📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Hikmah dari surat Luqman

Ayat 33 Rabb yang mengetahui segala perbuatan kalian yang akan membalas segala perbuatan kalian. Di awal surat Allah meminta untuk berbuat baiklah berbakti kepada kedua orang tuanya. Lalu di ingatkan lagi di ayat ini, Allah kasih syafaat kepada yang di kehendaki (hak Allah).  Pada ayat ini, potongan  الۡغَرُ  ada 2 pendapat artinya syaitan lalu artinya secara umum yaitu kedudukan, jabatan dan harta.  Artinya bisa menyebabkan kemaksiatan dan melalukan dosa Ayat 34 tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan di kerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui karna kepastian hanya Allah yang tahu.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

The Book You Wish Your Parents Had Read - Philippa Perry

Kebohongan Orang TuaThe Book You Wish Your Parents Had Read — Philippa PerryRahasia dan kebohongan dalam keluarga tetap dapat berdampak pada anak, bahkan ketika anak tidak mengetahui fakta sebenarnya. Anak sering kali dapat merasakan adanya sesuatu yang tidak terbuka melalui suasana dan perilaku orang tua.Ketika orang tua berdusta atau menutupi informasi untuk melindungi anak, mereka sebenarnya dapat mengabaikan naluri anak. Anak menangkap adanya ketidaksesuaian antara apa yang dikatakan dan apa yang mereka rasakan.Contoh kasus A menunjukkan bagaimana rahasia besar keluarga—orang tua berpisah, identitas ayah kandung disembunyikan, dan kematian ayah kandung—berpotensi berkaitan dengan masalah perilaku A saat remaja.Orang tua awalnya menganggap perilaku A sebagai masalah yang harus “diobati”. Namun, terapis mengajak mereka melihat bahwa perilaku adalah bentuk komunikasi. Pertanyaan pentingnya bukan hanya “Bagaimana menghentikan perilaku ini?”, tetapi “Apa yang sedang dikomunikasikan melalui perilaku ini?”Menyembunyikan kenyataan dengan alasan melindungi anak justru dapat membuat anak merasakan kecemasan, kebingungan, atau ketidaknyamanan tanpa memahami penyebabnya.Anak mungkin tidak mengingat suatu peristiwa secara sadar, tetapi pengalaman keluarga tetap dapat memengaruhi cara mereka merasakan dan memahami dunia. Karena itu, jangan menganggap anak tidak terpengaruh hanya karena mereka tidak mengingat atau belum memahami suatu kejadian.Perry menekankan bahwa keterbukaan yang sesuai usia lebih sehat daripada kebohongan. Informasi dapat disampaikan secara bertahap, dengan bahasa yang dapat dipahami anak, tanpa membebani mereka dengan detail yang belum mereka perlukan.Orang tua tidak harus menceritakan semua hal kepada anak. Namun, jika suatu rahasia memengaruhi kehidupan keluarga atau hubungan dengan anak, menyembunyikannya dapat membuat anak merasakan ada sesuatu yang salah.Anak membutuhkan kepastian bahwa mereka dicintai, diterima, dan aman, bahkan ketika keluarga sedang menghadapi masalah.Inti pesannya:Anak tidak selalu membutuhkan semua informasi, tetapi mereka membutuhkan kejujuran yang sesuai dengan usia dan kemampuan mereka untuk memahami.Perilaku anak sering kali merupakan komunikasi dari sesuatu yang belum mampu mereka ungkapkan dengan kata-kata.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
E
Eka Pajriani Haeruddin

📍 Kota Makassar

Kutipan "Pergeseran Makna Sejumlah Terminologi Ilmu"

al-Hasan al-Bashri berkata, "Orang yang fakih hanyalah orang yang zuhud di dunia, menginginkan akhirat, memahami agamanya, teguh dalam beribadah kepada Tuhannya, berhati bersih, dan berlidah jernih dari kehormatan kaum Muslimin, menjaga diri dari harta mereka dan tulus (memberikan kebaikan untuk mereka)."(Sebagian darinya diriwayatkan oleh Ibnu Baththah dalam Ibthal al-Hiyal)

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
R
Ressy Sri Agesty

📍 Kabupaten Bandung

Bagaimana tahapan jinsiyah kepada anak laki-laki dan perempuan jika ukuran rumah terbatas?

1. Pisahkan tempat tidur anakAnak laki-laki dan perempuan tidak tidur satu kasur.Anak sesama jenis pun dianjurkan berbeda selimut.2. Jika hanya 1 kamarOrang tua perlu menyiasati waktu hubungan intim.Anak bisa ditidurkan sementara di luar kamar.3. Tetap jaga anak meski kondisi terbatasMenjaga anak membutuhkan usaha dan pembiasaan.Jangan mengabaikan penjagaan hanya karena takut repot.4. Usahakan lingkungan yang baikBerdoa dan berusaha memiliki tempat tinggal serta lingkungan yang layak dan sehat.Prioritaskan kesehatan fisik, psikis, mental, dan pikiran anak.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)

Allah taala berfirman:وَلَا يَأۡتَلِ أُوْلُواْ ٱلۡفَضۡلِ مِنكُمۡ وَٱلسَّعَةِ أَن يُؤۡتُوٓاْ أُوْلِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينَ وَٱلۡمُهَٰجِرِينَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَلۡيَعۡفُواْ وَلۡيَصۡفَحُوٓاْ ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَكُمۡ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٌDan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin, dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang 1,Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah dalam pandangan Allah adalah orang-orang yang dusta (Ayat 14-26)Catatan kaki:210801. Ayat ini berhubungan dengan sumpah Abu Bakar Raḍiyallāhu ʻAnhu bahwa dia tidak akan memberi apa-apa kepada kerabatnya atau pun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri ‘Ᾱisyah Raḍiyallāhu ʻAnhā. Oleh karena itu, turunlah ayat ini melarang beliau melaksanakan sumpahnya itu, dan menyuruh memaafkan, dan berlapang dada terhadap mereka, sesudah mereka mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu.QS. An-Nūr: 22Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comTafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:22)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah dalam pandangan Allah adalah orang-orang yang dusta (Ayat 14-26)Catatan kaki:210801. Ayat ini berhubungan dengan sumpah Abu Bakar Raḍiyallāhu ʻAnhu bahwa dia tidak akan memberi apa-apa kepada kerabatnya atau pun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri ‘Ᾱisyah Raḍiyallāhu ʻAnhā. Oleh karena itu, turunlah ayat ini melarang beliau melaksanakan sumpahnya itu, dan menyuruh memaafkan, dan berlapang dada terhadap mereka, sesudah mereka mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu.Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan di dalam agama dan kelapangan rizki di antara kalian bersumpah bahwa mereka tidak akan menyambung silaturrahim dengan kerabatnya yang fakir, dan terhadap orang-orang yang membutuhkan bantuan. Yakni orang-orang yang tidak memiliki sesuatu untuk menutupi dan memenuhi kebutuhan mereka dan terhadap orang-orang yang hijrah di jalan Allah dengan tidak memberikan bantuan kepada mereka karena dosa yang telah mereka lakukan. Hendaknya mereka memaafkan keburukan mereka dan tidak menghukum mereka. Apakah kalian tidak menginginkan jika Allah mengampuni kalian? Maka hendaknya mereka memaafkannya. Allah adalah Dzat yang Maha Pengampun kepada para hamba-Nya lagi Maha Pengasih kepada mereka. Dalam ayat ini terdapat anjuran untuk memaafkan dan berlapang dada meskipun dibalas dengan keburukan.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Qalam: 44

Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:44)Di awal-awal dakwah Nabi ﷺ, Allah menyuruh Nabi ﷺ agar menyerahkan perkara Abu Jahal, Al-Walid bin Al-Mughirah, beserta kaum musyrikin lainnya kepada Allah, karena Allah ﷻ memiliki cara sendiri untuk membinasakan mereka (89). Yaitu Allah akan membinasakannya secara perlahan dan berangsur sedikit demi sedikit tanpa mereka sadari. Kata سَنَسْتَدْرِجُهُم berasal dari kata إِسْتِدْرَاج yang artinya tahapan demi tahapan. Artinya adalah Allah ﷻ bisa menaikkan mereka kepada puncak kesesatan sedikit demi sedikit, atau Allah ﷻ turunkan mereka secara perlahan(90). Oleh karenanya Allah ﷻ mengatakan,مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ“Dari arah yang tidak mereka ketahui (tidak disadari).”Yaitu bisa jadi mereka ditambah rezekinya, kemudian mereka meyakini hal itu merupakan kemuliaan dari Allah ﷻ. Padahal sebenarnya hal tersebut adalah istidraaj, Allah ﷻ ingin membinasakan mereka tanpa mereka sadari. Sesungguhnya rencana Allah itu sangat besar bagi orang yang menentang perintah-Nya dan mendustakan para Rasul-Nya (91).Oleh karena itu, jika kita berhadapan dengan orang yang menzalimi kita, kalau kita tidak mampu untuk memperbaiki orang tersebut atau membalasnya maka hendaknya kita menyerahkan urusan tersebut kepada Allah ﷻ. Biarlah Allah ﷻ yang menangani orang tersebut, dan jangan mempedulikannya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Nabi Musa ﷺ takut tatkala dia mendatangi Fir’aun seorang diri, perkataannya bisa salah dan terbata-bata. Karena dikisahkan bahwa Fir’aun konon adalah orang yang pandai bersilat lidah. Maka Nabi Musa ﷺ meminta kepada Allah Jalla Jalaluhu untuk mengutus Harun bersamanya.​Banyak ahli tafsir, termasuk sahabat seperti Ibnu Abbas, menyebutkan bahwa Nabi Musa ﷺ tidak lancar berbicara dan sering terbata-bata. Hal ini disebabkan oleh peristiwa Nabi Musa yang pernah memakan bara api yang melukai lidahnya, sehingga ia mengalami cedera yang menyebabkannya kesulitan untuk berbicara.​Dalam tafsir, disebutkan bahwa ketika Nabi Musa masih kecil, ia pernah digendong oleh Fir’aun. Saat berada dalam gendongan, Nabi Musa memukul dan menarik janggut Fir’aun. Hal ini membuat Fir’aun marah dan berkata kepada istrinya, “Wahai istriku, melihat tingkah lakunya sekarang, anak ini sepertinya kelak ketika dewasa akan membunuhku.”​Istri Fir’aun menenangkan suaminya dan berkata, “Wahai Fir’aun, dia hanyalah anak kecil yang belum mengerti apa-apa. Cobalah kamu uji.” Fir’aun kemudian menguji Nabi Musa dengan memberikan pilihan antara batu permata atau bara api. Akhirnya, Nabi Musa memilih bara api dan memakannya, menunjukkan bahwa ia memang masih kecil dan tidak mengetahui apa yang dilakukannya (22).​Akan tetapi, tidak ada riwayat yang marfu’ dari Nabi Muhammad ﷺ tentang hal ini. Ada kemungkinan kisah ini berasal dari kisah Israiliyat.​Kesahihan riwayat-riwayat di atas patut diragukan karena Nabi Musa ﷺ tidak disebutkan dalam ayat-ayat yang lain bahwa beliau gagap, akan tetapi beliau mengalami kekakuan berbicara tersebut disebabkan karena ketakutannya menghadapi Fir’aun. Sebagaimana orang pada umumnya tatkala bertemu dengan orang hebat, terkadang bicaranya terbata-bata karena grogi atau takut. Oleh karena itu, Nabi Musa meminta Nabi Harun ﷺ diutus membersamainya.​Di antara faedah kisah ini adalah tentang ketulusan Nabi Musa. Ketika Nabi Musa diberikan tugas mulia, yaitu berdakwah kepada Fir’aun, beliau meminta bantuan dari orang lain—yakni saudaranya, Harun—dan dengan rendah hati mengakui keutamaan Harun yang lebih fasih berbicara.​Inilah akhlak mulia seorang dai; ia tidak melihat dai lain sebagai saingan, melainkan sebagai partner dalam dakwah. Seorang dai yang baik merasa senang ketika ada yang membantunya dalam berdakwah dan tulus mengakui kekurangannya.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Bab 13 - Kesempatan untuk Mandiri

🌿 Kesempatan untuk Mandiri✦ Biarkan anak mengurus kebutuhannya sendiri Jika suatu tugas memang sesuai dengan usia dan kemampuan anak, berikan kesempatan kepada mereka untuk menyelesaikannya tanpa bantuan.💭 Mengapa penting? Karena setiap keberhasilan akan menumbuhkan:🌱 Rasa mampu🌟 Kepercayaan diri🤍 Harga diriSering kali orang tua mengambil alih tugas yang sebenarnya sudah bisa dilakukan anak. Padahal, hal itu dapat mengurangi kesempatan mereka merasakan kebanggaan karena berhasil berkata:✨ "Aku berhasil melakukannya!"━━━━━━━━━━━━━━🏡 Berikan tanggung jawab khususTanggung jawab sederhana dapat membantu anak merasa dibutuhkan dan dipercaya.📌 Contoh: Jika anak mengalami kesulitan di sekolah, guru dapat memberinya tugas seperti:📋 Mengirim daftar hadir📮 Mengumpulkan suratTugas-tugas kecil seperti ini dapat memberikan perubahan yang besar pada rasa percaya diri anak.━━━━━━━━━━━━━━🎨 Jangan memaksakan impian yang bukan milik merekaHindari menyalurkan keinginan atau penyesalan masa lalu kepada anak.📌 Contoh: Jika Anda dahulu ingin mengikuti kelas balet tetapi tidak pernah sempat melakukannya, jangan memaksa anak untuk mengikuti kelas balet demi memenuhi keinginan tersebut.━━━━━━━━━━━━━━🕊️ Berikan ruang untuk memilihSebisa mungkin, biarkan anak membuat pilihan dan keputusan mereka sendiri mengenai:🎯 Aktivitas🎨 Hobi🌱 Jalan hidupMereka perlu memiliki kesempatan untuk menentukan pilihan tanpa terlalu dipengaruhi oleh keinginan orang tua.━━━━━━━━━━━━━━🌷 Inti Pesan Semakin sering anak diberi kesempatan untuk melakukan sesuatu sendiri, memikul tanggung jawab, dan membuat pilihan, semakin kuat rasa percaya diri yang tumbuh dalam diri mereka. Mereka belajar bahwa mereka mampu, dipercaya, dan dapat mengandalkan diri sendiri.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
F

Firdha Ayu

📍 Kota Makassar

Ringkasan masih bab 1

Belajar kembali tentang Aqidah dalam Pengobatan IslamBahwa sakit adalah ujian, berobat adalah ikhtiar, dan kesembuhan tetap merupakan kehendak Allah. Menjaga kesehatan bukan hanya tentang tubuh, tetapi juga tentang menjaga hati dan memperkuat iman.Semoga setiap ilmu yang dipelajari menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri. 🌿#Tugasjejakpustaka@komunitas.beekind

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Pustaka 13 Agustus

"..Semakin hari, jatah kita di dunia ini semakin sedikit.."Umur kita adalah modal paling berharga. Ia tidak bisa diulang, tidak bisa dibeli dan akan dipertanggungjawabkan kelak si hadapan Allah.Pertanyaan yang harus selalu diulang-ulang, bagi kita semua. Terkhusus bagi akhwat fillah:Kapan lagi kita mau menyiapkan bekal untuk akhirat?Kapan lagi kita mau serius menabung pahala?Ini nasihat untuk diriku sebelum dirimu:"Tinggalkanlah semua yang tidak bermanfaat, untuk akhiratmu"

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 13 Agustus

Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-An’am: 163Perintah Menyelisihi Orang-Orang Musyrik​Latar Belakang Perintah: Allah memerintahkan Nabi ﷺ untuk menegaskan perbedaannya dengan orang-orang musyrik yang menyembah selain Allah dan menyembelih hewan tanpa menyebut nama-Nya.​Pengikraran Tauhid: Shalat dan seluruh ibadah Nabi ﷺ hanya diperuntukkan bagi Allah semata, tanpa ada sekutu bagi-Nya.​Perbandingan Ayat (Dalil Penyerta):​QS. Al-Kausar: 2: "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkorbanlah."​Makna: Ikhlas dalam shalat dan kurban demi membedakan diri dari kebiasaan orang musyrik yang menyembah dan menyembelih untuk berhala.Penafsiran Kata Nusuk (Ibadahku)​Mujahid: Nusuk artinya melakukan kurban di musim haji dan umrah.​As-Sauri (dari As-Saddi, dari Sa'id ibnu Jubair):Makna nusuki adalah kurbanku.​As-Saddi & Ad-Dahhak:Memiliki penafsiran yang sama, yaitu kurban.Bacaan Doa Kurban Rasulullah ﷺ​Riwayat: Jabir ibnu Abdullah r.a. menceritakan bahwa ketika menyembelih dua ekor domba pada Hari Raya Idul Adha, Rasulullah ﷺ membaca doa berikut:​"Aku hadapkan mukaku kepada Dzat Yang Menciptakan langit dan bumi dengan hati yang hanif (cenderung kepada agama yang hak), dan saya bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya, dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)."(HR. Ibnu Abu Hatim dari Muhammad ibnu Auf, Ahmad ibnu Khalid Az-Zahabi, Muhammad ibnu Ishaq, Yazid ibnu Habib, Ibnu Abbas, dari Jabir ibnu Abdullah)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Strategi Menghadapi Anak yang Berbohong (Bagian 2)

1. Mengubah Kebohongan Menjadi KeinginanKebohongan sering muncul karena anak ingin sesuatu namun takut, malu, atau khawatir mendapat masalah.Alih-alih memandang mereka sebagai “penipu”, lihatlah bahwa di balik kebohongan ada keinginan atau kebutuhan yang belum terungkap.Pindahkan fokus dari kebohongan ke keinginan yang sebenarnya.Contoh percakapan:Anak: “Ibu, aku tidak mengacaukan permainan teka-teki dan menyembunyikan kepingannya di bawah sofa. Aku tidak melakukannya, aku tidak melakukannya!”Ibu: “Hmm... Mengangguk pelan, tidak mengatakan apa-apa lagi.”Anak: “Aku tidak melakukannya!”Ibu: “Oh... oke... baiklah, yang ingin Ibu katakan adalah jika kamu ingin di luar dan berdiskusi tentang itu, Ibu di sini.”2. Menunggu dan Memberikan Pembuka NantiBerhenti sejenak saat anak berbohong. Jangan langsung menuduh atau menjelaskan panjang lebar.Tunjukkan bahwa Ibu melihat, tetapi tidak bereaksi keras.Setelah anak merasa lebih tenang, berikan “pembuka” untuk percakapan jujur.Contoh percakapan:Ibu: “Jadi, kamu tidak mengerjakannya, kan?”(setelah anak mulai tenang)Ibu: “Hei, Sayang. Menulis itu sulit. Atau paling tidak bagi Ibu. Ibu tahu itu.”Ibu: “Ibu ingin tahu apa yang dapat kamu lakukan jika sesuatu terasa terlalu sulit untuk dimulai.”3. Bertanya kepada Anak Apa yang Dia Butuhkan untuk Berkata JujurJika anak masih berbohong, bantu dia mengungkap apa yang sebenarnya dia butuhkan untuk bisa jujur.Tanyakan dengan empati, bukan untuk menjebak.Memberi ruang bagi anak untuk menyebutkan kebutuhannya akan membuatnya lebih berani jujur.Contoh percakapan:📞 Ibu di telepon oleh sekolah putri Anda yang memberitahukan bahwa dia tidak mengerjakan PR menulis selama seminggu terakhir.Anda pulang, lalu bertanya kepadanya tentang hal itu.Anak:“Saya kerjakan! Saya kerjakan! Saya tidak ingin membicarakannya!”Setelah memberikan beberapa jeda, ketika melihat sedikit peluang, Anda bisa berkata:Ibu:“Oh... oke... baiklah, yang ingin Ibu katakan adalah jika seorang anak di keluarga ini tidak mengerjakan PR selama beberapa hari, Ibu akan benar-benar mencoba untuk mengerti. Karena setiap anak di keluarga ini, jika mereka tidak mengerjakan PR, pasti punya alasan untuk itu.”Ibu:“Ibu teringat saat berusia 7 tahun dan tidak mengerjakan PR menulis selama beberapa hari. Menulis terasa begitu rumit dan sangat sulit untuk Ibu kerjakan. Namun, jika hal itu terjadi, Ibu akan duduk bersamamu dan membicarakannya. Kamu tidak dalam masalah....”Kemudian, bersikaplah tenang. Jangan memandang anak dan berkata, “Jadi, kamu tidak mengerjakannya, kan?” Lanjutkan saja.Anda dapat kembali kepada anak nanti dan berkata:Ibu:“Hei, Sayang. Menulis itu sulit. Atau paling tidak bagi Ibu. Ibu di sini. Kamu anak yang baik, walaupun tidak mengerjakan PR. Ibu tahu itu. Ibu mencintaimu.”Jika merasa ada peluang, tambahkan:Ibu:“Ibu ingin tahu apa yang dapat kamu lakukan jika sesuatu terasa terlalu sulit untuk dimulai?”4. Bertanya kepada Anak Apa yang Dia Butuhkan untuk Berkata JujurJika anak masih berbohong, bantu dia mengungkap apa yang sebenarnya dia butuhkan untuk bisa jujur.Tanyakan dengan empati, bukan untuk menjebak.Memberi ruang bagi anak untuk menyebutkan kebutuhannya akan membuatnya lebih berani jujur.Contoh percakapan:Ibu:“Hei... Ibu ingin berbicara sebentar. Kamu tidak dalam masalah. Ibu hanya berpikir, kadang-kadang sulit untuk mengatakan yang sebenarnya.”Ibu:“Pokoknya, Ibu ingin tahu apa yang kamu butuhkan supaya bisa terus terang.”Ibu:“Ibu tidak akan marah kalau kamu berkata jujur. Apa yang membuatmu takut mengatakannya? Apakah ada yang bisa Ibu bantu?”Good Inside, Meletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik(Dr. Becky Kennedy)

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →