📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka23 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Penyakit Istibtha’ : Etik Pengusaha Muslim

Istibta’ dalam masalah rezeki, itu lebih tepat dipahami sebagai merasa rezeki/pertolongan Allah terlalu lambat datang, lalu hati mulai tidak sabar atau mempertanyakan takdir Allah.Ada hadits yang sangat jelas tentang ini:“Doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selama dia tidak tergesa-gesa. Ia berkata: ‘Aku sudah berdoa, tetapi doaku belum juga dikabulkan.’”(HR. Bukhari dan Muslim)Jadi penyakitnya bukan sekadar ingin rezeki cepat. Yang berbahaya adalah ketika “belum datang” berubah menjadi “Allah tidak akan memberi”, lalu muncul kecewa kepada Allah, berhenti berdoa, atau mengambil jalan yang haram karena merasa rezekinya terlambat.

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat22 Agustus 2026
N
Nailah

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Qs Ar-Rahman : 12

Tafsir As-Sa'di(12) ﴾ وَٱلۡحَبُّ ذُو ٱلۡعَصۡفِ ﴿ "Dan biji-bijian yang berkulit," yakni me-miliki tangkai yang ditebah sehingga bermanfaat untuk binatang ternak dan selainnya. Termasuk di dalamnya, biji gandum, beras gandum, jagung, padi, jewawut dan selainnya. ﴾ وَٱلرَّيۡحَانُ ﴿ "Dan bunga-bunga yang harum baunya," ada kemungkinan bahwa yang dimaksud dengan Firman Allah سبحانه وتعالى ini adalah segala macam rizki yang dikonsumsi oleh manusia, sehingga kalimat ini merupakan pengindukan yang umum kepada yang khusus, yang artinya Allah سبحانه وتعالى telah mengaruniakan kepada para hambaNya berupa makanan dan segala macam rizki, baik secara umum maupun secara khusus. Dan dimungkinkan juga bahwa yang dimaksud dengan ar-Raihan di sini adalah tumbuh-tumbuhan berbau harum yang telah diketa-hui. Artinya bahwa Allah سبحانه وتعالى telah menganugerahkan kepada para hambaNya apa-apa yang menyenangkan di bumi, berupa segala macam yang berbau wangi yang dapat menyegarkan jiwa dan menyenangkan hati.

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-'Araf:164

Tafsir Ibnu KatsirQS Al-A'raf : 164Allah subhanahu wata'āla menceritakan perihal penduduk kota tersebut. Mereka terpecah belah menjadi tiga kelompok: Satu kelompok melanggar larangan dan memakai tipu muslihat dalam berburu ikan di hari Sabtu, seperti yang telah diterangkan penjelasannya dalam tafsir surat Al-Baqarah, satu kelompok lagi melarang perbuatan itu dan memisahkan diri dari mereka yang melanggar, dan yang terakhir ialah kelompok yang bersikap diam, tidak mengerjakan, tidak pula melarang, tetapi mereka mengatakan kepada kelompok yang memprotes perbuatan tersebut, seperti yang dituturkan oleh firman-Nya:Mengampa kalian menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?Artinya, mengapa kalian melarang mereka, padahal kalian telah mengetahui bahwa mereka akan binasa dan berhak mendapat hukuman dari Allah. Maka tiada faedahnya bagi larangan kalian terhadap mereka. Maka kelompok yang memprotes perbuatan itu menjawab perkataan mereka, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhan kalian.Sebagian ulama membacanya rafa’, seakan-akan makna yang dimaksud ialah "sikap ini merupakan pelepas tanggung jawab kepada Tuhan kalian." Sedangkan ulama lainnya membacanya nasab yang artinya "Kami sengaja melakukan ini untuk pelepas tanggung jawab kepada Tuhan kalian." Dengan kata lain, janji yang telah ditetapkan Allah atas diri kami untuk menjalankan amar ma 'ruf dan nahi munkar....dan supaya mereka bertakwa.Mereka mengatakan, "Mudah-mudahan dengan adanya protes ini mereka menjadi takut terhadap perbuatan mereka dan mau menghentikannya, serta mau kembali bertobat kepada Allah. Apabila mereka bertobat kepada Allah, niscaya Allah menerima tobat mereka dan merahmati mereka."

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

KISAH NABI IBRAHIM DENGAN AYAHNYA

Tafsir Al-MuyassarMaryam (19:46)Tema: KISAH NABI IBRAHIM DENGAN AYAHNYA (Ayat 41-50)Ayah Ibrahim berkata kepada putranya: Apakah kamu akan berpaling dari beribadah kepada sembahan-sembahan-ku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak mau berhenti dari mencaci makinya, sungguh aku akan membunuhmu dengan cara dirajam dengan batu. Pergilah dariku! Jangan menemuiku lagi dan jangan berbicara denganku lagi dalam masa yang sangat lama.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Ayat

Allah -Ta’ālā- membuat dua perumpamaan untuk orang-orang munafik itu. Yaitu perumpamaan api dan perumpamaan air. Adapun perumpamaan mereka dengan api ialah mereka itu seperti orang yang menyalakan api untuk menerangi sekelilingnya. Setelah api menyala dan ia mengira bahwa ia akan mendapatkan manfaat dari sinarnya, tiba-tiba api itu padam. Maka seluruh cahaya terangnya pun musnah dan yang tersisa hanyalah sisa-sisa pembakarannya. Sehingga orang-orang yang ada di sekitarnya berada di dalam kegelapan, tidak bisa melihat apa-apa dan tidak mengetahui jalan yang benar.Mereka itu tuli tidak bisa mendengarkan (baca, menerima) kebenaran, bisu tidak bisa berbicara, dan buta tidak bisa melihat. Sehingga mereka tidak bisa meninggalkan kesesatan mereka.

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir surah al ankabut

Allah taala berfirman:مَثَلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡلِيَآءَ كَمَثَلِ ٱلۡعَنكَبُوتِ ٱتَّخَذَتۡ بَيۡتٗا ۖ وَإِنَّ أَوۡهَنَ ٱلۡبُيُوتِ لَبَيۡتُ ٱلۡعَنكَبُوتِ ۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَPerumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur (Ayat 40-44)QS. Al-`Ankabūt: 41Tafsir Al-MuyassarAl-'Ankabut (29:41)Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur (Ayat 40-44)Perumpamaan orang-orang yang menjadikan berhala-berhala sebagai penolong selain Allah di mana mereka mengharapkan pertolongannya, adalah seperti laba-laba yang membangun rumah untuk melindungi dirinya, tetapi rumah tersebut malah tidak berguna apapun baginya saat dia membutuhkannya. Demikian halnya dengan orang-orang musyrikin, para penolong yang mereka angkat selain Allah tidak membantu mereka sedikit pun. Sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba. Sekiranya mereka mengetahui hal itu, niscaya mereka tidak akan menjadikan berhala-berhala itu sebagai penolong. Sebab mereka tidak menghadirkan manfaat dan tidak pula mudarat.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

QS At Takwir ayat 9

بِاَيِّ ذَنْۢبٍ قُتِلَتْۚ "karena dosa apa dia dibunuh" Tafsir:Salah satu kebiasaan jahiliyah pada sebagian kabilah Arab (bukan semua orang arab), jika ada anak perempuan yang lahir maka mereka akan dikubur hidup-hidup, sebagaimana yang Allah sebutkan di dalam Al Qur'an.وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِالْأُنثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ (58) يَتَوَارَىٰ مِنَ الْقَوْمِ مِن سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ ۚ أَيُمْسِكُهُ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ ۗ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ (59)“Padahal, apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah. Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu.” (QS An-Nahl : 58-59)Para ulama mengatakan bahwa ada dua sebab mengapa orang-orang arab jahiliyah dulu membunuh putri-putri mereka.Pertama, adalah karena mereka malu dengan kehinaan. Disebutkan bahwasanya pada zaman jahiliyyah telah terjadi peperangan antara dua kabilah. Kemudian putri sang pemimpin kabilah ditawan oleh kabilah yang lain. Akhirnya kabilah tersebut ingin menebus putrinya yang ditawan, namun ternyata putrinya yang ditawan itu lebih memilih tinggal dengan kabilah yang menawannya karena dia jatuh cinta dengan lelaki dari kabilah tersebut. Hal ini menjadikan orang tuanya malu dan marah karena merasa terhina. Dari peristiwa dia bersumpah apabila dia mempunyai anak perempuan lagi akan dia bunuh. Sehingga perbuatan tersebut menjadi adat kebiasaan, setiap ada anak perempuan yang dilahirkan akan dibunuh. Mereka tidak mau setiap kalah perang mereka ditawan oleh kabilah lain karena ini adalah penghinaan bagi mereka, apakah yang ditawan itu adalah putri mereka atau istri mereka. Perbuatan membunuh tersebut mereka lakukan boleh jadi tatkala anak perempuannya baru lahir atau sudah besar, apabila sudah besar anaknya tersebut dirias kemudian dibawa jalan-jalan lalu dibunuh dengan dimasukkan ke dalam sumur. Ini sebab pertama, yaitu malu karena merasa terhinakan.Kedua, sebagaimana yang disebutkan di dalam Al Qur'an. Allah berfirman :وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ“Dan jangan kalian membunuh anak-anak kalian karena takut miskin, Kamilah yang memberi rizki kepada dan kepada kalian.” (QS Al-Isra’ : 31)Sesungguhnya ini adalah kebiasaan yang sangat buruk, bagaimana seorang anak dibunuh tanpa dosa. Kalau membunuh orang lain adalah perbuatan yang sangat tercela maka bagaimana lagi dengan membunuh anak sendiri?. Anak perempuan yang biasanya lebih membutuhkan kelembutan dan kasih sayang daripada anak lelaki?Allah mengatakan bahwasanya yang ditanya kelak adalah bayi-bayi tersebut. Pada asalnya yang seharusnya bertanggung jawab adalah yang membunuh, dia lah seharusnya yang ditanya kenapa dia tega membunuh. Tetapi dalam ayat ini Allah mengatkan bahwasanya yang dibunuh lah yang ditanyai oleh Allah. Ini merupakan ungkapan dalam bahasa arab untuk mengejek atau menghinakan pelakunya sehingga bertanya kepada korban. Ini adalah penghinaan untuk orangtua yang telah membunuh putrinya tersebut.Ironisnya, zaman sekarang dijumpai adanya praktek pembunuhan anak-anak secara modern yaitu melakukan praktek aborsi (pengguguran), dan ini adalah bentuk pembunuhan terhadap anak. Perbuatan ini banyak dilakukan di negara-negara barat bahkan dijadikan muktamar-muktamar untuk menekan agama islam agar menerapkan aturan ini, bahwasanya seorang wanita bebas melakukan pengguguran. Mereka ingin wanita muslimah ikut rusak sebagaimana rusaknya wanita mereka karena bebas berhubungan dengan para wanitanya, jika hamil tinggal digugurkan saja. Perbuatan ini adalah bentuk jahiliyah yang sangat parah yaitu melakukan penggguguran terhadap anak-anak.

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka18 Agustus 2026
Q

Qur'aniah Ali

📍 Kabupaten Bantul

Kiat Meraih Keikhlasan — Part 2

6. Mengingat bahwa dunia itu fanaMenyadari rendah dan sementaranya dunia akan membantu kita lebih mudah mengikhlaskan ucapan dan perbuatan untuk mencari ridha Allah dan kebahagiaan akhirat.Allah berfirman:“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, berbangga-banggaan di antara kamu serta berlomba dalam banyaknya harta dan anak...”(QS. Al-Hadid: 20)Rasulullah ﷺ juga menggambarkan rendahnya dunia dengan sebuah bangkai kambing yang cacat. Beliau bersabda:“Demi Allah, sungguh dunia lebih rendah dalam pandangan Allah daripada bangkai ini dalam pandangan kalian.”Dalam hadits lain:“Seandainya dunia di sisi Allah sebanding dengan sayap nyamuk, niscaya Dia tidak akan memberikan kepada orang kafir seteguk air pun.”Maka jangan sampai kita terlalu mengejar pujian, pengakuan, atau kebanggaan di dunia, karena semuanya hanya sementara.7. Berkawan dengan orang-orang yang ikhlasDekatilah orang-orang yang ikhlas dan bertakwa karena keadaan mereka dapat memberikan pengaruh besar terhadap hati.Ketika melihat ketulusan, kelembutan, dan ketakwaan mereka, kita dapat belajar meneladani akhlak mereka.Rasulullah ﷺ bersabda:“Wali-wali Allah adalah orang-orang yang apabila mereka dilihat, maka Allah akan diingat.”Para ulama terdahulu juga merasakan bahwa melihat orang-orang saleh dapat melembutkan hati, menghidupkan rasa takut kepada Allah, dan membantu melawan hawa nafsu.Carilah teman yang membuat kita semakin ingat kepada Allah, bukan semakin cinta kepada dunia.8. Mengingat keadaan manusia pada hari kiamatBayangkan ketika seluruh manusia dibangkitkan dan dikumpulkan di padang Mahsyar tanpa membawa harta, kedudukan, maupun apa pun yang mereka banggakan di dunia.Manusia akan berdiri dalam keadaan yang sangat berat, menghadapi panas, keringat, hisab, dan berbagai keadaan mengerikan yang telah dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ.Ketika seseorang benar-benar mengingat keadaan tersebut, ia akan menyadari bahwa pujian manusia tidak lagi menjadi hal yang penting.Yang akan menjadi perhatian adalah amal yang kita persembahkan kepada Allah dan apakah Allah meridhainya.

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka18 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Anger management

Di saat marah kamu dan tidak bisa menahan diri, kamu akan melakukan hal-hal yang akan kamu sesali setelahnya. Biasanya kamu akan lepas kendali, karena otak sehatmu sedang dibajak saat itu. Otak tidak tahu kamu sedang dikejar singa atau kamu hanya marah karena temanmu menumpahkan es teh di atas baju putih yang baru kamu beli. Yang otak kamu tahu adalah kamu sedang stres dan kemudian mencoba melindungimu. Itulah mengapa, kamu ada di “fight or flight mode”.

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka18 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Ringkasan: Peran Masjid dalam Pendidikan Shalat

Ringkasan: Peran Masjid dalam Pendidikan ShalatSaat keluar rumah menuju masjid, dianjurkan membaca doa memohon cahaya dari Allah.Doa tersebut memohon agar Allah memberikan cahaya pada hati, penglihatan, pendengaran, serta dari kanan, kiri, atas, bawah, depan, dan belakang.Ayah memiliki peran penting dalam menghafalkan doa tersebut dan mengajarkannya secara langsung kepada anak-anak ketika pergi ke masjid.Masjid menjadi tempat yang membawa cahaya dan keberkahan bagi orang-orang yang melaksanakan shalat.Cahaya tersebut menjadi salah satu tanda bagi Nabi ﷺ untuk mengenali umatnya pada hari kiamat, yaitu melalui bekas wudhu.Inti pendidikan: membiasakan anak pergi ke masjid, mengajarkan doa, dan memberikan teladan dalam shalat sejak dini.Dalil: HR. Bukhari XXI/101 (6316) dan Muslim V/139 (1824).

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka18 Agustus 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 4 Dari sinilah Islam dimulai

Bab 4Dari sinilah Islam dimulaiHikmah Ketujuh: Agama Nabi Ibrahim A Masih Membekas di Jazirah ArabPoin-poin penting:1. Penduduk Jazirah Arab pada awalnya merupakan kaum yang mengesakan Allah (mentauhidkan Allah).2. Mereka meyakini secara pasti bahwa Allah adalah satu-satunya Sang Pencipta alam semesta, langit, bumi, dan diri mereka.3. Mereka terjerumus ke dalam kesyirikan bukan karena tidak mengakui Allah, melainkan karena menjadikan sesembahan lain sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah.Bukti Al-Qur'an: Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an (QS. Az-Zukhruf: 87 & 9, serta QS. Az-Zumar: 3), di mana kaum musyrikin Arab tetap menjawab "Allah" saat ditanya siapa pencipta mereka dan alam semesta.4. Metodologi dan Strategi DakwahMulai dari yang Termudah: Dakwah hendaknya dimulai dari medan yang paling mudah dan memiliki titik temu atau sedikit perselisihan terlebih dahulu.5. Mendahulukan orang-orang yang sudah mengimani adanya Allah sebagai Pencipta, sebelum beralih ke kalangan yang tidak mengenal atau mengingkari-Nya.6. Mendahulukan kalangan yang menghormati dan mengagungkan Allah, sebelum ke kalangan yang tidak mengagungkan-Nya.7. Mendahulukan mereka yang memiliki rasa cinta pada agama (meski masih berat mengamalkannya), sebelum menuju ke kelompok yang acuh atau membenci agama.

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka18 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Sebab-sebab su'ul khotimah (10)

Senantiasa melakukan dosa dan kedurhakaan dapat menjadi hukuman tersendiri yang membuat seseorang berkhianat pada dirinya sendiri, terutama menjelang sakaratul maut. Imam Ibnu Al-Qayyim menjelaskan bahwa lidah dan hati sering kali gagal serta membatu saat dipandu mengucapkan kalimat tauhid (La ilaha illallah) di akhir hayat. Banyak kisah nyata memperlihatkan orang-orang yang semasa hidupnya terlena oleh dosa, seperti sibuk berdendang, bermain catur, atau berbuat maksiat, justru melontarkan nyanyian atau ucapan tak berguna alih-alih syahadat di detik-detik kematiannya. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam senantiasa berdoa agar diteguhkan hatinya dalam ketaatan, sebab hati manusia berada di antara jemari Allah yang bisa dipalingkan sesuai kehendak-Nya. Manusia diingatkan agar tidak sombong atas amal ibadahnya, karena keimanan dan ketaatan bisa saja pudar bagaikan taman yang semula segar namun mendadak layu dan kering di penghujung hari.

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

QS Al An'am ayat 1 Tafsir Al Muyasaar Aplikasi Qur'an Tadabbur By Ustad Firanda

QS Al An'am ayat 1Tafsir Al Muyasaar Aplikasi Qur'an Tadabbur By Ustad Firanda Adirja Pujian kepada Allah dengan sifat-sifat-Nya yang seluruhnya adalah sifat-sifat kesempurnaan dan dengan nikmat-nikmat-Nya lahir dan batin, agama dan dunia, yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada padanya, yang menciptakan kegelapan dan cahaya dan hal itu dengan bergantinya malam dengan siang. Hal ini merupakan bukti atas keagungan Allah dan bahwa hanya Dia yang memang berhak di sembah, maka tidak seorang pun boleh mempersekutukan-Nya dengan sesuatu. Namun demikian orang-orang kafir itu tetap menyamakan dan menyekutukan Allah dengan sesuatu.

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →