📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Albaqarah : 27

g) Yaitu orang-orang yang melanggar perjanjian yang Allah tetapkan untuk mereka, agar mereka menyembah kepada Allah semata dan mengikuti Rasul-Nya yang telah diberitakan oleh para rasul sebelumnya, dan mereka memutuskan hal-hal yang Allah perintahkan untuk disambung seperti tali silaturahim, serta berusaha menyebarkan kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan.Mereka itulah orang-orang yang merugi di dunia dan di akhirat.Di antara sifat orang-orang fasik yang paling menonjol ialah mengingkari perjanjian mereka dengan Allah dan dengan sesama makhluk, memutuskan sesuatu yang Allah perintahkan untuk disambung, dan membuat kerusakan di muka bumi.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Roots & wings 1 - Raksha Bharadia

Kita sering lupa bahwa setiap anak telah dianugerahiberbagai kualitas unik dan kebutuhan dasaruntukmenemukan tempatnya di dunia. Namun sebelum mencapainya, dia harus menemukan jati dirinya terlebih dulu. Setiap anak punya hasrat untuk belajar, tumbuh, dan menjadi mandiri.Dan yang terutama dia punya hak untuk memiliki kehendak sendiri. Kita harus yakin bahwa anak kita mengikuti jadwal individu masing-masing untuk berkembang. Mampukah kita mempercayai adanya rencana yang lebih besar bahkan saat kita tidak melihatnya?

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
I

Ida Ummu hafsho

📍 Kota Palu

Lingkungan anak

Ringkasan:Memiliki anak membawa banyak perubahan dalam hubungan dan kehidupan sehari-hari.Waktu bersama pasangan dan waktu untuk diri sendiri menjadi berkurang.Pola tidur, pekerjaan, kehidupan sosial, dan kebiasaan juga dapat berubah.Perubahan membutuhkan penyesuaian, kesabaran, dan sikap fleksibel.Penting untuk menerima kehidupan baru daripada terus berusaha mengembalikan keadaan seperti dulu.Rasa kesal atau kecewa perlu dipahami penyebabnya agar tidak berujung pada saling menyalahkan.Kerja sama dan pembagian tanggung jawab yang seimbang dalam mengasuh anak dapat membuat hubungan lebih baik.Perbedaan pendapat dalam keluarga adalah hal yang wajar; yang terpenting adalah cara menghadapi dan menyelesaikan konflik.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Pustaka 26 Agustus

["Malu tidak mendatangkan apapun kecuali kebaikan." - HR. al-Bukhari, No.6117Malu merupakan salah satu sifat mulia yang dimiliki oleh seorang wanita. Malu merupakan bagian dari kemuliaan akhlak yang menjadikan wanita tampak anggun dan terjaga.Rasa malu dapat menjadikan seseorang tetap menjaga kehormatannya. Sebagaimana yang digambarkan dalam kisah shahabiyah yaitu Ummu Salamah dan kisah yang terdapat di Al-Qur'an tentang kisah wanita dari Madyan yang mendatangi Nabi Musa.]

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI26 Agustus 2026
N
Nahda L M

📍 Kabupaten Bandung

Halaqah 28 - Kebangkitan

Halaqah 28- KebangkitanHalaqah yang ke-28 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Kebangkitan ”Yang dimaksud dengan kebangkitan adalah dikembalikannya arwah kepada jasad, sehingga manusia kembali hidup. Akan digoncangkan Bumi dengan segoncang-goncangnya dan terbuka kuburan manusia. Kemudian keluarlah semua manusia dari kuburnya dalam keadaan hidup. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirmanإِذَا زُلۡزِلَتِ ٱلۡأَرۡضُ زِلۡزَالَهَا (١) وَأَخۡرَجَتِ ٱلۡأَرۡضُ أَثۡقَالَهَا (٢) وَقَالَ ٱلۡإِنسَـٰنُ مَا لَهَا“Apabila Bumi digoncang dengan segoncang-goncangnya. Dan Bumi mengeluarkan beban-bebannya. Dan berkatalah manusia, “Mengapa Bumi menjadi begini?” (Az-Zalzalah : 1-3)Dan orang yang pertama kali terbuka kuburannya adalah Rasulullah ﷺ (HR. Bukhari dan Muslim).Manusia akan dibangkitkan sesuai dengan keadaan dia ketika meninggal dunia. Rasulullah ﷺ bersabda,يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِAkan dibangkitkan setiap hamba sesuai keadaan dia ketika meninggal dunia (HR. Muslim)Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwasanya orang yang meninggal dalam keadaan ihram, haji atau umroh, maka akan dibangkitkan dalam keadaan membaca talbiyah (HR. Bukhari dan juga Muslim).Orang yang memakan riba akan bangkit seperti bangkitnya orang-orang yang kesurupan yaitu dalam keadaan sempoyongan. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirmanٱلَّذِينَ يَأۡڪُلُونَ ٱلرِّبَوٰاْ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيۡطَـٰنُ مِنَ ٱلۡمَسِّ‌ۚ“Orang-orang yang memakan riba, tidak bangkit dari kuburnya, kecuali seperti bangkitnya orang-orang yang kerasukan setan.” (Al-Baqarah : 275)Inilah hari kebangkitan yang diingkari oleh orang-orang kafir dan dilalaikan oleh kebanyakan manusia. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirmanزَعَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَن لَّن يُبۡعَثُواْ‌ۚ قُلۡ بَلَىٰ وَرَبِّى لَتُبۡعَثُنَّ“Orang-orang kafir menyangka bahwasanya mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah, “Bahkan demi Rabb-ku, kalian akan dibangkitkan”. (At-Taghabun : 7)Hari yang sangat sulit dan sangat berat. Pada hari itu, manusia akan menyesal. Orang kafir akan menyesal karena tidak beriman. Dan orang beriman menyesal karena tidak maksimal di dalam beramal di Dunia. Semoga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memberikan kita dan orang-orang yang kita cintai, kemudahan dalam menghadapi hari yang sangat besar ini.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Sebagaimana yang dijanjikan Allah dalam Al-Qur`an surat Fâthir ayat 29, yang artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang mempelajari Kitab Allah, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya baik secara diam-diam dan terang-terangan; maka mereka itu boleh mengharapkan suatu macam perniagaan yang tidak akan pernah merugi."Dapat kita bayangkan bahwa Allah menjamin usaha kita ibarat peniagaan (dagang) yang tidak akan pernah bangkrut. Hanya perlu dipahami bahwa keuntungan dari perniagaan kita mungkin belum bisa cair secara fisik pada saat itu, tapi akandisimpan oleh Allah dalam rekening tabungan rezeki kita. Kapan turunnya? Hanya tinggal menunggu saja karena hanya Allah yang tahu saat yang paling tepat untuk kita.Rasulullah ﷺ bersabda, yang artinya: "Sedekah membuat orang semakin banyak hartanya. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah Ta'ala akan melimpahkan rahmat-Nya." (HR. Ibnu Abi ad-Dunya)Imam Ali berkata, “Pancinglah rezeki dengan sedekah.”

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 1 Dahsyat Bahaya Lisan Wanita

Alangkah Bahayanya LisanLisan adalah salah satu nikmat Allah yang sangat besar. Bentuknya kecil, tetapi akibat dari ucapan yang keluar darinya bisa sangat besar, bahkan bisa menjadi sebab seseorang masuk ke dalam neraka.Karena itu, menjaga lisan adalah perkara yang sangat penting. Jangan sampai kita berbicara tanpa berpikir, karena setiap ucapan akan dicatat dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.Allah berfirman:“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”(QS. Qaf: 18)Allah juga berfirman:“.....Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun.”(QS. Al-Kahfi: 49)Artinya, tidak ada satu pun perkataan kita yang sia-sia di sisi Allah.Rasulullah ﷺ juga sangat mengkhawatirkan bahaya lisan bagi umatnya. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang perkara yang harus ia pegang sebagai pedoman. Beliau menjawab:“Katakanlah: ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian istiqamahlah.”Kemudian Sufyan bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang paling engkau khawatirkan terhadapku?”Rasulullah ﷺ memegang lidah beliau, lalu bersabda:“Ini.”(HR. Tirmidzi)Ini menunjukkan betapa seriusnya bahaya lisan.Seseorang bisa saja rajin beribadah, tetapi lisannya masih suka menyakiti, mencela, menggunjing, berdusta, menyebarkan berita yang tidak benar, atau membicarakan sesuatu yang tidak bermanfaat. Karena itu, kita perlu belajar untuk berpikir sebelum berbicara.Allah mengingatkan kita untuk bertakwa dan menaati-Nya:QS. Ali 'Imran: 102 — ..... bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa.QS. An-Nisa: 1 — ..... Allah selalu menjaga dan mengawasi kita.QS. Al-Ahzab: 70–71 — ..... berkata dengan perkataan yang benar dan menaati Allah serta Rasul-Nya akan membawa kepada kemenangan yang besar.Jadi, jangan meremehkan ucapan hanya karena kata-kata itu keluar dengan cepat dan terlihat sederhana.Lidah memang kecil, tetapi dosa yang ditimbulkannya bisa sangat besar.Maka sebelum berbicara, mari biasakan bertanya kepada diri sendiri:“Apakah perkataan ini benar? Apakah bermanfaat? Apakah Allah ridha jika aku mengucapkannya?”Sebab menjaga lisan bukan hanya tentang diam, tetapi tentang belajar menggunakan nikmat Allah ini untuk perkara yang baik.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
R
Ressy Sri Agesty

📍 Kabupaten Bandung

Bagaimana Menerangkan kepada Anak tentang Sex Education yang Mudah Dimengerti dengan Bahasa Anak-Anak

Pendidikan seks pada anak bukan tentang mengajarkan hubungan seksual, tetapi mengenalkan tubuh, aurat, perbedaan laki-laki dan perempuan, batasan sentuhan, serta cara menjaga diri.Dapat dimulai dari:Mengenalkan nama dan fungsi bagian tubuh.Mengajarkan aurat dan cara menjaganya.Melatih kemandirian seperti toilet training, mandi, berpakaian, dan tidur.Mengajarkan bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain.Membiasakan anak menjaga aurat dan berganti pakaian di tempat tertutup.Tujuannya agar anak mengenal tubuhnya, memahami batasan, menjaga kehormatan, dan mampu melindungi dirinya sesuai nilai-nilai Islam

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Al Isra 15

Tafsir Al-MuyassarAl-Isra (17:15)Tema: ISYARAT BAHWA UMAT ISLAM AKAN MENJADI UMAT YANG BESAR (Ayat 1-111)Subtema: Setiap orang memikul dosanya sendiri (Ayat 13-22)Barangsiapa yang mendapat petunjuk, dan mengikuti jalan kebenaran, maka pahalanya akan kembali kepada dirinya sendiri. Sebaliknya, barangsiapa yang menentang dan mengikuti jalan kebatilan, maka siksanya akan kembali kepada dirinya sendiri. Jiwa yang berdosa tidak memikul dosa jiwa lainnya yang berdosa. Allah tidak akan mengazab seorang pun kecuali setelah tegak hujjah atasnya, dengan diutusnya para Rasul dan diturunkannya kitab-kitab.Catatan tafsir:Ibnu abdul Barr meriwayatkan dalam At Tamhid dengan sanad yang lemah dari Aisyah. Khadijah pernah bertanya kepda Rasulullah tentang anak-anak musyrikin. Beliau menjawab, "Mereka bersama-sama dengan orang tua mereka." Kemudian aku bertanya setelah itu dan beliau menjawab, "Allah lebih mengetahui apa yang dahulu mereka perbuat." Aku kembali bertanya setelah islam sempurna. Maka turunlah ayat ini. Beliau bersabda, "Mereka berada di atas fitrah" aau bersabda, "..... di surga".Sumber: Ashabun Nuzul - Jalaluddin As-Suyuthi.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah ayat 8

Tafsir QS . Al-Baqarah Ayat 8وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَArtinya: “Di antara manusia ada yang mengatakan, ‘Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,’ padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.”Pada ayat kedelapan ini, di awal Surah Al-Baqarah, Allah menyebutkan tiga model manusia.Yang pertama, orang-orang beriman, ayat 2 sampai 5. Berarti terdiri dari empat ayat.Yang kedua, orang-orang kafir, ayat 6 sampai 7, terdiri dari dua ayat.Yang ketiga, orang-orang munafik, ayat 8 sampai 20, terdiri dari 13 ayat.Orang-orang munafik terdiri dari 13 ayat. Ini menunjukkan pentingnya kita mengetahui sifat-sifat orang munafik.Apa itu an-nifaq atau munafik?An-nifaq yaitu perbuatannya, sedangkan munafik adalah pelakunya. Munafik adalah menampakkan sesuatu yang berbeda dengan isi hati.Nah, di sini ada dua.Pertama, nifaq al-amaliyah, yaitu nifaq amal atau nifaq as-shaghir.Yang kedua, nifaq al-i‘tiqaadi atau nifaq akbar, yaitu kemunafikan yang besar.Nifaq al-amaliyah atau nifaq amal adalah dosa besar, tetapi tidak kafir. Ciri-cirinya di antaranya: jika berbicara ia berdusta, jika ia berjanji ia mengingkari, jika dipercaya ia berkhianat, jika membuat kesepakatan ia membatalkannya, dan jika berselisih ia licik atau curang.Nah, orang-orang munafik melakukan ini semua dosa besar.Pertanyaannya, bagaimana dengan orang beriman? Terkadang mereka melakukan sifat-sifat ini, sifat munafik. Misalnya berdusta. Tetapi bukan ciri khusus mereka melakukannya, melainkan hanya sesekali atau jarang.Kalau orang yang memiliki nifaq amaliyah, mereka selalu atau sering berdusta, menyelisihi, curang, dan lain-lain.Nifaq al-i‘tiqaadi maksudnya hatinya tidak beriman dengan Islam, tetapi secara KTP mereka Islam. Maksudnya, secara zahir menampakkan Islam.Oleh karenanya, kita harus hati-hati tatkala kita mengatakan seorang munafik.Apa maksudnya?Kalau mengatakan munafik itu al-i‘tiqaadi, ini bahaya. Nifaq al-i‘tiqaadi itu kafir, bahkan lebih parah daripada kafir. Oleh karenanya, orang munafik lebih parah daripada orang kafir asli.Makanya Allah menyebutkan orang munafik ada 13 ayat, karena mereka ada di setiap masa atau di setiap zaman.Kata Imam Malik, di zaman sekarang istilah para ulama adalah zindiq. Maksudnya orang yang benci dengan Islam dan dia menampakkannya.Kalau orang munafik pada zaman dulu, mereka menyembunyikannya atau tidak menampakkan kebencian mereka. Kalau orang zaman sekarang terang-terangan, mereka menampakkan kebenciannya.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Mengelola Keuangan Rumah Tangga Islami - Dr. Labib Najib Abdullah

Islam: Agama Bekerja dan BerusahaPelajaran dari hadis Nabi ﷺ:Pekerjaan kecil tetap lebih baik daripada meminta-minta, meskipun hasilnya sedikit.Islam adalah agama kerja, bukan agama yang mengajarkan kemalasan, pengangguran, atau menggantungkan diri kepada orang lain.Manfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga serta mencari nafkah.Rasulullah ﷺ memberikan solusi yang praktis dan langsung menyelesaikan akar masalah, bukan hanya memberikan bantuan materi atau nasihat.Makna ekonomi yang lebih luasManusia memiliki kebutuhan dan didorong untuk berusaha memenuhinya dengan cara yang halal.Tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi sendiri, sehingga manusia saling membutuhkan dan bekerja sama.Ketika seseorang berusaha memenuhi kebutuhan orang lain melalui pekerjaannya, ia juga memperoleh manfaat untuk dirinya sendiri.Karena itu, aktivitas ekonomi yang halal dapat menciptakan manfaat bagi individu sekaligus masyarakat.🌿 Inti pelajaran:Islam mengajarkan kemandirian, produktivitas, kerja keras, dan saling memberi manfaat. Mencari nafkah dengan cara halal bukan hanya memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga menjadi kontribusi bagi keluarga dan masyarakat.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir As-Sa'di Hud (11:6)

Tema: BUKTI-BUKTI KEESAAN DAN KEKUASAAN (Ayat 1-83)(6) Maksudnya, semua yang merayap di muka bumi berupa manusia, binatang darat atau laut maka Allah telah menjamin rizki dan makanan mereka, rizki mereka menjadi kewajiban Allah. ﴾ وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَاۚ ﴿ "Dan Dia mengetahui tempat berdiamnya binatang itu dan tempat penyimpanannya." Maksudnya, Dia mengetahui tempat ber-diam diri binatang-binatang ini yaitu rumah tempat tinggalnya dan perlindungannya, dan mengetahui tempat penyimpanannya yaitu tempat di mana ia berpindah kepadanya pada waktu pulang per-ginya dan kondisi-kondisi tertentunya. ﴾ كُلّٞ ﴿ "Semuanya" seluruh perincian tentang keadaannya ﴾ فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٖ ﴿ "tertulis dalam Kitab yang nyata." Yakni Lauh Mahfuzh yang meliputi seluruh peristiwa yang terjadi di langit dan bumi. Semuanya diliputi oleh ilmu Allah, dicatat oleh penaNya, berlaku padanya kehendakNya dan dicukupi olehNya rizkinya. Hendaknya manusia tetap tenang kepada jami-nan Allah yang menjamin rizkinya dan yang ilmuNya meliputi Dzat dan sifat-sifatNya.Catatan kaki:210478. Maksud "binatang melata" di sini ialah segenap makhluk Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā yang bernyawa.210479. Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan "tempat berdiam" di sini ialah dunia dan "tempat penyimpanan" ialah akhirat. Menurut sebagian ahli tafsir yang lain, maksud "tempat berdiam" ialah tulang sulbi dan "tempat penyimpanan" ialah rahim.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →