BAB EMPAT - DIKOTOMI KENDALI
Menjalani hidup yang baik
Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind
Menjalani hidup yang baik
📍 Kota Bandung
Buku Indahnya Pengasuhan dengan Theraplay: Seru membangun bonding dengan anak. (Astrid W.E.N)Pembukaannya berisi jurnal perjalanan penulis menjadi terapis Theraplay ditulis dengan ringkas tapi mengena dan berkesan.Keyakinan yang kita miliki akan dihantarkan pada anak bukan lontaran kalimat saja tetapi kekuatan dan kokohnya akan terlihat dari bagaimana kita meyakininya.
Ibnu Taimiyyah pernah menjelaskan bahwa jin bisa menimbulkan ilusi pada pandangan seseorang, bahkan jin bisa menjelma (dalam bentuk ilusi) menjadi manusia. Ibnu Taimiyyah menceritakan sebuah kejadian ketika beliau dipenjara di Mesir. Ada seorang pejabat yang mengaku melihat seseorang yang mengklaim dirinya sebagai Ibnu Taimiyyah di Turki, padahal Ibnu Taimiyyah saat itu sedang berada di penjara Mesir. Akhirnya, pejabat tersebut mengirim utusan untuk memeriksa kebenarannya, dan ternyata Ibnu Taimiyyah memang masih di Mesir.Ini menunjukkan bahwa jin bisa meniru rupa seseorang dan menciptakan ilusi. Seperti yang dikatakan oleh Ibnu Taimiyyah, ketika seseorang pergi ke dukun untuk mencari barang yang hilang, dukun tersebut bisa menggambarkan barang tersebut seolah-olah dia benar-benar melihatnya, padahal barang itu tidak ada. Ini hanyalah ilusi yang diciptakan oleh jin. Jin juga bisa menjelma menjadi sosok yang sangat cantik atau lainnya, membuat seseorang berkhayal. Oleh karena itu, seseorang mungkin merasa seakan-akan bertemu dengan seorang kiai, malaikat, atau lainnya, padahal semua itu hanyalah ilusi yang diciptakan oleh jin, yang pada hakikatnya adalah bagian dari sihir.
Firdha Ayu
📍 Kota Makassar
Marah merupakan ekspresi kelabilan emosional dan juga menggambrkan ketidkmmpuan seseorng dlm mengendlikan diri. marah akan mengubah aliran darah dan jaringan syaraf menjadi oanas menggelora karena syaitahn telah masuk. dan mengausai hati. akhirnya daya nalar jdi mati dan tdk berfungsi
Tafsir Ibnu KatsirQS. Al-'Anfāl: 58 وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِن قَوۡمٍ "Dan jika kamu khawatir terhadap suatu golongan"Penjelasan: Golongan yang telah mengadakan perjanjian perdamaian dengan kamu. خِيَانَةً "akan suatu pengkhianatan"Penjelasan: Maksudnya merusak perjanjian yang ada antara kamu dan mereka.فَٱنۢبِذۡ إِلَيۡهِمۡ عَلَىٰ سَوَآءٍۚ "maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur"Penjelasan: Beritahukan kepada mereka bahwa kamu membatalkan perjanjian karena mereka telah melanggarnya, sehingga kedua belah pihak secara terang-terangan mengetahui tidak ada lagi ikatan dan kini berstatus musuh.Penafsiran Al-Walid ibnu Muslim: Makna sawa-un (dengan cara yang jujur) ialah dengan cara yang hati-hati. إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡخَآئِنِينَ "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat"Penjelasan: Sekalipun berkhianat terhadap orang-orang kafir, Allah tetap tidak menyukainya.Kisah & Dalil Hadits Kisah Mu'awiyah dan 'Amr ibnu 'Anbasah r.a.Peristiwa: Mu'awiyah berjalan bersama pasukannya di negeri Romawi saat masa gencatan senjata masih berlaku, bertuju mendekat agar bisa langsung menyerang ketika masa berlaku habis.Teguran: Seorang sahabat Nabi, 'Amr ibnu 'Anbasah r.a., berkendara mendekat seraya bertakbir dan mengingatkan sabda Nabi ﷺ:"Barang siapa yang antara dia dan suatu kaum terdapat suatu perjanjian, maka jangan sekali-kali ia membuka ikatan, jangan pula mengencangkannya sebelum masa berlakunya habis, atau (sebelum) perjanjian itu dikembalikan kepada mereka dengan cara yang jujur."Sikap Mu'awiyah: Mendengar sabda tersebut, Mu'awiyah langsung berputar balik menuju Syam.Riwayat: H.R. Ahmad, Abu Daud At-Tayalisi, Abu Daud, At-Tirmidzi (Hasan Shahih), An-Nasa'i, dan Ibnu Hibban (Sahih) melalui jalur Syu'bah, dari Abul Faid, dari Salim ibnu Amir.Kisah Salman Al-Farisi r.a.Peristiwa: Saat tiba di suatu benteng/kota musuh, Salman r.a. meminta izin menyeru musuh selama 3 hari sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah ﷺ:Mengajak masuk Islam agar mendapat hak dan kewajiban yang sama.Jika menolak, membayar jizyah dalam keadaan tunduk.Jika tetap membangkang, mengembalikan perjanjian dengan cara yang jujur seraya membacakan: "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat."Hasil: Pada hari keempat, pasukan Muslimin menyerang dan berhasil menaklukkan benteng tersebut atas pertolongan Allah.Riwayat: H.R. Ahmad (dari Muhammad ibnu Abdullah Az-Zubairi, dari Israil, dari Ata ibnu Saib, dari Abul Buhturi).Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Allah yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana memberikan Wahyu kepada Nabi Muhammad dan juga orang-orang sebelum kita semua
Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:51)Tema: ALLAH TIDAK MENYAMAKAN ORANG YANG BAIK DENGAN ORANG YANG BURUK (Ayat 34-52)Subtema: Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui, (Ayat 45-52)Catatan kaki:211270. Menurut kebiasaan yang terjadi di tanah Arab, seseorang dapat membinasakan binatang atau manusia dengan menujukan pandangannya yang tajam. Hal ini hendak dilakukan pula kepada Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam, tetapi Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā memeliharanya, sehingga terhindar dari bahaya itu, sebagaimana dijanjikan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā dalam surah Al-Mā`idah ayat 67. Kekuatan pandangan mata itu pada masa sekarang dikenal dengan hipnotisme.Para ahli tafsir menyebutkan bahwa di zaman Nabi ﷺ ada seseorang yang terkenal memiliki ‘ain (pandangan mata jahat) yang luar biasa. Ketika dia melihat unta lalu memuji unta tersebut, maka tidak lama unta tersebut akan jatuh. Bahkan, dikatakan bahwa jika dia ingin melakukan ‘ain, maka dia berpuasa 2-3 hari sebelum beraksi dengan ‘ainnya. Intinya, orang tersebut dikenal akan kehebatannya dalam melakukan ‘ain. Maka, sekelompok kaum musyrikin memintanya agar mencelakakan Nabi ﷺ dengan tatapan matanya. Namun, ternyata Allah ﷻ menyelamatkan Nabi Muhammad ﷺ. (99)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 4وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَWalladzīna yu’minūna bimā unzila ilaika wa mā unzila min qablika, wa bil-ākhirati hum yūqinūn.Artinya:“Dan mereka yang beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.”Di sini kita tahu bahwa Al-Qur’an adalah kitab terakhir. Sebelumnya ada Injil, Taurat, dan Zabur.Lalu, kenapa Al-Qur’an disebutkan lebih dahulu, padahal secara zaman Al-Qur’an datang belakangan?Allah berfirman:وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَWalladzīna yu’minūna bimā unzila ilaika.Artinya, “Dan mereka beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad).”Kata para ulama, Al-Qur’an disebutkan lebih dahulu karena Al-Qur’an adalah muhaimin, yaitu sebagai penjaga dan pembenar terhadap kitab-kitab sebelumnya, sekaligus menjadi hakim atas kitab-kitab tersebut. Al-Qur’an juga menasakh atau menghapus syariat-syariat sebelumnya.Sebagaimana ketika Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu membaca selembaran dari kitab-kitab terdahulu, baik Taurat atau yang lainnya, Nabi ﷺ pun marah. Nabi ﷺ berkata:“Apakah kamu ragu, wahai Ibnul Khattab? Seandainya Nabi Musa masih hidup, pasti dia akan mengikutiku.”Kemudian Allah menyebutkan tentang iman kepada hari akhir:وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَWa bil-ākhirati hum yūqinūn.“Dan mereka yakin akan adanya akhirat.”Beriman kepada hari akhir termasuk bagian dari iman kepada perkara yang gaib.Lalu, mengapa iman kepada akhirat disebutkan lagi, padahal pada ayat sebelumnya, yaitu ayat ketiga, telah dijelaskan tentang iman kepada yang gaib?Kata para ulama, karena pengaruh iman kepada hari akhir sangat besar.Beriman kepada akhiratlah yang menjadikan seseorang semangat untuk beramal saleh dan menjauhkan diri dari kemaksiatan.Sebaliknya, jika iman seseorang kepada akhirat lemah, maka tentunya dia akan malas untuk beribadah dan berani menerjang larangan-larangan Allah سبحانه وتعالى.
Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:33)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Catatan kaki:210836. Maksudnya, setiap kali mereka datang kepada Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam membawa suatu hal yang aneh berupa usul dan kecaman, Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menolaknya dengan suatu yang benar dan nyata.Firman Allah subhanahu wata'āla:Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil. (Al Furqaan:33)Yaitu dengan membawa sesuatu alasan dan tuduhan yang tidak benar.melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya. (Al Furqaan:33)Artinya, tidak sekali-kali orang-orang kafir itu mengatakan sesuatu untuk menentang perkara yang hak, melainkan Kami sanggah mereka dengan jawaban yang benar, lebih jelas, lebih terang, dan lebih fasih daripada ucapan mereka.Sa'id ibnu Jubair mengatakan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil. (Al Furqaan:33 ) Yakni suatu usaha untuk menjatuhkan Al-Qur'an dan Rasulullah ﷺ. melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar. (Al Furqaan:33), hingga akhir ayat. kecuali Jibril turun mengemban tugas dari Allah untuk menjawab mereka.Hal ini tiada lain menunjukkan bukti perhatian Allah yang besar dan kemuliaan Rasulullah ﷺ. di sisi-Nya, sehingga wahyu selalu datang kepadanya dari Allah subhanahu wata'āla, baik di pagi hari, maupun di petang hari, di siang hari maupun di malam hari, sedang dalam perjalanan maupun sedang berada di tempat. Setiap kali malaikat turun menemuinya selalu membawa Al-Qur'an, lain halnya dengan cara penurunan kitab-kitab yang terdahulu (yang diturunkan sekaligus). Hal ini merupakan suatu kedudukan yang lebih tinggi dan lebih besar serta lebih agung ketimbang saudara-saudaranya dari kalangan semua nabi.Al-Qur'an adalah kitab yang paling mulia yang diturunkan oleh Allah subhanahu wata'āla, dan Nabi Muhammad ﷺ. adalah nabi yang paling besar yang diutus oleh Allah subhanahu wata'ālaAl-Qur'an mempunyai dua sifat kekhususan (dibandingkan dengan kitab-kitab terdahulu), yaitu Di alam mala'ul a'la, Al-Qur'an diturunkan sekaligus dari Lauh Mahfuz ke Baitul izzah di langit yang paling bawah. Sesudah itu Al-Qur'an diturunkan ke bumi secara berangsur-angsur menurut peristiwa dan kejadian (yang memerlukan penurunan)nya.Imam Nasai telah meriwayatkan berikut sanadnya melalui Ibnu Abbas yang telah mengatakan bahwa Al-Qur'an diturunkan sekaligus ke langit yang paling bawah pada malam Qadar. Kemudian diturunkan ke bumi selama dua puluh tahun. Kemudian membaca: Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya. (Al Furqaan:33) Dan firman Allah subhanahu wata'āla: Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. (Al Israa':106)
📍 Kabupaten Banggai
Firman Allah subhana wata'ala "sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam (yg dapat di jadika teladan) lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali² bukanlah dia termasuk orang² yang mempersekutukan(Tuhan)". An-Nahl: 120"Dan orang² yg tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun)". Al-Mu'minun: 59Hushain bin Abdurrahman menuturkan, "suatu ketika aku berasa di sisi Sa'id bin Jubair, lalu ia bertanya, 'Siapakah diantara kalian melihat bintang jatuh semalam.' Akupun menjawab, 'Aku'. Kemudian aku berkata, 'Ketahuilah, sesungguhnya aku ketika itu tidak dalam keadaan sholat, tetapi terkena sengatan kalajengking.' Ia bertanya, 'Lalu apa yang kamu perbuat?' Jawabku, 'Aku meminta ruqyah'. Ia bertanya lagi, 'Apakah yg mendorong dirimu untuk melakukan hal itu?' Jawabku, 'Yaitu sebuah hadits yg di turutkan oleh Asy-Sya'bi kepada kami.' Ia bertanya lagi, 'Dan apakah hadits yg di turutkan kepadamu itu?' Aku berkata, 'Dia menuturkan kepada kami hadits dari Buraidah bin al-Hushaib "Tidak di benarkan melakukan ruqyah kecuali terkena sinar atau terkena sengatan".
Pengingat sederhana tapi dalam buat kita semua sebagai orang tua. Kapan terakhir kali kamu benar-benar menyimak cerita si kecil tanpa terdistraksi? 📚
Tema: Kebenaran Al-Qur’anSubtema: Bukti kekuasaan Allah dan kesempurnaan ilmu-Nya🌿 QS. Ar-Ra’d: 10Allah Mengetahui Segala SesuatuAyat ini menegaskan bahwa ilmu dan pendengaran Allah meliputi seluruh makhluk.Bagi Allah, tidak ada perbedaan antara:orang yang menyembunyikan perkataannya,orang yang berbicara terang-terangan,orang yang bersembunyi di malam hari,maupun orang yang berjalan terang-terangan di siang hari.Semuanya diketahui Allah dengan sempurna.1. Tidak ada suara yang tersembunyi dari AllahAllah mendengar seluruh suara, bahkan sesuatu yang tidak terdengar oleh manusia.Kisah yang dinukil dari Aisyah r.a. menunjukkan betapa luasnya pendengaran Allah. Ketika seorang wanita mengadukan persoalannya kepada Rasulullah ﷺ, Allah menurunkan ayat yang menegaskan bahwa Allah mendengar pembicaraan mereka.Pelajaran:Tidak ada keluhan, doa, percakapan, atau suara hati yang luput dari pendengaran Allah.2. Allah mengetahui manusia dalam keadaan apa punBaik seseorang berada dalam keadaan tersembunyi maupun terlihat, ilmu Allah tetap meliputinya.Allah mengetahui apa yang manusia lakukan ketika tidak ada orang lain yang melihatnya.Karena itu, seorang mukmin seharusnya memiliki kesadaran bahwa:“Aku mungkin tidak terlihat oleh manusia, tetapi aku selalu berada dalam pengetahuan Allah.”3. Tidak ada satu pun amal yang luputTidak ada pekerjaan manusia yang terlepas dari pengetahuan Allah, bahkan sesuatu yang sangat kecil sekalipun.Hal ini mengajarkan bahwa setiap perkataan dan perbuatan memiliki nilai di hadapan Allah.⚡ QS. Ar-Ra’d: 13Guruh dan Petir sebagai Tanda Kekuasaan AllahAyat ini menunjukkan bahwa alam semesta juga tunduk dan bertasbih kepada Allah.1. Guruh bertasbih kepada AllahAllah berfirman bahwa:“Guruh itu bertasbih dengan memuji Allah.”Artinya, guruh bukan sekadar fenomena alam, tetapi merupakan bagian dari makhluk Allah yang tunduk kepada-Nya.Hal ini sejalan dengan makna bahwa seluruh makhluk bertasbih kepada Allah, meskipun manusia tidak selalu memahami cara tasbih mereka.2. Petir menunjukkan kekuasaan AllahAllah yang mengatur hujan, awan, guruh, dan petir.Dalam tafsir disebutkan bahwa Allah dapat menjadikan petir sebagai peringatan maupun azab bagi siapa yang Dia kehendaki.Karena itu, fenomena alam seharusnya tidak hanya membuat manusia kagum secara lahiriah, tetapi juga menggerakkan hati untuk mengingat kebesaran Allah.3. Ketika mendengar guruh, dianjurkan mengingat AllahTafsir Ibnu Katsir menyebut beberapa riwayat tentang doa dan zikir ketika mendengar guruh.Inti sikapnya adalah:mengingat Allah, bertasbih, dan memohon perlindungan serta ampunan-Nya.Guruh menjadi pengingat bahwa manusia berada di bawah kekuasaan Allah.4. Jangan memperdebatkan kebesaran AllahAyat ini juga menyebut orang-orang yang berbantah-bantahan tentang Allah.Mereka meragukan kebesaran dan kekuasaan-Nya, padahal tanda-tanda kekuasaan Allah tampak di seluruh alam.Allah kemudian menegaskan bahwa Dia adalah:شَدِيدُ الْمِحَالِ — Mahakeras siksa-NyaYakni sangat kuat dalam memberikan pembalasan kepada orang yang terus-menerus membangkang dan melampaui batas terhadap-Nya.🌸 Hikmah dan Tadabbur1. Allah mengetahui apa yang manusia sembunyikanTidak ada rahasia yang benar-benar tersembunyi dari Allah.2. Jadilah baik meskipun tidak ada manusia yang melihatKarena pengawasan Allah tidak pernah berhenti.3. Alam semesta mengajarkan kita untuk bertasbihGuruh, hujan, langit, dan berbagai fenomena alam merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah.4. Jangan hanya melihat fenomena, tetapi lihat PenciptanyaKetika melihat sesuatu yang menakjubkan di alam, seorang mukmin tidak berhenti pada kekaguman terhadap alam, tetapi hatinya diarahkan kepada Allah yang menciptakannya.5. Ilmu Allah seharusnya melahirkan rasa takut sekaligus ketenanganTakut karena tidak ada amal yang tersembunyi dari-Nya, tetapi juga tenang karena tidak ada doa dan kesulitan yang tidak diketahui-Nya.✨ Inti PesanQS. Ar-Ra’d 10:Tidak ada perkataan, perbuatan, atau keadaan kita yang tersembunyi dari Allah.QS. Ar-Ra’d 13:Bahkan guruh dan seluruh alam tunduk kepada Allah. Maka ketika melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya, arahkan hati untuk mengingat dan mengagungkan-Nya.🌿 RenunganJika Allah mengetahui setiap kata yang kita ucapkan, setiap langkah yang kita sembunyikan, bahkan setiap keadaan hati kita—maka tidak ada alasan untuk merasa sendirian dalam menghadapi kehidupan.Allah tahu. Allah mendengar. Allah melihat. Dan seluruh alam berada dalam kekuasaan-Nya.
Duduk di Antara Dua SujudSetelah sujud, kita bangkit sambil membaca “Allahu Akbar”, kemudian duduk dengan posisi iftirasy, yaitu kaki kanan ditegakkan dan kaki kiri dibentangkan lalu diduduki. Kedua tangan diletakkan di atas paha.Doa Pilihan Pertamaاللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِيArtinya:“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupkanlah aku, berilah aku hidayah, dan berilah aku rezeki.”(HR. Tirmidzi no. 262)Doa Pilihan Keduaرَبِّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَارْزُقْنِي، وَارْفَعْنِيArtinya:“Wahai Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah kekuranganku, limpahkanlah rezekiku, dan angkatlah derajatku.”(HR. Ibnu Majah no. 888)Makna Duduk di Antara Dua SujudDoa ketika duduk di antara dua sujud banyak dimulai dengan memohon ampun kepada Allah. Ini mengingatkan kita bahwa setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan dan dosa. Tidak ada manusia yang terbebas dari dosa.Rasulullah ﷺ bersabda bahwa semua anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat. (HR. Tirmidzi no. 2423).Setelah memohon ampun, kita meminta berbagai kebaikan kepada Allah, seperti rahmat, petunjuk, rezeki, perbaikan diri, dan diangkat derajatnya.Permintaan tersebut mencakup kebutuhan dunia dan akhirat. Rezeki yang lapang, misalnya, dapat membantu seseorang dalam melakukan amal saleh. Kesehatan juga dapat membantu seseorang beribadah dengan baik.Allah berfirman dalam QS. Al-Qasas ayat 77 agar kita mencari pahala negeri akhirat melalui apa yang telah Allah anugerahkan, tetapi tidak melupakan bagian kita di dunia.Terkadang kita membaca doa ini hanya sebagai hafalan tanpa benar-benar memahami maknanya. Padahal, setiap permintaannya sangat dekat dengan kebutuhan kita.Ampunilah aku ; memohon ampun atas dosa-dosa kita.Kasihanilah aku ; memohon rahmat dan kasih sayang Allah.Cukupkanlah/perbaikilah aku ; memohon agar kekurangan kita diperbaiki.Berilah aku hidayah ; memohon agar selalu berada di jalan yang benar.Berilah aku rezeki ; memohon rezeki yang baik dan halal.Angkatlah derajatku ; memohon agar Allah memberikan kemuliaan.Karena itu, duduk di antara dua sujud adalah kesempatan yang sangat berharga untuk meminta kepada Allah. Dalam doa yang singkat ini terdapat banyak permohonan yang mencakup kebutuhan kita di dunia dan akhirat.Intinya: jangan hanya membaca doa di antara dua sujud sebagai hafalan. Pahami apa yang kita minta kepada Allah, lalu resapi setiap katanya. Kita sedang memohon ampun, rahmat, petunjuk, perbaikan, rezeki, dan kemuliaan kepada Rabb kita.
Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk yang berjalan di muka bumi ialah orang-orang yang kafir kepada Allah dan para rasul-Nya. Mereka tidak mau beriman walaupun semua bukti kekuasaan Allah telah datang kepada mereka lantaran tetap bersikeras mempertahankan kekafiran mereka, sehingga semua sarana penangkap hidayah seperti akal pikiran, pendengaran, dan penglihatan yang mereka miliki benar-benar tidak berfungsi
Jalan terbaik untuk membantu anak mengatasi rasa takutnya adalah dengan mendiskusikannya secara langsung. Anak akan tahu bahwa kita—orang dewasa—tidak setakut yang mereka rasakan terhadap hal ini.1. Bicaralah dengan anak tentang ketakutannya(Tujuan: kumpulkan informasi & pahami)• Mulai dengan pertanyaan terbuka.• Tanyakan lebih jauh, dan kurangi bercerita.• Tidak perlu meyakinkan atau menjelaskan, cukup dengarkan & kumpulkan informasi.• Nyatakan kembali apa yang Anda pelajari untuk memastikan pemahaman Anda.Contoh dialog:“Ceritakan lebih banyak tentang bagaimana rasanya masuk ke ruangan sendirian saat gelap.”“Sepertinya masuk ke bagian rumah ini, sendirian, terasa menakutkan bagimu.”“Oke, begini yang Ibu tangkap. Ketika kamu berjalan di suatu tempat sendirian di dalam rumah dan gelap, rasanya menakutkan. Kamu tidak yakin mengapa, tetapi rasanya seperti itu. Apakah itu benar?”2. Validasi bahwa ketakutan anak Anda “masuk akal”Membantu anak memahami rasa takutnya adalah kunci untuk membantunya merasa cukup berani untuk menghadapinya.Contoh dialog:“Gelap bisa terasa menakutkan karena kita tidak bisa melihat. Dan, itu bisa terasa menakutkan ketika kita tidak tahu pasti apa yang ada di sekitar. Masuk akal jika berjalan di sekitar rumah sendirian saat gelap terasa sulit bagimu!”3. Katakan kepada anak betapa senangnya Anda membicarakan ketakutan ini• Gunakan kata “penting”.• Ini menandakan bahwa perasaan takut mereka layak untuk dibicarakan, sehingga mendorong mereka untuk mengatasi perasaan tersebut daripada menghindarinya—yang justru akan memperbesar rasa takut itu.Contoh dialog:“Ibu sangat senang kita membicarakan hal ini. Ini sangat penting.”4. Libatkan anak untuk memecahkan masalah bersama Anda• Tawarkan ide “utama”, tetapi biarkan anak mencari ide.• Tahan keinginan untuk menjelaskan rasa takutnya atau menyelesaikan masalahnya sendiri.• Gunakan frasa seperti “Ibu ingin tahu” dan “Ibu sedang memikirkannya.”Contoh dialog & ide:“Hmm..., Ibu pikir apakah kita bisa pergi ke ruang bawah tanah dan mulai menuruni tangga satu per satu..., beri tahu Ibu kapan perasaan menakutkan itu mulai muncul dan kapan rasanya semakin besar.”“Ibu ingin tahu apa yang bisa kamu katakan kepada dirimu sendiri saat menuruni satu tangga.”“Kita coba berlatih menuruni satu tangga sekarang, lalu dalam beberapa hari turun lebih jauh, dan keesokan harinya beberapa tangga lagi.”Saat anak merasa tidak sendirian dalam ketakutannya, perasaan itu tidak akan mencengkeramnya dengan kuat.5. Ciptakan mantraUntuk anak yang berjuang menghadapi kecemasan, mantra bisa sangat membantu.Bekerja samalah dengan anak untuk merumuskan mantra yang terasa nyaman bagi mereka dan doronglah mereka untuk mengulanginya selama saat-saat yang menakutkan.Contoh mantra:💚 “Tidak apa-apa merasa gugup. Aku bisa melewati ini.”💚 “Aku bisa merasa takut dan berani pada saat yang sama.”💚 “Aku aman, orang tuaku ada di dekatku.”6. Ceritakan pengalaman “perlahan-lahan mengatasi rasa takut”• Ceritakan proses penanganan yang lambat, bukan solusi cepat.• Tunjukkan bahwa keberanian dibangun sedikit demi sedikit.Contoh dialog:“Ini mengingatkan Ibu saat seusia denganmu dan Ibu takut anjing. Ibu masih ingat betapa seramnya waktu itu. Ibu berbicara dengan kakekmu tentang hal itu dan menyadari bahwa tidak apa-apa merasa takut. Kami sering membaca tentang anjing, lalu Ibu mulai berjalan lebih dekat dengan anjing bersama Kakek. Lalu, suatu hari, dia membantu Ibu menyentuh seekor anjing. Sedikit demi sedikit, anjing tidak lagi terasa menakutkan. Sungguh suatu kerja keras untuk menjadi berani!”GOOD INSIDEMeletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik(Dr. Becky Kennedy)
Allah taala berfirman:فَإِن لَّمۡ تَجِدُواْ فِيهَآ أَحَدٗا فَلَا تَدۡخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤۡذَنَ لَكُمۡ ۖ وَإِن قِيلَ لَكُمُ ٱرۡجِعُواْ فَٱرۡجِعُواْ ۖ هُوَ أَزۡكَىٰ لَكُمۡ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ عَلِيمٞJika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, "Kembali (saja)lah", maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)QS. An-Nūr: 28Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comTafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:28)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)Jika kalian tidak menemukan seseorang di dalam rumah orang lain itu, maka janganlah kalian masuk sebelum kalian menemukan seseorang yang memberi izin kepada kalian. Jika ia tidak memberi izin bahkan berkata kepada kalian: Kembalilah, maka hendaklah kalian kembali. Dan janganlah mendesak terus untuk masuk. Karena kembali pada saat itu adalah yang terbaik untuk kalian. Sebab terkadang berada dalam keadaan tidak suka bilamana dilihat orang lain. Allah adalah Dzat yang Maha Mengetahui amal perbuatan kalian dan akan membalas seseorang sesuai dengan amal perbuatannya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Hati mereka itu (seperti an najasyiy dan para sahabatnya) sangat lembut, sehingga mereka mudah menangis
Barang siapa bersumpah dengan menyebut selain nama Allah, maka ia telah berbuat kafir atau syirik
Penerimaan diri adalah langkah pertama untuk menjadi orang tua yang lebih tenang, bijak , dan penuh cinta
Allah menitipkan anak yang sempurna pada kita, kitalah yang melabeli anak dengan sebutan bodoh, kitalah yang melabeli anak dengan sebutan nakal.Percayalah, tidak ada ciptaan Allah yang gagal, kitalah yang perlu berusaha memahami mereka.Kita setuju bahwa anak itu titipan Allah, maka sudah sepatutnya kita memperlakukan seperti yang Allah inginkan, bukan dengan kekerasan, baik fisik maupun verbal.