📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
F

Firdha Ayu

📍 Kota Makassar

Ringkasan masih bab 1

Belajar kembali tentang Aqidah dalam Pengobatan IslamBahwa sakit adalah ujian, berobat adalah ikhtiar, dan kesembuhan tetap merupakan kehendak Allah. Menjaga kesehatan bukan hanya tentang tubuh, tetapi juga tentang menjaga hati dan memperkuat iman.Semoga setiap ilmu yang dipelajari menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri. 🌿#Tugasjejakpustaka@komunitas.beekind

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Pustaka 13 Agustus

"..Semakin hari, jatah kita di dunia ini semakin sedikit.."Umur kita adalah modal paling berharga. Ia tidak bisa diulang, tidak bisa dibeli dan akan dipertanggungjawabkan kelak si hadapan Allah.Pertanyaan yang harus selalu diulang-ulang, bagi kita semua. Terkhusus bagi akhwat fillah:Kapan lagi kita mau menyiapkan bekal untuk akhirat?Kapan lagi kita mau serius menabung pahala?Ini nasihat untuk diriku sebelum dirimu:"Tinggalkanlah semua yang tidak bermanfaat, untuk akhiratmu"

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 13 Agustus

Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-An’am: 163Perintah Menyelisihi Orang-Orang Musyrik​Latar Belakang Perintah: Allah memerintahkan Nabi ﷺ untuk menegaskan perbedaannya dengan orang-orang musyrik yang menyembah selain Allah dan menyembelih hewan tanpa menyebut nama-Nya.​Pengikraran Tauhid: Shalat dan seluruh ibadah Nabi ﷺ hanya diperuntukkan bagi Allah semata, tanpa ada sekutu bagi-Nya.​Perbandingan Ayat (Dalil Penyerta):​QS. Al-Kausar: 2: "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkorbanlah."​Makna: Ikhlas dalam shalat dan kurban demi membedakan diri dari kebiasaan orang musyrik yang menyembah dan menyembelih untuk berhala.Penafsiran Kata Nusuk (Ibadahku)​Mujahid: Nusuk artinya melakukan kurban di musim haji dan umrah.​As-Sauri (dari As-Saddi, dari Sa'id ibnu Jubair):Makna nusuki adalah kurbanku.​As-Saddi & Ad-Dahhak:Memiliki penafsiran yang sama, yaitu kurban.Bacaan Doa Kurban Rasulullah ﷺ​Riwayat: Jabir ibnu Abdullah r.a. menceritakan bahwa ketika menyembelih dua ekor domba pada Hari Raya Idul Adha, Rasulullah ﷺ membaca doa berikut:​"Aku hadapkan mukaku kepada Dzat Yang Menciptakan langit dan bumi dengan hati yang hanif (cenderung kepada agama yang hak), dan saya bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya, dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)."(HR. Ibnu Abu Hatim dari Muhammad ibnu Auf, Ahmad ibnu Khalid Az-Zahabi, Muhammad ibnu Ishaq, Yazid ibnu Habib, Ibnu Abbas, dari Jabir ibnu Abdullah)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Strategi Menghadapi Anak yang Berbohong (Bagian 2)

1. Mengubah Kebohongan Menjadi KeinginanKebohongan sering muncul karena anak ingin sesuatu namun takut, malu, atau khawatir mendapat masalah.Alih-alih memandang mereka sebagai “penipu”, lihatlah bahwa di balik kebohongan ada keinginan atau kebutuhan yang belum terungkap.Pindahkan fokus dari kebohongan ke keinginan yang sebenarnya.Contoh percakapan:Anak: “Ibu, aku tidak mengacaukan permainan teka-teki dan menyembunyikan kepingannya di bawah sofa. Aku tidak melakukannya, aku tidak melakukannya!”Ibu: “Hmm... Mengangguk pelan, tidak mengatakan apa-apa lagi.”Anak: “Aku tidak melakukannya!”Ibu: “Oh... oke... baiklah, yang ingin Ibu katakan adalah jika kamu ingin di luar dan berdiskusi tentang itu, Ibu di sini.”2. Menunggu dan Memberikan Pembuka NantiBerhenti sejenak saat anak berbohong. Jangan langsung menuduh atau menjelaskan panjang lebar.Tunjukkan bahwa Ibu melihat, tetapi tidak bereaksi keras.Setelah anak merasa lebih tenang, berikan “pembuka” untuk percakapan jujur.Contoh percakapan:Ibu: “Jadi, kamu tidak mengerjakannya, kan?”(setelah anak mulai tenang)Ibu: “Hei, Sayang. Menulis itu sulit. Atau paling tidak bagi Ibu. Ibu tahu itu.”Ibu: “Ibu ingin tahu apa yang dapat kamu lakukan jika sesuatu terasa terlalu sulit untuk dimulai.”3. Bertanya kepada Anak Apa yang Dia Butuhkan untuk Berkata JujurJika anak masih berbohong, bantu dia mengungkap apa yang sebenarnya dia butuhkan untuk bisa jujur.Tanyakan dengan empati, bukan untuk menjebak.Memberi ruang bagi anak untuk menyebutkan kebutuhannya akan membuatnya lebih berani jujur.Contoh percakapan:📞 Ibu di telepon oleh sekolah putri Anda yang memberitahukan bahwa dia tidak mengerjakan PR menulis selama seminggu terakhir.Anda pulang, lalu bertanya kepadanya tentang hal itu.Anak:“Saya kerjakan! Saya kerjakan! Saya tidak ingin membicarakannya!”Setelah memberikan beberapa jeda, ketika melihat sedikit peluang, Anda bisa berkata:Ibu:“Oh... oke... baiklah, yang ingin Ibu katakan adalah jika seorang anak di keluarga ini tidak mengerjakan PR selama beberapa hari, Ibu akan benar-benar mencoba untuk mengerti. Karena setiap anak di keluarga ini, jika mereka tidak mengerjakan PR, pasti punya alasan untuk itu.”Ibu:“Ibu teringat saat berusia 7 tahun dan tidak mengerjakan PR menulis selama beberapa hari. Menulis terasa begitu rumit dan sangat sulit untuk Ibu kerjakan. Namun, jika hal itu terjadi, Ibu akan duduk bersamamu dan membicarakannya. Kamu tidak dalam masalah....”Kemudian, bersikaplah tenang. Jangan memandang anak dan berkata, “Jadi, kamu tidak mengerjakannya, kan?” Lanjutkan saja.Anda dapat kembali kepada anak nanti dan berkata:Ibu:“Hei, Sayang. Menulis itu sulit. Atau paling tidak bagi Ibu. Ibu di sini. Kamu anak yang baik, walaupun tidak mengerjakan PR. Ibu tahu itu. Ibu mencintaimu.”Jika merasa ada peluang, tambahkan:Ibu:“Ibu ingin tahu apa yang dapat kamu lakukan jika sesuatu terasa terlalu sulit untuk dimulai?”4. Bertanya kepada Anak Apa yang Dia Butuhkan untuk Berkata JujurJika anak masih berbohong, bantu dia mengungkap apa yang sebenarnya dia butuhkan untuk bisa jujur.Tanyakan dengan empati, bukan untuk menjebak.Memberi ruang bagi anak untuk menyebutkan kebutuhannya akan membuatnya lebih berani jujur.Contoh percakapan:Ibu:“Hei... Ibu ingin berbicara sebentar. Kamu tidak dalam masalah. Ibu hanya berpikir, kadang-kadang sulit untuk mengatakan yang sebenarnya.”Ibu:“Pokoknya, Ibu ingin tahu apa yang kamu butuhkan supaya bisa terus terang.”Ibu:“Ibu tidak akan marah kalau kamu berkata jujur. Apa yang membuatmu takut mengatakannya? Apakah ada yang bisa Ibu bantu?”Good Inside, Meletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik(Dr. Becky Kennedy)

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al furqon: 30

Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:30)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Allah subhanahu wata'āla menceritakan tentang nabi-Nya, yaitu Muhammad ﷺ. Bahwa dia mengatakan:Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan. (Al Furqaan:30)Demikian itu karena orang-orang musyrik tidak mau mendengar Al-Qur'an dengan penuh ketaatan, tidak mau pula mendengarnya. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh Firman-Nya dalam ayat lain:Dan orang-orang yang kafir berkata, "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al-Qur’an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya. (Fussilat: 26), hingga akhir ayat.Apabila dibacakan Al-Qur'an kepada mereka, mereka melakukan hiruk-pikuk dan banyak berbicara tentang hal lainnya hingga orang-orang tidak dapat mendengarkannya. Ini merupakan salah satu sikap yang meng­gambarkan ketidakacuhan kepada Al-Qur'an, tidak mau beriman kepada Al-Qur'an serta tidak membenarkannya, termasuk sikap meninggalkan Al-Qur'an. Termasuk sikap tidak mengacuhkan Al-Qur'an ialah tidak mau merenungkan dan memahami maknanya. Termasuk ke dalam pengertian tidak mengacuhkan Al-Qur'an ialah tidak mengamalkannya dan tidak melaksanakan perintah-perintahnya, serta tidak meninggalkan larangan-larangannya. Termasuk pula ke dalam pengertian tidak mengacuhkan Al-Qur'an ialah mengesampingkannya, lalu menuju kepada yang lainnya, baik berupa syair, pendapat, nyanyian atau main-main, cerita atau pun metode yang diambil bukan darinya.Semoga Allah Yang Maha Penganugerah lagi Mahakuasa atas segala sesuatu menyelamatkan kita dari hal-hal yang membuat-Nya murka, dan menggerakkan kita kepada hal-hal yang diridai oleh-Nya, seperti meng­hafal Al-Qur'an-Nya, memahaminya, dan mengamalkan apa yang di­kandungnya di tengah malam dan siang hari, sesuai dengan cara yang disukai dan diridai-Nya. Sesungguhnya Dia Mahamulia lagi Maha Pemberi.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir As-Sa’di Al-Hijr (15:85)

﴿وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ ۖ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ﴾1. Penciptaan langit dan bumi tidak sia-siaAllah ﷻ menegaskan bahwa Dia tidak menciptakan langit, bumi, dan segala isinya dengan sia-sia dan batil. Semuanya diciptakan dengan benar dan penuh hikmah, agar menjadi petunjuk atas:• Kesempurnaan Pencipta• Kekuasaan-Nya• Luasnya rahmat-Nya• Hikmah-Nya• Ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatuHal ini menunjukkan bahwa hanya Allah-lah yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya.2. Hari Kiamat pasti datangSesungguhnya hari Kiamat pasti akan datang dan tidak diragukan lagi.Penciptaan langit dan bumi jauh lebih dahsyat dibandingkan penciptaan manusia. Maka, kedatangan hari Kiamat bukanlah sesuatu yang mustahil bagi Allah.3. Perintah untuk memaafkan dengan cara yang baikAllah berfirman:“Maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.”Yaitu memberikan maaf tanpa diikuti tindakan menyakiti orang yang dimaafkan.Bahkan, membalas sikap buruk dengan kebaikan dan dosa dengan ampunan, agar seseorang mendapatkan pahala dan ganjaran besar dari Rabbnya.4. Makna “dengan cara yang baik”Memaafkan dengan cara yang baik adalah memaafkan dengan cara yang elegan, terbebas dari kedengkian dan gangguan, baik melalui ucapan maupun tindakan.Namun, bukan berarti setiap kesalahan harus selalu dimaafkan tanpa mempertimbangkan keadaan.Tidak boleh memberikan maaf ketika keadaan menuntut penerapan hukuman. Misalnya terhadap orang-orang yang melampaui batas dan berbuat aniaya, yang tidak ada terapi bermanfaat bagi mereka kecuali dengan dijatuhkannya hukuman.Jadi, memaafkan dengan cara yang baik bukanlah memaafkan secara tidak tepat, tetapi memaafkan dengan bijaksana dan pada tempatnya.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

1/2 Juz 6 dan Tafsir An Nisa ayat 79

Tilawah 1/2 Juz 6 dan ringkasan Tafsir surah An Nisa ayat 79berisi penegasan bahwa segala nikmat atau kebaikan datangnya dari karunia Allah, sedangkan musibah atau keburukan yang menimpa manusia disebabkan oleh dosa dan kesalahan diri mereka sendiri. Di ayat ini, Allah juga menegaskan pengutusan Nabi Muhammad sebagai rasul untuk seluruh manusia dan menjadikan-Nya sebagai saksi.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Tafsir Tafsir At-Taysir Ar-Rahman (55:20)

Tafsir Tafsir At-TaysirAr-Rahman (55:20)Artinya diantara dua lautan yang saling bertemu tersebut terdapat pembatas, sehingga dua jenis air ini tidak bisa bercampur dengan yang lainnya. Dalam beberapa ayat, Allah menjelaskan dua jenis air ini, diantaranya Allah berfirman:وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُراتٌ وَهذا مِلْحٌ أُجاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُما بَرْزَخاً وَحِجْراً مَحْجُوراً“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.” (QS. Al-Furqan:53)Dan pada ayat yang lain Allah berfirman,وَما يَسْتَوِي الْبَحْرانِ هَذَا عَذْبٌ فُراتٌ سائِغٌ شَرابُهُ وَهذا مِلْحٌ أُجاجٌ“Dan tidak sama (antara) dua lautan; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit.” (QS. Fathir: 12)Lalu pada ayat yang lain,أَمَّنْ جَعَلَ الْأَرْضَ قَراراً وَجَعَلَ خِلالَها أَنْهاراً وَجَعَلَ لَها رَواسِيَ وَجَعَلَ بَيْنَ الْبَحْرَيْنِ حاجِزاً أَإِلهٌ مَعَ اللَّهِ“Bukankah Dia (Allah) yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan)nya dan yang menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?” (QS. An-Naml: 61)Pada ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa maksud dari dua jenis air ini adalah air tawar dan air asin. Sedangkan penghalang atau pembatas dari dua jenis air yang bertemu, para ulama berbeda pendapat. Dan yang paling kuat menurut Ibnu Katsir bahwa pembatas antara dua laut itu adalah bumi yang kering(58). Seandainya tidak ada bumi, maka air laut dan air sungai akan bersatu. Dan itu hanya akan terjadi pada hari kiamat kelak. Sebagaimana firman Allah,وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ“Dan apabila lautan dijadikan meluap.” (QS. Al-Infithar: 3)Tatkala air laut meluap, maka akan bersatu dengan air sungai, air asin dengan air tawar. Akan tetapi, sebelum tiba hari kiamat Allah menjadikan penghalang antara air sungai dengan air laut, yaitu bumi berupa tanah yang kering dan ditempati manusia.Adapun menurut sebagian ulama yang lain seperti Al-Qurthubiy, Asy-Syinqithiy dan Ibnu ‘Asyur adalah pembatas yang tidak kelihatan. Artinya ada suatu lokasi dimana air tawar dan air asin bertemu, namun tidak bisa bersatu. (59)Bahkan, ada sebagian ulama yang menafsirkan bahwa di dalam laut terkadang ada air tawar yang mengalir. Sehingga jika ada penyelam yang menyelami lautan hingga bagian paling dalam, maka dia akan mendapati air tawar tersebut dan berada di bawah lautan. Air tawar tersebut terpisah dengan air laut dan tidak bercampur antara yang satu dengan yang lain.(60)Meskipun pendapat Ibnu Katsir lebih kuat, bahwa pembatas yang dimaksud adalah bumi atau tanah kering yang menghalangi antara air laut dengan air tawar. Namun, itulah dua tafsiran ulama yang disebutkan oleh para ahli tafsir.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Ringkasan – Keutamaan Shalat

Ringkasan – Keutamaan ShalatTujuan mengenalkan keutamaan shalat kepada anak:Agar anak semakin senang, termotivasi, dan semangat menjaga shalat, karena mengetahui besarnya pahala dan manfaatnya.🌸 1. Shalat dapat menghapus dosaRasulullah ﷺ mengibaratkan shalat lima waktu seperti mandi lima kali sehari di sungai yang mengalir di depan rumah.Jika seseorang mandi lima kali sehari, tentu kotoran di tubuhnya akan hilang.Demikian pula, shalat lima waktu menjadi sebab terhapusnya dosa-dosa.Shalat merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya karena memberi kesempatan untuk terus membersihkan diri dari dosa.Pesan untuk anak:“Nak, setiap kali kita shalat, Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk membersihkan diri dari dosa. Karena itu, yuk kita jaga shalat lima waktu dengan senang hati.”

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar : Al-A’raf

Diantara makhluk-makhluk Kami ada umat yang mendapatkan petunjuk dengan kebenaran dan mengajak orang lain kepadaNya sehingga mereka pun mendapatkan petunjuk, dan dengan kebenaran itu pula mereka berlaku adil dan tidak curang dalam memutuskan perkara.Adapun orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan tidak beriman kepadaNya, melainkan ingkar keadaNya, Kami akan buka untuk mereka pintu-pintu rezeki, bukan untuk memuliakan mereka, tetapi untuk mengelabui mereka agar mereka terus melanjutkan kesesatan yang mereka jalani, kemudian azab Kami akan menimpa disaat mereka jaya dan lengah.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka16 Agustus 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

Tazkiyatun nufus

Tazkiyatun nufus :10 kiat menyucikan jiwaSyaikh prof. Dr. Andur Razzaq bin abdul muhsin al-badrMenjadikan alquran sumber tazkiyatun nufusIbnu Abbas radhiyallahu anhu berkata : allah telah menjamin orang yang mengikuti Alquran tidak akan tersesat di dunia dan tidak akan sengsara di akhirat. Kemudian ia membacaفَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَ" lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka." (Qs. Thaha : 123)Tolong buatkan rangkuman diatas dalam satu kembar kertas berwarna putih ada garis seperti buku tulis

💬 0 komentar📅 12 Agu 2026Baca selengkapnya →