📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman ke-3 Materi Talbis Iblis

Tablis Iblis 3 " Tablis Iblis Terhadap Para Filsuf Yunani dan Penyembah Berhala"🎙️ Ustadz Dr. Firanda Andira M.A.Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa falasifah, mereka adalah orang-orang yang sangat cerdas dan mereka menulis perkara-perkara yang nampak seperti biologi, kimia, fisika dengan otak mereka yang luar biasa cerdasnya. Tetapi yang menjadi masalah ketika mereka berbicara tentang teologi (ketuhanan). Mereka berpangku kepada kecerdasan otak dan tindak menyambut sinar kenabian. Mereka tidak bisa berusaha melihat penjelasan para nabi, para ambiyah, para rasul dan mereka ingin memikirkan tentang tuhan secara Istiqlal (merdeka). Orang-orang falasifah ketika mereka berbicara tentang teologi mereka tidak punya landasan yang mau dijadikan landasan untuk dianalogikan. Sehingga mereka akhirnya berbicara dengan prasangka-prasangka. Akhirnya mereka ngawur dan mereka berselisih paham yang sangat banyak. Aqidah falasifah tenteng "pencipta" ada beberapa mazhab dikalangan mereka: Dahriyah : Pencipta tidak ada. Alam terjadi begitu saja tanpa ada pencipta. Alam ini tercipta dari sebab pertama (kausa prima) dimana sesuatu yang sangat simpel dan statis. Sehingga mereka mengatakan kausa prima inilah yang seakan-akan berfungsi sebagai sebab pencitaan. Alam dan kausa prima sama-sama keberadaannya. Hanya ini sebab dan akibat tetapi sebab dan akibat itu keberadaannya sama. Dan ini disebut dengan pemikiran tangki damualam. Jadi mereka mengatakan akibat alam semesta ini bukan terjadi karena keinginan dari kausa prima tetapi dia terjadi merupakan konsekuensi dari sempurnanya kausa prima tersebut yang mengkonsekuensikan adanya alam. Dan ini adalah syuhbat. Konsekuensinya alam ini azali (pasti ada). Pencipta itu ada. Dalilnya karena mereka melihat alam ini muhdats dari tidak ada menjadi ada. Tetapi mereka menjadi bimbang sebab ketika ada seseorang di lautan tenggelam kemudian meminta tolong pada tuhannya, dia tidak ditolong. Jadi seakan-akan tuhan tidak ada. Logika mereka menunjukkan tuhan itu ada tetapi kenyataannya itu Tuhan tidak ada. Sehingga mereka mulai khilaf tentang penciptaan tersebut. Ada tiga pendapat:✓ Tuhan tersebut ketika menciptakan dia melihat ciptaannya sudah sempurna. Dia takut nanti ada perubahan maka diapun bunuh diri. Jadi alam sudah sempurna, tuhan bunuh diri.✓ Tuhan menciptakan makhluk terlalu hebat, Tuhan hanya menonton.✓ Tuhan menyebar dirinya keseluruhan alam. Ini semua aqidah falasifah Yunani dan ini murni hanya sekedar logika. Iblis memainkan logika mereka. Mereka tidak punya cahaya kenabian untuk memikirkan tentang tuhan, akal mereka tidak mampu. Ibnul Jauzi juga menyebutkan dalam kitabnya talbis iblis tentang masalah ilmu-ilmu tuhan atau ilmu pencipta. Falasifah Yunani mengatakan bahwasanya pencipta tidak berilmu kecuali dirinya. Karena tuhan itu sempurna, tuhan tidak boleh memikirkan kecuali yang sempurna. Maka dia tidak boleh memikirkan makhluknya yang penuh dengan kekurangan. Maka yang dia pikirkan dirinya sendiri. ◾Aqidah Falasifah Tentang Hari Kebangkitan.Mereka mengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari dikembalikan ruh ke jasad. Sehingga mereka mengatakan surga dan neraka tidak ada. ◾Talbis Iblis Tentang Orang Yang Menyembah Haikal-Haikal. Ada sekolah manusia yang mereka meyakini bahwasanya benda-benda langit di alam (planet) tersebut ada ruhnya. Gerakan-gerakan planet lain mempengaruhi terjadinya peristiwa-peristiwa alam ini. Sehingga mereka memiliki pengagungan terhadap benda-benda langit. Benda langit tersebut mempunyai proyeksi di atas muka bumi sesuai dengan khayalan mereka. Sehingga mereka membuat haikal-haikal atau bentuk-bentuk di atas bumi ini untuk mereka ibadah sebagai bentuk penyembahan mereka dengan rohani-rohani yang ada di langit. ◾Talbis Iblis Terhadap Para Penyembah  BerhalaIblis kali ini masuk kepada kecintaan terhadap bentuk. Kecenderungan manusia untuk melihat suatu bentuk-bentuk yang indah sehingga akal dibuang sama sekali. Akal dibuang agar orang-orang terpengaruh kepada bentuk-bentuk kemudian digambarkan kepada mereka bahwasanya patung-patung ini adalah sesembahan yang punya pengaruh jika disembah. Kalau ada sebagian mereka menggunakan akalnya maka iblis menghiasi lagi dengan berkata 'yang kalian sembah ini untuk mendekatkan kalian kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala'. Sebagaimana pernyataan orang-orang musyrikin yang Allah abadikan dalam al-qur'an "Kami tidak menyembah sembahan-sembahan kami kecil untuk mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Orang-orang kafir itu ahli dalam perkara dunia tetapi kalau berbicara soal aqidah mereka tidak jalan. Mereka tau keindahan dunia tetapi akhirat mereka lalai.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
A
Amika Aspar

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis Iblis #3

Talbis Iblis #3 - Talbis Iblis Terhadap Filsuf Yunani & Penyembah BerhalaKitab "Talbis Iblis"Ditulis oleh Imam Ibnul Jauzi rahimahullaah Ta'alaDibahas oleh Ustadz Firanda Andirja (YouTube channel @FirandaAndirjaOfficial)===Masih lanjutan dari Bab 5,1. Talbis Iblis terhadap Kaum Falasifah (Ahli Filsafat Yunani) dan PengikutnyaImam Ibnul Jauzi menjelaskan bagaimana setan masuk ke dalam pemikiran para filsuf dunia (seperti Socrates, Plato, Aristoteles, dll). * Penyebab Tergelincir: Para filsuf ini adalah orang-orang yang sangat cerdas dalam perkara hissiyah (yang nampak/materi) seperti ilmu biologi, kimia, dan fisika. Namun, mereka ngawur ketika berbicara tentang Teologi (Ketuhanan) karena hanya mengandalkan kecerdasan otak semata dan menolak Sinar Kenabian (Nurun Nubuwwah). * Keterbatasan Akal: Akal secara global tahu Tuhan itu ada dan Mahakuasa, tetapi akal tidak akan mampu menjangkau rincian sifat-sifat Allah tanpa bimbingan wahyu. * Analogi Ruh & Jin: Jangankan zat Allah, manusia saja tidak ada yang bisa menjelaskan secara ilmiah tentang hakikat ruh (meski ada dalam jasad sendiri) atau bagaimana mekanisme jin merasuki manusia. Jika manusia memaksakan akalnya, mereka hanya akan berbicara dengan zhun (persangkaan/dugaan) yang melahirkan ribuan perpecahan.Tiga Mazhab Utama Filsafat tentang Tuhan: 1. Dahlia (Ateis): Mengklaim bahwa Tuhan itu tidak ada dan alam semesta terjadi begitu saja. 2. Kausa Prima (Sebab Utama): Meyakini adanya sebab pertama yang statis. Namun, mereka meyakini Alam Semesta itu Azali (Qadim/Terdahulu) bersama Kausa Prima karena menganggap sebab yang sempurna harus memunculkan akibat secara berbarengan tanpa jeda. Mereka juga menolak Kausa Prima memiliki kehendak, melainkan alam terwujud hanya sebagai konsekuensi eksistensinya. 3. Tuhan Ada, Tapi... (Agama Logika): Mereka secara logika tahu Pencipta itu ada karena melihat alam ini muhdats (baru/berubah). Namun, saat tertimpa musibah dan doa mereka tidak langsung dikabulkan, mereka buntu lalu memunculkan 3 sub-opini yang menyimpang: * Tuhan menciptakan alam dengan sempurna lalu memilih bunuh diri karena tugas-Nya selesai. * Tuhan itu lemah dan sekarang hanya menonton alam semesta karena sistem hukum alam (sunnatullah) sudah berjalan sendiri. * Tuhan menyatu dan menyebarkan diri-Nya ke seluruh alam (Pantheisme/Wihdatul Wujud).Sifat Ilmu Tuhan & Hari Kebangkitan menurut Filsuf: * Ilmu Allah: Aristoteles mengklaim Pencipta hanya tahu tentang diri-Nya sendiri karena Dia Mahasempurna dan tidak pantas memikirkan makhluk yang penuh kekurangan. Syubhat ini memengaruhi Ibnu Sina yang kemudian berpendapat bahwa Allah hanya tahu makhluk secara kulli (global), bukan terperinci (juz'i). Pemikiran ini juga merembet ke sekte Mu'tazilah. * Hari Kebangkitan: Kaum filsuf dan Ibnu Sina mengingkari kebangkitan jasad dan mengklaim yang bangkit hanya ruh. Logika pendek mereka menolak jasad yang telah hancur, membusuk, atau dimakan hewan bisa disatukan kembali (dianggap kafir oleh Imam Al-Ghazali karena menyamai kafir Quraisy).2. Talbis Iblis terhadap Ashabul Haikal (Penyembah Benda Langit) * Keyakinan Menyimpang: Mereka meyakini planet dan benda-benda langit memiliki ruh seperti manusia, dan setiap pergerakan bintang/planet memengaruhi takdir serta peristiwa di bumi. * Praktik Kesyirikan: Mereka membuat Haikal (simbol/proyeksi bentuk planet di bumi) berupa patung-patung untuk diibadahi demi menyambung hubungan dengan ruh di langit. Mereka bahkan tega menumbalkan anak-anak kecil yang suci dan tak berdosa untuk dipersembahkan kepada matahari.3. Talbis Iblis terhadap Para Penyembah Berhala (Abadatil Ashnam)Setan melumpuhkan fungsi akal sehat manusia dengan memanfaatkan kecenderungan mereka yang menyukai bentuk visual/keindahan (seni patung). * Syubhat Pembenaran: Saat ditegur mengapa menyembah patung yang dibuat sendiri, setan membisikkan syubhat: Kami tidak menyembah patung ini, melainkan menjadikannya perantara untuk mendekatkan diri sesedekah-sedekahnya kepada Allah (Sesuai QS. Az-Zumar: 3). * Asal-Muasal Berhala (Kaum Nabi Nuh): Berhala awalnya dibuat bukan untuk disembah, melainkan sebagai patung monumen untuk mengenang kesalehan orang shalih (Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, Nasra). Namun setelah generasi tersebut wafat dan ilmu tauhid lenyap, setan membalikkan fungsi patung tersebut menjadi sesembahan. * Masuknya Berhala ke Jazirah Arab: Dibawa oleh Amr bin Luhay al-Khuza'i (pemimpin kabilah Khuza'ah di Mekah). Dia mengimpor berhala dari negeri Syam ke Mekah karena terpesona melihat orang Syam menyembahnya. Sejak itu, berhala seperti Hubal (di Ka'bah), Lata (di Thaif), Uzza, dan Manat mulai menjamur. * Kisah Isaf dan Nailah: Dua sejoli dari Yaman yang berzina di dalam Ka'bah lalu dikutuk Allah menjadi batu. Awalnya patung mereka dipajang di luar Ka'bah sebagai peringatan (ibrah), namun seiring berjalannya waktu, dibisiki setan hingga akhirnya disembah oleh kaum musyrikin. * Kekonyolan Penyembah Berhala: Mereka sangat candu menyembah batu. Jika bepergian dan lupa membawa patung, mereka akan mencari 4 batu di jalan; 1 batu terbaik dijadikan Tuhan, 3 sisanya dijadikan tungku masak. Jika tidak ada batu, mereka menumpuk pasir, menyiramnya dengan susu, lalu melakukan tawaf di sekelilingnya.Kesimpulan Kajian (Peringatan Al-Qur'an):Allah Ta'ala mencela habis kesyirikan ini dengan logika yang mutlak: "Bagaimana mungkin manusia menyembah patung yang dipahat oleh tangan mereka sendiri? Manusia yang menyembah memiliki mata, telinga, tangan, dan kaki, sedangkan berhala tidak punya apa-apa."Hal ini selaras dengan QS. Ar-Rum: 7, bahwa orang-orang kafir itu sangat genius, detail, dan canggih dalam urusan teknologi dan sains duniawi (Ya'lamuna zhahiran minal hayatid dunya), tetapi giliran berbicara tentang akidah, ketuhanan, dan akhirat, otak mereka benar-benar tumpul dan tidak berjalan karena tidak mau dibimbing oleh wahyu para Nabi.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Talbis Iblis #3 Kaum Filsuf, Penyembah Langit, dan Penyembah Berhala

Catatan Kajian Kitab Talbis Iblis — Bab 5 (Bagian 2)Pemateri: Ust. Dr. Firanda Andirja, M.A.Tema: Talbis Iblis terhadap Kaum Filsuf, Penyembah Langit, dan Penyembah Berhala1. Talbis Iblis terhadap Kaum Filosof (Al-Falasifah)Pembahasan ini merupakan kelanjutan dari Bab 5, spesifik pada subjudul Dzikru Talbisihi 'ala Al-Falasifah wa Tabi'ihiim (Penyebutan tentang Talbis Iblis terhadap kaum filosof Yunani dan para pengikutnya).Al-Imam Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa para filosof seperti Socrates, Plato, Aristoteles, dan Plotinus adalah orang-orang yang dikaruniai kecerdasan otak yang luar biasa. Mereka sangat genius ketika meneliti hal-hal yang bersifat empiris dan inderawi (hissiyah), seperti ilmu biologi, kimia, dan fisika. Buku-buku mereka kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab secara masif pada masa Khalifah Al-Ma'mun (Dinasti Abbasiyah), yang membuat banyak ilmuwan muslim kala itu terpesona.A. Cacat Logika Filsafat dalam Ranah TeologiTitik kehancuran kaum filosof terjadi ketika mereka mencoba membedah ranah teologi (ketuhanan) hanya dengan mengandalkan kecerdasan akal, serta mengabaikan cahaya wahyu nabi (Nurul Nubuwwah).Akal manusia hanya mampu menangkap keberadaan Tuhan secara global (kulli)—bahwa Tuhan itu ada, Maha Kuasa, dan Maha Dahsyat. Namun, akal tidak akan pernah bisa menebak detail sifat Tuhan dan cara Dia menciptakan alam tanpa bimbingan wahyu. Karena tidak memiliki landasan empiris untuk dianalogikan, pembahasan ketuhanan mereka akhirnya dipenuhi oleh prasangka (zhunnan) dan spekulasi liar.B. Analogi Keterbatasan Akal: Misteri Ruh dan JinUntuk memahami keterbatasan akal, kita tidak perlu melompat jauh ke zat Allah, cukup renungkan dua makhluk gaib yang dekat dengan kita:Misteri Ruh: Ruh berada di dalam jasad kita setiap hari, namun tidak ada satu pun pakar biologi atau fisika yang bisa menjelaskan dari unsur apa ruh dibuat, bagaimana bentuknya, atau bagaimana ia mengalir di dalam darah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:"Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, 'Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu tidak diberi ilmu melainkan sedikit'." (QS. Al-Isra': 85)Fenomena Jin: Secara sains, kita tidak bisa menjelaskan bagaimana jin bisa merasuki tubuh manusia, mengubah suara korban, atau menguasai otaknya. Pemateri menceritakan pengalaman pribadinya memiliki keponakan yang kesurupan jin, lalu mendadak bisa nembang (menyanyikan lagu) Jawa halus dan fasih berbahasa Jawa, padahal aslinya tidak bisa. Sains tidak punya rumusnya. Jika mengukur ruh dan jin saja akal manusia sudah angkat tangan, bagaimana mungkin mereka lancang mengukur Zat Sang Pencipta (Al-Khaliq) hanya dengan logika akal?C. Doktrin Keliru Kaum Filosof tentang TuhanAkibat mengandalkan logika yang liar, kaum filosof terpecah menjadi beberapa pendapat ekstrem mengenai Tuhan:Kelompok Materialis (Dahriyah): Mereka yang sama sekali menolak keberadaan Pencipta dan menganggap alam ada dengan sendirinya.Konsep Causa Prima (Al-Illah Al-Ula): Mayoritas filosof seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles sebenarnya menetapkan adanya "Sebab Pertama" (Tuhan) yang mereka sebut Causa Prima. Namun, mereka terjebak pada logika bahwa jika sebuah sebab itu "Maha Sempurna", maka akibat yang ditimbulkannya (yaitu alam semesta) tidak boleh terlambat dan harus ada bersamaan dengan sebab tersebut.Dampaknya: Mereka berkesimpulan bahwa alam semesta ini bersifat azali (qadim/tanpa permulaan) bersama Tuhan. Konsep ini menolak fakta bahwa alam diciptakan dari ketiadaan (minal 'adam).Menolak Kehendak Tuhan: Mereka mengklaim alam semesta lahir bukan karena kehendak atau keinginan Tuhan, melainkan hanya efek konsekuensi logis dari keberadaan zat Tuhan yang Mahasempurna. Bagi mereka, Tuhan tidak memiliki keinginan karena memiliki keinginan dianggap sebagai sebuah kekurangan.2. Syubhat Ibnu Sina: Sifat Ilmu Allah & Pengingkaran Hari AkhirPemikiran filsafat Yunani yang melenceng ini di kemudian hari memengaruhi beberapa pemikir muslim, salah satunya adalah Ibnu Sina.A. Syubhat tentang Ilmu AllahIblis membisikkan syubhat kepada para filosof Yunani bahwa Tuhan yang Mahasempurna hanya layak memikirkan hal-hal yang sempurna (yaitu diri-Nya sendiri), sehingga Tuhan tidak mengetahui makhluk-Nya yang penuh kekurangan.Ibnu Sina mencoba memodifikasi pemikiran ini agar terlihat agak islami. Beliau menyatakan: "Allah mengetahui makhluk-makhluk-Nya secara global (kulli), tetapi tidak mengetahui secara mendetail (juz'i)."Logika Ibnu Sina: Makhluk di dunia ini selalu berubah-ubah dan ada yang buruk. Tuhan tidak pantas memikirkan hal-hal detail yang berubah dan buruk tersebut.Bantahan: Pemikiran ini langsung dikafirkan oleh Al-Ghazali karena bertentangan dengan banyak ayat Al-Qur'an, di antaranya:" Dan tidak jatuh selembar daun pun melainkan Dia mengetahuinya..." (QS. Al-An'am: 59)Syubhat filsafat yang menuntut Tuhan harus "sederhana tanpa keragaman sifat" ini pula yang kelak merusak konsep asma wa sifat pada sekte Mu'tazilah dan Jahmiyah (yang menyatakan ilmu Allah adalah zat Allah itu sendiri).B. Pengingkaran Kebangkitan JasadKaum filosof Yunani, yang kemudian diikuti oleh Ibnu Sina dalam kitabnya Risalatul Adhawiyyah, secara tegas mengingkari adanya kebangkitan jasad di hari kiamat. Mereka mengklaim bahwa surga dan neraka fisik itu tidak ada; yang dibangkitkan kelak hanyalah ruh manusia saja.Logika Keliru Mereka: Mereka bingung membayangkan secara materi: Jika ada bagian tubuh manusia mati, lalu dimakan ikan hiu, kemudian ikan hiu tersebut ditangkap dan dimakan oleh manusia lain, bagaimana cara Allah memisahkan dan membangkitkan molekul jasad yang sudah saling bercampur tersebut?Bantahan: Ini adalah kekufuran yang sama persis dengan kaum musyrik Arab yang diabadikan dalam Surah Yasin (QS. 36:78-79). Bagi Allah Yang Maha Kuasa, mengembalikan jasad yang telah hancur menjadi debu adalah perkara yang sangat mudah melalui proses penumbuhan kembali yang telah Dia tetapkan.3. Kelompok Ketiga: Penyembah Benda Langit (Ashamal Haikal)Subbab berikutnya membahas tentang Dzikru Talbisihi 'ala Ashabil Haikal. Paham ini menyerang orang-orang yang meyakini bahwa benda-benda langit (matahari, bulan, bintang, dan planet-planet seperti Mars, Venus, Merkurius) memiliki ruh/nyawa yang mengatur takdir di bumi.Setan menipu mereka untuk membuat Haikal (simbol fisik/patung) di bumi sebagai proyeksi atau perwakilan dari ruh-ruh planet di langit tersebut. Akhirnya, mereka menyembah patung-patung tersebut dan melakukan berbagai ritual pengorbanan yang keji.Sebagai contoh, demi mengambil hati "Ruh Matahari" yang mereka anggap suci tanpa cacat, mereka tega menyembelih anak-anak kecil yang masih suci dan tidak berdosa sebagai tumbal di hadapan patung perwakilan matahari tersebut.4. Kelompok Keempat: Penyembah Berhala (Ashabul Ashnam)Iblis menyesatkan para penyembah berhala dengan memanfaatkan kecenderungan psikologis manusia yang menyukai visual, bentuk-bentuk yang indah, dan simbol yang tampak nyata, sehingga mereka mencampakkan akal sehat mereka sendiri.A. Asal-Mula Penyembahan BerhalaSebagaimana dikisahkan oleh Ibnu Abbas mengenai kaum Nabi Nuh alaihis salam, penyembahan berhala awalnya bermula dari niat yang baik. Ketika lima orang saleh (Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr) wafat, masyarakat membuat patung-patung mereka di tempat pengajian hanya untuk mengenang dan memotivasi diri agar rajin beribadah.Namun, ketika generasi pembuat patung itu telah mati dan ilmu tauhid mulai dilupakan, setan datang membisikkan kepada generasi penerus bahwa patung-patung orang saleh tersebut adalah tuhan yang harus disembah sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Allah mengabadikan argumen keliru mereka dalam Al-Qur'an:"Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya." (QS. Az-Zumar: 3)B. Masuknya Berhala ke Jazirah ArabPraktik syirik ini pertama kali diimpor ke kota Makkah oleh Amr bin Luhay Al-Khuza'i, seorang pemimpin suku Khuza'ah yang sangat ditaati. Saat melakukan perjalanan ke negeri Syam, ia melihat penduduk di sana menyembah berhala dan mengklaim bahwa berhala bisa mendatangkan hujan dan kemenangan. Amr bin Luhay lalu membawa berhala bernama Hubal ke Makkah dan memerintahkan kaum Quraisy untuk menyembah dan mengagungkannya di sekitar Ka'bah. Sejak saat itu, setiap kabilah Arab mulai memiliki berhalanya masing-masing, seperti Latta di Thaif, Uzza di Nakhlah, dan Manat di pesisir laut.C. Kisah Tragis Isaf dan Na'ilahDi antara berhala yang disembah di Makkah adalah Isaf dan Na'ilah. Sejarahnya, mereka adalah sepasang kekasih dari Yaman yang melakukan ibadah haji. Karena tidak bisa menahan syahwat saat suasana sepi, keduanya nekat melakukan zina di dalam Ka'bah. Allah langsung mengutuk mereka menjadi dua patung batu.Awalnya, kedua patung batu ini diletakkan di luar Ka'bah (satu di bukit Shafa, satu di bukit Marwah) sebagai peringatan bagi manusia agar tidak meniru perbuatan maksiat mereka. Namun, seiring berjalannya waktu dan hilangnya ilmu tauhid, Iblis memutarbalikkan fakta hingga akhirnya kedua patung pezina ini justru ikut disembah dan diusap-usap oleh kaum musyrikin saat melakukan thawaf.D. Degradasi Logika Penyembah PatungIblis berhasil membuat akal kaum musyrikin turun ke titik terendah dalam urusan ketuhanan:Jika mereka sedang melakukan perjalanan dan lupa membawa patung tuhan mereka, mereka akan mencari 4 buah batu di jalan. Satu batu yang paling bagus akan dijadikan "Tuhan", sedangkan 3 batu sisanya dijadikan sebagai tungku untuk memasak makanan.Jika mereka kehilangan batu tuhan mereka di tengah jalan, mereka akan saling berteriak, "Carilah tuhan baru kalian karena tuhan yang lama telah hilang!"Jika mereka tidak menemukan batu sama sekali, mereka akan mengumpulkan segundukan pasir, lalu menyiramnya dengan susu unta agar bisa dibentuk, kemudian mereka melakukan thawaf di sekeliling gundukan pasir susu tersebut.Al-Qur'an mematahkan kebodohan logika ini dengan tamparan keras:"Apakah mereka mempunyai kaki untuk berjalan, atau mempunyai tangan untuk memegang dengan kuat, atau mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? (Tentu tidak)..." (QS. Al-A'raf: 195)"Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat sendiri?" (QS. As-Saffat: 95)Kesimpulan Utama (Intisari untuk Murajaah)Puncak dari seluruh penyimpangan dalam Bab 5 ini dirangkum dengan sangat tepat oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Surah Ar-Rum:"Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedangkan tentang (kehidupan) akhirat mereka lalai." (QS. Ar-Rum: 7)Kaum filosof, ateis, dan manusia modern bisa memiliki kecerdasan luar biasa hingga mampu menciptakan teknologi tinggi dan menguasai ilmu duniawi secara detail. Namun, jika mereka mencampakkan petunjuk wahyu para nabi dan bersandar total pada logika akal, akal mereka mendadak akan lumpuh, konyol, dan tersesat jauh dalam urusan yang paling mendasar: yaitu mengenal Allah dan mentauhidkan-Nya.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026

Aqidah Falashifah

Aqidah Falashifah tentang "Pencipta"Terbagi‌Dahriyyah (Pencipta tidak ada) ‌Alam tercipta dari ( العلة / sebab pertama) Seakan-akan berfungsi sebagai sebab penciptaanMereka mengatakan bahwa alam semesta adalah azali / Qadim.Alam semesta adalah konsekuensi karena ada yang sempurna, kausaprima tidak memiliki keinginan. Alam adalah abadi (menurut mereka) Alam Pencipta ‌Falasifah Yunani"Pencipta tidak berilmu kecuali hanya diri-Nya"Logikanya, Tuhan itu sempurna dan tidak boleh mikir kecuali yg sempurna juga, yaitu dirinya sendiri. Karena makhluk itu tidak sempurna, Dan di zaman Romawi, mereka menganggap planet2 itu sebagai pembawa kesialan, makanya mereka mengorbankan anak2 suci dan bersih yg tidak berdosa untuk para sembahan dewa2 merekaما نعبدهم إلا ليقربونا إلى الله زلفى Mereka membuat patung untuk mengenang, namun syaithan menghiasi patung itu untuk mendekatkan diri kepada Allaah, maka akhirnya berhala itu disembah.Begitulah syaithan menghiasi segala maksiat, menunjukkan bahwa maksiat2 itu adalah kesesatan yg dibungkus ibadah dan kebaikan.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
N
Nur Fitri Yanuar Misilu

📍 Kota Gorontalo

Ringkasan Materi #3 “Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani & Penyembah Berhala”

Catatan Kajian Kitab Talbis IblisMateri #3 “Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani & Penyembah Berhala”Oleh Ustad Firanda Andirja hafidzahullahu(3 Juni 2026)(Lanjutan bahasan Bab 5)Penulis membuat subjudul “Penyebutan tentang talbis iblis kepada kaum filsafat Yunani dan para pengikutnya”Falasifah (socrates, plato, artistoteles) adalah orang-orang yg sangat cerdas. Mereka menulis perkara-perkara yg nampak (fisika, kimia, dsb). Hal-hal ini membuat orang-orang muslim terkagum. Yang keliru ketika mereka membahas Teologi (ilmu ketuhanan), membahas dengan akal mereka dan tidak mau melihat nubuwwah (penjelasan para nabi, rasul) hanya ingin membahas Tuhan secara merdeka. Akhirnya pembahasan mereka ngawur.Padahal jika kita membahas Tuhan secara detail, otak manusia tidak akan mampu. Mereka tidak berlandaskan apapun dalam membahas teori Tuhan. Padahal ketika berbicara tentang sesuatu yang ghoib, yang tidak bisa dianalogikan dengan perkara yang nampak, maka hal ini sulit. Akhirnya mereka hanya berbicara dengan dzhon (prasangka).Penulis berkata saat mereka membahas tentang ketuhanan, mereka banyak khilaf karena tidak banyak landasan dan otak manusia memiliki keterbatasan. Berbeda dengan ketika membahas ilmu pasti dan terlihat (fisika, kimia, biologi) mereka kebanyakan 1 kesepahaman.Kita tidak bisa menjelaskan bagaimana bentuk ruh, bagaimana dia beredar di dalam jasad, tidak ada yang tahu. Seperti dalam firman Allah, “Dan jika mereka bertanya kepadamu tentang ruh, maka ruh adalah urusan Rabbmu. Kalian tidak diberikan ilmu kecuali sedikit” – Surah Al-Isra ayat 85.Aqidah falasifah tentang TuhanAda 3 madzab/pendapat1. Dahriah (pencipta tidak ada)2. Mereka menetapkan alam ini tercipta dari sebab pertama (kausal prima). - Kausal ini yang mereka anggap berfungsi sebagai sebab penciptaan. Inilah syubhatnya dari iblis. Menganggap kausal ini sangat sempurna, azali bersama alam. Karena sebab itu sempurna, maka akibatnya tidak boleh terlambat. - Jika dalam Islam, kita berkeyakinan Allah lah yang mencipta. Allah hanya mengatakan jadi maka jadilah. ada sebab dan akibat, akibat ini muncul belakangan langsung tanpa ada jeda. Beda dengan orang falasifah, sebab dan akibat muncul berbarengan.- Munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab, bukan kehendak kausal prima. Mereka menolak kausal prima punya kehendak tertentu karena sudah sempurna. Inilah syubhatnya. Dianggap tuhan tidak melakukan apapun lagi karena tujuan tertentu. Konsekuensinya: alam azali (sejak azali sudah ada).- Mereka mengatakan kalau alam ini adalah abadi. Semua yang mereka katakan semuanya adalah murni logika dan bertentangan dengan akidah yang kita yakini. 3. Pencipta itu ada. Dalilnya karena kami melihat alam ini muhdats/baru, dari tidak ada menjadi ada. Namun merekapun khilaf tentang hakikat pencipta tersebut. Karena ada yang tenggelam, meminta tolong kepada Tuhan namun tidak ada yang menolong. Maka mereka berpendapat:a. Tuhan tersebut bunuh diri, karena menganggap apa yang diciptakan sudah sempurna dan tidak ingin ada perubahan lagi pada alam yang sudah diciptakan.b. Tuhan lemah. Tuhan menciptakan makhluk terlalu hebat dan tuhan hanya menonton saja, tidak mengatur lagi. sehingga ada yang meminta tolong ketika bencana, kejahatan, namun tidak ada yang menolong. Logika mereka, jika Tuhan ada maka tidak ada kejahatan.c. Tuhan menyebar dirinya ke seluruh alam/menyatu dengan alam.Ilmu Tuhan menurut ilmu filsafat1. Falasifah Yunani: menurut mereka pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya. Karena Tuhan itu sempurna. Syubhatnya: Tuhan tidak boleh memikirkan makhluk yang tidak sempurna, karena hanya dirinya sendiri yang sempurna. Tuhan tidak tahu pada apapun makhluknyaKeyakinan kita sebagai Islam: “Allah Maha Mengetahui semua yang Allah ciptakan.” “Tidak ada satupun daun yang jatuh kecuali Allah mengetahui”Allah mengurus makhluknya, banyak hewan melata yang tidak bisa mengurus rezekinya maka Allah yang mengurusnya.“Allah tahu lirikan mata dan apa yang disembunyikan dalam dada manusia”Semuanya Allah tahu. Tidak mungkin Allah yang Maha Sempurna tidak ada apa yang Dia ciptakan- Logika ini sedikit mempengaruhi Ibnu Sina. Dia mengatakan Allah mengetahui makhluk-makhlukNya secara kulli (global), bukan terperinci. Syubhat dia adalah: makhluk berubah-ubah dan ada yang buruk. Maka tidak pantas Allah memikirkan semua. Al Gazali mengkafirkan dia karena ini.- Logika ini juga mempengaruhi Mu’tazilah. Mereka berkata bahwa ilmu Allah dan qudrah Allah adalah zatNya sendiri.Akidah falasifah tentang hari kebangkitan. Mereka mengingkari kebangkitan jasad dan dikembalikan ruh ke jasad. Surga dan neraka tidak ada menurut mereka.Ibnu Sina terpengaruh dengan pemikiran ini. Menurutnya tidak ada kebangkitan jasad, yang ada hanya ruh. Karena ini pun beliau dikafirkan oleh Al Ghazali.Talbis iblis terhadap yang menyembah haikal-haikal/bentuk. Ada sekelompok manusia yang meyakini bahwa benda-benda langit (planet, bintang) ada ruhnya. Gerakan planet2 itu mempengaruhi apa yang terjadi di alam ini.- Menurut mereka, semua planet memiliki proyeksi bentuk di atas muka bumi. Planet A seperti hewan A, planet B seperti hewan B, dan seterusnya. akhirnya mereka menyembah planet-planet itu lewat hewan yang mereka anggap sebagai perwakilan dari planet tertentu, yang dapat menghubungkan mereka dengan planet di langit. _ Merekapun melakukan kurban yang diperuntukkan untuk planet itu. Misalnya matahari murni, maka mereka mengorbankan anak yang baru lahir. Mereka menganggap itu serupa dan bisa dijadikan korban dan dipersembahkan kepada matahari agar mendatangkan kebaikan dan dijauhkan dari keburukan.Talbis iblis terhadap penyembahan berhala. - Iblis mengambil kecednderungan manusia suka melihat bentuk-bentuk yang indah. Digambarkan kepada mereka bahwa patung itu memiliki pengaruh jika disembah - Syubhatnya dapat mendekatkan mereka kepada Allah. - Patung-patung orang sholeh yang sudah meninggal dibuat dengan tujuan untuk mengenang yang pada awalnya agar termotivasi untuk beribadah. Berjalannya waktu, kata Ibnu Abbas yang meriwayatkan hadits ini, datang generasi berikutnya yang tidak tahu asal-usul patung itu (dan karena tidak ada yang mendakwahkan tauhid), maka dibisikkan oleh syaitan untuk menyembah patung itu agar mendekatkan kepada Allah- Penyembahan berhala ini sampai ke jazirah arab, ke suku Quraisy. Dibawa oleh seorang bernama Ammar bi Luhay Al Khuza-i, pemimpin kaum Khuza’ah. Dia membawa berhala ke kota Mekah dan orang-orang menyembahnya. Di antara nama berhala: manat (di sahil bakhr), lata (di thoif), uzza (di wadi nakhla), hubal (di kakbah).Sampai ada berhala sejoli (Isaf dan Nailah) di Yaman namun tidak bisa bertemu. Merekapun berhaji dan berzina di dalam kakbah. Allah ubah mereka jadi patung. Namun dengan bisikan syaitan, merekapun disembah. Diminta diusap saat thawaf, mengundi nasib di depan patungnya. - Saking suka mereka menyembah patung, maka ke mana-mana mereka membawa patung. Bahkan jika mereka lupa “membawa patung/membawa tuhan”, maka dicarilah 4 batu. Jika ada 1 batu yg paling bagus, maka itu adalah tuhan. 3 sisanya dijadikan tungku untuk memasak. - Suatu saat pun ada seseorang yang kehilangan tuhan mereka saat di perjalanan. Maka mereka bilang carilah tuhan kamu yang baru karena tuhan telah hilang.Jika tidak dapat batu, mereka ambil pasir dan dikasih susu agar menjadi gundukan, mereka pun thawaf.- Logikanya kita harusnya menyembah yang menciptakan kita, bukan kita yang membuat sesuatu (patung), lalu itu disembah.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
E
Elsa Ulfah Hakim

📍 Luar Indonesia

Talbis Iblis 3: Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani dan Penyembahan Berhala

Talbis Iblis #3: Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani dan Penyembah BerhalaUstadz. Dr. Firanda AndirjaAl Imam Ibnul Jauzi rahimahullah menyebutkan bahwasannya falasifah seperti socrates, plato, aristoteles, dll, mereka adalah orang-orang yang sangat cerdas dan mereka menulis tentang hal-hal yang terkait dengan perkara-perkara hisiah yang nampak (biologi/kimia/fisika) kemudian tulisan-tulisan mereka dibukukan dan bahkan diterjemahkan ke dalam bahasa arab terutama di zaman khalifah al ma’mun. Sehingga kaum muslimin kagum dengan pemikiran falasifah tersebut. Hal ini dikarenakan sebelumnya belum pernah diperbincangkan oleh kaum muslimin tentang hal-hal yang begitu detail (perkara dunia, kimia, biologi, fisika), namun ternyata orang-orang Yunani sudah sampai membahas tentang hal itu. Tapi yang jadi masalah, ketika mereka berbicara tentang teologi, yaitu tentang ketuhanan, mereka hanya berpangku dengan kecerdasan otak mereka dan mereka tidak menyambut sinar kenabian. Pada akhirnya pemikiran mereka tidak benar tentang ketuhanan karena keterbatasan otak manusia yang hanya mengartikan Tuhan secara general saja. Hal-hal ketuhanan yang mendetail tidak bisa diduga-duga dengan pemikiran manusia sehingga mereka terjebak dengan prasangkanya sendiri.Al Imam Ibnul Jauzi berkata  orang-orang falasifah ini ketika berbicara tentang ketuhanan, mereka tidak memiliki landasan.Al imam Ibnul Jauzi berkata “Mereka bersendirian dalam otak, akal, dan pendapat mereka. Mereka berbicara hanya sekedar konsekuensi dari prasangka-prasangka mereka tanpa menengok ajaran-ajaran Nabi. Akhirnya, timbulah bermacam pendapat dikalangan mereka.Ketika falasifah membahas tentang yang nampak (biologi,fisika,kimia) rata-rata mereka sepakat, tetapi ketika mereka sudah berbicara tentang ketuhanan karena tidak ada landasan akhirnya mereka banyak khilaf karena akal manusia yang terbatas. Tidak perlu jauh membahas ketuhanan, contohnya saja ketika membahas tentang ruh yang ada di dalam jasad kita, yang selalu hadir bersama kita, kita tidak bisa menerangkan tentang asal, bentuk dan bagaimana peredaran ruh dalam jasad. Sehingga jika ada pakar biologi/fisika/kimia membicarakan tentang ruh akan ada banyak pendapaat karena tidak ada landasan untuk dijadikan pegangan untuk bisa berbicara tentang ruh. Allah berfirman: “Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (QS. Al-Isra:85). Berbicara ruh saja kita tidak memiliki kapasitas, bagaimana bisa untuk membicarakan tentang ketuhanan. Hal ini dikarenakan keterbatasannya kemampuan manusia dalam hal itu.Aqidah falasifah tentang “pencipta”, ada beberapa madzhab, yaitu:Dahriah, yaitu menganggap bahwa pencipta itu tidak ada. Alam terjadi begitu saja tanpa adanya pencipta.Socrates, Plato, Aristoteles, yaitu menganggap bahwa alam tercipta dari sebab pertama (al’ilah)/Kausa prima yang diartikan seakan-akan berfungsi sebab penciptaan.Kausa prima tersebut hadir bersama dengan alam dan keberadaanya sama karena sebab tersebut sempurna sehingga akibatnya tidak boleh terlambat dan harus bersamaan.Munculnya akibat (alam semesta) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab. Mereka mengatakan bahwa akibat alam semesta ini bukan terjadi karna keinginan kausa prima tapi terjadi karena konsekuensi dari sempurnanya kausa prima tersebut. Jadi alam adalah hasil dari konsekuensi adanya sebab yang sangat sempurna. Selain itu, mereka menganggap bahwa alam ini abadi dan ini semua adalah murni logika. Hal ini adalah syubhat yang dimasuki oleh iblis.Dari kalangan falasifah yang lain, mereka berpendapat bahwa pencipta itu ada. Dalilnya karena mereka melihat alam ini muhdats (baru) yang artinya dari tidak ada menjadi ada. Jadi sesuatu yang ada muhdatsnya maka pasti ada penciptanya. Tetapi mereka bimbang ketika ada seseorang di lautan dan mau tenggelam kemudian ia minta tolong kepada Tuhanya, namun ia tidak ditolong, sehingga keberadaan Tuhan ini menjadi masalah. Sehingga logika mereka menganggap Tuhan itu ada tapi pada kenyataannya Tuhan itu tidak ada sehingga mereka pun khilaf pendapat tentang hakikat pencipta tersebut.Ibnu Jauzi menyampaikan ada 3 pendapat dari pemikiran tersebut, yaitu:Tuhan tersebut ketika menciptakan, Ia melihat ciptaanNya sudah sempurna dan Ia takut nanti ada perubahan pada ciptaanNya maka Ia pun bunuh diri (Tuhan bunuh diri).Mereka mengatakan Tuhan lemah hanya mampu menyaksikan dan makhluklah yang terlalu hebat. Maksudnya mereka berpikir bahwa Tuhan sudah membuat sistem penciptaan kemudian hanya bisa menyaksikan saja tidak bisa mengatur ciptaanNya lagi, sehingga ada kejahatan dan bencana alam, Tuhan tidak bisa menolong. Jadi logika mereka berkata bahwa jika ada Tuhan seharusnya tidak ada lagi keburukan.Mereka menganggap Tuhan menyebarkan diriNya keseluruh alam (menyatu dengan alam).Ini semua adalah aqidah falasifah Yunani yang disampaikan oleh Ibnul Jauzi rahimahullah. Pendapat mereka adalah murni dari logika mereka, iblis memainkan logika mereka dan mereka tidak memiliki cahaya kenabian untuk memikirkan tentang Tuhan dan akal mereka tidak mampu dan menyebabkan kebuntuan sehingga mereka berselisih.Ibnul Jauzi juga menyebutkan dalam kitabnya tentang masalah ilmu Tuhan. Falasifah Yunani berpendapat bahwa pencipta tidak berilmu kecuali hanya diriNya. Mereka berpendapat demikian karena Tuhan itu sempurna, sehingga Tuhan tidak boleh memikirkan suatu hal kecuali yang sempurna pula. Maka dari itu, Tuhan tidak boleh memikirkan tentang makhlukNya yang penuh dengan kekurangan. Hal ini bertolak belakang dengan Islam karena Allah mengetahui semua yang Allah ciptakan. Tidak ada satu daun yang jatuh kecuali Allah mengetahuinya. Allah mengurus makhluknya, betapa banyak hewan melata yang Allah urus rezekinya. Semuanya Allah mengetahui.Logika filsafah ini mempengaruhi pemikiran Ibnu Sina. Ibnu Sina mengatakan bahwa Allah mengetahui makhluk-makhlukNya secara kulli (global) bukan terperinci. Logika Ibnu Sina yaitu, bahwa makhluk berubah-ubah dan ada yang buruk sehingga Allah tidak pantas memikirkan ini semua. Tentu hal ini bertentangan dengan banyak ayat Al-Qur’an. Karena hal ini Ibnu Sina dikafirkan oleh Al Ghazali.Selain itu logika filsafah ini mempengaruhi Muktazilah, ia mengatakan bahwa ilmu Allah dan qudrah Allah adalah zatNya sendiri karena Tuhan itu simple, tidak boleh terlihat beragam jadi Tuhan itu satu kesatuan. Tidak boleh mengatakan ilmu dan zat karena ilmu Allah itu adalah zatNya sendiri.Iblis masuk ke dalam pikiran filsafah karena mereka memikirkan tentang Tuhan tanpa ada petunjuk dari kenabian sehingga logika mereka liar dan masing-masing memiliki logika.Aqidah falasifah tentang hari kebangkitan, yaitu mereka mengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari tentang dikembalikannya ruh ke jasad dan mereka menganggap bahwa surga dan neraka itu tidak ada. Pemikiran ini juga mempengaruhi Ibnu Sina. Ibnu Sina berpendapat bahwa tidak ada kebangkitan jasad yang ada hanya kebangkitan ruh. Karena hal ini juga Ibnu Sina dikafirkan oleh Al Ghazali. Mengingkari kebangkitan ruh sama saja dengan pemikiran orang-orang musyrikin Arab dahulu yang Allah sebutkan pada QS. Yasin: 78, yaitu:“Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami dan dia lupa kepada kejadiannya, ia berkata, “siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?”Ibnul Jauzi membuat sub bab dengan judul tentang tablis iblis yang menyembah haikal-haikal. Maksudnya adalah mereka meyakini bahwasannya benda-benda langit tersebut ada ruhnya dan ruh-ruh tersebut menempati benda-benda langit tersebut sehingga gerakan-gerakan planet tersebut mempengaruhi terjadinya peristiwa-peristiwa di alam ini dan mereka memiliki pengagungan terhadap benda-benda langit tersebut. Mereka meyakini matahari, bintang, dan planet-planet memiliki proyeksi bentuk diatas bumi. Sehingga mereka membuat haikal-haikal/bentuk diatas muka bumi untuk diibadahi. Sebagai bentuk penyambungan mereka dengan ruhani-ruhani yang ada di langit. Mereka pun menyerahkan korban-korban seperti hewan, seorang anak dengan benda-benda langit melalui patung-patung yang mereka buat. Iblis masuk ke dalam pemikiran dan mereka memiliki pemahaman bahwa benda-benda langit memiliki ruh dan pergerakannya mempengaruhi kehidupan di bumi.Ibnul Jauzi selanjutnya membahas tentang talbis iblis terhadap penyembahan berhala. Iblis di pembahasan ini masuk kepada kecintaan terhadap bentuk sehingga membuat manusia memiliki kecenderungan dengan bentuk-bentuk yang indah. Sehingga akal dibuang sama sekali agar orang-orang terpengaruh terhadap bentuk-bentuk dan kemudian digambarkan kepada mereka bahwasannya patung-patung ini adalah sesembahan yang punya pengaruh untuk disembah. Jika sebagian mereka menggunakan akalnya bagaimana bisa menyembah patung? Disini Iblis menghiasi pikiran mereka dengan bahwasannya yang disembah ini untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sebagaimana pernyataan orang-orang musyrikin yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an, yaitu“… Kami tidak menyembah mereka, melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” (Qs. Az-Zumar:3)Asal muasal penyembahan berhala yaitu pada masa Nabi Nuh, yaitu ada 5 orang sholeh (Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr). Ketika mereka meninggal, orang-orang membangun patung untuk bisa mengenang dan memotivasi untuk beribadah kepada Allah. Patung-patung tersebut diberi nama dengan nama orang-orang sholeh tersebut,  namun lama kelamaan kata Ibnu ‘Abbas yang menceritakan kisah ini ketika para generasi yang membuat patung-patung tersebut meninggal dunia dan muncul generasi berikutnya dan ilmu sudah dilupakan, tidak adanya lagi ilmu tauhid, akhirnya setan datang dan patung-patung tersebut disembah.Penyembahan berhala ini kemudian berkembang ke jazirah Arab dan quraisy yang dibawa oleh seseorang bernama Amr bin Luhay Al-Khuza’i. Ia adalah seorang pemimpin dari bani Khuza’ah yang dulu sempat menguasai kota Mekkah. Suatu hari ia pergi ke negeri Syam kemudian ia mendapat berhala di sana dan orang-orang menyembah berhala dan dikatakan bahwa berhala tersebut bermanfaat maka ia akhirnya membawa ke kota Mekkah dan ia memanggil orang-orang untuk menyembah berhala tersebut. Akhirnya penyembahan berhala menjadi terkenal dan masing-masing kabilah memiliki berhala yang disembah.Allah mengatakan “bagaimana mereka menyembah berhala, apakah berhala-berhala tersebut punya kaki untuk berjalan? Kalian yang menyembah punya kaki untuk berjalan, punya mata untuk melihat, punya tangan untuk memukul, punya telinga untuk mendengar, berhala ga punya itu semua. Bagaimana kalian yang sempurna menyembah berhala yang tidak sempurna?”Allah juga berkata “bagaimana kalian menyembah sesuatu yang kalian pahat sendiri? “ logika seharusnya kita menyembah yang menciptakan kita, bukan menyembah apa yang kita ciptakan. Demikianlah akal yang tidak jalan.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Talbis Iblis Bagian Ke-3

TALBIS IBLIS 3Talbis Iblis Terhadap Para Filsuf Yunani dan Penyembah Berhala(Disyarahkan oleh Ustadz DR. Firanda Andirja, M.A. Hafidzahullah)Talbis Iblis Terhadap Kaum FilsufKelemahan logika para filsuf yunani (Socrates, Plato, Aristoteles) sangat cerdas dalam perkara duniawi (fisika, kimia, biologi, medis) namun mereka tersesat dalam membahas ketuhanan (teologi), karena mereka hanya mengandalkan akal tanpa bimbingan wahyu atau kenabian. Penyimpagan aqidah mereka:Menganggap alam semesta bersifat Azali (kekal bersama Tuhan) karena logika mereka tentang "sebab-akibat" yang keliru.Menganggap Tuhan tidak mengetahui rincian makhluk ciptaan-Nya, anggapan mereka Tuhan hanya mengetahui tentang diri-Nya atau hanya secara global.Mengingkari kebangkitan jasad pada hari kiamat.Talbis Iblis Terhadap Penyembah HaikalSekelompok manusia yang meyakini bahwasanya di langit (benda-benda langit: planet-planet, bulan, matahari, bintang dll), mereka meyakini semua itu ada ruhnya, seperti halnya ruh yang terdapat pada jasad manusia. Sehingga mereka memiliki pengagungan terhadap benda-benda langit tersebut. Mereka meyakini benda-benda langit tersebut memiliki proyeksi yang berbentuk dari apa yang ada di muka bumi. Sehingga akhirnya mereka membuat haikal-haikal (bentuk-bentuk), setan/iblis masuk kepada mereka untuk memahami dan percaya bahwa benda-benda langit ada ruh-ruhnya, dan gerakan-gerakan benda langit tersebut memiliki pengaruh di muka bumi/alam semesta. Haikal disini adalah proyeksi bentuk yang mereka pahami untuk mereka ibadahi, sebagai bentuk penyambungan mereka  dengan ruhani-ruhani yang ada di langit. Akhirnya mereka menjadi menyembah itu semua, lalu mereka memberikan korban-korban dengan harapan mendapatkan kebaikan atau terhindar dari keburukan.Talbis Iblis Terhadap Penyembah Berhala Iblis kali ini masuk kepada kecenderungan kecintaan manusia kepada bentuk-bentuk yang indah sehingga terbuangnya akal, agar orang-orang terpengaruh terhadap bentuk-bentuk, dan digambarkan kepada mereka bahwasanya patung-patung ini adalah sesembahan yang punya pengaruh kalau disembah. Sebagaimana pernyataan orang-orang musyrikin yang Allah abadikan dalam Al-Qur'an, mereka berkata: "Kami tidak menyembah sembahan-sembahan kami kecuali untuk mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Iblis membuat syubhat dengan menjebak mereka dengan hilangnya akal mereka, bahwasanya penyembahan tersebut dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Asal muasal penyembahan terjadi berawal dibuat untuk mengenang orang-orang shaleh, namun seiring berjalannya waktu, iblis membisikan agar patung-patung tersebut disembah, sebagai perantara mendekatkan diri kepada Allah ﷻ.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
G
Galuh Somara Sinaga

📍 Kota Madiun

Talbis Iblis-3 : Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani dan Penyembah Berhala

Talbis Iblis-3 : Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani dan Penyembah BerhalaUstadz Dr. Firanda Andirja, Lc, M.A.Falasifah seperti Socrates, Aristoteles, plato adalah orang yang sangat cerdas mereka menulis hal-hal yang tampak, seperti fisika, biologi, kimia, dan sejenisnya, sehingga kaum muslimin kagum dengan pemikiran mereka. Yang menjadi masalah ketika mereka berbicara tentang ketuhanan. Dgn kecerdasan mereka, mereka tidak menyambut sinar kenabian, tidak juga berusaha melihat penjelasan para nabi. Mereka ingin memikirkan tentang ketuhanan secara merdeka. Mereka tidak memiliki landasan untuk berbicara tentang ketuhanan. Ketika mereka berbicara tentang perkara dunia mereka bisa menganalogikannya karena perkara tsb adalah sesuatu yg tampak. Namun ketika mereka berbicara tentang ketuhanan maka mereka hanya berbicara sesuai persangkaan mereka saja.Imam Ibn al-Jauzi berkata: “mereka (falasifah) bersendirian dalam otak mereka dan akal mereka dan mereka berbicara hanya berdasarkan persangkaan-persangkaan mereka tanpa melihat pada ajaran-ajaran para nabi sehingga muncul berbagai pendapat di kalangan mereka.Akidah falasifah tentang pencipta.Ada beberapa madzhab di kalangan mereka:Dahriyah: pencipta tidak adaAlam tercipta dari “العلة" sebab pertama (kausa prima) yg seakan-akan berfungsi sbg sebab penciptaan. Kausa prima tsb azali bersama alam karena sebab tsb sempurna sehingga akibatnya tidak boleh terlambat harus bersamaan dgn sebab. Munculnya akibat (alam) adalah konsekuensi dari sebab bukan kehendak kausa prima. Konsekuensinya bagi mereka alam ini azali (sudah ada sejak awal); alam ini juga abadi.Pencipta itu ada, dalilnya kata mereka karena mereka melihat alam ini muhdats (baru, dari tidak ada menjadi ada). Mereka khilaf tentang hakikat pencipta tsb: 1. Alam sudah sempurna, tuhan pun bunuh diri; 2. Tuhan lemah karena makhluk terlalu hebat, tuhan hanya menonton; 3. Tuhan menyebar dirinya ke seluruh alam.Imam Ibn al-Jauzi juga menyebutkan tentang ilmu pencipta:Falasifah yunani menyatakan pencipta tidak berilmu kecuali hanya diri-Nya. Syubhatnya tuhan maha sempurna dan hanya boleh memikirkan yang sempurna pula yaitu, diri-Nya semata. Logika ini mempengaruhi Ibnu Sina, tapi beliau berpendapat Allah mengetahui tentang makhluk-Nya secara global dan tidak detail. Ini juga mempengaruhi muktazilah: ilmu dan qudrah Allah adalah dzatnya sendiri.Aqidah falasifah tentang hari kebangkitan:Mereka mengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari dikembalikannya ruh ke jasad. Mereka mengatakan surga dan neraka tidak ada. Ibnu Sina terpengaruh dgn mengatakan tidak ada kebangkitan jasad, yg ada hanya kebangkitan ruh. Pendapat mereka ini disebabkan logika mereka tidak sampai.Talbis Iblis thd orang yg menyembah haikal-haikal: Mereka berpendapat benda-benda langit (matahari, bulan, bintang, planet) ada ruhnya seperti ruh pada manusia. Sehingga mereka mengagungkan benda-benda langit tsb. Iblis memasuki pikiran mereka dan membuat mereka berpikir apa yg terjadi di bumi dipengaruhi oleh pergerakan ruh-ruh pada benda-benda langit teb. Benda-benda langit tsb memiliki perwakilan  makhluk-makhluk yg ada di bumi sehingga, misalnya hewan. Dari khayalan mereka tersebut mereka membuat haikal-haikal utk diibadahi.Talbis Iblis thd orang yg menyembah berhala:Iblis masuk kpd kecenderungan manusia mencintai bentuk-bentuk yg indah sehingga akal dibuang agar orang-orang terpengaruh pada bentuk-bentuk tsb. Iblis mempengaruhi mereka dgn mengatakan bahwa apa yg mereka sembah itu adalah utk mendekatkan diri mereka kepada Allah sebagaiman firman Allah qs Az-Zumar: 3.Allah taala berfirman:وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءَ مَا نَعۡبُدُهُمۡ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى ٱللَّهِ زُلۡفَىٰٓ“Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), "Kami tidak menyembah mereka, melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya"”. — QS. Az-Zumar: 3Bagaimana bisa mereka menyembah berhala-berhala, apakah berhala tsb memiliki kaki utk berjalan? Padahal kalian yg menyembah mereka saja memiliki kaki utk berjalan. Bagaimana kalian yg sempurna menyembah berhala yg tidak sempurna? Namun demikianlah akal mereka tidak jalan. Maka benarlah firman Allah:يَعۡلَمُونَ ظَٰهِرٗا مِّنَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَهُمۡ عَنِ ٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ غَٰفِلُونَ“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.— QS. Ar-Rūm: 7Orang-orang kafir begitu ahli dalam perkara dunia namun jika sudah berbicara tentang aqidah akal mereka tidak sampai. Inilah di antara tipuan setan sehingga menjadikan orang-orang menjadi penyembah berhala.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
K
khaira azwa putri ranaji

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

catatan TALBIS IBLIS #3: talbis iblis terhadap filsuf yunani dan penyembah berhala

TALBIS IBLIS #3: talbis iblis terhadap filsuf yunani dan penyembah berhala❇️aqidah falasifah tentang “pencipta”Ibnu al Jauzi menekankan bahwa para filsuf terdahulu adalah orang cerdas dalam urusan fisik (hissiyah) seperti biologi dan kimia, namun "ngawur" dalam urusan ketuhanan karenaakal vs wahyu ➡️Mereka hanya bersandar pada logika dan tidak mau melihat cahaya kenabian (نُورُ النُّبُوَّة). Akal manusia punya keterbatasan, bahkan untuk menjelaskan ruh saja manusia tidak mampu, apalagi menjelaskan tentang Pencipta.❇️ Keyakinan tentang Alam dan Tuhan    🌀Dahriyah: Kelompok yang menganggap Tuhan tidak ada dan alam terjadi begitu saja.    🌀Kausa Prima (Sebab Utama): Filsuf seperti Aristoteles menganggap Tuhan itu statis dan disebut Sebab Utama. Karena Tuhan itu "Sebab yang Sempurna," maka "Akibat" (alam semesta) harus muncul bersamaan dengan "Sebab". Akibatnya, mereka meyakini alam semesta itu ‘Azali (sudah ada sejak dahulu) bersama Tuhan, bukan diciptakan dari tiada menjadi ada.    🌀Pengetahuan Tuhan: Mereka (termasuk pengaruhnya ke Ibnu Sina) beranggapan Tuhan hanya mengetahui diri-Nya sendiri.Ibnu Sina berpendapat Tuhan tahu makhluk secara Global (Kulli), tapi tidak tahu secara Detail (Juz'iyyat) karena menganggap hal-hal yang berubah-ubah (makhluk) tidak pantas dipikirkan oleh Tuhan yang Maha Sempurna.❇️Mengingkari Kebangkitan JasadMereka tidak percaya jasad akan dibangkitkan kembali karena menurut logika mereka tidak mungkin tulang yang sudah hancur atau dimakan hewan bisa utuh lagi.🛐Tipu Daya terhadap Ashabul Haikal (Penyembah Benda Langit)Ruh di Langit: Mereka yakin planet dan bintang punya ruh yang mengatur kejadian di bumi.Proyeksi (Haikal): Karena planet-planet itu jauh, mereka membuat bentuk fisik atau Haikal(patung/kuil) di bumi sebagai perantara untuk menyembah ruh-ruh di langit tersebut.Kurban: Mereka memberikan persembahan (hewan bahkan anak kecil yang dianggap suci) untuk menyenangkan bintang-bintang tersebut.✴️Tipu Daya terhadap Penyembah Berhala🧑‍🧒‍🧒 Dalih Perantara (Zulfa): Iblis membisikkan bahwa mereka tidak menyembah patungnya, tapi patung itu adalah perantara agar mereka bisa lebih dekat kepada Allah.    ➡️Zaman Nabi Nuh: Awalnya membuat patung orang shalih (Wadd, Suwa, dll.) hanya untuk mengenang dan motivasi ibadah, tapi setelah generasinya berganti dan ilmu hilang, setan membisikkan untuk menyembah mereka.    ➡️Masuk ke Arab: Dibawa oleh Amr bin Luhay al-Khuza'i yang mengimpor berhala dari Syam ke Mekkah.Kekonyolan Logika: Ibnu al Jauzi mencontohkan betapa tidak masuk akalnya manusia menyembah apa yang mereka pahat sendiri. Ada orang Arab yang kalau tidak punya batu, mereka menumpuk pasir, menyiramnya dengan susu, lalu melakukan tawaf di sekeliling tumpukan itu.💠Poin Penting Ustaz FirandaBanyak orang mahir dalam teknologi dan urusan dunia, namun dalam urusan aqidah, otak mereka tidak jalan karena tertipu oleh logika liar Iblis dan meninggalkan tuntunan wahyu.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
N
Nunung Sair

📍 Kabupaten Halmahera Utara

Catatan kajian kitab talbis iblis #3

Materi: Kajian Kitab talbis iblis #3 "Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani & Penyembah Berhala"Pemateri: Ustadz Firanda Andirja, MA Falasifa adalah orang yang paling cerdas seperti Socrates, Aristoteles, Plato tapi mereka berbicara tentang teologi mereka tidak punya landasan. Akhiri mereka hanya berbicara dengan dzon atau persangkaan-persangkaan mereka saja. Aqidah falasifa tentang pencipta ada beberapa mazhab dikalangan mereka.1.Dahriah, pencipta tidak ada.2. Pendapat kwdua, Alam tercipta dari illah sebab pertama (kuasa prima). Kuasa prima datang bersama alam semesta.3. Pendapat ketiga, pencipta itu ada. Karena melihat alam ini baru, dari tidak ada menjadi ada. Tetapi kami jadi bimbang ketika seseorang tenggelam di lautan diq meminta tolong kepada Tuhan tapi tuhan tidak menolongnya.• Alam sudah sempurna tuhan bunuh diri• Makhluk terlalu hebat, Tuhan hanya nonton.• Tuhan menyatu dengan seluruh alam.Semua diatas adalah logika filusuf Yunani yang pemikirannya dimainkan oleh iblis dan mereka tidak punya cahaya kenabian.Ibnu zauji juga menyebutkan tentang masalah ilmu kholiq.Falasifa Yunani berpendapat dalam buku2 mereka seperti Aristoteles, Plato, Socrates yaitu:• Pencipta tidak berilmu kecuali dirinya.Ibnu Sina terpengaruh dengan logika ini. Logika ibnu Sina makhluk itu berubah rubah ada yang buruk, maka tidak pantas Allah memikirkan ini semua.Karena ini Imam Ghazali mengkafirkan ibnu sinar, karena ibnu sina mengatakan Allah hanya mengetahui makhluknya secara global tidak tahu secara detail tentang  ciptaan-Nya.• Mu'tazilah mengatakan ilmu Allah dan qudrah Allah karena dzat nya sendiri. Ilmu masuk dalam filsafat karena logika liar alias ngawur tanpa mengikuti petunjuk kenabian.Aqidah falasifaMereka mengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari dikembalikan ruh ke jasad.Sehingga mereka mengatakan surga dan neraka tidak ada.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
R
RISKA DESTIANTI

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

TALBIS IBLIS #3 - TALBIS IBLIS TERHADAP PARA FILSUF YUNANI DAN PENYEMBAH BERHALA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِTALBIS IBLIS TERHADAP FILSUF YUNANI DAN PENYEMBAH BERHALA kitab : Imam Ibnu Al-Jauzi PEMATERI : USTADZ FIRANDA ANDIRJA HAFIDZAHULLAH TA’ALA Melanjutkan pembahasan bab sebelumnya, sudah disinggung sebelumnya tentang para filsuf disini Imam Ibnu Al Jauzi  kembali mengulang tentang pemikiran-pemikiran filsuf. bagaimana syaitan masuk kedalam pikiran mereka sehingga mereka melantur dalam berbicara metodologi ketuhanan. Imam Jauzi menyebutkan bahwa para filsafat yunani: Socrates, Plato, Aristoteles mereka adalah orang orang yang sangat cerdas. mereka menulis dengan hal-hal yang terkait dengan perkara-perkara Hissi (yang nampak) biologi , kimia , fisika dengan otak mereka yang luar biasa cerdas nya, kemudian pemikiran-pemikiran mereka tersebut tertuang di dalam buku yang mereka tulis bahkan diterjemahkan ke dalam bahasa arab pada masa khalifah Al Makmun sehingga kaum muslimin terpesona, kagum untuk melihatnya pemikiran para Falasifa yang luar biasa, karena hal-hal ini belum pernah dibicarakan oleh orang-orang kaum muslimin. hal-hal yang begitu detail dengan perkara-perkara dunia, yang ternyata orang-orang yunani telah sampai tentang hal-hal tersebut. yang menjadi masalah adalah ketika mereka berbicara tentang teologi ketuhanan, sementara mereka berpaku dengan kecerdasan otak mereka dan mereka tidak menyambut sinar kenabian , mereka tidak berusaha melihat penjelasan para Nabi , para Anbiya, para Rasull. dan mereka ingin memikirkan tuhan secara merdeka. dan akhirnya mereka pun ngawur karena otaknya diluar kemampuan berbicara tentang Tuhan, otak kita hanya dapat menangkap tuhan itu secara global. akal kita dapat menerima secara global misal tuhan itu ada , tuhan itu maha dahsyat , tuhan itu penguasa dan lainnya namun akal kita tidak dapat mendetailkan bagaimana tentang tuhan itu , bagaimana tuhan menciptakan alam semesta ini. dan mereka menduga-duga oleh karena nya mereka terjebak dengan pemikiran mereka. Imam Ibnu Al Jauzi mengatakan, orang orang falasifa ini mereka ketika berbicara tentang teologi ini mereka tidak mempunyai landasan. jika mereka berbicara sesuatu yang hissi yang nampak mereka mampu , namun dalam berbicara sesuatu yang dzohir yang tidak nampak yang tak bisa dianalogikan dengan pikiran maka ini sulit maka mereka hanya berbicara dengan persangkaan-persangkaan. Imam Ibnu Al Jauzi  juga mengatakan bahwa mereka bersendirian dalam pikiran mereka, akal mereka dan mereka berbicara hanya dengan konsekuensi dari persangkaan-persangkaan mereka tanpa menengok ajaran-ajaran para nabi. akhirnya timbullah berbagai macam pendapat di kalangan mereka. ketika mereka membicarakan hal-hal yang hissi yang nampak landasan-landasan mereka dapat diterima tidak banyak khilaf dari perkataan mereka, namun ketika mereka berbicara tentang teologi ketuhanan mereka banyak khilaf nya karena tidak ada landasan yang mendasari nya karena akal dan pikiran ada batasnya. kita jangan membicarakan tentang Allah yang maha Esa, kita berbicara saja tentang masalah Ruh yang ada di jasad kita yang hadir bersama kita setiap saat. kita tidak dapat menerangkan ruh itu dari unsur apa?, bagaimana bentuknya?, bagaimana ia beredar di dalam jasad? kita tidak mengetahuinya. jika ada seribu pakar biologi , pakar fisika dan lainnya untuk berbicara tentang ruh maka akan ada seribu pendapat tentang ruh ini. karena tidak ada landasan atau pegangan untuk berbicara tentang ruh. Allah berfirman : وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا“mereka bertanya kepada engkau tentang ruh, katakanlah:’ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan engkau tidak diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (Qs-Al Isra:85) kalau saja kita tidak dapat berbicara tentang ruh apalagi tentang Allah subhanahu wa ta’ala. jangan tentang tuhan , tentang jin saja kita tak dapat menjelaskan , bagaimana menjelma ? bagaimana ia bisa masuk kedalam tubuh manusia?, bagaimana ia bisa merubah wujud? dan lain sebagainya.  siapa yang dapat menjelaskan secara ilmiah nya. kemampuan ilmu manusia terbatas. ketika kaum falasifah tidak mempunyai landasan maka kata Imam Ibnu Al Jauzi  mereka berbicara dengan persangkaan-persangkaan akhirnya mereka ngawur dan mereka berselisih yang sangat banyak. Aqidah Falasifa tentang tuhan “pencipta” ada beberapa mazhab di antara mereka :Dahriah Pencipta tidak ada Causa Prima “Sebab pertama” Alam tercipta dari sebab pertama, seakan-akan Causa prima berfungsi sebab pencipta. mereka kemasukan logika iblis, sehingga mereka mengatakan causa prima ini sangat sempurna sehingga akibat yang muncul darinya tidak boleh terlambat harus sama dengan sebab tersebut sehingga alam ini azali bersama sebab tersebut tidak boleh terlambat harus bersamaan dengan sebab. munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab. mereka mengatakan akibat terjadi alam semesta ini bukan terjadi karena keinginan dari causal prima, tetapi dari konsekuensi sempurna nya causal prima tersebut mengkonsekuensikan terjadi nya alam. konsekuensinya : alam azali alam juga abadi Pencipta ada dalil nya “Karena kami melihat alam ini muhdats”*Muhdats: dari tidak ada menjadi ada contoh: kita sebagai manusia, dari yang tidak ada menjadi ada. mereka mengatakan mereka bimbang, ketika ada seorang di lautan akan tenggelam kemudian meminta pertolongan kepada tuhannya ia tidak ditolong, ini yang menjadi masalah mereka berpikir seakan-akan tuhan tidak ada , logika kami menunjukkan bahwa tuhan itu ada , tapi kenyataannya tuhan itu tidak ada.khilaf tentang hakikat tersebut , ada 3 pendapat : tuhan tersebut ketika menciptakan ia melihat ciptaannya sempurna ia takut ada perubahan maka ia bunuh diri. tuhan lemah , tuhan menciptakan makhluk lebih sempurna dan terlalu kuat. tuhan hanya melihat saja. tuhan menyebar  dirinya ke seluruh alam ini semua aqidah falasifa yunani yang disampaikan oleh ibnu jauzi, dan ini murni hanya sekadar logika iblis memainkan logika mereka, mereka tidak mempunyai cahaya kenabian untuk memikirkan tentang tuhan atau mereka memaksakan memikirkan tentang tuhan dan mereka buntu , dan mereka berselisih sebagaimana yang disebutkan pada beberapa mazhab diatas. Ibnul jauzi juga menyebutkan di dalam kitab nya talbis iblis tentang masalah: Aqidah Falasifah tentang : “ILMU PENCIPTA’ - Falasifa yunani berpendapat kalau saja , pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya. ini hanya logika, mengapa falasifa ini berpendapat seperti ini karena tuhan ini sempurna, logika nya sederhana syaitan masuk kata mereka tuhan itu sempurna tuhan tidak boleh memikirkan kecuali yang sempurna juga, maka ia tidak boleh memikirkan tentang makhluk nya yang banyak kekurangan maka yang dipikirkan dirinya sendiri. jika dilihat logis , logis untuk falasifa yunani. tapi jika kita praktekkan ini adalah kekurangan masa tuhan tidak tahu. ‘Allah maha mengetahui apa yang Allah ciptakan, tidak ada satupun daun yang jatuh kecuali Allah mengetahui.‘Allah mengetahui makhluknya, Allah mengurus makhluknya. ‘betapa banyak hewan melata yang tidak dapat mengurus rezeki nya, Allah yang mengurusnya.’‘Allah mengetahui lirikkan mata, dan apa yang disembunyikan di dalam dada-nya Allah mengetahui nya.’semuanya Allah tau , tetapi logika mereka tidak ‘Allah maha sempurna, Allah tidak boleh memikirkan selain dengan diriNya sendiri’ ini logika bahaya. makanya aneh jika begini lebih sempurna makhluk dibanding tuhannya, hewan saja tahu tentang tuhannya, manusia tahu tentang penciptanya. - Ibnu sina terpengaruh dengan logika ini. dijelaskan oleh Imam Ibnu Al Jauzi, tetapi ia lebih mending sedikit. ia mengatakan “Allah mengetahui makhluk-makhluknya secara global, bukan terperinci.” jadi Allah hanya mengetahui secara sunnatullah, contoh jika orang menikah punya anak , jika orang tidak makan maka mati. Allah hanya tahu secara global nya saja adapun secara terperinci Allah tidak mengetahui nya, syubhat nya sama. Ibnu Sina mempunyai syubhat : logika Ibnu Sina makhluk itu berubah-ubah ada yang buruk dan tidak pantas Allah memikirkan ini semua. karena ini Ibnu Sina dikafirkan oleh Al Ghazali karena mengatakan Allah hanya mengetahui makhluk nya secara global tidak secara detail. ini bertentangan dengan banyak ayat. ibnu sina terjebak oleh falasifa yunani, sehingga ia berpendapat demikian dalam buku-buku nya. - Mu'tazilah yang kemudian mengatakan ‘ilmu Allah dan qudrah Allah adalah dzat nya sendiri.ini ada penjelasan detail, dan tidak dibahas karena terpengaruh dengan pemikiran filsafat bahwa saja namanya tuhan itu simple tidak boleh terlihat kasrah tidak boleh terlihat beragam itu satu dari kesatuan. tidak boleh mengatakan dzat dan ilmu Allah tapi ilmu Allah itu dzat nya sendiri . ini adalah filsafat yang tidak perlu didalami. jelaskan gambaran sederhana bagaimana iblis masuk dalam pemikiran filsafat karena ia memikirkan tuhan tanpa adanya petunjuk dari kenabian , hingga ia melogikakan sendiri. logika itu liar masing-masing memiliki logika. “HARI KEBANGKITAN”Mereka mengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari dikembalikan ruh ke jasad. sehingga mereka mengatakan bahwa saja surga dan neraka tidak ada, ini juga mempengaruhi pemikiran Ibnu Sina dalam kitab nya ibnu sina mengatakan tidak ada kebangkitan jasad, yang ada hanya ruh. karena ini beliau juga dikafirkan oleh Al  Ghazali. Allah berfirman dalam surat yasin, orang kafir berkata : وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِىَ خَلْقَهُۥ ۖ قَالَ مَن يُحْىِ ٱلْعِظَٰمَ وَهِىَ رَمِيمٌDan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"(Qs.Yasin:78) ini logika, dan logika mereka tidak sampai. contoh yang sederhana, misalkan ada manusia dimakan ikan hiu, ikan hiu dimakan lagi dengan manusia yang lainnya , sehingga biasanya satu daging saja dimakan oleh beberapa manusia sehingga ada anggota tubuh yang tergabung dengan manusia pertama. secara logika tidak mungkin ini tidak masuk dengan logika mereka dan tidak masuk dengan logika ibnu sina sehingga mereka berkata tidak ada kebangkitan jasad. ini adalah kekufuran yang mampu Allah bangkitkan semua untuk mengulangi proses kimia, yang sudah menjadi debu dapat menjadi daging kembali. intinya logika membuat orang-orang filsafat yunani terjebak dengan logika mereka karena tidak dibimbing oleh wahyu. dan diikuti oleh pengikut mereka yang lainnya. selanjutnya, setelah Imam Ibnu Al Jauzi membahas tentang falasifa dan para pengikutnya imam jauzi membuat sub bab yang judulnya “Tentang talbis iblis orang yang menyembah haikal-haikal” Maksudnya apa ? jadi Imam Al Jauzi menyebutkan ada sekelompok manusia yang mereka meyakini bahwa saja benda-benda langit di alam sana, ada ruh ruh nya. yang ruh tersebut menempati planet tersebut dan gerakan-gerakan planet tadi mempengaruhi terjadinya peristiwa-peristiwa di alam ini. jadi mereka melihat planet-planet dan planet tersebut ada ruh nya. seperti ruh bagi jasad manusia. sehingga mereka memiliki pengagungan terhadap benda langit tersebut. mereka meyakini benda langit memiliki proyeksi bentuk di atas muka bumi, misalkan planet ini mirip dengan hewan ini , planet ini mirip dengan tumbuhan ini hingga mereka membuat haikal-haikal. haikal maksudnya bentuk. logika nya seperti ini syaitan masuk membuat mereka memahami , benda-benda yang ada di langit ini itu ada ruh-ruh nya dan gerakan gerakannya mempengaruhi gerakan di dunia. dan akhirnya mereka membuat haikal-haikal,bentuk-bentuk di muka bumi ini yang menyerupai imajinasi mereka terhadap benda di langit dan benda itu mereka ibadahi. bentuk penyambung rohani-rohani dengan benda yang ada dilangit. dan mereka pun menyembahkan kurban-kurban dan meyakini planet tersebut membawa kesengsaraan atau lainnya maka mereka membawa hewan tertentu, dengan matahari yang dirasakan sempurna tidak ada kekurangan maka mereka korbankan anak yang tidak mempunyai dosa sama sekali kemudian dibunuh untuk sembahan matahari tersebut. melalui patung-patung yang mereka buat di atas muka bumi ini. setelah itu Imam Ibnu Al Jauzi menerangkan tentang “Tentang talbis iblis terhadap para penyembah berhala” kok bisa terjadi penyembahan terhadap berhala? iblis kali ini masuk atas kecintaan terhadap bentuk, kecenderungan manusia dalam melihat bentuk-bentuk yang indah, sehingga akal di buang sama sekali agar orang-orang terpengaruh dengan bentuk-bentuk kemudian digambarkan kepada mereka bahwa saja patung-patung ini adalah sesembahan yang punya pengaruh untuk disembah. jika ada sebagian dari mereka yang menggunakan akal nya mengapa mereka menyembah patung maka iblis akan menghiasi lagi dengan berkata yang kalian sembah ini adalah untuk mendekatkan diri kalian kepada Allah subhanahu wa ta’ala. sebagaimana perkataan orang musyrikin yang Allah dalam Al Qur’an, mereka berkata : أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلْخَالِصُ ۚ وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى ٱللَّهِ زُلْفَىٰٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِى مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى مَنْ هُوَ كَٰذِبٌ كَفَّارٌ Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.(Qs.Az.Zumar:3) Iblis membuat syubhat bahwa menyembah patung ini untuk mendekatkan diri kalian kepada Allah subhanahu wa ta’ala. adapun asal-muasal penyembahan terhadap berhala adalah pernah disampaikan tentang cerita Nabi Nuh Alaihissalam yang dimana disitu ada orang-orang sholeh yang disebutkan “Wadd, suwa, Yaghuts, Ya’uq, Nasr” lima orang sholeh yang mereka senantiasa beribadah di suatu tempat ketika mereka meninggal, orang-orang membangun patung untuk mengenang. awalnya bukan untuk disembah tetapi untuk mengenang orang sholeh tersebut kalau dilihat membuat orang lain akan termotivasi untuk melakukan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan dibuatlah patung dengan nama orang-orang shaleh tersebut. tetapi lama kelamaan berjalan dengan waktu Ibn Abbas menceritakan kisah ini “ketika para generasi yang membangun patung-patung meninggal dunia muncul generasi berikutnya dan ilmu sudah dilupakan tidak ada yang mendakwah tentang tauhid , akhirnya datanglah syaitan mengatakan ini patung-patung disembah agar mendekatkan diri kalian kepada Allah subhanahu wa ta’ala, akhirnya patung-patung itu disembah” kemudian berkembanglah penyembahan terhadap berhala sampai pindah ke Jazirah arab sampai ke quraish dibawa dengan seorang bernama Amr Ibn Luhay Al Khuza’i seorang pemimpin dari Khuza’ah, yang sempat menguasai kota mekah. kita mengetahui bagaimana perjalanan Nabi Ibrahim Alaihissalam ketika meletakkan anaknya ismail di kota mekkah, kemudian Ismail menikah dengan seorang wanita dari kabilah jurhum, dan kemudian setelah Ismail meninggal dunia kota mekah dikuasai oleh kabilah jurhum, lalu kabilah jurhum melakukan kemaksiatan dan akhirnya dikuasai oleh kabilah khuza’ah. kota mekah dikuasai oleh kabilah khuza’ah diantara pemimpin kabilah khuza'ah yaitu Amr ibn luhay beliau adalah pemimpin yang ditaati. maka suatu hari ia pergi ke negri syam dan mendapati berhala , orang-orang menyembah berhala dikatakan berhala ini bermanfaat maka ia bawa ke kota mekah, kemudian ia memanggil orang-orang untuk menyembah berhala tersebut. akhirnya orang-orang menyembah berhala. saat itu booming berhala, sampai setiap kabilah mempunyai berhala yang disembah, sampai suka untuk menyembah batu. Nama-nama berhala Manat : terletak antara mekah-madinah Al-Lat : yang disembah penduduk thaif Al-Uzza : di lembah nakhla Hubal : berhala di ka’bah, yang diagungkan oleh orang-orang quraisy , yang ketika perang uhud ABu Sufyan menyebut hubal “maha tinggi hubal” Isaf dan Nailah : dua sejoli yang saling mencintai di negeri yaman yang tidak bisa bertemu dan berhubungan akhirnya mereka berhaji ketika mereka berhaji dan mereka rindu, dan mereka berzinah di dalam ka’bah dan sedang berzina dalam ka’bah Allah ubah mereka menjadi patung, setelah itu orang-orang mendapati mereka menjadi patung dan dikeluarkan. awalnya di letakkan di luar ka’bah sebagai pelajaran ini adalah contoh orang yang bermaksiat, namun berjalannya waktu iblis datang membisikkan macam-macam kepada masyarakat akhirnya disembah. mereka sedang tawaf di usap , ketika ada keinginan mengundi nasib disebut. saking mereka suka dengan patung kemana-mana membawa patung, jika tidak ia akan mencari batu empat. jika ada satu yang bagus maka dijadikan tuhan dan tiga batu lainnya menjadi tungku. ini dijelaskan oleh Imam Ibnu Al Jauzi ada suatu riwayat disebutkan “suatu ketika mereka berjalan di sebuah perjalanan kemudian kehilangan tuhan mereka lalu salah satu dari mereka berkata ‘carilah tuhan kalian yang baru’ karena tuhan mereka hilang akhirnya mereka mencari cari, saat sedang mencari ada lagi yang mengatakan ‘kita sudah mendapatkan tuhan kalian’” jadi mereka hobi untuk menyembah patung. jika mereka tidak mendapatkan batu, mereka ambil pasir lalu mereka tumpuk sebagai gundukan kemudian mereka tawaf dan beribadah. sampai saat ini masih banyak yang menyembah berhala, dan rata-rata berhala tersebut adalah lambang dari orang yang shaleh atau dianggap shaleh. Allah berfirman (QS.Al-A’raf:195): أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ ءَاذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۗ قُلِ ٱدْعُوا۟ شُرَكَآءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنظِرُونِApakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia dapat memegang dengan keras, atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar? katakanlah : “panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-Ku. tanpa memberi tangguh” وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِى هَٰذَا ٱلْقُرْءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ ۚ وَلَئِن جِئْتَهُم بِـَٔايَةٍ لَّيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا مُبْطِلُونَ“Dan Sesungguhnya telah Kami buat dalam Al Quran ini segala macam perumpamaan untuk manusia. Dan Sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka” (Qs.Ar-Rum:58)  

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
F
Fenti Srifaryanti

📍 Kota Serang

Talbis Iblis

Talbis Iblis Terhadap Filsuf Yunani & Penyembah BerhalaOleh : Ustad Dr. Firanda Andirja.Imam Zauzi Rahimahuta'ala membuat sub judul dgn judul "Zikru Talbisihi alaa alfala syifah wa tabi'hin yaitu penyebutan ttg talbis iblis terhadap kaum fala sifa maksudnya ahli filsafat dari yunani wa tabi'in dan orang² yg mengikuti para pengikut ahli filsafat tsb. Kita sudah singgung sebelumnya disini imam zauzi Rahimahullah mengulang kembali pemikiran² falasiifa bagaimana syaiton masuk melalui pemikiran² mereka yg mereka ngelantur yg berbicara ttg teologi ttg ketuhanan. Al Imam zauzi menyebutkan bahwasanya falasifa ini seperti Socrates, Plato, Aristoteles, Plotunis dan yg lain²nya mrk ini orang² yg sangat cerdas, mereka menulis ttg hal² yg terkait dgn perkara² hisiah yg nampak ttg bilogi, kimia, atau fisika dgn otak mrk yg luar biasa cerdasnya kemudian pemikiran mrk tsb tertuangkan dalam buku yg mereka tulis kemudian bahkan diterjemahkan ke dalam bahasa arab pada zaman khalifah ma'mum. Sehingga kaum muslimin terpesona kagum melihat pemimiran falasifa yg luar biasa artinya hal² ini blm pernah dibicarakan oleh kaum muslimin ttg hal² yg detail ttg perkara dunia, ttg biologi, kimia, fisika, ternyata orang² Yunani sudah sampai pemikiran mereka ttg hal² tsb. Tetapi yg menjadi masalah ketika mereka kemudian berkata ttg Teologi ttg ketuhanan, sementara mrk berpangku kepada kecerdasan otak mrk dan mereka tidak menyambut sinar kenabian (nurrubua), mrk tidak berusaha melihat penjelasan para nabi para anbiya, para rasul dan mrk ingin memikirkan ttg Tuhan secara istiqlal (secara merdeka) ya akhirnya mrk pun ngaur krn otaknya diluar kemampuan utk berbicara ttg Tuhan, otak kita hanya bisa menangkap secara global tuhan itu ada ini jelas otak kita dan akal kita bisa mengantarkan kita bahwa tuhan itu ada, Tuhan itu Maha kuasa Tuhan itu Maha dahsyat tetapi secara detail ttg Tuhan bagaimana? Proses penciptaan itu bagaimana ini semua tidak bisa diduga² . Falasifa ini menurut imam zauzi membicarakan ttg Tuhan ini mrk tidak mempunyai landasan utk dianalogikan. Kalo berbicara ttg perkara hissiah atau yg nampak oke ttg biologi, ttg fisika, ttg kimia medis. Tp berbicara yg gaib tidak bisa dianalogikan dgn perkara yg nampak maka ini sulit. Maka mrk berbicara ini dgn persangkaan². Kata ibnu zauzi Rahimahuta'ala mereka bersendirian dalam otak mereka, akal mereka, dan pendapat mereka berbicara hanya bicara dari konsekuensi persangkaan² mrk, tanpa menengok kpd ajaran² nabi akhirnya timbulah berbagai macam pendapat² dikalangan mereka. Ibnu az-zauzi mengatakan ketika menjelaskan ttg falasifa "ketika merekan berbicara ttg yg hissiah atau yg nampak misalnya biologi, fisika, mrk sepakat hilaf mrk tdk seberapa. Tp ketika mereka membicarakan ttg ketuhanan kalo tidak ada landasan mrk pun banyak hilaf. Kita jgn dulu berbicara ttg Allah, kita berbicara ttg ruh, ruh saja yg ada pada jasad kita yg selalu hadir bersama kita, kita tdk bisa menerangkan ruh itu seperti apa, bagaimana bentuknya, gemuk atau kuruskah? Panjang atau pendekkah? Dari unsur mana dia berada pada jasad kita kita ga tau. Krn tidak ada landasan utk berbicara ttg ruh. Allah berfirman : mereka bertanya ttg ruh, makan katakan kpd mereka ruh itu urusan Robbku, kalian tidak diberikan ilmu kecuali sedikit.9 Kalau ruh saja kita tidak bisa berbicara ttg ruh apalagi Allah SWT. Ttg jin saja, bagaimana jin bisa menjelma, tidak bisa menjelaskan secara ilmiah, kemampuan manusia sgt terbatas. Apalagi berbicara ttg Allah, ketika kaum falasifa tidak punya landasan mrk berbicara ttg persangkaan² akhirnya mrk berselisih. Aqidah falasifa ttg "Pencipta" Ada beberapa beberapa mahzab diantara mereka :Dahriah : Pencipta tidak ada, alam terjadi begitu saja. Alam tercipta dari sebab pertama "Kausa prima" seakan² berfungsi sebagai sebab penciptaan. Kausa prima itu bersamaan bersama alam. Karena sebab tsb sempurna sehingga akibatnya tdk boleh terlambat harus bersamaan dgn sebab. Yg kedua, munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuesi dari sebab bukan kehendak kausa prima dan ini syubhat. Konsekuensinya alam azali. Kemudian mereka jg mengatakan alam juga abadi.Mereka melihat pencipta itu ada, dalilnya krn kami melihat alam ini muhdas (baru) dari tidak ada menjadi ada. Khilaf ttg hakikat pencipta tersebut ada 3 pendapat ; yg pertama Tuhan ada kemudian alam sudah sempurna, Tuhannya bunuh diri. Pendapat kedua Tuhan menciptakan lemah menciptakan makhluk yg hebat tuhan hanya menonton. Pendapat yg ketiga Tuhan menyebar dengan seluruh alam/ menyatu dgn seluruh alam.Ini semua adalah akidah falasifa yunani yg disampaikan oleh ibnu Zauzi rahimahuta'ala dan ini murni hanya sekedar logika, iblis memainkan logika mereka.Ibnu zauzi jg menyebutkan dalam kitabnya talbis iblis ttg ilmu² Tuhan. Falasifa berpendapat Yunani berpendapat : Pencipta tidak berilmu kecuali dirinya. Logikanya Tuhan sempurna tidak boleh mikir kecuali yg sempurna jg yaitu dirinya semata. Ibnu sina terpengaruh dengan logika ini. Ibnu sina mempunyai syubhat : makhluk itu berubah² ada yg buruk tidak pantas Allah memikirkan semua ini. Logika ini jg mempengaruhi mu'tazilah yg kemudian mengatakan bahwa "dan qudrah Allah adalah Zat nya sendiri"

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
D
Ditha Ayuningtyas

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Materi 3 Talbis Iblis

Talbis IblisMateri 3 / Tablis terhadap para filsuf yunani & penyembah berhalahttps://youtu.be/ruShSB2I31o?si=hKgwuJoCvPRlA58wTokoh utama dari kaum filsuf adalah : Socrates, Plato, Aristoteles.Mereka adalah orang orang pintar, menulis biologi,kimia, fisika dengan pemikiran tinggiNamun permasalahan muncul dikarenakan mereka terlalu mengandalkan akal dan logika tanpa memperhatikan wahyu yg dibawa oleh nabiPenyembah Benda benda langit di mana orang2 ada yang menganggap benda langit mempunyai ruh & nyawa. Serta mempengaruhi bumi.Lalu apa solusinya agar kita tidak spt mereka:1. Harus mempunyai landasan agama dengan belajar ilmu agama2. Menerima wahyu dan percaya wahyu yg datang dibawa oleh nabiQs Al-Isra : 85

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
D
Deni trisiananingrum

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Tablis Iblis bagian-3

Kitab TALBIS IBLIS - “Tipuan Iblis”karangan Abdurrahman bin Ali bin Muhammad Ibnul JauziBagian 3Oleh Ustadz Firanda AndirjaSumber: Youtube Firanda Andirja Talbis Iblis-3BAB KELIMA: TENTANG PENYESATAN IBLISDALAM AKIDAH DAN AGAMABagian 2Penyebutan Penyesatan Iblis terhadap Para Filsuf (Falashifa) dan Pengikut MerekaIblis dapat menyesatkan para filsuf karena mereka menyendiri dengan pendapat dan akal mereka sendiri, berbicara berdasarkan prasangka tanpa memperhatikan para nabi.Ketika mereka berbicara tentang hal yang nampak (fisika, kimia, biologi) rata-rata mereka sepakat, tapi ketika berbicara tentang area keTuhanan (misal tentang ruh) mereka berbeda pendapat dan saling khilaf dan berselisihAqidah Falashifa tentang pencipta, ada beberapa madzab dikalangan mereka: 1. Dahriyah : pencipta tidak ada, alam terjadi dengan sendirinya 2. Socrates/Plato/Aristoteles dkk : alam ini tercipta dari sebab pertama (causa prima) dan ia statis. Causa prima ini yang seakan-akan berfungsi sebagai sebab penciptaan tapi tidak menempatkannya sebagai pencipta, karena ia datang bersamaan dengan datangnya (azali) bersama alam semesta. Causa prima dianggap sempurna sehingga akibatnya tidak boleh terlambat/harus bersamaan waktunya. Munculnya akibat (alam) bukan karena keinginan Causa Prima tapi akibat konsekuensi akibat kesempurnaan Causa Prima (konsekuensi dari sebab). Akibat atau alam adalah abadi. Seperti Dahriyah, madzab yang kedua inipun tidak mengakui adanya pencipta 3. Pencipta itu ada. Dalilnya: karena kami melihat alam ini muhdats (baru: tidak ada menjadi ada) yang berarti ada penciptanya tapi kami bimbang karena ketika seorang ditengah laut meminta pertolongan, ia tidak ditolong. Maka mereka menjadi ragu apakah pencipta itu ada atau tidak. Timbulah khilaf tentang hakikat pencipta tersebut. Beberapa pendapat diantara mereka : Tuhan menciptakan alam dengan sempurna kemudian bunuh diri (karena mereka memanggil-manggil Tuhan tapi Tuhan tidak menjawab), makhluk terlalu hebat maka Tuhan lemah dan hanya menonton makhluk saja tanpa bisa mengatur makhluk, Tuhan menyebar dirinya ke seluruh alam (menyatu dengan alam). Aqidah Falashifa tentang ilmu pencipta : 1. Falashifa yunani: pencipta tidak berilmu kecuali hanya diriNya saja, pencipta hanya memikirkan dirinya sendiri yang sempurna dan tidak boleh memikirkan yang tidak sempurna. Paham ini mempengaruhi Ibnu Sina namun berbeda sedikit yaitu Allah mengetahui makhlukNya secara kully (global) bukan terperinci. Subhat Ibnu Sina: makhluk itu berubah-ubah dna ada yang buruk dan tidak pantas Allah memikirkannya. Karena ini Ibnu Sina dikafirkan oleh imam al Ghazali. Paham ini juga mempengaruhi Mu'tazillah yang mengatakan ilmu Allah dan qudrah Allah adalah dzatnya sendiri. Aqidah Falashifa tentang hari kebangkitan: 1. Mereka mengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari dikembalikannya ruh ke jasad, sehingga mereka mengatakan surga dna neraka tidak ada, yang ada hanya kebangkitan ruh. Paham inipun mempengaruhi logika Ibnu Sina sehingga dikafirkan oleh imam al ghazali.Penyebutan Penyesatan Iblis terhadap Haikal (Bulan dan Bintang-Bintang dan lain-lain)Mereka adalah kaum yang mengatakan bahwa setiap roh dari roh-roh atas memiliki haikal, yaitu jasad dari jasad-jasad langit yang merupakan haikalnya. Hubungannya dengan roh yang khusus dengannya seperti hubungan badan-badan kami dengan ruh-ruh kami, sehingga ia menjadi pengaturnya dan yang mengendalikannya. Di antara haikal-haikal atas adalah planet-planet yang bergerak dan yang tetap. Mereka mempunyai pemahaman bahwa benda-benda langit mempunyai ruh yang menggerakan benda tersebut. Dan gerakan tersebut mempengaruhi pergerakan dibumi. Akhirnya mereka membuat bentuk-bentuk dibumi yang diserupakan dengan benda langit untuk disembah dan mempersembahkan korban-korban untuk benda langit tersebut agar ada kebaikan dan terhindar dari keburukan. Mereka meyakini ada kehidupan di alam langit dan diproyeksikan diatas bumi dengan bentuk tertentu.Penyebutan Penyesatan Iblis terhadap Penyembah Berhala-berhalaIbnul jauzi berkata: "Setiap cobaan yang digunakan Iblis untuk menyesatkan manusia, sebabnya adalah kecenderungan kepada yang indah dan berpaling dari tuntutan akal. Karena indera merasa nyaman dengan yang serupa, Iblis la'natullahu 'alaih mengajak banyak makhluk untuk menyembah patung-patung dan sama sekali meniadakan kerja akal pada orang-orang ini. Sebagian dari mereka diperlihatkan bahwa patung-patung itu adalah tuhan- tuhan saja. Sebagian yang memiliki sedikit kecerdasan dan ia tahu bahwa tidak akan setuju dengan ini, maka dihiasi untuknya bahwa menyembah ini mendekatkan kepada Sang Pencipta: "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya" (Az-Zumar: 3)Beberapa nama berhala yang mereka sembah yang biasanya perwujudan orang-orang shalih atau dianggap shalih: 1. Manat (berhala tertua): Ia didirikan di pantai laut dari arah jalan di Qadid antara Mekah dan Madinah. Seluruh orang Arab mengagungkannya, begitu juga Aus, Khazraj, dan yang tinggal di Madinah,Mekah, dan sekitarnya. Mereka menyembelih dan berhadiah untuknya 2. Al Lat: Kemudian mereka mengambil Al-Lat di Thaif. Ia lebih baru dari Manat. Ia adalah batu yang tinggi. Penjaganya adalah dari Tsaqif. Mereka telah membangun bangunan di atasnya. Quraisy dan seluruh orang Arab mengagungkannya. Orang Arab biasa menamai Zaid Al-Lat dan Taim Al-Lat. 3. Al Uzza : Kemudian mereka mengambil Al-Uzza. Ia lebih baru dari Al-Lat. Zhalim bin As'ad yang mengambilnya. Ia berada di Wadi Nakhlah Asy-Syamiyyah di atas Zat Irq. Mereka membangun rumah di atasnya dan mereka mendengar suara darinya. 4. Hubal : Quraisy memiliki berhala-berhala di dalam Ka'bah dan di sekelilingnya. Yang paling besar di sisi mereka adalah Hubal. Ia terbuat dari batu akik merah berbentuk manusia dengan tangan kanan yang patah. Quraisy mendapatinya demikian, maka mereka membuatkan untuknya tangan dari emas. 5. Asaf dan Na'ilah : Mereka datang sebagai jamaah haji, lalu masuk ke dalam Bait dan mendapati orang-orang lengah serta Bait kosong. Maka ia berzina dengannya di dalam Bait, lalu mereka dimutasakhkan (diubah wujud). Keesokan harinya mereka mendapati keduanya telah dimutasakhkan, maka mereka mengeluarkannya dan meletakkannya di tempatnya. Khuza'ah, Quraisy, dan yang berhaji ke Bait setelah itu dari orang Arab menyembah keduanya.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
N
Nursafitri

📍 Kabupaten Berau

Talbis iblis #3 Terhadap Para Filsuf Yunani & Penyembah Berhala

Tablis Iblis #3  Terhadap Para Filsuf Yunani & Penyembah Berhala Ustadz Firanda andirja, LC, M.A حفظه Imam Ibnul jauzi rahimahullah ta'ala membuat sub judul dengan judul ' penyebutan tentang talbis iblis terhadap kaum ahli filsafat yunani dan orang orang yang mengikuti para pengikut ahli filsafat Yunani tsb - imam Ibnul jauzi rahimahullah ta'ala kembali mengulang tentang pemikiran² falasifah bagaimana syaitan masuk dalam pemikiran mereka sehingga mereka ngelantur dalam berbicara tentang teologi( KeTuhanan) Al imam Ibnul jauzi rahimahullah menyebutkan bahwasanya falasifah ini seperti Socrates, Plato , Aristoteles , flotunis dll mereka adalah orang orang yang sangat cerdas dan mereka menulis tentang hal hal yang berkait dengan perkara perkara hisiyah(yang nampak) , biologi, kimia atau fisika dengan otak mereka yang luar biasa cerdas, kemudian pemikiran mereka tersebut tertuangkan dalam buku buku yang mereka tulis bahkan di terjemahkan kedalam bahasa arab terutama pada zaman Khalifah Al Ma'mun sehingga kaum muslimin kagum melihat pemikiran orang orang falasifah yang luar biasa. Menjadi masalah ketika mereka berbicara tentang teologi (KeTuhanan) , sementara mereka berpangku kepada kecerdasan otak mereka dan mereka tidak menyambut sinar kenabian , berusaha melihat kejelasan para Nabi , para anbiyah , para Rasul dan mereka ingin memikirkan tentang Tuhan secara istqlal (merdeka) akhirnya merekapun ngawur karena otak diluar kemampuan untuk berbicara tentang Tuhan , otak kita hanya bisa menangkap tentang Tuhan secara global , TUHAN itu ada . Tetapi secara detail ini semua tidak bisa diduga² oleh karenanya mereka terjebak dengan dzunun mereka  Ibnul Jauzi rahimahullah ta'ala Mereka bersedendirian dalam otak mereka dan akal mereka pendapat mereka , dan mereka berbicara hanya sekedar konsekuensi dalam persangkaan² mereka , tanpa menengok kepada ajaran ajaran para Nabi , akhirnya timbullah berbagai macam pendapat dikalangan mereka.Aqidah Falasifah tentang  "pencipta"Ada beberapa madzhab diantara mereka Dahriah > Pencipta tidak ada Yang lain berpendapat lebih  (pendapat sokrates , Plato  , Aristoteles dinukil dari buku buku mereka . alam ini tercipta dari sebab pertama (causa prima) >seakan akan berfungsi sebagai sebab 'pencipta)Yang menjadi masalah mereka tidak menetapkan causa prima sebagai 'pencipta' akhirnya pendapat nya mirip . -Kausa prima tersebut azali bersama alam Iblis masuk kedalam pemikiran mereka bahwasanya kausa prima adalah suatu sebab yang sangat sempurna kalau suatu sebab yang sangat sempurna maka sebab tersebut akibatnya tidak boleh terlambat , akibatnya akan bersamaan dengan sang sebab sehingga munculnya bersamaan . -munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab , bahkan kehendak Kausa prima Konsekuensi;alam azali >alam juga abadi Ini semua murni konsekuensi dari logika mereka dan bertentangan dari akidah yang kita miliki! Allah mengatakan yang artinya "sesungguhnya Allah itu urusanNya kalau ingin sesuatu , Allah hanya mengatakan jadi maka Jadilah! . Pencipta itu ada . dalilnya karena kami melihat alam ini muhdats (dari tidak ada menjadi ada) Mereka pun khilaf tentang hakikat pencipta tersebut contoh konsekuensi logika mereka -' alam sudah sempurna Tuhan bunuh diri -' makhluk terlalu hebat , Tuhan lemah hanya nonton -' Tuhan menyebar dirinya keseluruh alamIni semua akidah falasifah Yunani yang disampaikan oleh imam Ibnul Jauzi rahimahullah ta'ala dan ini murni hanya sekedar logika , iblis main logika mereka , mereka tidak punya cahaya kenabian untuk memikirkan tentang Tuhan akal mereka tidak mampu , mereka memaksakan memikirkan tentang Tuhan akhirnya mereka buntu. Ibnul Jauzi rahimahullah ta'ala juga menyebut tentang masalah "ilmu Tuhan" -falasifah Yunani mengatakan bahwasanya pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya. Ini juga logika semata , kenapa falasifah berpendapat seperti ini , kata dia 'karena Tuhan itu sempurna , logika sederhana setan masuk pada akal mereka , Tuhan itu sempurna , Tuhan tidak boleh memikirkan kecuali yang sempurna pula . Tidak boleh memikirkan tentang makhluk nya yang penuh dengan kekurangan, makanya yang dia pikirkan hanya dirinya semata .-ibnu Sina terpengaruh dengan logika ini Allah mengetahui makhluk makhluk nya secara kully(global) bukan terperinci Logika ibnu sina makluk itu berubah² ada yang buruk tidak pantas Allah memikirkan itu semua . Ibnul Jauzi rahimahullah ta'ala juga menyebutkan -muktazilah Ilmu Allah dan qudroh Allah adalah dzatNya sendiri -Aqidah Falasifah tentang hari kebangkitan Mereka mengingkari kebangkitan jasad , dan mengingkari dikembalikan ruh ke jasad °surga neraka tidak ada . > Ibnu Sina terpengaruh "tidak ada pembangkitan jasad yang ada hanya ruh" Murni logika karena logika mereka tidak sampai . #jejakcahaya ❤️ Nursafitri

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
F
Fatimah Azzahrah

📍 Kabupaten Banggai

Talbis iblis terhadap orang filsuf Yunani dan penyembah berhala

Ustadz Dr.Firanda Andirja, Lc. M.A TALBIS IBLIS#3 Talbis iblis terhadap filsuf Yunani & penyembah Berhala Orang² filsafat adalah orang² yang sangat cerdas dan mereka menulis perkara² yang terlihat, seperti biologi kimia dan fisika dng otak mereka yang sangat cerdas. Dan pemikiran mereka tertuang dalam buku² yang mereka tulis, bahkan di terjemahkan ke dalam bahasa arab terutama pada masa Khalifa Al ma'mun, sehingga kaum muslimin kaum melihat pemikiran mereka yang luar biasa. Hal² tersebut blm pernah di bicarakan oleh orang² kaum muslimin (tentang perkara dunia yang begitu detail), yang ternyata orang² Yunani sdh sampai pada pemikiran tersebut.Yang menjadi masalah ketika orang² Yunani berbicara tentang teologi/ketuhanan, sementara mereka berpangku pada kecerdasan otak mereka, dan mereka tdk menyambut sinar kenabian, mereka tdk melihat penjelasan para nabi dan para rasul, dan mereka ingin memikirkan tentang Tuhan secara Istiqlal/merdeka, membuat mereka ngaur karena otaknya tdk mampu berbicara tentang ketuhanan."Akal kita bisa menangkap Tuhan itu ada, Tuhan maha Kuasa dll" Tetapi "akal kita tdk sampai secara detail untuk mengetahui Tuhan bagaimana dll".Kata Ibnul Jauzi "orang² filsafat bersendirian dalam otak mereka, pendapat mereka, dan mereka berbicara hanya sekedar konsekuensi dari prasangkaan² mereka, tanpa menengok kepada ajaran² para nabi yang membuat timbul berbagai khilaf diantara mereka".Aqidah filsafat tentang "pencipta"Ada beberapa madzhab‌Dahriyah (pencipta tidak ada)‌Alam tercipta dari العلة (sebab pertama/kausa prima) seakan² berfungsi sebagai tuhan,kausa prima tersebut azali bersama alam krn sebab tersebut sempurna sehingga akibatnya tdk boleh terlambat, harus bersamaan dengan akibat.munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab, bukan kehendak dari kausa prima. Konsekuensinya alam azali dan alam abadi. (semuanya konsekuensi dari logika mereka)‌pencipta itu ada, dalilnya karena mereka melihat alam ini muhdats (dari tdk ada menjadi ada) logika mereka menunjukkan Tuhan itu ada tetapi kenyataannya Tuhan itu tdk ada. Sehingga mereka khilaf tetang hakita pencipta tersebutalam sdh sempurna tuahannya bunuh diriTuhan menciptakan makhluk terlalu hebat, Tuhan lemah hanya menontonTuhan menyatu ke seluruh alam."ILMU PENCIPTA"‌Filsafat Yunani mengatakan "Pencipta tdk berilmu kecuali hanya dirinya". Logikanya Tuhan maha sempurna dan tdk berfikir kecuali yg sempurna juga yaitu dirinya semata. Dalam islam "Allah mengetahui semua yg Allah ciptakan, tdk ada satupun daun yg jatuh kecuali Allah mengetahuinya".Ibnu Sina terpengaruh dengan logika mereka dia mengatakan "Allah mengetahui makhluk²nya secara " Kully" (Global) bukan terperinci. Logika Ibnu Sina makhluk berubah² dan ada yang buruk tdk pantas Allah memikirkan ini semua.Muktazilah "Ilmu Allah dan qudrah Allah adalah dzatNya sendiri.Aqidah filsafat tentang hari kebangkitan‌mereka mengingkari tentang kebangkitan jasad, dan mengingkari di kembalikannya tuh ke jasad, dan mengatakan surga dan neraka tdk ada.Ibnu Sina terpengaruh oleh perkataan mereka. Ia mengatakan tdk ada kebangkitan jasad, yang ada hanya ruh. Talbis iblis terhadap orang² yg menyembah Haikal²Mereka meyakiniBenda² langit ada ruhnya.Gerakan² planet mempengaruhi terjadinya peristiwa² di alam semesta ini.mereka meyakini planet² memiliki proyeksi bentuk di atas muka bumi ini.membuat haikal² di atas muka bumi ini untuk mereka ibadah sebagai bentuk penyambungan mereka dengan ruhani² yang ada di langit.Talbis iblis terhadap penyembah berhalaIblis masuk kepada kecintaan terhadap kecenderungan manusia untuk melihat suatu bentuk² yang indah sehinggah akal di buang sama sekali.Asal penyembahan terhadap berhala dari kisah kaum nabi nuh dari 5 orang sholeh."Syaitan masuk ke benak mereka dan menyatakan bahwa berhala sebagai simbol untuk mendekatkan diri kepada Allah"."Berhala lambang dari seorang yang sholeh atau yang di anggap sholeh".

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Talbis Iblis #3 : Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani & Penyembahan Berhala

Talbis Iblis #3 : Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani & Penyembahan BerhalaUstadz Firanda Andirja Hafizhahullah 1. Talbis Iblis tentang Kaum Falasifah (Ahli Filsafat Yunani)Para Falasifah yaitu orang orang yang cerdas dalam ilmu dunia, tapi ketika mereka berbicara tentang KeTuhanan, sementara hanya berpangku pada kecerdasan otak dan tidak menyambut petunjuk dari kenabian. a. Aqidah Falasifah tentang "Pencipta"Ada beberapa mahdzab, diantaranya :1. Dahriah "Pencipta tidak ada" Alam terjadi begitu saja tanpa ada pencipta.2. Alam tercipta dari "العله" sebab pertama (kausa prima)​Kausa Prima seakan-akan berfungsi sebagai sebab penciptaan. Karena sebab tersebut sempurna akibatnya tidak boleh terlambat harus bersama dengan sebab.​Munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab, bukan kehendak kausa prima. ➡️ konsekuensinya : Alam Azali, alam abadi.3. Pencipta itu ada Karena merek melihat alam ini mudats (dari tidak ada menjadi ada)Khilaf tentang Hakikat pencipta, yaitu : 1). Alam sudah sempurna, Tuhan bunuh diri.Tuhan ketika menciptakan alam sudah sempurna, takut ada perubahan dan akhirnya bunuh diri. 2). Makhluk terlalu hebat, Tuhan lemah hanya "nonton" 3). Tuhan menyebar dirinya keseluruh alamb. Ilmu PenciptaFalasifah Yunani mengatakan "Pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya"Logikanya : Tuhan Maha sempurna dan tidak boleh memikirkan selain diriNya semata.Yang Terpengaruh dengan Logika tsb :• Ibnu Sina : Allah mengetahui makhluk-makhlukNya secara kulliy (global) bukan terperinci.Logikanya : Makhluk itu berubah-ubah & ada yang buruk, tidak pantas Allah memikirkan ini semuanya.• Muktazilah : Ilmu Allah & kudroh Allah adalah dzatnya sendiriIntinya: Iblis masuk dalam pemikiran filsafat karena memikirkan tentang Tuhan tanpa ada petunjuk dari kenabian.C. Aqidah Falasifah tentang Hari Kebangkitan•Mereka mengingkari kebangkitan jasad & mengingkari dikembalikan ruh ke jasad.• Mereka mengatakan surga & neraka tidak ada.Ibnu Sina terpengaruh dgn mengatakan : Tidak ada kebangkitan jasad, yang ada hanya kebangkitan ruh.2. Talbis Iblis tentang Orang yang Menyembah Haikal• Sebagian manusia menyakini bahwa benda-benda langit (planet, bintang, matahari) memiliki ruh seperti jasab manusia.• Membuat haikal atau bentuk-bentuk untuk mereka ibadahi sebagai penyambung dengan rohani-rohani di langit.•Mereka melakukan kurban-kurban agar kebaikan datang dan terhindar dari keburukan.3. Tablis Iblis tentang Para Penyembah Berhala▪︎ Iblis membuat syubhat bahwa penyembahan patung tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allahسبحانه و تعالى.▪︎ Berhala berhala tersebut adalah lambang dari orang sholeh atau yang di anggap sholeh, kemudian mereka sembah.Allah berfirman: "Mereka hanya mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai." (QS. Ar-Rum:7).

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
A
Aminatus Noer Sholichah

📍 Kota Surabaya

Talbis IBLIS terhadap filsuf Yunani dan penyembah berhala

Berikut adalah rangkuman dari video kajian "Talbis Iblis #3 - Talbis Iblis Terhadap Filsuf Yunani & Penyembah Berhala" oleh Ust. Dr. Firanda Andirja, M.A.:1. PendahuluanKajian ini melanjutkan pembahasan Bab 5 dari kitab Talbis Iblis karya Imam Ibnul Jauzi. Fokus pada video ini adalah membongkar tipu daya iblis terhadap pemikiran kaum filsuf Yunani masa lampau dan orang-orang yang menyembah benda mati.2. Tipu Daya Iblis terhadap Filsuf Yunani (Falasifah)Para filsuf (seperti Plato dan Aristoteles) pada dasarnya adalah orang-orang jenius dalam ilmu alam atau sains kasat mata (biologi, fisika, kimia). Namun, akal mereka menjadi rusak dan saling berselisih ketika mencoba membahas teologi (Ketuhanan), sebab mereka murni mengandalkan logika tanpa mau menerima petunjuk kenabian/wahyu.Iblis memasukkan banyak kerancuan pada kelompok filsuf ini, di antaranya:Alam Dianggap Azali (Tanpa Awal): Selain kaum ateis, ada filsuf yang meyakini keberadaan "Causa Prima" (Sebab Utama). Namun iblis menipu mereka dengan logika bahwa Sang Sebab ini meniscayakan akibat secara otomatis. Sehingga, mereka berpendapat alam semesta terjadi secara berbarengan (Azali) dengan Tuhan, bukan diciptakan atas kehendak-Nya.Tuhan Bunuh Diri atau Lemah: Sebagian menyimpulkan bahwa karena alam semesta sudah diciptakan dengan sistem yang sangat sempurna, Tuhan khawatir alam akan berubah lalu memilih bunuh diri. Ada pula yang menganggap Tuhan kini hanya entitas yang menjadi "penonton" lemah karena aturan alam sudah berjalan sendiri.Tuhan Tidak Peduli Makhluk-Nya: Dengan dalih bahwa "Yang Mahasempurna hanya pantas memikirkan hal yang sempurna", filsuf Yunani berpendapat Tuhan hanya mengetahui Diri-Nya sendiri dan buta akan urusan makhluk-Nya.Mengingkari Kebangkitan Fisik: Mengandalkan keterbatasan akal, mereka menolak fakta bahwa jasad jasmani manusia akan dibangkitkan lagi pada Hari Kiamat. Mereka menganggap hanya "roh" yang dibangkitkan, yang pada akhirnya memicu pengingkaran terhadap kenikmatan surga dan siksa neraka.3. Tipu Daya Iblis pada Ashabul Haikal (Penyembah Benda Langit)Iblis membisikkan gagasan bahwa planet, bulan, dan matahari memiliki 'roh' yang mengatur takdir kejadian di bumi. Umat manusia kemudian membangun haikal (kuil atau patung representasi) dari planet-planet tersebut di bumi untuk disembah. Saking sesatnya, mereka rela menyembelih kurban, termasuk mengorbankan nyawa anak kecil yang tak berdosa, untuk memuaskan matahari.4. Tipu Daya Iblis pada Penyembah BerhalaSejarah Munculnya Berhala: Kesyirikan pertama kali terjadi pada umat Nabi Nuh. Mulanya, mereka hanya membuat patung pahlawan/orang saleh semata-mata demi "mengenang" dan memotivasi diri beribadah. Sayangnya, ketika ilmu agama pudar di generasi selanjutnya, iblis mulai menyuruh mereka menyembah patung tersebut.Syubhat "Sekadar Perantara": Iblis merias kebatilan seolah-olah masuk akal, dengan menanamkan pemikiran bahwa menyembah patung tidak masalah asalkan niatnya adalah menggunakan patung tersebut sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah.Kesyirikan Bangsa Arab: Amr bin Luhay al-Khuza'i adalah tokoh pertama yang mengimpor berhala dari wilayah Syam masuk ke Mekkah. Berhala menjadi tren populer; bahkan sepasang pemuda-pemudi yang dikutuk Allah menjadi batu akibat berzina di Ka'bah (Isaf dan Na'ilah) pada akhirnya malah ikut disembah, diusap, dan diibadahi oleh masyarakat. Saat bepergian pun, bangsa Arab sibuk mencari-cari batu di jalan untuk dijadikan Tuhan sembahan.Kelumpuhan Logika: Ust. Firanda menyoroti ironi bahwa manusia bisa sangat pintar berteknologi memikirkan duniawi, namun akalnya mati saat membicarakan akhirat. Merupakan puncak kebodohan saat manusia yang berakal dan bertelinga justru menyembah patung batu bisu yang dipahat oleh tangannya sendiri .

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Talbis iblis 3

Talbis iblis 3Talbis iblis terhadap para filsuf & penyembah berhalaFalasifah bagaimana syaithan masuk ke pemikiran pemikiran mereka hingga melantur berbicara tentang ketuhanan Falasifah adalah orang yang sangat cerdas, menulis terkait hal hal yang nampak, bilogi, kimia, fisika.Kaum muslimin terpesona sama filsafah Ternyata orang yunani sudah sampai siniMereka tidak berusaha mendengarkan menjelaskan para NabiTuhan itu adaTuhan Maha KuasaIni tidak bisa di duga dugaMereka mencela teori, mereka tidak punya landasanMereka berbicara yang ghaib tidak bisa mereka sulit, mereka hanya berbicara dengan persangkaan, kalau kmia fisika mereka bisaMereka berbicara hanya persangkaan peesangkaan, akhirnya timbullah berbagai pendapat tentang merekaKalau bahas biologi kimia fisika mereka sepakatKalau bahas Tuhan mereka tidak bisaMereka bahas ruh yang ada di tubuh kitaRuh saja kita tidak bisa berbicara apalagi AllahJin saja bisa jadi hewan, manusia, menjelma dll ini ghoib tidak punya landasanMereka ngawurAqidah Falasifah tentang penciptaAda beberaap madzhab‌DahriyahPencipta tidak adaAlam terjadi begitu saja tanpa ada pencipta‌Alam tercipta dari sebab pertama  (kausa prima)Seakan akan berfungsi sebagai penciptaan- kausa prima tersebut azab bersama alamKarena sebab tersebut sempurna sehingga akibatnya tidak boleh terlambat harus bersamaan dengan sebab- munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab bukan kehendak kausa prima dan ini syubhat => Konsekuensi : - alam azali - alam juga abadi ‌pencipta itu ada Dalil nya karena kami melihat alam ini muhdats (dari tidak ada menjadi ada ) Khilaf tentang hakikat pencipta tersebut 1. Alam sudah sempurna Tuhan bunuh diri2. Makhluq terlalu hebat, Tuhan lemah hanya nonton3. Tuhan menyebar dirinya ke seluruh alamIlmu pencipta‌Falasifah yunaniPencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinyaLogikanya Tuhan maha sempurna dan tidak boleh mikir kecuali yang sempurna juga yaitu dirinya semata = Ibnu sina terpengaruh dengan logika ini -- Allah mengetahui makhluk-makhluk nya secara kully(global) bukan terperinciLogika nya ibnu sina, makhluk itu berubah ubah ada yang buruk tidak pantas Allah mikir ini semuanya= Mu'tazilah ilmu Allah dan qudroh Allah adalah dzabnya sendiriAqidah falasifah tentang hari kebangkitan‌Mereka mengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari dikembaliakn ruh ke jasad = surga & neraka tidak adaIbnu sina terpengaruh,  tidak ada kebangkitan jasad, yang ada hanya kebangkitan ruhKarena logika mereka tidak sampaiLogika nya jelas :Kita menyembah yang menciptakan kita, bukan menyembah apa yang kita ciptakanNamun, ketika akal tidak digunakan maka syaithan menghias dengan kebatilan sehingga manusia tertipu

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →