📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir surah al ankabut ayat 41

Allah taala berfirman:مَثَلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡلِيَآءَ كَمَثَلِ ٱلۡعَنكَبُوتِ ٱتَّخَذَتۡ بَيۡتٗا ۖ وَإِنَّ أَوۡهَنَ ٱلۡبُيُوتِ لَبَيۡتُ ٱلۡعَنكَبُوتِ ۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَPerumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur (Ayat 40-44)QS. Al-`Ankabūt: 41Tafsir Ibnu KatsirAl-'Ankabut (29:41)Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur (Ayat 40-44)Ini merupakan perumpamaan yang dibuat oleh Allah untuk menggambarkan perihal kaum musyrik karena mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah yang mereka harapkan pertolongan dan rezekinya serta mereka pegang di saat mereka tertimpa kesengsaraan.Keadaan mereka dalam hal tersebut sama dengan rumah laba-laba dalam hal kelemahan dan kerapuhannya. Orang yang menyembah tuhan-tuhan seperti mereka tiada lain seperti orang yang berpegangan pada rumah laba-laba, maka sesungguhnya hal itu tidak dapat memberikan suatu manfaat pun kepadanya. Sekiranya mereka mengetahui keadaan tersebut, tentulah mereka tidak akan menjadikan penolong-penolong mereka selain dari Allah.Berbeda halnya dengan orang muslim lagi beriman hatinya kepada Allah, selain dari itu dia beramal dengan baik sesuai dengan hukum syariat. Maka sesungguhnya dia berpegang teguh kepada tali yang kuat yang tidak akan terputus karena kekuatan dan kekokohannya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka19 Agustus 2026
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Quote - maukah menjadi orangtua bahagia

Seorang ibu yg anaknya masih bayilalu dia bekerjadi kantor atau bekerja di luar pekerjaan yg ada kaitannya dengan menjagabayi. Yang seharusnya memikirkan bayinya maka otaknya akan menjadi kacau. Maka seorang ibu yang bekerja kemudian memgambil keputusan untuk berhenti bekerja seteleha melahirkan itu, luar biasa. Otaknya itu sesuaidr. Aisah dahlan

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka19 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Beruntunglah kita yang mukmin bila menyadari akan hikmah di balik sedekah ini. Di samping akan mendatangkan kekayaan materi, juga akan menghadirkan kekayaan hati. Ada rasa yang berbeda dan kelegaan yang tak bisa dikatakan jika kita rajin bersedekah. Kelapangan hati maupun materi menjadi terbentang luas dalam kehidupan kita, seiring dengan seberapa sering dan gencarnya kita bersedekah. Dan akhirnya, tak ada alasan bagi kita untuk takut miskin dan mengalami kesempitan hidup maupun materi! Maka dari itu, mari bersedekah....

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS. Ali Imran ayat 39-40

39 Kemudian para malaikat berbicara kepada Zakaria ketika dia sedang berdiri untuk menunaikan salat di tempat ibadahnya seraya berkata, “Sesungguhnya Allah memberikan kabar gembira kepadamu bahwa kamu akan mempunyai seorang anak laki-laki bernama Yahya. Di antara sifatnya adalah dia membenarkan kalimat yang datang dari Allah, yaitu Isa putra Maryam, karena Isa diciptakan secara khusus melalui kalimat Allah. Anak laki-laki ini (Yahya) akan menjadi pemuka kaumnya dalam bidang keilmuan dan ketekunan beribadah. Dia selalu menahan dirinya dari segala macam kesenangan, termasuk kesenangan dengan wanita. Dia berkonsentrasi penuh dalam beribadah kepada Tuhannya dan dia adalah seorang nabi yang menjadi bagian dari orang-orang yang saleh.”40 Tatkala para malaikat memberikan kabar gembira tentang Yahya, Zakaria berkata, “Ya Rabb-ku! Bagaimana aku bisa punya anak? Padahal aku menjadi tua renta, sedangkan istriku mandul tidak bisa beranak?” Allah menjawab ucapan Zakaria, “Perumpamaan penciptaan Yahya pada saat usiamu sudah tua dan istrimu mandul sama seperti Dia menciptakan apa saja yang dikehendaki-Nya yang terkadang berlawanan (mustahil) dan tidak seperti biasanya karena Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya berdasarkan kebijaksanaan dan pengetahuan-Nya.”

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Qs At Takwir: 11

Al-Qurthubi menjelaskan bahwa lembaran-lembaran catatan amal yang berada di tangan para malaikat ditutup tatkala seseorang meninggal dunia, dan tatkala hari kiamat dibuka kembali untuk dilihat olehnya hasil catatan amalnya selama hidupnya (lihat Tafsir Al-Qurthubi 19/234)Hal ini sebagaimana firman Allahبَلْ يُرِيدُ كُلُّ امْرِئٍ مِنْهُمْ أَنْ يُؤْتَى صُحُفًا مُنَشَّرَةًBahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka (QS Al-Muddatstsir : 52)Al-Baghowi berkata :صَحَائِفَ الْأَعْمَالِ تُنْتَشَرُ لِلْحِسَابِ‘’Lembaran-lembaran catatan amal terbuka untuk dihisab (Tafsir Al-Baghowi 8/348)Pada hari kiamat kelak seluruh catatan amal yang pernah kita lakukan selama di dunia semua akan terbuka. Seluruh isi catatan amal tersebut berdasarkan amalan kita selama di dunia, kemudian dituliskan oleh malaikat. Sehingga hakekatnya yang mencatat catatan amal kita adalah kita sendiri. Oleh karena itu, jangan sampai kita mengisi buku catatan-catatan amal kita dengan catatan buruk yang mana catatan-catatan tersebut akan dibuka oleh Allah pada hari kiamat kelak. Allah berfirman:وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا“Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah Kitab yang dijumpainya terbuka.” (QS Al-Isra’: 13)Bahkan kata para ulama, orang yang tidak bisa membaca akan bisa membaca dengan sendirinya pada hari tersebut. Di samping itu tidak perlu repot, catatan amal tersebut akan terbuka dengan sendirinya. Oleh karena itu, orang-orang kafir dan orang-orang yang melakukan kemaksiatan akan ketakutan ketika mereka melihat catatan amal mereka.وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوهُ فِي الزُّبُرِ (52) وَكُلُّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ مُّسْتَطَرٌ (53)“Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan (yang ada di tangan Malaikat). Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.” (QS. Al-Qamar: 52-53)

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka19 Agustus 2026
L
Lisna Nurul Hikmah

📍 Kabupaten Banyumas

Bab 7 Istiqomah di atas ketaatan kepada Allah

Amalan shalih yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit Berlaku tepatlah dalam beramal (sesuai dengan syariat) dan mendekatilah. Ketahuilah, bahwasanya amalan seseorang tidak dapat memasukkannya ke dalam surga. Dan bahwasanya amalan yang paling dicintai oleh Allah yaitu yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit. HR. Al Bukhari no.6464 dari Aisyah radhiallahu anha

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka19 Agustus 2026
R
Ressy Sri Agesty

📍 Kabupaten Bandung

Bagaimana Membentengi Anak dari Lingkungan yang Kurang Baik (Berkata Vulgar) di Sekolah?

-Sekolah bukan hanya tempat anak belajar, tetapi juga tempat mereka berinteraksi dengan berbagai karakter dan lingkungan. Karena itu, orang tua perlu membekali anak dengan nilai dan kebiasaan baik sejak dini, termasuk mengajarkan bahwa tubuh dan lisan adalah amanah dari Allah.-Anak perlu dikenalkan bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Dekat, sehingga setiap perkataan dan perbuatan harus dijaga. Ketika anak mendengar atau meniru kata-kata yang kurang baik dari lingkungan, orang tua sebaiknya tidak langsung memarahi, tetapi memberikan pemahaman dengan bahasa yang sederhana, konsisten, dan sesuai dengan kondisi emosional anak.-Orang tua juga perlu menjadi partner sekolah dalam mendidik dan membentuk karakter anak. Dengan komunikasi yang baik, keteladanan, serta pengajaran agama yang menyenangkan, anak dapat belajar memilih perilaku yang baik meskipun berada di lingkungan yang kurang baik.

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Ibnu Katsir QS. An Nahl : 119

Allah taala berfirman:ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ عَمِلُواْ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَٰلَةٖ ثُمَّ تَابُواْ مِنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ وَأَصۡلَحُوٓاْ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعۡدِهَا لَغَفُورٞ رَّحِيمٌKemudian, sesungguhnya Tuhan-mu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertobat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya); sesungguhnya Tuhan-mu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.📝 Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir1. Dosa karena kebodohanSetiap maksiat yang dilakukan merupakan bentuk kebodohan, karena seseorang tidak memahami atau mengabaikan akibat buruk dari perbuatannya.2. Pintu Taubat Selalu TerbukaAllah memberi kesempatan kepada orang yang terjatuh dalam dosa untuk bertaubat dan kembali kepada-Nya.3. Taubat Dibuktikan dengan PerbaikanTaubat bukan sekadar penyesalan. Orang yang benar-benar bertaubat akan meninggalkan maksiat dan memperbaiki dirinya dengan amal ketaatan.✨ PelajaranJangan berputus asa ketika terjatuh dalam dosa. Segeralah kembali kepada Allah, tinggalkan maksiat, dan perbaiki diri. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba yang bertaubat.Disalin dari Quran Tadabbur — quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka19 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Sebelum mereka diam #parenting

Kita sering meminta anak mendengarkan kita.“Kalau Ayah/Bunda bicara, dengarkan.”“Jangan memotong.”“Perhatikan kalau sedang diajak bicara.”Tapi pernahkah kita berhenti dan bertanya:Sudahkah kita melakukan hal yang sama kepada mereka?Saat anak bercerita, kita tetap menjawab sambil bekerja. Tetap mengangguk sambil melihat ponsel. Tetap berkata “iya” sementara pikiran kita sebenarnya ada di mana-mana.Kita merasa sudah mendengarkan.Tapi anak tahu.Mereka tahu ketika perhatian kita hanya setengah.Tanpa sadar, mereka belajar bahwa ceritanya tidak cukup penting untuk membuat kita berhenti sejenak.Hari ini mereka hanya ingin bercerita tentang hal sederhana.Besok, mereka membawa cerita yang jauh lebih berat.Lalu ketika mereka sudah besar dan memilih diam, kita bertanya-tanya, “Kenapa anakku tidak pernah cerita?”Jawabannya bisa jadi bukan karena mereka tidak punya cerita.Mereka hanya sudah belajar bahwa tidak semua cerita akan benar-benar didengarkan.Selagi mereka masih mau bercerita, mari hadir.Bukan sebagai orang tua yang selalu punya jawaban, tetapi sebagai rumah yang membuat mereka merasa aman untuk berkata:“Aku mau cerita ayah, aku mau cerita bunda…” 🤍#jejakpustaka #komunitasbeekind #parentingtips

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir QS Asy Syams

Tafsir Al Mukhtasar QS Asy Syams ayat 1-9Tujuan pokok: penyebutan sumpah terbanyak dalam Alquran untuk menegaskan pentingnya menyucikan jiwa dan kerugian mengotorinya lewat berbagai maksiat. Allah bersumpah dengan matahari dan bersumpah dengan waktu naik matahari setelah terbitnya dari tempat munculnya Dia bersumpah dengan bulan apabila mengiringi jejak matahari telah 4 hari tenggelam Dia bersumpah dengan siang hari apabila telah menyingkap apa yang berada di atas permukaan bumi dengan cahayanya Dia bersumpah dengan malam hari apabila telah menutupi permukaan bumi sehingga menjadi gelap Video bersumpah dengan langit dan bersumpah dengan pembangunannya yang teliti Dia bersumpah dengan bumi dan bersumpah dengan hamparannya agar manusia bisa menghuninya Dia bersumpah dengan setiap jiwa dan bersumpah dengan penciptaan jiwa tersebut secara sempurna Lalu dia memahamkan kepada Nya tanpa belajar segala yang buruk agar ia menghindarinya dan segala yang baik agar ia melakukannya Sungguh orang yang menyucikan jiwanya serta menghiasinya dengan sifat-sifat kebaikan dan mengosongkannya dari sifat-sifat buruk telah menang dengan mendapatkan apa yang diinginkannya.

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka19 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Keraguan dan Rasa Malu

1. Keraguan & rasa malu bukan masalah yang harus diperbaikiSering kali kecemasan orang tua justru lebih besar daripada kecemasan anak.Kita bisa terdorong mengintervensi hanya untuk meredakan ketidaknyamanan diri sendiri, bukan memahami kebutuhan anak.Mampu merefleksikan dampak perilaku anak terhadap diri kita adalah tanda bahwa kita sedang berusaha menjadi orang tua yang baik.Pisahkan kebutuhan kita dari kebutuhan anak.2. Kecemasan orang tua dapat membuat anak semakin cemasAnak yang ragu bergabung dalam pesta, bermain, atau berbicara dengan orang dewasa dapat memicu kekhawatiran:> “Dia akan seperti ini selamanya.”“Dia tidak akan pernah nyaman dalam kelompok.”Jika kecemasan orang tua meningkat → anak merasa semakin cemas dan ragu → anak menyerap penilaian orang tua → merasa sendirian dan terjebak → orang tua semakin frustrasi.Cara memutus siklus:Bukan dengan mengubah anak, tetapi dengan merefleksikan diri dan bekerja secara internal.3. Contoh respons terhadap anak yang merasa maluRespons yang tidak mendukung:> “Kamu konyol, kamu kenal orang-orang di sini.”“Sekarang kamu mempermalukan aku.”→ Kecemasan anak tidak berkurang, bahkan dapat bertambah.Respons yang mendukung:> “Ada sesuatu yang tidak enak bagimu saat ini. Aku mengerti. Tidak apa-apa, bukan masalah besar. Kutemani sampai kamu siap.”→ Anak merasa aman dan didukung.Ketika kebutuhan emosional anak dipenuhi sekarang, anak justru dapat belajar mandiri pada waktu yang tepat baginya.4. Orang tua juga bisa lelahTerus-menerus memberikan dukungan emosional bisa melelahkan.Kelelahan membuat kita lebih mudah tersentak atau bereaksi negatif.Menjadi orang tua adalah latihan kesabaran.Fokus kita adalah melihat anak apa adanya dan apa yang mereka butuhkan, terpisah dari diri dan kebutuhan kita.5. Percaya diri ≠ selalu langsung bergabungKita sering diajarkan bahwa percaya diri berarti:langsung bergabung,segera bergerak,tidak berhenti atau menunggu.Padahal, ada ironi: kita ingin anak percaya diri, tetapi ketika remaja mudah mengikuti arus dan tidak mampu berpikir sendiri, kita juga berharap mereka lebih percaya diri.Contoh:Anak 6 tahun pemalu: “Chase diam saja dan menolak bergabung. Saya berharap dia lebih percaya diri.”Anak 16 tahun mudah dipengaruhi: “Alex meniru apa pun yang dilakukan teman-temannya. Saya berharap dia lebih percaya diri.”6. Jadi, apa itu percaya diri?Percaya diri adalah mengetahui apa yang kita rasakan dan percaya bahwa tidak apa-apa menjadi diri sendiri dalam perasaan itu, pada saat itu juga.Anak yang memilih mengamati dari pinggir terlebih dahulu juga sedang menunjukkan kepercayaan diri.Anak yang ragu dapat menjadi percaya diri ketika pengasuh berkata:> “Saya di sini. Santai saja.”7. Percaya diri bukan sekadar siapPercaya diri tidak selalu berarti segera bergabung atau terlibat dalam kegiatan.Yang penting bukan memaksa anak agar siap, tetapi membantu anak mengenali:> “Kapan saya siap?”Percaya diri bukan berarti sekadar siapPercaya diri adalah mengetahui kapan Anda siap.Good Inside, Meletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati BaikDr. Becky Kennedy

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka19 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Jangan terlalu memaksakan diri untuk berlibur

Jangan terlalu memaksakan diri untuk berliburSumber: don't sweat the small stuff with your family Mayoritas hidup kita tidak dihabiskan untuk berlibur. Namun banyak orang menekankan pentingnya liburan sedemikian rupa sampai-sampai lupa menikmati bagian hidup yang lain pengalaman hari demi hari momen demi momen. Kita merencanakan dan dengan tak sabar menunggu datangnya saat liburan kadang-kadang sampai seolah-olah cuma itu yang berharga dalam hidup. Kita menumpuk harapan bahwa liburan akan menjadi hal yang paling menyenangkan selama setahun belakangan berkah yang akan menghapuskan segala cek toko dan kekecewaan dalam hidup sehari-hari. Kita pikir hidup akan sangat menyenangkan begitu kita berlibur. Beberapa problem yang muncul bila kita sangat mementingkan liburan. Pertama Liburan hanya memakan persentase yang amat kecil dalam keseluruhan hidup kita. Kebanyakan orang yang saya kenal menghabiskan waktu satu atau dua minggu paling lama untuk berlibur. Waktu selebihnya dipakai untuk berbisnis seperti biasa menghabiskan waktu 50 minggu dalam setahun untuk merencanakan dan mengharap-harapkan yang dua minggu selebihnya adalah salah satu contoh klasik prioritas yang terbaik suatu kegiatan yang hampir bisa dipastikan akan mengundang frasa frustasi. Masalahnya adalah sikap rencana Anda baru akan dilangsungkan jauh dari sesudahnya pikiran anda akan teralih dari sekarang. Bukannya berusaha tetap memfokuskan diri pada keberadaan sekarang dan menemukan gembiraan dalam kehidupan sehari-hari Anda justru lebih memikirkan betapa nyamannya dan gembiranya nanti bukan sekarang. Robi lain yang ditimbulkan dari harapan yang sangat tinggi dalam banyak contoh adalah harapan itu tidak realistis yang bisa-bisa malah jadi pengalaman yang sangat mengecewakan.Berlibur atau menunggu masa liburan bukan sesuatu yang salah. Namun biasanya ada problem yang umumnya muncul karena membayangkan rencana liburan lebih mulok daripada semestinya karena terlalu mengharapkan kegembiraan di tempat lain orang jadi melupakan betapa istimewanya dan betapa menyenangkannya hidup anda sekarang. Jika anda belajar untuk lebih bahagia dan damai dimanapun berada maka ketika Anda kemudian benar-benar pergi berlibur pengalaman itu akan menjadi pengalaman yang akan sungguh-sungguh menyenangkan setidaknya sering demikian. Nama sebaliknya jika anda lebih sering merasa tidak bahagia dan stress sama sekali tidak realistis kalau Anda berharap liburan akan membuat anda jadi lebih santai dan tenang. Nasihat sederhana: Teruskan rencana berlibur dan nikmati liburan tersebut. Namun jangan lupa bahwa kehidupan biasa-biasa dapat menjadi luar biasa jika anda tetap mensyukuri apa yang telah anda miliki.

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-'Araf:169

Tafsir Ibnu KatsirQS Al-'Araf : 169Firman Allah subhanahu wata'āla:Maka datanglah sesudah mereka generasi yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini..., hingga akhir ayat.Allah subhanahu wata'āla menceritakan bahwa sesudah itu —yakni sesudah generasi yang di dalamnya terdapat orang-orang yang saleh dan lainnya—datanglah generasi lain yang tiada kebaikan sama sekali pada mereka, padahal mereka mewarisi hak mempelajari Al-Kitab, yakni kitab Taurat. Menurut Mujahid, mereka adalah orang-orang Nasrani. Tetapi barangkali pengertiannya lebih umum daripada itu....mereka mengambil harta dunia yang rendah ini.Dengan kata lain, mereka menukar perkara hak —yang harus disampai­kan dan disiarkan— dengan harta benda duniawi. Lalu mereka menjanji­kan terhadap dirinya sendiri bahwa kelak akan melakukan tobat atas perbuatannya itu. Tetapi kenyataannya manakala datang hal yang semisal kepada mereka, maka mereka kembali terjerumus ke dalamnya. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya jugaSeperti yang dikatakan oleh Sa'id ibnu Jubair, "Mereka mengerjakan dosa, lalu meminta ampun kepada Allah dari dosa itu dan mengakui kesalahannya kepada Allah. Tetapi apabila datang kesempatan yang lain bagi mereka dari harta duniawi itu, maka mereka akan mengambil­nya juga."Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firrnan-Nya: mereka mengambil harta dunia yang rendah ini. (Al A'raf:169) Tiada sesuatu pun dari perkara keduniawian yang muncul melainkan pasti mereka merebutnya, baik yang halal ataupun yang haram, lalu mereka berharap mendapat ampunan....dan mereka berkata, Kami akan diberi ampun." Dan kelak jika datang kepada mereka harta dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga).Sehubungan dengan makna ayat ini Qatadah mengatakan, "Generasi tersebut memang generasi yang jahat, demi Allah."mereka mewarisi Kitab sesudah nabi-nabi dan rasul-rasul mereka, Allah mewariskannya kepada mereka dan mengambil janji dari mereka. Allah subhanahu wata'āla telah berfirman di dalam ayat yang lain , yaitu:Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat. (Maryam:59)Firman Allah subhanahu wata'āla:...mereka mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata, "Kami akan diberi ampun."Mereka berangan-angan terhadap Allah dan teperdaya oleh angan-angan kosong mereka sendiri.Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga)Tidak ada sesuatu pun yang menyibukkan mereka dari itu, dan tidak ada sesuatu pun yang menghalang-halangi mereka dari hal tersebut. Manakala ada kesempatan bagi mereka mengangkut perkara duniawi, maka mereka langsung menyantapnya, tanpa memikirkan lagi halal ataukah haram.As-Saddi telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang jahat). (Al A'raf:169) sampai dengan firman-Nya: padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya (Al A'raf:169) Bahwa dahulu orang-orang Bani Israil tidak sekali-kali meminta peradilan dari seorang hakim melainkan main suap dalam keputusan hukumnya. Dan sesungguhnya orang-orang terkemuka mereka meng­adakan pertemuan, lalu mengadakan kesepakatan di antara sesama mereka yang mereka tuangkan ke dalam suatu perjanjian, bahwa mereka tidak akan melakukan hal itu lagi dan tidak akan melakukan penyuapan. Kemudian ada seorang lelaki dari kalangan mereka yang tetap melakukan suap dalam perkaranya. Ketika ditanyakan kepadanya, "Mengapa engkau masih tetap memakai suap dalam hukum?" Ia menjawab bahwa Allah akan memberikan ampunan kepadanya. Maka semua orang dari kalangan Bani Israil mencela perbuatan yang telah dilakukannya itu. Tetapi apabila dia mati atau dipecat, maka kedudukan­nya diganti oleh orang yang tadinya termasuk orang-orang yang mencelanya. Tetapi pada akhirnya si pengganti ini pun melakukan suap pula. Karena itulah dalam ayat ini disebutkan, "Apabila datang kepada yang lainnya harta benda duniawi, maka mereka mengambilnya juga."Firman Allah subhanahu wata'āla:Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. hingga akhir ayat.Allah subhanahu wata'āla berfirman mengingkari perbuatan mereka, mengingat mereka telah diambil sumpahnya oleh Allah, yaitu diharuskan menerangkan perkara yang hak kepada manusia dan tidak boleh menyembunyikannya. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan dalam firman-Nya yang lain:Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu), "Hendaklah kalian menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kalian menyembunyikannya," lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang mereka terima (Ali Imran:187)Ibnu Juraij mengatakan bahwa Ibnu Abbas telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecualiyang benar.Yakni terhadap apa yang mereka angan-angankan dari Allah, yaitu pengampunan dosa-dosa mereka, padahal mereka masih tetap meng-ulangi perbuatan dosa-dosanya dan tidak pernah bertobat.Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan kampung akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?Allah subhanahu wata'āla menganjurkan kepada mereka untuk menyukai pahala-Nya yang berlimpah dan ini memperingatkan mereka akan siksaan-Nya yang keras. Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa pahala-Ku dan pambalasan yang ada di sisi-Ku lebih baik bagi orang-orang yang takut kepada hal-hal yang diharamkan dan meninggalkan kemauan hawa nafsunya serta berbuat amal ketaatan kepada Tuhannya.Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka19 Agustus 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 4 Dari sinilah Islam dimulai

Bab 4Dari sinilah Islam dimulaiHikmah Kedelapan: Tabiat Luhur yang Dimiliki oleh Bangsa Arab1. KejujuranWalau sebagian orang Arab dzalim dan keras kepala tapi sifat dasarnya adalah tabiat kejujudan.Bukti Sejarah (Kisah Abu Sufyan): Abu Sufyan tetap berkata jujur di hadapan Kaisar Heraklius saat ditanya tentang Rasulullah ﷺ. Padahal, saat itu ia masih musyrik dan sangat membenci Islam. Menjaga Kehormatan: Abu Sufyan menolak berbohong bukan karena takut ketahuan oleh kaumnya melainkan karena ia merasa sebagai orang terhormat yang tabu melakukan kedustaan. Menjamin Kemurnian Risalah: Karakter bangsa Arab yang menjunjung tinggi kejujuran ini memastikan bahwa ajaran Islam dapat diemban secara amanah dan disampaikan ke generasi berikutnya tanpa perubahan (autentik).2. KedermawananKarakter Mendarah Daging: Sifat pemurah (al-karam) sudah menjadi tabiat asli bangsa Arab sejak zaman dahulu. Derajat Tinggi dalam Al-Qur'an: Dalam banyak ayat (seperti QS. At-Taubah: 20), Allah mendahulukan jihad dengan harta sebelum jihad dengan jiwa, menunjukkan betapa tingginya nilai kedermawanan dalam Islam. Pilar Kejayaan Islam: Kedermawanan merupakan sifat utama yang mutlak diperlukan untuk membangun dan menegakkan kejayaan Islam. Bukti Nyata Para Sahabat: Abu Bakar: Menginfakkan banyak harta untuk membebaskan budak dan mendanai pasukan. Utsman bin Affan: Membeli sumur Ruumah, mendanai Perang Tabuk, dan memperluas Masjid Nabawi. Abdurrahman bin Auf: Menyumbangkan seluruh kafilah dagangnya yang berisi lebih dari 700 unta. Thalhah bin Ubaidillah: Membagikan 700.000 dirham kepada fakir miskin hanya dalam waktu satu hari.

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka19 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

The Book You Wish Your Parents Had Read - Philippa Perry

Berdiskusi untuk Mencari SolusiSaat anak mulai besar/remaja, orang tua perlu mengubah cara menetapkan batasan. Jangan hanya memberi larangan, tetapi jelaskan alasan dan dengarkan perasaan anak.Hindari hukuman atau aturan yang membuat anak merasa dikontrol dan tidak dipercaya.Ketika menetapkan batasan, gunakan kalimat yang jelas tentang perasaan dan kebutuhan orang tua, bukan menyalahkan anak.Contoh: daripada berkata “Kamu tidak boleh naik bus sendiri karena kamu belum dewasa,” lebih baik menjelaskan kekhawatiran dan alasan keselamatan, lalu mencari solusi bersama.Batasan bukan berarti mengendalikan anak, melainkan membantu anak belajar bertanggung jawab dan menjaga dirinya sendiri.Anak remaja perlu semakin diberi kesempatan untuk mandiri, tetapi tetap dengan batasan yang sesuai usia dan kemampuan.Jika terjadi konflik, ungkapkan perasaan terlebih dahulu, tentukan batasan, kemudian diskusikan penerapannya dengan tenang.Tujuan akhirnya adalah agar anak memahami bahwa batasan dibuat demi keamanan dan kebaikan bersama, bukan sebagai bentuk hukuman.Intinya:Batasan yang sehat bukan tentang menguasai anak, tetapi tentang menjaga hubungan sambil membantu mereka belajar mandiri dan bertanggung jawab.

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka19 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Sebab-Sebab Su'ul Khotimah (11)

Melupakan kematian membawa tiga dampak buruk: menunda taubat, enggan hidup sederhana, dan malas beribadah. Orang yang lalai mengingat mati cenderung mengabaikan ketaatan karena merasa hidup masih panjang. Padahal, mereka yang sadar akan kematian akan bersegera dalam kebaikan, seolah-olah ajal akan datang dalam hitungan jam. Hal ini membuat mereka senantiasa mengingat Allah dalam setiap fase hidupnya.​Pelajaran berharga datang dari kisah seorang ulama saat menjenguk seseorang yang sedang sakaratul maut. Ia menyaksikan ketakutan luar biasa di wajah orang tersebut, yang membuatnya pulang dengan wajah pucat. Saat ditawari makan oleh keluarganya, beliau menolak dan menegaskan bahwa pemandangan sakaratul maut itu akan terus membekas dalam ingatannya. Kesadaran inilah yang mendorong seseorang untuk terus berbuat baik, agar saat malaikat maut menjemput, ia dalam keadaan taat kepada Allah.

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 19 Agustus

Tafsir As-Sa’diQS. At-Taubah: 79​Ini merupakan keburukan orang-orang munafik yang senantiasa membicarakan dan mencela Islam serta kaum Muslimin atas dasar kedzaliman dan kedengkian. Ketika Allah dan Rasul-Nya mengajak bersedekah, kaum Muslimin bersegera memberikan hartanya sesuai kemampuan.​Sikap Orang Munafik Terhadap Sedekah:​Mencela yang bersedekah banyak dengan menuduh pamer, riya, sum'ah, dan kesombongan.​Mencela yang bersedekah sedikit dengan dalih Allah tidak memerlukan sedekah tersebut.Penjelasan Potongan Ayat​ ٱلَّذِينَ يَلۡمِزُونَ ٱلۡمُطَّوِّعِينَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ فِي ٱلصَّدَقَٰتِ ​"(orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang Mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela."​Penjelasan: Mereka menuduh mukmin yang bersedekah banyak sebagai pamer, riya, dan sombong.​ وَٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهۡدَهُمۡ ​"Dan orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya"​Penjelasan: Kepada mukmin yang bersedekah sedikit sesuai kemampuannya, orang munafik berkata: "Allah tidak membutuhkan sedekahnya."​ فَيَسۡخَرُونَ مِنۡهُمۡ ​"Maka orang-orang munafik itu menghina mereka."​Penjelasan: Maka Allah membalas dengan menghina mereka pula.​ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ ​"Dan untuk mereka azab yang pedih."Keburukan & Dosa yang Terkumpul dalam Ucapan Orang Munafik​Memata-matai kaum Muslimin untuk mencari peluang memperolok-olok. Allah berfirman:​ إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلۡفَٰحِشَةُ فِي ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ​"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih." (QS An-Nur: 19)​Mencela orang beriman semata-mata karena keimanan mereka, yang dilandasi oleh kekufuran kepada Allah dan kebencian kepada Islam.​Mencela/memperolok adalah haram, bahkan dalam perkara dunia termasuk dosa besar, apalagi dalam perkara ketaatan.​Menggembosi kebaikan: Orang yang menaati Allah dan berbuat baik secara sukarela seharusnya dibantu dan disemangati, tetapi orang munafik justru berusaha menggembosinya dengan celaan.​Vonis tanpa dasar: Tuduhan riya kepada orang yang infaq banyak adalah kesalahan fatal yang berdasar pada ketidaktahuan dan prasangka semata.​Perkataan batil terkait kebutuhan Allah: Ucapan bahwa Allah tidak memerlukan sedekah sedikit adalah batil. Hakikatnya Allah memang tidak memerlukan sedekah dan tidak memerlukan penduduk langit serta bumi, namun Dialah yang memerintahkan hamba-Nya untuk kebaikan hamba itu sendiri:​ فَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرٗا يَرَهُۥ ​"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (Q.S. Az-Zalzalah: 7)​Ucapan tersebut mengandung upaya menggembosi perbuatan baik, sehingga balasan bagi mereka adalah Allah menghinakan mereka dan ( وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ ) "untuk mereka azab yang pedih."Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →