📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat2 hari lalu
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan

🌿 Tafsir Al-Muyassar — QS. An-Nūr: 44Di antara bukti kekuasaan Allaah adalah Dia mempergantikan malam dan siang. Salah satunya datang setelah yang lain selesai, dengan perbedaan panjang dan pendeknya waktu.Semua itu berjalan dalam keteraturan yang sempurna atas ketetapan Allaah.Dan sesungguhnya dalam pergantian malam dan siang tersebut terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan, yaitu mereka yang mampu melihat tanda-tanda kekuasaan Allaah lalu mengambil ibrah darinya.🤍 Pesan yang dapat kita amalkanBelajar melihat kebesaran Allaah dalam hal-hal yang setiap hari kita jumpai.Terbitnya pagi dan datangnya malam adalah nikmat yang sering kali kita anggap biasa.Mengingat bahwa segala sesuatu memiliki waktunya.Sebagaimana malam berganti menjadi siang, keadaan hidup pun tidak selamanya sama. Kesulitan akan berganti dengan kemudahan, dan kesedihan pun tidak akan selamanya menetap.Mengambil pelajaran, bukan sekadar melihat.Ulil abshār bukan hanya orang yang memiliki mata untuk melihat, tetapi orang yang menggunakan penglihatannya untuk mengenali tanda-tanda kebesaran Allaah.Menumbuhkan rasa tawakal.Jika pergantian malam dan siang saja berjalan dalam pengaturan Allaah yang begitu sempurna, maka perjalanan hidup kita pun tidak pernah berada di luar pengetahuan dan ketetapan-Nya.🌸 KesimpulanPergantian malam dan siang adalah salah satu tanda kekuasaan Allaah yang mengajarkan kita tentang keteraturan, perubahan, dan ketetapan-Nya.Maka jangan hanya melihat pergantian hari—lihatlah siapa yang mengaturnya.Jangan hanya menghitung waktu yang berlalu—renungkan apa yang sudah kita pelajari darinya.Karena bagi hati yang mau melihat,setiap pagi membawa harapan, setiap malam membawa perenungan, dan setiap pergantian waktu adalah pengingat bahwa Allaah selalu mengatur kehidupan dengan sempurna.

💬 0 komentar📅 14 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 hari lalu
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Tafsir Ar-Ra'd: 41-43

Rangkuman Tafsir Ar-Ra’d 40–43Tema BesarPengutusan para rasul kepada umat manusia merupakan sunnatullah.Setiap zaman memiliki tantangan, penentang, dan ujian yang berbeda, namun tugas para rasul tetap sama: menyampaikan risalah Allah, bukan memaksa manusia untuk beriman.Ayat 40Tugas Rasul adalah Menyampaikan, Bukan Menghitung HasilAllah berfirman bahwa jika Dia memperlihatkan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagian azab yang akan menimpa orang-orang kafir, atau jika Allah mewafatkan beliau sebelum itu terjadi, maka hal tersebut tidak mengubah tugas beliau.Tugas Nabi ﷺ hanyalah menyampaikan risalah.Adapun:Menghitung amal manusia,Mengadili mereka,Memberi balasan,semuanya adalah urusan Allah.PelajaranSeorang dai, guru, orang tua, atau pendidik hanya berkewajiban menyampaikan kebenaran.Hidayah berada di tangan Allah.Kita tidak dituntut mengendalikan hasil, tetapi menjalankan amanah dengan benar.Dalil PendukungAl-Ghasyiyah 21–26:“Sesungguhnya kamu hanyalah pemberi peringatan.”Nabi tidak diberi tugas memaksa manusia beriman.Ayat 43Orang Kafir Mendustakan Kenabian Muhammad ﷺKaum musyrikin berkata:“Kamu bukan seorang rasul.”Allah memerintahkan Nabi ﷺ menjawab:“Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kalian.”Artinya:Allah mengetahui kebenaran risalah Nabi.Allah mengetahui kedustaan orang-orang yang menolaknya.Siapa yang Dimaksud “Orang yang Memiliki Ilmu Al-Kitab”?Dalam ayat:“…dan orang yang mempunyai ilmu Al-Kitab.”Terdapat beberapa pendapat.Pendapat PertamaAbdullah bin SalamSebagian ulama berpendapat ayat ini merujuk kepada:Abdullah bin SalamBeliau adalah seorang ulama Yahudi yang mengenali tanda-tanda kenabian Muhammad ﷺ dari Taurat.Namun Ada KeberatanSurat Ar-Ra’d mayoritas termasuk surat Makkiyah.Abdullah bin Salam terkenal masuk Islam setelah Nabi hijrah ke Madinah.Karena itu sebagian ulama menilai pendapat ini kurang kuat.Pendapat Kedua (Pendapat Terkuat)Yang dimaksud adalah:Ulama-ulama Ahli Kitab yang mengetahui sifat Nabi Muhammad ﷺ dari Taurat dan Injil.Mereka mengetahui:Nama dan sifat Nabi.Ciri-ciri kerasulan beliau.Kabar gembira tentang kedatangannya.Maka keberadaan mereka menjadi saksi tambahan atas kebenaran risalah Nabi ﷺ.Pendapat ini dipilih oleh:Ibnu AbbasIbnu Jarir Ath-ThabariBanyak ulama tafsir lainnyaBukti Kenabian dalam Taurat dan InjilIbnu Katsir mengaitkan ayat ini dengan beberapa ayat lain:Al-A’raf 156–157Orang beriman mengikuti Nabi yang namanya tertulis dalam Taurat dan Injil.Asy-Syu’ara 197Para ulama Bani Israil mengetahui tentang kenabian Muhammad ﷺ.Artinya:Kedatangan Nabi Muhammad ﷺ bukan sesuatu yang tiba-tiba.Para nabi terdahulu telah mengabarkannya.Kisah Abdullah bin SalamIbnu Katsir membawakan sebuah riwayat (namun beliau menyebutnya sangat gharib/lemah).Isi kisahnya:Abdullah bin Salam datang ke Mekah.Bertemu Rasulullah ﷺ di Mina.Rasulullah mengenalinya.Terjadi dialog tentang sifat Allah dan kenabian.Saat itu turun Surat Al-Ikhlas.Setelah mendengarnya, Abdullah bin Salam mengucapkan syahadat.Ia menyembunyikan keislamannya hingga Nabi hijrah ke Madinah.Ketika mendengar Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, ia sangat bergembira hingga turun dari pohon kurma tempatnya bekerja.Kisah ini menunjukkan kuatnya keyakinan seorang ulama Ahli Kitab ketika menemukan kebenaran yang telah lama ia ketahui dari kitab-kitab sebelumnya.Pelajaran Tadabbur1. Fokus pada amanah, bukan hasilNabi ﷺ hanya diperintahkan menyampaikan. Begitu pula kita:Orang tua mendidik.Guru mengajar.Dai berdakwah.Hasil akhirnya milik Allah.2. Kebenaran tidak bergantung pada jumlah pengikutWalaupun banyak yang mendustakan Nabi ﷺ, beliau tetap berada di atas kebenaran.3. Ilmu yang benar mengantarkan kepada imanUlama Ahli Kitab yang jujur akhirnya mengakui kenabian Muhammad ﷺ karena ilmu yang mereka miliki.4. Allah memiliki saksi-saksi untuk membela agama-NyaBukan hanya wahyu, tetapi juga:Kitab-kitab terdahulu,Para ulama yang jujur,Fakta-fakta yang menunjukkan kebenaran Islam.5. Hidayah adalah hak AllahTugas manusia adalah menyampaikan dan berusaha, sedangkan membuka hati manusia adalah urusan Allah semata.Inti Pesan Ayat 40–43Jangan sibuk mengukur keberhasilan dakwah dari respons manusia. Tugas seorang mukmin adalah menyampaikan kebenaran dengan ikhlas, sementara Allah yang akan menghisab manusia dan menampakkan kebenaran agama-Nya melalui berbagai saksi yang Dia kehendaki

💬 0 komentar📅 14 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI2 hari lalu
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Halaqah 16 | Landasan Pertama, Ma’rifatullah (Bagian 04)

Halaqah yang ke-16 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al Ushūlu AtsTsalātsah wa Adillatuhā (3 Landasan utama dan dalīl-dalīlnya) yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb bin Sulaimān At Tamimi rahimahullāh.• MENGENAL ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA’ĀLASetelah kita mengetahui siapakah Allāh dan bagaimanakah kita mengenal Allāh Subhānahu wa Ta’āla, maka beliau (rahimahullāh) ingin menyampaikan kepada kita bahwasanya dzat yang telah memelihara kita dengan kenikmatan Nya, yang telah menciptakan langit dan juga bumi, menciptakan tanda-tanda kekuasaan (seperti) malam, siang, matahari dan bulan, maka Dia lah Rabb yang disembah. Dialah yang berhak untuk diibadahi dan disembah.Beliau rahimahullāh mengatakan:والرب هو: المعبود“Dan Rabb, Dia lah yang disembah”Dialah yang diibadahi, apabila seseorang sudah meyakini bahwasanya Allāh Dia-lah yang menciptakan alam semesta dan juga mengaturnya, maka kewajiban dia adalah hanya menyerahkan ibadah ini kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.Dan dalīlnya adalah firman Allāh :يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ۞ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ فِرَٰشٗا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءٗ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزۡقٗا لَّكُمۡۖ فَلَا تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادٗا وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ۞Wahai manusia! Hendaklah kalian menyembah (beribadah) kepada Rabb kalian yang telah memelihara kalian dan seluruh alam semesta.Siapakah Rabb kalian?Rabb kalian adalah yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian supaya kalian bertaqwa (takut kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla).⇒ Rabb yang memiliki sifat-sifat inilah yang berhak untuk disembah dan diibadahi.Sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian yang tidak menciptakan kalian jangan disembah, demikian pula menciptakan orang-orang sebelum kalian.Menciptakan bapak kalian, orang tua kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kita dari semenjak nabi Ādam alayhissalām, itulah Rabb yang berhak untuk disembah, selain itu (yang tidak memiliki sifat ini, yang tidak menciptakan) maka janganlah disembah supaya kalian bertaqwa.Menjadikan penjagaan antara kalian dengan neraka-Nya Allāh Subhānahu wa Ta’āla.Kemudian Allāh mengatakan:ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ فِرَٰشٗاRabb yang hendaknya kalian sembah, Dia lah yang telah menjadikan bagi kalian bumi ini menjadi terhampar sehingga mudah diambil manfaat.Maka inilah Rabb yang berhak untuk kalian ibadah, adapun selain Allāh yang tidak menjadikan bumi ini terhampar, maka dia tidak berhak untuk di ibadahi.وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءٗYang telah menjadikan langit menjadi bangunan yang besar ,yang berada diatas manusia. Dialah yang berhak untuk diibadahi dan disembah.وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗDan telah menurunkan dari langit air hujanفَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزۡقٗا لَّكُمۡۖKemudian Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengeluarkan dengan air hujan tersebut buah-buahan sebagai rejeki bagi kalian.⇒ Inilah Rabb yang berhak untuk diibadahi dan disembah.Menjadikan bumi terhampar menjadikan langit menjadi bangunan, menurunkan air dari awan kemudian dialah yang telah mengeluarkan tanaman, biji-bijian, buah-buahan dengan air tersebut.⇒ Inilah Rabb yang berhak untuk disembahdan diibadahi.فَلَا تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادٗا وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَMaka janganlah kalian menjadikan sekutu-sekutu bagi Allāh, sedangkan kalian mengetahui.Janganlah kalian menjadikan sekutu-sekutu bagi Allāh!Beribadah kepada Allāh juga beribadah kepada selain Allāh, sedangkan kalian mengetahui (memahami) bahwasanya yang menciptakan kalian, yang menjadikan bumi terhampar, menjadikan langit menjadi bangunan, menurunkan air hujan adalah Allāh Subhānahu wa Ta’āla.Kalau kalian mengetahui bahwasanya yang melakukan itu semua adalah Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan tidak ada yang melakukan itu semua kecuali ,Allāh maka janganlah kalian menyekutukan Allāh (menyembah Allāh juga menyembah selain Allāh).Beribadah kepada Allāh bersamaan itu beribadah juga kepada selain Allāh, menyerahkan ibadahnya sebagian kepada Allāh tetapi juga menyerahkan sebagian ibadah yang lain kepada selain Allāh.Jadi keimanan kita, bahwasanya Allāh yang mencipta, memberikan rejeki (baik dari langit maupun dari bumi), mengatur alam semesta ini, seharusnya ini menjadikan kita tidak beribadah kecuali kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.(QS. Al Baqarah: 21-22)⇒ Inilah maksud dari ayat yang mulia ini.Oleh karena itu setelahnya beliau menukil ucapan Ibnu Katsīr (yang memiliki kitāb tafsīr Al Qur’ānil ‘Azhīm I/197)Beliau mengatakan:الخالق لهذه الأشياء هو المستحق للعبادةBerkata Ibnu Katsīr rahimahullāh:“Yang menciptakan ini semua, Dia lah yang berhak untuk di ibadahi.”Adapun yang tidak menciptakan ini dan itu maka mereka tidak berhak untuk diibadahi meskipun memiliki kedudukan yang tinggi diantara manusia.√ Seorang nabi adalah orang yang mulia disisi Allāh Subhānahu wa Ta’āla, tetapi dia tidak menciptakan, oleh karena itu tidak berhak untuk di ibadahi.√ Seorang malāikat adalah hamba Allāh yang mulia di sisi Allāh Subhānahu wa Ta’āla tetapi dia tidak menciptakan oleh karena itu, tidak berhak untuk di ibadahi dan tidak berhak untuk disembah.Jika didalam hati kita meyakini bahwasanya Allāh satu-satunya yang mencipta, memberikan rejeki dan mengatur alam semesta ini, maka seharusnya kita tidak beribadah kecuali hanya kepada Allāh.Orang-orang musyrikin Quraisy yang Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam diutus diantara mereka mereka adalah orang-orang yang mengakui bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang mencipta dan mengakui bahwasanya Allāh yang memberikan rejeki kepada mereka, dan bahwasanya Allāh yang mengatur alam semesta ini.Mereka mengakui itu semua akan tetapi ketika diajak oleh Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam untuk hanya menyerahkan ibadah kepada Allāh saja mereka menolak.⇒ Mereka tidak mengikuti ajakan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.Padahal mereka mengakui rubūbiyah Allāh, dan bahwasanya Allāh yang menciptakan mereka dan orang-orang sebelum mereka, tidak ada diantara mereka yang meyakini bahwasanya patung-patung yang ada disekitar Ka’bah, itulah yang menciptakan mereka. Tidak!Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla sendiri yang telah mengabarkan keyakinan mereka tentang Allāh Subhānahu wa Ta’āla.Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَـٰرَ وَمَن يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ وَمَن يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ ٱللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَKatakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allāh”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”(QS. Yūnus: 31)Inilah jawaban orang-orang musyrikin Quraisy Mereka mengatakan dan meyakini bahwasanya Allāh yang melakukan itu semua, tetapi mereka tidak mau mengEsakan Allāh, (mentauhīdkan Allāh Subhānahu wa Ta’āla) didalam ibadah mereka sehari-hari.Terkadang mereka menyembah kepada Allāh (kalau mau) dan terkadang mereka menyembah kepada selain Allāh, sebagaimana ketika mereka berada ditengah lautan, datang ombak yang besar, datang angin yang kencang, dalam keadaan sangat bahaya baru mereka ingat kepada Allāh dan mentauhīdkan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.Tetapi ketika mereka sudah diselamatkan sampai kedaratan, mereka lupa kepada Allāh dan kembali menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.فَإِذَا رَكِبُوا۟ فِى ٱلْفُلْكِ دَعَوُا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمْ إِلَى ٱلْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ“Apabila mereka naik kapal mereka mendo’a kepada Allāh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allāh menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allāh)”(QS. Al Ankabut: 65)Mereka berdo’a kepada Allāh, dalam keadaan ikhlās hatinya untuk Allāh, mengatakan,”Yā Allāh, seandainya Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, niscaya kami termasuk orang-orang yang bersyukur”.Ketika Allāh menyelamatkan mereka, sampai kesadaran tiba-tiba mereka menyekutukan Allāh. Terkadang menyembah kepada Allāh berdo’a semata hanya kepada Allāh dan terkadang mereka menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.Kemudian Allāh mengatakan, didalam ayat tadi setelah Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyuruh Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam bertanya kepada mereka, “Siapakah yang telah memberikan rejeki, mengatur alam semesta, menghidupkan dan mematikan?”. Ketika mereka mengatakan Allāh, maka Allāh mengatakan kepada Nabi-Nya.“Maka katakanlah kepada mereka, kenapa kalian tidak takut kepada Allāh, kenapa kalian tidak takut dengan adzab Allāh?”Sudah tahu bahwasanya Allāh yang mencipta dan tidak ada yang mencipta selain Allāh, kemudian kalian menyekutukan Allāh dengan yang lain.⇒ Keyakinan bahwasanya Allāh yang mencipta adalah fitrah, yang Allāh fitrahkan kepada manusia.Ketika Allāh menciptakan mereka (manusia) di fitrahkan didalam hatinya keyakinan dan kepercayaan bahwa Allāh yang menciptakan, yang memberi rejeki dan mengatur alam semesta ini.Oleh karena itu orang-orang musyrikin Quraisy yang dikatakan musyrikin oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, didalam hatinya juga meyakini bahwa Allāh yang menciptakan mereka.Karena ini adalah fitrah, bahkan Fir’aun yang mengatakan, “Aku adalah Rabb kalian yang paling tinggi”, sebenarnya dia meyakini bahwasanya dia bukan Rabb dan meyakini bahwasanya Allāhlah Rabb dia, yang telah menciptakan dia dan bahwasanya apa yang berasal dari Mūsā berupa ayat-ayat dan muzijat semuanya dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla.Dan Allāh kabarkan didalam Al Qur’ān tentang bagaimana sebenarnya keyakinan Fir’aun.قَالَ لَقَدۡ عَلِمۡتَ مَآ أَنزَلَ هَٰٓؤُلَآءِ إِلَّا رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ بَصَآئِرَ وَإِنِّي لَأَظُنُّكَ يَٰفِرۡعَوۡنُ مَثۡبُورٗاDia (Mūsā) menjawab, ”Sungguh, engkau telah mengetahui, bahwa tidak ada yang menurunkan (mukjizat-mukjizat) itu kecuali Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sungguh, aku benar-benar menduga engkau akan binasa, wahai Fir‘aun.”(QS. Al Isrā’: 102)Menunjukkan bahwasanya Fir’aun mengetahui tentang Allāh, dan dia lah yang telah menciptakannya dan juga menciptakan alam semesta dan bahwasanya ucapan dia, “Aku adalah Rabb yang paling tinggi” adalah ucapan yang keluar dari orang yang sombong, mengetahui yang al haq tetapi dia mengucapkan dan menolak kebenaran tersebut.Fir’aun mengenal bahwasanya Allāh adalah Rabb semesta alam, jangan kan Fir’aun syaithān dan iblīs mengenal bahwasanya Allāh yang telah menciptakan dia dan menciptakan nabi Ādam alayhissallām.Allāh berkata kepada iblīs setelah dia diperintahkan untuk bersujud, (sujud penghormatan) kepada Nabi Ādam kemudian dia menolak.Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌۭ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍۢ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍۢAllāh berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Ādam ) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblīs “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia (Ādam) Engkau ciptakan dari tanah”(QS. Al ‘Arāf: 12)Didalam ayat yang lain dia mengatakan:قَالَ فَبِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَٰطَكَ ٱلْمُسْتَقِيمَIblīs menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus”(QS. Al ‘Arāf: 16)Iblīs memanggil kepada Allāh dengan Rabb, mengenal bahwasanya Allāh adalah rabb Nya, apakah ini bermanfaat bagi syaithān?Tidak bermanfaat baginya, karena dia tidak melaksanakan perintah Allāh Subhānahu wa Ta’āla.Mengenal bahwasanya Allāh yang menciptakan, memberikan rejeki dan mengatur alam semesta adalah fitrah yang seharusnya menuntun kita hanya beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.Oleh karena itu disini, beliau mendatangkan ayat:يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa”(QS. Al Baqarah: 21)Dan ini adalah perintah pertama didalam Al Qur’ān, didalam Al Qur’ān banyak perintah, tapi perintah pertama yang Allāh sebutkan didalam Al Qur’ān adalah perintah untuk beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla semata.Betapa besar dan agungnya perintah untuk beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, sehingga Allāh menjadikan perintah untuk beribadah ini sebagai perintah yang pertama didalam Al Qur’ān sebelum perintah-perintah yang lain.⇒ Dan larangan berbuat syirik adalah larangan yang pertama didalam Al QurānTadi disebutkan Allāh berfirman:فَلَا تَجْعَلُوا۟ لِلَّهِ أَندَادًۭا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ“Janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allāh, padahal kamu mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 22)Dan ini adalah larangan yang pertama didalam Al Qurān (larangan berbuat syirik).√ Perintah pertama adalah perintah untuk bertauhīd dan larangan pertama adalah larangan dari perbuatan syirik.Itulah yang bisa kita sampaikan.Wallāhu Ta’āla A’lam.

💬 0 komentar📅 14 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 hari lalu
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

STRATEGI MENGHADAPI MASALAH TIDUR PADA ANAK

— METODE JARAK AMAN —Metode ini bekerja berdasarkan prinsip-prinsip kelekatan: anak perlu merasa dekat dengan orang tua agar merasa aman.Mulailah dari kamar anak dan tetap berada di dekatnya. Selama beberapa malam, perlahan tambah jarak hingga Anda semakin jauh dan akhirnya keluar dari kamar.💬 Jelaskan kepada anak:“Ayah tahu tidur terasa sulit. Ayah akan tetap berada di kamarmu saat kamu tertidur. Tidak akan selalu, tapi akan Ayah lakukan untuk sementara waktu. Selama di sini, Ayah tidak akan berbicara, karena ini bukan siang hari. Ayah di sini agar kamu tahu bahwa kamu aman.”1. TETAP DI KAMAR HINGGA ANAK TERTIDURTetaplah berada di kamar hingga anak hampir tertidur atau tertidur pulas.Saat berada di kamar, alihkan pandangan dari anak. Anda ada di sana semata-mata demi kehadiran, bukan keterlibatan.Setelah berada lebih jauh, gunakan waktu untuk melakukan pekerjaan atau mengurus hal pribadi.Ingat, anak tidak akan membutuhkan Anda di kamar selamanya. Setelah rasa takut berkurang, kita dapat meningkatkan toleransi anak terhadap jarak.Kemandirian (keterpisahan) lahir dari rasa aman dalam kebergantungan (kebersamaan).2. MULAI DARI JARAK TERDEKATPada malam pertama, tetaplah sedekat mungkin agar anak merasa aman.Anda akan tahu ia merasa aman ketika ia mulai tenang.Awalnya, duduklah di tempat tidurnya dan usap punggungnya. Pertahankan jarak ini selama tiga malam berturut-turut.3. MENJAUH SEDIKIT DEMI SEDIKITSetelah beberapa malam, mulailah menjauh sedikit.Misalnya:• Duduk di tempat tidur tanpa menyentuh anak.• Kemudian duduk di samping tempat tidur.• Beberapa malam kemudian, pindah ke lantai yang lebih dekat dengan pintu.Saat perubahan baru dimulai, beri tahu anak:“Malam ini kamu siap untuk sesuatu yang baru. Ayah tidak akan duduk di tempat tidurmu malam ini. Ayah akan tinggal di kamarmu, duduk di kursimu. Ayah tahu kamu bisa melakukannya!”4. JIKA ANAK TAKUT ATAU GELISAHNyanyikan mantra pengantar tidur secara perlahan dan lembut sambil menatap ke lantai.Jika anak masih takut, mendekatlah sebentar.Wajar jika Anda perlu “mondar-mandir” untuk menemukan jarak yang terasa aman bagi anak.5. JIKA ANDA MERASA FRUSTRASI ATAU MARAHIngat mantra sebelum tidur:“Ini akan berakhir. Nanti anak saya pasti tertidur. Saya bisa mengatasinya.”6. LANJUTKAN HINGGA KELUAR DARI KAMARLanjutkan proses menjaga jarak secara bertahap:➡️ Dekat pintu➡️ Dekat kusen pintu➡️ Di luar pintu yang terbukaLakukan secara perlahan dan konsisten, mengikuti rasa aman anak.🤍 Tujuannya bukan memaksa anak tidur sendiri, tetapi membantu anak merasa aman sehingga ia perlahan mampu menghadapi jarak dan tidur dengan lebih mandiri.GOOD INSIDEMeletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik(Dr. Becky Kennedy)

💬 0 komentar📅 14 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 hari lalu
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Hanya Untukmu, Anakku - Ibnu Qayyim al-Jauziyyah

Biografi Ibnu Qayyim Al-JauziyyahB. KelahiranBeliau dilahirkan pada tanggal 7 shafar 691 H.C. Keluarga, Masa Pertumbuhan, dan Kegemaran Beliau Menuntut IlmuIbnu Qayyim al-Jauziyah hidup dalam bimbingan ayahnya yang shalih, Syaikh Qayyim al-Jauziyah, di tengah lingkungan yang semarak dengan ilmu pengetahuan. Dari sang ayah-lah beliau belajar ilmu faraidh (ilmu waris). Banyak literatur mengenai biografi Ibnul Qayyim yang mencantumkan beberapa anggota keluarga beliau. Seperti kemenakan beliau, yaitu Abul Fida Imaduddin Isma’il bin Zainuddin Abdurrahman--yang mengelola sebagian besar perpustakaan milik pamannya ini--serta putra-putra beliau, yaitu Abdullah dan Ibrahim, mereka semua terkenal sebagai ulama dan para penuntut ilmu.Sejak kecil, Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah terkenal sangat gemar menuntut ilmu. Beliau juga cukup dikenal dengan kesungguhan dan kegigihannya dalam melakukan penelitian dan pengkajian. Beliau belajar kepada asy-Syihab, seorang ahli tabir mimpi yang wafat pada 697 H. Beliau berkata tentang gurunya ini: “Aku mendengar dari guruku ini beberapa juz, namun aku belum sempat menuntaskan ilmu tsb (ta’bir mimpi) karena usiaku yang masih belia dan dekatnya ajal beliau, semoga Allah merahmatinya.” Hal ini sebagai bukti bahwa beliau menuntut ilmu sejak usia tujuh tahun.

💬 0 komentar📅 14 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 hari lalu
N

Naella ulia

📍 -

Serumah Atau Tidak Serumah dengan mertua tetap membutuhkan Ilmu dalam berinteraksi

Tinggal dengan mertua tau kan rasanya, bagaimana cara menyampaikan ke suami jika ingin pindah?Sebetulnya saya belum pernah tinggal bersama mertua, tetapi saya tahu dirasakan lewat pengalaman ketika kali bagaimana rasa tidak nyaman yang pertama saya menginap di sana.Saran dari saya, jangan langsung menyampaikan ke suami tentang keinginan untuk pindah. Sampaikan terlebih dahulu kendala-kendala yang dirasakan, lalu minta pendapat kepadanya mengenai solusi. Setelah obrolan berjalan, akan muncul beberapa opsi, salah satunya pindah untuk mengontrak rumah. Nah, di sini kamu bisa mengajak pasangan ngobrolin soal kontrakan lebih jauh. Misal alasan suami tinggal bersama orang tuanya, jika pindah bagaimana cara mengomunikasikan ke orang tua suami, sumber dana, dll. Lakukan perlahan, ya. Bikin langkah kongkrit misal kendalanya adalah dana, dengan menabung atau menambah pendapatan.Jangan menampakkan rasa tidak suka atau kesal kepada mertua di depan pasangan, mertua adalah orang tua suamimu. Selayaknya seorang istri mendorong suami untuk hormat dan senantiasa berbakti kepada mereka. Jadi ingat-ingat untuk saling jaga hati, ya.•Bagaimana jadwal kunjungan ke rumah mertua dan orang tua supaya tidak saling iri?Jadwal kunjungan ini kadang memang bisa menimbulkan masalah, ya. Kalau jarak rumah kita ke rumah orang tua dengan mertua jauh, bisa dijadwalkan secara periodik, misal beberapa bulan sekali secara bergantian. Jika dekat, bisa banget dijadwalkan sekali jalan kita kunjungi keduanya dengan membagi hari yang sama.setel Kalaupun misal suami memutuskan lebih lama di rumah orang tuanya, kita harus menyetujuinya. Ingat, setelah menikah, yang lebih utama bagi istri adalah suami dibanding ayah dan ibunya. Sedang bagi suami, orang tuanya lebih utama dari istrinya. Sebagai muslimah yang shalihah, selayaknya kita menyadari hal ini dan mengharap pahala dengan mendorong suami senantiasa berbakti pada orang tuanya.Jika kondisi tidak memungkinkan sering mengunjungi orang tua kita sendiri, sering-seringlah menelpon beliau. Ajak ngobrol hal-hal yang menyenangkan tentang keseharian kita. Kirim hadiah-hadiah kecil yang bisa menyenangkan hati mereka. Insyaallah, Allah mudahkan hati keluarga kita melembut tanpa ada perselisihan.Salah satu konsekuensi pernikahan bagi seorang perempuan adalah jauh dari keluarga. Semoga kesabaran para istri Allah balas dengan pahala yang melimpah.THE WORLD OF MARRIAGE Candra Prahastiwi, Saviera Yonita, Dr.Victa Ryza

💬 0 komentar📅 13 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka1 hari lalu
P
Puji

📍 Purwakarta

Ingatkan orang lain untuk menghargai hidup

Ingatkan orang lain untuk menghargai hidupSumber: Don't sweat the small stuff with your familyDi akhir kebanyakan surat yang saya tulis saya menggunakan salam "hargailah hidup" sebelum memberi tanda tangan. Saya juga sering menggunakan kata-kata ini bila menandatangani buku bagi pembaca saya dan kadang-kadang pada voice mail di tempat kerja. Ini adalah salah satu cara yang saya gunakan untuk mengingatkan orang-orang mengenai betapa berharganya hidup betapa beruntungnya kita di sini hidup di planet ini. Bila saya menggunakan kata-kata ini saya bersungguh-sungguh dengan ucapan saya. Bahkan saya yakin bahwa rasa syukur adalah salah satu jika bukan yang paling penting alat untuk mencapai kehidupan yang tentram. Rasa syukur membuat hampir semua hal yang berada dalam perspektif yang benar. Terlalu sering kita karunia kehidupan yang luar biasa ini. Kita sibuk terus seakan-akan hidup kita abadi, lebih mengutamakan kebiasaan dibandingkan kebijaksanaan dan gagal mendahulukan prioritas tertinggi yang sudah ditetapkan. Kita juga sering gagal mengenali dan mengetahui bukan hanya apa yang kita miliki (rumah, keluarga, teman-teman, harta milik dan kesehatan ( tapi juga hidup itu sendiri. Saya kini mengetahui bahwa bila saya memahami makna karunia hidup, banyak "masalah kecil" yang biasanya mengganggu saya menjadi tidak relevan dan tidak signifikan. Sikap menghargai membuat segalanya berbeda dalam perspektif masing-masing dan memungkinkan sikap tegang dan reaktif saya berkurang. Kenyataannya ketika saya merasa bersyukur praktis tidak ada yang tampak mengganggu saya kadang-kadang Saya bahkan dapat melihat sisi humor dalam semua kekacauan. Bila anda mengingatkan orang lain supaya mereka menghargai hidup anda tidak mungkin kalau tidak melakukannya. Cobalah sekali-kali ingatkan pasangan atau anak teman orang tua tetangga atau orang-orang lain untuk menghargai hidup dan amati apa yang terjadi pada anda. Anda mungkin akan terhubung pada perasaan syukur perasaan diberkahi. Kualitas hari Anda dan hidup anda akan meningkat begitu juga kualitas hidup orang-orang sekitar Anda. Menghargai hidup akan mengingatkan anda untuk bersikap baik rendah hati dan dermawan dan menikmati setiap momen untuk sejenak berhenti dan mencium harum bunga mawar. Saya menganjurkan anda untuk mengecamkan strategi ini baik-baik dan menerapkannya dalam hidup sehari-hari anda. Ingatkan orang lain sering-sering agar mereka menghargai hidup. Melakukan ini sama dengan mengabdi pada umat manusia dan juga akan membantu anda.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI1 hari lalu
P
Puji

📍 Purwakarta

Halaqah yang ke empat belas dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitab Al-Ushulu As-Sittah

Halaqah yang ke empat belas dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitab Al-Ushulu As-Sittah yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi rahimahullah.Beliau mengatakan,اَلْأَصْلُ الرَّابِعُ : بَيَانُ الْعِلْمِ وَالْعُلَمَاءِ ، وَالْفِقْهِ وَالْفُقَهَاءِ ، وَبَيَانُ مَنْ تَشَبَّهَ بِهِمْ وَلَيْسَ مِنْهُمْPerkara pokok yang keempat adalah tentang:Penjelasan makna dari ilmu dan para ulama dan makna dari fiqih dan juga para fuqaha’ dan menjelaskan tentang orang-orang yang menyerupai mereka, padahal dia bukan termasuk ulama dan bukan termasuk fuqaha’.Hal ini juga termasuk perkara yang penting seperti yang dikatakan oleh pengarang, karena banyak di zaman kita orang yang tidak mengetahui apa itu sebenarnya ilmu.Yang telah datang keutamaannya di dalam Al Qur’an dan juga hadits-hadits Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.Yang kita diperintahkan untuk menuntutnya.yang dengannya seseorang mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah.Yang dengannya dia bisa selamat di dunia dan juga di akhirat.Banyak diantara saudara-saudara kita yang belum mengetahui apa sebenarnya ilmu tersebut.Dan para ulama menjelaskan yang dimaksud dengan ilmu yang ada di dalam Al Qur’an dan juga hadits-hadits Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, yang kita didorong dan dianjurkan untuk menuntutnya, yang barangsiapa menuntutnya maka akan dimudahkan jalan menuju surga, dan bahwasanya orang yang menuntutnya berarti Allah Subhānahu wa Ta’āla telah menginginkan kebaikan darinya.Yang dimaksud dengan ilmu tersebut adalah:ما قال الله و قال الرسول“Apa yang dikatakan oleh Allah dan apa yang dikatakan oleh Rasul-Nya.”Apabila di situ disebutkan ilmu, maka yang dimaksud dengan ilmu tersebut adalah ilmu syar’i, ilmu yang bersumber (berdasar) dari Al Qur’an dan juga hadits-hadits Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam yang shahih.Di dalam ayatnya, Allah Subhānahu wa Ta’āla mengatakan,يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَـٰتٍۢ ۚ“Allah Subhānahu wa Ta’āla akan mengangkat orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberikan ilmu beberapa derajat.” (QS. Al Mujadilah: 11)Di sini Allah Subhānahu wa Ta’āla berjanji akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan juga orang-orang yang diberikan ilmu, diangkat oleh Allah Subhānahu wa Ta’āla beberapa derajat.Yang dimaksud dengan ilmu di dalam ayat ini adalah ilmu agama, apa yang dikatakan oleh Allah dan apa yang dikatakan oleh Rasul-Nya.Demikian pula firman Allah Subhānahu wa Ta’āla menceritakan tentang perintah Allah Subhānahu wa Ta’āla kepada Nabi-Nya untuk meminta tambahan ilmu sebagaimana firman Allah,وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًۭاDan katakanlah wahai Muhammad, “Wahai Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu.” (QS. Thaha: 114)Maka yang dimaksud dengan ilmu di sini adalah apa yang dikatakan Allah dan Rasul-Nya.Allah Subhānahu wa Ta’āla menyuruh Nabi-Nya untuk meminta tambahan, bukan meminta tambahan dunia atau kekuasaan atau yang lain, akan tetapi disuruh untuk meminta tambahan ilmu, dan ilmu di sini adalah ilmu agama.Demikan pula ilmu yang datang di dalam hadits-hadits Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, maka yang dimaksud adalah ilmu agama.Sebagaimana sabda Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam,مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إلَى الْجَنَّةِ“Barangsiapa yang menuntut atau menempuh sebuah jalan di dalam jalan tersebut dia ingin mencari ilmu agama, maka Allah Subhānahu wa Ta’āla akan memudahkan dia jalan menuju surga.” (Hadits shahih riwayat Muslim)Dan jalan di sini, bisa jalan haqiqi seseorang bepergian jauh dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan atau yang dimaksud dengan jalan di sini adalah jalan maknawi yaitu cara untuk mendapatkan ilmu. Seperti seseorang membaca atau mendengarkan, maka ini juga termasuk jalan menuntut ilmu agama. Pahalanya maka Allah Subhānahu wa Ta’āla akan memudahkan dia jalan menuju Surga.Karena orang yang menuntut ilmu maka dia akan mengetahui yang benar, sehingga dia bisa mengamalkan kebenaran tersebut. Dan orang yang menuntut ilmu maka dia akan mengenal yang bathil, sehingga dia dengan mudah meninggalkan kebathilan tersebut.Apabila seseorang istiqomah dengan ilmu yang dia miliki, mengetahui kebenaran dan mengamalkannya, dan mengetahui kebathilan kemudian meninggalkannya, sampai dia meninggal dunia maka diharapkan orang yang demikian akan dimudahkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla masuk ke dalam surga

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 hari lalu
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

The Barakah Effect - Gardener Mindset

Salah satu bagian yang paling aku suka: Barakah-focused people are like gardeners. Kita menanam, menyiram, merawat, dan mengusahakan sebaik mungkin. Tapi kita sadar bahwa yang membuat benih itu tumbuh dan berbuah bukan sepenuhnya dalam kendali kita.Kalau hasilnya belum sesuai harapan, tugas kita bukan menyalahkan diri sendiri atau merasa semua usaha sia-sia. Kita evaluasi niat dan ikhtiar, lalu mencoba lagi dengan cara yang lebih baik. Kita mengendalikan usaha, bukan hasil. Hasil akhirnya kita serahkan kepada Allah.“Apakah kamu yang menumbuhkannya, atau Kami yang menumbuhkan?”— QS. Al-Waqi’ah 56:63–64Mungkin ini salah satu bentuk tawakkal yang sering lupa kita praktikkan: bekerja sungguh-sungguh tanpa merasa harus mengendalikan hasilnya.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 hari lalu
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Qs Al Kahfi: 104 — Merasa Benar, Padahal Tersesat

Al-Kahf: 104Yang paling menakutkan bukan hanya ketika seseorang berbuat salah.Tapi ketika ia berbuat salah sambil merasa sedang melakukan yang terbaik.Ayat ini membuatku berpikir: jangan-jangan ukuran kesalehan tidak cukup hanya dari seberapa banyak yang aku lakukan. Aku juga perlu terus bertanya, “Apakah yang aku lakukan memang Allah kehendaki, atau hanya sesuatu yang menurutku baik?”Karena seseorang bisa merasa dirinya sedang berada di jalan yang benar, sementara ternyata ia sedang berjalan semakin jauh.Mungkin karena itu kita tidak hanya butuh semangat beramal, tapi juga ilmu, keikhlasan, dan kerendahan hati untuk terus mengoreksi diri.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 hari lalu
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Al - Baqarah 164

Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi beserta makhluk-makhluk di dalamnya yang menakjubkan, pergantian malam dan siang beserta isinya yang terdiri dari hidup dan mati, suka dan duka, kaya dan miskin, bahtera yang berlayar di laut sambil membawa barang-barang yang berguna bagi manusia, seperti makanan, pakaian, dagangan dan kebutuhan-kebutuhan lainnya, air hujan yang Allah turunkan dari langit kemudian Dia gunakan untuk menghidupkan bumi dengan cara menumbuhkan tanaman dan rumput di atasnya, makhluk-makhluk hidup yang Allah tebarkan di muka bumi, perputaran angin dari satu arah ke arah yang lain, dan pergerakan yang digantung di antara langit dan bumi, sesungguhnya pada semua fenomena itu terdapat tanda-tanda yang nyata-nyata menunjukkan keesaan Allah bagi orang-orang yang mau memikirkan bukti-bukti dan memahami dalil-dalil dan tanda-tanda.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →