Penyakit Istibtha’ : Etik Pengusaha Muslim
Istibta’ dalam masalah rezeki, itu lebih tepat dipahami sebagai merasa rezeki/pertolongan Allah terlalu lambat datang, lalu hati mulai tidak sabar atau mempertanyakan takdir Allah.Ada hadits yang sangat jelas tentang ini:“Doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selama dia tidak tergesa-gesa. Ia berkata: ‘Aku sudah berdoa, tetapi doaku belum juga dikabulkan.’”(HR. Bukhari dan Muslim)Jadi penyakitnya bukan sekadar ingin rezeki cepat. Yang berbahaya adalah ketika “belum datang” berubah menjadi “Allah tidak akan memberi”, lalu muncul kecewa kepada Allah, berhenti berdoa, atau mengambil jalan yang haram karena merasa rezekinya terlambat.













