh lawan jenis adalah membatalkan wudhu, sebagian yang lain mengatakan tidak membatalkan wudhu.Atau dalam masalah yang lain, makan daging unta membatalkan wudhu, sebagian yang lain mengatakan tidak membatalkan wudhu.Maka ini adalah termasuk masalah-masalah ijtihadiyah yang menerima ijtihad di dalamnya, karena tidak ada naskh yang sharih.Dalam masalah seperti ini tidak ada pengingkaran.Namun di dalam perkara yang jelas di sana ada naskh yang sharih, dan perkara ini tidak ada diantara sahabat yang berselisih di dalamnya, maka tidak sepantasnya seorang muslim dan juga muslimah berselisih di dalam perkara tersebut.Seperti misalnya, ada sebagian yang meyakini adanya nabi setelah nabi Muhammad. Dan ada sebagian yang mengatakan tidak ada nabi setelah nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.Di dalam perkara seperti ini, tidak boleh diantara kita saling berselisih karena jelas di dalam Al Qur’an, Allah mengabarkan bahwasanya nabi Muhammad Shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah penutup para nabi (خاتم النبين)Demikian pula di dalam hadits,وأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ ، لَا نَبِيَّ بَعْدِي“Dan aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi setelahku.”Dan tidak ada diantara sahabat Radhiyallahu ‘anhum, para tabi’in, para tabiut tabi’in yang mereka meyakini ada nabi setelah nabi Muhammad Shallallāhu ‘alayhi wa sallam.Bahkan setiap orang yang mengaku menjadi nabi setelah itu, maka dia adalah seorang pendusta yang harus diperangi. Tidak boleh ada diantara orang Islam yang meyakini bahwasanya ada nabi setelah nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.Perkara yang seperti ini harus diingkari dan ini bukan termasuk perkara ijtihadiyah.Demikian pula orang yang meyakini bahwasanya Al Qur’an ini telah ditambah atau telah dikurang, atau orang-orang yang mencela para sahbat Rasulullah Shallallāhu ‘alayhi wa sallam maka ini adalah perpecahan yang tercela.Tidak boleh seorang muslim mengatakan bahwasanya Al Qur’an telah dirubah, telah ditambah, telah dikurangi, dan tidak boleh mengatakan bahwsanyaa para sahabat, mereka adalah orang-orang yang tercela atau orang-orang yang murtad.Karena Allah Subhānahu wa Ta’āla telah menjelaskan di dalam Al Qur’an bahwasanya Allah telah menjaga Al Qur’an.إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَـٰفِظُونَ“Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya kami akan menjaganya.”(QS. Al Hijr: 9)Menjaga Al Qur’an baik dari lafadznya maupun dari maknanya.لَّا يَأْتِيهِ ٱلْبَـٰطِلُ مِنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ“Tidak akan datang ke dalam Al Qur’an sebuah kebathilan, baik dari depannya maupun dari belakangnya.”(QS. Fussillat: 42)Allah Subhānahu wa Ta’āla telah berjanji untuk menjaga Al Qur’an. Tidak boleh ada seorang yang mengaku dirinya muslim mengatakan bahwasanya Al Qur’an telah ditambah atau dikurangi.Seandainya ada seseorang di atas gunung dan dia di dalam gua berusaha untuk menambah satu huruf pun di dalam Al Qur’an, niscaya Allah Subhānahu wa Ta’āla akan menampakkan itu di tengah-tengah manusia.Tidak boleh ada seorang yang mengaku dirinya muslim mencela para sahabat Radhiyallahu ‘anhum, mencela mereka, atau bahkan mengkafirkan mereka, karena di dalam Al Qur’an Allah Subhānahu wa Ta’āla jelas-jelas memuji para sahabat Radhiyallahu ‘anhum dalam ayat yang banyak.مُّحَمَّدٌۭ رَّسُولُ ٱللَّهِ ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَىٰهُمْ رُكَّعًۭا سُجَّدًۭا“Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya”(QS. Al Fath: 29)Di dalam ayat yang lain, Allah mengatakan,وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلۡأَوَّلُونَ مِنَ ٱلۡمُهَٰجِرِينَ وَٱلۡأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحۡسَٰنٖ رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُ“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah.”(QS. At Tawbah: 100)Allah meridhai para sahabat Radhiyallahu ta’ala ‘anhu. Bagaimana seseorang mengatakan bahwasanya para sahabat kafir padahal Allah Subhānahu wa Ta’āla telah meridhai mereka dan mereka pun ridha kepada Allah Subhānahu wa Ta’āla.Perbedaan pendapat seperti ini adalah perbedaan pendapat yang tercela, harus diingkari dan dijelaskan kepada umat.Adapun perselisihan pendapat yang berdasarkan dalil, sebagian Imam mengatakan pendapat A dan Imam yang lain mengatakan pendapat B, dan masing-masing memiliki dalil dan berusaha untuk mengikuti Al Qur’an, berusaha untuk mengikuti sunnah, berusaha untuk mengikuti ijma’, akan tetapi akhirnya memiliki pendapat yang berbeda padahal sudah berusaha untuk mengikuti Al Qur’an dan Sunnah, maka perselisihan pendapat yang seperti ini diperbolehkan.Dan sikap seorang muslim, masing-masing berusaha untuk mencari kebenaran dengan melihat dalil. Dan apabila dia sudah menguatkan sebuah pendapat maka hendaklah dia bertoleransi di dalam masalah ini dan tidak memaksakan kehendaknya kepada yang lain.Dan ini yang dilakukan oleh para Imam yang empat (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hambal) mereka adalah imam-imam Ahlus Sunnah wal Jamaah.Saling berguru antara satu dengan yang lain.• Imam Syafi’i adalah murid dari Imam Malik bin Anas• Imam Ahmad bin Hambal adalah murid dari Imam Syafi’i rahimahullah(atau dengan kata lain)• Imam Ahmad berguru kepada Imam Syafi’i• Imam Syafi’i berguru kepada Imam Malik bin Anas.Akan tetapi tidak pernah terdengar bahwasanya mereka saling mencela satu dengan yang lain, bahkan sebagian berimam kepada imam yang lain, menjadi makmum kepada yang lain.Karena mereka memiliki manhaj yang satu, jalan yang satu, yaitu berusaha di dalam ibadahnya sesuai dengan Al Qur’an, sesuai dengan Sunnah Rasulullah Shallallāhu ‘alayhi wa sallam dengan pemahaman para sahabat Radhiyallahu ‘anhu.Apabila setelah itu terjadi perselisihan, maka sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam,إذا اجتهد الحاكم فأصاب فله أجران، وإذا اجتهد فاخطأ فله أجر واحد“Apabila seorang hakim, seorang ulama, berijtihad kemudian dia benar maka dia mendapatkan dua pahala.”Dua pahala, yaitu:1. Pahala berijtihad, bersungguh-sungguh dengan melihat dalil.2. Pahala ishabatul Haq, yaitu bisa mendapatkan kebenaran tersebut.Akan tetapi apabila dia berijtihad kemudian dia salah di dalam ijtihadnya, maka dia mendapatkan satu pahala, yaitu pahala berijtihad, pahala bersungguh-sungguh di dalam mencari kebenaran. Ini di dalam masailu al ijtihadiyah

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 September 2026
N
Nuriska Garnitasari

📍 Kota Bandung

Ikuti iramanya barulah dia akan menyesuaikan

Aku terkesan dengan kisah yang dijadikan contoh untuk penggambaran highlight mengenak keterikatan.Penulis menceritakan pengalamannya belajar berlari kepada dua pelari berbeda. Pelari A memberikan arahan dan koreksi pada penulis setelah melihat penulis berlari beberapa kali. Pelari B mengajak berlari bersama dengan pace si penulis (pelari pemula), beberapa kali berlari bersama sambil mengobrol. Tak terasa si penulis sudah di pace berbeda dan lebih cepat dari sebelumnya. Cara pelari B berkesan sekali karena dia mau menyesuaikan kecepatan lari dan mengikuti ritmesi penulis sampai akhirnya penulis bisa berlari dalam kecepatan yang lebih cepat.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 September 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Jangan terlalu berlebihan menilai performa anda

Jangan terlalu berlebihan menilai performa andaSumber: Don't sweat the small stuff with your family Banyak orang terperangkap dalam bola yang merusak diri yang biasanya mendorongnya pada rasa frustasi dan ketidakpuasan. Menilai performa diri secara berlebihan berarti anda akan berusaha mati-matian mempertahankan nilai anda. Ini berarti anda menghabiskan waktu dan tenaga cuma untuk memikirkan seberapa baik anda berperilaku dan menghitung-hitung berapa banyak kesalahan yang telah anda buat. Kemungkinan Anda berkata atau berpikir seperti ini "ya ampun aku telah empat kali bersikap berlebihan pada anak-anak" atau "sudah tiga minggu rumah jadi rapi".Masalah yang muncul akibat bola demikian adalah anda akan jarang itupun jika pernah merasa telah berusaha dengan cukup baik. Upaya tatap menjaga performa ini membuat perhatian anda tersedot pada apa yang dapat anda lakukan dengan lebih baik. Ini akan menambah tekanan pada hidup anda yang sudah penuh tekanan. Ini sama halnya Anda diikuti kritikus tak nampak kemanapun anda pergi ke setiap sudut rumah. Kritikus yang sepanjang hari mengingatkan anda bahwa anda kurang usaha. Makan jika menurut standar anda sendiri anda telah cukup berusaha upaya mempertahankan nilai Anda menimbulkan ketidakpuasan. Malam ini akan mengingatkan anda bahwa anda berhak berbahagia atau merasa puasanya bila semuanya telah berada di tempatnya. Solusi yang lebih baik untuk mengatasi pikiran seberapa baik kerja Anda adalah dengan memusatkan perhatian anda sepenuhnya pada saat sekarang dan hanya membuat keputusan untuk melakukan apa yang terbaik yang bisa anda lakukan dalam situasi yang bersangkutan. Jika rumah sedang berantakan dan anda ingin berserahnya anda punya waktu dan tenaga laksanakan dan segeralah mulai. Tapi coba perhatikan betapa anda menjadi lebih efektif tidak cepat merasa lelah dan tidak mudah kesal sehingga ketika sedang beres-beres rumah Anda menghindari pikiran-pikiran yang mengatakan bahwa anda kelewat lama bersih-bersih atau menyuarakan bahwa bersih-bersih itu ternyata tidak ada gunanya karena besok pun akan kotor lagi. Cobalah apakah anda bisa mengurangi atau menghilangkan sama sekali kebiasaan mengingat-ingat waktu yang dipakai untuk beres-beres sebelumnya. Sebaliknya pusatkan perhatian anda khusus pada upaya bersih-bersih yang sedang anda kerjakan. Kemungkinan besar balasan menyenangkan yang anda terima adalah betapa sedikitnya usaha yang perlu Anda kerahkan untuk beres dan anda akan merasa tidak terlalu kelelahan jika faktor evaluasi dibuang dari pikiran anda. Anda akan segera menemukan bahwa kecenderungan apapun yang dimaksudkan untuk mengevaluasi performa Anda adalah tidak lebih dari sumber kekacauan yang menyebabkan menurunnya produktivitas dan juga kenikmatan mengerjakan tugas secara keseluruhan. Proses yang serupa dapat diterapkan untuk mengatasi masalah dengan anak-anak juga untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari. Sebagai contoh ketimbang memikirkan sesudah berapa kali Anda adu argumentasi sepanjang hari ini ada baiknya anda mencoba mengatasi adu argumentasi ini tanpa menyakiti orang lain. Saya yakin perubahan fokus secara sederhana ini akan membuat hidup anda jauh lebih mudah ditangani. Mengelola rumah tangga membesarkan anak dan menjalani kehidupan berkeluarga akan terasa menyenangkan bahkan terasa damai jika otak anda tidak dipenuhi dengan pikiran-pikiran yang mengangkat masalah seberapa baik anda mengerjakan tugas rumah tangga atau bagaimana anda dapat melakukan dengan lebih baik. Dengan mempertahankan sebagian besar fokus Anda pada saat sekarang anda akan menghilangkan stres dan membangkitkan potensi Anda agar lebih produktif. Selain itu ini juga menambah kemungkinan ditemukannya kegembiraan dari kegiatan-kegiatan sehari-hari yang paling sederhana. Jadi berhentilah mencari-cari apakah kerja anda sudah bagus dan mulailah hidup yang sesungguhnya!!!!

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →