📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat3 hari lalu
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Al - Baqarah 164

Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi beserta makhluk-makhluk di dalamnya yang menakjubkan, pergantian malam dan siang beserta isinya yang terdiri dari hidup dan mati, suka dan duka, kaya dan miskin, bahtera yang berlayar di laut sambil membawa barang-barang yang berguna bagi manusia, seperti makanan, pakaian, dagangan dan kebutuhan-kebutuhan lainnya, air hujan yang Allah turunkan dari langit kemudian Dia gunakan untuk menghidupkan bumi dengan cara menumbuhkan tanaman dan rumput di atasnya, makhluk-makhluk hidup yang Allah tebarkan di muka bumi, perputaran angin dari satu arah ke arah yang lain, dan pergerakan yang digantung di antara langit dan bumi, sesungguhnya pada semua fenomena itu terdapat tanda-tanda yang nyata-nyata menunjukkan keesaan Allah bagi orang-orang yang mau memikirkan bukti-bukti dan memahami dalil-dalil dan tanda-tanda.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 hari lalu
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Anfal : 3

Tafsir As-Sa'diQS Al-Anfal :3(3) ﴾ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ ﴿ "(Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat", yang fardhu dan yang sunnah, dengan amal-amalnya yang lahir dan yang batin, seperti hadirnya hati yang merupakan inti dan ruh shalat, ﴾ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ ﴿ "dan yang menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka," yakni nafkah-nafkah wajib seperti zakat, kafarat, nafkah kepada istri, kerabat dan hamba sahaya, dan nafkah sunnah seperti sedekah pada jalan-jalan kebaikan.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 11 September

Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-'Anbiyā: 1ٱقۡتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمۡ وَهُمۡ فِي غَفۡلَةٍ مُّعۡرِضُونَ​"Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedangkan mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (darinya)."Penjelasan: Peringatan dari Allah subhanahu wata'āla mengenai dekatnya hari kiamat. Manusia berada dalam kelalaian, tidak mau beramal, dan tidak mempersiapkan bekal untuk menyambutnya. Khitab (sasaran pembicaraan) ayat ini ditujukan kepada orang-orang Quraisy dan orang-orang yang kekafirannya setara dengan mereka.Hadits dan Ayat Pendukung ​Hadis Nabi ﷺ (H.R. An-Nasa'i):​Diriwayatkan dari Abu Sa'id r.a. bahwa Nabi ﷺ menjelaskan makna ayat tersebut: mereka di dunia lalai terhadap hari kiamat.​Ayat-Ayat yang Semakna:​ أَتَىٰٓ أَمۡرُ ٱللَّهِ فَلَا تَسۡتَعۡجِلُوهُ ​"Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kalian meminta agar disegerakan (datang)." (Q.S. An-Nahl: 1)​ ٱقۡتَرَبَتِ ٱلسَّاعَةُ وَٱنشَقَّ ٱلۡقَمَرُ ۝ وَإِن يَرَوۡاْ ءَايَةً يُعۡرِضُواْ ​"Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling." (Q.S. Al-Qamar: 1–2)Pengaruh Ayat pada Para Sahabat & Penyair​Inspirasi Syair Abul Atahiyah:​Saat ditanyakan darimana ia menyimpulkan perilakunya/kalimatnya, Abul Atahiyah menjawab bahwa ia menyimpulkannya dari firman Allah Q.S. Al-Anbiya: 1.​Kisah Amir ibnu Rabi'ah r.a. (Riwayat Ibnu Asakir):​Seorang tamu Badui yang dimuliakan oleh Amir ibnu Rabi'ah menawarkan sebidang tanah dari pemberian Rasulullah ﷺ untuk Amir dan keturunannya.​Amir menolak pemberian tersebut seraya berkata: "Saya tidak memerlukan bagian tanahmu itu, karena pada hari ini telah diturunkan sebuah surat yang membuat kami merasa ngeri terhadap duniawi," lalu beliau membacakan Q.S. Al-Anbiya: 1.Kelalaian terhadap WahyuSetelah peringatan ini, Allah subhanahu wata'āla menyebutkan bahwa mereka (orang-orang kafir) tetap tidak mau mendengarkan wahyu yang diturunkan kepada Rasul-Nya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka4 hari lalu
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Pustaka 11 September

Seorang wanita shalihah hendaknya lebih taat kepada suaminya daripada kepada kedua orangtuanya. Jika ia belum bersuami, maka surganya ada di bawah telapak kaki ibunya. Namun, jika telah bersuami, surganya berpindah-ada di tangan suaminya.Berinteraksi dengan suami jarus berinteraksi dengan yang terbaik."Dengan sifat yang terbaik,"Jika ia bersikap lembut kepada orang lain, maka kepada suaminya harus lebih lembut. Jika bisa memaafkan orang lain, maka kepada suaminya lebih utama untuk memaafkan.]

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI4 hari lalu
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Halaqah 90

Halaqah 90Penjelasan Umum dan Pembahasan Pembahasan Dalil Kelima Hadits Anas bin Malik radhiyallāhu 'anhu (Bagian 02)(Kitāb Fadhlul Islām karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh)​Pemateri: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A hafizhahullāhu ta'ālaPenulis kitab mengajak untuk merenungi (ta'ammul) riwayat para sahabat yang ingin fokus beribadah secara berlebihan:​«فَتَأَمَّلْ! إِذَا كَانَ بَعْضُ الصَّحَابَةِ أَرَادَ التَّبَتُّلَ لِلْعِبَادَةِ، قِيلَ فِيهِ هَذَا الكَلَامُ الغَلِيظُ: (فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي؛ فَلَيْسَ مِنِّي) وَسُمِّيَ فِعْلُهُ رُغُوبًا عَنِ السُّنَّةِ؛ فَمَا ظَنُّكَ بِغَيْرِ هَذَا مِنَ البِدَعِ؟ وَمَا ظَنُّكَ بِغَيْرِ الصَّحَابَةِ؟»"Maka renungkanlah! Apabila sebagian sahabat (yang mulia) hendak mengkhususkan diri untuk beribadah (secara berlebihan), lalu dikatakan kepada mereka ucapan yang sangat keras ini: (Barang siapa yang benci terhadap sunnahku, maka dia bukan termasuk golonganku), dan perbuatan mereka dinamakan sebagai bentuk membenci/memalingkan diri dari sunnah; maka bagaimana prasangkamu dengan bentuk bid'ah selain dari ini? Dan bagaimana prasangkamu apabila yang melakukannya adalah selain para sahabat?"Dalil-DalilHadits Utama (HR. Abu Hurairah radhiyallāhu 'anhu)Matan Hadits: Teks di atas (terdapat dalam Shahih Muslim).Hadits Syarat Diterimanya Amalan​مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ"Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak."Pemahaman dan Kandungan MateriPerkara yang Tidak Dilihat/Dinilai oleh Allah ﷻ​Jasad Manusia (Ajsādikum): Allah ﷻ tidak menilai seseorang berdasarkan fisik (gemuk, kurus, tinggi, pendek, tampan, atau jelek). Semua fisik adalah ciptaan Allah.​Harta Manusia (Amwālikum): Kekayaan, kemiskinan, atau tingkatan ekonomi tidak menjadi standar keutamaan/derajat di sisi Allah.​Pelajaran: Seseorang tidak boleh menjadikan besarnya jasad atau banyaknya harta sebagai tujuan utama (himmah).Dua Perkara Utama yang Dilihat oleh Allah ﷻ​Hati Manusia (Qulūbikum):​Allah melihat kondisi batin manusia: keikhlasan, keimanan, rasa takut (khauf), rasa cinta (mahabbah), harapan (raja'), tawakal, zuhud, serta kebersihan hati dari riya, sum'ah, dan syahwat yang diharamkan.​Kewajiban Hamba: Menjaga kebersihan hati secara ekstra. Malu kepada Allah jika hati kotor oleh maksiat, serta bersegera membersihkannya dengan istighfar, taubat, dan amal saleh. Perhatian terhadap hati harus jauh melebihi perhatian terhadap benda duniawi (seperti kendaraan/mobil).​Amalan Manusia (A'mālikum):​Allah melihat apakah amalan hamba sesuai dengan syariat Islam yang dibawa oleh Nabi ﷺ atau justru mengikuti hawa nafsu dan kebid’ahan.​Amalan yang diridhai dan diterima Allah hanyalah amalan yang mencakupi syarat kesesuaian dengan Sunnah Nabi ﷺ (berdasarkan hadits Man 'amila 'amalan...).Korelasi dengan Istiqamah diatas Islam​Sabda Nabi ﷺ (wa lākin yanzhuru ilā qulūbikum wa a'mālikum) memberikan dorongan kuat untuk:​Beramal sesuai petunjuk Islam yang dibawa Nabi ﷺ.​Istiqamah di atas amalan yang sesuai Islam hingga akhir hayat, karena Allah senantiasa melihat dan menilai amalan tersebut secara berkesinambungan.Kesimpulan Halaqah 90 menegaskan bahwa standar kemuliaan di sisi Allah bukan terletak pada tampilan fisik (jasad) maupun kadar kekayaan (harta), melainkan pada kesucian batin (hati) dan kebenaran tindakan (amalan). Seorang hamba dituntut untuk senantiasa menyucikan hatinya dari penyakit-penyakit batin serta memastikan setiap amalannya sesuai dengan Sunnah Nabi ﷺ dan istiqamah di atasnya sampai akhir hayat.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Muyassar Surat At-Taubah

Sesungguhnya zakat-zakat yang wajib itu hanya diberikan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkannya yang tidak memiliki apa-apa, orang-orang miskin yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, para pengumpul zakat (amil-amil zakat), orang-orang mualaf yang dibujuk hatinya dan diharapkan keislamannya atau diharapkan bertambah kekuatan imannya, atau kemanfaatannya bagi Islam, atau dibayarkan untuk mencegah kejahatan yang akan dilakukan seseorang terhadap orang-orang muslim, juga untuk memerdekakan hamba sahaya dan budak yang hendak membebaskan dirinya, juga kepada orang yang bangkrut karena memperbaiki keadaan, dan untuk orang yang sangat banyak hutangnya (dan ia berutang bukan untuk hal-hal yang mubazir dan membuat kerusakan) sehingga dia melarat, juga untuk orang yang berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang bepergian yang kehabisan bekal (musafir). Pembagian zakat ini merupakan fardhu yang telah Allah tetapkan dan tentukan. Dan Allah Maha Mengetahui akan kemashlahatan hamba-hamba-Nya dan Mahabijaksana dalam mengurus dan menentukan syariat-Nya.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka4 hari lalu
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Hanya Untukmu Anakku - Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Biografi Ibnu Qayyim Al-JauziyyahA. Nasab dan JulukanBeliau adalah seorang ahli fiqih dan ahli fatwa, al-imam ar-Rabbani Syaikhul Islam kedua, Abu Abdillah Muhammad bin Abu Bakar bin Ayyub bin Sa’ad¹ Az-Zur’i² kemudian ad-Dimasyqi.³ Lebih dikenal dengan nama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah,⁴ tidak dengan nama lainnya. Berbeda dengan Al-Kutsari⁵ yang menjulukinya : Ibnu Zufail.⁶¹ Berbagai sumber referensi tentang biografi beliau sepakat menyebutkan sanadnya hingga kakek ayahnya, yaitu Sa’ad, namun setelah Sa’ad terjadi perbedaan pendapat.² Nisbat pada Zura, tempat kelahirannya, sekarang bernama Azra’. Sebuah desa yang masuk wilayah Hauran, jika menempuh perjalanan dari Amman ke Damaskus, daerah ini terletak di sebelah kanan. Syaikh sendiri seorang yang miskin. Adapun Hauran merupakan provinsi yang sangat luas di Damaskus dari arah kiblat, di provinsi ini banyak terdapat desa dan persawahan, dengan wilayah yg sangat subur. (Mu’jamul Buldan, III/713)³ Tempat kepindahan beliau, serta menetap hingga meninggal disana.⁴ Ayah beliau berkedudukan sebagai seorang qayyim (pendiri dan pengawas) Madrasah Al-Jauziyah sehingga diberi gelar Qayyimul Jauziyah. Anak keturunannya pun terkenal dengan sebutan tsb, hingga salah seorang diantara anak-anaknya diberi julukan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.Al-Jauziyah : salah satu madrasah madzhab Hanbali terbesar di Damaskus-Syria.⁵ Ia adalah Muhammad Zahid bin al-Hasan al-Kautsari. Ia berasal dari Syaraksi, bermazhab Hanafi, dan berakidah Jahmiyah. Ia lahir di Dauzajah-Astanah Timur, tahun 1296 H, kemudian pindah ke Mesir dan menetap disana. Ia memiliki karya tulis berisi komentar-komentar buruk dan jelek terhadap kitab-kitab hadits dan akidah. Tujuan utamanya : untuk merendahkan derajat ahli hadits secara umum, dan mencela Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan muridnya, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah secara khusus. Ia meninggal pada tahun 1371 H.⁶ Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid dalam kitabnya, Ibnu Qayyim al-Jauziyah-Hayatuhu wa Atsaruhu menjelaskan dg gamblang tentang adanya pemalsuan julukan ini.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir At-Taysir — QS. As-Sajdah: 11

Ringkasan Tafsir At-Taysir — QS. As-Sajdah: 11Allah taala berfirman:قُلۡ يَتَوَفَّىٰكُم مَّلَكُ ٱلۡمَوۡتِ ٱلَّذِي وُكِّلَ بِكُمۡ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمۡ تُرۡجَعُونَKatakanlah, "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhan-mulah kamu akan dikembalikan.Tema: Al-Qur’an adalah Wahyu dari AllahSubtema: Proses kejadian manusia dan kebangkitannya pada hari kiamatInti tafsir:Allah yang menciptakan manusia, Dia pula yang mematikan manusia. Ini menunjukkan bahwa seluruh urusan manusia berada dalam kekuasaan dan pengaturan Allah.Malaikat maut ditugaskan untuk mencabut nyawa manusia. Tidak ada riwayat sahih yang memastikan bahwa nama malaikat maut adalah Izrail, sehingga yang tepat adalah menyebutnya malaikat maut.Kematian bukanlah akhir. Setelah manusia diwafatkan, mereka akan dikembalikan kepada Allah pada hari kiamat.Kebangkitan adalah sesuatu yang pasti dan mudah bagi Allah. Dzat yang mampu menciptakan dan mematikan manusia tentu mampu membangkitkannya kembali.Pada hari kiamat, manusia akan dihidupkan kembali dan dihisab atas seluruh amal yang telah dilakukan selama di dunia.🌱 Pelajaran:Jangan mengingkari hari kebangkitan. Allah yang menciptakan dan mematikan kita, pasti mampu membangkitkan kita untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal.Sumber: Disalin dari Quran Tadabbur — https://quran.firanda.com⁠�

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka4 hari lalu
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Ringkasan sub bab mati mendadak

Bagi sebagian orang, mati mendadak dirasa masih menjadi kejadian yang menakutkan, sehingga manusia harus melakukan upaya dan siaga kapanpun dan dimanapum. Diantara usaha itu:Memohon kepada Allah agar tidak diberi balak mendadak.Tulis wasiat —> wasiat tersebut bisa berupa rencana amal yang belum tertunaikan atau hak sesama hamba yang belum selesai.Bantu mayit beramal: “Ada orang yang bertanaya kepada Nabi, ‘Sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia. Menurutku, andaikan ibuku sempat bicara, beliau pasti akan bersedekah. Apakah ibukh bisa dapat pahala jika aku sedekah atas namanya. Jawab beliau: na’am (silahkan)“ HR Bukhari 1388 @Muslim 1004).Buku: Bila Kumati. Catatan Tentang Peristiwa Kematian.Karya: Ammi Nur Baits

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Mengenal Kekuasaan Allah melalui Ciptaanya

Kandungan utama QS. Al-Mulk 1–5Jika dirangkum, lima ayat ini membawa kita melalui satu alur:Allah berkuasa → Allah menciptakan hidup dan mati → manusia diuji → manusia diajak melihat ciptaan Allah → manusia menyadari kesempurnaan ciptaan dan keterbatasannya → manusia semakin mengenal kebesaran Allah.Kandungan pentingnya:Kekuasaan mutlak hanya milik Allah.Kehidupan dan kematian merupakan bagian dari ujian Allah.Ukuran keberhasilan bukan banyaknya amal, tetapi kualitas amal.Allah membuka pintu ampunan bagi orang yang bertaubat.Ciptaan Allah sangat teratur dan sempurna.Manusia diperintahkan untuk berpikir dan memperhatikan alam.Merenungi alam dapat menumbuhkan pengenalan terhadap kebesaran Allah.Manusia memiliki keterbatasan dalam memahami seluruh ciptaan Allah.Tidak ada ciptaan Allah yang sia-sia; setiap ciptaan memiliki ketetapan dan fungsi.Setan adalah makhluk yang durhaka dan akan mendapatkan azab.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka4 hari lalu
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Mengelola Keuangan Rumah Tangga Islami - Dr. Labib Najib Abdullah

Gaji Wanita & Sedekah dari Harta Suami1. Gaji wanita adalah haknyaGaji, upah, atau hasil usaha yang diperoleh wanita sepenuhnya menjadi milik wanita tersebut.Ayah, suami, atau kerabat tidak boleh mengambil atau memotongnya tanpa kerelaan.Kerelaan yang muncul karena malu, sungkan, atau terpaksa tidak dianggap sebagai kerelaan yang sebenarnya.Wanita boleh memberikan sebagian penghasilannya kepada orang tua, saudara, suami, atau pihak lain atas kemauan sendiri.2. Kesepakatan dengan suamiSuami boleh meminta sebagian gaji istri sebagai kompensasi jika istri bekerja sehingga waktu, ketenangan, atau kenyamanan rumah tangga berkurang.Hal tersebut harus dilandasi saling memahami dan kesepakatan, bukan paksaan.Jika suami mengalami kesulitan finansial, istri yang memiliki penghasilan dianjurkan berinisiatif membantu suami dan keluarganya dengan mengharap pahala dari Allah.Zainab, istri Abdullah bin Mas'ud, pernah bertanya kepada Nabi ﷺ tentang pahala menafkahi suami dan anak-anak yatim yang berada dalam tanggungannya.3. Sedekah istri dari harta suamiIstri tidak boleh menggunakan atau menyedekahkan harta suami tanpa izin, karena harta tersebut bukan miliknya.Jika suami telah memberikan izin secara jelas, maka istri boleh menggunakannya untuk sedekah.Izin juga dapat dipahami melalui kebiasaan yang berlaku dalam rumah tangga, selama memang menunjukkan adanya kerelaan suami.Jika seorang istri bersedekah dari harta suaminya tanpa izin, maka tidak mendapatkan pahala sedekah tersebut dan dapat berdosa karena menggunakan harta orang lain tanpa hak.Inti:Penghasilan istri adalah hak miliknya. Ia bebas mengelolanya dan membantu keluarga dengan kerelaannya sendiri. Sementara penggunaan harta suami untuk sedekah harus berdasarkan izin atau kerelaan suami

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al-furqan:51

Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan andaikata Kami menghendaki, benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rasul). (Al-Furqan:51)yang menyeru mereka untuk menyembah Allah subhanahu wata'āla Tetapi Kami angkat kamu secara khusus, hai Muhammad, sebagai rasul untuk seluruh penduduk bumi, dan Kami perintahkan kamu untuk menyampaikan Al-Qur'an ini kepada mereka,supaya dengannya aku memberi peringatan kepada kalian dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur’an (kepadanya). (Al An'am:19)Dalam ayat yang lainnya disebutkan pula:Dan barang siapa di antara mereka, (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Qur’an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya. (Huud:17)dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. (Al An'am:92)Katakanlah, "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua.” (Al A'raf:158)Di dalain kitab Sahihain disebutkan dalam salah satu hadisnya yang mengatakan:Aku diutus kepada orang yang berkulit merah dan yang berkulit hitam.Dan dalam hadis yang lainnya lagi yang juga ada di dalam kitab Sahihain disebutkan:Dahulu nabi diutus khusus hanya kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus untuk seluruh umat manusia.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka4 hari lalu
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Bab 9

Bab 9 Mereka Yang Mengharapkan Berkah Kepada Pohon, Batu, Dan Sejenisnya Firman Allah subhanahu wata`ala “Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al-Lata, dan al-Uzza, dan Manat yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? Apakah (patut) untukmu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak mengada-ngadakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datangpetunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.” (An-Najm: 19-23)Abu Waqid al-Laitsi menuturkan, “Suatu saat kami pergi keluar Bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ke Hunain, sedangkami dalam keadaan baru saja lepas dari kekafiran (masuk islam). Ketika itu orang-orang musyrik mempunyai sebatang pohon bidara yang di sebut Dzatu Anwath, mereka selalu menandatanginya dan menggantungkan senjata-senjata perang mereka pada pohon itu. Tatkala kami melewati sebatang pohon bidara, kami pun berkata, “Ya Rasulullah buatkanlah untuk kami Dzatu Anwath sebagaimana mereka itu mempunyai Dzatu Anwath.” Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Allah mahabesar. Itulah tradisi (orang-orang sebelum kamu). Dan demi Dzat yang jiwaku berada di TanganNya, kamu benar-benar telah mengatakan suatu perkataan seperti yang di katakana oleh Bani Isra`il kepada Musa, ‘Buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka itu memepunyai sesembahan-sesembahan.’ Musa menjawab, ‘Sesungguhnya, kamu adalah kaum yang tidak mengerti.’ Kamu pasti akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kamu.” (H.R. at-Tirmidzi dan dinyatakannya shahih)

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Haqqah: 23

Tafsir At-TaysirAl-Ĥāqqah (69:23)Karena orang tersebut mendapat catatan amalnya dengan tangan kanannya, maka orang tersebut diberi balasan oleh Allah ﷻ berupa kehidupan yang menyenangkan, kehidupan yang abadi, kenikmatan abadi berupa surga yang tinggi. Namun meskipun surga tersebut tinggi, buah-buahannya sangat mudah untuk dipetik. Sebagaimana firman Allah ﷻ dalam ayat yang lain,وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلَالُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلًا“Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya.” (QS. Al-Insan : 14)Orang yang duduk bisa langsung memetik buahnya, orang yang berdiri juga bisa mengambil buahnya, bahkan orang yang berbaring juga bisa mengambil buahnya (48). Adapun bagaimana caranya hanya Allah ﷻ yang tahu. Akan tetapi, intinya ini menunjukkan tidak ada kesusahan yang akan dirasakan oleh penghuninya di akhirat, seorang yang ingin memakan buah-buahan maka dia akan dengan mudah mengambilnya. Kalau di dunia semuanya butuh perjuangan, adapun di akhirat tidak ada lagi perjuangan, semua akan menerima balasan dari perjuangannya di dunia berupa kemudahan, sampai-sampai buah-buahan jika diinginkan bisa datang sendiri tanpa bersusah payah mencarinya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →