📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka18 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Anak Juga Manusia-Angga Setyawan

Allah menitipkan anak yang sempurna pada kita, kitalah yang melabeli anak dengan sebutan bodoh, kitalah yang melabeli anak dengan sebutan nakal.Percayalah, tidak ada ciptaan Allah yang gagal, kitalah yang perlu berusaha memahami mereka.Kita setuju bahwa anak itu titipan Allah, maka sudah sepatutnya kita memperlakukan seperti yang Allah inginkan, bukan dengan kekerasan, baik fisik maupun verbal.

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar Surat Al-Anfal : 21

Janganlah kalian -wahai orang-orang mukmin- bersikap seperti orang-orang munafik dan orang-orang musyrik yang apabila dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka, maka mereka berkata, “Kami mendengar dengan telinga kami ayat-ayat Al-Quran yang dibacakan kepada kami.”Akan tetapi, mereka tidak mendengarnya untuk merenungkan makna nya dan mengambil pelajaran lalu mendapatkan manfaat darinya.​

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Ibnu Katsir QS. An Nahl : 18

Allah taala berfirman:وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٞ رَّحِيمٞDan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.📝 Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir1. Nikmat Allah Tak TerhitungNikmat dan kebaikan Allah kepada manusia begitu banyak hingga kita tidak akan mampu menghitung seluruhnya, apalagi mensyukurinya dengan sempurna.2. Allah Maha PengampunManusia sering lalai dalam mensyukuri nikmat. Namun Allah mengampuni hamba yang bertobat dan kembali kepada-Nya dengan ketaatan.3. Allah Maha PenyayangAllah tidak segera mengazab hamba-Nya setelah ia kembali dan bertobat. Bahkan, kebaikan sekecil apa pun diberi balasan, sedangkan dosa-dosa yang banyak dapat Dia ampuni.✨ PelajaranKita tidak akan pernah mampu membalas seluruh nikmat Allah.Maka jangan merasa telah cukup bersyukur. Teruslah mengingat nikmat-Nya, bertobat ketika lalai, dan kembali kepada Allah dengan ketaatan.Disalin dari Quran Tadabbur — quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka23 Agustus 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

Tazkiyatun Nufus

Menutup semua celah yang dapat mengikis kesucian jiwanya, menjauhkan dari kemuliaan dan menyeretnya kepada kehinaanAllah Ta'ala berfirmanAllah taala berfirman:قُل لِّلۡمُؤۡمِنِينَ يَغُضُّواْ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِمۡ وَيَحۡفَظُواْ فُرُوجَهُمۡ ۚ ذَٰلِكَ أَزۡكَىٰ لَهُمۡ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا يَصۡنَعُونَKatakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandanganya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".QS. An-Nūr: 30

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS Al Anfal: 70

Ada dua janji Allah kepada tawanan yang memiliki kebaikan dalam hati:Allah mengganti apa yang hilang dengan sesuatu yang lebih baik.Allah memberikan ampunan.Dan kisah Al-Abbas menjadi contoh nyata dari keduanya.Al-Abbas mengatakan bahwa dirinya telah Islam, tetapi secara lahiriah ia berada di pihak Quraisy sehingga diperlakukan sebagai tawanan.Ia kemudian harus membayar tebusan. Bahkan ada riwayat yang menyebutkan bahwa harta yang diambil darinya berjumlah 20 atau 40 uqiyah emas ada perbedaan riwayat dalam jumlahnya.Namun Allah kemudian menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih banyak. Al-Abbas sendiri menceritakan bahwa ia memperoleh banyak harta dan budak yang menghasilkan harta untuknya.Ia tidak menganggap keuntungan dunia sebagai pengganti yang paling berharga. Al-Abbas mengatakan bahwa ia berharap mendapatkan ampunan Allah. Dan Al-Abbas memahami bahwa ampunan Allah jauh lebih berharga daripada seluruh pengganti dunia.Kadang kita melihat sesuatu yang hilang dari hidup kita hanya dari sisi:“Aku kehilangan apa?”Padahal perspektif seorang mukmin seharusnya juga bertanya:“Kalau Allah mengambil sesuatu dariku, apa yang sedang Allah siapkan sebagai gantinya?”Dan pengganti itu tidak selalu berupa benda yang sama dalam jumlah lebih banyak.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka23 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Adab Melunasi Hutang Tapi Pemilik Tidak Diketahui

Adab ketika seseorang punya utang/harta orang lain, tetapi pemiliknya sudah tidak diketahui atau sulit ditemukan.Urutannya kira-kira begini:Jika pemilik masih bisa ditemukan → wajib mengembalikan harta tersebut kepadanya.Jika belum ditemukan tetapi masih ada harapan bertemu → tetap berusaha dan menunggu sampai ada kesempatan untuk mengembalikannya.Jika sudah tidak mengenal/mengetahui keberadaan pemilik dan benar-benar putus asa untuk menemukannya:Jika mengetahui ahli warisnya → serahkan kepada ahli warisnya.Jika ahli waris juga tidak diketahui, maka harta tersebut disedekahkan atas nama pemiliknya, bukan dianggap sebagai milik pribadi.Dalam sebagian penjelasan, sedekah tersebut diarahkan kepada fakir miskin atau penduduk di daerah asal pemilik jika diketahui.Jadi poin pentingnya: utang tidak gugur hanya karena pemiliknya sulit ditemukan. Orang yang berutang tetap memiliki kewajiban menyelesaikannya dan tidak boleh langsung menganggap harta itu menjadi miliknya.Dan ini juga menjelaskan kenapa sedekah atas nama pemilik bukan pilihan pertama. Sedekah dilakukan setelah benar-benar tidak mampu menemukan pemilik atau pihak yang berhak menerimanya.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Araf:155

Tafsir Ibnu Katsir Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan tafsir ayat ini, bahwa Allah memerintahkan Musa untuk memilih tujuh puluh orang lelaki. Maka Musa memilih tujuh puluh orang lelaki dari kaumnya, lalu membawa mereka ke tanah lapang untuk berdoa kepada Tuhan mereka. Tersebutlah bahwa di antara doa yang diucapkan oleh mereka kepada Allah ialah, "Ya Allah, berikanlah kepada kami pemberian yang belum pernah Engkau berikan kepada seseorang pun sebelum kami dan tidak akan Engkau berikan kepada seorang pun sesudah kami." Maka Allah tidak suka kepada permintaan yang mereka panjatkan itu, lalu mereka ditimpa oleh gempa.Musa berkata, "Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini.", hingga akhir ayat.As-Saddi mengatakan, "Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada Musa untuk datang kepada-Nya bersama tiga puluh orang lelaki dari kalangan Bani Israil untuk meminta ampun kepada-Nya tentang perbuatan mereka yang telah menyembah patung anak lembu itu, dan Allah menjanjikan waktunya kepada mereka." Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya. (Al A'raf:155) yang berada di hadapannya, kemudian Musa membawa mereka pergi untuk bertobat. Ketika mereka telah sampat di tempat yang dituju, mereka mengatakan, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wata'āla dalam ayat lain melalui Firman-Nya: Kami tidak akan beriman kepadamu. (Al Baqarah:55) Hai Musa. sebelum kami melihat Allah dengan terang. (Al Baqarah:55) Karena engkau telah berbicara langsung kepada-Nya, maka perlihatkanlah Allah kepada kami. karena itu kalian disambar halilintar. (Al Baqarah:55) Maka mereka pun mati semua, dan Musa berdiri menangis seraya berdoa kepada Allah, "Ya Tuhanku, apakah yang akan aku katakan kepada Bani Israil, jika aku datang kembali kepada mereka tanpa orang-orang ini, sedangkan orang-orang yang terpilih mereka telah Engkau binasa­kan?" Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasa­kan mereka dan aku sebelum ini.Muhammad ibnu Ishaq menceritakan bahwa Musa memilih tujuh puluh orang lelaki dari kalangan kaum Bani Israil, semuanya adalah orang-orang yang terpilih (terkemuka) dari kalangan mereka. Musa berkata, "Berangkatlah kalian kepada Allah, dan bertobatlah kepada-Nya dari apa yang telah kalian perbuat, dan mintakanlah kepada-Nya tobat buat orang-orang yang kalian tinggalkan di belakang kalian dari kalangan kaum kalian. Berpuasalah, bersucilah, dan bersihkanlah pakaian-pakaian kalian terlebih dahulu." Kemudian Musa membawa mereka pergi menuju Bukit Tursina untuk memenuhi janji yang telah ditetapkan untuknya oleh Tuhan-Nya Tersebutlah bahwa Musa tidak berani datang ke tempat itu kecuali dengan seizin dan pemberitahuan dari Allah subhanahu wata'āla Lalu ketujuh puluh orang itu —menurut kisah yang sampai kepada­ku— setelah melakukan apa yang diperintahkan oleh Musa kepada mereka dan Musa membawa mereka untuk bersua dengan Tuhannya, berkatalah mereka kepada Musa, "Mintakanlah bagi kami agar kami dapat mendengar suara Tuhan kami." Musa menjawab, "Akan aku lakukan." Ketika Musa berada di dekat bukit itu, tiba-tiba gunung itu diliputi oleh awan yang berbentuk tiang raksasa sehingga menutupi seluruh kawasan bukit tersebut. Musa mendekat dan masuk ke dalamnya, lalu ia berkata kepada kaumnya, "Mendekatlah kalian." Disebutkan bahwa apabila Musa sedang diajak bicara oleh Tuhan­nya, maka dari keningnya memancarlah nur yang sangat cemerlang, tiada seorang manusia pun yang mampu memandangnya. Maka dibuatkanlah hijab (oleh Allah) untuk menutupinya. Kaum itu mendekat, dan manakala mereka masuk ke dalam awan itu, maka mereka terjatuh bersujud, dan mereka mendengar Allah sedang berbicara kepada Musa seraya mengeluarkan titah dan larangan-Nya kepada Musa, yakni lakukanlah anu dan tinggalkanlah anu. Setelah Allah selesai dari pembicaraan-Nya kepada Musa dan awan telah lenyap dari Musa, maka Musa datang menemui mereka, tetapi mereka berkata kepadanya, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kalian disambar halilintar. (Al Baqarah:55) Yang dimaksud dengan sa'iqah sama dengan rajfah. Maka nyawa mereka semuanya melayang, dan matilah mereka. Lalu Musa bangkit memohon kepada Tuhannya dan berdoa serta memohon dengan penuh harap kepada-Nya. Untuk itu Musa mengatakan:Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasa­kan mereka dan aku sebelum iniSedangkan mereka benar-benar orang-orang yang bodoh, maka apakah Engkau membinasakan orang-orang Bani Israil yang ada di belakangku?Ibnu Abbas, Qatadah, Mujahid, dan Ibnu Jarir mengatakan bahwa mereka ditimpa oleh halilintar (gempa dahsyat) karena mereka tidak mau melenyapkan penyembahan patung anak lembu dari kalangan kaumnya, tidak mau pula melarang kaumnya melakukan hal tersebut. Pendapat ini berdasarkan perkataan Musa a.s. yang disitir oleh firman-Nya: Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? (Al A'raf:155)Adapun firman Allah subhanahu wata'āla:Itu hanyalah cobaan dari Engkau.Maksudnya cobaan dan ujian yang Engkau berikan kepada mereka.Demikianlah menurut tafsir yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Sa'id ibnu Jubair, Abul Aliyah, Ar-Rabi' ibnu Anas, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf dan Khalaf.Tiada makna atau takwil selain ini. Dengan kata lain, sesungguhnya perkara ini hanyalah urusanmu, dan sesungguhnya keputusan ini hanyalah Engkau yang melakukannya. Maka apa saja yang Engkau kehendaki, pasti terjadi, Engkau sesatkan siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau beri petunjuk siapa pun yang Engkau kehendaki. Tidak ada pemberi petunjuk bagi orang yang telah Engkau sesatkan, dan tiada yang dapat menyesatkan orang yang telah Engkau beri petunjuk. Tidak ada yang memberi orang yang Engkau cegah, dan tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan. Kerajaan adalah milik Engkau belaka, dan keputusan hukum hanyalah milik Engkau, milik Engkaulah makhluk dan semua urusan.Firman Allah subhanahu wata'āla:Engkaulah yang memimpin kami. maka ampunilah kami dan berilah kamirahmat, dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya. (Al A'raf:155)Al-gafru artinya menutupi dan tidak menghukum karena dosa, sedangkan pengertian rahmat apabila dibarengi dengan ampunan. Maka makna yang dimaksud ialah 'janganlah dijerumuskan ke dalam hal yang serupa (yakni dosa yang serupa) di masa mendatang nanti.Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya. (Al A'raf:155)Yakni tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau sendiri.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Qalam: 50

Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:50)Tema: ALLAH TIDAK MENYAMAKAN ORANG YANG BAIK DENGAN ORANG YANG BURUK (Ayat 34-52)Subtema: Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui, (Ayat 45-52)Namun, akhirnya Nabi Yunus ‘alaihissalam bertaubat kepada Allah menyadari kesalahannya, lalu Allah pun menerima taubatnya dan memasukkannya dalam golongan orang-orang yang saleh. (97)Oleh karena itu, jangan pernah terbetik di dalam pikiran kita bahwa Nabi Yunus ‘alaihissalam adalah orang yang tercela dan kita lebih baik daripada dia. Karena sesungguhnya Allah telah menerima taubatnya dan memasukkannya ke dalam golongan orang yang saleh(98), sebagaimana Nabi-Nabi yang lain juga pernah salah seperti Nabi Adam, Nabi Nuh, dan Nabi Musa ‘alaihimassalam, bahkan Nabi ﷺ juga pernah berbuat salah. Akan tetapi kesalahan tersebut menjadikan mereka para Nabi-Nabi Allah jadi lebih baik dari sebelum mereka bersalah. Karena betapa banyak orang setelah melakukan kesalahan, dia kembali kepada Allah ﷻ, namun itu menjadikan dia lebih baik dari sebelumnya, di antaranya adalah Nabi Yunus ‘alaihissalam.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka18 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Nabi Musa merasa takut karena tersihir; membayangkan ular-ular itu bergerak dengan cepat. Hal ini menjadi bukti bahwa Nabi Musa bisa saja terkena sihir, namun Allah segera mengalahkan sihir tersebut.​Ini juga menjadi dalil untuk membantah orang-orang yang menolak hadis Nabi terkait beliau yang pernah tersihir. Mereka menolak hadis ini dengan alasan bahwa seorang nabi tidak mungkin tersihir, karena jika benar nabi tersihir, bagaimana dengan Al-Qur'an? Jawabannya adalah, Nabi Muhammad tersihir dengan cara yang serupa dengan Nabi Musa, di mana beliau hanya diberikan ilusi; seolah mendatangi istrinya, padahal kenyataannya tidak. Sihir semacam ini tidak mempengaruhi wahyu yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad. Oleh karena itu, hadis yang menyebutkan bahwa beliau pernah tersihir adalah hadis sahih.​Namun, sihir tidak dapat mengubah suatu unsur menjadi hakikat unsur yang lain. Sihir tidak bisa mengubah tongkat menjadi ular, manusia menjadi binatang, atau hal-hal serupa. Sihir hanya memengaruhi pandangan mata, menciptakan ilusi yang membuat seseorang melihat sesuatu yang berbeda dari kenyataannya. Seandainya para tukang sihir mampu mengubah suatu unsur menjadi unsur lain, tentu mereka tidak perlu meminta upah dari Fir’aun. Mereka pasti bisa mengubah pasir, tanah, atau batu menjadi emas. Selain itu, mereka juga pasti bisa mengambil alih istana Fir’aun untuk diri mereka sendiri.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
D
Daramatasia

📍 Kota Depok

Surah annisah halaman 82

1 Larangan menikahi wanita-wanita yg sdh bersuami,baik wanita merdeka maupun budak sampai masa iddah mereka bereka berakhir,apapun sebab iddah tersbut2 Mahar(mas kawin)seorang wanita menjadi keharusan yg wajid ditinaikan setelah pasangan suami istri bercampur dan istri boleh memberikan potongan atas mahar tsbt apabila dilakukan dgn kerelahan dr dirinya3 Boleh menikahi budak-budak wanita yg beriman ketika laki-laki tidak mampu menikahi wanita yg merdeka

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir quran surah al ankabut ayat 21

Allah taala berfirman:يُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ وَيَرۡحَمُ مَن يَشَآءُ ۖ وَإِلَيۡهِ تُقۡلَبُونَAllah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan.Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Cobaan terhadap Nabi Ibrahim dan Nabi Luth (Ayat 16-35)QS. Al-`Ankabūt: 21Tafsir Al-MuyassarAl-'Ankabut (29:21)Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Cobaan terhadap Nabi Ibrahim dan Nabi Luth (Ayat 16-35)Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya atas dosa masa lalunya dalam kehidupannya, dan Dia merahmati siapa yang Dia kehendaki dari mereka dari kalangan orang-orang yang bertaubat dan beramal shalih. Hanya kepada-Nya kalian akan kembali, lalu Dia akan membalas kalian atas apa yang kalian lakukan.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

QS At takwir ayat 8

وَاِذَا الْمَوْءٗدَةُ سُىِٕلَتْۖ ۝٨"apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,"Asal kata dari الْمَوْءُودَةُ adalah maknanya diberi beban berat, karena berasal dari kata kerja وَأَدَ, Ibnu Faris berkata :(وَأَدَ) الْوَاوُ وَالْهَمْزَةُ وَالدَّالُ: كَلِمَةٌ تَدُلُّ عَلَى إِثْقَالِ شَيْءٍ بِشَيْءٍ...وَالْمَوْءُودَةُ مِنْ هَذَا، لِأَنَّهَا تُدْفَنُ حَيَّةً، فَهِيَ تُثْقَلُ بِالتُّرَابِ الَّذِي يَعْلُوهَا‘’ وَأَدَHuruf wawu, hamzah, dan daal adalah kata yang menunjukan makna memberatkan sesuatu dengan sesuatu… diantaranya adalah karena anak wanita itu dikubur hidup-hidup, maka anak wanita itu diberi beban berat yaitu tanah yang menutupinya’’ (Mu’jam Maqoosyiis al-Lughoh 6/78, lihat juga Tafsir al-Qurthubi 19/232)

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka17 Agustus 2026
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Bab 13 - Afirmasi

🌱 Afirmasi untuk Membangun Kepercayaan Diri AnakAfirmasi adalah kalimat positif yang diucapkan berulang-ulang untuk membantu anak membangun rasa percaya diri, menerima diri sendiri, dan mengembangkan pola pikir yang positif.✨ Contoh AfirmasiSaya menjadi lebih percaya diri setiap hari.Saya menerima diri saya apa adanya dan saya sudah cukup.Saya mampu melakukan apa yang saya yakini bisa saya lakukan.Saya senang menjadi diri saya sendiri.Saya percaya bisa meraih tujuan yang saya inginkan.Kepercayaan diri saya terus bertumbuh setiap hari.💡 Cara MenerapkannyaAjak anak membuat afirmasi mereka sendiri agar terasa lebih bermakna dan personal.Dorong anak mengucapkannya setiap hari, misalnya saat bercermin.Jika anak nyaman, rekam afirmasi tersebut agar dapat didengarkan sebelum tidur.🎯 Mengapa Penting?Afirmasi yang diulang secara konsisten dapat membantu anak:Meningkatkan rasa percaya diri.Mengembangkan citra diri yang positif.Lebih yakin terhadap kemampuan diri.Membangun pola pikir yang optimis dan bertumbuh.📖 Intinya: Semakin personal dan semakin sering afirmasi diucapkan, semakin besar kemungkinan anak mempercayai pesan positif tersebut dan menjadikannya bagian dari cara mereka memandang diri sendiri.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Albaqarah 11-12

QS. Al-Baqarah: 11–12وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ ۝١١“Apabila dikatakan kepada mereka, ‘Janganlah kalian membuat kerusakan di bumi,’ mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan.’”Tafsir Al-Mukhtashar:Apabila mereka dilarang membuat kerusakan di muka bumi berupa kekafiran, perbuatan dosa, dan lainnya, mereka mengingkarinya. Bahkan mereka menganggap diri mereka sebagai orang-orang yang baik dan selalu menganjurkan perbaikan.أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ ۝١٢“Ketahuilah, sesungguhnya merekalah yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadarinya.”Tafsir Al-Mukhtashar:Padahal, sesungguhnya mereka adalah pembuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadarinya serta tidak merasa bahwa perbuatan mereka adalah sumber kerusakan.KesimpulanOrang munafik melakukan kerusakan, tetapi menganggap dirinya sedang melakukan perbaikan. Mereka menolak nasihat dan tidak menyadari bahwa perbuatan mereka sebenarnya menjadi sumber kerusakan.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →