📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Ibnu Katsir, Surat Al-Anfal : 29

29. Ibnu Abbas, As-Saddi, Mujahid, Ikrimah, Ad-Dahhak, Qatadah, dan Muqatil ibnu Hayyan serta ulama lainnya yang bukan hanya seorang telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:. Furqan. (Al Anfaal:29) Bahwa yang dimaksud ialah jalan keluar.Menurut Mujahid di tambahkan di dunia dan akhirat.Menurut suatu riwayat dari Ibnu Abbas, yang dimaksiat dengan Furqan ialah keselamatan. Sedangkan menurut riwayat yang lain —Juga dari Ibnu Abbas— yang dimaksud dengan furqan ialah pertolongan Allah.Muhammad ibnu Ishaq mengatakan bahwa makna furqan ialah pemisah antara perkara yang hak dan yang batil.Tafsir yang dikemukakan oleh Ibnu Ishaq ini pengertiannya lebih mencakup daripada pendapat lainnya, dan memang apa yang dikemukakannya itu mencakup kesemuanya. Karena sesungguhnya orang yang bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya berarti dia mendapat taufik untuk mengetahui perbedaan antara perkara yang hak dan yang batil. Maka yang demikian itu merupakan penyebab datangnya pertolongan Allah, jalan keselamatan, dan jalan keluar dari semua urusan dunia serta kebahagiaan di hari kiamat, penghapus segala dosa, beroleh ampunan dan disembunyikan dari semua orang serta menjadi penyebab beroleh pahala Allah yang berlimpah. Pengertiannya sama dengan apa yang disebutkan di dalam firman-Nya:Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat­-Nya kepada kalian dua bagian, dan menjadikan untuk kalian cahaya yang dengan cahaya itu kalian dapat berjalan dan Dia mengampuni kalian. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Hadiid:28)

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat30 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Araf:179

Dan Kami telah menciptakan untuk neraka (yang didalamnya Allah akan mengazab orang-orang yang berhak mendapat azab di akhirat) banyak dari golongan jin dan manusia yang mempunyai hati, tapi tidak pernah dipakai untuk berfikir, sehingga tidak pernah mengharap pahala dan tidak pernah takut akan siksa. Mereka mempunyai mata, tapi tidak pernah dipakai untuk melihat ayat-ayat dan dalil-dalil Allah. Mereka mempunyai telinga, tapi tidak pernah dipakai untuk mendengar ayat-ayat dan dalil-dalil Allah sehingga mereka dapat merenunginya. Mereka itu seperti binatang yang tidak paham akan kalimat yang diucapkan kepadanya dan tidak paham apa yang dilihatnya, tidak berpikir dengan hatinya tentang kebaikan dan keburukan sehingga dia bisa membedakan antara keduanya. Bahkan mereka (manusia dan jin) itu lebih sesat dari binatang-binatang itu. Karena binatang masih dapat melihat apa yang bermanfaat dan berbahaya baginya dan mau mengikuti tuannya, sedangkan mereka tidak demikian. Mereka itulah orang-orang yang lalai dari iman kepada Allah dan taat kepada-Nya.

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka30 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Kode Etik Pengusaha Muslim - Harta Bisa Mengancam Kebahagiaan

Allah berfirman, “Sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, niscaya mereka akan melampaui batas di bumi…” (QS. Asy-Syura: 27). Ayat ini mengingatkan bahwa harta yang semakin banyak tidak selalu berarti kebahagiaan yang semakin besar. Bagi seorang pengusaha, kelapangan rezeki justru bisa menjadi ujian: standar hidup meningkat, keinginan bertambah, dan ambisi semakin sulit dikendalikan.Karena itu, harta yang banyak tanpa takwa dapat menjadi ancaman bagi kebahagiaan itu sendiri. Bukan karena hartanya buruk, tetapi karena manusia bisa kehilangan rasa cukup ketika terus mengejar lebih. Bisa jadi yang kita anggap sebagai “rezeki yang kurang” justru merupakan bentuk penjagaan Allah, agar kita tidak mendapatkan begitu banyak sampai akhirnya harta yang kita kejar malah mengambil ketenangan yang kita cari.

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat30 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS Yusuf: 86 — Kesedihan Nabi Yaqub

Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ucapan Nabi Ya‘qub عليه السلام, “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku,” menunjukkan bahwa beliau mengadukan seluruh kesusahan dan penderitaannya hanya kepada Allah.Sedangkan kalimat “dan aku mengetahui dari Allah apa yang kalian tidak mengetahuinya” dipahami sebagai bentuk harapan Ya‘qub terhadap kebaikan dari Allah. Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Ya‘qub mengetahui mimpi Yusuf adalah benar dan Allah pasti akan mewujudkannya. Karena itu, meskipun secara lahiriah keadaan semakin berat, Ya‘qub tetap memiliki keyakinan bahwa apa yang Allah janjikan akan terjadi.Jadi, dalam penjelasan Ibnu Katsir, kesedihan Ya‘qub tidak menghilangkan harapannya kepada Allah. Beliau bersedih, tetapi tetap yakin bahwa Allah mengetahui dan akan mewujudkan sesuatu yang belum diketahui oleh orang-orang di sekitarnya.

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat29 Agustus 2026
R

Rachmatika

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tafsir Al Muyassar Al Baqarah:44

Alangkah buruk keadaan kalian dan keadaan alim ulama kalian saat kalian memerintahkan manusia untuk melakukan kebaikan, sementara kalian membiarkan diri kalian sendiri. Kalian tidak mengajak diri kalian kepada kebaikan yang besar, yaitu Islam. Kalian membaca Taurat yang menjelaskan sifat-sifat Muhammad dan kewajiban beriman kepadanya. Apakah kalian tidak menggunakan akal pikiran kalian secara benar?

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Faktor-Faktor dalam menggapai husnul khotimah

Masalah tauhid bukanlah masalah sampingan hingga kita menundanya, melainkan masalah fundamental yang menjadi pilar utama penopang agama.Rasulullah ﷺ bersabda:​"Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar melainkan Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, serta Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, Isa adalah hamba Allah dan utusan-Nya, kalimat-Nya yang ditujukan kepada Maryam dan roh dari-Nya, surga itu benar adanya, dan neraka itu benar adanya, maka Allah berkenan memasukkannya ke dalam surga dengan segenap amalannya." (HR. Al-Bukhari & Muslim)​Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ juga menegaskan bahwa Allah melarang api neraka membakar orang yang mengucapkan "Laa ilaaha illallah" hanya untuk mendapat ridha Allah. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang mengesahkan Allah pasti akan masuk surga sesuai dengan segenap amal mereka, di mana kedudukan dan tempatnya di dalam surga berbeda-beda tergantung tingkat amalan masing-masing.​

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat25 Agustus 2026
D
Daramatasia

📍 Kota Depok

Surah annisa hal 83

1 Rahmat Allah kpd hambah-hambahnya sangat luas.Dia menyukai mereka dan suja meringankan beban mereka.2 Syariat Islam melindungj hak-hak manusia3 Menjauhi dosa-dosa besar adalah penyebab masuk surga dan terampuninya dosa-dosa kecil4 Relah menerimah oemberian Allah dan tidak menginginkan apa yg ad ditangan orang lain akan menghindarkan seseorang dari perasaan iri hati maupun benci atas takdir Allah Ta’ala

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat25 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar Ali Imran 48-49

48 Allah lalu mengajarkan kepada-Nya tata cara menulis, ketepatan dan kebenaran dalam berbicara dan bertindak. Dia juga mengajarkan kepada-Nya Kitab Taurat yang diturunkan kepada Musa -‘alaihissalām- dan mengajarkan kepada-Nya Kitab Injil yang akan diturunkan kepadanya.49 Allah juga menjadikannya rasul bagi Bani Israil. Dia mengatakan kepada mereka, “Sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk kalian. Aku datang kepada kalian dengan membawa tanda-tanda yang menunjukkan kebenaran kenabianku, yaitu aku bisa membuat sesuatu dari tanah liat dengan bentuk seperti burung kemudian aku tiup benda itu dan langsung berubah menjadi burung hidup dengan izin Allah, aku bisa menyembuhkan orang yang lahir dalam keadaan buta hingga dia bisa melihat dengan jelas, aku bisa menyembuhkan orang yang sakit lepra sehingga kulitnya bisa sembuh seperti sedia kala, dan aku bisa menghidupkan orang yang sudah mati. Semua itu terjadi dengan izin Allah. Aku juga mampu memberitahukan kepada kalian tentang apa yang kalian makan dan apa yang kalian sembunyikan di rumah kalian. Sesungguhnya hal-hal ajaib yang aku sebutkan pada kalian ini, yang tidak mampu dilakukan oleh manusia; benar-benar menunjukkan tanda-tanda yang nyata bahwa aku adalah utusan Allah untuk kalian, jika kalian ingin beriman dan percaya kepada bukti kebenaran.---

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka25 Agustus 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺAsal-Usul Nasab Nabi Muhammad ﷺPertama: Nabi Ibrahim nenek moyang beliauSebelum membahasnya, penulis menjelaskan kisah Nabi Ibrahim.1. Tempat lahir: Nabi Ibrahim lahir dan tumbuh besar di Babil, Irak.2. Dakwah di Irak: Beliau mendakwahi kaum penyembah patung, namun ditolak dan diusir, termasuk oleh ayahnya sendiri.3. Hijrah ke Syam: Beliau pindah ke Syam untuk mendakwahi kaum penyembah bintang dan benda langit.4. Pernikahan: Di Syam, Nabi Ibrahim menikahi Sarah, namun tidak kunjung dikaruniai anak selama bertahun-tahun.5. Perjalanan ke Mesir dan Perlindungan AllahRaja yang zalim: Nabi Ibrahim dan Sarah pergi ke Mesir yang saat itu dipimpin oleh raja yang suka merebut wanita cantik secara paksa.6. Siasat perlindungan: Nabi Ibrahim meminta Sarah mengaku sebagai saudarinya (saudara seiman) agar beliau tidak dibunuh oleh petugas raja.7. Mukjizat Sarah: Saat raja mencoba menyentuh Sarah di kamar, tangan raja seketika terbelenggu dengan kuat sebanyak tiga kali berturut-turut setelah Sarah dan Nabi Ibrahim berdoa.8. Hadiah Hajar: Karena ketakutan dan mengira Sarah adalah setan, raja tersebut membebaskannya dan memberi hadiah seorang pelayan bernama Hajar.9. Kelahiran Nabi Ismail dan Hijrah ke MakkahPernikahan dengan Hajar: Karena merasa iba suaminya belum memiliki keturunan, Sarah meminta Nabi Ibrahim untuk menikahi Hajar.10. Kelahiran Ismail: Dari pernikahan tersebut, Hajar mengandung dan melahirkan seorang anak bernama Ismail.11. Kecemburuan Sarah: Kehadiran Ismail memicu rasa cemburu yang besar dalam diri Sarah.12. Pindah ke Makkah: Atas perintah Allah dan untuk meredam perselisihan, Nabi Ibrahim membawa Hajar dan Ismail kecil pindah ke Makkah.13. Pelajaran moral: kisah Nabi Ibrahim, Sarah dan Hajar mengajarkan cara menyikapi kecemburuan istri dengan bijak tanpa kemarahan, serta memahami bahwa cemburu adalah tabiat dan tanda sayang.

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka25 Agustus 2026
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Ringakasan bab Doa untuk Keharmonisan Rumah Tangga

Ketika bersanding dengan musibah, doa mempunyai tiga kondisi sebagai berikut:Doa itu lebih kuat daripada musibah. Maka dari itu, doa mampu mencegah terjadinya musibah.Doa itu lebih lemah daripada musibah. Akibatnya, doa itu terkalahkan sehingga musibah pun menimpa orang yang bersangkutan. Namun, doa bisa meringankan musibah tersebut meski hanya sedikit.Doa dan musibah sama-sama kuat, maka akan saling menyerang dan mengalahkan.—— Imam Ibnul Qayyim, Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa’ ———Buku: Cinta janji dan ujian dalam berumah tanggaKarya: Dr. Muhammad  Abduh Tuasikal.

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat25 Agustus 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

SABAR

pada ayat 26 : Allah Swt. memerintahkan untuk berbuat adil dalam qisas (pembalasan) dan seimbang dalam menunaikan hak, seperti yang disebutkan dalam riwayat Abdur Razzaq, dari As-Sauri, dari Khalid, dari Ibnu Sirin yang telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:{فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ}maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu.Rasulullah Saw. bersabda: Kami akan bersabar dan tidak akan membalas.Ayat ini mempunyai persamaan dengan ayat-ayat lain, yang intinya mengandung perintah untuk bersikap adil dan dianjurkan bersikap pemurah (memaaf), seperti yang disebutkan dalam firman-Nya:{وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا}Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. (Asy-Syura: 40)Kemudian dalam firman selanjutnya disebutkan:{فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ}maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. (Asy-Syura: 40), hingga akhir ayat.Adapun firman Allah Swt.:{وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلا بِاللَّهِ}Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah. (An-Nahl: 127)Hal ini mengukuhkan perintah bersabar, sekaligus sebagai pemberitaan bahwa kesabaran itu tidak dapat diraih melainkan berkat kehendak Allah dan pertolongan-Nya, serta berkat upaya dan kekuatan-Nya. Selanjutnya Allah Swt. berfirman:{وَلا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ}dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka. (An-Nahl: 127)Yakni terhadap orang-orang yang menentangmu, karena sesungguhnya Allah telah menakdirkan hal tersebut.{وَلا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ}Adapun firman Allah Swt.:{الَّذِينَ اتَّقَوْا}orang-orang yang bertakwa. (An-Nahl: 128) Maksudnya, orang-orang yang meninggalkan hal-hal yang diharamkan.{وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ}dan orang-orang yang berbuat kebaikan.Yakni orang-orang yang mengerjakan ketaatan. Mereka adalah orang-orang yang dijaga oleh Allah, dipelihara-Nya, ditolong-Nya, didukung­Nya, dan dimenangkan-Nya atas musuh-musuh mereka dan orang-orang yang menentang mereka.

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat25 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

QS. Ar-Ra’d: 18 — Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir

1. Dua golongan manusia dan tempat kembali merekaAyat ini menjelaskan bahwa manusia pada akhirnya terbagi menjadi dua golongan:Orang-orang yang memenuhi seruan AllahOrang-orang yang tidak memenuhi seruan AllahPerbedaan pilihan mereka di dunia akan menentukan balasan dan tempat kembali mereka di akhirat.2. Orang yang memenuhi seruan AllahAllah berfirman tentang orang-orang yang memenuhi seruan-Nya.Menurut Tafsir Ibnu Katsir, memenuhi seruan Allah berarti:Taat kepada Allah dan Rasul-NyaTunduk terhadap perintah AllahMembenarkan berita yang Allah sampaikanMeyakini perkara yang telah terjadi maupun yang akan datang sebagaimana diberitakan AllahMenjalankan iman dengan ketaatan dan amal salehJadi, memenuhi seruan Allah bukan hanya sekadar mengetahui atau mengakui kebenaran, tetapi menerimanya dengan ketundukan dan ketaatan.3. Balasan mereka adalah pahala yang baikBagi orang-orang yang memenuhi seruan Allah, Allah menyediakan:“Pembalasan yang baik.”Artinya, mereka akan mendapatkan pahala yang baik, yaitu kenikmatan dan keselamatan di akhirat.Ibnu Katsir mengaitkan makna ini dengan beberapa ayat lain, di antaranya kisah Zulqarnain dalam QS. Al-Kahfi ayat 87–88.Orang yang beriman dan beramal saleh akan mendapatkan pahala terbaik sebagai balasan.Hal yang sama juga terdapat dalam QS. Yunus ayat 26:Orang yang berbuat baik mendapatkan pahala terbaik dan tambahan.Dengan demikian, ketaatan kepada Allah tidak akan sia-sia. Setiap kebaikan akan mendapatkan balasan yang baik dari Allah.4. Orang yang menolak seruan AllahSebaliknya, Allah menyebutkan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Tuhan mereka.Menurut Ibnu Katsir, maksudnya adalah mereka yang:Tidak taat kepada AllahMenolak perintah-NyaTidak tunduk kepada-NyaMemilih jalan yang bertentangan dengan petunjuk AllahMereka akan menghadapi keadaan yang sangat berbeda dengan orang-orang yang taat.5. Harta tidak dapat menjadi tebusan di akhiratAllah menggambarkan keadaan mereka:Seandainya mereka memiliki seluruh kekayaan yang ada di bumi, bahkan ditambah sebanyak itu lagi, mereka akan rela memberikan semuanya untuk menebus diri dari azab Allah.Bayangkan seseorang memiliki seluruh harta dunia, tetapi pada saat itu harta tersebut tidak lagi dapat menyelamatkannya.Ibnu Katsir menjelaskan bahwa pada hari kiamat, Allah tidak menerima harta sebagai tebusan bagi mereka.Artinya:Harta yang sangat banyak tidak dapat menggantikan iman dan ketaatan.Apa yang mungkin sangat bernilai di dunia menjadi tidak berarti ketika seseorang sudah berada di hadapan pengadilan Allah.6. Mereka mendapatkan “hisab yang buruk”Allah kemudian berfirman bahwa bagi mereka disediakan:“Hisab yang buruk.”Maksudnya, mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatan mereka.Tidak hanya perkara besar, tetapi juga perkara kecil maupun besar yang mereka lakukan.Ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia tidak berlalu begitu saja.Setiap perbuatan memiliki konsekuensi dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.7. Hisab yang buruk berujung pada azabIbnu Katsir menjelaskan bahwa orang yang benar-benar dimintai pertanggungjawaban dalam bentuk hisab yang buruk akan mendapatkan azab.Karena itu, ayat tersebut dilanjutkan dengan:“Tempat kediaman mereka ialah Jahannam.”Jahannam menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang menolak seruan Allah.Allah menutup ayat dengan penegasan:“Dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.”Pesan tadabburAllah memberikan pilihan kepada manusia, tetapi setiap pilihan memiliki balasan.Kekayaan, harta, dan apa pun yang dimiliki manusia di dunia tidak dapat menjadi jaminan keselamatan di akhirat. Yang akan menentukan adalah iman, ketaatan, dan amal yang dilakukan selama hidup.Maka ayat ini mengingatkan kita agar jangan hanya mengejar sesuatu yang bernilai di dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal untuk hari ketika semua harta tidak lagi dapat menjadi tebusan.Pertanyaan refleksi:Ketika Allah memanggil kita melalui perintah dan larangan-Nya, apakah kita termasuk orang yang memenuhi seruan-Nya atau justru berpaling darinya?Kesimpulan singkat:Penuhi seruan Allah → taat dan beriman → memperoleh pahala yang baik.Menolak seruan Allah → hisab yang buruk → azab Jahannam.

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat25 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Ibnu Katsir QS. Taha : 7

Allah taala berfirman:وَإِن تَجۡهَرۡ بِٱلۡقَوۡلِ فَإِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلسِّرَّ وَأَخۡفَىDan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi (1) Catatan kaki:210682. Maksud ayat ini ialah tidak perlu mengeraskan suara dalam berdoa karena Allah mendengar semua doa itu, walaupun diucapkan dengan suara rendah.Tafsir Ibnu KatsirTaha (20:7)Tema: AL-QUR'AN DITURUNKAN SEBAGAI PERINGATAN BAGI MANUSIA (Ayat 1-8)Catatan kaki:210682. Maksud ayat ini ialah tidak perlu mengeraskan suara dalam berdoa karena Allah mendengar semua doa itu, walaupun diucapkan dengan suara rendah.Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.Yakni Al-Qur'an ini diturunkan oleh Tuhan yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi, yang mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:Katakanlah, "Al-Qur'an ini diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Furqaan:6)Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.Yang dimaksud dengan rahasia ialah apa yang disembunyikan oleh anak Adam dalam hatinya, sedangkan yang lebih tersembunyi ialah apa yang tidak diketahui oleh anak Adam, padahal ia yang mengerjakannya. Maka Allah mengetahui kesemuanya itu. Pengetahuan Allah tentang apa yang telah berlalu dari hal ini dan apa yang akan datang meliputi semuanya, dan semua makhluk bagi Allah dalam hal ini sama dengan salah satu dari mereka. Seperti yang disebutkan oleh Firman-Nya dalam ayatyang lain, yaitu:Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kalian (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. (Luqman:28)Ad-Dahhak mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.Arti sirr ialah sesuatu yang dibicarakan olehmu dalam dirimu, sedangkan akhfa ialah sesuatu yang belum kamu bicarakan dalam dirimu.Sa'id ibnu Jubair mengatakan, "Anda mengetahui apa yang Anda rahasiakan hari ini, tetapi Anda tidak akan mengetahui apa yang bakal Anda rahasiakan keesokan harinya. Allah mengetahui apa yang Anda rahasiakan hari ini dan apa yang akan Anda rahasiakan keesokan harinya.Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, "Akhfa" bahwa yang dimaksud dengannya ialah bisikan hati. Dan ia serta Sa'id ibnu Jubair mengatakan pula bahwa akhfa artinya sesuatu yang dilakukan oleh manusia tanpa diniatkannya dahulu dalam hatinya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat25 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Al Baqarah: 26

RenungkanAllah tidak hanya memberikan petunjuk melalui perkara-perkara besar. Makhluk yang sangat kecil pun dapat menjadi tanda kebesaran dan hikmah-Nya.Perbedaannya bukan pada perumpamaannya, tetapi pada sikap hati orang yang mendengarnya.IntisariAllah ﷻ berhak membuat perumpamaan dengan apa saja yang Dia kehendaki.Orang beriman menerima firman Allah dengan yakin dan berusaha mengambil hikmah.Perumpamaan Al-Qur’an merupakan sarana petunjuk sekaligus ujian.Kesombongan dan kefasikan dapat menyebabkan seseorang berpaling dari petunjuk.Pengamalan Hari IniKetika menemukan ayat atau nasihat yang belum kita pahami, jangan langsung mempertanyakannya dengan sikap meremehkan. Tundukkan hati, cari penjelasannya, dan renungkan apa yang Allah ingin ajarkan kepada kita.

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI25 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Ringkasan Halaqah 02 – Pengantar Al-Ushulu Ats-Tsalasah (Bagian 02)

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah memulai kitab Al-Ushulu Ats-Tsalasah dengan Basmalah (Bismillahirrahmanirrahim) sebagai bentuk mengikuti Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ.Poin-Poin Penting1. Mengapa memulai dengan Basmalah?Mengikuti Allah yang memulai Al-Qur’an dengan Basmalah.Mengikuti Rasulullah ﷺ yang memulai surat-surat dakwahnya dengan Basmalah.2. Makna huruf “Ba” (ب) dalam BismillahBermakna memohon pertolongan (isti’anah) kepada Allah.Setiap amal dilakukan dengan meminta bantuan dan keberkahan dari Allah.3. Makna “Ismullah” (Nama Allah)Mencakup seluruh nama Allah yang indah (Al-Asmaul Husna).Saat mengucapkan “Bismillah”, seorang hamba memohon pertolongan dengan seluruh nama Allah.4. Keutamaan Nama Allah (Lafzhul Jalalah)Nama “Allah” adalah nama yang paling agung.Seluruh nama Allah lainnya disandarkan kepada nama Allah, seperti:Ar-RahmanAr-RahimAl-MalikAl-QuddusAs-SalamAl-Aziz5. Makna Nama AllahBerasal dari kata Al-Ilah yang berarti sesembahan.Allah adalah satu-satunya yang berhak disembah.Disembah oleh:Malaikat di langit.Orang-orang beriman di bumi.6. Perbedaan Ar-Rahman dan Ar-RahimAr-RahmanKasih sayang Allah yang umum untuk seluruh makhluk:Orang beriman maupun kafir.Berupa rezeki, kesehatan, makanan, keluarga, dan berbagai nikmat dunia.Ar-RahimKasih sayang Allah yang khusus untuk orang beriman:Hidayah.Iman.Taufik beramal saleh.Rahmat khusus di dunia dan akhirat.Dalil:“Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.”(QS. Al-Ahzab: 43)Hikmah dan Pelajaran🌿 Setiap aktivitas hendaknya diawali dengan Bismillah.🌿 Seorang muslim harus menyadari bahwa seluruh keberhasilan hanya terjadi dengan pertolongan Allah.🌿 Nama Allah adalah nama yang paling agung dan mencakup seluruh sifat kesempurnaan.🌿 Rahmat Allah sangat luas, meliputi seluruh makhluk-Nya.🌿 Orang beriman mendapatkan rahmat yang lebih istimewa berupa hidayah, iman, dan taufik untuk beramal saleh.Kalimat Inti“Bismillah” bukan sekadar ucapan pembuka, tetapi pengakuan bahwa seluruh amal hanya bisa terlaksana dengan pertolongan Allah, Rabb yang Maha Pengasih kepada seluruh makhluk dan Maha Penyayang khusus kepada orang-orang beriman. 🤍

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →