📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka17 Agustus 2026
Q

Qur'aniah Ali

📍 Kabupaten Bantul

Kiat Meraih Keikhlasan — Part 1

Keikhlasan dalam mendidik anak adalah cita-cita yang tinggi dan membutuhkan kesungguhan. Menjaga niat agar tetap ikhlas bukan perkara mudah, karena manusia memiliki kecenderungan mencintai pujian, dunia, dan rasa bangga terhadap anak.Karena itu, orang tua perlu mengetahui hal-hal yang dapat membantu menjaga hati agar dalam mendidik anak, tujuan utamanya tetap mencari ridha Allah, bukan pujian atau pengakuan manusia.1. Memohon pertolongan AllahMenjaga keikhlasan adalah perkara yang berat. Hati manusia mudah berubah dan terbolak-balik. Karena itu, kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri.Kita perlu menyadari bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.Ketika muncul keinginan untuk menjadi orang tua yang ikhlas, mintalah kepada Allah agar Dia menanamkan keikhlasan dalam hati dan menjauhkan kita dari keinginan mendapatkan pujian maupun membanggakan anak.Rasulullah ﷺ bersabda:“Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah. Jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.”Rasulullah ﷺ juga mengajarkan sebuah doa:اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ“Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu, sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu atas apa-apa yang tidak aku ketahui.”Doa ini mengingatkan kita bahwa kesyirikan yang tersembunyi dalam hati bisa sangat samar, sehingga kita perlu terus memohon perlindungan dan ampunan kepada Allah.2. Mengetahui buah keikhlasan dan bahaya niat yang melencengSalah satu cara menjaga keikhlasan adalah dengan terus belajar tentang:hakikat dan kedudukan ikhlas,keutamaan ikhlas dalam mendidik anak,buah yang diperoleh dari keikhlasan,serta bahaya ketika niat mulai menyimpang.Kita perlu menyadari bahwa diri kita sering diliputi kelemahan, kejahilan, dan kelalaian. Karena itu, kita membutuhkan ilmu, nasihat, dan pengingat.Allah berfirman:“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Adz-Dzariyat: 55)Artinya, menjaga keikhlasan bukan sesuatu yang cukup dilakukan sekali. Kita perlu terus mengingatkan dan memperbaiki niat.3. Takut terhadap murka AllahSeorang mukmin tidak hanya mengejar pujian Allah, tetapi juga takut jika amalnya justru mendatangkan murka-Nya.Pujian manusia sifatnya sementara dan belum tentu menunjukkan kemuliaan yang sebenarnya. Begitu pula celaan manusia tidak selalu berarti seseorang benar-benar tercela.Sebaliknya, ridha Allah adalah kemuliaan yang sebenarnya, sedangkan murka Allah adalah sesuatu yang harus kita hindari.Karena itu, dalam mendidik anak kita perlu belajar mengubah orientasi:Bukan:“Apa kata orang tentang cara saya mendidik anak?”Tetapi:“Apakah Allah ridha dengan apa yang saya lakukan?”Seorang mukmin juga berusaha melakukan amal terbaik, tetapi tetap memiliki rasa takut apakah amal tersebut diterima oleh Allah.Allah berfirman:“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, karena mereka tahu bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” (QS. Al-Mu’minun: 60)4. Mengenal nama dan sifat-sifat AllahMengenal Allah dengan benar akan membantu kita menjaga keikhlasan.Allah memiliki kekuasaan mutlak dan mengetahui segala sesuatu, termasuk apa yang tersembunyi di dalam hati.Allah berfirman:“Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati.”(QS. Al-Mulk: 13)Artinya, meskipun manusia tidak mengetahui niat kita, Allah mengetahuinya.Maka ketika kita melakukan sesuatu dalam mendidik anak, yang paling penting bukan hanya bagaimana amal tersebut terlihat di hadapan manusia, tetapi bagaimana keadaan hati kita di hadapan Allah.Allah juga memiliki kerajaan dan kekuasaan yang sempurna. Dia yang memuliakan dan menghinakan siapa yang Dia kehendaki.“Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, tetapi merekalah yang akan ditanya.”(QS. Al-Anbiya: 23)Kesadaran terhadap kebesaran Allah membuat kita tidak terlalu bergantung pada penilaian manusia.5. Jangan menjadikan pujian manusia sebagai tujuanKetika muncul keinginan untuk mendapatkan pujian dari orang lain atas anak atau cara kita mendidik, ingatlah bahwa orang yang kita harapkan pujiannya juga hanyalah hamba Allah yang lemah.Maka sangat disayangkan jika kita rela melakukan sesuatu yang mengundang murka Allah hanya demi mendapatkan keridhaan manusia.“Mengejar ridha manusia ibarat mengarungi lautan tak bertepi.”Sebab manusia memiliki penilaian yang berbeda-beda. Apa pun yang kita lakukan, akan selalu ada kemungkinan ada yang memuji dan ada yang mencela.Imam Asy-Syafi'i رحمه الله juga memberikan nasihat yang sangat dalam:“Ridha manusia adalah tujuan yang tidak akan bisa dicapai.”Maka fokuslah pada apa yang baik bagi diri kita di hadapan Allah dan jangan terlalu sibuk memikirkan penilaian manusia.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar surah Al Anfal ayat 48

Tetaplah kalian taat kepada Allah dan taat kepada Rasul-Nya dalam seluruh ucapan, perbuatan, dan hal ihwal kalian, serta janganlah kalian kal berselisih pendapat karena perselisihan akan membuat kalian menjadi lemah, takut, dan kehilangan kekuatan kalian. Bersabarlah ketika kalian berhadapan dengan musuh kalian karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar dalam bentuk pertolongan, dukungan, dan bantuan, dan barang siapa yang Allah menyertai-Nya maka ialah orang yang pasti meraih kemenangan dan mendapatkan pertolongan.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar Surat Al-Anfal : 20

“Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti RasulNya! Taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada RasulNya dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya dan janganlah kalian berpaling dariNya dengan menentang perintahNya dan melanggar laranganNya, sedangkan kalian mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian.”​

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka17 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

STRATEGI MENGHADAPI KETAKUTAN DAN KECEMASAN PADA ANAK (Bagian 2)

1. MASUKLAH KE LUBANG BERSAMA MEREKABayangkan kecemasan anak seperti lubang kecil di tanah. Anak sedang berada di dalam ketidaknyamanan itu.❌ Jangan berusaha langsung menarik anak keluar dari lubang dengan logika atau penenangan.✅ “Terjunlah” ke dalam lubang bersama mereka — temani dan akui apa yang mereka rasakan.Dua hal yang terjadi:Anak tidak lagi merasa sendirian.Anak melihat bahwa hal yang terasa sangat buruk baginya tidak membuat kita takut, karena kita bersedia menghadapinya bersama.Contoh: Anak khawatir Ibu tidak ada saat ia bangun.💬 “Saat kamu pergi tidur, kamu sangat khawatir kalau-kalau Ibu tidak ada di sana di pagi hari, ya? Ugh, itu menakutkan...”Bukan: ❌ “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ibu tidak pernah pergi tanpa memberitahumu!”---2. UJI COBAOrang tua sering menghindari membicarakan hal yang membuat anak cemas dengan harapan anak akan melupakannya.Padahal, penghindaran justru dapat menambah kecemasan.Jika kita tidak mau membicarakannya, anak bisa menangkap pesan bahwa kita pun cemas terhadap situasi tersebut.Uji coba membantu anak:melihat bahwa situasi yang menantang dapat ditaklukkan;berlatih menghadapi reaksinya sebelum situasi sebenarnya terjadi;merasa lebih siap dan tenang.Dapat digunakan untuk: perpisahan • dokter • tes olahraga • bermain bersama • membaca keras di kelas • dan situasi menegangkan lainnya.CARA MELAKUKAN UJI COBA👩‍👧 Bersama anak Latih situasi yang akan terjadi dan buat rutinitas singkat.Contoh: hari pertama sekolah 💬 “Pada hari Senin kamu akan menjalani hari pertama sekolah. Mari kita pikirkan bagaimana kita ingin mengucapkan sampai bertemu lagi, kemudian berlatih beberapa kali agar tubuh kita siap pada saat itu tiba!”Latih: → mengucapkan salam perpisahan→ berpura-pura berjalan menjauh→ menarik napas dalam-dalam→ menggunakan mantra ketika merasa sedihLatihan tidak membuat anak semakin cemas.Sebaliknya, latihan membantu anak menjadi lebih tenang dan nyaman menghadapi situasi sulit.🧸 Gunakan boneka untuk anak yang lebih kecilContoh pemeriksaan dokter: Orang tua menggunakan boneka teddy, anak menggunakan boneka unicorn.💬 “Hai, Unicorn, selamat datang di kantor dokter! Kamu dan ibumu bisa ikut denganku ke ruang pemeriksaan.”Kemudian peragakan seluruh proses pemeriksaan, termasuk bagian yang mungkin menantang:💬 “Duduklah di pangkuan ibumu sementara saya memeriksa telingamu... Bisakah kamu tetap diam, Unicorn? Kerja bagus!”Dengan begitu, anak mendapat kesempatan untuk mengalami situasi tersebut terlebih dahulu dalam suasana yang aman._______Good Inside, Meletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik, Dr. Becky Kennedy

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir QS At-Tin Al- Mukhtasar

Tafsir QS At-Tin Al- Mukhtasar Tujuan pokok :Penyebutan karunia Allah terhadap manusia berupa kelulusan fitrah dan penciptaannya, serta kesempurnaan syariat penutup (Islam).Tafsir:Allah bersumpah dengan buah tin dan tempat tumbuhnya, serta bersumpah dengan buah zaitun dan tempat tumbuhnya di negeri Palestina. Allah juga bersumpah dengan bukit Sinai yang merupakan tempat Allah memanggil nabinya Musa alaihissalam Kemudian dia bersumpah dengan tanah haram Mekah yang merupakan tempat aman bagi orang-orang yang memasukinya sekaligus tempat diutusnya nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik ciptaan dan seindah-indahnya rupa.Kemudian kami kembalikan fisiknya menjadi tua dan pikun di dunia, sehingga tak dapat memanfaatkan jasadnya sebagaimana ia tak dapat mengambil manfaat bila fitrahnya rusak dan masuk neraka. Kecuali orang yang beriman kepada Allah dan melakukan amal saleh karena meskipun jasad mereka menua namun bagi mereka balasan yang kekal dan tidak terputus yaitu dengan surga karena mereka menyucikan fitrah diri mereka. Lantas apa yang menjadikanmu wahai manusia mendustakan Hari pembalasan setelah kamu melihat langsung sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya yang banyak?Bukan Allah dengan menjadikan hari kiamat sebagai Hari pembalasan adalah sang hakim yang paling bijaksana dan paling adil apakah masuk akal bahwa Allah meninggalkan hamba-hambaNya begitu saja tanpa mengadili di antara mereka yaitu dengan membalas orang yang baik karena kebaikannya dan membalas orang jahat karena kejahatannya?!

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 Agustus 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)

Allah taala berfirman:يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَدۡخُلُواْ بُيُوتًا غَيۡرَ بُيُوتِكُمۡ حَتَّىٰ تَسۡتَأۡنِسُواْ وَتُسَلِّمُواْ عَلَىٰٓ أَهۡلِهَا ۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu (selalu) ingat.Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)QS. An-Nūr: 27Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comTafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:27)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)Hai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan yang menjalankan syariat-Nya! Janganlah kalian memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin untuk masuk dan memberi salam kepada penghuninya. Dengan kalimat yang diajarkan oleh sunnah: Assalamu’alaikum! Apakah saya boleh masuk? Ini adalah cara meminta izin yang baik buat kalian agar dengan perbuatan itu, kalian selalu ingat dengan perintah-perintah-Nya kemudian kalian menaati-Nya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 16 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka16 Agustus 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

Tazkiyatun Nufus

Allah Ta'ala berfirmanخُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ۝١٠٣Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.Qs At taubah : 103Dalam ayat tersebut dijelaskan membersihkan mereka, didalamnya terdapat isyarat untuk berhenti melakukan perbuatan buruk karena hal itu dapat membersihkan diri mereka dari dosa

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Araf : 147

Tafsir Al-MuyassarQS Al-Araf : 147Dan orang-orang yang mendustakan keterangan-keterangan dan ayat-ayat Allah dan tidak percaya akan adanya pertemuan dengan-Nya pada hari Kiamat maka sia-sialah semua perbuatan mereka, karena hilangnya syarat diterimanya amal yaitu beriman kepada Allah dan membenarkan pembalasan-Nya. Mereka tidak akan mendapat balasan apa-apa di akhirat, kecuali sesuai dengan kekufuran dan kedurhakaan yang mereka lakukan di dunia, yaitu kekal di neraka.

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir As Sa'di surah Al Anfal ayat 27

(27) Allah تعالى memerintahkan hamba-hambaNya yang ber-iman agar menunaikan perintah-perintah dan larangan-larangan yang Allah amanatkan kepada mereka, karena Allah telah mena-warkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung, semua menolak memikulnya dan khawatir akan mengkhianatinya, lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh. Barangsiapa menunaikan amanat, maka dia berhak mendapatkan pahala besar dari Allah, dan barangsiapa mengkhia-natinya dan tidak menunaikannya, maka dia berhak mendapatkan azab yang keras dan dia menjadi pengkhianat Allah, Rasulullah, dan amanatnya itu sendiri, menodai dirinya sendiri karena dia telah mengambil sifat terburuk dan ciri terjelek yaitu khianat, serta meng-abaikan sifat yang paling baik dan sempurna yaitu amanat.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Tadabbur surat al anfal 11

Di tengah beratnya peperangan, Allah memberi ketenangan kepada kaum muslimin bahkan melalui rasa kantuk, lalu menurunkan hujan yang bukan hanya menyucikan mereka secara lahir, tetapi juga menghilangkan bisikan setan, menguatkan hati, dan memperteguh langkah mereka. Hal serupa juga terjadi dalam Perang Uhud, sebagaimana disebutkan dalam Ali ‘Imran: 154. Dari sini kita belajar, pertolongan Allah tidak selalu langsung berupa perubahan keadaan; terkadang Allah terlebih dahulu menenangkan hati kita agar mampu tetap teguh menghadapi keadaan yang belum berubah.Kadang kita kira pertolongan Allah itu harus berupa masalah yang langsung selesai. Padahal di kisah Perang Badar, bahkan juga Perang Uhud, Allah menolong kaum muslimin dengan cara menenangkan hati mereka terlebih dahulu, rasa kantuk, menurunkan hujan, menguatkan hati, lalu memperteguh langkah mereka. Jadi mungkin, saat keadaan belum juga berubah, bisa jadi Allah sedang menolong kita dengan menenangkan hati kita dulu supaya kita tetap kuat menghadapinya.

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →