📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

The Book You Wish Your Parents Had Read - Philippa Perry

Remaja dan Pra-dewasaRemaja belum sepenuhnya matang dalam mengambil keputusan. Bagian otak yang mengatur pertimbangan, risiko, dan pengendalian impuls masih berkembang hingga awal usia 20-an.Karena itu, emosi remaja bisa terasa sangat kuat dan mereka lebih mudah bertindak impulsif sebelum memikirkan dampaknya.Remaja membutuhkan cinta, perhatian, optimisme, batasan, dan ruang untuk mengekspresikan diri. Perilaku yang tampak berlebihan tidak selalu berarti ada masalah besar.Energi emosional mereka dapat diarahkan ke kreativitas, musik, olahraga, atau kegiatan positif lainnya, selama tetap ada batasan yang tepat.Saat menghadapi perilaku yang membuat orang tua tidak nyaman, gunakan 3 langkah:Cari tahu apa yang sebenarnya terjadi.Sampaikan masalah dengan tenang.Diskusikan solusi bersama, bukan langsung menyalahkan atau menghukum.Dengarkan sudut pandang remaja. Ketika orang tua mencoba melihat masalah dari perspektif anak, emosi biasanya lebih mudah mereda dan hubungan dapat diperbaiki.Dalam kisah Camila, konflik tentang rokok membaik ketika orang dewasa berhenti menghakimi, mendengarkan sudut pandang remaja, dan menggunakan humor untuk mencairkan ketegangan.Orang tua juga perlu menyadari bahwa pengalaman dan emosi remaja berbeda dengan cara pandang orang dewasa. Jangan langsung menyangkal apa yang mereka rasakan.Intinya:Remaja bukan sekadar “anak yang sulit”. Mereka sedang berada dalam tahap perkembangan dengan emosi yang kuat dan kemampuan mengendalikan impuls yang belum matang. Tugas orang tua adalah memberi batasan sekaligus ruang, mendengarkan, memahami, dan membantu mereka belajar mengambil keputusan.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Dan laut pun tetap terbelah. Pada saat itu, Fir’aun menyadari bahwa ini adalah ujian besar baginya, namun ia tetap sombong dan berusaha menjaga harga dirinya di hadapan rakyatnya. Bahkan, menurut Ibnu Katsir, Fir’aun bersikap angkuh di hadapan para pembesarnya, berkata, “Laut ini terbelah karena saya adalah Tuhan.”Akhirnya, seluruh pasukan Fir’aun pun menyusul, dan saat mereka berada di tengah lautan, Allah جل جلاله menutup kembali laut tersebut. Maka tenggelamlah Fir’aun bersama bala tentaranya. (42)Allah جل جلاله menenggelamkan mereka semua pada tanggal 10 Muharram.Tidak ada seorang pun dari Bani Israil yang tertinggal; mereka semua selamat menyeberangi lautan. Sebaliknya, tidak ada seorang pun dari pengikut Fir’aun yang selamat. Seluruh pengikut Nabi Musa عليه السلام berhasil selamat, sementara seluruh pengikut Fir’aun tenggelam di dalam lautan.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Haqqah: 4 Kaum Tsamud dan Kaum 'Ad

Tafsir At-TaysirAl-Ĥāqqah (69:4)Kata Al-Qari’ah juga merupakan salah satu dari nama-nama hari kiamat. Al-Qari’ah (الْقَارِعَةُ) dari الْقَرْعُ yang bermakna ضَرْبٌ شَديْدٌ (pukulan kuat) (7). Hari kiamat dinamakan Al-Qari’ah karena hari tersebut benar-benar membuat manusia ketakutan seakan-akan ada hantaman yang kuat di dalam hatinya karena menyaksikan dahsyatnya hari kiamat (8), yaitu tatkala mereka melihat langit terbelah, bintang berjatuhan, dan cahaya matahari meredup.Kemudian Allah ﷻ menyebutkan kaum ‘Ad dan kaum Tsamud secara khusus karena keduanya merupakan kaum Arab yang dikenal oleh orang-orang Quraisy dengan العَرَبُ البَائِدَةُ Al-‘Arab Al-Ba’idah (kaum Arab yang telah punah). Dan surah Al-Haqqah ini turun kepada Nabi ﷺtatkala beliau di Makkah saat berhadapan langsung dengan kaum Quraisy Arab. Sehingga Allah ﷻ menyebutkan kaum ‘Ad dan kaum Tsamud sebagai contoh agar mereka bisa sadar. Sedangkan mereka mengenal kaum ‘Ad (kaumnya Nabi Hud) dan kaum Tsamud (kaumnya Nabi Shalih) sebagai al-Arab al-Ba’idah (kaum Arab yang sudah punah) (9).Kaum Tsamud yang merupakan kaum Nabi Shalih ‘alaihissalam terletak di sebelah utara jazirah Arab yang sekarang dikenal dengan nama kota Al-‘Ula, sekitar 200-300 kilometer ke utara kota Madinah. Adapun kaum ‘Ad yang merupakan kaum Nabi Hud ‘alaihissalam terletak di sebelah selatan jazirah Arab(10) . Sebagian ulama mengatakan bahwa kaum ‘Ad dahulu terletak di Yaman. Sebagian yang lain mengatakan letaknya antara Yaman dan Oman yang dikenal dengan nama Al-Ahqaf (bukit-bukit pasir). Oleh karenanya kaum ‘Ad dan kaum Tsamud masih bagian dari Arab, dan Nabi-Nabi mereka juga orang Arab, namun mereka sudah punah tidak memiliki keturunan lagi hingga sekarang setelah dibinasakan oleh Allah ﷻ. Akan tetapi kaum ‘Ad dan kaum Tsamud dikenal oleh orang-orang Quraisy karena mereka masih menjadi bagian dari bangsa Arab, sehingga Allah ﷻ mendahulukan penyebutan kedua kaum tersebut sebagaimana dalam ayat ini.Allah mendahulukan menyebutkan kaum Tsamud karena tempat tinggal kaum Tsamud lebih dekat dengan dengan orang-orang Quraisy Arab, yang dimana tempat mereka tinggal adalah jalur yang dilalui oleh orang-orang Arab ketika hendak pergi ke Syam. Dan yang demikian agar lebih mengena ke hati mereka dan lebih menakutkan mereka, karena menyaksikan kampung yang dahulu dibinasakan oleh Allah azza wa jalla. (11)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Al'Quran petunjuk yang lurus

Makna ayat 1-3 Al-Qur’an adalah petunjuk yang lurus.Allah menurunkannya sebagai nikmat dan petunjuk bagi manusia, tanpa kebengkokan maupun penyimpangan.Al-Qur’an membawa dua pesan:Peringatan bagi orang yang mendustakan Allah.Kabar gembira bagi orang beriman yang beramal saleh, dengan pahala yang kekal. Maknanya ayat 4-5Jangan berbicara tentang Allah tanpa ilmu.Ucapan tentang Allah harus berdasarkan kebenaran dan pengetahuan, bukan perkataan yang dibuat-buat tanpa bukti.PESAN UTAMAAl-Qur’an adalah petunjuk yang lurus.Ia memperingatkan dari keburukan dan memberi kabar gembira bagi orang beriman yang beramal saleh.Tentang Allah, jangan berkata tanpa ilmu dan bukti.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)

Allah taala berfirman:وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَا ۖ وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوۡ ءَابَآئِهِنَّ أَوۡ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآئِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوۡ نِسَآئِهِنَّ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّٰبِعِينَ غَيۡرِ أُوْلِي ٱلۡإِرۡبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفۡلِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يَظۡهَرُواْ عَلَىٰ عَوۡرَٰتِ ٱلنِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِأَرۡجُلِهِنَّ لِيُعۡلَمَ مَا يُخۡفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَKatakanlah kepada wanita yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)QS. An-Nūr: 31Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comTafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:31)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)Katakanlah kepada para wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dari aurat yang tidak halal baginya. Menjaga kemaluannya dari perkara yang diharamkan oleh Allah. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kepada para lelaki, bahkan mereka harus berusaha untuk menyembunyikannya, kecuali yang biasa Nampak dari pakaian yang dipakainya, bila hal itu tidak akan menimbulkan fitnah karenanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudungnya (menjulurkan jilbabnya) ke atas belahan pakaian yang ada di dadanya bagian atas dan menutup mukanya sebagai kesempurnaannya. Dan janganlah mereka (kaum wanita) menampakkan perhiasannya yang tersembunyi kecuali hanya kepada suami mereka saja, karena suami boleh melihat dari para istrinya yang tidak boleh dilihat oleh orang lain. Dan dibolehkan para wanita terlihat sebagian dari anggota badannya, misalnya muka, leher, kedua tangan, lengan oleh bapak, mertua, anak, anak tiri, saudara, anak saudara, anak saudari, dan seluruh para wanita muslimah (bukan wanita kafir), hamba sahayanya, dan kepada para lelaki yang sudah tidak ada keinginan (syahwat) dan kebutuhan kepada wanita. Misalnya orang yang lemah akalnya, yakni seseorang yang keinginan syahwatnya hanya kepada makan dan minum saja, kepada para anak kecil yang masih belum mengetahui tentang aurat wanita dan juga belum mempunyai syahwat dengan aurat wanita. Janganlah para wanita menginjakkan kakinya dengan keras ketika lewat di depan para lelaki agar bisa terdengar suara perhiasan yang disembunyikannya, misalnya perhiasan berupa gelang kaki atau semisalnya. Bertaubatlah wahai orang-orang yang beriman untuk selalu taat kepada Allah di dalam sifat-sifat yang baik dan akhlak yang mulia yang diperintahkan kepada kalian. Dan tinggalkanlah akhak dan sifat buruk orang jahiliyah dengan harapan kalian akan mendapatkan keuntungan di dunia maupun di akhirat.Catatan tafsir:Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Muqatil, yang bersumber dari Jabir bin Abdillah bahwa Asma' binti Murtsid, pemilik kebun kurma, sering dikunjungi wanita-wanita yang bermain-main di kebunnya tanpa berkain panjang sehingga kelihatan gelang-gelang kakinya. Demikian juga dada dan sanggul mereka kelihatan. Berkatalah Asma': "Alangkah buruknya (pemandangan) ini." Turunnya ayat ini sampai,…'auraatin nisaa'… (…aurat wanita..) berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang memerintahkan kepada kaum Mukminat untuk menutup aurat mereka.Tolong buatkan poster nuansa nude & soft pinkDiriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Hadhrami, bahwa seorang wanita membuat dua kantong perak yang diisi untaian batu-batu mutu manikam sebagai perhiasan kakinya. Apabila ia lewat dihadapan sekelompok orang, ia memukul-mukulkan kakinya ke tanah sehingga kedua gelang kakinya bersuara seperti beradu. Maka turunlah kelanjutan ayat ini, dari… wa laa yadlribna bi arjulihinn…[.. dan janganlah mereka memukulkan kakinya…] sampai akhir ayat, yang melarang wanita menggerak-gerakkan anggota tubuhnya untuk mendapatkan perhatian laki-laki.Sumber: Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A. Dahlan dkk.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comTolong buatkan poster mengenai QS An Nuur agat 31 tersebut, lengkap dengan ayat, arti, dan tafsir Al Muyassar dengan nuansa pastel nude & soft pink

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
E
Eka Pajriani Haeruddin

📍 Kota Makassar

Ringkasan - Penjelasan Tentang Kadar yang Terpuji dari Ilmu-ilmu yang Terpuji

Ketahuilah, bahwa ilmu-ilmu yang terpuji terbagi menjadi dua:Pertama: Terpuji sampai puncak tertingginya, semakin banyak semakin lebih utama dan lebih bagus. Ilmu ini adalah ilmu tentang Allah, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan dan hikmah-Nya dalam menetapkan akhirat sebagai balasan dunia. Kedua: Ilmu yang tidak terpuji darinya kecuali dalam kadar tertentu, yaitu ilmu yang telah kami sebutkan termasuk ke dalam fardhu kifayah. Setiap ilmu darinya terdapat kadar minimal, kadar pertengahan, dan kadar mendalami.Maka jadilah satu dari dua orang: Orang yang menyibukkan diri dengan diri sendiri atau berkonsentrasi untuk orang lain setelah merampungkan diri sendiri. Jangan menyibukkan diri dengan sesuatu yang memperbaiki orang lain sebelum engkau memperbaiki diri sendiri. Sibukkanlah dirimu dalam rangka memperbaiki batinmu dan membersihkannya dari sifat-sifat tercela, seperti tamak, hasad, riya dan ujub sebelum engkau memperbaiki lahirmu.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Pustaka 20 Agustus

Mensucikan jiwa dengan membaca Alqur'an serta beristighfar."Dan Rasul (Muhammad) berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur'an ini diabaikan"." - QS. Al-Furqon: 30)Ayat tersebut termasuk ayat yang menggambarkan sifat orang kafir.Kita sebagai wanita yang Khairunnisa jangan sampai ikut-ikut dengan sifat orang kafir yang mengabaikan Al-Qur'an (Wal iyyadzubillah).Saat membaca Alqur'an niatkan untuk membersihkan jiwa. Niatkan untuk dekat dengan Allah ﷻ, niatkan untuk menyembuhkan luka batin. Sebagaimana Allah ﷻ turunkan Al-quran bukan sekedar kitāb. Ia adalah obat, cahaya, penuntun hidup. Sudah semestinya seorang Khairunnisa selalu membacanya dan menghidupkannya.Selain itu yang dapat menyucikan jiwa adalah senantiasa berdzikir. Salah satu bentuk dzikir kepada Allah ﷻ adalah beristighfar."Sesungguhnya hatiku terkadang diliputi (oleh sesuatu), dan sungguh aku beristighfar kepada Allah seratus kali dalam sehari."- HR Muslim No. 2702.Usahakan untuk membasahi lisan untuk terus berdzikir, agar hati bersih. Selain kita dapat terhindar dari godaan syaiton.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 20 Agustus

Tafsir As-Sa’diQS. Yūnus: 27​Setelah menceritakan perihal orang-orang yang berbahagia (yang dilipatgandakan amal baiknya dan diberi tambahan), Allah mengiringinya dengan kisah orang-orang yang celaka. Allah menyebutkan keadilan-Nya terhadap mereka, bahwa pembalasan kejahatan diberikan secara setimpal tanpa dilebihkan atau dilipatgandakan.​ وَتَرۡهَقُهُمۡ ذِلَّةٌ ​"...dan mereka ditutupi oleh kehinaan."​Penjelasan: Kehinaan menyelimuti diri mereka karena perbuatan maksiat dan ketakutan terhadap perbuatan maksiatnya sendiri. Hal ini serupa dengan firman Allah:​ وَتَرَىٰهُمۡ يُعۡرَضُونَ عَلَيۡهَا خَٰشِعِينَ مِنَ الذُّلِّ ​"Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina." (Q.S. Asy-Syura: 45)​ وَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱللَّهَ غَٰفِلًا عَمَّا يَعۡمَلُ ٱلظَّٰلِمُونَۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمۡ لِيَوۡمٍ تَشۡخَصُ فِيهِ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ۝ مُهۡطِعِينَ مُقۡنِعِي رُءُوسِهِمۡ​"Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya." (QS. Ibrahim: 42–43)​ مَا لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ مِنۡ عَاصِمٍ ​"Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah."​Penjelasan: Tiada pelindung dan tiada pembela yang menyelamatkan mereka dari azab Allah. Semakna dengan firman-Nya:​ يَقُولُ ٱلۡإِنسَٰنُ يَوۡمَئِذٍ أَيۡنَ ٱلۡمَفَرُّ ۝ كَلَّا لَا وَزَرَ ۝ إِلَىٰ رَبِّكَ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡمُسۡتَقَرُّ ​"Pada hari itu manusia berkata, 'Ke mana tempat lari?' Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali." (QS. Al-Qiyamah: 10–12)​ كَأَنَّمَا أُغۡشِيَتۡ وُجُوهُهُمۡ... ​"Seakan-akan muka mereka ditutupi..."​Penjelasan: Menceritakan tentang hitamnya wajah mereka kelak di hari kiamat, sebagaimana firman Allah dalam ayat lainnya:​ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٌۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱسۡوَدَّتۡ وُجُوهُهُمۡ أَكَفَرۡتُم بَعۡدَ إِيمَٰنِكُمۡ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ ۝ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱبۡيَضَّتۡ وُجُوهُهُمۡ فَفِي رَحۡمَةِ ٱللَّهِ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ​"Pada hari yang di waktu itu ada muka yang menjadi putih berseri, ada pula muka yang menjadi hitam muram. Adapun orang-orang yang menjadi hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan) 'Mengapa kalian kafir sesudah kalian beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiran kalian itu.' Adapun orang-orang yang menjadi putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga), mereka kekal di dalamnya." (QS. Ali 'Imran: 106–107)​ وُجُوهٌ يَوۡمَئِذٍ مُّسۡفِرَةٌ ۝ ضَاحِكَةٌ مُّسۡتَبۡشِرَةٌ ۝ وَوُجُوهٌ يَوۡمَئِذٍ عَلَيۡهَا غَبَرَةٌ ​"Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa, dan gembira ria, dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu." (QS. 'Abasa: 38–40)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 14 Memahami Arti Bacaan Sholat Disertai Dzikir dan Doa Setelah Shalat

TASYAHUD AKHIRTasyahud akhir dilakukan dengan bangun dari sujud sambil mengucapkan takbir, kemudian duduk tawarruk, yaitu dengan mengeluarkan kaki kiri, menegakkan kaki kanan, lalu duduk di atas sisi kiri. Isyarat dengan Jari Telunjuk.Disunahkan memberi isyarat dengan jari telunjuk tangan kanan ketika tasyahud. Para ulama berbeda pendapat mengenai waktu isyarat tersebut:- Mazhab Hanafi: isyarat dilakukan ketika mengucapkan kata la dan jari diletakkan kembali ketika sampai pada kata Allah.- Mazhab Maliki: isyarat dilakukan sejak membaca tasyahud hingga akhir salat dengan menggerakkan jari.- Mazhab Hanbali: isyarat dilakukan ketika mengucapkan kata Allah.- Mazhab Syafi’i: isyarat dilakukan ketika mengucapkan la ilaha illallah.Bacaan Tasyahud AkhirBacaan tasyahud akhir sama dengan tasyahud awal. Namun, setelah syahadat ditambahkan salawat Ibrahimiyah:Allahumma salli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama sallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, wa barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama barakta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, fil-‘alamina innaka hamidum majid.Salawat merupakan doa dan penghormatan kepada Rasulullah ﷺ. Salawat juga menjadi bentuk cinta kita kepada beliau karena melalui perjuangan berat Rasulullah ﷺ, kaum Muslimin dapat mempelajari dan mengikuti agama Islam dengan benar.Allah ﷻ berfirman:“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”(QS. Al-Ahzab: 56)Menurut Imam Al-Qurthubi, salawat Allah kepada Nabi berarti rahmat dan keridaan-Nya kepada beliau. Salawat para malaikat berarti doa dan permohonan ampun mereka untuk Rasulullah ﷺ. Sedangkan salawat umat Rasulullah ﷺ merupakan doa dan penghormatan kepada beliau.Disebutkan pula bahwa Nabi Ibrahim AS pernah mendoakan umat Nabi Muhammad ﷺ agar mendapatkan keselamatan. Sebagai bentuk kebaikan dan balasan atas doa tersebut, Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk bersalawat kepada Nabi Ibrahim AS dalam tasyahud akhir.Doa Perlindungan Sebelum SalamSebelum salam, Rasulullah ﷺ mengajarkan doa untuk memohon perlindungan dari empat perkara:Allahumma inni a‘udhu bika min ‘adzabi jahannam, wa min ‘adzabil-qabri, wa min fitnatil-mahya wal-mamat, wa min syarri fitnatil-masihid-dajjal.Artinya, kita memohon perlindungan kepada Allah dari:1. Siksa neraka Jahannam —tempat terburuk di akhirat dan balasan bagi orang yang mendapatkan azab karena keburukan amalnya.2. Azab kubur — siksaan di alam barzakh hingga datangnya hari kiamat.3. Fitnah kehidupan dan kematian — cobaan dalam urusan dunia maupun agama. Fitnah kehidupan dapat berupa musibah pada diri, harta, dan keluarga, maupun penyimpangan dari ajaran agama yang benar. Fitnah kematian mencakup ujian ketika menghadapi sakratul maut dan pertanyaan malaikat di alam kubur.4. Fitnah Dajjal — ujian besar menjelang hari kiamat. Dajjal akan mengaku sebagai Tuhan dan menyesatkan banyak manusia dengan tipu dayanya.Keempat perkara tersebut merupakan ujian berat yang akan dihadapi manusia. Karena itu, Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah darinya dalam tasyahud akhir sebelum salam.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al furqon: 35

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:35)Tema: PELAJARAN DARI KISAH UMAT TERDAHULU (Ayat 35-44)Allah subhanahu wata'āla berfirman seraya mengancam orang-orang yang mendustakan Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad ﷺ. Mereka terdiri atas kalangan orang-orang musyrik kaumnya dan orang-orang yang menentangnya. Allah subhanahu wata'āla memperingatkan mereka terhadap siksaan-Nya dan azab-Nya yang sangat pedih yang telah menimpa umat-umat terdahulu yang telah mendustakan rasul-rasul-Nya. Allah subhanahu wata'āla memulainya dengan menyebutkan kisah Musa, bahwa Dia telah mengutusnya dan mengangkat saudara laki-lakinya yang bernama Harun sebagai nabi yang membantu, mendukung, dan menolongnya. Akan tetapi, fir'aun dan bala tentaranya mendustakannya.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Kandungan bab 3 (barangsiapa yang mengamalkan tauhid dengan semurni murninya, akan masuk surga tanpa hisab

Mengetahui adanya tingkatan² manusia dalam tauhidPengertian mengamalkan tauhid dengan semurni-murninya.Sanjungan Allah kepada Nabi Ibrahim, karena sama sekali tidak pernah termasuk orang² yg berbuat syirik kepada Allah.Sanjungan Allah kepada para tokoh wali (sahabat Rasulullah)Tidak meminta ruqyah', tidak meminta supaya lukanya ditempel dengan besi yang dipanaskan dan tidak melakukan tathayyur adalah termasuk pengalaman tauhid yang murni.Bahwa tawakkal kepada Allah adalah sifat yg mendasari sikap tersebut.Dalam ilmu para sahabat, karena mereka mengetahui bahwa orang² yg dinyatakan dalam hadits tersebut tidak dapat mencapai derajat dan kedudukan yg demikian itu kecuali dengan amal.Gairah dan semangat para sahabat untuk berlomba² dalam mengerjakan amal kebaikan.Keistimewaan Ummat islam dengan kuantitas dan kualitas.Keutamaan pengikut nabi Musa.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
I

Ida Ummu hafsho

📍 Kota Palu

Lingkungan anak

Ringkasan pembahasanKonvensional vs Tidak KonvensionalStruktur keluarga, baik konvensional maupun tidak, tidak terlalu menentukan perkembangan kognitif dan emosional anak.Anak yang dibesarkan oleh orang tua tunggal tidak otomatis lebih buruk atau lebih baik dibandingkan anak dari keluarga konvensional.Faktor yang lebih penting adalah konsistensi, kualitas interaksi, keamanan, perhatian, dan pendidikan dari orang tua.Lingkungan sekitar sangat memengaruhi kondisi dan perkembangan anak.Konflik keluarga serta kecemasan anak tentang keamanan dan perlindungan dapat mengganggu konsentrasi dan proses belajar.Kesimpulan: kasih sayang, perhatian, konsistensi, dan pola asuh yang baik lebih penting dalam membantu anak tumbuh bahagia daripada sekadar bentuk atau struktur keluarganya.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

🌿 Ringkasan Tafsir Ar-Ra’d 13:17

Kebenaran akan tetap bertahan, sedangkan kebatilan akan lenyap.Allah menggambarkan kebenaran dan kebatilan seperti air dan buih. Air yang bermanfaat akan tetap mengalir, sedangkan buih hanya mengapung lalu hilang.Begitu pula kebenaran akan memberi manfaat dan bertahan, sementara kebatilan pada akhirnya akan lenyap.Pelajaran: Jangan tertipu oleh sesuatu yang tampak besar atau ramai. Yang benar mungkin terlihat sederhana, tetapi ia memiliki manfaat dan keteguhan.🌿 Ringkasan Tafsir Ar-Ra’d 13:19Tidak sama orang yang mengetahui kebenaran dengan orang yang tidak mau melihatnya.Orang yang memahami bahwa Al-Qur’an adalah kebenaran akan menerima, membenarkan, dan mengikuti petunjuknya.Sedangkan orang yang menolak kebenaran diibaratkan seperti orang yang buta.Pelajaran: Akal yang sehat bukan hanya mengetahui kebenaran, tetapi juga mau mengambil pelajaran darinya.🌿 Ringkasan Tafsir Ar-Ra’d 13:20Orang beriman menjaga janji.Salah satu sifat orang yang mendapatkan kebaikan adalah memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian.Berbeda dengan sifat kemunafikan yang ditandai dengan ingkar janji, dusta, kecurangan, dan khianat.Pelajaran: Keimanan terlihat dari bagaimana seseorang menjaga amanah dan komitmennya.🌿 Ringkasan Tafsir Ar-Ra’d 13:21Menghubungkan silaturahmi dan takut kepada Allah.Orang-orang yang baik menjaga hubungan yang Allah perintahkan untuk dijaga, seperti silaturahmi, membantu keluarga, fakir miskin, dan orang yang membutuhkan.Mereka juga takut kepada Allah sehingga berhati-hati dalam menjalankan kewajiban dan meninggalkan larangan.Pelajaran: Kesalehan bukan hanya hubungan dengan Allah, tetapi juga terlihat dari bagaimana kita menjaga hubungan dengan sesama.🤍 Benang Merah Ayat 17–21Ayat 17: Pilih yang benar, karena kebenaran akan bertahan.Ayat 19: Kenali dan ikuti kebenaran Al-Qur’an.Ayat 20: Buktikan iman dengan menepati janji.Ayat 21: Jaga silaturahmi dan hidup dalam ketakwaan.Inti renungan:Yang benar tidak selalu terlihat paling ramai, tetapi ia akan tetap memberi manfaat. Maka berpeganglah pada kebenaran, jaga amanah, dan rawat hubungan yang Allah perintahkan.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Strategi Menghadapi Keraguan dan Rasa Malu

1. Periksa Diri Sendiri• Perhatikan perasaan & dorongan Anda saat anak ragu atau malu.Ingat:“Memperhatikan perasaan saya bukan berarti saya orang tua yang buruk. Semua perasaan diperbolehkan, sama seperti yang saya katakan kepada anak-anak. Mengetahui pemicu saya sendiri akan membantu memisahkan pengalaman saya dari pengalaman anak saya.”• Jika sifat pemalu/keras kepala anak mengganggu Anda, ubahlah penilaian Anda. Kesediaan anak untuk tidak ikut kerumunan mungkin akan Anda hargai kelak.Ubah pikiran Anda:“Anak saya tahu siapa dirinya, apa yang membuatnya nyaman & tidak, bahkan saat orang lain berbeda. Betapa berani, betapa mengagumkan, betapa percaya diri!”---2. Validasi + “Kamu Akan Tahu Kapan Kamu Siap”• Validasi perasaan anak, jangan langsung meyakinkan. Anggap keraguan anak nyata. Ini membuat mereka lebih nyaman & terbuka terhadap berbagai respons.• Kalimat ampuh:“Kamu akan tahu kapan kamu siap untuk …”→ Menunjukkan Anda percaya pada anak → mereka belajar percaya diri.→ Menyiratkan bahwa rasa tidak nyaman akan berubah seiring waktu.Contoh percakapan:Di pertemuan lingkungan:“Sepertinya kamu butuh waktu sebentar. Tenang saja. Kamu akan tahu kapan kamu siap untuk berbicara.”Saat acara pengenalan murid baru:“Kamu belum pernah ke sini. Tidak apa-apa kamu tunda dahulu. Kamu bisa tetap berada di dekat Ibu. Kamu akan tahu kapan kamu siap untuk bergabung.”Bagaimana jika anak tidak pernah merasa siap?Ingat DPE: anak mungkin butuh istirahat dari pertemuan besar.Coba strategi lain:1. Ceritakan pengalaman Anda saat kecil (menghilangkan rasa malu).2. Vaksinasi emosional (bicarakan perasaan yang mungkin muncul).3. Persiapan (akan dijelaskan selanjutnya).---3. Persiapan• Persiapkan anak sebelum acara, baik dari sisi logistik maupun emosi.Contoh percakapan:“Kita akan bertemu banyak saudara hari ini. Kita akan pergi ke rumah Tante Marsha untuk makan siang. Kamu akan melihat Tante Marsha, Om Rex, dan anak-anak mereka, Piper dan Evan. Ada juga Tante Fiona dan Tante Lauren dengan bayi mereka, Jasper. Nenek dan Kakek mungkin juga akan mampir.Hmm... bagaimana rasanya, bersama begitu banyak orang... di rumah yang berbeda... dengan sepupu-sepupu yang sudah lama tidak bertemu denganmu? Ibu ingin tahu apakah itu akan terasa agak repot pada awalnya, terutama jika orang dewasa langsung mendatangimu dan mengajukan banyak pertanyaan...”• Prediksi perasaan lebih dulu → seolah-olah Anda mengizinkan anak merasakannya.Ini setengah perjuangan dalam regulasi emosi. Cukup jeda, tanpa menambah solusi. Lihat apa yang dilakukan anak Anda selanjutnya.---4. Hindari Pelabelan• Label seperti “pemalu” atau “pendiam” membuat anak terjebak dalam peran kaku.• Alih-alih melabeli, sampaikan dugaan paling empatik terhadap perilakunya.Contoh percakapan:“Aisha, mengapa kamu begitu pemalu?”→ Jawaban yang empatik:“Aisha tidak pemalu. Aisha sedang mencari tahu apa yang membuatnya nyaman, dan itu bagus. Dia akan bercerita lebih banyak tentang tahun ajarannya nanti saat dia sudah siap.”• Usap punggung anak saat mengatakan hal ini, agar ia tahu bahwa Anda memihaknya.GOOD INSIDEMeletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik(Dr. Becky Kennedy)

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →