📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
🎓 Jejak Ilmu HSI27 Agustus 2026
N
Nurul

📍 Kota Depok

Silsilah ilmiyyah : pembahasan kitab al-ushulu ats-tsalatsah

Halaqah 54 : Landasan Ketiga Ma’rifatul Nabiyyikum Muhammadin – Kerasulan Nabi Muhammad ﷺ👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى📗 Silsilah Al-Ushulu Ats-TsalasahBeliau mengatakanوأرسل بالمدثرdan beliau menjadi seorang Rosul, أرسل maksudnya adalah resmi menjadi seorang Rasul dengan المدثر yaitu turunnya ayat yang pertama sampai ayat yang ketujuh dari surat Al Mudatsir. Dengannya beliau resmi menjadi seorang Rasul setelah sebelumnya ketika turun ٱقۡرَأۡ beliau menjadi seorang Nabi, yaitu orang yang diwahyukan orang yang dikabarkan.Adapun Rosul, baru beliau resmi menjadi seorang Rosul ketika diturunkan surat Al-Muddatsir aya 1 sampai ayat yang ke-7. Dinamakan Rosul karena ia diutus kepada kaum yang menyelisihi. Kepada kaum yang menyelisihi Rosul tersebut di dalam masalah tauhid. Sorang Rasul diutus kepada kaum yang menyelisihi didalam tauhid, sehingga Nabi Adam ‘Alaihissalam Nabi karena beliau diutus kepada kaum yang mereka Muwahhidin. Adapun Nuh ‘Alaihissalam maka ketika beliau diutus kepada orang-orang yang menyelisihi di dalam masalah tauhid sehingga beliau adalah Rasul. Nabi yang pertama adalah Nabi Adam, Rasul yang pertama adalah Nuh ‘Alaihissalam karena beliau diutus kepada kaum yang menyelisihi di dalam masalah tauhid. Kaumnya itulah yang pertama kali menyimpang dari Tauhid, terjerumus dalam kesyirikan. Ini adalah pendapat yang lebih dekat tentang perbedaan antara Nabi dan juga Rasul.Adapun yang mengatakan dan ini banyak di kalangan para ulama Ahlussunnah bahwasanya Nabi diwahyukan tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikan, adapun Rasul maka dia diwahyukan dan diperintahkan untuk menyampaikan wallahu ta’ala a’lam Namun bahwasanya baik Nabi maupun Rosul ini dua duanya diutus dan diperintahkan untuk berdakwah. Dalil yang menunjukkan bahwasanya Nabi juga diutus dan diperintahkan untuk berdakwah yaitu firman Allah Azza wa Jallaوَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رَّسُولٖ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّآ إِذَا تَمَنَّىٰٓ أَلۡقَى ٱلشَّيۡطَٰنُ فِيٓ أُمۡنِيَّتِهِۦ فَيَنسَخُ ٱللَّهُ مَا يُلۡقِي ٱلشَّيۡطَٰنُ ثُمَّ يُحۡكِمُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٞ ٥٢ الحج:52Dan tidaklah kami mengutus sebelummu seorang Rasul dan tidak pula Nabi.Menunjukkan bahwasanya baik Rosul maupun Nabi dua duanya adalah diutus oleh Allah diutus kepada manusia.وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رَّسُولٖ وَلَا نَبِيٍّKeduanya diutus oleh Allah kepada manusja. berarti kedua-duanya Mursal kedua-duanya diutus dan yang namanya utusan tentunya dia akan menyampaikan bukan hanya sekedar datang kemudian kembali. Ketika dia menyampaikan itulah, dakwah kedua-duanya diperintahkan untuk tabligh untuk menyampaikan.Menunjukkan bahwasanya pertama ayat ini menunjukkan perbedaan antara Rasul dan Nabi, kemudian menunjukkan bahwasanya Rosul dan Nabi kedua-duanya diperintahkan untuk menyampaikan.Didalam sebuah hadits beliau ﷺ pernah dinampakkan ketika Mi’raj umat-umat dan juga para NabinyaDinampakkan kepadaku ummat beserta Nabinya yaitu ketika Mi’raj, aku melihat seorang Nabi dan bersamanya beberapa orang dan mereka ini adalah umatnya. Dan aku melihat seorang Nabi bersamanya seorang laki-laki dan dua orang. Jadi ada seorang Nabi yang hanya memiliki satu pengikut dan ada seorang Nabi yang memiliki dua pengikut. Dan ada seorang Nabi yang tidak memiliki pengikut sama sekali.Beliau mengatakan Annabiya dan ternyata disana ada pengikutnya meskipun hanya satu atau dua atau beberapa orang, ini menunjukkan bahwasanya Nabi tersebut mereka berdakwah mereka menyampaikan. Buktinya ada pengikutnya meskipun satu atau dua tapi yang jelas mereka menyampaikan, maka ini juga dalil bahwasanya para Nabi mereka juga diperintahkan untuk tabligh menyampaikan wahyu.Diantara yang menguatkan bahwasanya Nabi diutus untuk kaum yang sama di dalam masalah tauhid, ketika Allah ﷻ menyebutkan tentang Bani Israil atau Anbiya Bani Israilإِنَّآ أَنزَلۡنَا ٱلتَّوۡرَىٰةَ فِيهَا هُدٗى وَنُورٞۚ يَحۡكُمُ بِهَا ٱلنَّبِيُّونَ ٱلَّذِينَ أَسۡلَمُواْ لِلَّذِينَ هَادُواْ[Al Ma”idah:44]Sesungguhnya kami telah menurunkan Taurat didalamnya ada petunjuk dan cahaya.Mereka berhukum dengan Taurat, Taurat diturunkan kepada Nabi Musa ‘Alaihissalam, Anbiya’u Bani Israil mereka berhukum dengan taurat tersebut untuk orang-orang Yahudi. Dari sisi tauhid mereka sama dengan para Nabi tersebut akan tetapi mereka memiliki penyimpangan-penyimpangan yang lain. Kalau kita lihat di dalam Al-Mudatsir disitu mulai ada perintah untuk berdakwah kepada kaum yang menyelisihi didalam masalah tauhidيَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُدَّثِّرُ ١ قُمۡ فَأَنذِرۡTegaklah, ingatkanlah mereka dari kesyirikan, dakwahkanlah kepada Tauhid. di dalamnya ada dakwah kepada tauhid di dalamnya ada mendakwahi orang-orang yang menyelisihi Nabi tersebut didalam masalah tauhid. dan juga didalamوَرَبَّكَ فَكَبِّرۡ ٣ وَثِيَابَكَ فطَهِّرۡ ٤semuanya adalah dakwah kepada Tauhid, karena diutus kepada kaum yang menyelisihi di dalam masalah Tauhid maka resmilah beliau menjadi seorang Rasul.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat27 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Ibnu Katsir - Surat Al-Anfal : 30

Tafsir Ibnu KatsirSurat Al-AnfalIbnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: untuk menangkapmu. (Al Anfaal:30) Yakni untuk membelenggumu.Ata dan Ibnu Zaid mengatakan, makna yang dimaksud ialah 'untuk menangkapmu'. As-Saddi mengatakan bahwa al-isbat artinya memenjarakan dan mengikat. Apa yang dikatakan oleh As-Saddi ini mencakup semua pendapat yang disebutkan di atas. Dalam pendapat ini tersimpulkan semua pendapat di atas, mengingat pengertian inilah yang kebanyakan dilakukan oleh seseorang yang hendak berbuat jahat terhadap orang lain.Kemudian kisah ini dan persekongkolan orang-orang Quraisy untuk melakukan makar guna memenjarakan Nabi ﷺ. Atau mengusirnya atau membunuhnya hanyalah terjadi di malam hijrah. Hal ini pun baru terjadi selang tiga tahun kemudian, sesudah Abu Talib meninggal dunia. Dengan mening­galnya Abu Talib barulah mereka berani berbuat seenaknya terhadap diri Nabi ﷺ, di masa Abu Talib masih ada, mereka tidak berani berbuat demikian karena Abu Talib selalu melindungi dan membelanya serta menanggung semua bebannya.Dalil yang menunjukkan kebenaran dari pendapat yang kami katakan ialah sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muhammad ibnu lshaq ibnu Yasar, penulis kitab Al-Magazi. Ia meriwayatkannya dari Abdullah ibnu Abu Nujaih, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas. Muhammad ibnu Ishaq telah mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepadanya Al-Kalbi, dari Bazan maula Ummu Hani, dari Ibnu Abbas. bahwa segolongan orang dari kalangan orang-orang terhormat kabilah Quraisy mengadakan pertemuan di Darun Nudwah. Kemudian Iblis muncul di kalangan mereka dalam rupa seorang syekh yang anggun. Ketika mereka melihatnya, mereka berkata, "Siapakah engkau ini?" Iblis yang berupa orang tua itu menjawab, "Aku seseorang dari Najd. Aku mendengar bahwa kalian mengadakan pertemuan, maka aku berkeinginan untuk menghadiri pertemuan kalian ini, dan saran serta pendapatku nanti niscaya tidak akan sia-sia bagi kalian." Mereka berkata, "Kalau begitu, silakan masuk." Maka iblis pun bergabung bersama dengan mereka. Iblis membuka pembicaraannya, "Kemukakanlah pendapat kalian terhadap lelaki ini (Nabi ﷺ.). Demi Allah, benar-benar telah dekat waktunya dia akan menyaingi urusan kalian dengan urusannya." Seseorang di antara mereka berkata, "Penjarakanlah dia dalam ikatan, kemudian tunggulah saat kematiannya dalam keadaan demikian, sebagaimana telah mati orang-orang yang sebelumnya yang semisal dengan dia dari kalangan ahli syair, seperti Zuhair dan Nabigah. Sesungguhnya dia hanyalah salah seorang dari mereka." Maka si iblis —musuh Allah itu yang berupa seorang tua dari Najd itu— menjerit seraya berkata, "Demi Allah, ini bukanlah pendapat yang tepat bagi kalian. Demi Allah, Tuhannya kelak benar-benar akan membebaskannya dari tahanannya untuk dihantarkan lagi kepada para sahabatnya. Dan dalam waktu yang dekat para sahabatnya pasti akan berhamburan menuju kepadanya untuk membebaskannya dari tangan kalian, lalu para sahabatnya membelanya dari ulah kalian. Maka saya tidak dapat menjamin keselamatan kalian, mereka pasti akan mengeluarkan (mengusir) kalian dari negeri kalian sendiri." Para hadirin dalam pertemuan itu berkata, "Orang tua ini benar, maka kemukakanlah oleh kalian pendapat lainnya." Salah seorang dari mereka ada yang mengatakan, "Kita usir saja dia sehingga kita terbebas darinya, karena sesungguhnya apabila dia telah diusir, niscaya tidak akan membahayakan kalian apa yang diper­buatnya di mana pun ia berada selagi jauh dari kalian, dan urusannya bukan lagi di antara kalian, tetapi di kalangan orang lain." Iblis berkata, "Demi Allah, ini pun bukan pendapat yang tepat bagi kalian, bukankah kalian telah mendengar sendiri tutur katanya yang manis dan lisannya yang fasih sehingga dapat mengetuk hati orang yang mendengar pembicaraannya? Demi Allah, seandainya kalian melakukan hal itu, dan dia menyeru orang-orang Arab, niscaya semua orang Arab akan mendukungnya. Kemudian mereka benar-benar akan datang kepada kalian untuk mengusir kalian dari negeri kalian dan membunuh para pemimpin kalian." Mereka berkata, "Benarlah apa yang dikatakannya, demi Allah. Maka kemukakanlah pendapat lainnya." Abu Jahal la'natullahi 'alaihi mengemukakan pendapatnya, "Demi Allah, sesungguhnya aku menyarankan kepada kalian suatu pendapat yang belum kalian sadari sebelumnya. Menurutku tiada pendapat lain kecuali yang akan kukemukakan." Mereka berkata, "Pendapat apakah itu?" Abu Jahal berkata, "Kalian harus mengambil seorang pemuda yang kuat dan sigap dari setiap kabilah. Kemudian setiap pemuda dipersenjatai dengan pedang yang tajam, lalu mereka memukulnya secara beramai-ramai dengan sekali pukul. Apabila dia (Muhammad) terbunuh, maka darahnya terbagi-bagi di kalangan semua kabilah yang terlibat. Maka menurut dugaanku kabilah Bani Hasyim tidak akan kuat berperang menghadapi semua kabilah Quraisy. Apabila mereka menyadari kemampuannya, niscaya mereka mau menerima 'aql (diat), sehingga kita terbebas darinya dan kita telah memutuskan gangguannya." Maka si orang tua dari Najd itu berkata, "Ini baru suatu pendapat yang jitu, demi Allah. Menurut hematku pendapat yang terbaik adalah apa yang baru dikemukakan oleh orang ini." Maka mereka bubar dengan kesepakatan yang bulat atas usul Abu Jahal itu. Kemudian Malaikat Jibril datang kepada Nabi ﷺ. Dan memerintahkan kepadanya agar jangan menginap di tempat tidur yang biasa ditempatinya, dan memberitahukan kepadanya tentang tipu muslihat dan makar yang akan dilakukan oleh kaumnya. Pada malam itu Rasulullah ﷺ tidak menginap di rumahnya, dan saat itu juga Allah memerintahkan kepadanya untuk berhijrah, lalu Allah menurunkan kepadanya surat Al-Anfal setibanya di Madinah. Di dalam surat Al-Anfal disebutkan nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan oleh Allah kepadanya dan ujian yang telah ditimpakan kepadanya dari sisi- Nya.Dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.Sehubungan dengan ucapan orang-orang kafir Quraisy yang mengatakan, "Tunggulah saat kematiannya seperti kematian orang-orang yang sebelumnya dari kalangan para penyair," Allah subhanahu wata'āla menurunkan firman-Nya:Bahkan mereka mengatakan, "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya " (Ath Thuur:30)Hal tersebut terjadi pada hari pertemuan mereka untuk berbuat makar terhadap Nabi ﷺ yang dikenal dengan 'hari Zahmah'. Hal seperti ini pun telah diriwayatkan dari As-Saddi. Dan sehubungan dengan niat mereka untuk mengusirnya dari Mekah, Allah subhanahu wata'āla menurunkan firman-Nya:Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu darinya, dan kalau terjadi demikian, niscaya-sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja. (Al Israa':76)Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Al-Aufi dari Ibnu Abbas. Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Mujahid, Urwah ibnuz Zubair, Musa ibnu Uqbah, Qatadah, Miqsam, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.Yunus ibnu Bukair telah meriwayatkan dari Ibnu Ishaq, bahwa lalu Rasulullah ﷺ tinggal dalam keadaan menunggu perintah Allah (untuk hijrah). Hingga manakala kabilah Quraisy mengadakan pertemuan dan sepakat untuk berbuat makar terhadap dirinya menurut apa yang mereka kehendaki, maka Jibril alaihissalam datang kepada Nabi ﷺ dan memerintahkan beliau agar malam itu tidak tidur di tempat biasanya. Lalu Rasulullah ﷺ memanggil Ali ibnu Abu Talib dan memerin­tahkannya untuk tidur di tempat tidurnya serta menyelimuti dirinya dengan kain selimut hijau yang biasa dipakainya, maka Ali mengerjakan apa yang diperintahkan kepadanya. Selanjutnya Rasulullah ﷺ sendiri keluar dengan melewati kaum musyrik yang telah berada di depan pintu rumahnya. Nabi ﷺ keluar dengan membawa segenggam pasir, kemudian beliau taburkan pasir itu ke atas kepala mereka. Mereka tidak dapat melihatnya karena Allah telah menutupi mata mereka dari Nabi-Nya hingga mereka tidak dapat melihatnya. Nabi ﷺ keluar seraya membacakan firman-Nya:YaSin, Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah. (Yaa Siin:1-2) sampai dengan firman-Nya:Dan Kami tutup mata mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. (Yaa Siin:9)Al-Hafiz Abu Bakar Al-Baihaqi mengatakan, hal yang menguatkan riwayat di atas telah diriwayatkan dari Ikrimah.Ibnu Hibban di dalam kitab Sahih-nya dan Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak telah meriwayatkan melalui hadis Abdullah ibnu Usman ibnu Khatsyam, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Siti Fatimah masuk menemui Rasulullah ﷺ seraya menangis. Maka Nabi ﷺ. bertanya, "Hai putriku, apakah yang menyebabkan engkau menangis?" Siti Fatimah menjawab, "Wahai ayahku, bagaimana aku tidak menangis, sedangkan golongan orang-orang yang terkemuka dari kabilah Quraisy telah membuat perjanjian dengan nama Lata, Uzza, dan Manat yang ketiga di Hijir, bahwa seandainya mereka melihatmu, maka mereka akan bersama-sama bangkit ke arahmu untuk membunuh­mu secara beramai-ramai. Tidak ada seorang pun dari mereka melainkan telah mengenali bagiannya dari darahmu." Rasulullah ﷺ bersabda, "Ambilkanlah air wudu untukku." Lalu Rasulullah ﷺ berwudu, kemudian keluar menuju masjid. Ketika mereka melihatnya, mereka berkata, "Ini dia orangnya!" Tetapi dengan serta merta kepala mereka tertunduk dan mereka tidak dapat mengangkat pandangannya. Lalu Rasulullah ﷺ mengambil segenggam pasir dan menaburkannya kepada mereka seraya bersabda, "Semoga wajah-wajah ini kelilipan." Maka tiada seorang lelaki pun dari mereka yang terkena oleh pasir itu melainkan pasti gugur dalam Perang Badar dalam keadaan kafir.Imam Hakim mengatakan bahwa hadis ini sahih dengan syarat Imam Muslim, tetapi keduanya tidak mengetengahkannya. Imam Hakim mengatakan bahwa ia tidak melihat adanya cela dalam sanad hadis ini.Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, telah menceritakan kepadaku Usinan Al-Jariri, dari Miqsam maula Ibnu Abbas yang menceritakan hadis berikut dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir Quraisy memikirkan tipu muslihat terhadapmu. (Al Anfaal:30), hingga akhir ayat, Bahwa orang-orang Quraisy mengadakan musyawarah di Mekah pada suatu malam. Sebagian dari mereka mengatakan, "Besok pagi kita tangkap dia, lalu kita ikat." Yang mereka maksudkan adalah Nabi ﷺ. Sebagian yang lain mengatakan, "Tidak, tetapi kita harus membunuhnya." Sedangkan sebagian lagi mengatakan, "Tidak, tetapi kita usir saja dia." Lalu Allah subhanahu wata'āla memperlihatkan makar tersebut kepada Nabi-Nya. Maka Ali radhiyallahu'anhu tidur di tempat tidur Rasulullah ﷺ dan Nabi ﷺ sendiri berangkat menuju gua, sedangkan orang-orang musyrik semalaman menjaga Ali yang mereka sangka Nabi ﷺ. Kemudian pada pagi harinya mereka menyerangnya secara bersamaan, tetapi ketika mereka membukanya ternyata dia adalah Ali. Allah membalas tipu muslihat mereka. Lalu mereka bertanya, "Ke manakah temanmu?” Lalu mereka menelusuri jejaknya. Ketika mereka sampai di bukit, mereka kehilangan jejak, kemudian mereka mendaki bukit itu dan melewati gua yang dimaksud, tetapi mereka melihat di pintu gua itu ada sarang laba-laba. Maka mereka berkata, "Seandainya dia memasuki gua ini, niscaya sarang laba-laba itu tidak akan ada lagi di mulutnya. Nabi ﷺ tinggal di dalam gua itu selama tiga malam.Muhammad ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Muhammad ibnu Ja'far ibnuz Zubair, dari Urwah ibnuz Zubair yang telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembatas tipu daya, (Al Anfaal:30) Yakni engkau (Muhammad) membalas tipu daya mereka dengan tipu daya-Ku Yang Mahateguh, hingga Aku selamatkan kamu dari mereka.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat30 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Araf:180

Tafsir Al-MuyassarQS Al-Araf:180Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik yang menunjukkan kesempurnaan dan keagungan-Nya, semua nama-nama-Nya adalah baik. Mintalah dari-Nya apa saja yang kalian inginkan dengan menyebut nama-nama-Nya. Jauhilah orang-orang yang mengubah nama-nama-Nya dengan menambah, mengurangi, atau menyelewengkannya. Seperti menamakan selain Allah dengan nama-nama-Nya, seperti orang-orang musyrik menamai sesembahan-sesembahan mereka dengan nama-nama itu, atau memaknai nama-nama itu dengan makna yang tidak dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan mendapat balasan amal-amal mereka yang buruk yang mereka kerjakan sewaktu di dunia berupa kufur kepada Allah, menyimpangkan nama-nama-Nya dan mendustakan Rasul-Nya.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka30 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Kode Etik Pengusaha Muslim - Qonaah

Bagi seorang pengusaha, kaya bukan sekadar tentang seberapa besar hartanya, tetapi seberapa qana’ah hatinya. Sebab tanpa qana’ah, sebanyak apa pun yang dimiliki akan selalu terasa kurang. Sebaliknya, qana’ah membuat seseorang mampu menikmati hasil usaha tanpa diperbudak oleh harta.Maka buku ini mengajarkan tidak hanya mengejar bisnis yang besar, tetapi juga membangun hati yang cukup. Karena bisa jadi yang membuat seorang pengusaha benar-benar kaya bukan banyaknya yang ia miliki, melainkan sedikitnya hal yang ia butuhkan untuk merasa cukup.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat30 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Qs Ar Ra’d: 4 — Tentang Karunia Allah

Allah mengajak kita melihat hal-hal yang sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: bumi yang terbentang luas, gunung yang kokoh, sungai yang mengalir, berbagai macam buah dengan bentuk, warna, rasa, dan aroma yang berbeda, serta pergantian malam dan siang yang begitu teratur. Semua itu bukan sekadar pemandangan biasa, tetapi tanda-tanda kekuasaan, kebijaksanaan, dan keesaan Allah. Yang sering menjadi masalah adalah karena semua itu terjadi setiap hari, kita jadi terbiasa dan lupa untuk memikirkannya.Ayat ini mengingatkan bahwa iman juga perlu dilatih dengan memperhatikan dan berpikir. Ada begitu banyak tanda kebesaran Allah di sekitar kita, tetapi manfaatnya akan dirasakan oleh orang yang mau berhenti sejenak dan merenungkannya. Bahkan pergantian malam dan siang mengajarkan bahwa Allah mengatur segala sesuatu dengan sempurna. Yaitu waktu, tempat, kehidupan, dan seluruh yang ada di dalamnya.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat29 Agustus 2026
R

Rachmatika

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tafsir AL Mukhtasar Al Baqarah:59

Akan tetapi. orang" yag zalim diantara mereka justru mengganti tindakan dan mengubaha ucapan itu. Mereka masuk sambil merayap di atas pantat mereka seraya berkata, "Satu biji dalam satu rambut", sebagai sikap meremehkan perintah Allah. Sebab itu balasan bagi mereka ialah Allah menurunkan azab dari langit kepada orang" yg zalim di antara mereka karena mereka telah keluar dari batas" syariat dan melanggar perintah Allah.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Bicaralah dengan penuh kasih sayang

Bicaralah dengan penuh kasih sayang Sumber : don't sweat the small stuff with your family Bukan hal sulit terjerumus dalam kebiasaan menggunjingkan orang lain berbicara dengan nada kasar dan keras kepada orang lain mengatakan sesuatu yang jahat atau negatif mengenai kehidupan orang lain menggerutu dengan sikap tidak sopan mengusir dan segala macam bentuk cara bicara negatif. Sayangnya kebiasaan ini meskipun tampak tak punya pengaruh apa-apa atau tak tampak merusak sebenarnya memiliki konsekuensi yang lebih luas. Berbicara dengan nada negatif atau kasar dapat diartikan sebagai perilaku yang memandang rendah dan menyakiti orang lain. Tidak seorang pun terutama anggota keluarga kita sendiri yang suka diserang dan akibatnya setiap orang akan merasa sakit hati. Reaksi yang muncul akibat adanya serangan verbal adalah dorongan untuk bersikap defensif bisa jadi malah dendam. Ini pasti akan mengakibatkan terkikisnya rasa saling menyayangi di keluarga anda. Jika serangan tidak dilakukan secara langsung ke orang yang bersangkutan melainkan lewat jalan belakang ini juga merupakan tanda ketidaksopanan. Cara seperti ini tidak memberi orang yang diserang kesempatan untuk membela diri. Yang paling penting coba periksa perasaan Anda ketika anda berbicara dengan ada kasar atau negatif. Jika anda mau memperhatikan Saya kira Anda akan setuju bahwa perasaan Anda juga tidak nyaman. Persamaan dengan keluarnya kata-kata yang keras muncul juga perasaan stress dan kaku semacam rasa sakit yang tidak enak di hati anda. Ketika berbicara dengan negara negatif semua perhatian Anda terfokus pada apa-apa yang salah pada dunia sekitar dan orang lain. Perilaku ini akan membuat Anda lupa mensyukuri apa yang telah anda miliki dan bahkan akan menyebabkan anda tetap terpaku pada ketidaksempurnaan tak seorang pun ada yang menang. **Apakah kita merasa lebih enak setelah mengatakan hal yang jahat dan tidak sopan? Kepekaan akan perasaan betapa tidak enaknya rasa mengatakan sesuatu yang jahat kepada orang lain merupakan faktor yang mampu mencegah saya kelewat sering mengalami kekeliruan ini. Ada banyak variasi untuk mengekspresikan hal-hal negatif melalui kata-kata. Ciri yang benar-benar sangat menyakitkan sampai yang tampaknya tak terlampau membuat sakit hati. Namun level apapun dari spektrum y baik yang paling sadis sampai yang paling lembut efeknya tidak jauh berbeda. Sesuatu di mana berbicara kasar bahkan secara ringan pun akan merusak keharmonisan hari kita. Ini membuat kita merasa sedikit uring-uningan negatif bersikap kritis dan selalu curiga namun harus sebaliknya juga benar bila apa-apa yang kita ungkapkan sebagian besar berasal dari kebaikan dan kasih sayang kita akan merasakan perasaan damai dan pemenuhan karena mengetahui bahwa kita telah ikut serta menciptakan dunia yang lebih baik. Tidak ada orang yang sempurna dan kita pasti pernah terpelesek. Tetapi kebanyakan orang memiliki banyak kesempatan untuk memperbaiki diri. Berusahalah sebaik-baiknya untuk berbicara dengan penuh kasih sayang jika anda melakukan hal yang sama. Cukup banyak diantara kita yang dengan tulus melakukannya kita akan hidup di dunia dengan lebih penuh kasih sayang dan lebih sabar

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

QS Yunus ayat 11 tafsir Al Mukhtasar

Seandainya Allah subhanahu wa ta'ala segera mengabulkan doa hajat yang diucapkan oleh manusia untuk kebinasaan diri mereka sendiri anak-anak dan harta benda mereka ketika mereka marah sebagaimana Allah mengabulkan doa baik mereka niscaya mereka sudah binasa. Akan tetapi Allah memberikan dengan waktu kepada mereka telah membiarkan orang-orang yang tidak menunggu perjumpaan dengan Allah karena mereka tidak takut terhadap hukuman Allah dan tidak mengharapkan ganjaran Allah Allah membiarkan mereka menerimalir dalam kebingungan dan kebimbangan terhadap hari perhitungan amal (hari kiamat)

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺPertama: Nabi Ibrahim adalah Nenek Moyang Nabi Muhammad (bagian ke dua)Menjelaskan hadist dari Abbas radhiallauanhu riwayat Bukhari No.4464 yang berisi kisah Hajar dan Ismail yang ditinggalkan di antara bukit Safa dan Marwah oleh Nabi Ibrahim atas perintah Allah sampai akhirnya menemukan air zamzam, lalu Hajar bertemu dan hidup beraama suku yang singgah disana. Lalu Hajar meninggal dan Ismail tumbuh besar bersama suku tersebut dan menikahi wanita jurhum. Sampai akhirnya bertemu kembali dengan Nabi Ibrahim dan membangun kakbah atas perintah Allah. Dari penjelasan hadist ini, dapat diketahui bahwa Nabi Muhammad termasuk golongan Arab Musta'rabah, karena Nabi Ismail A bukan orang Arab asli, namun beliau lahir di negeri Arab, beristri wanita Arab, kemudian anak-anak beliau juga bercampur dengan orang-orang Arab, sehingga dikenal seperti Arab asli.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan dari surat An-Naml

1️⃣ Seorang mukmin selalu optimis, sebab optimisme akan selalu membawa kebaikan, dan merupakan sebuah bentuk husnuzan kepada Allah 'azza wajalla2️⃣ Ingatlah bahwasanya barangsiapa yang dengan sengaja menjahati orang lain, Allah pasti akan membalasnya3️⃣ Sebagai mukmin kita yakin akan kemenangan yang akan Allah 'azza wajalla kepada para wali-Nya

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →