📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar - Surat Al-Anfal : 25

Jika ada kemungkaran, maka jangan diam.Waspadalah -wahai orang-orang mukmin- terhadap azab yang tidak hanya menimpa orang yang durhaka saja diantara kalian, melainkan menimpa semuanya, baik yang durhaka maupun tidak. Hal itu terjadi manakala kezaliman merajalela dan tidak ada yang berusaha mengubahnya. Yakinlah kalian bahwa Allah sangat kuat hukumanNya bagi orang yang durhaka kepadaNya, sebab itu jangan sekali-kali kalian durhaka kepadaNya.Faedah : Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin agar tidak membiarkan kemungkaran merajalela di tengah-tengah mereka, karena hal itu dapat mengundang datangnya azab bagi mereka semua.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Sebab-Sebab Su'ul Khotimah (12)

Bahaya kezaliman sangat fatal karena dapat mengantarkan seseorang pada akhir hidup yang buruk (su'ul khatimah). Orang yang berbuat sewenang-wenang tanpa mengembalikan hak saudaranya atau meminta keridaannya akan sulit menggapai husnul khatimah, terlebih lagi doa orang yang teraniaya sangat ijabah dan dikabulkan Allah subhanahu wa taala ​Mengenai gambaran nasib pelaku kezaliman di akhirat kelak, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadis riwayat Muslim:​"Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut?" Mereka menjawab, "Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak mempunyai uang dan barang-barang." Beliau bersabda, "Orang yang bangkrut dari umatku adalah mereka yang datang pada Hari Kiamat dengan bangun malam, shalat, puasa, dan zakatnya. Akan tetapi ia datang dengan mencela ini dan menuduh itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darah si ini, dan memukul ini, maka kebaikannya diberikan kepada si fulan (yang dicelanya) dan kebaikannya juga diberikan kepada si itu. Apabila kebaikannya habis sebelum dapat memenuhi tanggung jawabnya, maka kesalahan-kesalahan mereka diambil dan dipikulkan kepadanya, setelah itu dilemparkan kedalam neraka

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Agustus 2026
R

Rachmatika

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tafsir Al-Mukhtashar Al Baqarah: 3-4

Orang-orang yg bertaqwa itu adalah orang" yg beriman kepada perkara ghaib, yaitu segala sesuatu yg tidak bisa di tangkap oleh pancaindra dan tersembunyi yg diberitakanoleh Allah atau Rasulullah seperti hari Akhir, orang" yg mendirikan salat, yakni menunaikannya sesuai ketentuan syariat yg meliputi syarat, rukun, wajib dan sunahnya, dan orang" yg gemar menginfakkan sebagian rezeki yg mereka terima dari Allah, baik yg sifatnya wajib seperti zakat, maupun yg tidak wajib seperti sedekah, demi mengharap pahala dari Allah. Mereka juga orang" yg beriman kepada wahyu yg Allah turunkan kepadamu -wahai Nabi- dan wahyu yg Dia turunkan kepada para nabi -'alaihimussalam- sebelum kamu, tanpa membeda-bedakan di antara mereka. Dan mereka juga beriman secara mantap akan adanya akhirat beserta ganjaran dan hukuman yg ada didalamnya.

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka23 Agustus 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

Tazkiyatun Nufus

Mengingat Mati dan pertemuan dengan Allah Allah taala berfirman:يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖ ۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakanQS. Al-Ĥashr: 18

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS At Taubah: 59

Inti tafsir Ibnu Katsir pada QS At-Taubah ayat 59 adalah tentang adab terhadap pemberian dan ketetapan Allah. Sikap yang seharusnya dimiliki bukan hanya menerima ketika mendapat sesuai keinginan, tetapi ridha terhadap apa yang Allah berikan, bertawakal kepada-Nya, dan tetap berharap pada karunia-Nya. Kalimat “Cukuplah Allah bagi kami” menunjukkan bahwa tempat bergantung adalah Allah, sementara Rasul diikuti dalam menjalankan perintah, meninggalkan larangan, membenarkan berita, dan mengikuti petunjuknya. Jadi, ayat ini mengajarkan bahwa ridha, tawakal, dan berharap kepada Allah harus berjalan bersama, bukan menjadikan pemberian materi sebagai ukuran kasih sayang atau ketetapan Allah kepada kita.

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka23 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Bodoh dalam Mengatur Harta

Dalam buku Kode Etik Pengusaha Muslim, salah satu surat yang dijadikan landasan adalah QS An Nisa: 5, pada dasarnya harta perlu dikelola oleh orang yang memiliki rushd—kecakapan dalam mengelola harta. Jadi, persoalannya bukan sekadar “bodoh” secara intelektual, tetapi mampu atau tidaknya seseorang menggunakan, menjaga, dan mengambil keputusan atas hartanya dengan tepat. Karena itu, memiliki harta saja tidak cukup; kita juga perlu punya ilmu dan kecakapan untuk mengelolanya.

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka22 Agustus 2026
N
Nailah

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

The Happiest kids in the world

Dalam studi terbarunya tentang identitas orang Belanda, ahli sejarah budaya Herman Pleij menjelaskan dalam Moet Kunnen (Must be Possible) mengenai kebijakan pendidikan di Belanda. Ia menulis bahwa negara ini lebih berfokus pada mereka yang berkemampuan menengah yang jumlahnya paling besar daripada pada mereka yang paling berprestasi:golden mean diterapkan di seluruh level sistem pendidikan dengan tujuan utama meloloskan jumlah maksimum siswa dengan kualifikasi tertentu. Untuk ini, nilai minimal kelulusan saja sudah cukup.

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat22 Agustus 2026
N
Nailah

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Qs Ar-Rahman : 13

Tafsir Ibnu KatsirAr-Raĥmān (55:13)Firman Allah subhanahu wata'āla:Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar-Rahman: 13)Yakni nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan, hai dua jenis makhluk, jin dan manusia yang kalian dustakan? Demikianlah menurut pendapat Mujahid dan ulama lainnya, yang hal ini ditunjukkan oleh pengertian yang terkandung pada konteks sesudahnya. Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa nikmat-nikmat Tuhanmu tampak jelas pada kalian dan kalian diliputi olehnya hingga kalian tidak dapat mengingkarinya atau tidak mengakuinya. Dan kami hanya dapat mengatakan seperti apa yang dikatakan oleh jin yang beriman kepada-Nya, "Ya Allah, tiada sesuatu pun dari nikmat-nikmat-Mu yang kami ingkari, maka bagi-Mulah segala puji."Disebutkan bahwa Ibnu Abbas selalu menjawabnya dengan ucapan berikut, "Tidak, lalu yang manakah, wahai Tuhanku?" Dengan kata lain. dapat disebutkan bahwa kami tidak mendustakan sesuatu pun darinya.Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Ishaq, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah, dari Abul Aswad, dari Urwah, dari Asma binti Abu Bakar yang telah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ. pernah ia dengar dalam salatnya membaca satu rukun Al-Qur'an sebelum diperintahkan untuk menyerukan dakwahnya secara terang-terangan, sedangkan orang-orang musyrik mendengarkan­nya, yaitu firman Allah subhanahu wata'āla: Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar-Rahman: 13)

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

KISAH NABI IBRAHIM DENGAN AYAHNYA

Tafsir Al-MuyassarMaryam (19:47)Tema: KISAH NABI IBRAHIM DENGAN AYAHNYA (Ayat 41-50)Ibrahim berkata kepada ayahnya: Semoga keselamatan dilimpahkan kepada-mu dariku, sehingga engkau tidak mendapat apa yang tidak engkau sukai dariku, dan aku akan berdoa kepada Allah memohonkan hidayah dan ampunan untukmu. Sesungguhnya Rabku Maha Penyayang lagi Mahabelas kasih terhadap keadaanku, Dia akan mengabulkanku bila aku berdoa kepada-Nya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan dari juz 8

1️⃣ Diantara perangai orang fasik adalah gemar memutarbalikkan kenyataan, seperti dengan mencela orang saleh dan memuji orang yang berbuat kerusakan2️⃣ Dalam agama Allah, tidak ada pilih kasih, sebagaimana maksiat istri Nabi Lut 'alayhissalaam menyebabkan dirinya menjadi termasuk yang mendapat azab3️⃣ Merenungi hukuman orang-orang yang berbuat kerusakan akan mencegah kita berbuat maksiat agar tidak mendapatkan akibat yang sama

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir surah al ankabut ayat 41

Allah taala berfirman:مَثَلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡلِيَآءَ كَمَثَلِ ٱلۡعَنكَبُوتِ ٱتَّخَذَتۡ بَيۡتٗا ۖ وَإِنَّ أَوۡهَنَ ٱلۡبُيُوتِ لَبَيۡتُ ٱلۡعَنكَبُوتِ ۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَPerumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur (Ayat 40-44)QS. Al-`Ankabūt: 41Tafsir Ibnu KatsirAl-'Ankabut (29:41)Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur (Ayat 40-44)Ini merupakan perumpamaan yang dibuat oleh Allah untuk menggambarkan perihal kaum musyrik karena mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah yang mereka harapkan pertolongan dan rezekinya serta mereka pegang di saat mereka tertimpa kesengsaraan.Keadaan mereka dalam hal tersebut sama dengan rumah laba-laba dalam hal kelemahan dan kerapuhannya. Orang yang menyembah tuhan-tuhan seperti mereka tiada lain seperti orang yang berpegangan pada rumah laba-laba, maka sesungguhnya hal itu tidak dapat memberikan suatu manfaat pun kepadanya. Sekiranya mereka mengetahui keadaan tersebut, tentulah mereka tidak akan menjadikan penolong-penolong mereka selain dari Allah.Berbeda halnya dengan orang muslim lagi beriman hatinya kepada Allah, selain dari itu dia beramal dengan baik sesuai dengan hukum syariat. Maka sesungguhnya dia berpegang teguh kepada tali yang kuat yang tidak akan terputus karena kekuatan dan kekokohannya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka19 Agustus 2026
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Quote - maukah menjadi orangtua bahagia

Seorang ibu yg anaknya masih bayilalu dia bekerjadi kantor atau bekerja di luar pekerjaan yg ada kaitannya dengan menjagabayi. Yang seharusnya memikirkan bayinya maka otaknya akan menjadi kacau. Maka seorang ibu yang bekerja kemudian memgambil keputusan untuk berhenti bekerja seteleha melahirkan itu, luar biasa. Otaknya itu sesuaidr. Aisah dahlan

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →