Qur'aniah Ali
📍 Kabupaten Bantul
Mendidik Anak Tanpa Amarah (Hal. 61-65)
Lakukan yang Terbaik, Lalu Bertawakal1. Manusia wajib berusaha sebaik mungkinDalam mendidik anak, kita dituntut untuk bersungguh-sungguh melakukan usaha terbaik.Berusaha memperbaiki diri, mengasuh, membimbing, dan menghindarkan anak dari keburukan.2. Usaha harus disertai pertolongan AllahJangan hanya mengandalkan kemampuan diri.Setelah berusaha, minta pertolongan kepada Allah dan jangan merasa lemah atau putus asa.3. Bedakan antara yang bisa diusahakan dan yang di luar kendaliYang bisa kita ubah: lakukan dengan sungguh-sungguh.Yang tidak bisa kita kendalikan: terima dengan tenang, rida, dan pasrah kepada takdir Allah.Hindari terus berkata “seandainya aku...” karena hanya membuka pintu penyesalan.4. Anak adalah milik AllahOrang tua hanya diberi amanah untuk mengasuh, membimbing, mendidik, dan mendoakan.Hasil akhirnya bukan sepenuhnya berada di tangan kita.Karena itu, jangan sampai kekhawatiran terhadap anak membuat kita terus marah dan kehilangan ketenangan.5. Tawakal adalah penyeimbang usahaTawakal bukan berarti berhenti berusaha.Berusaha maksimal → berdoa → serahkan hasil kepada Allah.Apa pun hasilnya, lapangkan hati menerima takdir Allah karena kita yakin hanya Allah yang mampu memberi manfaat dan mencegah mudarat.


















