📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar Surat Ali Imran ayat 26-27

Ucapkanlah -wahai Rasul- untuk memuji dan mengagungkan Tuhanmu, “Ya Allah! Engkaulah pemilik semua kerajaan yang ada di dunia dan di akhirat. Engkau memberikan kerajaan kepada siapa saja yang Engkau kehendaki dari kalangan makhluk-Mu, dan mencabutnya dari siapa saja yang Engkau kehendaki. Engkau memuliakan siapa saja yang Engkau kehendaki, dan menghinakan siapa saja yang Engkau kehendaki. Semua itu berdasarkan kebijaksanaan dan keadilan-Mu. Hanya di tangan-Mulah seluruh kebajikan, dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.Salah satu wujud kekuasaan-Mu ialah Engkau memasukkan malam ke dalam siang sehingga waktunya menjadi panjang, dan memasukkan siang ke dalam malam sehingga waktunya menjadi panjang. Engkau mengeluarkan sesuatu yang hidup dari sesuatu yang mati, seperti menetapkan kelahiran seorang mukmin dari orang kafir dan mengeluarkan tanaman dari biji, dan Engkau mengeluarkan sesuatu yang mati dari sesuatu yang hidup, seperti menetapkan kelahiran seorang kafir dari orang mukmin, dan mengeluarkan telur dari induk ayam. Engkau memberikan rezeki yang luas kepada siapa saja yang Engkau kehendaki tanpa perkiraan dan hitungan.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Al Baqarah 214

Tafsir Al-MuyassarAl-Baqarah (2:214)Tema: KEESAAN TUHANLAH YANG AKHIRNYA MENANG (Ayat 142-214)Subtema: Hikmah diutusnya para Rasul dan pelbagai cobaan bagi para pengikutnya (Ayat 211-214)Apakah kalian wahai orang-orang mukmin mengira akan masuk surga padahal kalian belum ditimpa ujian seperti yang telah menimpa orang-orang mukmin sebelum kalian; berupa kemiskinan, penyakit, rasa takut dan kecemasan. Mereka digoncang dengan berbagai bentuk ketakutan, sehingga Rasul mereka dan orang-orang beriman yang bersamanya, -karena mereka menginginkan kemenangan cepat dari Allah-berkata, "Kapan akan datang pertolongan Allah?" Ingatlah bahwa kemenangan dari Allah itu dekat kepada orang-orang mukmin.Catatan tafsir:Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dari Ma'mar yang bersumber dari Qatadah, bahwa turunnya ayat ini berkenaan dengan peristiwa perang Ahzab. Ketika itu Rasulullah mendapat berbagai kesulitan yang sangat hebat dan kepungan musuh yang sangat ketat. Ayat ini menunjukkan bahwa perjuangan itu meminta pengorbanan.Sumber: Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A. Dahlan dkk.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Ibnu Katsir QS. Yūsuf: 103

Allah taala berfirman:وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَDan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya.Tema: KISAH NABI YUSUF (Ayat 1-111)Subtema: Pelajaran yang dapat diambil dari kisah Yusuf a.s (Ayat 102-111)📝 Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir1. Tidak Banyaknya Orang yang BerimanKebenaran tidak ditentukan oleh banyaknya pengikut. Sebagian besar manusia tetap tidak beriman, meskipun Rasul ﷺ sangat menginginkan mereka mendapat petunjuk.2. Jangan Mengikuti Mayoritas Tanpa IlmuBanyaknya orang bukan ukuran kebenaran. Allah mengingatkan bahwa mengikuti kebanyakan manusia tanpa petunjuk dapat menjauhkan dari jalan-Nya.3. Dakwah Tanpa Mengharap ImbalanRasul ﷺ tidak meminta upah atas dakwah dan nasihatnya. Beliau menyeru kepada kebaikan semata-mata karena mengharap rida Allah dan menginginkan kebaikan bagi manusia.✨ PelajaranKebenaran tidak diukur dari jumlah.Tugas seorang da'i adalah menyampaikan kebenaran dengan ikhlas; hidayah dan penerimaan adalah hak Allah.Al-Qur'an adalah pelajaran bagi seluruh alam: memberi peringatan, petunjuk, dan keselamatan di dunia maupun akhirat.Disalin dari Quran Tadabbur — quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsit As Sa'di Surah Muhammad (47:33)

Ancaman terhadap Orang Munafik dan Orang MurtadTema: KETENTUAN-KETENTUAN PEPERANGAN DALAM ISLAM (Ayat 1–38)Subtema: Ancaman terhadap orang munafik dan orang murtad (Ayat 20–38)⭐ AYAT 33يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan janganlah kamu merusak (pahala) amal-amalmu.”(QS. Muhammad: 47:33)🤍 PERINTAH UTAMAAllah ﷻ memerintahkan orang-orang Mukmin dengan suatu perintah yang merupakan pelengkap segala urusan mereka agar kebahagiaan di dunia dan di akhirat tercapai:Menaati Allah ﷻ dan Rasul-Nyadi berbagai masalah-masalah pokok agama maupun cabang-cabangnya.TAAT ADALAH:✅ Menunaikan perintah Allah ﷻ dan menjauhi semua yang dilarang.✅ Dilakukan dengan ikhlas dan mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ secara sempurna.⚠️ JANGANLAH KAMU MERUSAKKAN (PAHALA) AMAL-AMALMULarangan ini sangat luas, mencakup segala bentuk perusakan terhadap amal, baik sebelum, saat, maupun setelah amal dilakukan.1. Merusak amal setelah dilakukan(menggugurkan pahala)Selalu membicarakan amal sendiri.Membanggakan amal kepada orang lain.Mempublikasikan amal kepada manusia.Berbagai kemaksiatan yang bisa menggugurkan pahala amal baik.2. Merusak amal saat dilakukan(memutus atau merusaknya)Memutus amal di tengah jalan.Melakukan hal-hal yang bisa merusak amal yang sedang dikerjakan.Semua hal yang bisa membatalkan shalat, puasa, haji, dan ibadah lainnya.⚖️ DALIL PARA ULAMA FIKIHDengan ayat ini, para ulama fikih berdalil atas:✅ Haramnya membatalkan amalan wajib.✅ Makruhnya membatalkan amalan sunnah tanpa alasan yang mewajibkan pembatalan tersebut.⭐ MENGAPA PENTING?Karena Allah ﷻ melarang kita untuk membatalkan amalan, maka larangan tersebut menjadi perintah bagi kita untuk:✅ Memperbaiki dan menyempurnakan amalan.✅ Menunaikan amalan secara layak.✅ Menjaga amalan dari sisi ilmu dan praktikQuran Tadabbur by Ustad Firanda Andirja Hafidzahullah

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Ringkasan Tafsir At-Taysir – QS. Al-Qamar: 49

🌿 Ringkasan Tafsir At-Taysir – QS. Al-Qamar: 49Tentang Takdir dan DoaAllah ﷻ menetapkan segala sesuatu dengan takdir-Nya. Apa yang telah ditetapkan di Lauh Mahfuzh tidak akan berubah.Namun, manusia tidak mengetahui takdirnya, sehingga tetap diperintahkan untuk berdoa dan berusaha.🤲 Apakah doa bisa mengubah takdir?Ada dua penjelasan ulama:1. Doa merupakan sebab yang sangat kuat Hadits “Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa” menunjukkan kuatnya pengaruh doa sebagai sebab terjadinya suatu perkara. Bukan berarti doa dapat mengalahkan atau mendahului takdir Allah ﷻ.2. Doa dapat menjadi sebab berubahnya catatan takdir yang ada pada malaikat Catatan yang dimiliki malaikat dapat berubah sesuai kehendak Allah ﷻ.Allah ﷻ berfirman:“Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab.”(QS. Ar-Ra’d: 39)Adapun apa yang berada di Lauh Mahfuzh, seluruh perubahan tersebut telah diketahui dan ditetapkan oleh Allah ﷻ sejak awal.🌸 Pelajaran pentingBerdoa bukan pilihan terakhir setelah usaha.Jadikan doa sebagai sebab utama, kemudian diikuti dengan usaha.Jangan merasa usaha kita yang menentukan hasil, karena semuanya berada di tangan Allah ﷻ.Jika doa kita dikabulkan, itu adalah bagian dari takdir Allah.Jika doa belum dikabulkan, itu pun terjadi dengan takdir Allah dan pasti mengandung hikmah.✨ Kita tidak mengetahui takdir kita, maka tugas kita adalah terus berdoa, berusaha, dan bertawakal kepada Allah.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Tafsir Al-Mukhtasar

QS. Al-Anfal : 2–4Tafsir Al-Mukhtasar🌿 Ciri-Ciri Orang Mukmin Sejati1. Hatinya takut kepada AllahKetika nama Allah disebut, hati mereka merasa takut dan hati serta tubuh mereka terdorong untuk taat kepada-Nya.2. Imannya bertambahKetika ayat-ayat Allah dibacakan, mereka merenungkannya, sehingga iman mereka terus bertambah.3. Bertawakal kepada AllahMereka hanya bersandar kepada Allah dalam meraih kebaikan dan menjauhi keburukan.4. Menjaga salatMereka menunaikan salat dengan sempurna dan tepat pada waktunya.5. Gemar berinfakMereka menginfakkan sebagian rezeki yang Allah berikan kepada mereka, baik infak wajib maupun sunah.🤍 Hakikat ImanOrang-orang tersebut disebut mukmin sejati karena mereka memadukan:Iman dalam hati↓Ketaatan dalam perbuatanKeimanan tidak hanya diyakini dalam hati, tetapi juga terlihat dalam amal dan ketaatan kepada Allah.🌸 Balasan bagi Orang MukminAllah menyiapkan bagi mereka:♡ Kedudukan yang tinggi di sisi Allah♡ Ampunan atas dosa-dosa mereka♡ Rezeki yang muliaIman yang benar akan terlihat dari hati yang takut kepada Allah, iman yang bertambah, tawakal, salat yang terjaga, dan amal yang nyata.✨ RenunganSudahkah ketika nama Allah disebut, hati kita tergerak untuk taat?Sudahkah Al-Qur’an membuat iman kita bertambah?Sudahkah iman kita terlihat dalam amal sehari-hari?

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Tafsir Ibnu Katsir Al furqon: 27

Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:27)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Catatan kaki:210833. Maksudnya, menyesali perbuatannya.Adapun firman Allah subhanahu wata'āla:Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya. (Al Furqaan:27), hingga akhir ayat.Allah subhanahu wata'āla menceritakan tentang penyesalan orang yang zalim, yaitu orang yang menyimpang dari hidayah Rasulullah ﷺ. dan tidak mempercayai kebenaran yang disampaikan olehnya dari sisi Allah, yang tiada keraguan di dalamnya. Lalu ia menempuh jalan lain, bukan jalan yang ditempuh oleh Rasulullah ﷺ. Maka pada hari kiamat nanti dia akan menyesal, yaitu di hari yang tiada gunanya lagi penyesalan, lalu ia menggigit kedua tangannya sebagai ekspresi dari kekecewaan dan penyesalannya. Sekalipun latar belakang turunnya ayat ini berkenaan dengan Uqbah ibnu Abu Mu'it atau lainnya dari kalangan orang-orang yang celaka, tetapi maknanya bersifat umum mencakup semua orang yang zalim, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah subhanahu wata'āla dalam firman-Nya:Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka. (Al Ahzab:66), hingga akhir ayat berikutnya.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Bab 2 keistimewaan Tauhid dan dosa² yg di ampuni karenanya

Allah berfirman "Orang² yg beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kedzaliman (syirik), mereka itulah orang²yang mendapat keamanan, dan mereka itu adalah orang² yg mendapat petunjuk. " (Al-An'am: 82) Ubdaha bun ash - Shamit menuturkan Rasulullah bersabda "Barangsiapa bersyahadat bahwa sesembahan yang haq selain Allah saja tiada Sekutu baginya, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan (bersyahadat) bahwa Isa adalah hamba Allah, Rasul-Nya dan kalimatnya yg disampaikannya kepada Maryam serah tuh dari ciptaanya, dan (bersyahadat pula bahwa) surga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya, maka pasti Allah memasukkannya kedalam surga sesuai dengan amal yg telah di perbuatnya." (H.R Bukhari dan Muslim).

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
R

Rachmatika

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tafsir Al Muyassar Al Bqarah (2:60)

Ingatlah terhadap nikmat Kami yang diberikan kepada kalian ketika kalian sangat kehausan selama masa pembuangan, ketika Musa dengan sangat merendah berdoa kepada Kami agar Kami menurunkan hujan bagi kaumnya. Kami berkata, "Pukulkan tongkatmu ke batu itu." Musa pun melakukannya sehingga mengalirlah dari batu itu dua belas mata air sesuai dengan jumlah kabilah yang ada di Bani Israil. Setiap kabilah mengetahui mata air yang dikhususkan bagi mereka sehingga tidak saling berebut dan Kami ucapkan kepada mereka, "Makan dan minumlah sebagian rezeki Allah itu dan janganlah berbuat kerusakan di muka bumi."

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Membangun Harga Diri dan Kepercayaan Diri Anak melalui Cinta Orang Tua

Harga diri anak tidak dibangun oleh prestasi, nilai sekolah, atau pujian dari luar. Pengaruh terbesar terhadap harga diri anak berasal dari hubungan anak dengan orang tuanya. Anak belajar melihat dirinya melalui cara orang tua memandang dan memperlakukannya.“Anak membutuhkan orang tua untuk mempercayainya saat ia belajar mempercayai dirinya sendiri.”Penelitian yang dikutip dalam buku menunjukkan bahwa pengaruh terkuat terhadap harga diri seseorang berasal dari orang tuanya. Karena itu, hadiah terbesar yang dapat diberikan orang tua kepada anak adalah rasa dicintai tanpa syarat.Tujuan PembelajaranSetelah mempelajari materi ini, orang tua diharapkan mampu:Memahami hubungan antara cinta orang tua dan harga diri anak.Menunjukkan kasih sayang secara nyata setiap hari.Mengurangi pola asuh yang terlalu berorientasi pada prestasi.Membangun kedekatan emosional melalui sentuhan dan waktu berkualitas.Menjadi teladan nilai-nilai kehidupan bagi anak.A. Cinta adalah Fondasi Harga Diri Anak1. Cintai anak dan pastikan ia mengetahuinyaMencintai anak saja tidak cukup; anak perlu merasakan dan mengetahui bahwa ia dicintai.Ekspresi kasih sayang dan semangat dari orang tua:menumbuhkan rasa aman,menyuburkan emosi positif,membantu perkembangan harga diri,serta mendukung pertumbuhan koneksi saraf penting dalam otak anak.Pesan utamaCinta yang dirasakan anak membentuk otaknya sekaligus membentuk pandangannya terhadap dirinya sendiri.B. Cinta Tanpa SyaratAnak sering menyimpulkan bahwa dirinya berharga hanya ketika berhasil. Orang tua perlu mematahkan keyakinan ini.Yang perlu ditunjukkan kepada anakNilai 5 maupun 10 → tetap dicintai.Juara maupun tidak juara → tetap dicintai.Menjadi pemeran utama maupun peran kecil → tetap dicintai.Berhasil maupun gagal → tetap dicintai.Kalimat yang perlu sering didengar anak“Ibu tetap mencintaimu dengan semua kegagalan dan kelemahanmu.”Rasa aman karena dicintai membuat kepercayaan diri anak berkembang. Prestasi boleh dihargai, tetapi jangan pernah dijadikan ukuran nilai diri anak.C. Ungkapkan Kasih Sayang Secara Nyata1. SentuhanManusia membutuhkan sentuhan untuk membangun ikatan. Melalui sentuhan, orang tua dapat menyampaikan:cinta,persetujuan,penghiburan,rasa aman,dukungan.Contoh sederhanapelukan,rangkulan,tepukan di bahu,usapan rambut,cium kening,pijatan ringan.Anak yang sering menerima sentuhan hangat cenderung memiliki rasa aman dan nilai diri yang lebih baik.2. Kata-kata kasih sayangJangan menunggu anak besar untuk mengatakannya.“Aku cinta padamu.”Ucapkan kepada anak di semua usia.3. Isyarat kasih sayang rahasiaBuat kata, gerakan, atau isyarat khusus antara orang tua dan anak sebagai tanda:“Aku ada untukmu.”Hal kecil seperti ini memperkuat kedekatan emosional.4. Pesan cinta tertulisSelipkan catatan kecil di bekal, buku, tas, atau dekat tempat tidur anak. Pesan sederhana dapat membuat anak merasa dipikirkan sepanjang hari.Contoh:“Ibu bangga padamu.”“Semoga harimu menyenangkan.”“Terima kasih sudah membantu hari ini.”D. Waktu adalah Bahasa CintaCara terbaik menunjukkan kasih sayang adalah memberikan waktu. Saat orang tua memberikan waktu, sebenarnya mereka memberikan bagian dari hidupnya yang tidak dapat kembali.Praktik harianberbincang 10–20 menit tanpa gawai,mendengarkan cerita sekolah,makan bersama,berjalan sore bersama,membaca buku bersama sebelum tidur.Hubungan orang tua–anak dibangun terutama dari momen-momen kecil yang berulang setiap hari, bukan hanya dari hadiah besar atau acara khusus.Pesan pentingAnak yang mendapatkan perhatian penuh akan merasa:“Aku penting.”“Orang tuaku ingin bersamaku.”“Aku layak dicintai.”Perasaan ini menjadi dasar harga dirinya.E. Kehadiran Lebih Penting daripada KesempurnaanKisah Jaya Bachchan dalam buku menekankan bahwa yang paling diingat anak bukan kemewahan, melainkan kehadiran ibu. Anak-anaknya hanya ingin pulang sekolah dan bercerita kepadanya.Pelajaran penting:Anak tidak membutuhkan orang tua sempurna.Anak membutuhkan orang tua yang hadir, mendengar, dan menerima.F. Anak Belajar dari KeteladananNilai-nilai kehidupan tidak efektif diajarkan hanya lewat nasihat. Anak terutama belajar dengan mengamati kehidupan orang tuanya.Jika orang tua ingin anak:jujur,menghormati orang lain,bertanggung jawab,penyayang,berintegritas,maka orang tua perlu mempraktikkannya setiap hari.“Anak mempelajari nilai kehidupan dengan menyaksikan orang tuanya hidup dengan integritas.”G. Waktu Bersama Anak Tidak Bisa DiulangKesibukan sering membuat orang tua menunda kebersamaan. Padahal masa kecil anak berlangsung sangat cepat.Semakin besar anak, semakin sulit memperbaiki jarak hubungan yang terbentuk karena kesempatan yang terlewat.RenungkanApakah anak lebih sering melihat layar atau wajah kita?Apakah kita mendengarkan ceritanya sampai selesai?Apakah ia merasa diterima ketika gagal?H. Tanda Anak Merasa DicintaiAnak yang merasa dicintai biasanya:berani mencoba hal baru,tidak mudah hancur saat gagal,mau bercerita kepada orang tua,lebih mudah mengatur emosi,percaya bahwa dirinya berharga,merasa aman berada di rumah.I. Langkah Praktis 7 HariHari 1Peluk anak minimal 20 detik.Hari 2Ucapkan “Aku cinta padamu” secara langsung.Hari 3Tulis satu catatan kecil untuk anak.Hari 4Sediakan 15 menit tanpa gawai hanya untuk mendengar ceritanya.Hari 5Lakukan aktivitas sederhana bersama (membaca, memasak, berjalan).Hari 6Puji usaha dan karakter, bukan hanya hasil.Hari 7Tanyakan: “Apa yang paling membuatmu merasa dicintai oleh Ibu hari ini?”Ulangi siklus ini setiap minggu.Kesimpulan UtamaHarga diri anak bertumbuh ketika ia:dicintai tanpa syarat,diterima dalam keberhasilan maupun kegagalan,sering disentuh dengan hangat,mendengar kata-kata kasih sayang,mendapat waktu dan perhatian penuh,melihat teladan yang baik dari orang tuanya.Pada akhirnya, anak tidak akan paling mengingat berapa banyak mainan, kursus, atau hadiah yang ia terima. Ia akan mengingat satu hal yang paling membentuk dirinya:“Aku dibesarkan oleh orang tua yang membuatku yakin bahwa aku dicintai.”

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Qalam: 35

Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:35)Para ulama mengatakan bahwa ayat ini turun tentang perkataan kafir Quraisy kepada Nabi ﷺ. Mereka mengatakan, “Wahai Muhammad, hari kiamat itu tidak ada. Seandainya pun ada, maka kedudukan kami di surga akan sama denganmu. Atau bahkan bisa jadi kami lebih kaya darimu di surga sebagaimana di dunia kami lebih kaya darimu.” (77) Maka Allah ﷻ menurunkan beberapa ayat untuk membantah anggapan mereka ini bahwa tidak mungkin sama antara muslim dan kafir, tidak mungkin sama antara tauhid dan syirik(78). Sebagaimana Allah ﷻ juga berfirman,أَفَمَن كَانَ مُؤْمِنًا كَمَن كَانَ فَاسِقًا ۚ لَّا يَسْتَوُونَ“Maka apakah orang yang beriman sama seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama.” (QS. As-Sajadah : 18)لَا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۚ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ“Tidak sama antara para penghuni neraka dengan para penghuni-penghuni surga. Penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.” (QS. Al-Hasyr : 20)Tentunya tidak sama balasan bagi orang-orang yang beriman dan orang-orang yang kufur terhadap Allah ﷻ. (79)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Nabi Musa ‘alaihissalām begitu lapar hingga beliau meminta makan karena rasa laparnya yang luar biasa. Bahkan, tubuh beliau tampak berwarna hijau akibat terlalu banyak memakan daun-daunan. ​Demikianlah orang-orang yang mengenal Allah ‘Azza wa Jalla. Mereka senantiasa menunjukkan kefakirannya di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla. Semakin seseorang merasa butuh kepada Allah ‘Azza wa Jalla, maka semakin tinggi pula kedudukannya di sisi-Nya ‘Azza wa Jalla, sebagaimana halnya Nabi Musa ‘alaihissalām.​Diriwayatkan juga dari para Salaf, tatkala mereka sujud, ada di antara sebagian mereka yang berdoa meminta makan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan dalam suatu hadis—dengan sanad yang meskipun masih diperselisihkan:​لِيَسْأَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَاجَتَهُ كُلَّهَا، حَتَّى يَسْأَلَ شِسْعَ نَعْلِهِ إِذَا انْقَطَعَ​“Hendaknya salah seorang dari kalian meminta kepada Allah semua hajatnya meskipun hanya untuk memperbaiki tali sendalnya ketika terputus.” ​Oleh karena itu, apa pun keinginan kita, hendaklah kita berdoa kepada Allah. Tidak mengherankan mengapa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita banyak doa, bahkan untuk setiap aktivitas; masuk pasar ada doanya, masuk rumah ada doanya, dan keluar rumah pun ada doanya.​Dengan begitu, hati kita selalu terikat kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan kita menyadari bahwa tidak boleh menyerahkan segala urusan pada diri sendiri, walau hanya sekejap mata, melainkan harus sepenuhnya berserah diri kepada Allah.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 4 Dari Sinilah Islam dimulai

Bab 4Dari Sinilah Islam dimulaiPernahkan kita bertanya-tanya, tentang hikmah dari terpilihnya Jazirah Arab sebagai turunnya wahyu terakhir bagu manusia.Hikmah KeduaBangsa Arab Tidak Berada di atas Agama/Akidah yang Satu. Jika ada kesatuan akidah, mungkin akan sangat sulit bagi seorang nabi untuk merubah keyakinan mereka. Namun kenyataannya, bangsa Arab ketika itu memeluk berbagai agama, ada yang menyembah patung, malaikat, pohon, dan seterusnya. Bahkan masing-masing dari para penyembah patung pun menyembah dan memuliakan berbagai macam patung yang berbeda.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

The Book You Wish Your Parents Had Read - Philippa Perry

Perilaku: Semua adalah KomunikasiTopik: Lebih Jauh Tentang TantrumTantrum bukan sekadar perilaku buruk atau taktik anak untuk mendapatkan sesuatu. Tantrum merupakan cara anak mengungkapkan perasaan seperti frustrasi, marah, sedih, kecewa, atau merasa kehilangan kendali.Saat anak tantrum, orang tua perlu melihat apa yang sebenarnya terjadi di balik perilaku tersebut, bukan hanya berusaha menghentikan tantrumnya.Validasi perasaan sangat penting. Kita bisa mengatakan, misalnya: “Kamu marah karena aku tidak membiarkanmu melakukan itu.” Anak tetap boleh merasakan marah, meskipun perilakunya tetap perlu dibatasi.Tantrum dapat dipengaruhi oleh kelelahan, lapar, terlalu banyak stimulasi, perubahan situasi, keterbatasan kemampuan anak, atau rasa tidak berdaya.Orang tua perlu membedakan antara perasaan dan perilaku: perasaan anak diterima, tetapi perilaku yang menyakiti diri sendiri/orang lain tetap diberi batas.Hindari mempermalukan, mengancam, atau membuat anak merasa bahwa emosinya salah. Sebaliknya, dampingi anak sampai ia kembali tenang.Ketika anak sudah tenang, orang tua dapat membantu anak memahami apa yang terjadi, mengenali perasaannya, dan mencari solusi.Jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa anak “keras kepala”. Perilaku anak sering kali merupakan petunjuk tentang kebutuhan atau kesulitan yang sedang mereka alami.Dalam menghadapi anak, penting untuk melihat peran kita sendiri dalam situasi tersebut. Kadang perilaku anak muncul atau semakin kuat karena pola interaksi antara anak dan orang tua.Orang tua juga perlu mengenali pemicu tantrum, misalnya tuntutan yang terlalu tinggi, terlalu banyak aktivitas, atau kurangnya waktu istirahat, lalu melakukan penyesuaian.Memberikan pilihan dan kesempatan untuk mandiri dapat membantu anak merasa memiliki kendali dan kompetensi, sehingga frustrasi berkurang.Tujuannya bukan membuat anak tidak pernah tantrum, tetapi membantu anak belajar mengelola emosi, memahami kebutuhannya, menyelesaikan masalah, serta berkembang menjadi lebih mandiri.Inti pesannyaTantrum adalah komunikasi. Daripada hanya bertanya “Bagaimana menghentikan tantrumnya?”, lebih membantu jika kita bertanya: “Apa yang sedang anak coba komunikasikan melalui perilakunya?”Dan yang paling penting: lepaskan keharusan untuk selalu menjadi pihak yang benar atau menang-kalah. Dengan melihat situasi sebagai sesuatu yang dibangun bersama, kita lebih mudah memahami peran kita dan mengajarkan kerja sama serta kolaborasi kepada anak.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →