📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka28 Agustus 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺNabi Muhammad ﷺ adalah manusia termulia yang memiliki garis keturunan (nasab) paling terhormat. Kehormatan nasab beliau diakui oleh musuh-musuhnya (seperti Abu Sufyan) dan para penguasa asing (seperti Heraklius). Para rasul terdahulu selalu diutus dari kalangan keluarga yang memiliki nasab terhormat di antara kaumnya.Para ulama sepakat silsilah Nabi Muhammad ﷺ dari ayah beliau hingga Adnan adalah: Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ghalib bin Fihr bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan.Ada Khilaf silsilah dari Adnan hingga Nabi Ismail AS tidak dapat dipastikan karena tidak ada hadits sahih; jumlah kakek di antara keduanya diperkirakan berkisar antara 7, 9, 10, hingga 40 orang. Silsilah dari Nabi Ismail AS bin Ibrahim AS hingga Nabi Adam AS jauh lebih tidak bisa dipastikan lagi.Berdasarkan HR. Muslim (No. 2276), Allah memilih jalur keturunan terbaik untuk mengutus Nabi Muhammad ﷺ: Bani Kinanah dipilih dari keturunan Nabi Ismail, suku Quraisy dipilih dari Bani Kinanah, Bani Hasyim dipilih dari suku Quraisy, Nabi Muhammad ﷺ dipilih dari Bani Hasyim.Asal-usul Nama Abdul Mutthalib: Kakek Nabi Muhammad ﷺ sebenarnya bernama Syaibah bin Hasyim. Ia dijuluki "Abdul Mutthalib" (budak al-Mutthalib) karena saat pertama kali dibawa oleh pamannya (al-Mutthalib) ke Makkah, penduduk menyangka Syaibah adalah budak yang baru dibeli, padahal beliau adalah anak dari kaka Mutthalib yakni Hasyim. Setelah al-Mutthalib wafat, tanggung jawab kepemimpinan (siqayah dan rifadah) diteruskan oleh Abdul Mutthalib, yang kemudian diturunkan lagi kepada putranya, al-Abbas (paman Nabi).Hikmah di Balik Nasab yang MuliaMenghindari Celaan: Kaum Arab tidak bisa mencela garis keturunan Nabi karena mereka tahu nasab Abdul Mutthalib (pemimpin Quraisy dan pemilik sumur Zamzam) jauh lebih tinggi. Kelahiran beliau dari kaum bangsawan membantah tuduhan bahwa beliau mengaku sebagai nabi hanya demi mencari kekuasaan, popularitas, atau penghormatan materi. Para pengikut beliau merasa bangga dan terhormat karena dipimpin oleh seorang nabi yang memiliki latar belakang keluarga yang sangat mulia.

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka28 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Terimalah semua hal seperti apa adanya

Terimalah semua hal seperti apa adanyaSumber: don't sweat the small stuff with your familySalah satu pelajaran paling penting yang pernah saya peroleh adalah bahwa hidup sangatlah jarang persis seperti yang kita inginkan. Sebaliknya hidup adalah persis sebagaimana adanya hidup tak lebih tidak kurang dan bila kita semakin bisa menerima kenyataan ini semakin bahagia dan semakin berkurang stres yang kita rasakan.Salah satu cara mendefinisikan ketidakbahagiaan adalah seberapa besar perbedaan antara tempat anda sekarang berada dan tempat yang anda inginkan atau perbedaan antara apa yang ada dan apa yang anda harapkan atau Anda tuntut. Dengan kata lain kapanpun sesuatu terjadi misalnya bertengkar dengan saudara pesawat televisi rusak dan lain-lain anda dihadapkan pada keputusan penting apakah anda akan ngotot dan menolak apa yang sekarang sedang terjadi atau anda akan menerima dan mengatasinya.Sikap menerima tidak ada hubungannya dengan sikap apatis, tidak peduli. Bila anda menerima apa yang terjadi ini tidak berarti Anda bilang " ah aku tidak peduli itu bukan urusanku." Sikap ini hanya menunjukkan bahwa meskipun Anda lebih suka hal lain yang terjadi dan anda tidak menolak mengakui bahwa anda punya keinginan Anda paham benar betapa sia-sianya menolak Apa yang sedang terjadi. Dalam artian tertentu bentuk penerimaan terhadap apa yang sedang terjadi pada saat yang bersangkutan seperti ini merupakan salah satu bentuk utama kebijaksanaan. Ini merupakan salah satu penghilang rasa stres yang paling mujarab yang tersedia bagi umat manusia.Salah satu bagian paling sulit yang saya rasakan dalam mendidik anak adalah ketika anak-anak membantah atau bertengkar. Kejadian seperti itu membuat kami tergoda untuk merasa gagal kejar hati dan seakan-akan kami tidak berusaha bersungguh-sungguh dalam mendidik mereka. Rasanya Kami ingin marah-marah atau berteriak penuh frustasi supaya mereka mau menyetop kelakuannya. Namun pada saat itu yang sedang terjadi adalah anak anak bertengkar. Tak ada perjuangan batin yang perlu saya kerahkan supaya kejadian itu berubah. Tak perlu merasa batinnya menderita agar kejadian itu segera berlalu. CBila ini terjadi mau tidak mau Kami merasa mendapat pencerahan dan memperoleh kembali perspektif kami. Kami pun kembali tersenyum kami akan mengingat bahwa semua saudara memang sering bertengkar dan saling adu kekuatan dan bawa meskipun kami mungkin tidak menyukainya hal ini tidak apa-apa karena ini merupakan bagian dari kesulitan yang dialami manusia.Saya ingin mengulang kembali bahwa sikap menerima yang penuh damai ini bukan sikap menyerah atau gagal membuat perubahan penting. Hidup itu mesti banyak-banyak menyesuaikan diri dan semua orang harus ikut berjuang memperbaiki hidupnya dan berusaha keras meraih sasaran yang dituju. Jika terjadi sesuatu yang tidak Anda sukai dan anda dapat melakukan sesuatu untuk mengubahnya ini bagus. Percayalah kami melakukan semua hal yang mungkin kami lakukan agar putri-putri kami tidak kelewat sering bertengkar. Namun mengambil tindakan yang tepat yang peka akan perasaan orang dan yang konstruktif benar-benar berbeda dengan tidak mengambil tindakan apapun karena menganggap bahwa hidup tidak mengakomodasi kita persis seperti yang kita inginkan.

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Fatir : 2

Tafsir Al-MuyassarFatir (35:2)Tema: ALLAH ADALAH PENCIPTA, PENGUASA, DAN PEMBERI RAHMAT (Ayat 1-4)Apa yang Allah buka untuk manusia berupa rizki, hujan, kesehatan, ilmu dan nikmat-nikmat lainnya, tidak seorang pun yang kuasa untuk menahan rahmat tersebut. Sedangkan apa yang Allah tahan darinya, maka tidak ada seorang pun yang mampun melepaskannya sesudah-Nya. Allah Mahaperkasa yang mengalahkan segala sesuatu, Maha Bijaksana yang mengirimkan rahmat dan menahannya sejalan dengan hikmah-Nya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir Al Mukhtasar QS Al Anfal ayat 48

Tafsir Al Mukhtasar QS Al Anfal ayat 48Ingatlah wahai orang-orang mukmin sebagian dari nikmat yang Allah berikan kepada kalian yaitu ketika setan membuat perbuatan orang-orang musyrik terlihat baik di mata mereka sehingga memotivasi mereka untuk berhadapan dan berperang melawan orang-orang Islam, dan berkata kepada mereka, "tidak ada yang dapat mengalahkan kalian pada hari ini dan aku benar-benar akan menolong dan melindungi kalian dari musuh kalian". Kemudian tatkala kedua kelompok itu bertemu maka kelompok orang-orang mukmin diiringi oleh para malaikat yang akan membantu mereka sedangkan kelompok orang-orang musyrik diiringi oleh setan yang akan menelantarkan mereka. Setan akan melarikan diri dari medan perang dan berkata kepada orang-orang musyrik, "sesungguhnya aku berlepas diri dari kalian sesungguhnya aku melihat malaikat-malaikat yang datang untuk membantu orang-orang mukmin aku takut Allah akan membinasakanku dan hukuman Allah sangat pedih sehingga tidak ada seorang pun mampu bertahan denhukumannyanNya."

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan ayat dari surat Asy-Syuara

1️⃣ Seseorang yang kehilangan rasa cinta kepada Allah bisa-bisa kehilangan fitrahnya juga2️⃣ Ingatlah bahwa doa yang dizalimi bersifat mustajab, apalagi bila ia saleh3️⃣ Kejahatan, kerusakan, dan kezaliman yang sudah menyebar bisa menandakan dekatnya azab, karena itu bacalah doa:"Rabbi najjini wa ahlii mimma ya'maluun", yang artinya: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari perbuatan mereka"

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al-furqan

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:41)Tema: PELAJARAN DARI KISAH UMAT TERDAHULU (Ayat 35-44)Allah subhanahu wata'āla menceritakan tentang ejekan yang dilontarkan oleh orang-orang musyrik kepada Rasulullah ﷺ. bila mereka melihatnya, seperti yang disebut di dalam firman-Nya:Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok. (Al Anbiyaa:36), hingga akhir ayat.Maksudnya, mereka menuduhnya melakukan suatu hal yang aib dan mendiskreditkannya. Maka dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul?” (Al Furqaan:41)Mereka mengatakannya dengan nada sinis dan mengejek, semoga Allah melaknat mereka. Hal ini ditegaskan oleh Allah subhanahu wata'āla melalui firman-Nya dalam ayat yang lain:Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa orang rasul sebelum kamu. (Al-An’am 10, Ar-Ra’d: 32 dan Al-Anbiya: 41

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka28 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Berperilaku Baik terhadap Anak di Masjid

🌿 Berperilaku Baik terhadap Anak di MasjidRasulullah ﷺ memberikan teladan bagaimana memperlakukan anak dengan kasih sayang, kelembutan, dan kesabaran.Ketika Hasan dan Husain datang saat Rasulullah ﷺ sedang berkhutbah, beliau segera menghampiri, memeluk dan mencium keduanya. Beliau tidak memarahi atau mengusir mereka.Beliau kemudian bersabda:“Benarlah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya harta-harta dan anak-anak kalian adalah fitnah (cobaan).”(HR. Bukhari no. 5999)💡 Pelajaran untuk kita di masjid:🤍 Sambut anak dengan ramah dan kasih sayang.🌱 Ajarkan adab masjid dengan lembut, bukan dengan bentakan.🫶 Bersabar terhadap perilaku anak, karena mereka masih belajar.📖 Arahkan anak pada kegiatan positif di masjid, seperti mendengarkan kajian atau mengaji.🌸 Hargai setiap usaha anak untuk berbuat baik.Anak adalah amanah. Mari jadikan masjid sebagai tempat yang membuat mereka merasa dicintai, aman, dan nyaman untuk belajar mencintai agama.

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
U

Ummu Salamah Pasaribu

📍 Kota Padangsidimpuan

Orang yang mendapat surga seluas langit dan Bumi

bersabda: "Tahukah kalian apakah yang dimaksud dengan ar-raqub? Kami menjawab, "Orang yang tidak mempunyai anak." Nabi bersabda, "Ar-raqub sesungguhnya ialah orang mempunyai anak, lalu ia mati, sedangkan dia belum menyuguhkan sesuatu pun dari anaknya." "Tahukah kalian, siapakah sa'luk itu?" Mereka menjawab, "Orang yang tidak berharta." Nabi. bersabda, "Sa'luk yang sesungguhnya ialah orang yang berharta, lalu ia mati, sedangkan dia belum menyuguhkan barang sepeser pun hartanya dalam kesempatan lain Nabi bersabda: "Apakah arti jagoan itu?" Mereka menjawab, "Seseorang yang tidak terkalahkan oleh banyak lelaki." Maka Nabi. bersabda, "Orang yang benar-benar jagoan ialah orang yang marah, lalu marahnya itu memuncak hingga wajahnya memerah dan semua rambutnya, lalu ia dapat mengalahkan kemarahannva "

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka28 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Kandung bab 5

Dakwah kepada syahadat Laa Ilaaha Illallah. Diingatkan dalam bab ini supaya ikhlas dalam berdakwah semata-mata karena Allah, karena kebanyakan orang kalau mengajak kepada kebenaran justru ia mengajak kepada kepentingan diri sendiri. Mengerti betul dan yakin akan apa yg di dakwahkan adalah termasuk kewajibanTermasuk bukti kebaika tauhid, bahwa tauhid adalah mengagungkan Allah. Dan diantara keburukan syirik, bahwa syirik merendahka Allah. Termasuk masalah yg sangat penting, bahwa seorang muslim perlu dijauhkan dari lingkungan orang-orang yg berbuat syirik, supaya nanti tidak menjadi seperti mereka, sekalipun dia belum melakukan perbuatan syirik. Tauhid adala kewajiban pertama. Tauhid adalah yg pertama kali harus di dakwahkan sebelum semua kewajiban yg lain, termasuk kewajiban sholat. Pengertian "supaya mereka mentauhidkan Allah", adala pengertian syahadat. Seorang bisa jadi termasuk ahli kitab akan tetapi dia tidak tahu pengertian Laa Ilaaha Illallah, atau mengetahui nya tetapi tidak mengamalkannya. Perlu diperhatikan metode pengajaran secara bertahap. Yaitu dimulai dari masalah yg paling penting, kemudian yg penting, dan begitu seterusnya. Salah satu sasaran pembagian zakat, ialah orang-orang fakir. Orang yg berilmu supaya menjelaskan sesuatu yg masih di ragukan oleh orang yg sedang belajar. Berkenan dengan zakat, dilarang untuk mengambil harta pilihan (termahal harganya).

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Ibnu Katsir QS Al Hajj : 48

Tafsir Ibnu Katsir — QS. Al-Hajj : 48Terjemahan:"Dan berapa banyak negeri yang Aku tangguhkan (azabnya), padahal penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku mengazabnya. Dan hanya kepada-Kulah tempat kembali."Ringkasan Tafsir:Allah menangguhkan azab, bukan berarti membiarkan. Keterlambatan hukuman bukan tanda bahwa orang zalim luput dari pembalasan Allah.Waktu Allah berbeda dengan perhitungan manusia. Satu hari di sisi Allah dapat sebanding dengan seribu tahun menurut perhitungan manusia.Jangan tergesa-gesa terhadap janji Allah. Sebagaimana orang-orang fakir yang disebutkan dalam riwayat dapat lebih dahulu masuk surga, demikian pula penundaan bukan berarti kekalahan atau kerugian bagi orang beriman.Kepastian akhir adalah kembali kepada Allah. Semua manusia akan kembali kepada-Nya dan menerima balasan sesuai iman dan amalnya.Pelajarannya: Bersabarlah menghadapi keterlambatan pertolongan atau hukuman bagi orang zalim. Allah tidak pernah lalai, dan ketetapan-Nya pasti terjadi pada waktu yang Dia kehendaki.

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
A

AYU AAN KHARY M

📍 Kota Makassar

Al Mulk 1

Mahaagung lagi Mahatinggi dan kebaikanNya yang menyeluruh. Di antara keagunganNya adalah kerajaan alam langit dan bumi berada di TanganNya. Dia-lah yang menciptakannya dan mengatur sekehendakNya dengan menerap-kan hukum takdir dan hukum Agama berdasarkan kebijaksanaan-Nya. Di antara keagunganNya adalah KuasaNya yang sempurna atas segala sesuatu. Dengan KuasaNya, Allah سبحانه وتعالى menciptakan se-luruh makhluk-makhluk besar yang ada, seperti langit dan bumi.

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka28 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Mengelola Keuangan Rumah Tangga Islami - Dr. Labib Najib Abdullah

Mengelola Keuangan Rumah Tangga Islami — Bijak & Cermat dalam Belanja1. Membuat anggaran rumah tanggaPengeluaran harus disesuaikan dengan pendapatan, bukan sebaliknya.Anggaran perlu dibuat agar pemasukan dan pengeluaran seimbang.Jangan membelanjakan lebih dari yang dimiliki karena dapat menimbulkan kesempitan dan kesusahan.Anggaran sebaiknya fleksibel, sehingga bisa menyesuaikan kebutuhan tak terduga. 2. Berbelanja sesuai kebutuhanDahulukan kebutuhan pokok seperti makanan, minuman, pakaian, dan obat.Kebutuhan sekunder dipenuhi sesuai kemampuan.Kebutuhan tersier tidak harus selalu dipenuhi karena dapat menghemat anggaran.Islam mengajarkan membeli sesuatu yang benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar diinginkan.Konsumsi berlebihan dapat menghilangkan kesempatan untuk menabung dan berinvestasi. 3. Menahan diri dari belanja yang tidak mendesakBarang yang jarang digunakan tidak harus dibeli; bisa menyewa, meminjam, atau mencari alternatif gratis.Buku atau barang yang hanya sesekali dibutuhkan dapat diperoleh dari perpustakaan atau versi digital.Sikap sederhana dalam berbelanja membantu mengurangi pengeluaran dan meningkatkan tabungan. 4. Bijak dalam berbelanja Sebelum membeli, tanyakan:“Apakah ini benar-benar saya butuhkan?”Jangan membeli hanya karena keinginan, gengsi, atau mengikuti status sosial. Belanja yang tidak bijak dapat menghambat kebiasaan menabung. 5. Tips belanja hematBuat daftar belanja agar tidak membeli barang di luar kebutuhan.Perkirakan harga sebelum membeli.Bawa uang secukupnya sesuai daftar.Pilih waktu yang tepat karena harga barang tertentu bisa lebih murah pada waktu tertentu.Bandingkan tempat belanja; pasar besar/tradisional atau pedagang keliling terkadang menawarkan harga lebih murah.Bangun hubungan baik dengan pedagang yang terpercaya.Membeli secara grosir bersama keluarga/tetangga dapat menghemat biaya. 6. Memahami hak khiyar dalam jual beli Islam memberikan pilihan kepada pembeli maupun penjual untuk melanjutkan atau membatalkan transaksi dalam kondisi tertentu:Khiyar majelis: selama kedua pihak masih berada dalam majelis transaksi.Khiyar syarth: jika sebelumnya disepakati adanya waktu untuk memilih, maksimal tiga hari.Khiyar aib: jika ditemukan cacat pada barang atau objek transaksi. 7. Manfaatkan barang yang masih bisa digunakan Barang yang tidak terpakai jangan langsung dibuang. Bisa:Digunakan untuk fungsi lain.Dijual jika masih memiliki nilai.Disumbangkan kepada orang yang membutuhkan.Bahkan barang yang sudah dianggap tidak terpakai masih mungkin memiliki manfaat tertentu. 8. Hindari berlebihan dalam makanan dan minumanSiapkan makanan sesuai jumlah orang dan kebutuhan, agar tidak berlebihan.Hindari membuang-buang makanan.Makan dan minum secara berlebihan dapat berdampak buruk serta bertentangan dengan sikap hidup sederhana. 🌿 Inti besarnyaKeuangan rumah tangga yang sehat bukan berarti tidak boleh membeli, tetapi belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan.Rencanakan → prioritaskan kebutuhan → belanja dengan bijak → manfaatkan yang ada → hindari berlebihan → sisihkan untuk tabungan/investasi.Dengan sikap moderat dan terampil dalam mengatur belanja, pengeluaran dapat ditekan, tabungan meningkat, dan keluarga lebih terlindungi dari kesulitan finansial.

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI28 Agustus 2026
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Halaqah 5: Cara Beriman Dengan Takdir Allah ﷻ Bagian 2

Halaqah 5:Cara Beriman Dengan Takdir Allah ﷻ Bagian 2🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالىDiantara cara beriman dengan takdir Allah adalah dengan mengimani tingkatan takdir yang ke dua, yaitu:2. Penulisan Allah terhadap seluruh takdir makhluk-Nya di dalam Al Lauhul Mahfudz. Maka tidaklah terjadi sesuatu di alam ini kecuali Allah telah menulisnya di dalam kitab tersebut. Tidak mungkin apa yang terjadi di alam ini keluar dari apa yang sudah Allah tuliskan.Dalil-dalil tentang beriman dengan penulisan Allah terhadap takdir di dalam Al Lauhul Mahfudz dari Al-Qur’an diantaranya:Firman Allah azza wajalla:وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ“Dan Kami telah menulis di dalam kitab-kitab yang Kami turunkan setelah sebelumnya ditulis di dalam Adz-Dzikr, bahwa bumi ini diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang shalih.”[QS. Al-Anbiya’ :105]Adz-Dzikr adalah nama lain dari Al Lauhul Mahfudz.Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman:إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ“Sesungguhnya Kami-lah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami-lah yang menulis apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas mereka dan segala sesuatu Kami ihso’ di dalam kitab yang jelas.”[QS. Ya-Sin: 12]Makna “ihso’” diantaranya: Allah mengetahuinya, menjaganya, menetapkannya di dalam kitab tersebut.Dan yang dimaksud dengan Kitab yang jelas adalah Al Lauhul Mahfudz.Dan Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۗ إِنَّ ذَٰلِكَ فِي كِتَابٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ“Bukankah kamu mengetahui bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya yang demikian ada di dalam Kitab, sesungguhnya yang demikian sangat mudah bagi Allah.”[QS. Al-Hajj: 70]Dan Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,… ۚ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ۚ..“Kami tidak lupakan sesuatu pun di dalam Al Lauhul Mahfudz.”[QS. Al-An’am: 38]Dan Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,… ۚ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَبِّكَ مِنْ مِثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَلَا أَصْغَرَ مِنْ ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرَ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ“Dan tidak terlepas dari pengetahuan Allah. Sesuatu sebesar semut kecil pun baik di bumi maupun di langit baik yang lebih kecil daripada itu atau lebih besar kecuali di dalam Kitab yang jelas.”[QS. Yunus: 61]Adapun dari Sunnah maka Rasulullah ﷺ bersabda,كتب الله مقادير الخلائق قَبْلَ أَنْ يَخُلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ“Allah menulis takdir-takdir bagi para makhluk-Nya lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.” [HR Muslim]Dan Rasulullah ﷺ bersabda,وَكَتَبَ فِي الذِّكْرِ كُلَّ شَيْءٍ“Dan Allah menulis di dalam Adz-Dzikr (Al Lauhul Mahfudz) segala sesuatu.” [HR Bukhari dan Muslim]Dan Beliau ﷺ bersabda,مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَقَدْ كُتِبَ مَقْعَدُهُ مِنْ النَّارِ وَمَقْعَدُهُ مِنْ الْجَنَّةِ“Tidak ada diantara kalian kecuali sudah ditulis tempatnya di dalam neraka dan tempatnya di dalam surga.” [HR Al Bukhari dan Muslim]

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →