📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
N
Nailah Nurul Hanifah

📍 Jakarta Selatan

Talbis Iblis #3 - Talbis Iblis Terhadap Para Filsuf Yunani Dan Penyembah Berhala

1. Talbis Iblis Terhadap Kaum Falasifah (Filsuf Yunani) & PengikutnyaLatar Belakang: Tokoh-tokoh filsuf Yunani seperti Socrates, Plato, Aristoteles, dan Plotinus adalah orang-orang yang sangat cerdas. Mereka menulis banyak hal mendetail tentang perkara duniawi yang sifatnya nampak (hissiyah) seperti biologi, kimia, dan fisika.Awal Mula Penyimpangan: Pada zaman Khalifah Al-Ma'mun, buku-buku filsafat ini diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Kaum muslimin saat itu terpesona karena hal-hal mendetail tersebut belum pernah dibahas secara ilmiah di kalangan mereka.Kesalahan Fatal: Masalah besar muncul ketika para filsuf ini mulai berbicara tentang Teologi (Ketuhanan). Mereka hanya bersandar pada kecerdasan otak tanpa mau menerima tuntunan wahyu atau sinar kenabian (Nurun Nubuwwah). Akal manusia memiliki keterbatasan; akal hanya bisa mengetahui keberadaan Tuhan secara global, tetapi tidak akan mampu menebak rincian zat atau cara kerja Tuhan tanpa wahyu. Ketika memaksakan diri, mereka akhirnya hanya berbicara berdasarkan persangkaan (zhunnuun).Analogi dan Keterbatasan Akal Manusia dalam Hal GhaibKetiadaan Landasan Analogi: Imam Ibnul Jauzi rahimahullah menjelaskan bahwa ketika kaum falasifah (filsuf) berbicara tentang perkara hissiyah (hal yang nampak/inderawi) seperti biologi, kimia, fisika, atau medis, mereka bisa sepakat karena memiliki landasan objek yang jelas untuk dianalogikan dan diteliti. Namun, ketika mereka mulai berbicara tentang perkara ghaib (Ketuhanan), mereka tidak memiliki landasan empiris sama sekali. Akhirnya, mereka hanya bersandar pada konsekuensi persangkaan semata (zhunnuun) tanpa mau menengok ajaran para nabi, sehingga menimbulkan perselisihan pendapat yang sangat banyak di antara mereka.Tiga Contoh Keterbatasan Akal ManusiaUntuk membuktikan bahwa akal manusia tidak akan mampu mengulik zat Pencipta secara mandiri, terdapat tiga analogi batasan ilmu makhluk:1. Hakikat Ruh ManusiaRuh adalah sesuatu yang selalu ada dan hadir di dalam jasad kita sendiri, namun tidak ada satu pun manusia yang bisa menerangkan unsur pembentuknya, bentuk fisiknya (apakah gemuk/kurus, panjang/pendek), maupun bagaimana cara ia bersemayam di dalam jasad.Jika ada 1.000 pakar biologi, fisika, atau kimia berkumpul untuk memperdebatkan hakikat ruh tanpa dalil, maka akan muncul 1.000 atau bahkan 1.001 pendapat yang berbeda karena tidak adanya landasan ilmiah.Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an: "Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: 'Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit'." (QS. Al-Isra: 85).2. Hakikat Alam JinJin adalah makhluk ghaib yang tingkatannya masih di bawah Khaliq (pencipta), namun akal manusia tetap tidak mampu menjelaskan eksistensinya secara ilmiah.Manusia tidak bisa menjelaskan secara ilmiah bagaimana jin bisa menjelma/mengubah wujud (tasyakkur) menjadi hewan atau wanita cantik, bagaimana jin masuk ke tubuh manusia, menguasai otaknya, hingga berbicara menggunakan pita suara manusia dengan bahasa atau keahlian yang sebelumnya tidak dikuasai oleh orang yang kesurupan tersebut.3. Hakikat Allah Sang KhaliqJika terhadap makhluk yang dekat dengan manusia saja (seperti ruh dan jin) akal sudah angkat tangan dan buntu, maka terlebih lagi ketika akal tersebut dipaksa memikirkan hakikat zat Allah Sang Pencipta (Al-Khaliq).Karena kaum falasifah memaksakan logika mereka tanpa petunjuk wahyu, ucapan mereka menjadi ngawur, menebak-nebak, dan terpecah ke dalam mazhab-mazhab teologi yang saling berselisih.(Catatan pada menit 07:36 selanjutnya berpindah pada papan tulis untuk merinci bagan 3 Mazhab besar Falasifah).A. Aqidah Falasifah tentang “Pencipta”Tiga klasifikasi besar pandangan teologi kaum falasifah:Golongan Dahriyah: Kelompok yang meyakini bahwa Tuhan/Pencipta itu sama sekali tidak ada, dan alam semesta terjadi begitu saja secara alami tanpa ada pencipta.Golongan Teori Causa Prima: Kelompok yang meyakini bahwa alam tercipta dari sebab pertama/al-’illah), diadopsi oleh Socrates, Plato, dan Aristoteles.Definisi Kausa Prima yang Statis: Dalam buku-buku mereka, para filsuf menetapkan adanya satu Sebab Pertama (Causa Prima) yang mereka sebut seakan-akan berfungsi sebagai Tuhan. Mereka mendeskripsikannya sebagai sesuatu yang sangat simpel, statis, dan tidak berubah.Kesalahan Fatal (Bukan sebagai Pencipta/Khaliq): Letak kekeliruan terbesar para filsuf adalah mereka tidak menempatkan Causa Prima ini sebagai Shani' (Dzat Maha Pencipta yang memiliki kehendak/pilihan untuk menciptakan sesuatu). Akhirnya, pandangan kelompok ini sebenarnya mirip dengan golongan Dahriyah (atheis) yang menganggap Tuhan itu tidak ada.Teori Keberadaan yang Berbarengan (Azali): Para filsuf berpendapat bahwa Causa Prima ini ada bersamaan dengan alam semesta. Artinya, Causa Prima tidak ada lebih dulu baru kemudian menciptakan alam belakangan, melainkan keduanya ada sejak Azali (sejak dahulu kala tanpa awal mula). Hubungan keduanya murni hubungan sebab-akibat yang melekat secara instan.Syubhat Kesempurnaan: Di sinilah iblis masuk ke dalam pemikiran mereka. Iblis membisikkan logika: "Karena Kausa Prima adalah suatu sebab yang sangat sempurna, maka akibat yang muncul dari dirinya tidak boleh terlambat (tidak boleh ada jeda waktu). Akibatnya harus muncul bersamaan dengan sang sebab."Mereka juga menolak bahwa Tuhan menciptakan alam karena kehendak atau keinginan Kausa Prima, melainkan menganggap alam tercipta murni sebagai konsekuensi otomatis dari kesempurnaan Kausa Prima.Maka konsekuensinya yaitu alam semesta ini bersifat Azali (Qadim/sudah ada sejak dulu bersama Tuhan) dan juga abadi.Golongan yang Mengakui Pencipta tapi Bingung: Mereka mengakui adanya pencipta karena melihat alam ini mengalami perubahan (muhdats) dari tiada menjadi ada. Namun, mereka bingung ketika melihat kenyataan ada orang berdoa meminta tolong saat kesusahan (seperti tenggelam) tetapi tidak langsung dibantu, sehingga mereka menyimpulkan logika yang aneh:Pendapat pertama: Tuhan bunuh diri setelah menciptakan alam karena menganggap ciptaan-Nya sudah sangat sempurna dan tidak perlu diubah lagi.Pendapat kedua: Tuhan itu lemah dan sekarang tugas-Nya hanya menonton saja karena alam sudah berjalan otomatis dengan hukum alam (sunnatullah).Pendapat ketiga: Tuhan menyatukan atau menyebarkan diri-Nya ke seluruh alam semesta.B. Pandangan tentang Ilmu PenciptaFalasifah Yunani: Mengatakan bahwa Pencipta tidak berilmu kecuali hanya diri-Nya. Syubhatnya: Karena Tuhan Maha Sempurna, tidak pantas bagi-Nya memikirkan makhluk yang penuh dengan kekurangan. Jika pemikiran ini (Tuhan hanya memikirkan diri-Nya sendiri) diikuti, maka hal tersebut justru merupakan sebuah kekurangan yang nyata bagi Tuhan. Konsekuensi dari pemikiran mereka adalah Tuhan menjadi tidak tahu apa-apa tentang apa yang terjadi di alam semesta, tidak tahu apa yang terjadi pada hewan, maupun pada makhluk ciptaan-Nya, karena fokus-Nya terkunci hanya pada diri-Nya sendiri.Pertentangan dengan Aqidah Islam. Pandangan filsuf tersebut dibenturkan dengan aqidah Islam yang menyatakan bahwa Allah Maha Mengetahui, Maha Mengurus, dan meliputi segala sesuatu:QS. Al-An'am: 59 – Tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Allah mengetahuinya.QS. Hud: 6 – Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya dan Allah tahu tempat kediamannya.QS. Ghafir: 19 – Allah mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.Kekonyolan Logika Filsuf: Jika Tuhan hanya tahu tentang diri-Nya sendiri, maka makhluk justru menjadi lebih sempurna daripada Tuhan. Perbandingan: Hewan saja tahu tentang Tuhannya, manusia tahu tentang Penciptanya. Kita bisa memikirkan diri kita sendiri, memikirkan anak-pasangan, sekaligus memikirkan Allah dan alam semesta. Sementara menurut para filsuf, daya pikir Tuhan sangat terbatas karena hanya bisa memikirkan diri-Nya saja.Pengaruh terhadap Ibnu Sina: Logika ini mempengaruhi tokoh filsuf muslim Ibnu Sina. Namun, Ibnu Sina memodifikasinya sedikit dengan mengatakan bahwa Allah mengetahui makhluk-makhluk-Nya secara global (kulli), tetapi tidak mengetahui hal-hal yang terperinci (juz'i). Syubhatnya: Makhluk itu berubah-ubah dan ada yang buruk, maka tidak pantas Allah memikirkan semuanya. Pengaruh terhadap Mu'tazilah: Mereka menolak sifat-sifat Allah yang terpisah dari Zat-Nya dan mengatakan bahwa ilmu Allah serta kekuasaan (qudroh) Allah adalah Zat-Nya itu sendiri, demi menjaga konsep keesaan Tuhan menurut logika filsafat mereka.C. Aqidah Falasifah tentang Hari KebangkitanKaum falasifah Yunani mengingkari adanya kebangkitan jasad dan mengingkari dikembalikan kembali ruh ke jasad; mereka meyakini surga dan neraka itu tidak ada. Ibnu Sina terpengaruh: Menurutnya tidak ada kebangkitan jasad, yang ada hanya kebangkitan ruh saja. Gara-gara keyakinan ini, Ibnu Sina sampai dikafirkan oleh Al-Ghazali dan ulama lainnya karena bertentangan dengan banyak ayat Al-Qur'an. Pemikiran ini murni bersandar pada logika yang menganggap mustahil jasad manusia yang sudah hancur, membusuk, menjadi tanah, atau bahkan dimakan hewan laut bisa disatukan kembali secara utuh. Pandangan ini sama persis dengan kekufuran kaum musyrikin Arab jahiliyah yang ditolak di dalam Al-Qur'an (seperti dalam Surat Yasin).2. Talbis Iblis Terhadap Orang-Orang yang Menyembah Haikal-Haikal (Benda Langit)Ibnul Jauzi menyebutkan adanya sekelompok manusia yang meyakini bahwa planet-planet dan benda-benda langit (seperti matahari, bulan, Mars, Merkurius, dll.) memiliki ruh seperti layaknya jasad manusia.Mereka memiliki pengagungan terhadap benda-benda langit tersebut dan meyakini bahwa pergerakan planet-planet tersebut mengontrol dan mempengaruhi nasib serta peristiwa yang terjadi di bumi.Iblis membisikkan mereka untuk membuat proyeksi atau replika bentuk (Haikal) dari rupa planet-planet tersebut di bumi (misalnya patung yang menyerupai simbol planet tertentu). Replika atau patung di bumi inilah yang akhirnya mereka sembah dan beri sesajen/kurban demi mendapatkan keselamatan atau menghindari kesengsaraan. Bahkan, ada yang tega mengorbankan anak kecil yang suci tanpa dosa demi memuja matahari.3. Talbis Iblis Terhadap Para Penyembah Berhala (‘Abadatil Ashnam)Cara Iblis Merusak Akal: Iblis memanfaatkan kecenderungan dasar manusia yang menyukai visual atau bentuk-bentuk fisik yang indah. Ketika akal manusia mulai mempertanyakan mengapa mereka menyembah patung yang mati, Iblis memasukkan syubhat: "Kalian tidak menyembah patung ini secara langsung, melainkan patung ini adalah sarana/perantara untuk mendekatkan diri kalian kepada Allah". Hal ini terekam dalam Al-Qur'an surah Az-Zumar ayat 3.Asal Muasal Penyembahan Berhala:Zaman Nabi Nuh AS: Bermula dari wafatnya 5 orang saleh (Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr). Masyarakat yang kehilangan mereka membuat patung-patung mereka di tempat ibadah murni hanya untuk mengenang kesalehan mereka dan memotivasi diri agar rajin beribadah. Ketika generasi pertama wafat dan ilmu tauhid mulai dilupakan, Iblis datang menghasut generasi berikutnya bahwa patung-patung orang saleh tersebut dulunya disembah dan dimintai syafaat, sehingga akhirnya patung-patung itu pun mulai disembah.Masuknya Berhala ke Jazirah Arab: Dibawa oleh seorang pemimpin ditaati dari Bani Khuza'ah bernama Amr bin Luhay al-Khuza'ji. Saat berkunjung ke negeri Syam, ia melihat penduduk di sana menyembah berhala dan menganggapnya membawa manfaat. Ia kemudian mengimpor berhala tersebut ke Mekah dan memerintahkan orang-orang untuk menyembahnya, hingga akhirnya setiap kabilah memiliki berhala masing-masing (seperti Lata di Thaif, Uzza di Nakhlah, Manat, Hubal di Ka'bah).Kisah berhala Isaf dan Naila: Awalnya mereka adalah sepasang kekasih dari Yaman yang berzina di dalam Ka'bah saat berhaji. Allah kemudian mengutuk mereka seketika menjadi patung. Awalnya patung mereka dikeluarkan dari Ka'bah untuk dijadikan pelajaran/efek jera bagi orang lain. Namun seiring waktu, iblis memutarbalikkan fakta hingga akhirnya kedua patung penzina ini malah disembah oleh orang-orang Arab jahiliyah.Kekonyolan Penyembahan Berhala: Orang jahiliyah sangat candu menyembah patung, sampai-sampai jika mereka bepergian dan lupa membawa berhalanya, mereka akan mencari batu di jalanan. Jika menemukan 4 batu, 1 batu yang paling bagus dijadikan tuhan untuk disembah, sedangkan 3 lainnya dijadikan tungku batu untuk memasak. Jika tidak menemukan batu, mereka akan mengumpulkan gundukan pasir, menyiramnya dengan semacam susu, lalu melakukan tawaf di sekelilingnya sebagai bentuk penyembahan.Firman Allah dalam Quran Surah Al-A'raf: 195, ‘menyindir’ para penyembah berhala; apakah patung-patung tersebut memiliki kaki untuk berjalan? Punya mata untuk melihat? Punya tangan untuk memukul/memegang? Atau punya telinga untuk mendengar? Kenyataannya, berhala-berhala itu tidak punya semua itu, sedangkan manusia yang menyembahnya justru memiliki fisik yang sempurna. Bagaimana mungkin makhluk yang lebih sempurna secara fisik justru menyembah benda mati yang tidak sempurna? Allah juga berfirman dalam Surah As-Saffat: 95, "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat sendiri?" Logika sehat seharusnya menuntut manusia untuk menyembah Dzat yang menciptakan mereka, bukan menyembah benda yang mereka ciptakan sendiri. KesimpulanFenomena ini membuktikan firman Allah dalam Surat Ar-Rum ayat 7: "Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai." Banyak manusia (termasuk para filsuf dan orang kafir) yang sangat cerdas secara intelektual, ahli dalam perkara dunia, mampu menciptakan penemuan ilmiah, sains, kapal, hingga teknologi yang canggih. Namun, ketika berbicara tentang akidah dan ketuhanan, otak mereka mendadak tidak jalan. Ada yang menyembah nabi, menyembah berhala, menyembah sapi, atau bahkan menjadi atheis. Keindahan dunia luar biasa mereka kuasai, tetapi mereka lalai dan buta terhadap hakikat akhirat.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Talbis Iblis terhadap filsuf Yunani & Penyembah Berhala

Penyebutan tentang talbis iblis terhadap kaum falasifah (kaum ahli filsafat yunani) dan orang-orang yang mengikuti para pengikut kaum filsafat yunani tersebut.kita sudah singgung sebelumnya tentang para filsuf, di sini imam ibnul jauzi kembali mengulang tentang pemikiran-pemikiran falasifah (bagaimana syaitan masuk dalam pemikiran mereka sehingga mereka ngelantur dalam berbicara teologi tentang ketuhanan)imam ibnul jauzi mengatakan bahwasannya falasifah ini seperti socrates, plato, aristoteles, platunis. mereka adalah orang-orang yang sangat cerdas dan mereka menulis tentang hal-hal yang terkait dengan perkara-perkara yang nampak (biologi, kimia, fisika) dengan otak mereka yang luar biasa cerdasnya, kemudian pemikiran-pemikiran tersebut tertuangkan dalam buku-buku yang mereka tulis bahkan diterjemahkan ke dalam bahasa arab terutama di zaman khalifah Al Ma'mun sehingga kaum muslimin terpesona, kagum melihat pemikiran orang-orang falasifah yang luar biasa. artinya hal-hal ini belum pernah dibicarakan oleh kaum muslimin.hal-hal yang begitu detail tentang perkara dunia, tentang biologi, kimia, fisika ternyata orang-orang yunani telah sampai pemikiran mereka tentang hal-hal tsb.tapi yang jadi masalah, ketika mereka kemudian berbicara tentang teologi (ketuhanan) sementara mereka berpangku pada kecerdasan otak mereka dan mereka tidak menyambut sinar kenabian (mereka tidak berusaha melihat penjelasan para nabi, para anbiya, para rasul) dan mereka ingin memikirkan tentang Tuhan secara istiqlal/استقلال (secara merdeka). akhirnya mereka pun ngawur karena otaknya di luar kemampuan untuk berbicara tentang Tuhan. otak kita hanya bisa menangkap tentang Tuhan secara global bahwa Tuhan itu ada (akal kita bisa mengantarkan pada pemahaman bawa Tuhan itu maha kuasa, Tuhan itu maha dahsyat dll) tapi secara detail tentang Tuhan bagaimana, proses penciptaan bagaimana, ini semua tidak bisa diduga-duga.oleh karenanya mereka terjebak dengan dzunnun (ظَنّ)/asumsi mereka, kata ibnul jauzi mereka ketika berbicara tentang teologi, tidak punya landasan. apa yang mau dijadikan landasan untuk dianalogikan. jika berbicara tentang perkara hissiyyah (حِسِّيَّة)/perkara yang bisa diindrawi atau nampak misal biologi, fisika, kimia, medis bisa dianalogi, tapi ketika berbicara tentang sesuatu yang ghaib yang tidak bisa dianalogikakan dengan perkara yang nampak maka ini sulit, sehingga mereka akhirnya hanya berbicara dengan ظَنّ/persangkaan-persangkaan.kata ibnul jauzi: mereka bersendirian dalam otak mereka, akal mereka, pendapat mereka dan mereka berbicara hanya sekedar konsekuensi dari persangkaan-persangkaan mereka tanpa menengok kepada ajaran-ajaran para nabi. akhirnya timbullah berbagai macam pendapat di kalangan mereka.yang menakjubkan ibnul jauzi mengatakan ketika menjelaskan tentang falasi, ketika mereka berbicara tentang perkara yang حِسِّيَّة / yang nampak seperti biologi, kimia, fisika rata-rata mereka sepakat, khilaf mereka tidak seberapa. tetapi ketika mereka sudah berbicara tentang ketuhanan (karena tidak ada landasan) mereka pun banyak khilaf. karena memang akal tidak bisa dijadikan landasan dalam hal ini, misal ruh.. kita tidak bisa jelaskan bentuknya. jika ada 1000 pakar biologi kimia maka akan ada 1000 pendapat karena sesuatu yang tidak nampak.makanya Allah berfirman:وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا(QS Al Isra' :85)artinya :"Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, 'Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu tidak diberi pengetahuan kecuali sedikit.'"kalau ruh saja kita tidak bisa berbicara tentang ruh, apalagi tentang Allah.misal tentang jin, siapa yang bisa menjelaskan secara ilmiah, jin bisa berubah bentuk dll.maka apalagi tentang sang Khaliq. sang pencipta.ketika kaum falasifah tidak punya landasan, mereka berbicara hanya sekedar persangkaan-persangkaan akhirnya mereka ngawur dan mereka berselisih dengan perselisihan yang sangat banyak.AQIDAH FALASIFAH tentang "Pencipta"Ada beberapa mahzab:🍒Dahriah : pencipta tidak ada  ➡️ alam terjadi begitu saja🍒Pendapat socrates, aristoteles, plato ➡️ Alam tercipta dari العِلَّة "sebab pertama" (kausa prima) 👉🏻 kausa prima ini seakan-akan berfungsi sebagai sebab penciptaan.pendapat ini ada sebab utama tapi sebab utama tersebut datang bersamaan (azali) dengan alam semesta.iblis masuk ke dalam pemikiran mereka, mereka mengatakan bahwa kausa prima adalah suatu sebab yang sangat sempurna. kalau suatu sebab sangat sempurna maka sebab tersebut akibatnya tidak akan terlambat, akibatnya akan bersamaan dengan sang sebab sehingga munculnya bersamaan.▶️secara sederhana : akibat pasti setelah sebab, contoh pena jatuh. kenapa pena jatuh karena dilepas pegangannya. = tidak ada namanya sebab akibat bersamaan. karena kalau bersamaan kita tidak akan bisa bedakan mana akibat mana sebab.⏩️karena mereka kemasukan logika iblis, mereka mengatakan kausa prima ini sangat sempurna. akibat yang muncul dari dia tidak boleh terlambat, harus sama persis dengan sebab tersebut. sehingga melazimkan kata mereka alam ini adala azali bersama alam. (ini permainan logika)kalau dalam islam, Allah berfirman:إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَن يَقُولَ لَهُ كُن فَيَكُونُ(QS. Yasin:82)"Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, 'Jadilah!'Maka jadilah ia."👉🏻ada sebab ada akibat, akibat muncul belakangan setelah sebab. langsung tidak ada jeda.❎kalau orang falasifah sebab dan akibat persis berbarengan, akhirnya sebab yang mereka sebut kausa prima sebagai sebab terjadinya alam semesta ini yang fungsinya seperti Tuhan membuat mereka mengatakan alam semesta azali bersama sebab tersebut.❎yang kedua mereka mengatakan munculnya akibat (alam semesta) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab.jadi mereka mengatakan akibat alam semesta ini bukan terjadi karena keinginan kausa prima tetapi dia terjadi merupakan konsekuensi sempurnanya kausa prima tersebut. mengkonsekuensikan adanya alam, jadi alam adalah hasil konsekuensi adanya sebab yang sangat sempurna. (jadi sebab itu konsekuensi dari alam bukan kehendak kausa prima)‼️konsekuensi dari pemahaman mereka:     ❌alam ini azali (kekal)     ❌alam juga abadi➡️ini semua murni logika✅beda kalau kita ummat islam, Tuhan menciptakan Maha Sempurna tidak sesuatupun dan Tuhan ciptakan.🍒Pencipta itu ada, dalilnya karena kami melihat alam ini muhdats (dari tidak ada menjadi ada) ➡️mereka khilaf tentang hakekat pencipta tersebut :1️⃣alam suda sempurna, Tuhan bunuh diri2️⃣makhluq terlalu hebat, Tuhan lemah hanya nonton3️⃣Tuhan menyebar dirinya ke seluruh alam👆🏻akidah falasifah yang disampaikan ibnul jauzi, mereka murni logika iblis main pada mereka, mereka tidak memiliki cahaya kenabian. akal mereka tidak mampu tapi mereka memaksakan memikirkan tentang Tuhan. akhirnya buntu. dan mereka pun berselisih.Ibnul jauzi juga menyampaikan dalam bukunya terkait "ILMU PENCIPTA".🍒Falasifah Yunani : pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya. (logika semata)👆🏻kenapa mereka berpendapat seperti itu, karena logika syaitan sudah masuk. karena Tuhan sempurna maka Tuhan tidak boleh memikirkan kecuali yang sempurna pula. maka tidak boleh Tuhan memikirkan makhhluknya yang penuh dengan kekurangan, maka yang dia pikirkan dirinya sendiri.‼️logika ini mempengaruhhi ibnu sina, namun lebih mending sedikit karena ibnu sina mengatakan Allahh mengetaui makhluk-makhlukNya secara global (bukan terperinci). ➡️karena ini maka ibnu sina dikafirkan oleh imam al-ghazali.🍒Muktazilah: Ilmu Allah dan Qudroh Allah adalah dzatnya sendiri. karena terpengaruh pemikiran filsafat bahwasannya Tuhan itu simple tidak boleh beragam hanya satu kesatuan, tidak boleh mengatakan dzat dan ilmu tapi ilmu Allahh itu dzatnya Allah itu sendiri.⏩️ini semua gambaran sederhana bahwa iblis masuk dalam pemikiran filsafat karena memikirkan tentang Tuhan tanpa ada petunjuk dari kenabian. karena logika liar. maka salah.AQIDAH FALASIFAH TENTANG HARI KEBANGKITAN.🍒mereka mengingkari kebangkitan jasad, dan mengingkari dikembalikan ruh ke jasad. ➡️surga dan neraka tidak ada.👇🏻Ibnu Sina terpengaruh: tidak ada kebangkitan jasad, yang ada hanya kebangkitan ruh (karena ini juga ibnu sina dikafirkan oleh Imam Al Ghazali)❌ini semua murni logika, logika tidak akan sampai.TALBIS IBLIS TERHADAP PENYEMBAH Ashabul haikal (Benda Langit)bahwa benda-benda langit di luar sana ada ruh-nya dan ruh tersebut menempati planet-planet tersebut dan mempengaruhi terjadinya peristiwa di alam ini. seperti ruh bagi jasad manusia (tapi di alam langit) sehingga mereka memiliki pengagungan terhadap benda-benda langit tersebut.menurut mereka planet memiliki kehidupan lalu diproyeksikan di bumi misal planet mirip hewan tertentu, sehingga mereka akhirnya membentuk هَيْكَل (bentuk).jadi syaitan masuk mempengaruhi pemikiran mereka.TALBIS IBLIS TERHADAP PARA PENYEMBAH BERHALAIblis kali ini masuk terhadap kecintaan manusia terhadap bentuk, suatu bentuk yang indah. akal dibuang agar orang-orang terpengaruh pada bentuk-bentuk kemudian digambarkan kepada mereka bahwasannya patung-patung ini adalah sesembahan yang punya pengaruh kalau disembah.kalau ada sebagian mereka yang menggunakan akalnya kok kita nyembah patung, maka iblis menghiasi lagi dengan berkata "yang kalian sembah ini adalah untuk mendekatkan kalian kepada Allah"▶️asal muasal penyembahan berhala : kisah di zaman nabi nuh ada 5 orang yang sholeh yang senantiasa beribadah di suatu tempat, ketika mereka meninggal maka orang-orang membangun patung dalam rangka untuk mengenal. awalnya bukan untuk disembah, tapi untuk mengenang patung-patung sholeh tersebut kalau dilihat membuat masyarakat termotivasi untuk beribadahh kepada Allah. dan diberi nama sesuai nama orang sholeh tersebut. lama kelamaan berjalannya waktu, ketika generasi yang membangun patung tersebut sudah meninggal dan ilmu sudah dilupakan, tidak ada lagi yang mendakwahkan tauhid. akhirnya datang syaitan mengatakan ini patung-patung disembah agar mendekatkan kalian kepada Allah, dan akhirnya patung disembah. kemudian berkembanglah penyembahan terhadap berhalah sampai pindah ke jazirah arab sampai ke quraisy dibawa oleh seorang yang bernama Amr bin Luhay Al-Khuza'i (pemimpin dari kabilahh bani khuza'ah)Kekonyolan Logika Penyembah Berhala: Orang Quraisy menjadi sangat gemar menyembah batu. Jika mereka sedang bepergian dan kehilangan batu sembahannya, mereka akan mencari batu lain. Bahkan jika tidak ada batu, mereka menumpuk pasir, menyiramnya dengan susu, lalu melakukan tawaf di sekelilingnya.dan sekarang masih banyak penyembah berhala, dan kebanyakan berhala itu adalah orang-orang shalih.harusnya logikanya kita menyembah yang menciptakan kita bukan yang kita ciptakan misal patung.orang kafir:Sangat Ahli dalam Perkara Dunia: Orang-orang kafir digambarkan memiliki kecerdasan luar biasa dalam urusan duniawi Mereka tahu secara detail ilmu sains, mampu menciptakan berbagai penemuan teknologi, membuat kapal, dan menguasai berbagai macam teknologi canggihBodoh dan Tidak Berakal dalam Urusan Akhirat/Akidah: Begitu pembicaraan beralih ke urusan akidah, ketuhanan, dan akhirat, logika serta otak mereka tiba-masing menjadi tidak berjalan. Manusia yang cerdas di bidang dunia ini bisa berakhir dengan menyembah patung yang mereka pahat sendiri, menyembah nabi, menyembah sapi, atau bahkan menjadi ateisAhadidalam firman Allah:“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedangkan mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. Ar-Rum: 7)👉🏻orang kafir itu sangat ahli dalam perkara dunia. tapi ketika bahas aqidah otak mereka tidak jalan.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
D
Dina Permata Sari

📍 Kota Tangerang Selatan

Talbis Iblis #3 - Talbis Iblis Terhadap Filsuf Yunani & Penyembah Berhala

Talbis Iblis Terhadap Filsuf YunaniTokoh seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles sangat cerdas dalam ilmu keduniawian. Namun, mereka keliru dan sesat saat membahas Ketuhanan karena hanya mengandalkan logika tanpa bimbingan wahyu kenabian. Pemikiran Sesat tentang Penciptaan: Dahriyyah: Ateis, menolak eksistensi Tuhan dan meyakini alam semesta ada dengan sendirinyaKausa Prima: Meyakini alam semesta bersifat kekal bersamaan dengan penciptanya. Mereka menganggap alam muncul sebagai konsekuensi kesempurnaan Tuhan, bukan karena kehendak TuhanKehilangan Akal: Saat melihat keburukan di dunia, ada filsuf yang beranggapan bahwa Tuhan bunuh diri setelah menciptakan alam yang sempurna, Tuhan itu lemah dan sekadar menonton, atau Tuhan menyatu dengan seluruh alam semestaIlmu Tuhan: Mereka beranggapan Tuhan hanya memikirkan hal yang sempurna dan tidak mengetahui detail makhluk-Nya. Pemikiran ini mempengaruhi Ibnu Sina yang berpendapat Tuhan mengetahui makhluk hanya secara global, bukan terperinciMengingkari Kebangkitan Jasad: Para filsuf mengingkari adanya kebangkitan fisik jasad manusia dan hanya mempercayai kebangkitan roh. Talbis Iblis Terhadap Penyembah Haikal (Benda Langit)Meyakini bahwa benda-benda langit seperti matahari, planet, bintang memiliki roh yang mengatur dan memengaruhi kejadian di bumiMembuat patung atau simbol perwujudan di bumi sebagai bentuk proyeksi benda langit tersebut untuk disembahMelakukan pengorbanan ekstrem, termasuk mengorbankan anak-anak yang tidak berdosa, untuk mencari kebaikan dan menolak keburukan dari benda-benda langit tersebutTalbis Iblis Terhadap Penyembah BerhalaIblis menipu akal manusia dan menggunakan alasan kesyirikan: "Kami menyembah berhala hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah."Sejarah Kesyirikan Pertama: Terjadi pada umat Nabi Nuh (Wadd, Suwa, Yaghuts, Ya'uq, Nasr). Awalnya patung dibuat sekadar untuk mengenang orang-orang saleh agar termotivasi beribadah. Setelah ilmu agama hilang, generasi berikutnya disesatkan setan untuk menyembahnyaDi Jazirah Arab: Dibawa oleh tokoh bernama 'Amr bin Luhay Al-Khuza'i yang membawa masuk berhala dari Syam ke MekahBerhala Arab: Bertebaran berhala seperti Hubal, Latta, Uzza, Manat, hingga Isaf dan Na'ila (pasangan yang dikutuk menjadi batu karena berzina di Ka'bah, namun oleh generasi setelahnya malah disembah)Kebodohan Akal: Manusia sangat cerdas dalam teknologi dan dunia, namun hilang akal sehatnya dalam urusan akhirat. Mereka memahat patung dengan tangan sendiri untuk dijadikan tuhan yang mereka sembah.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
N
Nurmaida

📍 Kota Palu

‎Materi 3 # Talbis Iblis ‎Talbis Iblis Terhadap Filsuf Yunani & Para Penyembah Berhala

‎Materi 3 # Talbis Iblis‎Talbis Iblis Terhadap Filsuf Yunani & Para Penyembah Berhala ‎Ustadz DR. Firanda Andirja, M.A.‎‎1. Tipu Daya Iblis terhadap Kaum Filsuf (Falasifah) ‎Kecerdasan tanpa Wahyu: Para filsuf Yunani (seperti Socrates, Plato, Aristoteles) sangat cerdas dalam urusan duniawi (fisika, biologi, kimia), namun mereka terjebak ketika mencoba memahami ketuhanan hanya menggunakan akal tanpa cahaya kenabian (Nurun Nubuwwah).‎‎Logika yang Salah: Karena tidak memiliki landasan wahyu, mereka hanya berbicara berdasarkan persangkaan (zhon). Akibatnya, muncul pemikiran menyimpang seperti:‎Alam semesta dianggap Azali (selalu ada) bersama dengan Tuhan sebagai sebab utama (Causa Prima).‎Tuhan dianggap tidak memiliki kehendak, dan alam terjadi hanya sebagai konsekuensi dari kesempurnaan Tuhan.‎Mengingkari kebangkitan jasad di hari kiamat.‎Pengaruh pada Tokoh Lain: Pemikiran ini juga mempengaruhi tokoh seperti Ibnu Sina (terkait ilmu Tuhan dan hari kebangkitan) serta kelompok seperti Mu'tazilah.‎‎2. Tipu Daya Iblis terhadap Pemuja Benda Langit (Ashabul Haikal) ‎Kelompok ini meyakini bahwa benda-benda langit (matahari, planet, dll.) memiliki ruh dan kehidupan.‎Mereka membuat bentuk-bentuk (Haikal) di bumi sebagai perwakilan benda langit tersebut dan melakukan ritual kurban untuk mendapatkan kebaikan atau menghindari keburukan.‎‎3. Tipu Daya Iblis terhadap Penyembah Berhala ‎Awal Mula: Iblis memanfaatkan kecenderungan manusia menyukai bentuk yang indah. Berhala awalnya dibuat untuk mengenang orang-orang saleh, namun lambat laun disembah karena tipu daya setan yang membisikkan bahwa itu adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.‎Logika Terbalik:  konyolnya menyembah berhala yang dibuat oleh tangan manusia sendiri, sementara manusia memiliki fungsi pendengaran, penglihatan, dan akal yang lebih sempurna daripada batu yang disembah tersebut.‎‎Mengapa filsuf Yunani gagal memahami Tuhan?‎Karena mereka hanya mengandalkan logika akal semata tanpa bimbingan wahyu atau petunjuk kenabian, sehingga terjebak dalam persangkaan yang keliru saat membahas perkara gaib.‎‎Bagaimana asal mula penyembahan berhala terjadi?‎Berawal dari niat mengenang orang saleh yang telah wafat dengan membangun patung, namun seiring waktu setan membujuk generasi berikutnya untuk menyembah patung tersebut sebagai perantara kepada Tuhan.‎‎Mengapa filsuf menolak kebangkitan jasad?‎Mereka menggunakan logika manusia yang terbatas. Mereka berpikir secara kimiawi bahwa tubuh yang telah hancur dan menyatu dengan unsur lain tidak mungkin bisa kembali utuh. Padahal, Allah Maha Kuasa untuk menghidupkan kembali bagian-bagian tubuh tersebut sesuai kehendak-Nya.‎‎Mengapa filsuf Yunani ahli perkara duniawi?‎Filsuf Yunani memiliki kecerdasan luar biasa dalam bidang empiris seperti biologi, kimia, dan fisika yang bisa diamati panca indera, sehingga mereka mampu menghasilkan karya ilmiah mendetail terkait fenomena alam yang tampak nyata di dunia.‎‎Apa kelemahan argumen sebab-akibat filsuf?‎Mereka keliru meyakini bahwa akibat harus muncul bersamaan dengan sebab, sehingga mereka menyimpulkan alam semesta bersifat kekal atau azali, yang menolak konsep penciptaan Tuhan secara kehendak langsung dari ketiadaan.‎‎Apa kaitan ilmu Allah dan Zat-Nya?‎Kelompok Mu'tazilah, karena terpengaruh filsafat yang menganggap Tuhan harus bersifat simpel dan tidak boleh beragam, berpendapat bahwa ilmu dan qudrah Allah bukanlah sifat tambahan, melainkan adalah Zat Allah itu sendiri. Ini merupakan upaya memaksakan logika filsafat ke dalam pembahasan teologi yang justru menjauhkan pemahaman dari konsep ketuhanan yang benar.‎‎Apa dampak pengagungan bentuk terhadap akal manusia?‎Kecintaan berlebihan terhadap bentuk-bentuk indah membuat akal sehat manusia tertutup dan tidak berfungsi, sehingga setan dengan mudah menyesatkan mereka untuk menyembah objek fisik atau patung dengan alasan sebagai perantara kedekatan kepada Sang Pencipta.‎

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026

Talbis Iblis Terhadap Filsuf Yunani & Penyembahan Berhala.

Talbis Iblis Terhadap Filsuf Yunani & Penyembahan Berhala. Iblis dapat menyesatkan para filsuf karena mereka menyendiri dengan pendapat dan akal mereka sendiri, berbicara berdasarkan prasangka tanpa memperhatikan para nabi. Sebagian dari mereka mengatakan seperti kaum Dahriyah bahwa tidak ada pencipta alam semesta, sebagaimana yang diriwayatkan oleh An-Naubakhti dan lainnya dari mereka. An-Nahawandi meriwayatkan bahwa Aristoteles dan para pengikutnya mengklaim bahwa bumi adalah bintang di dalam falak ini, dan bahwa di setiap bintang terdapat alam-alam seperti di bumi ini dengan sungai-sungai dan pepohonan, serta mereka mengingkari adanya Sang Pencipta. Kebanyakan dari mereka menetapkan sebab yang qadim (kekal) bagi alam semesta, kemudian mengatakan bahwa alam semesta itu qadim dan selalu ada bersama Allah Ta'ala sebagai akibat dari-Nya dan setara dengan-Nya, tidak terlambat dari-Nya dalam waktu - kesetaraan akibat dengan sebab dan cahaya dengan matahari secara dzat dan tingkatan, bukan secara waktu. Mereka menyembunyikan madzhab mereka dengan mengatakan bahwa Allah Azza wa Jalla adalah pencipta alam semesta. Ini hanya majaz menurut mereka, bukan hakikat, karena pelaku menghendaki apa yang ia lakukan, sedangkan menurut mereka alam semesta muncul secara darurat, bukan Allah yang melakukannya.Dari madzhab mereka adalah bahwa alam semesta kekal selamanya sebagaimana tidak ada permulaan bagi keberadaannya, maka tidak ada akhirnya. Mereka berkata: "Karena ia adalah akibat dari sebab yang qadim dan akibat ada bersama sebab." Jika alam semesta mungkin ada, maka ia tidak qadim dan bukan akibat. Yahya bin Basyir bin Umair An-Nahawandi meriwayatkan bahwa sekelompok filsuf berkata: "Ketika kami menyaksikan alam semesta berkumpul dan berpisah, bergerak dan diam, kami tahu bahwa ia baru dan pasti memiliki yang membuat baru. Kemudian kami melihat bahwa manusia jatuh ke dalam air dan tidak pandai berenang sehingga meminta tolong kepada Sang Pencipta Pengatur itu namun tidak ditolong, atau dalam api, maka kami tahu bahwa Sang Pencipta itu tidak ada."Ia berkata: "Mereka berbeda pendapat tentang tidak adanya Sang Pencipta Pengatur menjadi tiga kelompok: Kelompok pertama berkeyakinan bahwa ketika Dia menyempurnakan alam semesta, Dia menganggapnya baik namun khawatir jika menambah atau menguranginya akan merusaknya, maka Dia menghancurkan diri-Nya sendiri dan alam semesta menjadi kosong dari-Nya, sedangkan hukum-hukum tetap berjalan di antara makhluk hidup dan ciptaan-Nya sesuai kesepakatan. Kelompok kedua berkata: "Justru muncul dalam dzat Allah keragu-raguan sehingga kekuatan dan cahaya-Nya terus tertarik hingga kekuatan dan cahaya itu menjadi dalam keragu-raguan itu, yaitu alam semesta, dan cahaya Allah menjadi buruk sedangkan yang tersisa dari-Nya adalah cahaya buruk." Mereka mengklaim bahwa Dia akan menarik cahaya dari alam semesta kepada-Nya hingga kembali seperti semula, dan karena kelemahan-Nya terhadap makhluk-makhluk-Nya, Dia mengabaikan urusan mereka sehingga kezaliman tersebar. Kelompok ketiga berkata: "Justru Allah ketika menyempurnakan alam semesta, bagian-bagian-Nya tersebar di dalamnya, maka seluruh kekuatan-Nya dalam alam semesta adalah dari substansi ketuhanan." Kebanyakan filsuf berpendapat bahwa Allah Ta'ala tidak mengetahui sesuatu apapun dan hanya mengetahui diri-Nya sendiri. Padahal telah terbukti bahwa makhluk mengetahui dirinya dan mengetahui penciptanya, maka derajat makhluk melebihi derajat Sang Pencipta. Penulis berkata: "Ini adalah kehinaan yang paling jelas sehingga tidak perlu dibicarakan. Lihatlah apa yang dihiasi Iblis untuk orang-orang bodoh ini dengan mengklaim kesempurnaan akal, padahal Abu Ali Ibnu Sina menentang mereka dalam hal ini. Ia berkata: 'Justru Dia mengetahui diri-Nya dan mengetahui hal-hal universal, namun tidak mengetahui hal-hal partikular.' Madzhab ini diambil dari mereka oleh kaum Mu'tazilah seolah-olah mereka menganggap banyak hal yang diketahui. Maka segala puji bagi Allah yang menjadikan kami dari orang-orang yang meniadakan kebodohan dan kekurangan dari Allah serta beriman kepada firman-Nya: "Tidakkah Dia mengetahui apa yang Dia ciptakan?" (Al-Mulk: 14) dan firman-Nya: "Dan Dia mengetahui apa yang di darat dan di laut, dan tidak gugur sehelai daun pun melainkan Dia mengetahuinya" (Al-An'am: 59). Penulis berkata: "Filsuf-filsuf mengingkari kebangkitan jasad dan pengembalian ruh-ruh ke badan-badan serta keberadaan surga dan neraka yang jasmaniah. Mereka mengklaim bahwa itu adalah perumpamaan yang dibuat untuk orang awam agar mereka memahami pahala dan siksa rohaniah. Mereka mengklaim bahwa jiwa tetap ada setelah kematian secara kekal selamanya, baik dalam kenikmatan yang tak tergambarkan untuk jiwa-jiwa yang sempurna, atau dalam kesakitan yang tak tergambarkan untuk jiwa-jiwa yang kotor. Tingkatan kesakitan bisa berbeda-beda sesuai kadar manusia, dan kesakitan bisa hilang dari sebagian jiwa dan lenyap." Talbis Iblis terhadap Penyembah Berhala-berhala. Mereka adalah kaum yang mengatakan bahwa setiap roh dari roh-roh atas memiliki haikal, yaitu jasad dari jasad-jasad langit yang merupakan haikalnya. Hubungannya dengan roh yang khusus dengannya seperti hubungan badan-badan kami dengan ruh-ruh kami, sehingga ia menjadi pengaturnya dan yang mengendalikannya. Di antara haikal-haikal atas adalah planet-planet yang bergerak dan yang tetap. Mereka berkata: "Tidak ada jalan kepada roh itu sendiri, maka mendekatkan diri kepada haikalnya dengan segala ibadah dan kurban." Yang lain dari mereka berkata: "Setiap haikal langit memiliki sosok dari sosok-sosok bawah sesuai bentuk dan substansinya." Maka mereka membuat patung-patung ini dan memahat berhala-berhala serta membangun rumah-rumah untuk mereka. Talbis Iblis terhadap Penyembah Berhala. Penulis berkata: "Setiap cobaan yang digunakan Iblis untuk menyesatkan manusia, sebabnya adalah kecenderungan kepada yang indah dan berpaling dari tuntutan akal. Karena indera merasa nyaman dengan yang serupa, Iblis la'natullahu 'alaih mengajak banyak makhluk untuk menyembah patung-patung dan sama sekali meniadakan kerja akal pada orang-orang ini. Sebagian dari mereka diperlihatkan bahwa patung-patung itu adalah tuhan-tuhan saja. Sebagian yang memiliki sedikit kecerdasan dan ia tahu bahwa tidak akan setuju dengan ini, maka dihiasi untuknya bahwa menyembah ini mendekatkan kepada Sang Pencipta: "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya" (Az-Zumar: 3). Syaikh Abu Al-Faraj rahimahullah berkata: "Lihatlah bagaimana setan mempermainkan mereka dan menghilangkan akal mereka, sehingga mereka memahat dengan tangan mereka apa yang mereka sembah. Alangkah baiknya celaan Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap patung-patung mereka ketika Dia berfirman: 'Apakah bagi mereka kaki untuk berjalan, atau tangan untuk memukul, atau mata untuk melihat, atau telinga untuk mendengar?' (Al-A'raf: 195)" Isyarat itu ditujukan kepada para penyembah, yaitu: kalian berjalan, memukul, melihat, dan mendengar, sedangkan patung-patung itu lemah dari hal tersebut, dan patung-patung itu benda mati sedangkan mereka makhluk hidup. Bagaimana mungkin yang sempurna menyembah yang kurang? Seandainya mereka berpikir, niscaya mereka tahu bahwa Tuhan itu membuat segala sesuatu dan tidak dibuat, mengumpulkan dan tidak dikumpulkan, segala sesuatu berdiri dengan-Nya dan Dia tidak berdiri dengan sesuatu. Sesungguhnya manusia seharusnya menyembah siapa yang menciptakannya, bukan apa yang diciptakannya. Adapun apa yang mereka kira bahwa patung-patung itu memberi syafa'at, maka itu khayalan yang tidak ada kesamaran di dalamnya untuk dipegang.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
M
Mahargyani Yogyantari

📍 Kota Depok

Tablis Iblis #3

Talbis Iblis #3Talbis Iblis pada Filsuf Yunani & Penyembah Berhala Para filsuf adalah orang-orang yang sangat cerdas dan mereka menulis mengenai perkara-perkara yang nampak. Sehingga kaum Muslimin terpesona pada kecerdasan mereka. Namun ketika mereka bicara soal ketuhanan, padahal mereka tidak berlandaskan pada keyakinan pada Tuhan,sehingga mereka jadi ngawur karena bagaimanapun kemampuan otaknya terbatas dan hanya melandaskan pada apa yang nampak.Aqidah Falasifa tentang Tuhan ada beberapa mahzab Dahriyah – Pencipta itu tidak ada Pendapat Filsuf Yunani – Alam tercipta dari sebab pertama/kausa prima. Kausa prima ini seakan-akan berfungsi sebagai sebab penciptaan. Kausa prima tersebut datang bersamaan dengan adanya alam semesta. Karena sebab tersebut sempurna, sehingga akibatnya tidak boleh terlambatMunculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab,bukan kehendak kausa prima. Konsekuensinya alam azali & alam itu abadiPencipta itu ada– karena kami melihat alam itu muqdas (dari tidak ada menjadi ada). Khilaf tentang hakekat pencipta tersebut. Ilmu Pencipta Falsafah Yunani pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya. Ibnu Sina terpengaruh dengan logika ini. 5. Aqidah Falsafiah tentang Hari Kebangkitan. MerekaIbnu Sina terpengaruh menganggap tidak ada kebanghatbruhAnggapan semacam itu murni dari pemikiran mereka.Para filsuf ini menganggap ada kehidupan di luar angka.sehingga mereka menganggungkan benda-benda langit dan mereka membuat bentuk-bentuk khayalan mereka,bahkan sampai membuat ritual-ritual penyembahan. Penyembahan pada Berhala awalnya untuk mengenang dengan membuat patung dengan nama orang Soleh. Ketika para generasi pembuat patung meninggal, generasi berikutnya dibisiki iblis untuk menyembah berhala. Setan masuk dalam pemikiran mereka dengan dalih menyembah orang Soleh.Bantahan Ibnu Jauzi, manusia lebih sempurna kenapa menyembah yang tidak punya apa-apa? 

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

Talbis Iblis #3

Kajian Kitab Talbis Iblis #3Talbis Iblis Terhadap Filsuf Yunani dan Penyembah Berhala-Ustadz DR Firanda Andirja MA-Aqidah Falasifah tentang PenciptaAda beberapa mazhab :1. DahriyahTidak ada pencipta2. Pendapat Socrates, Plato, Aristoteles (dinukil dari buku-buku mereka) bahwasanya mereka menetapkan :Alam tercipta dari "ilah" Sebab pertama (Kausa Prima) Kausa Prima "seakan-akan" berfungsi sebagai sebab penciptaan Kausa Prima tersebut azali bersama alam. Karena sebab tersebut sempurna sehingga akibatnya tidak boleh terlambat harus bersamaan dengan sebab. - Munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab, bukan kehendak kausa prima => konsekuensinya alam azali dan alam juga abadi3. Pencipta itu ada Dalilnya karena kami melihat alam ini muhdats (dari tidak ada menjadi ada). Ada khilaf tentang hakikat pencipta tersebut :- Alam sudah sempurna lalu Tuhan bunuh diri- Makhluk terlalu hebat, Tuhan lemah hanya nonton- Tuhan menyebar dirinya ke seluruh alamKesimpulan :Demikian akidah falasifa Yunani yang disampaikan oleh Ibnu Jauzi, dan ini murni hanya logika, iblis main di logika mereka, mereka tidak punya cahaya kenabian untuk memikirkan tentang Tuhan, akal mereka tidak mampu lalu mereka memaksakan memikirkan tentang Tuhan akhirnya mereka buntu. Dan mereka pun berselisih.Ilmu Pencipta Falasifa Yunani mengatakan bahwasanya pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya.  Logikanya Tuhan maha sempurna dan tidak boleh mikir kecuali yang sempurna yaitu dirinya semata.Ibnu Sina terpengaruh logika ini tapi lebih mending sedikit, beliau mengatakan Allah mengetahui makhluk-makhluk Nya secara kully (global) tidak terperinci. Logika Ibnu Sina makhluk itu berubah dan ada yang buruk tidak pantas Allah memikirkan ini semua. Logika ini juga mempengaruhi Muktazilah. Ilmu Allah dan qudrah Allah adalah dzatnya sendiriAqidah Falasifa tentang hari kebangkitan - mereka mengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari dikembalikan ruh ke jasad. Sehingga mereka mengatakan surga dan neraka tidak ada- Ibnu Sina terpengaruh ini, beliau mengatakan tidak ada kebangkitan jasad yang ada hanya kebangkitan ruh.Talbis Iblis kepada orang-orang yang menyembah haikal-haikal (bentuk-bentuk) - mereka menganggap benda-benda langit ada ruh-ruhnya dan gerakan benda-benda langit tersebut memiliki pengaruh di alam semesta. Benda langit tersebut punya bentuk proyeksi di bumi. Akhirnya mereka membuat haikal-haikal (bentuk-bentuk) untuk mereka ibadahi. Kemudian mereka pun mempersembahkan kurban untuk benda-benda langit tersebut melalui patung-patung yang mereka buat.Talbis Iblis terhadap Penyembahan BerhalaAsal muasal penyembahan terhadap berhala adalah tentang kisah kaum nabi Nuh yang dimana disitu ada orang-orang sholeh yang Allah sebutkan, ketika mereka meninggal maka orang-orang membangun patung dalam rangka untuk mengenang (awalnya bukan untuk disembah) sehingga jika mereka melihat mereka termotivasi untuk beribadah kepada Allah. Lama kelamaan setelah generasi pertama meninggal generasi berikutnya menyembah patung-patung tersebut (karena bisikan syaitan). Kemudian berkembang penyembahan berhala sampai ke jazirah Arab.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
S
SULUNG SURYO DARMAWATI

📍 Kota Bekasi

Talbis Iblis -3

Talbis Iblis -3 Talbis Iblis Terhadap Para Filsuf Yunani & Penyembah BerhalaUstadz Firanda Andirja Hafizhahullahu Ta'ala Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa para filsuf Yunani seperti Socrates, Plato, Aristoteles, dan lainnya adalah orang-orang yang sangat cerdas. Mereka berhasil membahas banyak perkara dunia seperti biologi, fisika, kimia, dan berbagai ilmu yang bersifat hissi (terindra). Karena kecerdasan mereka, banyak kaum muslimin yang kemudian kagum terhadap pemikiran mereka. Namun masalah muncul ketika mereka berbicara tentang ketuhanan dan perkara gaib hanya dengan akal semata tanpa bimbingan wahyu dan ajaran para nabi.Akal memang dapat mengantarkan manusia kepada keyakinan bahwa Tuhan itu ada, Maha Kuasa, dan Maha Agung. Akan tetapi akal tidak mampu menjelaskan secara rinci hakikat Allah, proses penciptaan, maupun perkara-perkara gaib lainnya. Bahkan tentang ruh yang selalu bersama manusia saja kita tidak mengetahui hakikatnya, bentuknya, unsur penyusunnya, dan bagaimana keberadaannya di dalam tubuh. Jika ruh saja tidak mampu dijelaskan oleh akal, apalagi hakikat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena itulah para filsuf akhirnya hanya berbicara berdasarkan dugaan dan persangkaan sehingga melahirkan banyak perselisihan.Di antara pemikiran mereka tentang Tuhan, ada yang mengatakan bahwa tidak ada pencipta sama sekali dan alam terjadi dengan sendirinya. Ada pula yang berpendapat bahwa alam berasal dari suatu sebab utama (causa prima). Namun mereka meyakini bahwa sebab utama tersebut dan alam sama-sama azali, tidak ada yang lebih dahulu. Menurut mereka, sebab yang sempurna menuntut akibat yang sempurna pula sehingga alam harus muncul bersamaan dengan sebab tersebut. Dari sini mereka menyimpulkan bahwa alam semesta tidak diciptakan dari ketiadaan, tetapi telah ada sejak dahulu kala. Mereka juga mengatakan bahwa alam tidak tercipta karena kehendak Tuhan, melainkan sebagai konsekuensi dari kesempurnaan sebab utama tersebut. Akibatnya mereka meyakini alam bersifat azali dan abadi. Semua ini hanyalah permainan logika yang bertentangan dengan aqidah Islam, karena Allah menciptakan segala sesuatu dengan kehendak-Nya: “Kun fayakun.”Sebagian filsuf lainnya mengakui adanya pencipta, namun mereka bingung ketika melihat doa-doa manusia yang tidak selalu dikabulkan menurut dugaan mereka. Dari sinilah muncul berbagai pendapat aneh, seperti Tuhan telah mati setelah menciptakan alam, Tuhan lemah dan hanya menjadi penonton terhadap alam semesta, atau Tuhan menyatu dengan seluruh alam. Semua pendapat ini lahir karena mereka memaksakan akal untuk membahas perkara yang tidak mungkin diketahui kecuali melalui wahyu.Talbis iblis juga tampak dalam pembahasan mereka tentang ilmu Allah. Sebagian filsuf berpendapat bahwa Tuhan hanya mengetahui diri-Nya sendiri dan tidak mengetahui makhluk-Nya. Alasannya karena Tuhan itu sempurna sehingga hanya boleh memikirkan sesuatu yang sempurna pula. Padahal konsekuensi pemikiran ini sangat rusak, karena berarti makhluk lebih sempurna daripada Tuhan. Dalam Islam, Allah mengetahui segala sesuatu, bahkan daun yang jatuh pun berada dalam ilmu-Nya. Pemikiran ini kemudian mempengaruhi tokoh-tokoh seperti Ibnu Sina yang berpendapat bahwa Allah hanya mengetahui makhluk secara global, bukan secara rinci. Pendapat ini bertentangan dengan banyak ayat Al-Qur'an yang menegaskan keluasan ilmu Allah.Dalam masalah hari kebangkitan, para filsuf juga mengingkari kebangkitan jasad. Mereka hanya menerima kebangkitan ruh dan menolak adanya surga serta neraka sebagaimana yang dijelaskan dalam syariat. Penolakan ini muncul karena logika mereka tidak mampu memahami bagaimana jasad yang telah hancur bisa dibangkitkan kembali. Padahal Allah yang menciptakan manusia dari ketiadaan tentu mampu menghidupkan kembali jasad yang telah menjadi tanah. Oleh karena itu, pengingkaran terhadap kebangkitan jasad merupakan kekufuran yang bertentangan dengan nash-nash Al-Qur'an.Setelah itu Ibnul Jauzi membahas talbis iblis terhadap para penyembah Haikal. Mereka meyakini bahwa benda-benda langit seperti matahari, bulan, dan planet memiliki ruh yang mengatur berbagai peristiwa di bumi. Karena keyakinan tersebut, mereka membuat simbol-simbol dan bangunan tertentu sebagai representasi benda-benda langit tersebut lalu mempersembahkan berbagai bentuk ibadah dan kurban kepadanya. Mereka berharap memperoleh kebaikan dan terhindar dari keburukan melalui perantara benda-benda langit itu.Kemudian dibahas pula talbis iblis terhadap para penyembah berhala. Iblis memanfaatkan kecenderungan manusia kepada bentuk-bentuk yang indah lalu menghiasi penyembahan berhala dengan berbagai syubhat. Awalnya berhala dibuat hanya untuk mengenang orang-orang saleh agar masyarakat terdorong beribadah kepada Allah. Sebagaimana kisah kaum Nabi Nuh yang membuat patung Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr. Ketika generasi yang memahami tujuan awal pembuatan patung tersebut telah meninggal dan ilmu agama mulai hilang, setan datang membisikkan bahwa patung-patung itu layak disembah dan dapat mendekatkan mereka kepada Allah.Penyembahan berhala kemudian menyebar hingga ke Jazirah Arab melalui Amr bin Luhayy Al-Khuza'i yang membawa berhala dari Syam ke Mekah. Sejak saat itu berbagai berhala seperti Hubal, Latta, Uzza, dan Manat mulai disembah. Bahkan masyarakat Arab sampai begitu fanatik terhadap berhala sehingga ketika kehilangan berhala mereka mencari batu lain untuk dijadikan sesembahan. Jika tidak menemukan batu, mereka membuat gundukan pasir lalu mengelilinginya seperti thawaf.Semua bentuk penyembahan berhala ini menunjukkan bagaimana setan berhasil menipu manusia. Padahal berhala tidak memiliki kemampuan apa pun. Tidak dapat berjalan, melihat, mendengar, maupun memberi manfaat dan mudarat. Logika yang benar seharusnya mengantarkan manusia untuk menyembah Sang Pencipta, bukan menyembah benda yang dibuat oleh tangannya sendiri. Karena itu Allah mencela orang-orang musyrik yang meninggalkan tauhid dan menyembah sesuatu yang tidak mampu memberi manfaat maupun menolak bahaya. Inilah salah satu bentuk besar talbis iblis yang terus berulang dalam sejarah manusia.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Materi 3

Dr. Firanda Andirja, Lc, MATALBIS IBLIS #MATERI 3Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani dan Penyembah BerhalaI. TALBIS IBLIS TERHADAP FILSUF YUNANI Falasifah adalah orang-orang yang sangat cerdas. Mereka menulis tentang hal-hal yang tampak seperti biologi, kimia, fisika dengan otak mereka yang luar biasa cerdasnya. Lalu tulisan mereka diterjemahkan dalam Bahasa Arab sehingga kaum muslim kagum kepada mereka karena belum pernah dibicarakan oleh kaum muslimin. Tetapi yang menjadi masalah adalah ketika para filsuf ini mulai berbicara tentang Teologi dan hanya mengandalkan kecerdasan otak mereka, sedangkan mereka tidak pernah mendengar penjelasan Nabi, sehingga pendapat mereka pun keliru dan hanya penuh dengan sangkaan. Ibnu jauzi berkata "Mereka bersendirian dalam akal mereka, dan mereka berbicara dalam persangkaan mereka, tanpa menengok ajaran para Nabi, akhirnya timbullah berbagai macam pendapat di kalangan mereka"Ketika berbicara ilmu ilmiah: para filsuf semua sependapatKetika berbicara tentang teologi: para filsuf banyak yang berbeda pendapat karena tidak punya landasan. A. AQIDAH FALASIFAH TENTANG PENCIPTAAda beberapa mazhab di kalangan mereka:1) DahriahBerpendapat pencipta tidak ada2) Pendapat Sokrates, Plato dan Aristoteles Mereka mengatakan "Alam tercipta dari sebab utama (Kausa Prima) dan Kausa prima tersebut azali bersama alam"Logika Iblis kepada mereka: bahwa kausa prima tersebut sangat sempurna sehingga akibatnya tidak boleh terlambat dan harus bersamaan.Bantahan:QS. Al Baqarah 117 قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ..."...Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, 'Jadilah!' Maka jadilah sesuatu itu."Ketika Allah mengatakan "Terjadi" langsung terjadi, tidak memerlukan sebab. Munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab, bukan kehendak kausa prima. Sehingga mereka menolak bahwa kausa prima ini mempunyai keinginan. Konsekuensi pemikiran ini: bahwa alam ini azali dan abadi. 3) Pencipta itu adaDalil mereka karena melihat alam ini muhdats (dari tidak ada menjadi ada). Khilaf tentang hakekat penciptaan tersebut:Alam sudah sempurna, sehingga Tuhan bunuh diriMakhluk terlalu hebat, sehingga Tuhan lemah hanya sekedar nontonTuhan menyebarkan dirinya ke seluruh alamB. ILMU PENCIPTA1) Falasifah Yunani Mengatakan bahwasanya pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya. Logika mereka: Tuhan Maha Sempurna dan tidak boleh berpikir kecuali yang sempurna yaitu dirinya semataBantahan:Logikanya aneh berarti makhluk lebih pintar dari aneh, karena makhluk memikirkan tuhannya dan hal lainnyaYANG TERPENGARUH OLEH LOGIKA INI:1) Ibnu Sina dia berpendapat:Allah mengetahui makhluk-makhlukNya secara "Kulli" (global) bukan terperinci. Syubhat logika Ibnu Sina-Makhluk berubah-ubah, ada yang buruk, sehingga tidak pantas Allah mengetahui makhlukNya2) Mu'tazilahMereka mengatakan bahwa Ilmu Allah dan qudrah Allah adalah dzatNya sendiriC. AQIDAH FALASIFAH TENTANG HARI KEBANGKITANMereka mengingkari kebangkitan jasad, mengingkari dikembalikan ruh ke jasad, dan mengingkari surga dan neraka. Ibnu Sina juga terpengaruh dengan pemikiran ini. II. TALBIS IBLIS TERHADAP PENYEMBAH BERHALAIblis mempengaruhi sekelompok manusia untuk meyakini bahwa benda-benda langit ada ruhnya dan gerakan-gerakan planet mempengaruhi pergerakan di muka bumi, sehingga mereka memiliki pengagungan terhadap benda-benda tersebut. Akhirnya mereka pun menyembah planet, matahari dan mengorbankan hewan, anak-anak untuk planet tersebut melalui patung-patung yang mereka buat. Jika ada orang yang meragukan untuk menyembah patung, Iblis memasuki pikiran mereka bahwa patung itu disembah untuk mendekatkan diri kepada Allah.Asal muasal penyembahan berhala:5 orang sholeh yang ketika meninggal, orang-orang membuat patung mereka agar ketika melihat patung tersebut, masyarakat semangat untuk beribadah. Lalu ketika waktu berlalu, muncul generasi berikutnya dan ilmu sudah dilupakan, muncullah syubhat syaithon yang mengatakan bahwa patung-patung tersebut disembah untuk mendekatkan diri kepada Allah.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
D
Dinda Anisya Rahma

📍 Kota Tegal

Ringkasan mater 3

Talbis Iblis #3 - Talbis Iblis Terhadap Filsuf Yunani & Penyembah BerhalaUstadz Dr. Firanda Andirja, M.AIbnu Jauzi telah menyinggung tentang pemikiran-pemikiran falasifah — bagaimana syaithon masuk kedalam pemikiran-pemikiran mereka, sehingga dalam berbicara melantur tentang ketuhanan.Ibnu Jauzi mengatakan, mereka falasifah ketika berbicara tentang teologi, mereka tidak memiliki landasan, kalau berbicara tentang perkara yang nampak oke, namun ketika berbicara tentang yang ghoib mereka melantur. Mereka bersendirian dalam otak mereka, akal dan pendapat mereka sesuai prsangka mereka tanpa melihat pendapat para nabi, yang akhirnya timbul berbagai macam pendapat di kalangan mereka.Para falasifah ketika berbicara tentang sesuatu (ilmu) yang nampak, mereke sepakat atau sependapat, namun ketika berbicara tentang ketuhanan karena tidak ada landasan mereka banyak khilaf.Contohnya selain membicarakan tentang ketuhanan adalah tentang ruh, ruh saja yang ada pada jasad kita, kitdak dapat menjelaskan bagaimana bentuknya, dan akan ada beribu-ribu pendapat mengenai ruh. Seperti firman Allah subhanahuwata’ala,َيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: ‘Ruh itu termasuk urusan Rabbku, dan tidaklah kalian diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (QS. Al Isra’: 85)Aqidah Falasifah tentang “Pencipta”Ada beberapa madzab dikalangan mereka :Dahriyah (Pencipta tidak ada), artinya mereka berpendapat alam ada tanpa ada pencipta.Pendapat Sakratos, platon, Arisokteles dari buku-buku mereka. Mereka mengatakan “Alam ini tercipta dari " العلة " atau “sebab pertama” (Kausa Prima). Kausa prima ini lah yang seakan berfungsi sebagai sebab penciptaan.- Kausa prima tsb azali bersama alam (sama-sama keberadaannya) karena sebab tsb sempurna sehingga akibatnya tidak boleh terlambat, harus bersamaan dengan sebab. Kalau dalam Islam:  “Dulu Allah sendirian tidak ada selain Allah subhanahuwata’ala. Dalilnya,ِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: ‘Jadilah!’ Maka terjadilah ia”. (QS. Yasin: 82)Ayat ini menunjukkan, ada sebab ada akibat. Akibat muncul belakangan setelah ada sebab. Langsung tanpa ada jeda. Namu kaum falasifah, mereka berpendapat sebab dan akibat ada bersamaan atau berdampingan atau persis berbarengan.Munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsukuensi dari sebab, bukan kehendak kausa prima. Mereka mengatakan sebab bukan berkehendak dalam menciptakan akibat. Artinya akibat alam semesta ini bukan terjadi karena keinginan kausa prima tetapi dia terjadi karena merupakan konsukuensi sempurnanya kausa prima tsb. Bukan karena Kausa Prima menghendaki alam tercipta, tetapi karena keberadaan Kausa Prima secara otomatis menghasilkan alam.c. Pencipta itu ada, namun tidak ada fungsinyaDalilnya karena kami melihat alam ini muhdats (dari tidak ada menjadi ada)Khilaf tentang pencipta tsb :Alam sudah sempurna, tuhan bunuh diri.Makhluk terlalu hebat. Tuhan lemah hanya nonton. Logika mereka kalau tuhan ada seharusnya tidak ada keburukan.Tuhan menyebar dirinya keseluruh alam (tuhan menyatu dengan alam).Ini semua merupakan akidah falasifah yang disampikan Ibnu Jauzi rahimahullahuta’ala, yang ini semua murni logika yang disusupkan oleh syaithon kedalam pemikiran kaum falasifah.Ibnu Jauzi juga menyebutkan dalam kitab talbis iblis mengenai Ilmullah, ilmu khaliqIlmu PenciptaFalasifah (Yunani) mengatakan, pencipta tidak berilmu kecuali hanya diri-Nya.Logikanya adalah Tuhan Maha Sempurna dan tidak boleh berfikir kecuali yang sempurna juga, yaitu diri-Nya sendiri.> Logika falasifah ini mempengaruhi Ibnu Sina. Ibnu Sina mengatakan bahwa Allah mengetahui makhluk-makhluk-Nya secara kulli (global), bukan terperinci. Logikanya Ibnu Sina : Makhluk itu berubah-ubah dan ada yang buruk tidak pantas, Allah memikirkan ini semuanya.> Logika falasifah ini juga mempengaruhi Muktazilah. Ilmu Allah dan qudrah Allah adalah dzat-Nya sendiri.Aqidah Falasifah, tentang hari kebangkitanMereka mengingkari kebangkitan jasad, dan mengingkari dikembalikan ruh ke jasad (Surga & Neraka Tidak Ada). Ibnu SIna terpengaruh : Tidak ada kebangkitan jasad, yang ada hanya kebangkitan ruh. Ini semua murni logika, karena logika mereka tidak sampai.Imam Ibnul Jauzi membahas talbis iblis terhadap orang-orang yang menyembah haikal-haikal (الهياكل), dalam filsafat dan sebagian agama kuno, haikal berarti: benda-benda di langit yang dianggap memiliki ruh disetiap bendanya. Misalnya matahari, memiliki pengaruh terhadap makhluk dimuka bumi ini, sehingga mereka membuat haikal-haikal yaitu bentuk sebagai penyambungan mereka dengan rohani- rohani yang ada di langit . Haikal adalah benda yang memiliki proyeksi terhadap benda-benda dilangit itu, yang mana iblis menanamkan pemikiran bahwa benda-benda di langit ada ruhnya. Ini disebut Ash Habul Hayā.Imam Ibnu Jauzi juga menyebutkan talbis iblis orang-orang penyembah terhadap berhala. Iblis kali ini masuk kepada kecenderungan manusia untuk melihat bentuk-bentuk yang indah sehingga akal dibuang, agar orang-orang terpengaruh terhadap bentuk-bentuk. Digambarkan kepada mereka, bahwasanya patung-patung ini adalah sesembahan yang punya pengaruh jika disembah. Dalilnya,ما نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى“Kami tidak meyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. (QS Az Zumar : 3)Asal muasal penyembahan terhadap berhala. Pada zaman kaum nabi Nuh, yang mana ada 5 orang sholih, yaitu Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr, yang mana ketika mereka meninggal orang-orang membuat patung yang menyerupai mereka untuk mengenai, namun lama-lama menjadi berhala untuk di sembah.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
S
Syifa’ Fauziah

📍 Kabupaten Lima Puluh Kota

Catatan Kajian Talbis Iblis #3

Catatan Kajian Talbis Iblis #3Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani dan Penyembah BerhalaRingkasan Bab 5 Kitab Talbis Iblis karya Ibnul JauziPendahuluanIbnul Jauzi menjelaskan bahwa salah satu tipu daya terbesar Iblis adalah menghiasi kesesatan dengan kemasan ilmu, logika, dan pemikiran yang tampak masuk akal. Akibatnya, sebagian manusia lebih mengutamakan akal daripada wahyu sehingga terjatuh dalam penyimpangan akidah.Talbis Iblis terhadap Kaum Filsafat YunaniSiapakah Kaum Filsafat?Tokoh-tokoh seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles dikenal sebagai pemikir besar dalam berbagai bidang ilmu. Namun ketika membahas perkara ketuhanan dan alam gaib, mereka menjadikan akal sebagai sumber utama tanpa bimbingan wahyu.Keterbatasan Akal dalam Masalah AkidahMenurut Ibnul Jauzi:Akal manusia memiliki batas.Perkara gaib tidak dapat diketahui hanya dengan logika.Ketika akal diposisikan di atas wahyu, akan muncul banyak perselisihan dan kesimpulan yang saling bertentangan.Allah menciptakan akal untuk memahami petunjuk-Nya, bukan untuk menggantikan wahyu.Tiga Pendapat Filsafat Yunani tentang Tuhan dan Alam Semesta1. Tidak Ada TuhanSebagian filosof berpendapat bahwa alam semesta ada dengan sendirinya tanpa pencipta. Mereka menolak keberadaan Tuhan sebagai pencipta alam.2. Teori Causa Prima (Sebab Pertama)Mereka mengakui adanya sebab pertama yang menjadi asal mula segala sesuatu, tetapi beranggapan bahwa alam semesta telah ada sejak dahulu bersama sebab pertama tersebut.Akibatnya mereka menolak penciptaan alam dari ketiadaan (creatio ex nihilo).3. Tuhan Ada tetapi Tidak AktifSebagian lainnya menganggap Tuhan hanya menjadi penyebab awal, kemudian tidak lagi mengatur alam semesta.Pandangan ini bertentangan dengan keyakinan Islam bahwa Allah senantiasa mengatur seluruh makhluk-Nya.Penyimpangan Filosof tentang AllahIbnul Jauzi menyebut beberapa kesalahan mendasar:1. Tuhan Bunuh DiriSebagian filosof menggambarkan Tuhan seolah menciptakan alam karena kekurangan atau kebutuhan tertentu.2. Tuhan LemahMereka menganggap Tuhan tidak mampu mengatur rincian urusan makhluk setelah menciptakan alam.3. PantheismeAda yang berkeyakinan bahwa Tuhan menyatu dengan alam semesta sehingga tidak ada pemisahan antara Pencipta dan ciptaan.Semua keyakinan tersebut bertentangan dengan tauhid yang diajarkan para nabi.Kesalahan tentang Ilmu AllahSebagian filosof berpendapat bahwa Allah hanya mengetahui perkara-perkara umum dan tidak mengetahui rincian kejadian pada makhluk.Padahal Allah berfirman bahwa Dia mengetahui segala sesuatu hingga perkara yang paling kecil sekalipun.Pengaruh kepada Sebagian Kelompok IslamPemikiran filsafat Yunani kemudian memengaruhi sebagian kelompok seperti:Mu’tazilahSebagian pengikut Ibnu SinaMereka menggunakan pendekatan filsafat dalam pembahasan sifat-sifat Allah sehingga menimbulkan berbagai penyimpangan akidah.Penolakan Kebangkitan JasmaniPara filosof menolak kebangkitan jasad pada Hari Kiamat dan hanya menerima kebangkitan ruh.Mereka menganggap jasad yang telah hancur tidak mungkin dikembalikan lagi.Ibnul Jauzi menegaskan bahwa keyakinan ini bertentangan dengan nash Al-Qur’an dan Sunnah yang menetapkan adanya kebangkitan jasmani dan ruhani.Talbis Iblis terhadap Penyembah Benda LangitSebelum muncul penyembahan berhala, sebagian manusia menyembah:MatahariBulanBintang-bintangPlanet-planetMereka meyakini benda-benda langit memiliki pengaruh terhadap nasib, rezeki, dan kehidupan manusia.Iblis menghiasi keyakinan ini hingga manusia melakukan ritual dan pengagungan kepada benda-benda langit tersebut.Talbis Iblis terhadap Penyembah BerhalaAwal Mula Penyembahan BerhalaIblis memanfaatkan kecenderungan manusia untuk mengagungkan orang-orang saleh.Awalnya patung dibuat hanya sebagai pengingat terhadap orang-orang saleh yang telah wafat. Namun seiring berjalannya waktu:Patung dihormati.Patung diagungkan.Patung dijadikan perantara ibadah.Patung akhirnya disembah.Inilah tahapan kesesatan yang dihiasi oleh Iblis.Penyebaran Berhala di Jazirah ArabMenurut riwayat yang disebut para ulama, penyembahan berhala di Jazirah Arab berkembang melalui pengaruh Amr bin Luhay yang membawa berhala dari Syam ke Makkah.Kemudian setiap kabilah memiliki berhala masing-masing yang mereka sembah dan mintai pertolongan.Kritik Ibnul Jauzi terhadap Penyembahan BerhalaIbnul Jauzi menegaskan bahwa berhala:Tidak dapat mendengar.Tidak dapat melihat.Tidak dapat memberi manfaat.Tidak dapat menolak mudarat.Menyembah sesuatu yang diciptakan merupakan bentuk kebodohan terbesar karena meninggalkan Sang Pencipta demi makhluk yang lemah.Pelajaran dan Hikmah1. Akal Memiliki BatasAkal adalah nikmat Allah yang besar, tetapi tidak mampu menjangkau seluruh perkara gaib.2. Wahyu adalah Sumber KebenaranDalam urusan akidah, wahyu harus menjadi rujukan utama.3. Penyimpangan Berawal dari Pengagungan BerlebihanBanyak kesyirikan bermula dari penghormatan yang melampaui batas kepada orang saleh.4. Iblis Menyesatkan Secara BertahapKesesatan jarang datang sekaligus, tetapi melalui langkah-langkah kecil yang tampak baik.5. Tauhid Harus Dijaga dengan IlmuSeorang muslim perlu mempelajari akidah yang benar agar tidak terpengaruh oleh syubhat pemikiran maupun tradisi yang menyimpang.KesimpulanBab ini menunjukkan bahwa tipu daya Iblis tidak hanya melalui hawa nafsu, tetapi juga melalui pemikiran dan keyakinan yang tampak ilmiah. Ketika manusia mendahulukan akal di atas wahyu, mereka mudah terjatuh dalam kesesatan sebagaimana yang terjadi pada sebagian filosof dan penyembah berhala. Keselamatan hanya dapat diraih dengan berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman para salaf umat ini.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
S
Sortha Nauli

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Ringakasan Bab 3 Talbis Iblis

TALBIS IBLIS bag.3Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani & penyembah Berhala.Al Iman Ibnu Jauzi menyebutkan bahwasanya Falasifa ini seperti Socrates, Plato, Aristoteles dll,mereka adl org cerdas yg membahas hal2 yg nampak spt kimia,biologi, fisika dg kecerdasan mereka. Kemudian pemikiran mereka ditulis dan di terjemahkan dlm bahasa arab pada zaman khalifah al ma'mun. Kaum muslimin pun terpukau dg pemikiran mereka ttg hal2 yg berhubungan dg dunia sec detail. Yang menjadi masalah adk ketika mereka membahas ttg Teologi/Ketuhanan, sementara mereka berpangku pada kecerdasan otak mereka.Tidak menyambut sinar kenabia/nurbuat. Mereka ingin memikirkan Tuhan secara merdeka, dan ini membuat kerancuan/ngawur krn otak mereka tidak mampu berbicara ttg Tuhan/di luar kemampuan mereka. Mereka terjebak dg dzun nun(persangkaan2)mereka, tak punya landasan. Tanpa menengok ajaran para Nabi. Ibnu Jauzi menambahkan, ketika para falasifa tsb membahas ttg perkara dunia, mereka rata2 sepakat. Tetapi ketika mulai membahas ttg Ketuhanan, mereka banyak khilaf nya,karena tdk ada landasan, akal nya mempunyai keterbatasan.AQIDAH FALASIFA tentang Pencipta ada beberapa Mahzab. Dahriah / Tuhan tidak ada.Alam ini tercipta dari Al ilah/sebab pertama/kausa prima, seakan2 kausa prima menjadi sbg Pencipta. Kausa prima tsb azali bersama alam, krn sebab tsb sempurna sehingga akibatnya tdk boleh terlambat harus bersamaan. Kemudian, munculnya akibat (alam) bukan trjadi krn keinginan kausa prima tp terjadi krn sempurna nya kausa prima,bukan kehendak kausa prima. KONSEKUENSINYA Alam adl Azali, dan alam abadi. Ini semua murni logika. Pencipta itu ada. Dalilny, kami melihat alam.itu muhdats (baru, dari ada menjadi tdk ada). Mereka pun khilaf ttg hakekat pencipta tsb. Ada 3 pendapat ttg masalah tsb, 1. Tuhan, ketika menciptakan, dia melihat ciptaannya sdh sempurna,dia takut ada perubahan maka Tuhan pun akan bunuh diri. 2. Tuhan lemah, mahluk terlalu hebat,Tuhan hanya menonton. 3, Tuhan menyebar diri nya ke seluruh alam. Ibnul Jauzi juga menyebutkan ttg masalah ilmu Tuhan/ Pencipta. Falasifa Yunani berpendapat bahwa Pencipta tdk berilmu kecuali hanya diri nya. Kenapa?krn Tuhan itu sempurna, tdk boleh memikirkan ttg yg tdk sempurna,ttg mahluknya. Logika nya Tuhan maha sempurna tdk boleh memikirkan kec yg sempurna juga yaitu diri nya sendiri. Ini cth logika yg dimasuki Iblis. Dan logika ini mempengaruhi Ibnu Sina. Namun, Ibnu Sina ada berbeda pendapat sedikit dg logika tsb,menurutnya Allah mengetahui mahluk2nya sec.kully/global bukan terperinci. Logika Ibnu Sina, mahluk itu berubah2 dan ada yg buruk,tdk pantas Allah memikirkan itu semua.Kemudian Ibnul Jauzi jg menyebutkan, logika ini jg mempengaruhi Muktazilah. Kelompok ini mengatakan bahwasanya, Ilmu Allah dan qudrah Allah adl dzat nya sendiri. Iblis masuk ke dalam ajaran filsafat ttg Tuhan tanpa ada nya sinar/petunjuk kenabian. Aqidah Falasifa ttg Hari KebangkitanJdi mereka mengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari dikembalikan ruh ke jasad. Sehingga mereka meyakini kalau surga dan neraka itu tdk ada. Ini mempengaruhi pemikiran Ibnu Sina،baginya tdk ada kebangkitan jasad.yg ada hanya kebangkitan ruh. Dan ini adl salah satu bentuk kekufuran.SUB BAB ; Talbis iblis thd orang2 yang menyembah haikal2 Ada sekelompok manusia yg meyakini di luar sana di planet2 di langit2 ada ruh nya yg ruh tsb menempati planet2 tsb. Dan planet2 tsb mempengaruhi alam ini. Planet2 teb ada ruh nya. Planet2 tsb memiliki proyeksi di atas muka bumi. Misal,planet A mirip dg hewan B,shg mereka membuat haikal2/bentuk. Jadi Iblis masuk membuat mereka memahami kl planet2 tsb ada ruh nya, dan semua yg terjadi di bumi terpengaruh dri gerakan ruh2 td. Dan proyeksi dari ruh2 tsb(yg ada di bumi) dijadikan tuk di ibadahi oleh mereka. Dan mereka membuat ritual/kurban2 agar kebaikan yg dtg dan keburukan bisa terhindar dr mereka.Kemudian Ibnul Jauzi jg menyebutkan Talbis Iblis thd Penyembah Berhala. Iblis masuk kpd kecenderungan manusia untuk melihat bentuk2 yg indah shg akal dibuang. Agar org2 terpengaruh thd bentuk2 kemudian digambarkan kpd mereka kalau patung2 ini adl sesembahan yg punya pengaruh kl disembah,untuk mendekatkan diri pada Alllah subhanahu wa ta'ala.Adapun asal muasal ttg penyembahan berhala ttg kisah Nabi Nuh, ada2 org shaleh yg mereka sll beribadah di satu tempat. Ketika mereka meninggal,org2 membangun patung dlm rangka untuk mengenang. Awalnya bukan tuk disembah, lama kelamaan ketika para generasi yg membangun patung2 tsb meninggal dunia, digantikan oleh generasi berikutnya dan ilmu sdh dilupakan dn tidak ada yg mendakwahkan ttg tauhid,akhir ya dtg lah syetan yg mengatakan patung2 itu di sembah untuk mendekatkan kalian pada Allah, akhirnya patung itu disembah. Kemudian berkembanglah sampai ke Jazirah Arab sampai ke Quraish yg dibawa oleh seorg yg bernama Amr Bin Nufail al khuzai. Dan ini semua adl tipuan syetan bagi para penyembah berhala, bila mereka menyembah berhala tsb bisa mendekatkan mereka kpd Allah subhanahu wa ta'ala.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
N
NURLINDA HARMAIN

📍 Kota Palu

Talbis iblis materi ke 3

Talbis iblis #3Karya imam ibnu jauzi rahimahullah ta’alaaaTentang orang-orang yg memiliki akidah yang menyimpang Aqidah falasifah tentang “ pencipta “ Ada beberapa madzhab 1.dahriah ( pencipta tidak ada )2.⁠alam tercipta dari العله sebab pertama (kausa prima) seakan” berfungsi sebagai sebab penciptaan . Kausa prima tersebut azali bersama alam krna sebab tersebut sempurna sehingga akibatnya tidak boleh terlambat harus bersamaan dengan sebab.Munculnya akibat( alam) dari sebab ada konsekuensi dari sebab,bukan kehendak kausa prima . Konsekuensi : -alam azali -alam abadi 1. Pencipta itu ada , dalilnya karna kami melihat alam ini muhdats ( dari tidak ada menjadi ada ) .khilaf tentang hakikat pencipta tersebut: -alam sudah sempurna Tuhan bunuh diri -makhluk terlalu hebat Tuhan lemah hanya nonton-Tuhan menyebar dirinya ke seluruh alam . Ilmu pencipta 1. Falasifah Yunani “ pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya” logika nya Tuhan maha sempurna dan tidak boleh mikir kecuali yang sempurna juga yaitu dirinya semata . Qoidah ini mempengaruhi ibnu sina dengan logika “ Allah mengetahui makhluk-makhluk nya secara kulliy (global)bukan terperinci “Syubhat logika ibnu sina makhluk itu berubah ubah dan ada yg buruk tidak pantas Allah mikir ini semuanya .1. Muktazilah “ ilmu Allah dan qudroh Allah adalah dzatnya sendiri “Bagaimana filsafat iblis masuk dalam pemikiran filsafat karna dia memikirkan tentang Tuhan tanpa adanya petunjuk dari kenabian ajaran nabi jadi secara logika liar masing-masing punya logika. Aqidah falasifah tentang hari kebangkitan - mereka mengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari dikembalikan roh ke jasad . Surga dan neraka tidak ada ibnu sina terpengaruh “ tidak ada kebangkitan jasad yang ada hanya kebangkitan ruh “ karna ini ibnu sina di kafirkan .

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis Iblis #3 - Talbis Iblis Terhadap Filsuf Yunani & Penyembah Berhala - Ust Dr. Firanda Andirja

Talbis Iblis #3 - Talbis Iblis Terhadap Filsuf Yunani & Penyembah Berhala - Ust Dr. Firanda AndirjaInti Masalah Filsuf YunaniMereka sangat jenius dalam sains, tetapi sesat dalam teologi (ilmu ketuhanan). Akal manusia terbatas dan tidak bisa menjangkau hal gaib (seperti Tuhan, penciptaan, dan ruh) tanpa hidayah. Akibatnya, mereka terjebak pada logika sendiri dan mudah ditipu iblis.Kesesatan Utama Para Filsuf & Tipu Daya Iblis1. Konsep Pencipta yang KeliruAteis: Menganggap Tuhan tidak ada (Dahriyah).Menyamakan Tuhan dengan Alam: Menganggap Tuhan sebatas "Sebab Pertama" yang muncul bersama alam semesta (Plato & Aristoteles).Merendahkan Tuhan: Menganggap Tuhan menciptakan alam lalu menjadi lemah, bunuh diri, atau menyatu dengan semesta.Faktanya dalam Islam: Allah Maha Kuasa, menciptakan segalanya cukup dengan "Kun Fayakun".2. Meragukan Ilmu TuhanAristoteles: Meyakini Tuhan hanya berilmu dan memikirkan tentang Diri-Nya sendiri.Ibnu Sina: Terpengaruh filsafat Yunani, ia berpendapat Tuhan hanya mengetahui hal-hal besar secara global, tidak mengetahui detail terperinci karena makhluk itu berubah-ubah.Faktanya dalam Islam: Allah Maha Mengetahui segala sesuatu hingga sedetail-detailnya, termasuk isi hati.3. Mengingkari Hari KebangkitanMereka menolak kebangkitan jasad, dan percaya bahwa hanya ruh yang dibangkitkan.Akibatnya, mereka tidak percaya pada wujud fisik surga dan neraka.4. Asal Mula Penyembahan Berhala (Tipu Daya Iblis)Berhala berawal dari zaman Nabi Nuh.Awalnya, manusia membuat patung hanya untuk mengenang orang-orang saleh yang sudah wafat.Seiring berjalannya waktu dan hilangnya ilmu tauhid, iblis menipu generasi selanjutnya untuk menjadikan patung tersebut sebagai sesembahan atau "perantara" untuk menyembah Tuhan.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
E
Ela septiana yusira

📍 Kota Tangerang

Talbis Iblis Terhadap Filsuf Yunani & Penyembah Berhala

Para ahli filsuf Yunani saat berbicara tentang sains mereka begitu bisa karena itu nampak dan logika bisa memahami itu, namun saat berbicara tentnga teologi sesuatu tidak terlihat mereka hanya mengandalkan akal tanpa menyambut kenabian sehingga mereka hanya berbicara dengan persangkaan akhirnya mereka ngawur dan sesat aqidah falasifah tentang “pencipta” ada beberapa mahzab dikalangan mereka:1. dahriah : pencipta tidak ada. alam terjadi begitu saja tanpa ada pencipta 2. alam tercipta dari illah atau sebab pertama (kausa prima) tokohnya adalah socrates dan aristoteles. seakan-akan kausa prima yang berfungsi sebagai tuhan sebab penciptaan. - kausa prima tersebut azali bersama alam. karena sebab tersebut sempurna sehingga akibatnya tidak boleh terlambat harus bersamaan dengan sebab. artinya mereka berpikiran bahwa azali itu sudah ada bersamaan dengan adanya alam. karena alam adalah konsekuensi dari kesempurnaan sebab.Padahal bagi Allah “kun fa ya kun” artinya akibat muncul belakangan tidak disebabkan sebab. - munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab. alam azali adalah alam yang juga abadi sehingga matahari sudah ada dan tidak akan menghilang. Padahal dalam islam, Allah yang ingin menciptakan alam. Allah memiliki keinginan dan tujuan. 3. pencipta itu ada. dalilnya adalah karena kami melihat alam ini muhdats (dari tidak ada menjadi ada) seperti tumbuhan dari tidak ada menjadi ada. khilaf tentang hakekat penciptaan tersebut karena mengamati saat orang akan tenggelam dan meminta tolong pada Tuhan namun tidak ditolong, maka dari sini tampak bahwa Tuhan tidak ada. pendapat pertama: alam sudah sempurna Tuhan bunuh diripendapat kedua: Tuhan menciptakan makhluk terlalu hebat sehingga Tuhan lemah hanya nonton karena Tuhan tidak bisa mengatur lagi. karena mengamati bahwa adanya keburukan di bumi dan Tuhan tidak bertindakpendapat ketiga: Tuhan menyebar dirinya ke seluruh alam. artinya Tuhan menyatu dengan alam. Ilmu Pencipta 1. Falasifah Yunani berpendapat bahwa pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya karena Tuhan sempurna ia hanya memikirkan tentang dirinya sehingga tidak memikirkan penciptaaNya yang penuh kesalahan. Ini adalah bentuk talbis iblis pada pemikiran. padahal dalam islam Allah adalah Maha Mengetahui bahkan sehelai daun jatuh, isi hati manusia dan hewan melata yang tidak dapat mencari rezeki Allah yang memikirkan itu. ibnu sina terpengaruh dengan logika ini yaitu Allah mengetahui makhluk-makhlukNya secara kulliy (global) bukan terperinci. logika ibnu sina adalah makhluk itu berubah-ubah dan ada yang buruk dan tidak pantas Allah memikirkan ini semua - mempengaruhi muktazilah yaitu ilmu Allah dan qudroh Allah adalah dzatNya sendiri. Iblis masuk dalam pemikiran filsafat karena tidak bimbing oleh cahaya wahyu dari Nabi. logika itu liar sehingga hasilnya pemikiran yang tidak benar Aqidah Falasyifah tentang hari kebangkitan mereka mengingkari hari kebangkitan jasad dan mengingkari dikembalikannya roh ke jasad. mereka meyakini bahwa surga dan neraka tidak ada ibnu sina terpengaruh di tulis dalam kitabnya bahwa tidak ada kebangkitan jasad. yang ada hanya kebangkitan ruh. karena secara logika jasad bisa hilang dan berubah bentuk dengan dimakan oleh makhluk lain sehingga tidak bisa bila disatukan kembali.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
S
Safira luvy

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Rangkuman kajian Talbis Iblis Ustadz Firanda Hari ke 3

Talbis Iblis Terhadap Filsuf Yunani & Penyembah Berhala - Ust Dr. Firanda Andirja1. Talbis Iblis Terhadap Kaum Filsuf (Falasifah)Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa para filsuf Yunani (seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles) adalah orang-orang yang sangat cerdas dalam ilmu duniawi seperti biologi, kimia, dan fisika. Namun, mereka terjebak saat masuk ke ranah teologi karena beberapa hal: ◦ Mengandalkan Akal Semata : Mereka berusaha memikirkan Tuhan hanya dengan logika otak tanpa mencari petunjuk atau Sinar Kenabian atau Nurun Nubuwwah. Akal manusia memiliki keterbatasan dan tidak mampu menjangkau perkara gaib secara detail. ◦ Berbicara dengan Persangkaan : Karena tidak memiliki landasan wahyu untuk perkara gaib, mereka hanya berbicara berdasarkan asumsi, yang akhirnya memicu banyak perselisihan pendapat di antara mereka sendiri. ◦ Penganalogian yang Salah: Mereka mencoba menganalogikan perkara gaib (seperti Tuhan atau ruh) dengan perkara yang terlihat, yang secara logika tidak nyambung dan berujung pada kesimpulan yang ngawur.2. Mazhab-Mazhab Filsuf Mengenai PenciptaDalam pembahasan ketuhanan, para filsuf terbagi ke dalam beberapa kelompok yang semuanya menyimpang:• Kelompok Dahriyah: Mereka berpendapat bahwa Tuhan itu tidak ada dan alam semesta terjadi begitu saja.• Kelompok Causa Prima (Sebab Utama): Mereka menetapkan adanya sebab utama (Tuhan), namun beranggapan bahwa alam semesta bersifat Azali atau selalu ada bersamaan dengan sebab tersebut. Mereka menolak konsep bahwa Tuhan menciptakan alam dari tiada menjadi ada melalui kehendak-Nya.• Kelompok yang Menolak Fungsi Tuhan: Beberapa berpendapat bahwa Tuhan itu ada, namun setelah menciptakan alam semesta Tuhan "bunuh diri", lemah atau menyatu dengan alam.3. Pandangan Filsuf Tentang Ilmu Tuhan.Setan menipu para filsuf sehingga mereka beranggapan bahwa:Tuhan hanya mengetahui diri-Nya sendiri karena dianggap "Sempurna", dan tidak pantas memikirkan makhluk yang penuh kekurangan. Ini adalah logika yang keliru, karena dalam Islam, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu secara detail, sekecil apa pun.4. Pengingkaran Terhadap Kebangkitan JasadPara filsuf dan pengikutnya mengingkari hari kebangkitan jasad di akhirat karena keterbatasan logika mereka yang tidak mampu membayangkan bagaimana jasad yang sudah hancur bisa kembali utuh.Dalam Islam, hal ini adalah kekufuran, karena Allah Maha Mampu menghidupkan kembali manusia dari debu.5. Talbis Iblis Terhadap Penyembah BerhalaIbnul Jauzi juga menjelaskan asal-usul penyembahan berhala yang merupakan tipu daya setan:• Awal Mula : Berhala dibuat awalnya bukan untuk disembah, melainkan sebagai sarana untuk mengenang orang-orang saleh agar masyarakat lebih giat beribadah kepada Allah.• Pergeseran Makna : Setelah generasi berganti dan ilmu tauhid hilang, setan membisikkan agar patung-patung tersebut disembah sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah.• Keanehan Logika : Banyak dari mereka yang akhirnya menyembah batu atau pasir yang mereka pahat sendiri. Mereka menyembah sesuatu yang bahkan tidak memiliki kaki untuk berjalan atau mata untuk melihat, yang secara akal sangat tidak masuk akal.Kesimpulan:Inti dari kajian ini adalah peringatan bahwa kejeniusan intelektual dalam ilmu duniawi tidak menjamin seseorang selamat dalam perkara akidah. Ketika akal manusia berusaha memaksakan diri membahas perkara gaib tanpa bimbingan wahyu (Al-Qur'an dan Sunnah), maka setan dengan mudah akan memasukkan tipu daya melalui logika-logika liar yang menyesatkan.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
R
Regita Dwi Ananda

📍 Kota Bandung

Talbis iblis-3

Talbis Iblis-3Karya imam ibnu jauziTalbis iblis terhadap kaum filasafat yunani dan org org yg mengikuti ahli filasafat yunaniFalasifa adalah org yang sangat dan mereka menulis hal hal yg nampak. Seperti biologi, kimia, fisika dengan kecerdasannya. Pemikiran mereka tersebut dituangkan dalam buku buku yg mereka tulis dan bahkan diterjemahkan dalam bahasa arab terutama di zaman khalifah al makmun. Sehingga kaum muslimin terpesona, kagum oleh pemikiran org org falasifa yg luar biasa. Artinya hal hal ini belum pernah dibicarakan oleh kaum muslimin tentang hal hal yg begitu detail, tentang perkara duniaYang jadi masalah ketika mereka kemudian berbicara tentang teologi, tentang ketuhanan, sementara mereka berpangku kepada kecerdasan otak mereka, mereka tidak menyambut sinar kenabian, mereka tidak melihat penjelasan para nabi, para rosul. Mereka ingin memikirkan tentang tuhan secara istiqlal/merdeka. Akhirnya mereka pun ngawur, karna otaknya diluar kemampuan untuk berbicara tentang tuhan. Kita hanya bisa menangkap tentang tuhan secara global, tuhan itu ada, tuhan itu maha kuasa, maha dahsyat dan yg lainnya. Tetapi secara detail tentang tuhan itu bagaimana, proses penciptaan bagaimana, ini semua tidak bisa di duga duga, oleh karenanya mereka terjebak dengan fikiran mereka. Org org filasafa ini ketika mereka berbicara tentang teologi mereka tidak punya landasan. Dan akhirnya mereka  hanya berbicara dengan persangkaan persangkaan.Ibnu jauzi : "merka bersendirian dalam otak mereka,  akal merka, pendapat mereka, dan berbicara hanya sekedar konsekuensi dari persangkaan persangkaan mereka tanpa menengok kepada ajakan ajaran para nabi akhirnya timbullah berbagai macam pendapat di kalangan mereka.Ketika kaum falasifah tidak punya landasan mereka berbicara sekedar persangkaan persangkaan akhirnya mereka ngawur, dan mereka berselisih dengan selisihan yang sangat banyak.❌ Aqidah menyimpang Falasifah tentang "pencipta" ada beberapa madzhab :Duhriah "pencipta tidak ada"Alam tercipta dari "Al illah" sebab pertama (kausa prima) seakan akan berfungsi sebagai sebab penciptaan. - Kausa prima tersebat datang bersama alam/keberadaan nya sama. Karena sebab tersebut sempurna sehingga akibatnya tidak boleh terlambat, harus bersamaan dengan sebab. - munculnya akibat alam dari sebab adalah konsekuensi dari sebab, bukan kuasa prima. Konsekuensi : alam azali, alam juga abadiPencipta itu ada , dalilnya karena kami melihat alam ini muhdats (dari tidak ada menjadi ada) mereka khilaf tentang hakikat pencipta tersebut, dan pendapat yg pertama, akan sudah sempurna Tuhan bunuh diri, pendapat yg kedua makhluk terlalu hebat, Tuhan lemah hanya nonton, pendapat yg ketiga Tuhan menyebar dirinya ke seluruh alam.❌Ilmu penciptaFalasifa Yunani : pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya. Ibnu sina terjebak dengan logika filasafat yunani ini, Allah mengetahui makhluk nya secara global bukan terperinci. Dan filasafat yunani ini juga mempengaruhi muktazilah ilmu Allah dan qudrah Allah adalah saat nya sendiri❌Aqidah filasafat tentNg hari kebangkitan :Mereka mengingkari kebangkitan dan mengingkari dikembalikan ruh ke jasad "tidak ada surga dan neraka"Talbis iblis terhadap orang orang yg menyembah haikalIblis masuk membuat neraka bahwasanya benda benda langit itu ada ruh ruh nya. Gerakan gerakan planet tersebut memiliki pengaruh di alam semesta. Dan apa yg terjadi di bumi dipengaruhi dengan gerakan gerakan ruh tersebut.Talbis iblis terhadap penyembahan berhalaIblis masuk kepada kecintaan terhadap bentuk, sehingga akal dibuang agar orang orang terpengaruh pada bentuk bentuk. Jika ada sebagian mereka yg menggunakan akal mereka bahwasanya "kok bisa kita memang patung?" maka iblis menguasai lagi dengan berkata yg kalian sembah ini adalah untuk mendekatkan kalian kepada Allah ﷻ sebagaimana pernyataan orang orang musyrikin yg Allah abadikan dan dalam Al-Quran mereka berkata "kami tidak menyembah sesembahan ini kecuali untuk mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat dekatnya"

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
F
Fiedningsih

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tablis iblis #3

TABLIS IBLIS #3TABLIS IBLIS TERHADAP FILSUF YUNANI & PENYEMBAH BERHALAUstadz DR.FIRANDA ANDIRJA, M.AAl Imam Ibnu Jawzi menyebutkan bahwasanya Falasifah ini seperti  Socrates, Plato, Aristoteles,Lotumis, dan lainnya mereka adalah orang yang sangat cerdas dan mereka menulis tentang perkara-perkara yang nampak yaitu Biologi,Kimia,atau Fisika.Sehingga kaum muslim kagum terhadap pemikiran orang-orang Falasifah yang luar biasa.Hal-hal ini belum dibicarakan oleh kaum muslimin.Yang jadi masalah ketika mereka berbicara tentang ketuhanan, sementara mereka berpangku pada kecerdasan otak mereka, dan mereka tidak menyambut sinar kenabian,mereka tidak berusaha mendengarkan penjelasan para Nabi ,para Anbiya,para Rasul. Mereka ingin memikirkan Tuhan secara merdeka,akhirnya pemikiran mereka ngawur,karena mereka berbicara di luar kemampuan. Mereka berbicara tentang Tuhan tidak punya landasan untuk di analogikan.Mereka bersendirian dengan pendapat dan otaknya, mereka berbicara dengan persangkaan mereka tanpa melihat kepada ajaran Nabi.AQIDAH FALASIFAH TENTANG PENCIPTAAda beberapa mazhab1️⃣Dahriah Alam terjadi begitu saja tanpa ada pencipta2️⃣Alam tercipta dari Al Ilah yaitu : 📍kausa prima seakan-akan berfungsi sebagai sebab penciptaan   Kausa prima tersebut datang bersamaan dengan alam karena sebab tersebut sempurna sehingga  akibatnya tidak boleh terlambat harus bersamaan dengan sebab 📍munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab,Bukan kehendak kausa         Kausa prima ➡️ konsekuensi nya alam azali, alam abadi3️⃣Pencipta itu ada karena mereka melihat alam muhdats (dari tidak ada menjadi ada)     Mereka khilaf tentang hakikat pencipta : 🩸Alam sudah sempurna, Tuhan bunuh diri 🩸makhluk terlalu hebat, Tuhan lemah hanya nonton 🩸Tuhan menyebar dirinya ke seluruh alamILMU PECIPTA MENURUT FALASIFAH1️⃣Falasifah Yunani mengatakan pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya     ➡️Logikanya: Tuhan maha sempurna dan tidak boleh mikir kecuali yang sempurna juga yaitu dirinya semata      Yang terpengaruh oleh logika ini : 🍄Ibnu sina : Allah mengetahui makhluknya secara global, makhluk berubah-Ubah dan ada yang buruk maka Allah tidak pantas memikirkan ini semuanya 🍄Muktazilah : ilmu Allah  dan qudrah Allah adalah zat Nya sendiriAQIDAH FALASIFAH TENTANG HARI KEBANGKITAN💢Mereka mengingkari kebangkitan jasad dan dikembalikannya ruh ke jasad💢Surga dan neraka tidak ada    Tablis Iblis tentang orang yang menyembah haikal-haikal (bentuk-bentuk)💢mereka mengatakan benda-benda langit menyerupai makhluk💢mereka membuat benda-benda di bumi untuk diiBadahi💢mereka menyediakan qurban kepada benda tertentuTABLIS IBLIS TERHADAP PENYEMBAH BERHALA🔺Iblis masuk kepada kecenderungan manusia untuk melihat suatu bentuk yang indah,sehingga akaL dibuang agar orang-orang terpengaruh kepada bentuk-bentuk. Kemudian di gambarkan bahwa inI adalah sesembahan ,jadi akan mendekatkan diri kepada Allah ﷻ🔺Seperti kisah Nabi Nuh, orang soleh yang meninggal dibuatkan patung untuk mengenang kebaikan mereka🔺Berjalannya waktu, ilmu sudah dilupakan, setan mengatakan bahwa patung ini disembah untuK mendekatkan diri kepada Allah🔺Di bawa ke Jazirah Arab pertama oleh Amr bin Luhay Al KhuzaiBeberapa Berhala🩸Hubal 🩸Manat🩸Al lata 🩸isaf dan na’ilah🩸Al UzzaKarena senangnya menyembah  patung, mereka kemana-mana bawa patungBerhala ini lambang dari orang yang mereka anggap soleh

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
A
Aniza

📍 Kota Depok

Talbis iblis #3

KAJIAN KITABTALBIS IBLIS #3TERHADAP FILSUF YUNANI DAN PENYEMBAH BERHALAoleh : Ustdz Firanda AndirjaRabu, 3 Juni 2026================Falasifa adalah sebutan untuk filsuf yunani. Mereka cerdas dalam ilmu pengetahuan, seperti kimia, fisika, kedokteran. Sampai urusan ketuhanan pun mereka menggunakan logika mereka, gak berdasarkan risalah kenabian. Disinilah kaum falasifa terjerat talbis / tipuan iblis.=====AQIDAH FALASIFA 1. Dahriyah [ Pencipta itu tidak ada]2. Pencipta itu ada, tapi tidak ada fungsinya : - khilaf pertama : Tuhan sudah menciptakan, karena takut ciptaannya itu mengecewakan, maka tuhan bunuh diri.- khilaf kedua: Tuhan itu lemah, hanya bisa jadi penonton. Makhluk nya yang kuat - khilaf ketiga : tuhan menyebar ke seluruh alam.3. AL 'ILATA [alam dan pencipta terjadi secara bersamaan]Aqidah Falasifa tentang ILMU PENCIPTA :Tuhan sudah sempurna. Tidak boleh memikirkan makhluk yg penuh kekurangan.Aqidah Falasifa tentang Hari kebangkitan: Mengingkari kebangkitan jasad (di hari kiamat). Meyakini bahwa tidak ada surga dan neraka.====

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
A
Anna setyaningsih

📍 Kota Bekasi

Rangkuman BAB 3

📖 TALBIS IBLIS – BAB 3Tipu Daya Iblis terhadap Filsuf Yunani dan Penyembah BerhalaMukadimahImam Ibnul Jauzi رحمه الله menjelaskan bahwa iblis memiliki banyak cara untuk menyesatkan manusia. Tidak hanya orang awam, bahkan orang-orang yang terkenal cerdas dan berilmu pun dapat terjerumus apabila tidak berpegang kepada wahyu. Di antara kelompok yang berhasil diperdaya iblis adalah para filsuf Yunani, penyembah haikal, dan para penyembah berhala.1. Talbis Iblis terhadap Para Filsuf YunaniKecerdasan MerekaPara filsuf Yunani seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles dikenal memiliki kecerdasan luar biasa. Mereka banyak berbicara tentang ilmu-ilmu dunia seperti matematika, fisika, biologi, dan berbagai cabang pengetahuan lainnya.Dalam urusan dunia, banyak pendapat mereka yang menunjukkan kecerdasan dan ketelitian berpikir.Kesalahan MerekaNamun ketika membahas perkara ketuhanan dan perkara gaib, mereka tidak mau tunduk kepada wahyu. Mereka hanya mengandalkan logika dan akal semata.Padahal akal manusia memiliki batas, sedangkan perkara gaib hanya dapat diketahui melalui wahyu yang diturunkan Allah kepada para nabi dan rasul.Karena itulah, meskipun mereka cerdas, mereka tetap terjatuh dalam kesesatan.Bentuk Penyimpangan MerekaBeberapa keyakinan menyimpang yang muncul akibat penggunaan akal tanpa bimbingan wahyu antara lain:Menganggap Allah tidak mengetahui secara rinci keadaan makhluk-Nya.Menganggap Allah hanya mengetahui perkara besar dan umum.Mengingkari kebangkitan jasad pada hari kiamat.Meyakini bahwa yang dibangkitkan hanyalah ruh semata.Pemikiran seperti ini lahir karena mereka mendahulukan akal daripada petunjuk para nabi.PelajaranKecerdasan bukan jaminan seseorang mendapat hidayah. Sebab hidayah hanya diperoleh dengan mengikuti wahyu Allah.2. Talbis Iblis terhadap Penyembah HaikalApa Itu Haikal?Haikal adalah bangunan, patung, atau bentuk tertentu yang dibuat sebagai simbol benda-benda langit seperti matahari, bulan, dan bintang.Sebagian manusia dahulu meyakini bahwa benda-benda langit memiliki ruh dan pengaruh terhadap kehidupan manusia.Awal KesesatanIblis menghiasi keyakinan tersebut sehingga mereka membuat patung-patung yang melambangkan benda langit.Patung-patung itu dijadikan sarana ibadah, tempat meminta pertolongan, mencari keberuntungan, dan menolak keburukan.Lambat laun manusia mulai menggantungkan hati mereka kepada benda-benda tersebut.Kesalahan BesarMereka mengira benda langit memiliki kekuasaan untuk memberi manfaat dan menolak mudarat, padahal semua itu hanyalah milik Allah semata.Dengan cara inilah iblis berhasil mengeluarkan manusia dari tauhid menuju kesyirikan.3. Talbis Iblis terhadap Penyembah BerhalaAwal Munculnya BerhalaPada mulanya, penyembahan berhala tidak langsung terjadi.Biasanya bermula dari rasa hormat kepada orang-orang saleh yang telah meninggal dunia. Untuk mengenang mereka, dibuatlah patung atau gambar.Generasi pertama masih mengetahui tujuan pembuatan patung tersebut hanya sebagai pengingat.Namun setelah waktu berlalu dan ilmu semakin berkurang, iblis mulai membisikkan kesesatan kepada generasi berikutnya.Akhirnya patung yang semula hanya simbol berubah menjadi sesembahan.Syubhat yang Ditanamkan IblisIblis membisikkan kepada mereka:"Kami tidak menyembah berhala ini secara langsung, tetapi hanya menjadikannya sebagai perantara agar lebih dekat kepada Allah."Inilah syubhat yang dahulu juga digunakan oleh kaum musyrikin Arab.Padahal Allah memerintahkan manusia untuk beribadah langsung kepada-Nya tanpa perantara yang disembah.Kekonyolan Penyembahan BerhalaPenyembahan berhala merupakan bentuk kesesatan yang sangat nyata.Manusia yang dapat melihat, mendengar, berbicara, dan bergerak justru menyembah benda mati yang dibuat oleh tangannya sendiri.Berhala tidak mampu mendengar doa, tidak mampu memberi manfaat, dan tidak mampu menolak bahaya.Namun karena talbis iblis, manusia menganggapnya sebagai sesuatu yang suci dan layak disembah.✨ Fawaid dan Pelajaran PentingAkal adalah nikmat besar, tetapi harus tunduk kepada wahyu.Perkara gaib tidak bisa diketahui hanya dengan logika manusia.Kesyirikan sering berawal dari pengagungan yang berlebihan terhadap orang saleh.Iblis menyesatkan manusia secara bertahap, bukan sekaligus.Syubhat yang tampak baik dapat menjadi pintu kesesatan apabila tidak diukur dengan Al-Qur'an dan Sunnah.Tauhid yang benar adalah beribadah hanya kepada Allah tanpa perantara yang disembah.Keselamatan seorang muslim terletak pada mengikuti petunjuk para nabi dan menjauhi segala bentuk kesyirikan.📝 Kesimpulan:Talbis iblis terhadap para filsuf Yunani, penyembah haikal, dan penyembah berhala menunjukkan bahwa kesesatan dapat menimpa siapa saja. Ada yang tersesat karena terlalu mengagungkan akal, ada yang tersesat karena mengagungkan benda langit, dan ada pula yang tersesat karena berlebihan dalam menghormati orang saleh. Jalan keselamatan hanyalah dengan berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para salafus shalih.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →