📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka2 September 2026
N
Nuriska Garnitasari

📍 Kota Bandung

Ikuti iramanya barulah dia akan menyesuaikan

Aku terkesan dengan kisah yang dijadikan contoh untuk penggambaran highlight mengenak keterikatan.Penulis menceritakan pengalamannya belajar berlari kepada dua pelari berbeda. Pelari A memberikan arahan dan koreksi pada penulis setelah melihat penulis berlari beberapa kali. Pelari B mengajak berlari bersama dengan pace si penulis (pelari pemula), beberapa kali berlari bersama sambil mengobrol. Tak terasa si penulis sudah di pace berbeda dan lebih cepat dari sebelumnya. Cara pelari B berkesan sekali karena dia mau menyesuaikan kecepatan lari dan mengikuti ritmesi penulis sampai akhirnya penulis bisa berlari dalam kecepatan yang lebih cepat.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 September 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Jangan terlalu berlebihan menilai performa anda

Jangan terlalu berlebihan menilai performa andaSumber: Don't sweat the small stuff with your family Banyak orang terperangkap dalam bola yang merusak diri yang biasanya mendorongnya pada rasa frustasi dan ketidakpuasan. Menilai performa diri secara berlebihan berarti anda akan berusaha mati-matian mempertahankan nilai anda. Ini berarti anda menghabiskan waktu dan tenaga cuma untuk memikirkan seberapa baik anda berperilaku dan menghitung-hitung berapa banyak kesalahan yang telah anda buat. Kemungkinan Anda berkata atau berpikir seperti ini "ya ampun aku telah empat kali bersikap berlebihan pada anak-anak" atau "sudah tiga minggu rumah jadi rapi".Masalah yang muncul akibat bola demikian adalah anda akan jarang itupun jika pernah merasa telah berusaha dengan cukup baik. Upaya tatap menjaga performa ini membuat perhatian anda tersedot pada apa yang dapat anda lakukan dengan lebih baik. Ini akan menambah tekanan pada hidup anda yang sudah penuh tekanan. Ini sama halnya Anda diikuti kritikus tak nampak kemanapun anda pergi ke setiap sudut rumah. Kritikus yang sepanjang hari mengingatkan anda bahwa anda kurang usaha. Makan jika menurut standar anda sendiri anda telah cukup berusaha upaya mempertahankan nilai Anda menimbulkan ketidakpuasan. Malam ini akan mengingatkan anda bahwa anda berhak berbahagia atau merasa puasanya bila semuanya telah berada di tempatnya. Solusi yang lebih baik untuk mengatasi pikiran seberapa baik kerja Anda adalah dengan memusatkan perhatian anda sepenuhnya pada saat sekarang dan hanya membuat keputusan untuk melakukan apa yang terbaik yang bisa anda lakukan dalam situasi yang bersangkutan. Jika rumah sedang berantakan dan anda ingin berserahnya anda punya waktu dan tenaga laksanakan dan segeralah mulai. Tapi coba perhatikan betapa anda menjadi lebih efektif tidak cepat merasa lelah dan tidak mudah kesal sehingga ketika sedang beres-beres rumah Anda menghindari pikiran-pikiran yang mengatakan bahwa anda kelewat lama bersih-bersih atau menyuarakan bahwa bersih-bersih itu ternyata tidak ada gunanya karena besok pun akan kotor lagi. Cobalah apakah anda bisa mengurangi atau menghilangkan sama sekali kebiasaan mengingat-ingat waktu yang dipakai untuk beres-beres sebelumnya. Sebaliknya pusatkan perhatian anda khusus pada upaya bersih-bersih yang sedang anda kerjakan. Kemungkinan besar balasan menyenangkan yang anda terima adalah betapa sedikitnya usaha yang perlu Anda kerahkan untuk beres dan anda akan merasa tidak terlalu kelelahan jika faktor evaluasi dibuang dari pikiran anda. Anda akan segera menemukan bahwa kecenderungan apapun yang dimaksudkan untuk mengevaluasi performa Anda adalah tidak lebih dari sumber kekacauan yang menyebabkan menurunnya produktivitas dan juga kenikmatan mengerjakan tugas secara keseluruhan. Proses yang serupa dapat diterapkan untuk mengatasi masalah dengan anak-anak juga untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari. Sebagai contoh ketimbang memikirkan sesudah berapa kali Anda adu argumentasi sepanjang hari ini ada baiknya anda mencoba mengatasi adu argumentasi ini tanpa menyakiti orang lain. Saya yakin perubahan fokus secara sederhana ini akan membuat hidup anda jauh lebih mudah ditangani. Mengelola rumah tangga membesarkan anak dan menjalani kehidupan berkeluarga akan terasa menyenangkan bahkan terasa damai jika otak anda tidak dipenuhi dengan pikiran-pikiran yang mengangkat masalah seberapa baik anda mengerjakan tugas rumah tangga atau bagaimana anda dapat melakukan dengan lebih baik. Dengan mempertahankan sebagian besar fokus Anda pada saat sekarang anda akan menghilangkan stres dan membangkitkan potensi Anda agar lebih produktif. Selain itu ini juga menambah kemungkinan ditemukannya kegembiraan dari kegiatan-kegiatan sehari-hari yang paling sederhana. Jadi berhentilah mencari-cari apakah kerja anda sudah bagus dan mulailah hidup yang sesungguhnya!!!!

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir Al Mukhtasar QS Al Baqarah ayat 238-240

Tafsir Al Mukhtasar QS Al Baqarah ayat 238-240Segala salat salat itu dengan cara menunaikannya secara sempurna sebagaimana perintah Allah dan jagalah salat yang berada di tengah-tengah salat-salat lainnya yaitu salat ashar dan berdirilah untuk Allah di dalam salatmu dengan bentuk dan khusyuk. Apabila kalian takut kepada musuh dan sebagainya, lalu kalian tidak dapat menunaikan salat secara sempurna maka salatlah sambil berjalan kaki atau menunggang unta kuda dan sebagainya atau dengan cara apapun yang bisa kalian lakukan. Apabila ketakutan itu sudah hilang maka berpikirlah kepada Allah dengan berbagai jenis dzikir yang salah satunya ialah ibadah salat yang dikerjakan secara lengkap dengan sempurna lantaran Dia telah mengajarkan kepada kalian cahaya dan petunjuk yang kalian tidak ketahui sebelumnya. Siapa saja di antara kalian meninggal dunia dan meninggalkan istri-istri hendaknya ia membuat wasiat untuk mereka dengan mengizinkannya tinggal di rumah suaminya dan mendapatkan nafkah dari atas suaminya selama setahun penuh. Ahli waris sekalian tidak boleh mengusirnya dari rumah tersebut hal itu untuk menghibur hatinya atas musibah yang menimpa mereka dan menunjukkan kesetiaan mereka kepada suami yang meninggal dunia. Namun apabila mereka keluar dari rumah itu dengan kemauan mereka sendiri sebelum menggenap satu tahun maka tidak ada dosa bagi kalian. Juga tidak ada dosa bagi mereka untuk berhias dan memakai minyak wangi. Allah maha perkasa tidak ada yang bisa mengalahkanNya, lagi maha bijaksana dalam mengatur makhluk Nya , menetapkan syariat-syariat Nya dan menentukan takdir Nya. Mayoritas ahli tafsir menyatakan bahwa hukum yang terkandung di dalam ayat ini telah diganti (mansukh) dengan firman Allah ta'ala : "orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian dengan meninggalkan istri-istri hendaklah para istri itu menahan dirinya beribadah selama 40 hari." QS Al Baqarah:234)

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan ayat dari surat An Naml

1️⃣ Standar orang yang memprioritaskan akhirat beda dengan yang memprioritaskan dunia, karena itu mereka tidak "merayakan" dunia seperti orang yang mencintainya2️⃣ Nikmat terbesar adalah nikmat agama, sementara dunia tidak kekal—seorang mukmin tidak akan bertumpu padanya3️⃣ Renungilah dua sifat yang ada pada diri Allah 'azza wajalla: Ghina & Karam, Dia tidak membutuhkan siapa pun, dan Dia juga Maha Dermawan

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI2 September 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

SILSILAH ILMIYYAH BERIMAN KEPADA MALAIKAT Beriman dengan Sifat-Sifat Fisik Malaikat – Bagian 3

SILSILAH ILMIYYAH BERIMAN KEPADA MALAIKATBeriman dengan Sifat-Sifat Fisik Malaikat – Bagian 37. MALAIKAT BISA DILIHAT• Pada asalnya, malaikat tidak menampakkan diri kepada manusia. Namun, dengan izin Allah, malaikat terkadang dapat menampakkan diri.• Beberapa dalil menunjukkan bahwa malaikat pernah dilihat dalam bentuk manusia:Nabi Ibrahim dan Nabi Luth ‘alaihimas salam melihat malaikat dalam bentuk manusia.Maryam ‘alaihassalam melihat malaikat dalam bentuk manusia.Rasulullah ﷺ pernah melihat Jibril dalam bentuk aslinya dan juga dalam bentuk manusia.Sebagian sahabat radhiyallahu ‘anhum pernah melihat Jibril dalam bentuk manusia.• Dalam hadits disebutkan bahwa:Ayam yang berkokok melihat malaikat. Ketika mendengar ayam berkokok, dianjurkan meminta karunia kepada Allah.Keledai yang meringkik melihat setan. Ketika mendengar ringkikan keledai, dianjurkan berlindung kepada Allah dari setan.(HR. Bukhari dan Muslim)⚠️ PERHATIAN:Seseorang harus berhati-hati. Jangan sampai mengira telah melihat malaikat atau bermimpi melihat malaikat, padahal yang datang adalah iblis yang ingin menyesatkan manusia.8. JUMLAH MALAIKAT SANGAT BANYAK• Jumlah malaikat sangat banyak dan tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah.• Allah berfirman dalam QS. Al-Muddatstsir: 31:“... Tidak mengetahui jumlah tentara-tentara Rabb-mu (malaikat) kecuali Dia.”• Ketika Isra’ dan Mi’raj, Rasulullah ﷺ diperlihatkan Al-Baitul Ma’mur.• Setiap hari, 70.000 malaikat melaksanakan shalat di Al-Baitul Ma’mur.• Setelah keluar dari Al-Baitul Ma’mur, mereka tidak kembali lagi ke tempat tersebut.(HR. Bukhari)• Rasulullah ﷺ juga mendengar suara deritan langit karena banyaknya malaikat yang berada di sana.• Beliau ﷺ bersabda bahwa tidak ada tempat seluas empat jari di langit kecuali di sana terdapat malaikat yang sedang meletakkan dahinya untuk bersujud kepada Allah.(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah – hadits hasan)KESIMPULAN7️⃣ Malaikat bisa dilihat dengan izin Allah, dan terdapat dalil yang menunjukkan hal tersebut.8️⃣ Jumlah malaikat sangat banyak dan tidak diketahui kecuali oleh Allah.➡️ Sebagai seorang mukmin, kita beriman kepada malaikat sebagaimana yang Allah dan Rasul-Nya kabarkan, tanpa membatasi atau menolaknya dengan akal.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
U

Ummu Salamah Pasaribu

📍 Kota Padangsidimpuan

Kebesaran Allah

Artinya, semuanya beredar berdasarkan pengaturan dari Tuhan Yang Mahaperkasa, tanpa membangkang dan tanpa menentang, lagi Maha Mengetahui segala sesuatu. Maka tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya barang sebesar zarrah pun, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. Dalam Al-Qur'an -apabila Allah menyebutkan tentang penciptaan malam, siang, matahari, dan bulan- sering kali diakhiri dengan penyebutan sifat perkasa dan sifat mengetahui, seperti yang terdapat dalam ayat ini (Al An'am:96), juga

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 13

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 13وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ ۗ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَٰكِنْ لَا يَعْلَمُونَArtinya:“Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman.’ Mereka menjawab, ‘Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman?’ Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang kurang akal, tetapi mereka tidak tahu.”(QS. Al-Baqarah: 13)Ketika kaum munafik di Madinah didakwahi untuk beriman sebagaimana kaum Muslimin yang benar-benar beriman, mereka menjawab dengan kesombongan dan penghinaan:أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ“Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman?”Mereka menganggap orang-orang yang beriman sebagai orang bodoh dan rendah akalnya. Sebaliknya, mereka menganggap diri mereka lebih cerdas karena menolak keimanan.Namun Allah membalik tuduhan tersebut:أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ“Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang kurang akal.”Mengapa?Karena kebodohan yang sebenarnya bukan sekadar tidak mengetahui sesuatu, tetapi ketika seseorang tidak mengetahui apa yang mendatangkan maslahat bagi dirinya, lalu memilih jalan yang justru membawanya kepada keburukan dan kemudaratan.Mereka merasa pintar karena menggunakan akal untuk menolak kebenaran. Padahal akal yang tidak membawa seseorang kepada iman dan ketaatan justru menjadi sebab kebinasaan.Allah kemudian berfirman:وَلَٰكِنْ لَا يَعْلَمُونَ“Tetapi mereka tidak tahu.”Mereka tidak menyadari bahwa sikap merasa lebih pintar daripada orang-orang beriman justru merupakan bentuk kebodohan yang lebih parah.Pelajarannya:Jangan mengukur kebenaran hanya dengan merasa diri paling cerdas. Sebab seseorang bisa memiliki pengetahuan dan kecerdasan, tetapi tetap bodoh apabila kecerdasannya justru membuatnya menolak kebenaran.Intinya: merasa pintar tidak selalu berarti benar. Yang lebih penting adalah apakah ilmu dan akal membawa seseorang kepada kebenaran dan ketaatan kepada Allah.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Ibnu Katsir — QS. Al-Furqan: 30

Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir — QS. Al-Furqan: 30“Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang tidak diacuhkan.”Inti Tafsir:Meninggalkan Al-Qur’an bukan hanya dengan tidak membacanya, tetapi juga tidak mau mendengar dan membenarkannya.Termasuk mengacuhkan Al-Qur’an: tidak merenungkan dan memahami maknanya.Juga termasuk tidak mengamalkan perintahnya dan tidak meninggalkan larangannya.Mengabaikan Al-Qur’an dengan berpaling kepada hal lain yang melalaikan—seperti syair, nyanyian, cerita, pendapat, atau hiburan—juga termasuk bentuk hajrul Qur’an.Ayat ini menjadi peringatan keras agar seorang muslim tidak sekadar memiliki atau membaca Al-Qur’an, tetapi berusaha menghafal, memahami, mentadabburi, dan mengamalkannya.🌱 PelajaranJangan sampai Al-Qur’an hanya hadir di lisan, tetapi jauh dari hati dan kehidupan.Hak Al-Qur’an adalah dibaca, dipahami, direnungkan, lalu diamalkan.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 September 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 6 Dahsyatnya Bahaya Lisan Wanita

6. Bercanda yang DiharamkanBercanda pada asalnya diperbolehkan selama tidak mengandung sesuatu yang diharamkan, seperti dusta, penghinaan, menyakiti orang lain, atau melampaui batas.Bercanda dapat dibagi menjadi beberapa keadaan:1. Bercanda yang MubahYaitu bercanda yang ringan, tidak mengandung sesuatu yang diharamkan, tidak menyakiti atau merendahkan orang lain, dan perkataan yang disampaikan tidak mengandung kedustaan.Nabi ﷺ juga pernah bercanda, namun beliau tidak mengatakan kecuali kebenaran.2. Bercanda yang MakruhYaitu bercanda yang terlalu sering dan berlebihan, sehingga seseorang banyak tertawa dan lalai dari hal-hal yang bermanfaat.Banyak tertawa dapat menjadi sebab kerasnya hati dan berkurangnya kewibawaan seseorang.Nabi ﷺ bersabda:“Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa dapat mematikan hati.”Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan juga memiliki riwayat lain dengan lafaz yang serupa.Adapun riwayat dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu memuat tambahan:“...karena hal itu mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah.”Riwayat tersebut disebutkan oleh ath-Thabrani dan beberapa ulama hadis lainnya.3. Bercanda yang HaramYaitu bercanda yang mengandung kedustaan untuk membuat orang lain tertawa, atau mengandung unsur haram lainnya seperti menghina, merendahkan, atau menyakiti orang lain.Nabi ﷺ bersabda:“Celakalah orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang-orang tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.”HR. Abu Dawud no. 4990 dan Tirmidzi no. 2315. Tirmidzi menilai hadis ini hasan.Catatan PentingYang menjadi haram bukan sekadar bercandanya, tetapi apabila candaan tersebut mengandung perkara yang diharamkan, seperti berdusta, menghina, merendahkan, menyakiti, atau menzalimi orang lain.Karena itu, seorang Muslim hendaknya tetap menjaga lisannya meskipun sedang bercanda.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Pengantar siapa orang-orang yang mendapatkan pancaran nur Ilahi itu?

Cahaya Allah bersinar di rumah-rumah yang Allah muliakan—masjid. Di sanalah nama-Nya disebut, Al-Qur’an dibaca, zikir dilantunkan, dan shalat ditegakkan pagi maupun petang.Yang menarik, ayat 36 menjadi pengantar menuju ayat 37–38: siapa orang-orang yang mendapatkan pancaran nur Ilahi itu? Mereka adalah orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan kesibukan dunia dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat.Kalau untuk poster tadabbur, saya sarankan dibuat lebih singkat dan kontemplatif, misalnya:HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULANOrang yang mendapat pancaran Nur IlahiQS. An-Nūr: 36“Cahaya itu bersinar di masjid-masjid yang Allah perintahkan untuk dimuliakan dan ditinggikan…”Masjid bukan sekadar tempat kita bersujud.Ia adalah tempat nama Allah disebut,Al-Qur’an dibaca,zikir dilantunkan,dan hati kembali diterangi oleh nur-Nya.Sudahkah hati kita menjadi salah satu hati yang rindu kepada rumah-rumah Allah? 🤍

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 September 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Mengelola Keuangan Rumah Tangga Islami - Dr. Labib Najib Abdullah

Manfaat Menabung bagi Rumah TanggaMenabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi bagian dari perencanaan dan tanggung jawab terhadap keluarga, termasuk generasi yang akan datang.4 manfaat utama menabung:Menjaga stabilitas keluarga ketika muncul kebutuhan mendesak di masa depan.Memberikan ketenangan sehingga hubungan dan kekompakan antaranggota keluarga semakin baik.Meningkatkan taraf hidup melalui hasil investasi dari tabungan.Mempersiapkan masa depan anak dan cucu agar mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik.💡 Pelajaran dari Sa'ad bin Abi WaqqashRasulullah ﷺ mengajarkan agar harta tidak seluruhnya dihabiskan atau disedekahkan sehingga keluarga yang ditinggalkan menjadi kekurangan. Meninggalkan keluarga dalam kondisi berkecukupan lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam kesusahan hingga meminta-minta.📖 Prinsip Al-Qur'anKisah dalam QS. Al-Kahfi: 82 menunjukkan seorang ayah saleh yang menyimpan harta untuk anak-anak yatimnya hingga mereka dewasa.Sementara QS. An-Nisa: 9 mengingatkan agar kita memikirkan kesejahteraan anak-anak yang ditinggalkan dan tidak membiarkan mereka menjadi lemah serta kekurangan.✨ Intinya:Menabung adalah bentuk ikhtiar, tanggung jawab, dan kasih sayang kepada keluarga. Merencanakan masa depan bukan berarti kurang tawakal, tetapi bagian dari menjaga amanah Allah.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 September 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Harta merupakan amanah dari Allah Ta'ala dan pada hakikatnya harta yang kita miliki adalah harta yang telah kita habiskan dan kita sedekahkan. Sedangkan harta yang kita tinggalkan dan kita simpan adalah milik ahli waris kita. Yang kita sadari adalah bahwa harta yang kita sedekahkan itu tidak akan berkurang sama sekali, tetapi justru akan bertambah dan semakin subur.Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim (no. 2588), Rasulullah ﷺ bersabda, yang artinya: "Sedekah tidak mengurangi harta. Allah tidak menambah kepada seorang hamba karena sifat maafnya, kecuali kemuliaannya. Dan tidaklah seseorang itu tawadhu' karena Allah, kecuali Allah akan mengangkat derajatnya."

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 September 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Bab 6 tafsir tauhid

Firman Allah Subhanahu wata'ala "Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertahankan) al- Masih purltra Maryam, padahal mereka hanya di suruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yg mereka Persekutukan." (At-Taubah: 31)."Dan diantara manusia ada orang² yg menyembah tandingan² selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang beriman sangat cinta kepada Allah." (Al-Baqarah: 165)."Barangsiapa mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dan mengingkari Sesembahan selain Allah, haramlah harta dan darahnya, sedang hisab (perhitungan) nya adalah terserah Allah."Keterangan tentang bab ini adalah pada bab² berikutnya. Adapun kandungan bab ini menyangkut masalah yg paling besar dan paling mendasar, yaitu : Tafsir "Tauhid" dan Tafsir "Syahadat"

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. A Haqqah: 14.

Tafsir At-TaysirAl-Ĥāqqah (69:14)Ini merupakan salah satu gambaran tentang kedahsyatan hari kiamat. Gunung-gunung akan diangkat dan dilepaskan dari pasaknya, lalu kemudian saling dibenturkan di langit, lalu ditabrakkan ke bumi hingga hancur seluruhnya. Dan di sini Allah menyebutkan dengan lafazh الدَّكُّ yang artinya: membenturkan sesuatu dengan yang lainnya dengan benturan yang sangat keras dan menyebabkan benda tersebut hancur lebur. (34)Dan Allah ﷻ juga telah berfirman,وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنْسِفُهَا رَبِّي نَسْفًا، فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا، لَا تَرَى فِيهَا عِوَجًا وَلَا أَمْتًا“Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, ‘Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari Kiamat) sehancur-hancurnya, kemudian Dia akan menjadikan (bekas gunung-gunung) itu rata sama sekali, (sehingga) kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana’.” (QS. Thaha : 105-107)Maka Subhanallah, jika gempa bumi pada hari ini saja telah membuat manusia ketakutan, bagaimana lagi jika bumi itu diangkat, gunung-gunung diangkat lalu dibenturkan satu sama lain?Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
S
Siti Rusmiati

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al isra

## 🌿 Rangkuman QS. Al-Isra: 23–24Allah memerintahkan kita untuk: 🤍 Menyembah hanya kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. 🌸 Berbuat baik kepada kedua orang tua, terutama ketika mereka telah lanjut usia.🗣️ Tidak mengucapkan perkataan yang menyakiti mereka, bahkan sekadar “ah” pun dilarang. 💕 Berbicara kepada orang tua dengan perkataan yang lembut, mulia, dan penuh penghormatan 🌷 Merendahkan diri di hadapan mereka dengan penuh kasih sayang, bukan karena terpaksa.🤲 Senantiasa mendoakan mereka:> رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا> “Ya Rabbku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah menyayangiku ketika aku masih kecil.”*✨ Inti ayat:Setelah tauhid, salah satu amal yang paling ditekankan adalah berbakti kepada kedua orang tua. Kebaikan kepada mereka bukan hanya melalui perbuatan, tetapi juga melalui ucapan, sikap, kelembutan, dan doa

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →