📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka4 hari lalu
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Bab 9

Bab 9 Mereka Yang Mengharapkan Berkah Kepada Pohon, Batu, Dan Sejenisnya Firman Allah subhanahu wata`ala “Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al-Lata, dan al-Uzza, dan Manat yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? Apakah (patut) untukmu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak mengada-ngadakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datangpetunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.” (An-Najm: 19-23)Abu Waqid al-Laitsi menuturkan, “Suatu saat kami pergi keluar Bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ke Hunain, sedangkami dalam keadaan baru saja lepas dari kekafiran (masuk islam). Ketika itu orang-orang musyrik mempunyai sebatang pohon bidara yang di sebut Dzatu Anwath, mereka selalu menandatanginya dan menggantungkan senjata-senjata perang mereka pada pohon itu. Tatkala kami melewati sebatang pohon bidara, kami pun berkata, “Ya Rasulullah buatkanlah untuk kami Dzatu Anwath sebagaimana mereka itu mempunyai Dzatu Anwath.” Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Allah mahabesar. Itulah tradisi (orang-orang sebelum kamu). Dan demi Dzat yang jiwaku berada di TanganNya, kamu benar-benar telah mengatakan suatu perkataan seperti yang di katakana oleh Bani Isra`il kepada Musa, ‘Buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka itu memepunyai sesembahan-sesembahan.’ Musa menjawab, ‘Sesungguhnya, kamu adalah kaum yang tidak mengerti.’ Kamu pasti akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kamu.” (H.R. at-Tirmidzi dan dinyatakannya shahih)

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Haqqah: 23

Tafsir At-TaysirAl-Ĥāqqah (69:23)Karena orang tersebut mendapat catatan amalnya dengan tangan kanannya, maka orang tersebut diberi balasan oleh Allah ﷻ berupa kehidupan yang menyenangkan, kehidupan yang abadi, kenikmatan abadi berupa surga yang tinggi. Namun meskipun surga tersebut tinggi, buah-buahannya sangat mudah untuk dipetik. Sebagaimana firman Allah ﷻ dalam ayat yang lain,وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلَالُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلًا“Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya.” (QS. Al-Insan : 14)Orang yang duduk bisa langsung memetik buahnya, orang yang berdiri juga bisa mengambil buahnya, bahkan orang yang berbaring juga bisa mengambil buahnya (48). Adapun bagaimana caranya hanya Allah ﷻ yang tahu. Akan tetapi, intinya ini menunjukkan tidak ada kesusahan yang akan dirasakan oleh penghuninya di akhirat, seorang yang ingin memakan buah-buahan maka dia akan dengan mudah mengambilnya. Kalau di dunia semuanya butuh perjuangan, adapun di akhirat tidak ada lagi perjuangan, semua akan menerima balasan dari perjuangannya di dunia berupa kemudahan, sampai-sampai buah-buahan jika diinginkan bisa datang sendiri tanpa bersusah payah mencarinya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka4 hari lalu
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Sebagaimana kita ketahui, Nabi Musa memiliki kekuatan yang luar biasa, hingga dengan sekali pukulannya seseorang bisa meninggal. Namun, Allah menjadikan beliau merasa lelah setelah melewati tempat yang seharusnya menjadi pemberhentiannya. Hal ini menunjukkan perhatian Allah kepada Nabi Musa agar beliau tidak terlalu jauh meninggalkan lokasi yang dicari. ​Seandainya Nabi Musa tidak merasa lapar dalam waktu yang lama, tentu beliau akan terus berjalan menjauh dari tempat yang dituju. Dalam Perjanjian Lama (Bibel) disebutkan bahwa ketika Nabi Musa memenuhi panggilan Rabb-nya selama 40 hari, beliau tidak makan apa pun. ​Inilah bentuk perhatian Allah kepada hamba-Nya yang saleh. Ketika Nabi Musa melewati batas tempat yang seharusnya ia berhenti, Allah menanamkan rasa lapar sebagai sinyal agar beliau sadar. Begitu banyak orang yang ditolong oleh Allah dengan cara serupa—melalui isyarat yang tak selalu disadari. Karena itu, jika seseorang menjalankan perintah Allah, Dia akan memudahkan jalannya. Dan jika seseorang melenceng dari tujuannya, Allah akan mengingatkannya dengan cara yang terkadang tidak terlihat langsung oleh sang hamba.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI4 hari lalu
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Beriman kepada Takdir Allah Halaqah 15

Halaqah yang ke lima belas dari Silsilah Ilmiyyah Beriman dengan Takdir Allah adalah tentang “Beberapa Contoh Keadaan yang Berkaitan dengan Iradah Syar’iyyah dan Iradah Kauniyah”.1. Keimanan Abu BakarKeimanan Abu Bakar berkaitan dengannya dua Iradah sekaligus (Iradah Syar’iyyah dan Iradah Kauniyah).Berkaitan dengannya Iradah Syar’iyyah karena Allah mencintai dan menginginkan keimanan Abu Bakar.Dan berkaitan dengannya Iradah Kauniyah karena Allah mentakdirkan, mewujudkan, dan menciptakan keimanan Abu Bakar.2. Keimanan Abu JahalKeimanan Abu Jahal berkaitan dengannya Iradah Syar’iyyah saja dan tidak berkaitan dengannya Iradah Kauniyah.Berkaitan dengannya Iradah Syar’iyyah karena Allah mencintai dan menginginkan keimanan Abu Jahal.Dan tidak berkaitan dengannya Iradah Kauniyah karena Allah tidak mentakdirkan, mewujudkan, dan menciptakan keimanan Abu Jahal.3. Kemaksiatan orang yang berbuat maksiatKemaksiatan orang yang berbuat maksiat berkaitan dengannya Iradah Kauniyah saja dan tidak berkaitan dengannya Iradah Syar’iyyah.Berkaitan dengannya Iradah Kauniyah karena Allah mentakdirkan, mewujudkan, & menciptakan kemaksiatan tersebut.Dan tidak berkaitan dengannya Iradah Syar’iyyah karena secara syari’at, Allah tidak mencintai dan menginginkan kemaksiatan tersebut.4. Kekufuran Orang yang Beriman yang Tidak TerjadiHal ini tidak berkaitan dengannya dua Iradah.Tidak berkaitan dengannya Iradah Syar’iyyah karena secara syari’at, Allah tidak mencintai dan tidak menginginkan kekufuran orang yang beriman.Dan tidak berkaitan dengannya Iradah Kauniyah karena Allah tidak mentakdirkan kekufuran orang yang beriman dan tidak mewujudkannya serta tidak menciptakannya.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Cerminan Kekuasaan Allah (Ayat 41–46)

🌿 Tafsir QuranAn Nūr : 43Tafsir Al-MuyassarTidakkah kamu melihat bagaimana Allah mengarahkan awan sesuai dengan kehendak-Nya, kemudian mengumpulkannya setelah bercerai-berai, lalu menjadikannya bertumpuk-tumpuk? Kemudian hujan keluar dari celah-celahnya.Allah juga menurunkan butiran es dari gumpalan awan yang besarnya seperti gunung. Dia menimpakan es itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan memalingkannya dari siapa yang Dia kehendaki, sesuai dengan hikmah dan takdir-Nya.Kilauan kilat yang ada di dalam awan karena silau cahayanya hampir-hampir menghilangkan penglihatan orang yang melihatnya.💗 Pesan yang Dapat Kita Amalkan🌸 Menyadari kebesaran dan kekuasaan AllahPergerakan awan, turunnya hujan, es, dan kilat semuanya berada dalam pengaturan Allah.🌸 Belajar berserah diri kepada takdir AllahTidak semua hal berada dalam kendali kita. Tugas kita adalah berikhtiar, berdoa, lalu bertawakal kepada-Nya.🌸 Tidak sombong dengan kemampuan diriAlam yang begitu besar pun tunduk pada kehendak Allah. Maka manusia seharusnya semakin rendah hati di hadapan-Nya.🌸 Menjadikan alam sebagai sarana mengenal AllahKeindahan sekaligus dahsyatnya fenomena alam seharusnya menambah iman dan rasa kagum kepada Sang Pencipta.🌸 Meyakini bahwa setiap ketetapan Allah mengandung hikmahApa yang Allah berikan maupun yang Dia palingkan terjadi dengan ilmu, hikmah, dan takdir-Nya.🌱 KesimpulanAyat ini menunjukkan betapa sempurnanya kekuasaan Allah dalam mengatur alam semesta. Awan, hujan, es, dan kilat tidak terjadi secara kebetulan, tetapi berada dalam kehendak dan pengaturan-Nya.Semakin kita memperhatikan ciptaan Allah, seharusnya semakin besar rasa kagum, tunduk, dan tawakal kita kepada-Nya.🤍 Untuk Kita Renungkan“Jika awan, hujan, es, dan kilat saja tunduk pada kehendak Allah, lalu mengapa kita masih begitu gelisah ingin mengendalikan segala sesuatu?”Belajar berikhtiar tanpa merasa paling mampu,belajar menerima takdir tanpa kehilangan harapan,dan belajar melihat setiap kejadian sebagai tanda kebesaran Allah.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI4 hari lalu
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Halaqah 90

Halaqah 90 | Allāh ﷻ Tidak Membutuhkan ‘Arsy dan Allāh ﷻ Penguasa Segala SesuatuKitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.ATranskrip: ilmiyyah.comالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهHalaqah yang ke-90 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-Aqidah Ath-Thahawiyah yang ditulis oleh Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāh.Beliau mengatakan rahimahullāh:وَهُوَ جَلَّ جَلَالُهُ مُسْتَغْنٍ عَنِ العَرْشِ وَمَا دُوْنَهُDan Dia, Allāh ﷻ, tidak butuh dengan ‘Arsy, dan apa yang ada di bawah ‘Arsy.Allāh ﷻ beristiwa di atas ‘Arsy. Hal ini harus kita imani, dan bukan berarti Allāh ﷻ membutuhkan ‘Arsy. Allāh ﷻ tidak butuh dengan ‘Arsy.Bukan berarti jika Allāh ﷻ berada di atasnya, kemudian Allāh butuh terhadap ‘Arsy. Sebagian orang membayangkan, jika Allāh ﷻ beristiwa di atas ‘Arsy, maka jika ‘Arsy jatuh, berarti Allāh akan jatuh juga. Subhānallāh, ini adalah tasybih, kemudian akhirnya mereka mengingkari sifat istiwā’ Allāh ﷻ. Tidak semua yang berada di atas sesuatu harus membutuhkan apa yang ada di bawahnya. Langit berada di atas awan, tapi bukan berarti langit membutuhkan awan, dan seterusnya. Secara umum, maka makhluk semuanya membutuhkan Allāh ﷻ.يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِQS. Fāṭir (35:15)Wahai manusia, kalian semua sangat membutuhkan Allāh ﷻ. Langit yang demikian besar tadi, siapa yang menahannya sehingga ia tidak jatuh? Allāh ﷻ yang menahan.إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ أَن تَزُولَاQS. Fāṭir (35:41)Allāh ﷻ Dia-lah yang menahan langit dan bumi agar tidak jatuh, tidak goyah.Langit yang demikian kokoh di atas, jika Allāh ﷻ menghendaki, ia bisa jatuh, tetapi Allāh yang menahannya. Langit yang di atasnya dan seterusnya, Allāh ﷻ menahan agar tidak jatuh. Demikian pula bumi kita, yang berada di tengah-tengah alam semesta yang sangat besar ini, Allāh ﷻ yang menahannya.Demikian pula ‘Arsy yang sangat besar tadi, Allāh ﷻ yang menahannya. Kursi yang demikian besar tadi, Allāh ﷻ juga yang menahannya. Jika Allāh ﷻ menghendaki, Allāh bisa menghancurkan mereka. Allāh ﷻ tidak membutuhkan mereka, melainkan mereka yang membutuhkan Allāh ﷻ.Kemudian, beliau mengatakanمُحِيطٌ بِكُلِّ شَيْءٍ وفَوْقَهُAllāh ﷻ Dia-lah yang meliputi segala sesuatu, karena Dia-lah yang Maha Besar. Allāh ﷻ yang meliputi segala sesuatu. Allāh yang mengetahui segala sesuatu, mendengar segala sesuatu, melihat segala sesuatu, dan segala sesuatu terjadi dengan kehendak Allāh. Semuanya adalah ciptaan Allāh.‘Arsy dan langit dan kursi dan seluruhnya itu adalah sangat kecil di hadapan Allāh ﷻ. Oleh karena itu, Allāh ﷻ meliputi segala sesuatu, sebagaimana disebutkan dalam ayatوَٱلسَّمَـٰوَٰتُ مَطْوِيَّـٰتٌۭ بِيَمِينِهِۦ (QS. Az-Zumar: 67)Pada hari kiamat, langit-langit yang demikian besar akan digulung oleh Allāh dengan tangan kananNya, dan itu adalah sangat kecil di hadapan Allāh ﷻ.مُحِيطٌ بِكُلِّ شَيْءٍ وفَوْقَهُDan Allāh ﷻ berada di atas segala sesuatu, karena di antara sifat Allāh adalah Al-‘Uluw. Fauqohū dhamir hu di sini kembali kepada kulli shay’, jadi Allāh muḥīṭun bi qulli shay’ dan Allāh fauqahu yaitu fauqa kulli shay’ karena di antara nama Allāh adalah Al-‘Alī, yang Maha Tinggi. Wa fauqohū dan Allāh ﷻ berada di atas segala sesuatu, Dialah yang Maha Tinggi.A’ā mintum man fiṣ-samā’ (Apakah kalian merasa aman dengan yang ada di atas?)وَقَدْ أَعْجَزَ عَنِ الإِحَاطَةِ خَلْقَهُDan Allāh ﷻ telah menjadikan makhluk-Nya tidak mampu untuk meliputi Allāh.وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ(QS. Al-An’am: 103)Mereka tidak bisa meliputi Allāh. Mereka melihat Allāh, tapi tidak bisa meliputi Allāh,وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ(QS. Al-Baqarah: 255)Tidak mungkin mereka bisa meliputi dari ilmu Allāh kecuali apa yang Allāh kehendaki.Allāh ﷻ yang meliputi mereka dengan kekuasaan-Nya, dengan kebesaran-Nya, tapi mereka tidak mungkin meliputi Allāh ﷻ karena mereka adalah makhluk yang kecil. Seandainya mereka bisa melihat, melihatnya adalah melihat yang sesuai dengan keterbatasan mereka sebagai makhluk.وَقَدْ أَعْجَزَ عَنِ الإِحَاطَةِ خَلْقَهُDan sungguh, Allāh ﷻ telah menjadikan makhluk-Nya ini lemah untuk bisa meliputi Allāh ﷻ.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat5 hari lalu
S
Siti Rusmiati

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir surat Al kahf ayat 28

### 🌷 Kesimpulan QS. Al-Kahf Ayat 28Tetaplah bersama orang-orang yang hatinya senantiasa mengingat Allah, dan jangan sampai keindahan dunia membuat kita meninggalkan mereka.Ayat ini mengajarkan bahwa lingkungan dan teman sangat memengaruhi hati dan arah hidup kita. Karena itu, carilah kebersamaan yang membantu kita mengingat Allah, meskipun mungkin tidak selalu terlihat menarik di mata dunia.> “Jangan tinggalkan jalan yang mendekatkanmu kepada Allah hanya karena dunia terlihat lebih indah.”🌿Intinya:Pilih lingkungan yang menjaga iman, karena teman yang baik bukan hanya menemani perjalanan hidup, tetapi juga membantu kita sampai kepada Allah.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI5 hari lalu
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

BERIMAN DENGAN AMALAN-AMALAN MALAIKAT Bagian Keempat

BERIMAN DENGAN AMALAN-AMALAN MALAIKATBagian KeempatMalaikat tidak hanya mendoakan kebaikan, tetapi juga mendoakan kejelekan bagi orang-orang tertentu dengan perintah Allah.1. Laknat bagi orang yang meninggal dalam keadaan kafirAllah menyebutkan bahwa orang-orang yang kafir dan meninggal dalam keadaan kafir mendapatkan laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia.📖 QS. Al-Baqarah: 1612. Laknat bagi orang yang membuat bid’ah di Madinah atau melindunginyaBarang siapa membuat bid’ah di Madinah atau melindungi orang yang membuat bid’ah di dalamnya, maka atasnya laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia.📚 HR. Bukhari no. 1867 dan Muslim; HR. Muslim no. 1371a3. Laknat bagi orang yang mencela para sahabat Nabi ﷺBarang siapa mencela para sahabat Nabi ﷺ, maka atasnya laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia.📚 HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir4. Laknat bagi orang yang mengacungkan senjata kepada saudaranya sesama MuslimOrang yang mengacungkan senjata kepada saudaranya akan dilaknat oleh para malaikat, bahkan jika orang tersebut adalah saudara kandungnya.📚 HR. Muslim5. Laknat bagi istri yang enggan memenuhi ajakan suaminya ke tempat tidurApabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, kemudian istrinya enggan dan suaminya bermalam dalam keadaan marah, maka malaikat melaknatnya sampai pagi.📚 HR. Bukhari dan MuslimMakna laknat malaikatLaknat malaikat dalam dalil-dalil tersebut adalah doa malaikat kepada Allah agar Allah menjauhkan orang tersebut dari rahmat-Nya. Materi juga menyebutkan doa jelek malaikat bagi orang yang menahan infak yang diwajibkan atasnya.🌿 Pelajaran: Beriman kepada amalan malaikat berarti meyakini bahwa mereka melaksanakan perintah Allah, termasuk mendoakan kebaikan maupun kejelekan sesuai dengan apa yang Allah perintahkan.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 hari lalu
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Masalah Tidur

TIDUR 🌙1. Mengapa Waktu Tidur Sering Sulit?Mengasuh anak sepanjang hari sudah melelahkan. Ketika anak memprotes, menunda waktu tidur, atau terbangun di tengah malam, orang tua tentu merasa frustrasi—terlebih karena waktu tidur anak adalah saat yang dinantikan untuk beristirahat dan memiliki waktu bagi diri sendiri.Jika Anda merasa kesulitan menghadapi protes waktu tidur, Anda tidak sendirian.2. Akar Masalah: Takut Akan PerpisahanGangguan tidur sering kali dipicu oleh rasa takut akan perpisahan.Pada malam hari, anak perlu berada sendirian selama berjam-jam dan merasa cukup aman untuk dapat tertidur. Namun, malam dapat terasa menakutkan bagi anak karena:• Gelap dan sendirian• Tubuh mulai melambat, tetapi pikiran justru semakin aktif• Muncul pikiran-pikiran yang menakutkan• Khawatir apakah orang tua tetap ada meski tidak terlihatAnak merasa paling aman ketika dekat dengan orang tuanya. Karena itu, berpisah pada malam hari bisa terasa sangat berat.3. Tidur Juga Dipengaruhi Kecemasan di Siang HariTidur dapat menjadi waktu ketika anak mengekspresikan kecemasan dan pergulatan dari bagian lain dalam hidupnya.Perubahan lingkungan seperti:• Memulai sekolah• Melihat pertengkaran orang tua• Kelahiran adik• Pindah rumahdapat membuat anak merasa tidak aman. Jika anak belum memahami bahwa dirinya tetap aman, ia akan semakin sulit berpisah dengan orang tua saat malam hari.Anak cenderung ingin tetap dekat dengan orang tua ketika menghadapi perubahan. Dan kebalikan dari didampingi orang tua adalah berpisah pada malam hari.4. Bagaimana Kita Membantu?Perubahan tidur merupakan proses dua tahap:1. Bantu anak merasa aman terlebih dahulu.Latih anak menghadapi dan mengatasi masalah pada siang hari, ketika risikonya lebih rendah. Setelah merasa cukup aman, anak akan lebih siap berpisah pada malam hari.2. Setelah itu, terapkan strategi tidur yang lebih tenang.Jangan sampai rasa frustrasi orang tua membuat kita melupakan apa yang sebenarnya sedang dialami anak.Ketika orang tua menjadi dingin, menghukum, atau reaktif, anak yang sedang mencari bantuan untuk menenangkan diri justru merasa semakin kesepian dan terancam. Akibatnya, kebutuhan anak akan kehadiran orang tua semakin kuat dan siklusnya terus berlanjut.5. Hindari Pendekatan yang Menambah KetakutanBanyak panduan tidur hanya berfokus pada perilaku dan mengabaikan kesulitan di balik protes atau terbangunnya anak di tengah malam.Pendekatan seperti:• Mengabaikan ketakutan anak• Mengunci pintu kamar• Tidak merespons ketika anak berteriak ketakutandapat membuat anak semakin takut dan merasa ditinggalkan.Yang kita butuhkan adalah pendekatan yang memenuhi kebutuhan tidur semua orang, sekaligus tetap menghormati kebutuhan emosional anak.6. Tujuan Utamanya: Menanamkan Rasa AmanAnak yang sulit berpisah sering kali merasa aman ketika orang tua hadir, tetapi takut ketika orang tua tidak ada.Tugas kita adalah membantu anak merasakan bagian-bagian dari hubungan orang tua-anak yang memberikan rasa aman, sehingga ia dapat merasa:aman • nyaman • percayaBila kehadiran orang tua dapat “ditanamkan” dalam lingkungan anak, ia dapat merasakan fungsi menenangkan dari hubungan tersebut bahkan ketika orang tua tidak berada di sana.Inilah tujuannya.Saat mempertimbangkan suatu strategi tidur, tanyakan:“Apakah ini membantu anak bertahan menghadapi ketidakhadiran saya, atau justru membuatnya semakin takut ketika saya tidak ada?”7. Ingat, Perubahan Membutuhkan WaktuTujuan kita adalah membangun rasa aman, bukan memaksakan kapan anak harus langsung tidur pulas.Perubahan tidur bisa membutuhkan waktu, bahkan sering kali lebih lama dari yang kita inginkan.Sementara tidur masih terganggu, jangan lupakan kebutuhan diri sendiri:• Bergantian bangun malam dengan pasangan, jika memungkinkan• Memberikan anak waktu bermain mandiri agar Anda dapat beristirahat• Mengambil waktu istirahat atau cuti bila memungkinkan• Memanfaatkan hal-hal kecil yang dapat membantu memulihkan tenagaMungkin semua itu terasa belum cukup. Namun, sekumpulan hal kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membuat perbedaan. Good Inside, Meletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik, Dr. Becky Kennedy.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 hari lalu
N

Naella ulia

📍 -

Pakai Sampai Rusak atau Beli jika memang butuh

Mbak Candraa, ana sering banget khilaf pas ada sale gamis. Susah nahan. Sudah sering dinasihati suami tapi kare sendiri jadi ngerasa bebasIstilah kerennya sekarang impulsive buying. Apalagi Hmmm, ini banyak banget dirasakan oleh kaum hawa. platform yang nyebar racun produk ke kita. Jadi gimana sekarang banyak banget influencer, akun jualan, dan dong cara menahan diri dari belanja baju atau apapun terus-terusan?Kebanyakan kita mudah tergiur ketika melihat promo atau edisi terbatas. Seakan rugi banget kalau nggak beli saat itu juga. Padahal barang tersebut nggak kita butuhkan. Coba ikuti cara-cara berikut, deh, biar bisa lebih mudah menahan diri.Kadang kita mudah tergiur gegara banyak melihat online shop. 1. Sortir followingmu. Bukan cuma influencer ya, tetapi isi sosmed kita kebanyakan akun-akun jualan yang akhirnya sering muncul iklan-iklan. 2. Tentukan standar. Tidak semua barang cocok untuk keseharian kita. Misal ibu yang memiliki anak, akan sangat terb terbantu jika membeli pakaian yang tidak perlu disetrika, model simpel tanpa rumbai-rumbai, atau jilbab yang memudahkan untuk menggendong. Juga, pakaian yang digunakan model tidak selalu cocok untuk kita gunakan. Pertimbangkan baik-baik sebelum membeli.3. Beri batasan. Bikin budget jajan untuk bulanan, ya. Jangan karena pakai uang sendiri kita jadi semena-mena membelanjakannya. Tubuh kita hanya satu, sepekan hanya ada tujuh hari. Buat apa menumpuk barang banyak-banyak? Orang tidak akan peduli kita menggunakan barang yang sama berkali-kali.4. Hindari tempat yang berpotensi. Kalau memang berniat berubah, harus komitmen juga untuk menghindari tempat yang bisa memicu diri berbelanja. Misal scrolling di marketplace, jalan-jalan ke mall. Nanti jadi laper mata, akhirnya belanja lagi.sendiri jadi ngerasa bebas.5. Sadari tiap barang yang kita miliki. Kalau pake metode Konmari, nih, teman-teman an diminta untuk mengeluarkan barang yang dimiliki dari tempatnya, Selanjutnya periksa satu persatu hingga kita Kadang orang nggak nyadar dia udah punya barang menyadari sebanyak apa barang yang kita miliki. dengan model dan kegunaan yang sama gegara tertumpuk dalam lemari atau tempat penyimpanan. Kalau sudah dikeluarkan, insyaallah lebih gamblang ya isinya.6. Matikan notifikasi aplikasi tertentu. Biar pas ada flash sale atau diskon-diskon gitu kita nggak gatel ingin belanja.7. Lakukan riset sebelum berbelanja.8. Jangan langsung check out. Masukin keranjang dulu beberapa jam atau hari, ya. Dipikir-pikir dulu butuh beli atau nggak?9. Miliki prinsip pakai sampai rusak dan habis.Teman-teman juga bisa menanyakan hal ini kepada diri sendiri sebelum check out suatu barang1. Kenapa beli ini?2. Apakah uangnya cukup dari anggaran jajan bulanan?3. Sudah punya barang sejenis belum4. Apakah aku butuh? Akan sesering apa kugunakan? 5. Apakah aku bisa memakainya sampai rusak5. Apakah aku sanggup dan tahu cara merawatnya6. Apa harus sekarang belinya?7. Kira-kira kalau nggak diskon, tetap beli nggak?8. Misal sudah tidak terpakai, kuapakan barang ini? Nyampah tidak, ya?Jika setelah menimbang banyak hal ternyata kita benar-benar memerlukannya, barulah kita membelinya. Jika tidak, tahan diri ya. Barang lucu, tuh diketawain, bukan dibeli.THE WORLD OF MARRIAGE Candra Prahastiwi, Saviera Yonita, Dr.Victa Ryza

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 hari lalu
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Bab 15 - Makna Disiplin yang Sesungguhnya

📌 Makna Disiplin yang SesungguhnyaDisiplin yang sesungguhnya, atau gentle discipline, bukan tentang hukuman, melainkan tentang pengajaran dan pembelajaran. Dalam proses ini, orang tua dan anak sama-sama belajar."Disiplin adalah tentang mengajar dan belajar, bukan menghukum."---📌 Kapan Memulai Gentle Discipline?Salah satu pertanyaan yang sering diajukan orang tua adalah, "Usia berapa saya harus mulai mendisiplinkan anak?"Jawabannya adalah: tidak pernah terlalu dini untuk memulai.Sejak bayi lahir, orang tua sudah mengajarkan banyak hal melalui interaksi sehari-hari."Sejak bayi lahir, Anda sudah mendisiplinkan mereka."---📌 Peran Orang TuaSebagai orang tua, Anda adalah guru yang paling berpengaruh dalam kehidupan anak.Tugas Anda tidak sesulit yang dibayangkan. Anda hanya perlu:✅ Menghormati anak✅ Memahami anak✅ Membimbing mereka dengan lembut"Hormati, pahami, dan pandu anak dengan lembut."---📌 Menjadi Guru yang BaikUntuk menerapkan gentle discipline secara efektif, ingat prinsip SPACE:• Stay Calm — Tetap tenang• Proper Expectations — Harapan yang sesuai• Affinity with Your Child — Kedekatan dengan anak• Connect and Contain Emotions — Menghubungkan dan mengelola emosi• Explain and Example — Menjelaskan dan memberi teladan"Anda adalah role model terbaik yang dimiliki anak."---📌 Pahami Perkembangan AnakAnak belum memiliki kemampuan berpikir dan mengendalikan diri seperti orang dewasa.Mereka masih belajar: • Empati• Berpikir logis• Memahami sudut pandang orang lain• Mengendalikan impuls"Jangan menghukum anak hanya karena mereka memiliki otak anak-anak."💡 Inti PesanGentle discipline bukan tentang mengendalikan anak melalui hukuman, tetapi tentang membimbing mereka dengan tenang, penuh hormat, sesuai tahap perkembangan mereka.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat5 hari lalu
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar surah Ar Ra'd ayat 17

QS. Ar-Ra’d Ayat 17أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَّابِيًا وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ ابْتِغَاءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِّثْلُهُ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ ۚ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَTerjemahan/Tafsir Al-Mukhtashar:Allah membuat perumpamaan bagi terkikisnya kebatilan dan keangkuhan kebenaran dengan air hujan yang turun dari langit, sehingga lembah-lembah mengalirkan airnya, masing-masing dengan kadarnya, besar dan kecil. Lalu air banjir itu membawa buih dan busa di permukaannya.Allah membuat perumpamaan air bagi kebenaran dan kebatilan dengan sebagian barang tambang berharga yang disulut dengan api untuk dimurnikan dan dikeluarkan karatnya, perhiasan bagi manusia, lalu ampasnya berada di atasnya.Allah menggambarkan kebenaran dengan kebatilan melalui dua perumpamaan di atas. Kebatilan adalah seperti buih dan busa yang mengapung di permukaan air, dan seperti ampas tambang yang dibersihkan oleh api. Sedangkan kebenaran adalah seperti air jernih yang diminum, menumbuhkan buah-buahan, tanaman dan rerumputan, dan seperti barang berharga yang tersisa dari barang tambang sesudah dibakar dengan api lalu manusia mengambil manfaat darinya.Sebagaimana Allah membuat dua perumpamaan ini, Allah membuat perumpamaan-perumpamaan lain bagi manusia agar kebenaran menjadi jelas dari kebatilan.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI5 hari lalu
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Halaqah 15 | Landasan Pertama, Ma’rifatullah (Bagian 03)

Silsilah Ilmiyyah Al-Ushul Ats-TsalatsahMengenal Allah ﷻ Melalui Makhluk-Makhluk-NyaTema UtamaMengenal Allah melalui Ciptaan-NyaSyaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah menjelaskan bahwa salah satu cara mengenal Allah adalah dengan memperhatikan makhluk-makhluk-Nya.Beliau berkata:ومن مخلوقاته السماوات السبع ومن فيهن والأرضون السبع ومن فيهن وما بينهما“Dan di antara makhluk-makhluk-Nya adalah tujuh langit dan apa yang ada di dalamnya, tujuh bumi dan apa yang ada di dalamnya, serta apa yang ada di antara keduanya.”1. Makhluk-Makhluk Besar yang Menunjukkan Kebesaran AllahA. Tujuh LangitAllah menciptakan:Tujuh lapis langit.Tanpa tiang yang terlihat.Dengan ukuran yang sangat besar.Di dalam langit terdapat:MalaikatBintang-bintangPlanet-planetBerbagai makhluk yang hanya diketahui AllahB. Tujuh BumiAllah juga menciptakan:Tujuh bumi.Apa saja yang ada di dalamnya.Berbagai makhluk dan kehidupan.C. Makhluk di Antara Langit dan BumiDi antaranya:AwanAnginHujanManusiaHewanTumbuhanBerbagai makhluk lainnyaSemuanya menunjukkan:Kekuasaan AllahKebesaran AllahKesempurnaan ilmu Allah2. Tafakur terhadap Alam SemestaSemakin seseorang merenungi ciptaan Allah, semakin ia mengenal Rabbnya.Yang dipelajari dari alam:Allah Maha Besar.Allah Maha Kuasa.Allah Maha Mengetahui.Allah Maha Mengatur.Karena tidak mungkin alam semesta yang sangat teratur ini tercipta tanpa Pencipta Yang Maha Sempurna.3. Besarnya Langit Menunjukkan Kebesaran AllahKetika manusia melihat:BumiMatahariPlanetBintangGalaksiMaka semua itu sebenarnya masih berada di bawah langit dunia (langit pertama).Padahal:Ada langit kedua.Ada langit ketiga.Hingga langit ketujuh.Setiap langit memiliki ukuran yang jauh lebih besar daripada langit sebelumnya.4. Kursi dan ’Arsy AllahDalam hadits disebutkan:Perbandingan Langit dan KursiTujuh langit dan tujuh bumi dibandingkan dengan Kursi Allah seperti:Sebuah cincin kecil yang dilemparkan di tengah padang pasir yang luas.Perbandingan Kursi dan ’ArsyKursi dibandingkan dengan ’Arsy juga seperti:Sebuah cincin kecil yang dilemparkan di tengah padang pasir.Hal ini menunjukkan:Sangat besarnya Kursi Allah.Sangat besarnya ’Arsy Allah.5. Makna “Allahu Akbar”Jika makhluk Allah saja begitu besar, maka:Allah jauh lebih besar daripada seluruh ciptaan-Nya.Karena itu kalimat yang pertama dikumandangkan dalam adzan adalah:الله أكبر“Allah Maha Besar.”Dan kalimat pertama dalam shalat adalah:Takbiratul Ihram“Allahu Akbar.”Hikmah TakbirKetika mengucapkan:Allahu AkbarSeorang muslim mengingat bahwa:Allah lebih besar dari dunia.Allah lebih besar dari pekerjaan.Allah lebih besar dari masalah hidup.Allah lebih besar dari segala yang ditakuti.Sehingga hatinya menjadi:KhusyukTundukBergantung kepada Allah6. Dalil dari Al-Qur’anQS. Fussilat: 37“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah kamu bersujud kepada matahari dan jangan pula kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya.”Pelajaran AyatMalam, siang, matahari, dan bulan:Bukan sesembahan.Hanya makhluk Allah.Karena itu ibadah hanya boleh diberikan kepada:Allah Sang Pencipta.Bukan kepada makhluk.7. Dalil Kedua: QS. Al-A’raf Ayat 54Allah berfirman:“Sesungguhnya Tuhanmu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ’Arsy…”Kandungan AyatAllah PenciptaAllah menciptakan:LangitBumiMatahariBulanBintang-bintangAllah PengaturAllah mengatur:Pergantian siang dan malam.Peredaran matahari.Peredaran bulan.Peredaran bintang.Semuanya tunduk kepada perintah Allah.Allah Pemilik Seluruh UrusanAllah berfirman:أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ“Ingatlah! Menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah.”Artinya:Allah yang menciptakan.Allah yang mengatur.Allah yang berhak ditaati.Allah yang berhak disembah.Hubungan Rububiyah dan UluhiyahKarena Allah adalah:PenciptaPengaturPemberi rezekiPemilik alam semestaMaka konsekuensinya:Hanya Allah yang berhak diibadahi.Sebagaimana ucapan penulis:وهو معبودي ليس لي معبود سواه“Dialah sesembahanku, tidak ada sesembahan bagiku selain Dia.”Poin-Poin Penting untuk DihafalMakhluk Allah yang DisebutkanTujuh langit.Tujuh bumi.Makhluk di antara keduanya.Yang Ada di LangitMalaikatBintangPlanetMakhluk lainnyaYang Ada di Antara Langit dan BumiAwanAnginHujanManusiaHewanTumbuhanPelajaran dari Alam SemestaAllah Maha Besar.Allah Maha Kuasa.Allah Maha Mengetahui.Allah Maha Mengatur.DalilQS. Fussilat: 37Jangan menyembah matahari dan bulan, tetapi sembahlah Allah yang menciptakannya.QS. Al-A’raf: 54Allah adalah Pencipta dan Pengatur seluruh alam.KesimpulanHalaqah ini mengajarkan bahwa salah satu jalan mengenal Allah adalah dengan memperhatikan makhluk-makhluk-Nya. Tujuh langit, tujuh bumi, serta seluruh makhluk di antara keduanya menunjukkan kebesaran, kekuasaan, ilmu, dan hikmah Allah. Semakin seseorang bertafakur terhadap ciptaan Allah, semakin kuat pengenalannya kepada Allah dan semakin yakin bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Karena Dia satu-satunya Pencipta, Pengatur, dan Pemilik seluruh alam semesta.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 hari lalu
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

The Barakah Effect - Hereafter focus vs wordly focus

Hustle culture cenderung berpikir pendek: target kuartal ini, promosi berikutnya, tren yang sedang naik, hasil yang harus kelihatan sekarang. Sementara Barakah Culture berpikir lebih panjang—bahkan sampai sesuatu yang kita kerjakan tetap memberi manfaat setelah kita sudah tidak ada.Contoh penulisnya bagus banget: jangan cuma mengejar bukunya jadi bestseller beberapa minggu, tapi menulis sesuatu yang mungkin masih bermanfaat 100 tahun lagi. Jadi pertanyaannya bergeser dari “seberapa cepat aku mendapatkan hasil?” menjadi “seberapa jauh manfaat dari apa yang aku kerjakan bisa bertahan?”

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →